-LET THE THYTHM FLOW CHAPTER 5-
Suatu siang di rumah utama kediaman keluarga Kim. Di ruang tengah, duduk Tuan Kim, appa dari Junho dan Junsu, juga Yoochun dan Junho yang sibuk membaca majalah dan mendengarkan berita dari TV yang dinyalakan. Mereka ber-tiga baru saja pulang dari bermain golf bersama pagi ini. Sedangkan Junsu membantu umma nya memasak didapur menyiapkan makan siang. Junsu bisa memasak karna sudah terbiasa hidup di luar negeri. Tapi kalau sudah ada umma, tentu saja ia hjanya membantu dan melihat teknik memasak umma nya dari dekat.
Kehadiran Yoochun bukanlah hal yang aneh di rumah keluarga Kim ini. Hampir semua pelayan dan pegawai rumah yang sudah berkerja cukup lama sudah mengenalnya dengan baik. Sejak kecil Yoochun sering sekali kerumah ini untuk bermain dengan Junsu di taman belakang, kadang juga bermain game dengan Junho yang seumuran dengannya. Bahkan sudah tidak aneh untuk Yoochun masuk ke kamar Junsu dulu, semua orang sudah menyambut baik saat Yoochun berlarian masuk ke rumah ini mencari Junsu atau Junho. Walaupun sejak mereka beranjak dewasa tentu saja Yoochun jadi jarang kesini kecuali saat Junsu sedang liburan. Tetap saja rumah ini sudah seperti rumah kedua untuk Yoochun
Para pelayan mengenalnya sebagai calon menantu Tuan dan Nyonya, calon adik ipar Tuan muda, atau yah calon suami Nona Junsu. Itulah posisi seorang Park Yoochun di lingkungan keluarga Kim
Sambil menunggu jeda iklan dari program yang sedang ditontonnya, Yoochun menangkap suara notifikasi handphone Junsu yang berbunyi beberapa kali. Iseng, diambilnya handphone itu dan dikutak-katik handphone Junsu-nya itu sambil tertawa kecil.
"ya Yoochun-a, kenapa kau ketawa-ketawa sendiri?" tanya Junho yang duduk tak jauh dari Yoochun
"hahahah tidak apa-apa hyung" jawab Yoochun sambil masih mengetik sesuatu di handphone Junsu sambil menggulum senyum. Setelah beberapa menit, barulah ia meletakkan handphone Junsu dimeja seperti tidak terjadi apa-apa.
OoooooO
The birds fall asleep and the silent clouds in the sky seem unfamiliar
But darkness is cast away and the sun is dazzling and shines again
The day I first met you, like destiny I know it was you
I went around & around for a long time and we met again
I pray that even time passes, it will be as happy as today
When we fall into a deep sleep in the times ahead. Let's dream the same dream
-Around &Around- Junsu
Malamnya di kamar Junsu
Junsu POV
Kupejamkan mataku sambil tiduran menunggu balasan pesan dari Changmin oppa.
Drrt drrt
Balasan dari percakapan ku dengan Changmin oppa
Hahahah tidak apa-apa Junsu. Aku mengerti kok
Dengan cepat aku mengetik
Minahae oppa. Jeongmal mianhaeyo. Maaf yaaaa
Hffft. Ini semua… gara-gara Yoochun oppa. Pikirku
Hehe gwenchana Su, keluarlah bersamaku saat kau ada waktu, ne?
Aku tersenyum membaca balasannya. Tidak bisa buru-buru menjawab. Karna aku tidak bisa menolak maupun menerima.
Siang ini… Yoochun oppa sehabis bermain golf dengan appa dan junho hyung, makan siang bersama kami dirumah. Karna membantu umma didapur, handphone ku kubiarkan disofa. Dan kalian tau, ada pesan masuk dari Changmin oppa tapi dijawab oleh Yoochun dengan seenaknya!
Tidak apa kalau menjawab nya baik-baik saja. Tapi lihatlah balasannya ini:
Junsu, kau sedang apa?Mau keluar bersamaku siang ini?
Tidak bisa, aku sudah ada janji
Ah ne gwenchana. Lain kali ya
Maaf tidak bisa, aku sudah banyak acara setiap hari Sabtu
Tak sempatkah untuk sekedar minum kopi bersamaku ?
Hmm aku tidak janji oppa. Aku sangat sibuk termasuk setiap akhir minggu, ada banyak hal yang harus kulakukan
Baiklah, sampai ketemu nanti lagi, ne Junsu.
