Chapter 11: Jalan Menjadi Nomor Satu!

Ohayou/Konnichiwa/Konbanwa Minna-san~
Ohisashiburi desu~

Seperti yang sudah saya janjikan, ini arc baru untuk kalian semua! Saya belum bisa banyak komentar karena bagian yang ini baru aja akan dimulai, jadi... Enjoy~

Kisah Sebuah Senja

Main Character: Kagamine Len, Hatsune Miku, IA
Main Pair: Guess who? Anybody want to answer and try to solve this question? :3

Disclaimer : Vocaloid © Yamaha, and other companies
Story © Me
UTAUloid © Owner creator
Fanloid © Creator

Summary :

"'Lebih baik kau mati saja!' Aku terbangun dari mimpi burukku lagi, andai saja-andai saja ada seseorang yang bisa membantuku menghilangkan mimpi buruk ini./'Kau bisa!' 'Jangan bohong!' 'Aku tidak akan berbohong!' 'Kalau begitu, berikan aku tujuan hidup!'/ Setelah berbagai peristiwa, akankah aku bisa menerima senyuman seperti warna langit senja yang selalu aku sukai?/Cerita tentang Hikikomori berat, Penyanyi hebat dan Seniman berbakat! Kemana cerita ini akan berjalan?"

Warning : OOC (maybe), typo(s), gaje, pendeskripsian kurang, kesalahan eja 'EYD' dan teman-temannya.

'Abc' (italic): Flashback, kata asing, atau percakapan secara tidak langsung (telepon, email, sms, dll)
"Abc" : Percakapan normal
'Abc' (kutipsatu) : Hayalan, angan, atau (monolog) pikiran karakter.
'Abc'/ 'ABC' (bold atau kapital) : Kata atau kalimat yang diberi penekanan, kata atau kalimat penting.

HAPPY READING!


XOXOX


"Eh lihat tuh, katanya si Hiki Kagamine Len mau jadi calon ketua OSIS!"

"Loh?! Bukannya dia emang udah nyalonin?"

"Eh?! Kok aku baru tahu!"

"Kamu aja yang kurang update!"

Aku berjalan di lorong sekolah di lantai dua... Baru juga seminggu lebih ketika Aria datang lagi ke Jepang dan aku sudah jadi bahan pembicaraan berat di sekolah, emangnya aneh ya buat anak penyendiri mau jadi terkenal?

"Len, dampaknya terlalu hebat... Aku sampai sesak nafas..."

Ucap Lui sambil tersengal-sengal.

Aku yang melihat dirinya kelihatan lelah langsung sigap, aku menarik tangannya dan menaruhnya di bahuku.

"Lui?! Lui?! Ada apa?! Apanya yang berdampak hebat?!"

"Kau..." Ucapnya dengan lemah.

"Dirimu menjadi terkenal dengan cepat... Aku sudah tidak bisa memberikan apapun lagi untuk diajarkan untukmu..." Lanjutnya.

Eh?! Aku kira apa! Jadi cuma karena hal sepele seperti itu?!

"Yaelah, dikira apaan..." Ucapnya sewot.

"Maaf..." Jawab Lui.

Seketika di sekitar kami langsung menjadi ricuh tidak jelas setelah kami berbincang-bincang sebentar dengan posisi seperti ini. Mereka kenapa? Dan kenapa yang menyorakiku semuanya perempuan?! Jangan bilang hanya mencalonkan diri sebagai ketua OSIS bisa secara instan menaikan popularitasmu?!

"Dampaknya terlalu dahsyat!" Ucap Lui lagi, lebay...

"Udah ah, jijik tahu lihatnya." Jawabku.

""""""""""KYAAAAA!""""""""""

Woy! Kenapa teriakannya tambah kencang sih?! Jangan bilang tingkat popularitasku sudah bocor sampai dimana itu tidak bisa ditolong lagi!

"Ja-jadi ini... Jadi ini rasanya jadi terkenal..." Gumamku tidak percaya.

Ma-mau bagaimana lagi! Aku biasanya sendirian! Dikucilkan! Jadi sangat aneh rasanya jika tiba-tiba aku sungguh terkenal di sekolah, apalagi di kawanan para gadis! Ini... Ini seperti surga!

