Maaf maaf maaf update nya LAMA BANGET sampe Jaejoong udah enlist army ㅜㅜ (masih berkabung)
LET THE RHYTHM FLOW CHAPTER 7
Starbucks 12:45
Jaejoong dan Yoochun duduk berdua selesai makan siang
"Hey dari mana kau" sapa Jaejoong saat Yoochun tiba
"Baru saja makan siang dengan junsu"
"Kenapa lagi park yoochun. Muka mu ditekuk begitu"
"Ck. Apalagi kalau bukan karna namja menyebalkan itu, shim changmin" ujar Yoochun sambil mendengus
"Changmin? Pria di acara kemarin itu?"
"Iyaa"
"Pria yang membuat kau dan junsu ribut?"
"Iyaaa"
"Yang teman kuliah junsu?"
"Iyaaaaa jae"
"Ohhhh"
"Kenapa memangnya dia?
"Dia menggoda junsu bahkan sampai kerumah dan keluarganya. Ck pria itu tidak menyerah dan sangat menganggu"
Jaejoong diam sejenak memandangi ekspresi yoochun
"Lalu kau marah?"
"Ya jelas lah jae, dia menggoda tunanganku- bahkam mencoba merebut tunanganku. Didepan mataku sendiri. Untung saja kemarin aku tidak kalah cepat" Ujar yoochun dengan mata berapi api
"Kenapa?"
"Hah?"
"Kenapa kau marah terhadapnya?"
"Jae. Jelas karna junsu adalah tunanganku!" jawab Yoochun dengan penekanan berlebihan. Dejavu? Jaejoong sendiri sudah setengah malas mebahasnya. Tapi ia masih prihatin dengan sahabatnya satu ini
"Itu saja?"
"Huh?"
"Kau marah hanya karna status junsu adalah tunanganmu? Tidak lebih? Tidakkah karna kau cemburu karna kau mencintainya?"
"Aku cemburu…" gumam Yoochun kecil
"Tapi karna status. Yang aku tanya apa kau cemburu karna kau mencintai junsu. Kalaupun ia bukan teman kecil tunangan dan adalah milikmu"
... Yoochun terdiam
"Apa kau akan tetap marah kalau junsu bukan milikmu?"
"Itu bukan kasusnya jae"
"Iya itu memang bukan, tapi perasaan mu lah yang penting untuk hubungan kalian yoochun"
"Maksudmu?"
"Kalau kau tidak mencintai nya, pernikahan kalian tidak akan berjalan. Karna kalian tidak saling mencintai"
"Ngggg…." Yoochun berpangku tangan lagi
"Kasihan junsu, park yoochun, kalau kau hanya memilikinya tapi tanpa cinta. Aku tak tau apa cerita yang kalian miliki sejak kecil hingga bisa saling mengikat hingga sekarang. Tapi kalian butuh perasaan didalamnya, bukan hanya fakta dan komitmen."
"emmmm" Yoochun masih mendengarkan
"Sekarang saat aku tanya apakah kau mencintai junsu saja kau tidak bisa menjawab" ujar Jaejoong
"Kalau kau tidak mencintainya, lebih baik junsu menikah dengan orang yang benar2 mencintainya, seperti shim changmin"
"Andwe!" Ujan yoochun secepat mungkin saat nama changmin disebut
"Yoochun a jangan egois."
Yoochun berpikir sejenak
"Kalau…. kalaupun aku mencintainya, apakah junsu mencintai ku juga? Dia juga mungkin tidak yakin kan?!" elak Yoochun
"ck. Itu tidak penting, bukankah kau yang selalu menyebut kalau kau bisa membuat junsu jatuh cinta padamu. Junsu cinta pada siapa itu bisa diubah yoochun a. Changmin pun bisa membuat junsu jatuh cinta kepadanya. Karna ia mencintai junsu. Kau bisa memiliki junsu, tapi tidak bisa memiliki cintanya kalau kau sendiri tidak mencintai nya. Dan kalau keadaannya seperti itu, kau ada kemungkinan kalah dari changmin dan junsu akan berpaling ke changmin. Apa kau mau?" ucap Jaejoong blak-blakan. Sudah mulai kesal dengan sifat kekanak-kanakan Yoochun
"Tidak"
"Tidak karna hanya ingin memiliki junsu atau karna kau mencintainya?" Desak jaejoong lagi
"Ahhh aku tidak tau jae. Tapi kami sudah berjodoh! Aku dan junsu..."
