Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rating: T-M-T (according to the storyline)

Pairing: SasuNaru

Genre: Romance, and Fanfiction

Warning: OOC, Typo(s) bertebaran :v, Boys love, Mpreg

the story is just for making entertainment and is an expression to anyone. the similarity in any form of this story is just a mere coincidence

Happy Reading

Malam hari di Konohagakure...

"Arigatou Hinata telah menjaga Menma seharian. Maaf kalau merepotkan," kata seorang pemuda manis yang tak lain adalah 'ibu'nya Menma.

Hinta menggeleng pelan, "Aku senang menjaga Menma. Berkat dia Himawari mulai terbuka walau masih ada malu malu nya." ia mengelus rambut Menma yang berada di gendongan Naruto dengan penuh kasih sayang

"Seperti dirimu," goda Naruto tak lupa cengiran nya, Hinata hanya tersenyum menanggapi godaan Naruto.

"Ngomong ngomong Kiba dimana?" tanya pemuda raven yang sedari tadi diam saja hanya mendengar obrolan 'istri' nya dan teman nya.

"Ah... Kiba-kun sedang dalam misi juga. Mungkin besok sudah pulang."

"Souka? Baiklah, kami pulang dulu. Sekali lagi terima kasih Hinata mau menjaga Menma," ucap Naruto sambil membungkuk walau sedikit kesusahan karena Menma masih berada di gendongan nya.

Hinata pun ikutan membungkuk, "Sama sama. Terima kasih juga mau mempercayaiku untuk menjaga Menma."

Kedua pemuda yang sudah sah menjadi suami-'istri' tersebut tersenyum bersamaan, "Jaa na." dan mereka bertiga di tambah lagi adanya Menma pergi untuk pulang kerumah mereka.

Sementara Hinata menatap punggung kedua pemuda itu, "Kalian bahagia juga akhirnya."

Sky One Blue

Akhirnya kedua pemuda itu pulang juga kerumah yang berlambang kipas yang megah itu. Sasuke membuka pintu utama agar Naruto yang sedang menggendong Menma bisa masuk tanpa kendala. Setelah Naruto masuk dan diikuti oleh Sasuke tak lupa menutup pintu lagi dan mengunci pintu.

Naruto berjalan kearah kamar Menma yang berada di lantai dua, membuka pintu kamar tersebut dan membaringkan anak kesayangan diatas kasur lalu menyelimutinya dengan penuh kasih sayang tak lupa juga kecupan tulus mendarat dikening Menma. Naruto keluar dari kamar dan menutup pintu kamar Menma. Ia berjalan kebawah untuk melihat apa yang sedang di lakukan oleh suami nya di dapur.

"Suke, sedang apa?" tanya Naruto sambil mengucek ngucek mata, seperti nya ia mengantuk sepulang dari misi.

Sasuke menoleh, "Aku ingin memasak sesuatu. Apa kau mau?"

"Tidak. Aku mengantuk."

"Baiklah, kita ke kamar saja."

Sasuke menggenggam tangan Naruto dan membawa kekamar mereka yang berada di lantai dua juga tepat berada di samping kamar Menma.

Naruto merebahkan tubuh nya di atas kasur setelah membersihkan dirinya dan memakai baju piyama. Sedangkan Sasuke masih berkutak kutik dengan sebuah buku, ia juga sudah mandi. Naruto merenggut sebal melihat Sasuke asik dengan buku tanpa menoleh kearah nya yang sedang sebal begini. Hilang sudah rasa kantuk nya. Dengan langkah malas ia berjalan kearah Sasuke dan menjambak rambut raven Sasuke dengan kuat, tenang aja tak akan botak kok.

Sontak Sasuke kaget setengah mati dengan perlakuan kasar dari Naruto. Ia melepaskan cengkraman Naruto yang kuat itu. Untung saja rambut nya tidak apa apa walau hanya beberapa helai yang rontok. Lalu ia memberi tatapan tajam kepada sang empung namun tak mempan karena sebalik nya. Sasuke hanya bisa menghela nafas pasrah dengan tingkah laku Naruto yang tiba tiba seperti itu, ia pernah merasakan hal seperti ini waktu Naruto hamil. Apa Naruto sedang hamil lagi?

"Apa apaan tadi?" tanya nya kesal.

Dan untuk sekian kali nya ia mendapatkan perlakuan tidak sopan dari Naruto. Karena Naruto menuding nya sekarang, "Kau bertanya? Bukankah pertanyaan itu aku yang memegang nya?"

"Oh ayolah Naru. Kau ini kenapa? Apa kau hamil lagi?" tanya Sasuke mulai mengalah dengan sikap Naruto yang mulai berubah seperti Kurama.

Untuk kedua kali nya Sasuke mendapatkan jambakan gratis dari Naruto. Sasuke segera memegang tangan Naruto namun tak dilepaskan, "Aww... Sakit Naruto!"

Setelah itu Naruto menarik baju Sasuke dan menatap tajam, "Aku ingin dirimu!" katanya ditekankan setiap kalimat.

Sedangkan Sasuke?

