Terima kasih untuk semua yang sudah membaca. Silahkan review untuk input/opini. Kemarin juga baru melanjutkan fanfic Kiss The Baby Sky chapter 10 setelah (hampir 1 tahun) terbengkalai, hehe.

Tambahan lagi. Untuk yang suka foto-foto JYJ/TVQ, bisa ditengok di www . pinterest jeslyneyunita / jyj atau www . pinterest jeslyneyunita / tvxq. Disitulah saya menaruh semua koleksi foto, hehe.

-LET THE RHYTHM FLOW CHAPTER 6-

"yoochun-a, apa yang apa kau lakukan Sabtu ini?"

"sabtu?"

"heeh"

Yoochun terlihat memutar matanya, berpikir sejenak

"hemm aku akan kerumah Junsu"

"woahh tumben! Pacaran nih?" Tanya Jaejoong usil. HAHA

"haish, aku tidak boleh lengah lagi sekarang, kau tau ada Shim Changmin itu sekarang" jawab Yoochun

"hahahaah kau cemburu melihat mereka?" ujar Jaejoong sambil menghabiskan suapan nasi terakhirnya

"kau tidak tau saja Changmin itu orangnya seperti apa Jae. Dia itu ngotot sekali"

"ngotot menyukai Junsu?"

"heeh" Yoochun mengangguk malas sambil memandangi jalan diluar dan memutar-mutar cangkir teh nya

"lalu kau cemburu?" Tanya Jaejoong secara langsung

"entahlah"

"memang Junsu mencintai Changmin?"

"mollaseoyo"

"kalau iya, kau bagaimana?" Jaejoong terus mencecar pertanyaan pada teman baik dihadapannya ini

"tentu saja tidak kubiarkan, Junsu itu tunanganku"

"memang kau mencintai Junsu?"

Yoochun kali ini tidak menjawab dan memutar matanya sejenak, memasang ekspresi 'oh God please Jae stop mencecar pertanyaan seperti itu'

"tidak tau Jae. Dan stop menanyakan aku pertanyaan seperti itu" ucap Yoochun sambil memandang dalam kedua mata Jaejoong

Jaejoong tertawa kecil sambil meminum teh dinginnya

"haha, kau ini lucu Yoochun-a." ujarnya. Dasar, masih saja tidak mau mengaku. Pikir Jaejoong dalam hati

Jaejoong adalah teman Yoochun sejak SMP. Ia tentu saja mengenal Junsu yang adalah adik kelas mereka. Bukan sekal-dua kali ia mendengar kalimat seperti ini terlontar dari mulut Yoochun: "Junsu itu tunanganku"

Bagi orang yang tidak terlalu dekat dengan mereka, pasti tidak akan percaya kalau Junsu dan Yoochun bertunangan. Karna memang kedua orang ini tidak pernah bertingkah seperti kekasih. Karna Jaejoong adalah sahabat Yoochun lah. Baru ia bisa mengerti sedikit demi sedikit kenapa Yoochun selalu meng 'klaim' Junsu sebagai miliknya. Ya, sepertinya asal muasal semua itu adalah dari kisah masa kecil mereka yang terdengar begitu 'indah' menurut opini Jaejoong dari mendengar potongan2 cerita Yoochun.

Dan ya, melihat sifat Yoochun setelah mengenalnya sekian lama. Jaejoong jadi mengerti sikap yang diambil temannya ini. Yoochun itu bisa dibilang 'egois' karna dimanjakan sejak kecil. Apa yang menjadi miliknya, tidak bisa direbut orang lain.

Saat beranjak remaja dan jarak pertemanan Junsu-Yoochun merenggang. Itu tidak memutuskan 'sesuatu' diantara mereka.

Justru yang Jaejoong tidak mengerti hingga sekarang adalah mengapa Junsu mengikut saja. Entahlah, mungkin Junsu juga mencintai Yoochun? Atau memang dia hanya sama seperti Yoochun?

Hah, beruntung saja Yoochun menemukan wanita loyal seperti Junsu. Pikir Jaejoong.