Ne
Ya, itulah pekerjaan Yoochun oppa. Hahh,,tentu saja aku kesal melihatnya. Satu, Yoochun oppa mengutak ngatik handphone dan membalas pesan seenaknya. Kedua, lihat lah cara membalasnya ini, sangat ignorant sekali! Ahhhh mau ditaruh mukaku dengan bersikap seperti ini terhadap Changmin oppa. Seperti orang tidak tau sopan santun. Ahhhhh benar-benar!
OoooooO
Esok Sore Harinya- Kim Corp
Tanganku dengan lincah mengetik beberapa pesan di keyboard komputer. Mengirim email berisi laporan yang baru saja aku kerjakan. Hmm, pas sekali sudah jam setengah enam sore, akhirnya selesai juga laporan di proyek ini! Pikirku dan menekan tombol send untuk email Junho oppa.
Yap, tentu saja Junho oppa yang lebih berpengalaman dari padaku di kantor berada di posisi yang lebih tinggi. Junho oppa baru saja dipromosikan menjadi VP and Head Investor Relations beberapa bulan sebelum aku lulus dan berkerja disini.
Kuraih gagang telepon dan men-dial extensión kantor Junho oppa, tapi yang mengangkat malah sekretarisnya. Ternyata Junho oppa selesai meeting jam 4 tidak kembali dan langsung pulang katanya. Hmmm kemana dia
Oppa! Kau dimana?Revisi ECR 4th Quarter sudah kukirim ke email mu barusan
Tanyaku di Messenger menanyakan keberadaan Junho oppa
Oh, gomawo Junsu-ya. Akan ku cek besok pagi.
Oppa sedang main futsal tadi selesai meeting. Kau sudah pulang?
Ohhh, belum oppa, sebentar lagi pulang. Masih di kantor
Sempat mampir kesini dulu kah? Tadi oppa datang bersama supir. Bersediakah kau menjemput oppa dulu? Hahah
Hahaha oke oppaaa. Main di lapangan sepak bola biasa?
Iya, terima kasih adikku! Haha
Hahah baiklah, hati2 mainyaaaa cuaca sangat dingin oppa ^^
Ne arrasoo hahah, aku lanjut main dulu yaa. Bertemu denganmu nanti !
Okk
Junho oppa memang sangat hobby bermain sepak bola. Itu adalah olahraga favoritnya sejak sekolah. Makanya sampai sekarang pun dia masih sering bermain dengan teman-temannya di waktu luang. Dan Junho juga sangat suka bermain bahkan di musim dingin dan malam hari seperti ini. Tidak apa-apa sih kalau hanya dingin, tapi saking semangatnya dan karna rumput yang beku, tidak jarang Junho oppa pulang ke rumah dengan kaki dan lutut yang lecet-lecet dan berdarah-darah. Makanya aku sangat perhatian pada kakak ku ini kalau sudah menyangkut sepak bola. Hemm, baiklah, mari menjemput Junho oppa dulu sebelum pulang!
Junsu pov ends
OoooooO
Langit sudah gelap, tapi lapangan sepak bola di salah satu sudut kota Seoul tersebut masih cukup ramai. Beberapa orang masih bermain walau sudah tidak banyak menit yang tersisa. Beberapa juga yang lain bergantian duduk di sisi lapangan sambal beristirahat. Termasuk Junsu, yang datang beberapa menit yang lalu untuk menjemput Junho
Saat sebuah gol gagal dimasukkan, para pemain berhenti sejenak untuk bertukar posisi di menit-menit terakhir tersebut. Seorang pria keluar dari lapangan dan berlari kearah tempat duduk Junsu.
Ah, Changmin oppa! Pikir Junsu melihat wajah familiar pria tersebut. Walau kali ini agak berbeda, baru sekali ini Junsu melihat Changmin memakai seragam sepak bola dengan segera perlengkapan nya, sebuah masker, dan dengan keringat yang bercucuran walaupun cuaca sangat dingin.