"Dampaknya terlalu..." Ucap Lui tambah lemah, dia itu cuma lebay apa beneran sih?!

"Ehm..."

Aku menoleh ke arah deheman, di sana ada Miku! Sejak kapan kau ada di sana?! Aku bahkan tidak menyadari dirimu! Ketika Miku datang, sorakan mulai mereda, masih ada beberapa bisikan di sana-sini, tapi itu tidak terlalu mengganggu seperti yang tadi.

"Kau pasti penasaran kan?"

"Apanya?" Aku bertanya pada perkataan Miku, penasaran?

"Biar aku jelaskan."

Aku dan Lui akhirnya berjalan mendampingi Miku di sekitar sekolah, tatapan para siswa, ─Tidak, siswi, masih belum bisa lepas dari penglihatanku sepanjang perjalanan.

"Kau mungkin tidak tahu, tapi kau cukup terkenal di kalangan para gadis." Ucap Miku tiba-tiba saat kami berjalan santai.

"APA?!"

Aku terkejut setengah mati! Lagian, bagaimana bisa orang super cuek dan tukang bolos sepertiku bisa terkenal di kalangan para siswi?! Ini pasti keajaiban! Aku melihat Lui, dia memasang wajah biasa sambil bersiul-siul... Jadi... Jadi, dia sudah tahu?! Apa hanya aku yang kudet di sini?!

"Kau dan Lui, kalian berdua, diidolakan sebagai pasangan paling 'romantis' di sekolah." Ucap Miku. A─Apa?! Romantis?! Jangan bercanda, jangan bilang...

"Banyak para murid perempuan, dengan kata lain, fujoshi*, yang mengidolakan kau dan Lui sebagai pasangan terpanas tahun ini. Lui yang simpel dan easy-going bisa meluluhkan hati sang raksasa penyendiri dari tahun pertama, Kagamine Len. Berita seperti itu menyebar dengan cepat di kalangan para gadis dan akhirnya muncul cerita kalau kalian berdua itu melakukan hubungan terlarang, dengan kata lain... BL atau Boys Love. Dengan dirimu sebagai si seme* karena tampangmu garang, terutama mata ikan busukmu yang selalu hitam itu dan juga Lui yang terlihat kalem dijadikan sebagai uke* oleh para penggemarmu."

A... Apa? Apakah ini sungguhan... Aku terjatuh ke tanah tanpa semangat, jadi ini hal yang sudah terjadi tanpa sepengetahuanku selama ini.

"Ba-bagaimana bisa?" Ucapku, lemas.

"Itu mungkin saja, toh yang membuatnya seperti itu juga mereka, bukannya dirimu sendiri, jadi kau tidak perlu sebegitunya depresi."

"Oy! Oy! Tunggu! Kau menyuruhku jangan depresi?! Dimana harga diriku sebagai seorang laki-laki kalau aku digosipkan homo oleh seisi sekolah?!" Jawabku kesal.

"Mau bagaimana lagi, aku hanya memanfaatkan situasi ini. Kau kira darimana kita mendapatkan dana untuk kampanye? Persaingan menjadi ketua OSIS sangat ketat tahun ini, kau tahu? Si tiga idiot itu, Kaito, Leon dan Big Al membuat regunya sendiri-sendiri. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi mereka saling bersaing untuk memperebutkan bangku OSIS. Melawan salah satu dari mereka saja sudah merepotkan, apalagi mereka bertiga. Mereka dijuluki Tiga Raja Iblis di sekolah ini tau'."

Hah? Tiga Raja Iblis?! Apaan lagi tuh?!

"Mungkin kau tidak terlalu peduli, tapi mereka bertiga menjadi siswa yang paling berkuasa di sekolah. Mungkin kau pintar dan ada di atas mereka, tapi mereka mengalahkanmu dalam hal koneksi dan uang."

Apa? Aku bahkan sudah kecolongan start.

"Jadi... Kesempatanku untuk menang... Sangat kecil? La-lalu! Apa maksudmu tentang 'darimana dana kita untuk kampanye' yang barusan kau katakan?!"