Sejak beranjak dewasa Jaejoong pun tau benar keadaan hubungan Junsu-Yoochun bukannya semakin membaik. Malah semakin aneh menurutnya. Sekarang Junsu sudah kembali dan diacara-acara tertentu Yoochun membawa Junsu dan mulai memberitahukan kepada dunia bahwa mereka bertunangan. Tapi apa kedua individu sendiri ini sudah siap?

Jalan berduaan saja jarang sekali.. Pikir Jaejoong. Menarik sekali memang melihat hubungan percintaan temannya, Park Yoochun yang satu ini.

Apalagi sekarang ada tambahan, Shim Changmin, putra pemilik Shim Corp yang juga mengejar Junsu. Ha, seru sekali jadinya cerita ini. Saat mendengar semua cerita Yoochun soal Changmin. Jaejoong bisa menyimpulkan dan menebak 2 hal. Keberadaan Changmin akan berujung pada 2 kemungkinan: antara akan menggeser posisi Yoochun sebagai kekasih Junsu. ATAU. Akan membuat Junsu dan Yoochun menyadari perasaan mereka masing-masing.

Hah. Dasar 2 orang itu. Kim Junsu dan Park Yoochun. Lihat saja kelanjuan mereka nanti, hahah. Pikir Jaejoong sambil menggulum senyum jahil.

OooooO

Sabtu di rumah Junsuu

"Selamat pagi, Tuan Yoochun" sapa Butler keluarga Kim saat mendengar sebuah mobil tiba di kediaman tersebut. Park Yoochun turun dari kursi kemudi dan segera masuk menuju ruang tengah

"annyonghaseyo ahjussi. Junsu ada?" Tanya Yoochun

"nona Yoochun ada di lantai 2. Silahkan masuk Tuan"

"ne, terima kasih ahjussi" Yoochun tersenyum sekilas dan bergegas menuju lantai 2. Tanpa sedang bertanya Junsu sedang apa dan dengan siapa

Rahang Yoochun mengeras saat ia baru saja tiba di ujung tangga lantai 2

"Park Junsu!" panggilnya sambil berjalan kearah ruang tengah

Junsu yang mendengar namanya dipanggil segera menghentikan permainan piano nya dan berbalik menyapa kedatangan Yoochun

"oh oppa"

Yoochun mengepalkan tangan kirinya, merasa geram dengan sosok yang dilihatnya duduk manis disofa ruangan itu. Seorang pria tinggi yang akhir-akhir ini sangat tidak enak dilihat oleh matanya. Ya, siapa lagi kalau bukan Shim Changmin! Dan ada juga kakak Junsu, Kim Junho yang juga duduk di sofa

"sedang apa Changmin disini?" Tanya Yoochun dengan ketus

"tentu saja untuk berkunjung" jawab Changmin langsung sebelum Junsu menjawab..

"Hi junho hyung" sapa Yoochun sekilas pada Junho

"Hi Chun" balas Junho

Yoochun mengambil duduk lalu ia dan Changmin saling menatap tajam satu sama lain sambil duduk berhadapan

Junho yang tidak mengerti dengan apa yang terjadi hanya memilih diam sambil menahan tawa sedikit. Haha, ada apa ini? Kenapa dua orang ini seperti sedang meributkan sesuatu? Meributkan Junsu kah? Ah seolma…. Tapi kenapa keadaan ini menjadi sangat lucu? Haha

"oppa… jangan mulai lagi!" ucap Junsu mendapati suasana yang tidak enak ini. Baru beberapa menit yang lalu Changmin datang. Siapa yang tahu Yoochun akan datang juga? Tau begini lebih baik aku yang keluar saja sejak pagi! Pikir Junsu

"kalian sudah ngapain saja sejak tadi?" Junsu langsung memutar kedua bola matanya saat Yoochun mulai men-interogasi

"aku baru tiba saat Junsu sedang bermain piano tadi, mengobrol dengan Junho hyung, lalu kau tiba" jawab Changmin lagi dengan cepat

Cih, bahkan ia sudah dekat juga dengan kakak Junsu. Orang ini benar-benar…

Yoochun semakin mendengus kesal

"wow wow, ada apa dengan kalian? Kenapa seperti orang bertengkar begini? Haha. Kalian sudah saling kenal?" Junho yang sejak tadi diam mulai angkat suara

"ne hyung. Kami saling kenal karena Junsu" jawab Yoochun dengan sarkasme kelas tinggi nya

"ohhh… begitu" jawab Junho pura-pura bodoh. Haha, sepertinya prediksi nya benar

Yoochun yang mulai gerah bangkit berdiri, ketiga pasang mata lainnya itu pun beralih kepadanya. "Junsu ya, ayo kita bicara berdua sebentar" ujarnya sambil meraih pergelangan tangan Junsu, menariknya menuju kamar Junsu.

