-LET THE RHYTHM FLOW CHAPTER 4-
Flashback April tahun lalu
"apa? Jadi kau diterima di KU Leuven Junsu? Selamat!"
"iya oppa. Hehe terima kasih! Gomawoyo" jawab Junsu dengan senang
"Jadi kamu akan satu tahun lagi di Belgia?" tanya Yoochun dengan sedikit datar
"iya oppa. Satu tahun penuh"
"cepatlah kembali Junsu, Sudah lama sekali kita tidak sering bertemu" ucap Yoochun tulus sambil memandangi pemandangan gedung-gedung tinggi Hong Kong dari jendela kamar hotelnya. Pria ini mendengus kecil
"iyaa, mianhae oppa.. aku akan segera pulang kok" jawab Junsu dengan sedikit awkward. Ada apa ini? Yoochun merindukannya? Omo, memikirkannya saja sudah membuat pipinya memerah
"haha tidak usah minta maaf Junsu. Kau kan sedang ulang tahun. Maaf ya aku tidak bisa kesana Su"
"hehe tidak apa-apa oppa…" ucap Junsu sambil masih tiduran memeluk selimut sambil satu tangan menyangga handphone ke telinganya. Ya, hari ini hari ulang tahun Junsu. Hari wajib bagi Junsu dan Yoochun untuk mengobrol. Satu dari beberapa hari dalam setahun.
"oppa dimana? Masih di Hong Kong?"
"heeh Su, sampai besok"
"oooohhh" jawab Junsu seadanya.
"kamu Juni pulang kan? Setelah ujian?"
"heeh oppa. Awal Juni aku pulang ke Seoul" jawab Junsu lalu melanjutkan perbincangan jarak jauh mereka.
Inilah aktivitas Junsu di hari ulang tahunnya. Telepon dari orang tuanya, telepon dari Yoochun dan juga hadiah, adalah hal yang wajib sedang Yoochun dan Junsu tinggal berjauhan. Begitu juga dengan saat Yoochun yang berulang tahun.
Junsu dan Yoochun berbeda 2 tahun. Saat Junsu berumur 16 tahun Yoochun kuliah ke Jerman, sedangkan Junsu satu tahun kemudian pindah ke Tokyo lalu ke Inggris.
Tidak banyak yang tau soal hubungan mereka berdua. Hanya beberap teman dekat saja. Karna kalau diberitahupun banyak orang tak akan percaya kalau menyebut mereka sudah 'bertunangan', melihat hubungan Junsu dan Yoochun yang sangatlah datar. Memang sejak beranjak dewasa dan terpisah, Junsu dan Yoochun jadi seperti ini. Berbeda dengan saat mereka kecil. Sangat tidak terpisahkan dari satu sama lain.
Yoochun kadang menggoda Junsu dan bersikap mesra, tapi itu tidak membuat banyak perbedaan, diantara mereka masih ada jarak walaupun sudah ada 'komitmen' kuat didalamnya.
Yoochun seringkali meng-klaim Junsu sebaga miliknya sejak mereka dewasa. Apakah Yoochun tidak pernah menyukai wanita lain selama ia berjauhan dengan Junsu? Tentu saja iya. Tapi itu semua hanya sekedar suka yang langsung lewat saja. Jadi secara teknis Yoochun tidak perna selingkuh/ menduakan Junsu.
Egois? Sebut lah begitu. Dibesarkan sejak kecil bersama-sama, Yoochun memiliki insting untuk memiliki Junsu dengan sangat kuat, ditambah sifat posesifnya pada Junsu. Kadang ia merindukan Junsu, tapi ia bukanlah pria yang bisa mengekspresikan kerinduan itu dengan baik. Dan malah menunjukkannya dengan bersikap posesif pada Junsu.
Hanya aku yang mengenal Junsu dengan baik. Hanya aku yang akan menjadi suaminya nanti. Itulah ucapan Yoochun kepada kedua orang tuanya dan juga kakak Junsu, Kim Junho.
Flashback Juli, musim panas di Paris
Junsu dan Changmin duduk berhadapan di sebuah cafe disudut kota Paris. Tadinya mereka tidak berduaan saja, tapi karna beberapa teman merekan beranjak untuk pergi ke beberapa toko disekitar jalan., tinggalah Junsu dan Changmin berduaan.