Miku menghela nafas, mungkin dia agak lelah dengan kekudetanku yang kelewat ekstrem ini. Maaf ya karena sering bolos! Kemudian dia menunjukan beberapa foto, foto ini...

"Sudah terlambat untuk menolak. Hanya dari pekerjaanmu saja tidak akan cukup untuk membiayai kampanye karena kau juga membiayai hidupmu sendiri dan juga Rin, belum lagi kau selalu membeli barang-barang otaku. Jadi aku bekerja sama dengan Lui untuk membuat hal semacam ini terjadi. Aku menjual fotomu saat 'bermesraan' bersama Lui kepada para fujoshi itu. Uangnya tidak sedikit loh... Jadi bersyukurlah." Ucap Miku.

PRANG!

"UWOOOOOOO!"

Aku menangis keras meratapi nasibku! Tuhan! Jika Kau memang ada, lepaskanlah hamba-Mu ini dari cobaan yang tidak bisa dia hadapi!

"Oh, ini hanya sekedar info. Kau mungkin tidak sadar, tapi bukan hanya Miku yang menjadi idol dan kau yang terkenal di sekolah ini. Selain tiga idiot dan juga ketua KomDis, ada banyak orang yang dikenal luas di sekolah ini. Seperti Rin, walau begitu, banyak kakak kelas yang melirik ke arahnya, mungkin pesonanya sebagai gadis polos sangat menarik mata lelaki, dia dijuluki Sweet Devil. Aria, walau kabarnya dia dibenci banyak orang, tapi ada juga siswa-siswi yang mendukungnya, kau bisa katakan sebagai Aria Fans Club. Kau juga tahu? Culnoza-san yang baru masuk ke sekolah ini? Tanpa diduga dia terkenal sekali di kalangan para gadis! Mengejutkan bukan! Pesonanya bahkan melebihi banyak lelaki tampan di sekolah ini! Sikapnya yang gentleman karena dia seorang ksatria berpedang yang mengikat hati para gadis, dia dijuluki sang penakluk dan diberi nama Scarlet Prince... Parahnya, ternyata dia juga senang bermain dengan para gadis mengingat faktor usianya yang di atas rata-rata anak kelas dua." Jelas Lui padaku.

Ya, yah… Culnoza itu, walau umurnya segitu, aku tetap tidak bisa mengerti kenapa dia mengajukan diri menjadi murid pindahan di kelas 2, kenapa nggak kelas 3 aja? Setiap kutanyakan, alasannya pasti karena 'Aku ingin bersama hime-sama' padahal ujung-ujungnya juga beda kelas.

Tunggu, apa-apaan ini?! Lelaki yang digosipkan homo dan perempuan pecinta perempuan lain?! UWOOOOOO! INI TERLALU DALAM!

"Len?! Len?!"

Aku hanya bisa jatuh terduduk di pohon disampingku sambil meratapi nasibku... Tidak kusangka, banyak hal yang tidak kuketahui di sekolah ini... Tuhan, sekali lagi, jika Kau memang ada, mau sampai kapan Engkau memberiku cobaan berat seperti ini... Huuuu...


XOXOX


"Apa semuanya sudah hadir?"

Aku mulai mengabsen 'tim sukses' ku untuk mencapai posisi nomor satu di kalangan para murid. Kami memakai ruang kelas yang tidak terpakai setiap sore untuk mengadakan rapat tentang kampanye semasa penarikan calon ketua OSIS menuju final, finalnya hanya akan diikuti tiga orang kandidat, jadi aku harus bekerja super keras untuk ini!

Banyak dari setiap klub mencalonkan calon dari kubu mereka sendiri-sendiri, karena dulunya sekolah ini adalah sekolah khusus wanita, banyak calon wanita berdatangan untuk merebut kembali kejayaan pada masa sekolah ini masih menjadi sekolah khusus wanita. Ini menjelaskan kenapa murid wanita sangat mendominasi jumlah murid di sekolah, aku juga baru tahu akan hal ini.

