Deadly Game

(Yurei o Kakurenbo)

Cast : Kim Jong Dae

Kim Min Seok

Genre : Mystery, horror

Summary : Chen mencoba bermain permainan petak umpet dengan hantu. Tanpa tau bahwa Xiumin yang menjadi korban pembunuhan boneka hantu tersebut karena keteledorannya.

Happy reading and Don't forget to review ^^

23.00 KST

Chen P.O.V

"Huh akhirnya sudah lengkap semua bahan-bahannya," kataku sambil memperhatikan barang-barang yang ada dihadapanku

1 buah boneka yang sudah kuisi dengan beras dan sediki kuku ku sampai penuh dan juga sudah kujahit dengan benang merah, pisau, dan secangkir air garam

Kalian bingung apa yang sedang kulakukan?

Aku sedang mencoba permainan petak umpet dengan hantu. Katanya permainan ini sangat menantang dan aku tidak sabar untuk mencobanya. Setelah itu aku pergi kekamar mandi dan kuisi baknya sampai penuh.

Ting Tong

'Huh siapa yang berkunjung malam-malam begini,' gumamku dalam hati.

Cklek

Saat kubuka pintu, sudah ada Xiumin hyung berdiri disana dengan memegang bantal kesayangannya.

"Ada apa berkunjung malam-malam begini hyung?" tanyaku heran.

"Aku menginap disini ya, orangtuaku sedang keluar kota. Aku takut sendirian dirumah," kata Xiumin hyung sambil menunjukkan puppy eyes nya.

Akupun sedikit terpana dan mempersilahkannya masuk.

"Apa yang sedang kau lakukan Chen?"

"Aku sedang bermain petak umpet dengan hantu hyung. Kau mau ikut?" tanyaku bersemangat.

"Mwo? Ani aku tidak mau. Aku mau tidur saja, aku sangat lelah seharian ini."

"Yasudah kalo begitu kau kekamar ku saja. Aku akan bermain sendiri," kataku lalu duduk disofa sambil menunggu jam menunjukkan angka 03.00.

.

.

.

Author P.O.V

Xiumin pun langsung menuju kekamar Chen dan langsung menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dan mencoba mengacuhkan Chen dengan permainan anehnya-menurut Xiumin.

Sementara Xiumin sudah berada dialam mimpinya, Chen menunggu disofa sampai jam menunjukkan angka 03.00. Setelah lama menunggu, akhirnya waktu yang ditunggu pun tiba dan Chen mulai bermain bersama hantu tersebut.

Langkah satu : Beri nama boneka tersebut (apapun asal jangan nama Kamu sendiri).

"Aku akan menamainya Zozo," gumam Chen.

Langkah 2 : Ketika tepat pukul 3 pagi, katakan pada boneka "_(nama Kamu sendiri) yang pertama jaga." katakan sebanyak tiga kali.

"Chen yang pertama jaga, Chen yang pertama jaga, Chen yang pertama jaga," kata Chen lagi.

Langkah 3 : Pergi ke kamar mandi dan letakkan boneka kedalam bak mandi yang berisi air.

Lalu Chen pun menuju kekamar mandinya dan meletakkan boneka tersebut kedalam bak mandi itu.

Langkah 4 : Matikan semua lampu dirumah, lalu pergi ke tempat Kamu bersembunyi dan nyalakan televisi.

Chen pun lalu melakukan yang diperintahkan dan mulai bersembunyi dibawah meja yang ada didapur.

Langkah 5 : Hitung dari satu sampai sepuluh dengan mata tertutup, lalu kembali ke kamar mandi dengan benda tajam.

Chen lalu menutup matanya dan menghitung satu sampai sepuluh. Setelah selesai ia lalu kembali kekamar mandi dengan pisau yang ada ditangannya.

Langkah 6 : Ketika sudah sampai, katakan kepada boneka "Aku menemukanmu _(nama boneka)." Lalu tusuk boneka tersebut dengan benda tajam.

"Aku menemukanmu Zozo," kata Chen sambil menusuk boneka tersebut dengan pisau yang dibawanya.

Langkah 7 : Setelah itu bilang "Kamu yang jaga berikutnya, _(nama boneka)." dan letakkan kembali boneka ke bak mandi.

"Kamu yang jaga berikutnya Zozo," kata Chen sambil meletakkan boneka itu kembali kebak mandi.

Langkah 8 : Lari, sekali lagi lari menuju tempat bersembunyi dan bersembunyilah.

Lalu setelah itu Chen pun mulai berlari menuju tempat persembunyiannya yang berada didekat Tv siapa tau akan ada hal aneh yang terjadi.

'Kuharap boneka itu tidak menemukanku,' batin Chen yang sedikit deg-degan. Lalu saat Chen melihat kearah tv, tiba-tiba saja yang tadinya sedang menampilkan acara komedi, layar tv tersebut sedikit bergoyang dan menampilkan warna hitam-putih.

Alasan kenapa harus menyalakan televisi ketika bersembunyi adalah karena televisi dapat berfungsi sebagai "radar" untuk mendeteksi kehadiran "sesuatu" disekitar.

Chen pun mulai teringat tulisan yang dibacanya saat akan melakukan permainan ini. Diapun sedikit merasakan dingin dibagian bahu kananya dan saat dia menoleh, dia menemukan sepasang mata merah yang sedang menatap tajam kearahnya.

