Sakura Minna de Tabeta

By : Mikazuki_Hikari

Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi ©

All Chara belongs to Fujimaki Sensei

This Fiction belongs to Mikazuki_Hikari

Rate : T

Genre: Romance

Pairing: Akashi.S x Kuroko.T

Warning: Shonen-Ai, Typo(s), EYD tidak sesuai aturan, Male x Male, Alternate Universe (AU), Out of Character (OOC)

Don't Like Don't Read

I have warned you

.

.

.

Part 06 – Sungai Mimpi yang Kulihat Sehabis Senja

-=XXX POV=-

Halaman terakhir dari buku itu adalah, nyanyian anak muda itu, yang mencari cara, bagaimana ia bisa menemukan kebahagiaan sejati.

Dimanakah aku mungkin berada?

Aku kehilangan arahku, bintang yang kulihat malam itu, aku coba untuk mencarinya, disepanjang jalan hitam yang menatang kakiku, kasutku sudah tak mampu lagi menapaki jalan yang kulalaui.

Aku mendengar suara yang berkata 'Jangan takut apapun, karena meski kita berpisah, aku akan selalu berada di dekatmu, dan tidak akan pernah berubah.'

Siapa?

"Mengapa tidak kunaiki saja perahu yang menuju ke haluanmu? Bukankah lebih baik seperti itu? Aku bisa melihat perahu itu ada di tepi pantai, namun kenapa tidak kau izinkan aku menaikinya?"

"Kau belum bisa melihat senjamu. Kaki mungilmu belum sanggup melangkah kearahnya, karena siangmu masih panjang."

"Coba kau dengar dengan seksama, tidakkah kau mendengar suaranya dibalik angin itu? Seseorang yang selalu memperhatikanmu."

"Aku tidak ingin mendengarnya."

Kupikir untuk saat ini cukup sampai disini, karena aku tidak ingin kau mengetahui kelanjutan kisahnya sekarang.

.

.

.

Part 07 – Buku dan Pembatas Buku Sakura

-=Kuroko Tetsuya POV=-

Aku menerobos kerumunan wanita yang menghalangi pintu masuk ke kelas, tidak ada yang memperhatikanku seperti biasa.

Aku berjalan perlahan. Beberapa dari wanita itu sempat menginjak kakiku, tidak heran jalanku menjadi sedikit pincang.

Lain halnya dengan para wanita yang begitu antusias, para pria tidak begitu memperdulikan si murid baru yang dalam sehari kedatangannya, mampu menghipnotis kesadaran para wanita yang sedari tadi menggila.

Siapa dia?

Rasanya aku pernah melihat pria itu, dengan rambut merahnya juga sorot matanya yang tajam, saat aku melihatnya, kepalaku bagaikan tersambar kilat, dan rasa sakit yang tidak terperi menghantam kepalaku, sepertinya satu bagian dari ingatanku tidak mengizinkan diriku untuk mengingatnya, pandanganku pun mulai kabur.

Satu hal yang kuingat sebelum segalanya menjadi gelap.

Buku.

Buku itu memiliki motif yang sama dengan pembatas buku yang kumiliki.

.

.

.

Part 08 – Tetsuya Kuroko

Aku terbangun di ruang kesehatan, pandanganku masih samar, kepalaku juga terasa berat.

Harum alkohol 70% menghantarku ke alam sadarku, mataku terbelalak dengan pemandangan pertama yang menyapa mataku saat aku terbangun.

Aomine Daiki.

Kenapa dia bisa ada disini? Apa dia yang membawaku kesini?

"Aomine...kun..." panggilku lirih.

"Cih, hentikan, suaramu itu membuatku muak." Tidak lama setelah aku melihatnya, pria itu pergi, apakah aku mengatakan sesuatu yang salah?

Kenapa? Kenapa kau menolongku?

Aku keluar dari ruang kesehatan dan bergegas kembali ke ruang kelasku.

Sensei yang didalam kelas mengerti dengan kondisiku dan mengizinkanku masuk, segera aku menyusuri bangku yang ada dan kembali kemejaku.

Aku bisa melihat seorang pria berambut merah duduk dibelakangku.

Sekarang aku ingat, hal yang terakhir aku tahu adalah, hari ini kelasku kedatangan murid baru, para gadis yang sangat antusias itu juga tadi berkerumun hanya untuk melihat wajahnya, dan satu hal lagi yang bisa kuingat...

Buku.

Ya pria berambut merah itu memiliki buku dengan motif yang sama dengan pembatas buku yang kumiliki, ingin kubertanya, namun bukan sekarang saat yang tepat, aku menunggu hingga bel istirahat berbunyi.

Saat istirahat tiba, aku memberanikan diriku untuk mendekatinya, kebetulan pria itu sedang memegang buku yang ingin sekali kulihat isinya, aku pun memberanikan diriku untuk bertanya padanya.

"Anoo, buku itu, kau mendapatkannya dari mana?" tanyaku penasaran.

"Aku memiliki buku ini sudah cukup lama sepertinya." Dia tersenyum, pembawaannya penuh dengan wibawa.

"Boleh kulihat isinya?" aku berusaha menjamah sampul tebal dari buku itu, namun tangan pria itu menepis tanganku.

"Sebelumnya boleh aku mengetahui namamu?" dia tersenyum lagi kearahku.

"Tetsuya, Kuroko Tetsuya."

-=To Be Continued=-