"Kim Junsu"
"hem?" Junsu yang sedang mengamati orang berlalu lalang sambil meminum kopi dinginnya menengok saat mendengar namanya dipanggil
"jadilah kekasihku" ucap Changmin
"hm?" Junsu mengernyitkan dahi nya bingung. Apa ia tidak salah dengar?
"aku menyukaimu. Apakah kau mau menjadi pacarku?" ucap Changmin secara langsung dan tegas
I believe my tears will bring you back to me
My eyes cannot forget that it is you who make them cry
I hope you don't cry as I do, I hope you don't cry as you leave
I know you will return someday. Because I believe. I will wait for you, only you
-Junsu, I believe
Present Day
15:15
Junsu memakirkan mobilnya di parkiran gedung, berjalan pelan menuju elevator, naik menuju ruang kantornya. Beberapa meeting yang harus dilaluinya sejak pagi membuat tenaganya cukup banyak terpakai banyak hari ini. Diliriknya jam tangan di tangan kirinya yang sudah berada di angka 3 lewat. Huff, makan siang saja belum sempat. Baru sekarang ia menyadarinya, bahkan rasa laparnya sendiri sampai terabaikan saking sibuknya hari ini.
Baru saja meletakkan jaketnya di bangku, mata Junsu tertuju pada sebuah kantong plastik yang diletakkan di atas mejanya. Dibukanya dengan segera kantong itu. Sebungkus aglio-alio pasta dari restaurant sebelah dan sebuah post-it yang membuat Junsu tersenyum kecil saat membacanya lalu segera meraih handphone nya, mengetik pesan sederhana kepada Changmin.
Oppa terima kasih sekali untuk makanannya! J J
Apa isi pesan post it itu? Yeap, tulisan tangan changmin yang bertuliskan:
Jangan lupa makan siang Junsu! Aku mencarimu tapi kau sejak keluar. Sampai berjumpa lain kalii! Xx
Dengan nama Shim Changmin tertulis dibawahnya.
Junsu masih tersenyum-senyum sendiri melihat perhatian yang diberikan Changmin ini.
Sambil makan Junsu juga jadi semakin teringat dengan hal-hal yang terjadi akhir-akhir ini diantara nya dengan Changmin dan Yoochun.
Shim Changmin, Changmin oppa. Junsu baru mengenalnya sekitar 1 tahun belakangannya. Tapi kedekatan keduanya terus bertambah dengan berjalannya waktu. Pikir Junsu sambil melamun. Changmin bukanlah pria pertama yang menyukai Junsu. Sudah banyak pria lain yang mengungkapkan perasaannya terlebih daulu kepada Junsu. Tapi hanya ada 1 orang yang terus mengulang pernyataan cintanya kepada Junsu. Ya, hanya Changmin. Sejak ia belum mengenal Yoochun, sampai ia tau posisi Yoochun, hingga ia berhadap-hadappan sendiri dengan Yoochun. Changmin tetap saja gigih menyukai Junsu
"aku menyukaimu Junsu, aku mencintaimu Junsu" kata-kata itu terus terngiang dipikiran Junsu. Berapa puluh kali Changmin mengatakannya. Sedangkan Yoochun? Hm sekali saja tidak pernah mereka saling mengungkapan suka, baik Junsu juga Yoochun
Kalimat Yoochun yang Junsu ingat hanya seperti... "jangan terlalu dekat dengan dia. Cepatlah pulang Su aku ingin bertemu. Ayo ikut denganku Su, perusahaan Kwon mengadakan acara makan malam"
Junsu pov
Yeah, terus saja membandingkan orang lain Kim Junsu. Ck. Tidak seharusnya aku membandingkan mereka. Kan sebenarnya aku sumber masalah diantara Changmin dan Yoochun Oppa.