"Arrrgghhh."

Chen pun kaget dan otomatis sedikit berteriak. Diapun langsung berlari ketempat dia menaruh air garam itu dan akan mengakhiri permainan ini.

.

.

.

Xiumin P.O.V

"Arrrgghhh."

'Huh suara siapa itu,' gumamku yang masih setengah sadar efek baru bangun tidur.

'Apakah Chen?' batinku.

Saat aku melihat kearah jam, jam itu menunjukkan angka 03.15. Aku langsung saja mendatangi suara itu karena takur terjadi sesuatu dengan Chen.

Saat aku keluar, aku melihat sebuah boneka yang berada didekat pintu masuk dapur. Karena penasaran pun aku mendatangi boneka itu dan mengambilnya.

"Aneh sekali boneka ini," kataku sambil memandangi mata boneka itu.

Tiba-tiba saja aku seperti merasa ada yang mengendalikan tubuhku dan membawa ku kedalam kamar mandi. Sesuatu dalam tubuhku itupun mulai memecahkan kaca yang ada didalam kamar mandi itu menggunakan tanganku.

'Akh appo,' batinku.

'Apa-apaan ini. Siapa yang mengendalikanku,' batinku. Bahkan untuk berbicara pun tidak bisa. Aku memerhatikan diriku yang berada dihadapan cermin. Mukaku sangat pucat, mataku pun merah, dan pandanganku sangat datar.

Lalu sesuatu dalam tubuhku itupun mulai mengambil pecahan kaca itu dan menusukkannya dipergelangan tanganku. Tidak cukup sampai disitu. Tanganku pun bergerak dangan sendirinya dan mulai menusukkan pecahan kaca itu dimataku.

"Akksskk ap-appo," kataku sekuat mungkin tapi yang terdengar hanya bisikkan.

Lalu sesuatu itupun mulai memotong jari-jari kakiku hingga darah tergenang disekitarku. Tidak cukup sampai disitu, 'dia' mulai mengarahkan pecahan kaca itu kepahaku dan mulai menulis sesuatu.

Zozo sudah menemukanmu dan akan membunuh mu

"Hiks…hiks Chen tolong aku," suaraku terdengar lirih sampai akhirnya aku berada diambang kesadaranku karena darah yang terus keluar dan membuat tubuhku lemas.

Tetapi 'dia' terus saja menggoreskan pecahan kaca itu ketubuhku.

"XIUMIN HYUNG,' teriak Chen yang baru datang dengan air garam ditangannya.

Diapun langsung saja menyiramkan air garam itu keboneka yang berada ditangan kiriku dan seketika 'dia' sudah tidak menusukkan pecahan kaca itu lagi ketubuhku.

"Hyung apa yang terjadi?" tanya Chen kepadaku sambil membuang boneka dan pecahan kaca yang ada ditanganku.

"Ap-po Chen hiks," kataku sambil terisak.

Karena darah yang terus mengalir dari tubuhku membuat tubuhku lemas, akhirnya aku menutup mataku.

Author P.O.V

Chen yang panic karena Xiumin menutup matanya pun langsung saja memeriksa nadi namja yang berpipi chubby tersebut.

"Hy-hyung hiks bangun hyung," kata Chen panic karena tidak merasakan nadi Xiumin.

Chen pun langsung saja berdiri keluar sambil membawa boneka tersebut lalu membuangnya di tong sampat. Lalu diapun mencari korek api dan menyalakannya lalu membuang nya ketempat sampah itu dan boneka itupun terbakar.

Chen pun lalu menelpon polisi dan menceritakan semua yang terjadi. Lalu polisi pun membawa tubuh Xiumin yang sudah tidak bernyawa kerumah sakit dengan ambulance dan Chen pun ikut masuk didalamnya.

Tanpa ada yang tau, tiba-tiba saja boneka itu sudah ada didalam kamar mandi dengan sendirinya dan terdapat sebuah pisau yang ada disebelahnya.

'Zozo akan menemukanmu'

.

.

.

Cara menyelesaikan permainan :

Masukkan setengah air garam kedalam mulut (jangan diminum).

Keluar dari tempat persembunyian dan cari boneka tadi (catatan: jika ritual ini berhasil, maka boneka itu tidak akan ada di kamar mandi).

Jika sudah ketemu, siram boneka tersebut dengan garam yang tersisa di cangkir, dan siram juga dengan air garam didalam mulut Kamu.

Katakan "Aku menang" sebanyak tiga kali. dan Hal ini seharusnya mengakhiri permainan. Setelah semua selesai, keringkan dan bakar boneka tadi.

Perhatian : Jika Kamu tinggal bersama dengan orang lain, orang itu mungkin akan secara tidak langsung berpartisipasi dalam ritual ini.

.

.

THE END

.

.

Saya kembali dengan membawa cerita baru.

Terima kasih kepada DeerIAMyang sudah mereview dan merekomendasikan cerita ini. Semoga hasilnya gak mengecewakan dan terima kasih sama semuanya yang udah baca cerita sebelum-sebelumnya walaupun gak mereview.

Tapi kalo bisa tolong review ff ini walaupun hanya 1 kata. Terima Kasih