Title: LET THE RHYTHM FLOW CHAPTER 8

Characters: YooSuMin, Jaejoong, Yunho, Kim Junho

Warning: Junsu genderswitch. Yaoi untuk Yunjae

Halo semuanya. Maaf baru update lagi. Selamat membaca!

-LET THE RHYTHM FLOW CHAPTER 8-

"pertama. Komunikasi kalian harus lancar. Sering-sering lah pergi date berdua, minimal seminggu sekali" ucap Jaejoong sambil menikmati nasi kari nya.

Yoochun mengangguk mendengarkan

"Dengan begitu kalian tau apa yang tidak disukai dan apa yang disukai dari diri masing2." Ucap Jaejoong "kedua, jangan berpura-pura menjadi orang lain. Aku kira kau tidak akan sulit melakukan ini. Tunjukkan lah dirimu yang sebenarnya"

yoochun mengangguk

"genggam tangannya disetiap ada kesempatan, atau gandeng pundaknya Chun. Skinship itu penting, untuk menunjukkan bahwa kau benar-benar menyukainya, dan juga bisa melindunginya!" ujar Jaejoong sambil memandangi jalan yang padat dengan orang yang berlalu lalang sambil menunggu lampu merah

"Ekspresikan perasaanmu dengan hadiah juga. Kado, kartu, dan bunga.

Kalau kau cemburu, jangan disembunyikan tapi utarakanlah, agar dia tau kau mencintainya dengan tulus dan serius" Jaejoong mengambil tikungan tajam kekanan sambil masih berbicara dengan santainya. Jaejoong menyetir menuju pusat kota untuk kembali ke kantor mereka masing-masing

"Buatlah hubungan kalian senyaman mungkin tapi juga sambil menhargai dan mengetahui perasaan masing2 kalau kalian saling mencintai" Jaejoong menengok memandang Yoochun sekilas. Yoochun hanya mengangguk cepat, menginstruksikan temannya ini untuk lebih fokus ke jalan menatap lawan bicaranya

"Ajaklah date yang disukainya. Movie date, makan, belanja, dan amusement park date! Oh itu pasti romantic sekali" Jaejoong tertawa kecil sambil masih mengantri dijalan pusat kota yang mulai padat lagi

"Kau pernah Jae?" Tanya Yoochun

"Geuromyeon, dulu mantanku suka sekali ke Disneyland dan amusement park lainnya" Jaejoong menjawab dengan bangga

A story that no one knows

Even my deep scars

You want to listen to them
All night as you look at me

I'm more comfortable inside you
Than a big house
Always
The place that protects me

I belong to you
You're in me
We become each other's breaths
Like a secret

You make me want to be a better person
The more I fall in love with you

OooooO

Mengikuti saran Jaejoong, Yoochun memulai semuanya dari awal lagi dengan Junsu. Yoochun mencoba membangun komunikasi yang efektif dengan Junsu, kadang mengajaknya makan siang bersama, pergi berdua di akhir pekan dan hal-hal lainnya. Setelah sekitar sebulan, Yoochun mengikuti saran Jaejoong menyatakan perasaannya pada Junsu, memintanya untuk menjadi kekasihnya secara resmi (bukan memaksa lagi). Mereka berdua juga jadi lebih terlihat bersama ke acara-acara, lebih mengenal teman-teman satu sama lain.

Setelah semua saran Jaejoong Yoochun lakukan. Teori dan prediksi temannya ini juga masih tidak salah. Junsu juga jadi ikut menyadari perasaannya sendiri. Menangkap arti rasa sayang dan cinta yang sebenarnya.

Tentu saja kadang Yoochun dan Junsu masih bertengkar karna sifat kekanak-kanakkan Yoochun dan kepopuleran Junsu. Tapi memang cuma bisa Junsu yang bisa menjinakkan seorang Park Yoochun dan cuma Yoochun yang bisa memenangi hati Junsu seutuhnya.

Bagaimana dengan Changmin? Persoalan Changmin kadang membawa pertikaian diantara Yoosu, tapi sejak hubungan mereka sudah jelas, Junsu terus menghindar dan menolak perhatian Changmin dengan halus. Changmin pun juga jelas merasakan perbedaan dari Junsu yang sebelumnya.

Junsu yang dikejarnya dulu belum mencintai Yoochun. Tapi Junsu yang sekarang.. dimatanya hanya ada Park Yoochun seorang saat ini

OoooO

Sabtu Siang di Seoul

Di sebuah coffee shop yang cukup ramai pengunjung siang itu, terlihat sosok Kim Junsu yang duduk sendirian di barisan depan ruangan. Sambil menikmati ice coffeenya Junsu terlihat sibuk bermain handphone, melihat foto-foto lama sendirian sembari menunggu kedatangan Yoochun hari itu.