"Iya kalian boleh berjodoh, kau bisa memiliki junsu sampai akhir hidup mu tapi belum tentu kalian bahagia!" potong Jaejoong "Terutama junsu! Dia tidak akan pernah bahagia kalau kau tidak mencintai nya. Dan jangan salahkan Junsu kalau ia mengkhianatimu Chun"
"Pernikahan dan cinta itu saling melengkapi tapi juga berbeda park yoochun. Kau selalu mengatakan junsu adalah tunanganmu, milikmu, tapi apa kau pernah mengenalkannya pada teman2 mu? Aku saja baru bertemu junsu diacara kemarin"
Jaejoong menghela nafas sejenak mencoba sabar
"Mungkin cinta masa kecil kalian sangat kuat, iya, tapi kalian sudah berpisah lama yoochun. 7 tahun kalian terpisah kan karna kuliah? Kalian tidak pernah jalan berdua, ngobrol berdua dan menghabiskan waktu bersama selama itu. Sekarang katakan padaku, kapan kau pernah menggandeng junsu tanpa untuk dilihat orang lain, kapan berdua dengannya selain di acara2 umum? Belum pernah kan?"
Yoochun terdiam mendengarkan
"Aku tau kalian berdua sekarang masih setia dengan janji kalian. Tapi kalau kalian tetap seperti ini hingga nanti dan orang2 seperti changmin datang. Kau malah keduluan untuk mendapatkan perasaan junsu."
"Pikirkan tentang itu park yoochun. Kalau kau tidak mencintainya, kalau kau hanya menginginkan junsu demi ego mu. Lepaskan junsu, kasihan dia"
"Andwe! Junsu adalah milikku" jawab Yoochun lagi
Jaejoong memutar matanya mendengar jawaban Yoochun. Ia mulai merasa sia-sia ngomong panjang lebar dengan sahabatnya yang babo ini..
"Park Yoochun….." ucap Jaejoong dengan nada putus asa. Kapan sih dia bisa menerima kenyataan? Pikir Jaejoong
"Aku akan memikirkan tentang perasaanku nanti jae, tapi apapun yang terjadi, aku tidak akan melepaskan junsu, junsu itu milikku. Aku kembali ke kantor duluan. Permisi. " ucap Yoochun cepat lalu langsung berlangsut pergi dengan muka ditekuk. Dilipat malah.
Ck. Jaejoong hanya bisa tersenyum tipis melihatnya. Ia tau ini sulit untuk diterima Yoochun. Sahabatnya yang satu ini sejak dulu selalu dimanja. Anak laki-laki satu-satunya, berkelimpahan harta dan kasih sayang, pintar, tampan, hampir sempurna. Tapi ya itu, berteman cukup lama dengan Yoochun Jaejoong juga mengetahui sisi kurang pria itu sekarang. Dan Jaejoong merasa ia harus membantu temannya itu.
Ia tidak mau Yoochun menderita nantinya. Atau Junsu, kekasih sahabatnya itulah yang menderita.
Kantor Kim Jaejoong, 16:15
Kring kring kring.
"yeoboseyo" Jaejoong dengan cekatan meraih telepon tersebut.
Sang sekretaris tersambung dari luar ruangan tersebut
"Tuan Park Yoochun ingin menemui anda Pak Jaejoong. Ia sudah menunggu disini" ujarnya
"ck. Suruh dia masuk" Jaejoong tersenyum simpul mendengar nama Yoochun
"ne"
Jaejoong membereskan beberapa file dimejanya, menyingkirkannya sejenak
Tok tok tok
"masuk"
Terlihat sosok Park Yoochun di ujung pintu
"Jaejoong-a" panggilnya
"Yo. Ada apa chun"
"Kopi untukmu. Maaf soal yang tadi"
Yoochun mengulurkan tangan dan disambut Jaejoong dengan senang hati
"Hahah tak apa2 Chu, duduklah" sambut Jaejoong santai
"Sorry aku emosi tadi. Aku baru bisa mencerna semua ucapanmu sekarang" ujar Yoochun duduk berhadapan dengan Jaejoong
"Ck tak apa. Mukamu masih kesal saja tapi" ujar Jaejoong sambil menyeruput kopi yang dibawa Yoochu
"Ck ini karna changmin jae. Dia sangan genit dengan tunanganku demi Tuhan!" Yoochun mengeluarkan unek-uneknya
"Hahah hanya junsu yang bisa menolaknya yoochun a" ujar Jaejoong santai
"Junsu sudah menolak jae... itu masalahnya! Karna penolakan Junsu pun tidak mempan!"