Ck. Baru saja pulang dan bertemu lagi dengan Park Yoochun. Sekarang malah ada masalah lagi. Kubuka gallery handphone ku, men-scroll jauh-jauh melihat-lihat foto beberapa bulan lalu saat travelling dan belajar di Eropa. Dari beberapa teman, Changmin oppa selalu ada disana. Ia tempat yang baik untuk belajar bersama, bercanda dan bercerita. Hmm apakah aku menyukai Changmin oppa? Begini kah rasanya menyukai seseorang? Atau tidak?
Haish Junsu bodoh sekali... Tau rasanya menyukai seseorang saja tidak tau..
Pikirku sambil mengehela nafas kecil.
17:15
Tek, tek, tek. Sebuah bolpoin masih berputar ditangan kiriku sambil aku konsenterasi membaca beberapa dokumen untuk membuat presentasi dan report project ini nantinya. Langit Seoul diluar kaca jendela dibelakangku sudah mulai menggelap, musim dingin hampir mencapai puncaknya. Hmm, sudah sore, biar lanjut lagi pekerjaan untuk besok. Pulang pulang pulang... Saatnya menemui Omma, Appa dan Junho oppa dirumah.
Ya, aku tentu saja berkerja di perusahaan Appa setelah lulus, begitu juga dengan Junho oppa. Kakak laki-laki-ku yang berjarak 2 tahun lebih tua. Sebutlah kami beruntung lahir di keluarga yang sangat berada. Well,, tapi tetap hidup seseorang tidak pernah ada yang sempurna kan?
Baru saja memikirkan Junho oppa, saat menunggu lift, dari sisi barat kantor dimana kantor financing berada, Junho oppa terlihat berjalan sambil berbincang akrab dengan seseorang. Aku menengok dan orang itu adalah... Changmin oppa.
AKu menelah ludah sekilas sambil mereka mendekat kesini
"Junsu!" panggil Junho oppa
"oh... oppa"
"kau mau pulang?"
"heeh oppa, oh hi Changmin oppa" sapaku sambil tersenyum
"ah iya Changmin ssi. Kau ternyata benar-benar sudah dekat ya dengan Junsu, haha" ucap Junho oppa melihat aku dan Changmin bertukar sapa dengan tidak formal.
"ne oppa, CHangmin oppa.. juga di Leuven dulu" ucapku
"iya Su, kami baru saja membicarakan tentangmu barusan. Oh ya, Changmin ssi juga sekarang akan sering kesini untuk membereskan project terbaru kita" aku mengangguk mendengarkan.
"kau juga bisa menghubungi adikku langsung Changmin ssi bila kau perlu menghubungi seseorang dikantor ini. Kalian kan sudah berteman. Iyakan Junsu?"
Kami memasuki lift ber-3 turun menuju lobby utama
"ne oppa, tentu saja aku akan membantu" ucapku. Perusahaan kami baru-baru ini memang sedang ada project kolaborasi dengan perusahaan elektronik Shim Corp, perusahaan ayah nya Changmin. Entah bagaimana bisa sekebetulan ini, kami baru saja lulus lalu ternyata bisa bertemu di satu pekerjaan lagi (tentu saja dengan strategi seorang Shim Changmin, HAHA)
"kamu langsung pulang Su?" Tanya Junho oppa saat kami hendak berpisah dilantai bawah
"heeh oppa. Aku duluan yaa" jawabku sambil membungkuk hendak pamit
"baiklah, aku ngopi dulu ya dengan Changmin"
"Junsu ssi, mau kuantar kerumah?" Tanya Changmin Oppa tiba-tiba buka suara
"ahh tidak usah oppa, tidak perlu. Kalian ngopi saja dulu. Aku duluan yaa." Aku menolak dengan sopan dan beranjak pergi.
Ah iya lupa mengucapkan terima kasih soal makan siang tadi siang! Ck! Kim Junsuuu! Aku memukul pelan kepalaku sendiri.
Haduh Kim Junsu baru ingat sekarang! pikirku. Tadi Junho oppa seru mengobrol dengan Changmin oppa juga sih, jadi aku pun sama sekali lupa. Ck.
Junho oppa sepertinya tidak tau soal kedekatanku dengan Changmin. Well, baguslah, cukup kami bertiga saja yang berada didalam keadaan seperti ini.
Kunyalakan mesin mobilku dan segera menyetir kembali kerumah
-TBC-