Gadis ber rambut hitam sebahu ini tersenyum-senyum sendiri melihat foto di album hp nya yang baru diambil bulan lalu. Foto liburan keluarganya selama satu minggu di Jepang, dan di hari terakhir, banyak foto Junsu, Junho, dan Yoochun yang diabadikan saat sedang bersenang-senang di Disneysea Tokyo.

Ya, selama 3 hari terakhir liburan keluarga Kim kemarin, Yoochun memutuskan untuk ikut bergabung dan menghabiskan 2 hari bersama Kim Junsu dan Junho di Disneysea, Disneyland dan kota Tokyo.

Melihat semua foto dirinya dengan Yoochun di atmosfer taman Disneyland membuat Junsu mengingat kembali atmosfer taman Disneyland Paris yang satu tahun lalu lebih sering ia kunjungi. Beberapa kali ia dan teman-temannya liburan ke disneyland Paris dikeranekan letaknya yang tidak jauh dari Belgia, tempatnya kuliah.

Junsu meng scroll down gallery foto nya terus kebawah hingga menemukan foto-foto lamanya di Eropa. Gadis ini melihat kembali satu persatu foto tersebut: foto piknik di taman, foto belajar perpustakaan universitas, foto kamar lamanya, foto group nya saat jalan-jalan ke Perancis, Paris dan lainnya.

Diantara sekian banyaknya foto tersebut, sebuah wajah familiar banyak terlihat di foto-doto yang diambil Junsu: Shim Changmin. Wajah Changmin hampir menemaninya dimana-mana. Selalu ada Shim Changmin tanpa ia sendiri sadari.

Junsu terus lanjut hingga memasuki foto-foto terakhirnya di Eropa sebelum kembali ke Seoul. Masih, di enam bulan terakhir perkuliahan mereka di Leuven, hampir setengah foto jalan-jalan Junsu terlihat Changmin didalamnya.

Hati Junsu langsung mengerut tiba-tiba saat melihatnya. Hmmphh bagaiman selama ini kau tidak pernah menyadarinya Kim Junsu?! Ucapnya dalam hati.

Dirinya sendiri lah yang selama ini memberi harapan pada Changmin oppa tanpa ia sadari. Tidak pernah memberi kepastian, tidak sadar bahwa ada orang lain yang selalu berada disampingnya selama itu. Pikir Junsu

Kedua mata bulat Junsu memandangi banyak pasangan yang berlalu lalang sambil bergandengan tangan dan mengobrol akrab di jalanan luar café. Mungkin seperti itulah keadaan dirinya dan Changmin dulu. Mereka dekat, sempat sangat dekat. Tapi Junsu saja yang tidak pernah menyadarinya, menyadari perasaan Changmin dan seharusnya menolak lebih awal, jadi pria itu tidak harus tersakiti seperti saat ini.

Junsu sekilas mengigit bibirnya sendiri dan hendak mengirim pesan pada Changmin. Hingga sebuah tepukan dipundaknya menunda Junsu untuk mengetik pesan yang tepat pada Changmin

OooooO

"Junsu…" panggil Yoochun pelan membangunkan Junsu dari lamunannya

"ada apa denganmu? sedang memikirkan apa?" Tanya Yoochun sambil masih menyetir memperhatikan jalan. Mereka sedang jalan pulang kerumah Junsu setelah menonton film sore tadi

"anio oppa…." Gumam Junsu dengan sedikit ragu-ragu "tadi aku hanya kepikiran…."

"ng?" Yoochun menatap mata Junsu dalam saat mereka berhenti karna lampu merah

"tadi aku baru melihat foto-foto lama saat kuliah di eropa dulu oppa.. dan aku baru menyadari.. selama ini aku dan changmin oppa memang sangat dekat selama sekitar beberapa bulan. Tapi aku nya saja yang tidak menyadari kalau dia mempunyai perasaan yang lebih" ucap Junsu

"dan aku juga tidak sadar jadi tidak pernah menolaknya dari awal. Ataupun aku membatasi diri sejak dulu kalau sudah ada Yoochun oppa. Jadilah semuanya menggantung dan Changmin oppa jadi lebih sulit untuk melepaskannya sekarang"

"hahh.. bodohnya aku selama ini tidak pernah menyadarinya sama sekali.."