Aku melihat Aria dan Culnoza duduk di salah satu bangku di ruang kelas ini. Aria sudah bisa lebih terbuka, bahkan dia bisa tersenyum lepas dengan lebih mudah sekarang. Aku dapat kabar kalau Aria dioperasi dan operasinya berhasil, mereka berhasil mengangkat pembengkakan di sum-sum tulang belakang Aria, Aria bilang, dengan operasi ini, dia bisa menghilangkan kemungkinan lumpuh total permanen karena penyakitnya, tapi dia masih tidak tahu apakah operasi ini menghilangkan penyakitnya juga atau tidak, kita hanya bisa menunggu dengan waspada kalau-kalau Aria lumpuh lagi. Aria sungguh sudah berjuang selama pergi dari Jepang. Aku juga dengar kalau dia mulai bisa akrab dengan teman sekelasnya, walau masih ada orang yang membencinya, ini tetap berita bagus bukan?!

Di samping itu, Culnoza, dia duduk seiza* di atas kursi yang dia duduki. Apa dia tidak capek atau pegal melakukan hal seperti duduk seiza di atas kursi?! Aku tetap kagum kepadanya karena kesetiaannya kepada Aria dan juga karena kemampuannya yang luar biasa sebagai ksatria di umur muda. Tapi, sebagian kekagumanku mulai menghilang ketika mendengar kalau ternyata Culnoza suka bermain dengan perempuan... Yah, daripada bermain dengan laki-laki, bukannya itu lebih buruk? Tapi, tetap saja. Mungkin ini yang orang bilang 'jangan nilai buku dari sampulnya' setiap orang punya kepribadiannya sendiri-sendiri.

"Bisa kita mulai?" Tanyaku, semua orang mengangguk.

Miku, Aria, Rin, Culnoza dan Lui ada di sini, ya, merekalah 'tim sukses' ku.

"Bagaimana dengan pencetakan brosur?" Tanya ku pada Miku.

"Sekitar 10% dana yang terkumpul sudah dialokasikan pada pembuatan brosur, kita bisa mengambilnya besok sore dan mulai menyebarkannya, jumlahnya tepat 2500 buah." Jawab Miku.

Kalian pasti kaget kan? Mendengar murid di sekolah ini sebanyak itu? Yah... Mungkin ini bukan sekolah yang sangat terkenal sampai ke internasional, tapi sekolah ini cukup berfasilitas dan memiliki wilayah yang luas, sekolah ini sekolah swasta, jadi wajar kalau jumlah muridnya di atas rata-rata.

"Mulai dua hari kedepan, akan dimulai waktu kampanye resmi. Bannerdan panggung kecil untuk kampanye sudah aku pesan dan aku siapkan. Kita bisa melakukan kampanye setiap pagi dimulai dari waktu yang telah ditentukan, yakni dua hari lagi." Ucap Lui.

"Rin, bagaimana dengan urusan konsumsi?"

"Twidak mwaswalah! (Tidak masalah!)" Rin mengatakan itu sambil mengunyah snack nya, mungkin aku salah memberikan usulan sebagai pengurus konsumsi padanya... Padahal aku tahu kalau Rin rakus, aku kira orang rakus akan lebih perhatian dengan makanan, ternyata aku salah! Mereka ternyata lebih brutal terhadap makanan!

"Len-dono, untuk tahap final akan dilaksanakan di aula umum sekolah, tiga kandidat masih belum bisa diprediksi saat ini. Tapi jika kita harus waspada, aku akan memberikan saran untuk lebih berhati-hati pada Shion Kaito dari Tiga Raja Iblis dan juga Suzune Ring dari Komite Kedisiplinan." Ucap Culnoza.

Dia benar, aku tidak bisa meremehkan Kaito, walau dia terlihat seperti gadungan, ibunya salah satu dewan komite di sekolah ini, namanya berpengaruh besar. Sedangkan Suzune Ring, aku tidak terlalu kenal dengannya, tapi Aria bilang dia adalah salah satu kandidat yang menginginkan untuk kembalinya kejayaan sekolah ini saat masih sekolah khusus wanita, bahkan derajatnya di sekolah ini jauh lebih tinggi dariku yang siswa biasa. Tidak terlalu mengagetkan sih kalau itu cuma ketua klub atau semacamnya, tapi sampai ketua KomDis ikut kompetisi ini, aku pasti sudah bernasib buruk dari awal... Aku dengar dari Lui, dia berhasil merebut kursi ketua KomDis saat 1 bulan baru masuk sekolah ini, normalnya, para ketua organisasi besar para siswa seperti OSIS dan KomDis, akan turun jabatan ketika sudah satu tahun menjabat, dan itu terjadi saat kelas 3, makanya pemilihan pasti terjadi bagi kelas 2. Aku merasa kasihan dengan ketua KomDis yang lama, aku yakin dia baru menjabat dan sudah dilengserkan oleh perempuan itu…