"ah oppa!" sapa Junsu
"annyong Junsu-ya!" Changmin tiba sambil masih menenteng jaketnya. Bajunya masih agak basah, pria itu pun duduk disebelah Junsu menonton teman-temannya yang masih bermain
"ohh, Changmin oppa main disini juga?" tanya Junsu penasaran
"ne,, saat ngobrol-ngobrol dengan kakakmu, ternyata kita punya hobby yang sama, jadi Junho Hyung mengajak ku bermain bareng hari ini" jawab Changmin
"ohhhhh" gumam Junsu
Kedua orang tersebut hening sejenak sambil Changmin masih mengelap-ngelap keringatnya dan menegak sebotol air mineral
"kamu.. bukannya sibuk, akhir-akhir ini Junsu? " Changmin membuka suara
"hahaha… " Junsu hampir saja melemparkan jawaban 'oh tentu saja tidak oppa !', untung nya, ia langsung teringat isi 'percakapan' terakhir nya dengan Changmin. Walaupun itu sebenarnya bukan Junsu sih
"haha, iya agak sibuk oppa hehe" Junsu merasa sangat malu dengan jawabannya. Sok sibuk tapi sempat-sempatnya kesini. Ahhhh ini semua karna Yoochun oppa! Runtuk Junsu dalam hati
Changmin hanya tersenyum mendengarnya
"kalau ada waktu luang , pergilah denganku. " ucap Changmin "jangan takut padaku Junsu ssi, walaupun kau menolakku, aku tidak ingin kita berhenti jadi teman"
Junsu hanya bisa mengangguk-angguk mendengarnya. Ya.. memang harusnya seperti ini, semuanya akan kembali normal seiring dengan berjalannya waktu. Berteman dengan Changmin oppa.. dan dengan Park Yoochun.. Hemm, bagaimana menjelaskannya? Bertunangan dengan Park Yoochun? Oh membahasnya saja sudah membuat pipi Junsu memerah sendiri
"dan dengan kita jadi teman sekarang. Aku yakin nanti kau akan menyukaiku, begitu kan Junsu ? "
Gubrak. Baru saja Junsu berpikir seperti itu beberapa detik yang lalu, dan sekarang Changmin yang lama sudah kembali lagi.
Junsu hanya bisa tertawa kaku mendengarnya "hahahaahahah oppa….."
Changmin ikut tersenyum melihat senyum Junsu dan wajahnya yang memerah. Lihatlah gadis dihadapannya ini. Sangat ingin Changmin mengencaninya. Menjalin hubungan yang serius dengannya. Hmm tapi sepertinya jalan mereka masih panjang. Pikir Changmin. Tapi tetap, ia merasa sangat bahagia bisa berada didekat Junsu seperti ini. Walaupun udara malam sangat dingin. Menontoni beberapa orang sibuk menggiring bola di lapangan dan hanya diterangi beberapa lampu standing.
"kau tidak dingin? Ambilah ini Su" Changmin mengeluarkan sebuah hot pack dari saku jaket kirinya, menyodorkannya kepada Junsu. Junsu pasti merasa dingin lama-lama berada diluar seperti ini. Pikir Changmin
"benar tidak apa? Gomawoyo oppa"
"benar, aku masih banyak" Changmin menunjukkan hot pack yang ada disaku jaketnya yang satu lagi.
" hehe terima kasih" ucap Junsu
Selama hening diantara mereka, pikiran Changmin masih melayang sibuk sendiri. Sudah cukup lama ia tidak berduaan dengan Junsu di keadaan seperti ini. Sejak kembali ke Korea, mereka belum sempat jalan-jalan lagi berdua seperti dulu. Betapa inginnya Changmin membawa Junsu jalan-jalan bersama lagi seperti di Leuven dulu. Pergi ke taman di musim panas, memutari kota di musim semi, belajar bersama di musim dingin. Hahh,, nanti kalau Junsu sudah menjadi istriku. Kita harus jalan-jalan seperti dulu lagi. Setidaknya satu tahun sekali. Ya, bahkan bisa bersama anak kami. Tentu saja kalau putra atau putri kami sudah cukup umur nanti. Aku tidak ingin Junsu membawa bayi kami terlalu banyak keluar. Pikir Changmin sambil tanpa sadar tersenyum-senyum sekali. Hemm aku harus bisa melihat senyum Junsu setiap hari. Sangat nyaman berada didekat gadis ku yang satu ini. Oh. Sangat indah bila bisa selalu bersama…..
Saat air liur Changmin sudah hampir menetes, beberapa panggilan teman-temannya yang baru menyelesaikan game membangunkannya.
"YA! Shim Changmin! "
"ah ne, arra…." Jawab Changmin santai sambil beranjak bangun menghampiri mereka. Begitu juga dengan Junsu.
TBC