Yoochun masih mendengarkan hingga Junsu selesai mengeluarkan semua perasaannya

"tapi tidak sepenuhnya salahmu juga Su.." ucap Yoochun pelan

"iya aku mengerti.. tapi aku tetap merasa bersalah.. sudah membuat Changmin merasa seperti ini hingga sekarang…"

Yoochun dan Junsu sama-sama terdiam sejenak

"kalau begitu aku juga akan minta maaf padanya." Balas Yoochun

"hem? Maaf apa?" Tanya Junsu

"maaf karna sejak dulu aku juga yang cuek terhadapmu sehingga kamu pun juga cuek dengan orang lain disekitar kita." Yoochun masih fokus kejalanan yang lenggang sambil masih berbicara

"aku juga sempat berfikir tentang ini. Kita tanpa sadar sudah egois Su, egois dengan status dan hubungan ini, tapi juga tidak memperlihatkannya kepada orang lain. Hingga mengelabui orang disekitar kita, dan juga menyakiti mereka"

Junsu mengangguk setuju

"Kau dan aku sama-sama fokus tidak memikirkan percintaan dengan orang lain hingga kita menjadi orang yang ignorant terhadap perasaan orang lain terhadap kita"

"ne oppa…" Junsu mendengarkan

"Aku akan bertemu padanya nanti.. akan kuajak dia ngobrol berdua dan aku harap dia mengerti" mobil yang ditumpangi Junsu dan Yoochun mulai memasuki pekarangan rumah Junsu

"akan kuberitahu juga perasaanmu kepada Changmin yang sebenarnya, ne? sekarang ayo turun.." Yoochun meraih tangan junsu dan menggenggamnya hangat setelah mematikan mesin mobil.

Junsu balas tersenyum lebar dan lega melihat jawaban Yoochun. Tidak pernah disangkanya Yoochun akhirnya mau berdamai dengan Changmin.

Junsu tidak pernah mau kehilangan Changmin sebagai sahabat. Alangkah baiknya bila mereka bisa tetap menjadi teman dan sering bertemu lagi nantinya dikemudian hari…

OoooO

Though it hurts a lot and I hate you so much
I dream of you again
Even after a day passes, only yesterday remains
I miss you so I close my eyes

I close my eyes again, I try to sleep
But tears endlessly fall

Can't I stay in the time that I loved you?
Your scent won't get erased
If only I can live in the memories of when I loved you
I won't be afraid anymore

"Cinta tidaklah harus selalu memiliki min-ah" ucap Yunho lagi kepada Changmin yang duduk dihadapannya "Junsu hanya bukanlah jodohmu, dan kadang kita harus menerima kenyataan yang agak pahit dalam hidup ini."

Changmin masih terdiam mendengarkan setelah selesai bercerita panjang lebar menceritakan apa saja yang terjadi dengan kehidupan percintaannya kepada Yunho. Setelah selesai, kini Yunho lah yang gantian berbicara

"Ada saat nya kita harus berjuang, tapi ada saatnya juga untuk mengalah. Jangan memaksakan ego mu hanya untuk merusak cinta tulus orang lain" Yunho menghela nafas sejenak "Kau pasti akan bertemu orang yang lebih baik"

Changmin hanya mengangguk

"geurae, sepertinya harus aku yang mengalah" ucap Changmin pelan, menutup perbincangan

"Ini adalah kesalahan ku sendiri Changmin-a. Karna aku yang egois dengan status dan hubungan kami masing-masing, Junsu jadi tidak menyadari perhatianmu dan membuat kau menyukainya lebih lama" ucap Yoochun saat itu kepada Changmin

"Junsu baru menyadarinya sekarang. Dia tidak ada niat menyakitimu, kau tau kan?"

"ne, Junsu juga sudah bicara kepadaku langsung" Changmin berhenti sebentar "hyung" untuk pertama kalinya Changmin memangil Yoochun dengan sebutan hyung. Yoochun yang juga tidak menyangka akan mendengarnya jadi salah tingkah hingga kedua orang itu sama-sama terdiam sejenak.

Lucu memang melihat kedua pria ini bisa duduk ngobrol berdua. Karna sebelumnya, Changmin dan Yoochun selalu saja mengobrol dengan sinis dan berbalas sarkasme tingkat tinggi untuk menyindir lawan bicaranya masing-masing. Untuk memperebutkan Junsu. Junsu yang sekarang sudah berlabuh ke hati Yoochun

Setelah beberapa menit hening Yoochun melanjutkan

"Junsu baru menyadarinya akhir-akhir ini Changmin-ah. Dia juga menyesal maka itu aku berbicara langsung kepadamu" ujar Yoochun "Junsu sangat menghargai pertemanan kalian. Dia sangat ingin kembali seperti dulu, akrab denganmu"

Aku sangat mengahargai pertemanan kita oppa. Maaf aku tidak bisa membalas perasaanmu. Tapi kalau bisa, aku tidak ingin kita berhenti berteman karena hal ini. Ucap Junsu beberapa hari yang lalu kepada Changmin

Sudah berkali-kali Changmin menyatakan perasaannya, melamar Junsu dan mendapat penolakan. Tapi semua penolakan itu tidak pernah sesakit ini, ingat Changmin. Walaupun ia yang bertanya dan Junsu menolak, CHangmin selalu menolak kenyataan tersebut dan mencoba dengan gigih.