"Untuk bisa memenangkan dan mempertahankan posisi sampai waktu final, kita perlu paling tidak 30% dari suara siswa di seluruh sekolah untuk pasti bisa masuk ke tiga besar, ini sangat sulit mengingat masih ada sekitar 17 calon lain yang ikut mencalonkan diri. Pada dasarnya, kita hanya harus terus mempertahankan posisi kita di urutan tiga besar sampai waktu final, tidak peduli berapa polling kita, benar kan senpai?" Timbrung Aria.

Ya, Aria benar. Sistem pemilihan di sekolah ini agak berbeda, tidak ada pembatasan jumlah dan latar belakang kandidat yang bisa mencalonkan diri, ini kompetisi independen, itu alasannya aku yang tukang bolos juga bisa mencalonkan diri tanpa melihat kelakuanku di sekolah. Pihak sekolah berkomitmen untuk mencari orang yang bisa berkontribusi penuh sebagai OSIS, mereka tidak peduli bagaimana latar belakang orang itu asalkan tugas mereka terlaksana dengan baik dan sempurna.

Ini mengerikan, sudah lama aku tidak mengikuti suasana tegang dalam hal sebesar ini. Aku sudah lama menutup diri dari dunia luar, jadi aku tidak tahu lagi rasanya persaingan di dunia luar. Ini agak sedikit berbeda dengan game, dalam game persaingan hanya menggunakan kriteria siapa yang lebih cerdik dan kuat, memang terkadang uang berpengaruh, tapi itu tidak mempengaruhi keseluruhan permainan... Tapi dalam kompetisi nyata seperti ini, 'koneksi' dan 'uang' bisa menjadi jalan terbaik mencapai kemenangan. Aku akan kalah jika banyak kandidat yang menggunakan 'jalur belakang' untuk mencapai peringkat tiga teratas.

"Baiklah! Apa ada hal lain lagi yang perlu dilaporkan?"

Miku mengangkat tangannya, aku langsung mengalihkan perhatianku.

"Aku sudah bilang ke manajerku, mungkin jadwalku memang padat musim ini, tapi musim panas nanti pasti akan lebih padat, jadi manajerku melonggarkan jadwalku sekarang, dia berkata aku bisa melakukan konser dukungan di sekolah ini sebagai pendukung dirimu dalam mencalonkan diri sebagai ketua OSIS. Tapi itu hanya akan terjadi kalau kau bisa masuk peringkat tiga teratas. Lily bilang dia akan mulai mendiskusikan soal konser yang secara tidak langsung ditujukan untuk mendukungmu pada pihak sekolah seminggu lagi." Ucap Miku.

Ketika mendengar itu, semangatku meluap tidak ada hentinya! Terima kasih Miku! Kau memang yang terbaik! Aku jadi semakin bersemangat untuk melakukan hal ini! Aku menyuggingkan senyuman yang dibalas acungan jempol dari Miku! Nice job!

"Apa ada informasi lain?" Tanyaku lagi.

Lui mulai mengambil beberapa kertas.

"Aku akan memberikan beberapa masukan tentang musuh kita, terutama Shion Kaito dan Suzune Ring. Kaito adalah orang yang cukup berpengaruh di sekolah, kenyataan bahwa ibunya adalah anggota dewan komite sekolah akan membuatnya punya banyak koneksi dan berbagai cara untuk mencapai tiga teratas. Sedangkan Suzune Ring, dia adalah ketua dari komite disiplin sekolah, pasti akan banyak dukungan yang datang kepadanya karena dia ketua dari organisasi resmi, beda dengan kelompok dadakan yang kita buat. Aku juga menyarankan agar berhati-hati dengan Kawajima Leon dan Albert Rosairre, mungkin mereka tidak terlalu punya banyak strategi dalam melakukan hal seperti ini, tapi mereka tetaplah sang Tiga Raja Iblis, mengacuhkan mereka adalah kesalahan besar." Ucap Lui.