"Tapi belum dengan perasaannya"
Yoochun menengok dan menaikkan alisnya
"Perasaan junsu masih kosong chun, ia belum mencintai siapapun. Dan changmin tau itu. Makanya ia masih berusaha merebut hati Junsu. Well bukan merebut bahkan, merebut pendirian junsu dan menaklukkan hati Junsu. Ah iya itu lah yang tepat." Jaejoong mengangguk angguk sendiri
"Karna aku belum mencintai Junsu?" Tanya yoochun
"Kau belum menyadarinya. Dan kau belum menunjukkannya." Jawab jaejoong enteng
Glek. Kenapa dia sangat jenius soal ini sih. Pikir Yoochun dalam hati, tapi masih mencoba tenang dari luar
"Entahlah, itu gudaanku, melihat betapa siriknya kau dengan changmin, aku pikir kau mencintai junsu. Tapi yang tau yang sebenarnya ya hanya dirimu sendiri yoochun a. " tambah Jaejoong lagi "Kalau junsu sudah mencintai pria lain, aku yakin changmin akan mundur dengan sendirinya"
Yoochun dan Jaejoong sama-sama terdiam sejenak
"kalau begitu bantu aku Jae-ah"
"bantu apalagi? Daritadi aku sudah membantu Chun! Kau gila masih membutuhkan bantuan lagi?" Jaejoong hampir tersedak mendengarnya.. temannya ini benar-benar loser dalam masalah percintaan
"oh ayolah… bantu aku menaklukkan Junsu"
"mencintai Junsu? Aku tidak bisa membantu! Itu hanya kau sendiri yang bisa menyadarinya!"
"ck.. iya okelah kuakui aku mencintainya. Tapi aku… aku tidak bisa mengekspresikannya jae. Makanya aku butuh saranmu! Agar Junsu menyadarinya dan bisa mencintaiku! Sesuai semua teorimu kan!" Yoochun mulai mengeluarkan puppy eye nya dengan setengah memohon dengan mengembalikan ucapan Jaejoong juga
Jaejoong memutar matanya lagi. aigoo… tidak seharusnya ia cepat percaya dengan niat baik Yoochun membawakan sesuatu. Lihat kan pria ini ternyata membutuhkan sesuatu yang lebih lagi!
"memang kau tidak pernah berpacaran?" Tanya Jaejoong
"tidak!" jawabnya cepat
"tidak pernah menggoda wanita?"
"tidak" Yoochun menggeleng
"tidak pernah nge-date berdua?"
Yoochun lagi-lagi menggeleng, disusul Jaejoong yang menutup wajah dengan sebelah tangannya depresi. Haish harus kah aku mengurusi percintaan Park Yoochun babo ini lagi
"ajari aku ya! Jae! Ya! Ya!" Yoochun terus memohon
"ck… baiklah. Walaupun tidak ada untungnya untukku. Tapi untuk kebaikan kau dan Junsu…." Hoeks Jaejoong hampir muntah sendiri mendengarnya, haha
"yess! Thank you Jae! Kau pasti akan mendapatkan balasan setimpal nantinya! Percayalah padaku!" Yoochun mulai ceria lagi. Missionnya mendapatkan bantuan Jaejoong telah berhasil.
"ya ya ya.. memang balasan apa yang bisa aku dapat dari menjodohkan kalian?" ucap Jaejoong asal~
Heyy… kau tidak tau saja siapa yang sudah siap menunggumu diakhir mission ini Jae~ hehe (yunjae spoiler)
TBC