Tapi hari itu, hari dimana tanpa ditanya, Junsu menolak Changmin lagi dan menceritakan semua perasaannya. Junsu mengaku salah.

Penolakan hari itu, satu kalimat yang keluar dari mulut Junsu langsung menembus hati Changmin sedalam-dalamnya. Changmin tau moment seperti ini akan segera datang. Ia tau jelas kedekatan Junsu dan Yoochun akhir-akhir ini, Junsu yang terus menolaknya dengan halus. Ia tau cepat atau lambat akan datang saat itu. Dimana Junsu akan menolaknya untuk terakhir kalinya, karna kali ini Changmin tau, kalau Junsu sudah mencintai orang lain.

Satu hal tambahan yang membuat Changmin merasa semakin sedih saat itu. Saat Junsu mengatakan kalau ia tidak menyangka Changmin sudah memendam perasaannya sejak lama.

Changmin kira gadis ini menyadarinya. Changmin kira Junsu selalu menyadari kehadirannya dan hanya menutup diri karna Yoochun, tapi akhirnya nanti Junsu akan sadar akan perasaannya kepada Changmin yang selalu berada disampingnya. Changmin kira itulah yang terjadi, makanya ia gigih mengejar Junsu dan untuk merebutnya dari Changmin.

Tapi dengan pengakuan Junsu saat itu, makin menguatkan penolakan Changmin dan mematahkan hati pria ini lagi. Junsu tidak pernah menyadari perhatiannya sebagai lebih dari teman. Dia tidak pernah mendapat kesempatan dihati Junsu sejak awal.

Changmin bukanlah dikalahkan oleh Yoochun di tengah-tengah ataupun diakhir. Ia sudah dikalahkan oleh Yoochun sejak awal. Karna didalam pikiran Junsu tanpa sadarnya, hanya ada pria bernama Park Yoochun.

Changmin hanya bisa tersenyum tipis kalau mengingatnya kembali sekarang. Saat Yoochun berada dihadapannya menjelaskan hal yang sama, dan mengajak Changmin berdamai secara pribadi.

Changmin tentu saja sedih karna patah hati untuk melepaskan Junsu. Tapi ia bersyukur dengan semua pengakuan Junsu dan Yoochun sendiri. Sekarang semuanya sudah jelas, tidak ada lagi kesalah pahaman dan dugaan-dugaan nya yang ia belum pernah buktikan.

Selesai bertemu dengan Yoochun Changmin langsung mengajak Yunho bertemu untuk menceritakan semuanya. Changmin memilih Yunho karna hanya ia satu-satunya temannya yang mengenal Yoochun dan Junsu secara pribadi. Dan tau tentang perasaannya pada Junsu, juga hubungan YooSu, sejak awal.

Changmin menceritakan semuanya pada Yunho dan merasa sangat lega setelahnya. Ditambah nasihat Yunho tersebut. Changmin menerima bahwa mungkin memang inilah yang terbaik. Ia pasti bisa menemukan jodohnya sendiri suatu saat nanti, pikir pria tinggi ini.

OoooO

"aku doakan yang terbaik untuk kalian berdua, hyung" itulah kalimat terakhir yang diucapkan Changmin sambil menjabat tangan Yoochun saat mereka hendak berpisah hari itu

Yoochun tersenyum awkward namun lega mendengarnya

"gomabda Changmin-a." balas Yoochun "oh ya, Datanglah ke kafe baru Jaejoong dengan Yunho nanti. Kita bertemu lagi disana"

"geurae akan kuusahakan" Changmin tersenyum lebar lalu kedua orang itu pun memisahkan diri.

flashback

"oh ya, bisakah sekalian kau ingatkan Changmin dan Yunho kalau kau bertemu dengan mereka untuk datang ke kafe ku hari Sabtu ini Chun" ucap Jaejoong lewat telepon pada suatu siang beberapa hari yang lalu "aku sudah mengundang mereka secara personal tapi tolong ingatkan mereka lagi ne"

"arraa.. akan kuingatkan Changmin lagi nanti. Oh ya,Kau mengundang Yunho juga? Dia kan bukan temanmu" balas Yoochun sambil membereskan beberapa file pekerjannya

"Appa yang memintaku untuk mengajaknya. Appa baru bertemu ayahnya, Jung ahjussi untuk project ini. Ayah Yunho diundang untuk hari Jumat, mengetahui Yunho satu angkatan dengan kita, appaku juga memintanya datang agar lebih sopan" racau Jaejoong, "dia temanmu dan temannya Changmin juga kan?"