"Tenang saja! Jangan terlalu panik!" Ucapku.

"Tim ini terdiri dari orang-orang berbakat, tukang cari informasi, dan seorang hikikomori! Jangan kira kita bisa kalah dengan mudah!" Mendengar kata-kata penyemangatku, senyum setengah-setengah muncul di wajah beberapa orang, emangnya perkataanku salah?

Aku tersenyum pada semua orang, dengan menatap tegas mereka, aku memberikan gerakan penyemangat kepada mereka... Kami bubar setelahnya, jadi dua hari lagi dan peranku akan dimulai ya? Aku jadi tidak sabar menunggu! Ternyata mengikuti hal seperti ini bisa juga lebih menyenangkan daripada menyendiri di rumah seharian penuh!

Mungkin aku harus berterima kasih pada kalian semua, terutama Lui dan Aria kalau aku bisa masuk tiga teratas, Lui orang yang memberitahuku tentang pemilihan ketua OSIS ini dan Aria yang memberiku ketetapan hati untuk melakukan ini! Aku tidak akan mengecewakan kalian semua!

.

.

.

"Bagaimana pergerakan Kagamine Len?"

"Masih pasif."

"Jadi begitu, kalian boleh pergi sekarang, terus awasi dia dan timnya!"

"Baik!"

Orang yang memerintah sekelompok orang barusan berdiri dari kursinya, mata birunya menatap tajam, rambut biru gelapnya berkibas dengan kaku saat dia mulai meregangkan otot lehernya.

Dia berjalan menjauhi kursinya dan melihat monitor di hadapannya, layarnya terbagi menjadi beberapa bagian, dan di sana terlihat Len bersama dengan kelompoknya sedang berjalan bersama dari segala sisi. Beberapa layar terfokuskan pada penampilan Len, sedangkan ada satu layar lain di tengah yang fokus pada para perempuan di samping Len.

"Jadi kau masih menggunakan 'mereka' seenak jidatmu?! Apa kau tidak mengerti bagaimana perasaan wanita?!"

BUAK!

Orang ini meninju tembok dengan keras, di dalam kegelapan dan cahaya yang keluar dari monitor, wajahnya masih agak tersamar.

"Akan kuajari kau cara bersikap dengan benar, Kagamine Len. Persiapkan dirimu."

Lalu orang itu pergi tanpa mengatakan apapun lagi.


XOXOX


"Mimpi adalah hal yang kau butuhkan, cita-cita adalah hal yang kau inginkan, ambisi adalah hal yang kau akan dapatkan."


XOXOX


Chapter 11 selesai~

Wow! Saya gak sangka dengan apa yang saya buat, saya sendiri aja kaget dengan hasil yang saya ketik! Saya cuma ngetik dengan ide seadanya dari kepala buat pembuka arc ini, dan kesannya kaya bakal ada perang besar-besaran di sekolah Len! XD

Di atas ada beberapa kata yang diberi bintang kecil, berikut penjelasannya. Fujoshi adalah para gadis yang menyukai BL, Seme adalah laki-laki yang bertindak sebagai 'pejantan' dalam BL, Uke adalah laki-laki yang bertindak sebagai 'betina' dalam BL. Saya memasukkan ini bukannya saya suka atau tertarik, ini hanya demi unsur hiburan kok! Sumpah! Lagian saya juga laki-laki dan saya masih straight #PLAK

Sedangkan Seiza itu posisi duduk sopan dengan melipat kedua kaki di bawah bokong, biasanya digunakan saat ada acara penting atau jamuan minum teh tradisional. Orang sana hebat ya, bisa duduk kayak gitu dalah waktu lama, ada yang bisa sampai 1 hari penuh loh, kalo saya mah, 30 menit kurang udah tepar #PLAK

Akhir kata, maaf jika ada kata yang kurang berkenan, saya mau tahu komentar kalian soal chapter kali ini, apapun itu, karena bentuk apresiasi dari kalian adalah kebahagiaan untuk saya.

Jaa~~ Matta ne~~ ^^

Best Regards,

Aprian