Changmin sudah hampir menahannya, tapi ia berhenti karna Junsu sendiri tidak menolak ajakan Yoochun

'well, setidaknya pintu kamar itu masih terbuka' pikir Changmin dengan smirk andalannya

Junsu dan Yoochun berdiri berdampingan di balkon kamar tidur Junsu sambil menghirup udara segar.

"ya Kim Junsu. Sudah kubilangkan jangan dekat-dekat lagi dengan Changmin!" Yoochun membuka pembicaraan dengan topik yang sudah sangat bisa ditebak oleh Junsu

"aku tidak tau dia akan kesini oppa! Changmin oppa hanya datang sebagai teman. Temanku dan teman Junho Hyung" bela Junsu

"ne, teman yang menyukaimu diam-diam sejak dulu" ucap Yoochun ketus yang sukses membuat muka Junsu merengut kesal

"oppa geumanhae…" bujuk Junsu lagi sambil menyilangkan kedua tangannya. Sudah berkali-kali dia harus bersikap seperti ini. Sampai kapan?

Memang salahnya kalau akhir-akhir ini Shim Corp sedang berkerja sama dengan perusahaan appa nya maka mereka jadi sering bertemu? (salahnya Changmin sih tentunya :p) Junsu memang menolak Changmin sebagai kekasih. Tapi di satu sisi ia tidak bisa menuruti keinginan Yoochun yang menyuruhnya berhenti menjadi teman Changmin

Kekesalah Yoochun pun sudah terlalu banyak. Ia tidak lagi bisa mengalah kali ini

Mereka berdua terdiam sejenak

"baiklah, kalau kau ingin bersama Changmin. Kita berpisah saja" ucap Yoochun sambil masih menyilangkan kedua tangannya didada juga. Tidak mau kalah dari gadis dihadapannya ini

"oppa.." ucap Junsu sambil memandang wajah Yoochun

Yoochun masih diam tak bergeming, kali ini ia tidak boleh kalah!

"kau harus memilih Su…" jawab Yoochun

heumphhh Junsu menghela nafas sejenak. Membuat Yoochun menggulum senyum tipis. Junsu pasti sebentar lagi akan mengalah padanya

"geurae, kita berpisah saja." Mata Yoochun sedikit terbelalak mendengarnya, tapi ia masih memasang wajah datar, berusaha mengendalikan ekspresinya

"tapi ingat oppa, sekali kau pergi, jangan harap bisa kembali lagi" jleb. Dada Yoochun langsung terenyuh mendengarnya. Ratusan memori dan berbagai macam pikiran langsung memenuhi pikirannya.

CK, selalu seperti ini. Selalu seperti dulu

Flashback 15 tahun yang lalu. Junsu umur 7 tahun, Yoochun 9 tahun

"JUNSUUU, berhenti main piano nya. Ayo bermain dengan oppa di taman!" rengek seorang pria muda tersebut. Bagaimana tidak merengek, sudah berkali-kali ia mengajak sahabatnya itu untuk keluar main bersamanya karna cuaca sedang cerah. Tapi dia tidak mau-mau juga

"sebentar oppa! Aku sedang berlatih piano" jawab Junsu sambil masih memainkan jemarinya di tuts tuts piano tersebut. Gadis kecil ini akhir-akhir ini sedang hobby bermain dengan pianonya. Membuat salah satu temannya ini menjadi sedikit tersisih.