"iya betul"

"yasudah, baguslah kalau begitu"

"okay" ucap Yoochun

"geurae, sampai bertemu nanti Chun"

"ne, bye Jae"

"bye"

Jaejoong yang keluarganya menjalankan bisnis import elektronik baru-baru ini memasukkan banyak mesin kopi dan peralatan dapur canggih lainnya dari Jerman. Untuk mempromosikan produk-produknya, perusahaan yang dimotori ayahnya itu pun membuka dan merenovasi beberapa department store baru di Seoul dan di salah satu showroom utamanya, Jaejoong meng-idekan untuk turut menambahkan coffee shop untuk kenyamanan pengunjung dan sambil mempromosikan produk-produk kecil mereka secara tidak langsung.

"oh ya Yunho, Sabtu depan ada undangan pembukaan kafe nya Kim Jaejoong juga" ucap Changmin mengingatkan Yunho lagi, untuk menyampaikan pesan Jaejoong dan Yoochun dan secara pribadi Chagmin juga ingin Yunho datang, agar ia punya teman yang sama-sama sendirian saat berada ditengah-tengah Yoochun dan Junsu.

Changmin sudah tidak cemburu lagi pada pasangan tersebut, tapi ia tetap merasa jauh lebih nyaman saat ada orang lain juga yang berada menemaninya, dan orang ini adalah Yunho.

"oh iya, Kim Jaejoong. Pembukaan café dan department store barunya itu ya?"

"ne"

"oke aku pasti datang!" jawab Yunho dengan senyum lebar

In the warm flowing sunlight, I draw you out

In the blowing wind that passes by, I feel you

I am going somewhere, led by this familiar scent

And you stand there in the place where the wind stops blowing

The day I first met you, like destiny, I knew it was you

I went around and around for a long time and found you again

This isn't a dream; you're standing in front of me

The flower petals fall like rain and embrace us

I pray that even time passes, it will be as happy as today

When we fall into a deep sleep in the times ahead

Let's dream the same dream

The birds fall asleep and the silent clouds seem unfamiliar

But the darkness is going to cast away and the sun is dazzling and shines again

I pray that even time passes, it will be as happy as today

When we fall into a deep sleep in the times ahead

Let's dream the same dream

OoooooO

Sabtu siang di coffee shop terbaru Jaejoong

Sebuah department store furniture dan elektronik di tengah kota Seoul yang baru selesai direnovasi besar-besaran hari yang lalu terlihat cukup ramai pengunjung hari itu.

Banyak pengunjung memborong produk-produk terbaruyang ditawarkan ditoko tersebut lalu berkunjung juga ke café yang berada dilantai dasar department store tersebut.

Disebuah meja yang cukup besar dekat counter pemesanan; Yoochun, Changmin, Junsu, Junho dan Yunho duduk bersama berkumpul disana. Mereka semua diundang oleh Jaejoong atas saran ayah nya, untuk mengundang teman2 smp dan sma Jaejoong yang adalah anak2 kolega bisnisnya juga.

Hari Jumat kemarin adalah hari pembukaan ulang resmi department store tersebut. Jadi hari ini hanya tamu personal keluarga Kim saja yang datang berkunjung.

"kau mau pesan apa, Yunho-ya?" Tanya Yoochun saat mereka sedang memesan minuman masing2 kepada pelayan

Yunho yang sedang sibuk memperhatikan seseorang hanya menjawab singkat

"aku pesannya nanti saja Hyung"

Tidak seorang pun mengerti dengan apa yang terjadi dengan Yunho hari itu. Sejak tiba tadi ia sibuk memandangi sekitar toko dan tidak fokus kepada percakapan dengan teman-temannya itu.

Memasuki sma dan smp yang sama; Jaejoong, Junho dan Yoochun berada di satu angkatan. Yunho dan Changmin juga sebenarnya lulus di angkatan yang sama, tapi keduanya mengikuti kelas aksel saat smp jadi kelas mereka berbeda dan tidak terlalu membaur dengan murid reguler. Sedangkan Junsu, adalah 2 tahun lebih muda dari mereka semua.

