Sakura Minna de Tabeta
By : Mikazuki_Hikari
Disclaimer : Fujimaki Tadatoshi ©
All Chara belongs to Fujimaki Sensei
This Fiction belongs to Mikazuki_Hikari
Rate : T
Genre: Romance
Pairing: Akashi.S x Kuroko.T
Warning: Shonen-Ai, Typo(s), EYD tidak sesuai aturan, Male x Male, Alternate Universe (AU), Out of Character (OOC)
Special Notes : Sebagian besar Point of View Cerita ini adalah POV Kuroko Tetsuya, kecuali ada pemberitahuan pergantian POV
Don't Like Don't Read
I have warned you
.
.
.
Part 09 – Halaman Pertama
"Akashi, Seijuuro Akashi, salam kenal Tetsuya." Ia menjabat tanganku, tangannya lebih dingin dari salju musim dingin, namun dibalik dinginnya itu, aku bisa merasakan rasa nyaman yang diluar anganku, aku menyukai sentuhannya.
"Kalau boleh aku—"
"Tentu saja." Belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, ia sudah tahu apa yang hendak aku katakan.
Halamannya kosong? Tiap lembar yang ia balik, selalu sama, tidak meninggalkan jejak pena sedikitpun, untuk apa ia membawa buku setebal itu, isinya saja tidak ada.
Aku kemudian ingin melihatnya dari dekat, saat aku ingin menyentuhnya, Akashi-kun menepis tanganku sekali lagi.
"Jangan coba coba untuk menyentuhnya." Tatapannya menjadi sangat mengerikan, mengapa ia melarangku untuk menyentuhnya?
Aku bukan tipe orang yang mudah untuk pasrah dan membiarkan sesuatu hal membuatku penasaran, semakin ia melarangku, semakin kuat hasratku untuk ingin melihat, dan menyentuhnya dengan tangan dan mata kepalaku sendiri, namun sekarang bukan saat yang tepat, jadi aku berusaha untuk menunggu sedikit lebih lama.
Keesokan harinya, nampaknya Akashi-kun membawa buku itu lagi, dan beruntungnya aku, saat istirahat Akashi-kun meninggalkan bukunya dimejanya tanpa pengawasannya.
Aku memberanikan diriku untuk mendekati buku itu, kubuka sampulnya, dan hasilnya masih sama, halaman pertama masih kosong, aku memutuskan untuk membalikkan halamannya.
Saat jemariku menyentuh helai halaman pertamanya, hal yang mengejutkan terjadi.
Halaman pertama yang semula kosong, mengeluarkan sesuatu, dan itu sontak membuatku terbelalak.
Namaku, tertulis jelas pada halaman pertamanya.
"Jangan kau coba untuk menyentuhnya lebih jauh!" Akashi-kun yang entah datang darimana muncul dihadapanku.
"Tapi namaku?"
Akashi-kun tidak menjawab alasan kenapa namaku ada disana, ia mengambil buku itu, mendekatiku, dan malah mengelus suraiku lembut.
"Aku tidak ingin kau mengetahui apa yang tidak ingin kau lihat Tetsuya."
Dalam hatiku berdesir sebuah perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya.
Mengenai sentuhannya barusan, lebih dari perasaan yang timbul saat aku bersama Aomine-kun dulu, entah apa yang pria ini lakukan, seketika juga aku ingin menangis.
Benar saja lututku gemetar dan tubuhku terjatuh ketanah, mataku juga basah bersimbah air mata.
Beruntung Akashi-kun menangkap tubuhku, dibawanya aku kedalam dekapannya, aku bisa melihat wajahnya dari dekat, debaran hati ini berlanjut ke level yang lebih tinggi, intensitasnya membuatku ingin meledak dibuatnya.
Siapa sebenarnya pria ini?
.
.
.
Part 10 – Mengenai Roh Pohon dalam Dongeng
Kau tahu mengenai roh pohon yang ada pada mitos sekolahku?
Mitos itu sangat terkenal disekolahku, banyak orang yang percaya, banyak juga yang tidak.
Takhayul seperti itu, mana mungkin aku mempercayainya, sampai Akashi-kun menanyakan hal tersebut padaku.
"Tetsuya, kau percaya dengan dongeng sekolah kita mengenai roh pohon sakura pada jam 12 siang itu?"
"Tidak, aku tidak percaya hal yang seperti itu, hanya orang bodoh saja yang percaya pada hal yang bodoh juga." Jawabku singkat.
Lalu pada wajah Akashi terukir senyuman yang paling manis yang pernah kulihat darinya selama ini, ia kemudian menjamah kepalaku lagi dengan lembut.
"Lebih baik kau memang tidak usah mengetahuinya sekarang."
"Eh?" aku tidak bisa mendengar ucapannya barusan dengan jelas.
"Apa yang kau ketahui tentang mitos sekolah kita itu Tetsuya?" ia tidak menghiraukan rasa penasaranku, malahan, ia memberiku pertanyaan lainnya.
"Ia bisa menghapus rasa sedih kita, kalau kita mendatanginya." Jawabku polos dengan pengetahuan seadanya mengenai kisah turun temurun sekolah kami.
"Benar sekali."
.
.
.
Part 11 – Ingatan tentang Bunga Matahari yang Menatang Hingga ke Langit
Dalam mimpiku aku bisa melihatnya, hamparan langit biru yang luas, langit yang sangat terang.
Aku menyukai pemandangan yang langit itu berikan, ingin rasanya aku menatap langit seindah ini lebih lama, sampai aku menyadari suatu hal aneh, di tempat ini segala sesuatunya tidak memiliki bayangan.
Setelah pemandangan indah itu, dari tengah pusat bumi, muncul setangkai bunga matahari.
Perlahan kudekati bunga matahari itu, sangat tinggi dan rupawan dengan batang yang kokoh, ingin rasanya aku melihatnya dari dekat.
Semakin aku mendekatinya, bunga matahari itu semakin bertambah tinggi, bertambah tinggi hingga pada akhirnya, bunga yang cantik itu layaknya menyatu dengan langit indah diatasnya.
Belum sempat aku menyentuhnya, harum bunga sakura menyeruak di hidungku, kelopak merah jambunya juga seketika mengelilingi tubuhku dan berbisik.
'Apa yang kau lihat, bukankah itu yang ada dihadapanmu sekarang? Kau akan melihatnya, dimana Langit itu akan menjadi satu dengan bunga matahari itu seutuhnya, tepat didepan matamu, dan akan menjadi awal lainnya dari kisah hidupmu.'
Setelahnya, aku pun terbangun.
-=To be Continued=-