Yoochun kecil menekuk mukanya lagi tak sabaran. Sudah berkali-kali ia mengeluh tapi tidak didengarkan

"ya sudah kalau kau tidak ingin bermain. Aku tidak akan mengajakmu bermain lagi!" ucap Yoochun setelah 2 menit mencoba menunggu dalam bosan. Ia sudah sangat tidak sabar bermain diluar bersama Junsu. Berharap gadis ini bisa luluh dengan ancamannya

Well, kenyataannya justru sebaliknya

"geurae oppa. Kalau oppa mau main sendiri, pergi saja, tapi jangan harap bisa bermain denganku lagi kalau sudah menginggalkanku!" ucap Junsu sambil menatap Yoochun tajam

Hati Yoochun kecil langsung menciut mendengarnya. Hanya dengan 1 kalimat tersebut itulah yang bisa menundukkan ke-egoisan seorang Park Yoochun dan membuatnya diam. Membuat Yoochun mengalah pada egonya sendiri. Demi orang ini. Demi orang yang tidak ingin jauh-jauh darinya.

Kim Junsu. Hanya Kim Junsu seorang.

Flashback ends

Dan…. Kalimat itu masih efektif bagi orang yang sama sekarang. 1 kalimat itu sukses membuat Park Yoochun terkena skak-mat disituasi yang hampir sama

"aish lupakanlah! Aku tidak mau kita putus Su.." ucap Yoochun langsung membuang kalimat sebelumnya jauh-jauh sambil menggenggam tangan Junsu.

Benar-benar kau Kim Junsu, masih bisa-bisanya mengendalikan ku dengan cara yang sama. Pikir Yoochun . Hemm lihat saja Su, akan kucoba berbagai cara lain untuk memilikimu.

OooooO

Tuan Kim menaikin anak tangga dirumahnya dengan perlahan. Mencari anak-anaknya yang belum dilihatnya lagi sejak sarapan hari ini. Apa mereka sedang keluar?

"Junsu.. Junho.." panggil appa Kim saat tiba di lantai 2

"oh.. appa!" Junsu yang mendengar panggilan ayahnya langsung bangun, disusul 3 orang lainnya

"wahh. Sedang ada tamu rupanya.. Lama tidak berjumpa Changmin-a, Yoochun-a" sapa Tuan Kim dengan ramah kepada dua teman anak-anaknya ini

Changmin dan Yoochun pun membungkuk hormat kepada Tuan Kim

"ne, annyonghaseyo ahjussi" ucap Changmin

"ehm, iya ABEOJI, lama tidak bertemu" ucap Yoochun sambil membungkuk juga.

Hmmphhh. Suara tertawa Junho yang tertahan tangannya sendiri mengisi keheningan mendadak yang tercipta begitu Yoochun menyelesaikan kalimatnya.

Junho hampir terbahak-bahak mendengar ucapan Yoochun. Abeoji? Apalagi ini? Hhahahaa

Sedangkan appa Kim, Changmin, dan Junsu pun sama tidak mengertinya. Apa mereka tidak salah dengar?

"ahahahha kau bisa-bisa saja Yoochun-a" balas appa Junsu, segera memecah keheningan –disamping suara Junho yang sedang menahan tawanya tentu saja

"hehe, maaf abeoji, tapi bolehkah mulai sekarang aku memanggil anda dengan sebutan Abeoji?" ujar Yoochun sambil mendekat kesamping Tuan Kim sendiri dengan memasang muka termanisnya. Aigoo, pintar sekali ia mengambil hati seseorang. Pikir Junsu, Junho dan Changmin serempak dalam hati

"hhahaha, baiklah tentu saja tentu saja.. haha" senyum lebar penuh arti langsung terukir di bibir Yoochun saat ia mendengar jawaban tersebut. Apalagi saat matanya bertemu dengan Changmin. Seperti menyuarakan 'hahaha lihatlah ini Shim Changmin!'.

"eh.. ayo kita turun. Makan siang sudah siap dibawah. . Mari kita makan bersama" ajak appa Junho dan Junsu tersebut yang segera diikuti para anak-anaknya.

Tidak hanya dengan Changmin, dengan Junsu pun Yoochun menggulum senyum penuh arti lagi. Hah. Lihatlah ini Su, aku mempunyai berbagai macam cara untuk memilikimu sepenhunya. Secepatnya. Pikir Yoochun dalam hati.

Hanya Junho sendiri yang masih tertawa-tawa kecil setiap kali mengingat Yoochun memanggil ayah kandungnya dengan 'abeoji' secara tiba-tiba. Ahh sepertinya akan ada banyak peristiwa seru lagi nantinya. Haha

-TBC-