Saat-saat sekolah tersebut mereka semua tidaklah terlalu dekat. Hanya Jaejoong dan Yoochun yang bersahabat, dan Junsu Junho yang bersaudara. Selain itu, mereka hanya tau satu sama lain disekolah dan karna perusahaan keluarga masing2 tanpa benar-benar berteman.

Barulah sejak Junsu dan Changmin dekat dan kejadian kemarin mereka jadi lebih akrab, lalu Changmin yang membawa Yunho, yang adalah teman Yoochun juga selama di Jerman.

Dunia memang kecil, ditmabah ruang lingkup keluarga chaebol seperti mereka yang berteman dengan anak-anak keluarga pembisnis yang itu-itu saja.

Saat minuman dan semua pesanan meja Yoochun dan kawan2 tiba. Jaejoong masih belum juga menyapa mereka karna pria rupawan ini masih sibuk melayani wawancara beberapa wartawan majalah dan beberapa press majalah sosialita yang tertarik dengan karir Jaejoong.

Jaejoong adalah salah satu chaebol yang cukup terkenal menjadi buah bibir yang banyak diperbincangkan dan memiliki banyak fans. Jaejoong banyak terlihat berpacaran dengan para sosialita cantik di masa lalu dan juga karna wajahnya yang tampan, menjadikannya sorotan favorit wartawan majalah high end lifestyle.

Biasanya Jaejoong tidak mau meladeni wawancara seperti ini, tapi karna pembukaan bisnis terbarunya ini lah, mau tidak mau Jaejoong harus memasang senyum menawan untuk difoto di café nya sendiri, menjawab beberapa pertanyaan sebagai Kim Jaejoong: putra bungsu Kim Jungsoo yang berwajah tampan. Jaejoong adalah putra ketiga ayahnya. Kakak laki2 nya yang lain, Heechul dan Jongwoon pun juga mempunyai wajah yang sangat menarik, ketiga putra mahkota itu mempunyai ketampanan yang berbeda-beda.

Shoot terakhir Jaejoong adalah ia diminta untuk memakai apron barista kedai kopi miliknya tersebut dan berpose dibalik counter pemesanan. Setelah foto terakhir selesai, asisten Jajeoong pun segera meminta wartawan tersebut meninggalkan lokasi. Jaejoong merasa tidak enak pada teman-temannya yang sudah lama menunggu karena pemotretan ini

"jeogiyo" sambil mengelap keringatnya saat Jaejoong baru saja mau pergi dari counter pemesanan, datanglah seorang pria tinggi, berkulit agak gelap memanggilnya

"ne?" Jaejoong refleks menjawab lalu menengok ke kanan kirinya. Semua pegawainya sedang diluar atau dibelakang, tinggal dirinya sendiri yang masih mengenakan apron barista para staff

"bisakah aku memesan satu ice mocha?" ujar pria tersebut

Setelah berpikir selama beberapa detik, Jaejoong pun memutuskan untuk melayani satu pesanan pelanggannya ini. Memasukkan pesanannya ke komputer lalu membuat kopi itu sendiri dengan kedua tangannya

"Satu ice mocha. Ada lagi yang bisa dibantu?" Jaejoong menyodorkan cup kopi tersebut dimeja penyajian

"Kau sangat cantik" Jaejoong terhenyak sedikit saat mendengarnya. Bukan jawaban atau terima kasih yang ia dapat, malah entah pujian atau ejekan yang keluar dari mulut pria tinggi yang adalah customer nya tersebut sebagai jawaban. Lengkap dengan senyum lebar dan deretan gigi putihnya yang terlihat jelas sambil terus memandangi Jaejoong. Mencoba membuat eye contact selama mungkin.

"Ne?" Jaejoong yang masih shock meminta pengulangan. Ia tau banyak orang yang memuji wajahnya baik tampan ataupun cantik. Tapi baru kali ini ada orang yang tidak dikenalnya memujinya seperti ini

"Kau sangat cantik, Jaejoong-ssi. Apakah kau masih single?" Tanya nya lagi.

Jaejoong menahan tawa kecil sarkasmenya (chuckles) saat mendengar balasan pria ini lagi. Tidak taukah dia siapa aku ini? Pikir Jaejoong dalam hati

"jeogiyo….."

Belum juga Jaejoong sempat membalas ucapannya, pria ini tiba-tiba menyodorkan tangan, memotong perkataan Jaejoong

"Namaku Jung Yunho, aku adalah temannya Chanmin, yoochun, Junho, dan Junsu yang duduk disana. Kau teman dekatnya pasangan Yoochun Junsu kan? Aku harap suatu saat nanti kita bisa dekat" ujar nya dengan percaya diri. Membuat Jaejoong berpikir sebentar lalu bersalaman dengannya. Ahhhh.. jadi ini anak teman appa yang bermarga Jung itu… pikir Jaejoong.

Ya, Jaejoong sendiri tidak pernah ingat wajah Yunho seperti apa. Dia tau mereka satu sekolah, tapi mereka jarang sekali bertemu dan setelah sekian tahun tidak bertemu. Ternyata inilah Jung Yunho yang sering ia bicarakan

"Ah ya.. senang berkenalan denganmu" ucap Jaejoong singkat sambil berharap Yunho akan segera pergi

"Boleh aku meminta nomor telepon mu Jaejoong ssi?"

Nyatanya, Yunho masih betah mengobrol dengannya disini

"Ne? "Tanya Jaejoong meminta Yunho untuk mengulang lagi. Ck . Jaejoong mulai merasa kesal pada pria yang membuatnya salah tingkah untuk kedua kalinya hari ini.

"Boleh aku meminta nomor handphone mu?" ucap Yunho dengan pasti tanpa keraguan sedikitpun

Jaejoong mencoba lebih menegaskan suaranya saat menjawab kali ini

"Ehm. Minhamnida Yunho ssi. Tapi aku kira tidak sepantasnya kita bertukar nomor telepon pribadi saat kita baru saja berkenalan seperti ini. Dan juga.. belum ada hal penting yang mengharuskan aku untuk memberikan nomor pribadi ku, bukan?" jawab Jaejoong

Yunho menaikkan kedua alisnya mendengan jawaban Jaejoong

"Em geurae baiklah kalau begitu. Sampai bertemu nanti, Jaejoong ssi!" Akhirnyaaa dia pergi juga. Pikir Jaejoong saat mendengar kalimat itu keluar dari mulu Yunho "terima kasih untuk kopinya!"

"iyaa, silahkan menikmati kopi anda" jawab Jaejoong dengan sopan sebelum menghela nafas panjang sambil berjalan kembali keruangan pribadinya. Hahh, akhirnya terbebas juga ia dari percakapan singkat namun sangat aneh dengan pria itu. Pikir Jaejoong

Jaejoong melepas apron baristanya dan merapikan penampilannya sejenak diruang kerja dadakan pribadinya di department store tersebut sebelum keluar untuk menyapa teman-temannya. Yooochun, Changmin, Kim bersaudara, dan… Yunho.

Hmppphh Jaejoong mencoba tenang saat melihat Yunho yang sedang ngobrol asik ditengah-tengah teman2 terdekatnya tersebut.

"Ya, Yoochun-a, Shim Changmin, Kim bersaudara!" panggil Jaejoong dengan ramah yang tiba dari arah yang membelakangi Yunho

Melihat kedatangan Jaejoong mereka semua pun berdiri bergantian untuk saling menyapa dan memberi selamat pada Jaejoong

"selamat Hyung!" ucap Changmin pada Jaejoong setelah yang lain sudah kembali duduk. "ne gomabda Changmin ssi. Duduklah" ujar Jaejoong ikut bergabung dimeja mereka. Tinggal Yunho yang belum Jaejoong sapa

"Jae, ini Jung Yunho, putra Jung ahjussi yang selama ini dibicarakan ayah mu"

Yoochun memperkenalkan kedua orang yang baru bertemu ini

Jaejoong mencoba se-rileks mungkin menghadapi Yunho, walau jujur ia masih khawatir Yunho akan berkata hal2 yang aneh2 lagi

"ah iya, kami juga sudah berkenalan sebelumnya." Jawab Jaejoong "Kim Jaejoong. Senang berkenalan denganmu"

"Jung Yunho" Yunho dan Jaejoong berjabat tangan lagi lalu duduk di tempat masing-masing. Hampir berhadapan karna mereka duduk disofa setengah bundaran. Changmin, Yunho, Yoochun, Junsu dan Junho lalu Jaejoong

"kau sangat tampan, Jaejoong ssi" ucap Yunho sambil memamerkan senyum lebarnya lagi saat Jaejoong baru saja menempelkan pantatnya dikursi selama 3 detik.

Suasana ceria diantara sekumpulan anak muda ini pun tiba-tiba menghening saat Yunho mengucapkan kalimat diatas. Yoochun dan Kim bersaudara terbengong mendengarnya. Sedangkan Changmin, ia menutup wajahnya sendiri dengan sebelah telapak tangannya –malu melihat kelakukan salah satu sahabatnya ini.

Yunho tidak sedetik pun mengalihkan pandangannya dari Jaejoong sejak pria ini tiba. Yoochun dan semuanya pun dengan sangat cepat langsung bisa menyadarinya.

Jung Yunho, Jung Yunho sahabatku yang pabo ini jatuh pada pesona Kim Jaejoong. Pikir Changmin sambil masih menenggalamkan wajahnya melihat kelakuan Yunho

Bila Yoochun, Changmin, dan Kim bersaudara saja sudah malu dan awkward mendengar ucapan Yunho tersebut. Jaejoong rasanya ingin segera ditelan bumi saat mendengar kalimat itu terucap dihadapan teman-teman terdekatnya.

Jaejoong hanya tersenyum tipis tanpa ada niat membalas perkataan Yunho.

Ia segera mengalihkan pembicaraan dan mencairkan suasana dengan mendiskusikan banyak hal dengan Chun, Junsu Junho, dan Changmin juga.

Changmin hanya bisa meng-death glare Yunho sesekali karna Yunho terus memandangi Jaejoong seakan takut pria ini akan kabur dari hadapannya. Sebaliknya, Yunho tidak mengacuhkan Changmin sama sekali, ia seakan tersedot didunianya sendiri dengan Jaejoong.

Yunho tertawa di semua celotehan Jaejoong, bergabung saat Jaejoong membicarakan sesuatu lebih personal dengan Junho, Yoochun, ataupun Changmin. Semua orang dimeja itu pun langsung tau saat itu juga bahwa Yunho jatuh kepada Jaejoong. Walapun masing-masing dari mereka punya pandangan yang berbeda-beda akan hal ini.

Saat hendak bubar, Yunho menahan Jaejoong untuk bicara lebih lama sejenak dimeja mereka. Changmin, Yoochun, dan Junho pun meninggalkan mereka sedangkan Junsu sedang ketoilet

Junho merangkul leher Changmin dan Yoochun dengan kedua tangannya

"hey, kaliah lihatkan, tingkah laku Yunho sejak dia tiba disini?" Tanya Junho

"iya, sejak dia melihat Jaejoong, lebih tepatnya" ucap Yoochun dengan sedikit nada tidak senang

"Yunho memang seperti itu. Sangat terang2an pada semua orang yang disukainya. Sampai kadang tidak mengerti situasi dan kondisi" cibir Changmin

"kau sepertinya tidak suka Yunho seperti itu, Yoochun-a?" Tanya Junho

"bukan aku tidak suka hyung" Yoochun buka suara "tapi aku kasihan pada Yunho sendiri kalau ia berusaha terlalu keras seperti itu"

Changmin dan Junho langsung memasang wajah penasaran mendengar perkataan Yoochun tersebut

"wae? Memang Yunho sebegitu tidak pantasnya untuk Jae hyung?" Tanya Changmin jahil "apa dia sudah punya pacar?"

Changmin memang malu dengan kelakuan sahabatnya yang kadang malu-maluin seperti tadi. Tapi setelah dipikir-pikir, Yunho bersama Jae hyung kedengarannya tidak terlalu buruk juga!

"sedang ada pacar sih tidak, tapi Jaejoong itu.. tidak suka dirayu" ucap Yoochun pelan. Yoochun sangat mengerti dan mengenal Jaejoong; sebaik Jaejoong mengenal Yoochun dengan semua rahasianya.

Yoochun hafal semua mantan pacar Jaejoong, apa saja sifatnya dan apa penyebab Jaejoong meninggalkan atau ditinggalkan oleh mereka

"Jaejoong seme?" ucap Junho dan Changmin hampir berbarengan

Yoochun langsung memberi kode untuk mengecilkan volume suara mereka

"hushhh. Aku tidak tau. Tapi Jaejoong itu straight selama ini dan dia adalah seseorang yang sangat gentle!" Yoochun menjelaskan

"ohhhh… jadi kau tidak yakin Jae hyung akan mau dengan Yunho? Memangnya dia straight sekali?" Tanya Junho lagi untuk menggali informasi lebih lanjut. Ck. Pria-pria tukang gossip.

"aku tak tau Hyung. Kami tidak pernah membicarakan soal hal ini. Biasanya Jaejoong hanya membicarakan percintaannya dengan berbagai jenis wanita" jawab Yoochun lalu pembicaraan mereka terputus karena kedatangan Yunho kembali ditengah tiga pria tersebut.

TBC

-Tadinya mau dibuat puncak konflik nya YooSuMin tapi saya males jadi begini aja deh hehe maaf ya kurang seru XD lanjut chapter depan akan lanjut kisahnya Yunjae. Jangan ragu2 untuk review ya! Dan terima kasih untuk semua yang sudah me-review sebelumnya! Kalian yang bikin saya lanjut nulis. Thanks!