Yap, Sasuke tentu saja terbengong layak nya orang bodoh. Apa mungkin ia salah dengar? Apa ini mimpi? Kalau benar mimpi siapapun tolong cubit dia walau sesaat. Tenang aja, dia tak mati kok. Mana mungkin seorang klan Uchiha yang ditakuti oleh para Shinobi diluar maupun di dalam masa mati hanya karena cubitan? Mau kemanakan muka kakek moyang Madara? :v

Naruto menarik tangan nya lagi dari jambakan yang ia lakukan terhadap Sasuke. Naruto memiringkan kepala nya tanda tak mengerti kenapa Sasuke bengong seperti itu. Hilang sudah rasa kesal nya.

"Sasuke?"

"Suke?"

"Oi ayam!"

"Teme kau dengar aku tidak?!"

Kaget. Sasuke kaget lagi sodara sodara, entah keberapa kali nya sang Uchiha Sasuke kaget hanya dengan perlakuan sang 'istri'. Ia tatap Naruto tanpa berkedip, "Apa aku tidak salah dengar?"

Sukeeeee kau--

"Kau tidak ingin 'bermain' bersama ku kan? Ya sudah! Aku tidak akan memberimu jatah selama dua minggu!"

--menggali kuburanmu sendiri -_-"

Apa payah harus dihitung kejutan dari Naruto buat Sasuke jantungan? Well, Sasuke menatap lagi Naruto dengan tatapan horor. Apa? Selama dua minggu? Apa dia bercanda?

Tanpa aba aba karena takut kehilangan jatah nya, ia menggendong Naruto dengan gaya ala bridal style ke ranjang dan menidih Naruto dengam cepat, "Aku akan menepatkan janji mu, sayang."

Naruto menyeringai, "Coba saja kalau bisa, Anata!"

Warning: kini sudah memasuki Rate M asli heu '-'

Sasuke langsung menyambar bibir ranum Naruto dengan ciuman penuh cinta dan nafsu. Ia melumat bibir bawah dan atas milik Naruto bergantian, sedangkan Naruto tak mau kalah dia membalas ciuman nya lebih panas. Sasuke memiringkan kepalanya dan menghisap seluruh permukaan bibir ranum Naruto.

Naruto mendesah saat bibir bawah di tarik kuat oleh Sasuke, menghisap lebih dalam dan memasukkan lidah nya. Menelusuri setiap rongga mulut Naruto san tak lupa bermain lidah nya Naruto.

Naruto mendesah saat ciuman Sasuke pindah kebagian belakang telinga nya. Tanpa sadar Naruto menyusupkan tangan nya kerambut Sasuke dan menjambak nya, tapi tak terlalu kuat hanya remasan saja.

Sasuke kembali ke bibir Naruto. Sasuke menyeringai mendengar desahan Naruto yang sedang tertutup oleh kabut nafsu.

Mereka berdua melepaskan ciuman panas mereka. Sasuke menatap Naruto yang menggoda di bawah nya. Terengah engah dengar wajah merona merah dengan bibir merah yang basah dan agak bengkak. Sungguh pemandangan yang sangat langka di temui banyak orang. Mungkin Sasuke orang paling beruntung memiliki 'istri' sesempurna Naruto.

"Bagaimana pun kau sangat cantik Naruto," bisik nya lembut di telinga Naruto lalu menjilatinya.

Naruto tersenyum menggoda dan mengalungkan tangannya dileher Sasuke, "Aku tidak ingin di puji dalam keadaan seperti ini. Lebih baik cepat lakukan."

"Kau sangat agresif Naru."

Sasuke turun ke leher jenjang Naruto dan memberikan kecupan kecupan kecil menimbulkan desahan dari Naruto. Menghisap dengan keras dan meninggalkan bekas kemerahan dileher Naruto.

Sasuke semakin menidih Naruto hingga membuat 'junior' mereka saling bersentuhan.

"Mmmphh... Nghh," Naruto mengerang. Punggungnya melengkung indah saat Sasuke dengan sengaja menggesekkan 'junior' mereka yang tegang di balik celana piyama mereka.

Sasuke melepaskan seluruh pakaian yang ada di tubuh Naruto dengan tidak sabaran. Sehingga membuat Naruto naked. Sasuke menatap nya penuh nafsu. Sasuke segera melepas semua pakaian yang dipakai nya sehingga membuat nya juga naked seperti Naruto. Dia segera menarik Naruto dan mencium bibirnya dengan penuh hasrat. Satu tangan nya memilin puting pink milik Naruto sedangkan tangan lain nya menyentuh 'junior' Naruto yang sudah sangat menegang di bawah sana.

Naruto melepaskan bibir nya dari Sasuke lalu mendesah, mengadahkan kepalanya. Sementara kedua tangan nya menyusup ke rambut Sasuke.

Ciuman Sasuke turun ke rahang nya, leher nya, bahu nya dan dada nya. Ia memberikan gigitan dikulit indah itu lalu menghisapnya keras membuat Naruto memekik tertahan dan membuat bercak merah memenuhi kulit tan milik Naruto.

Sasuke menuju dada Naruto dan meraih puting nya. Ia menghisap, melumat, dan menjilat benda kecil itu kemulut nya. Sasuke dengan liar melahap puting Naruto yang semakin menegang. Lidah Sasuke menari nari diatas puting Naruto. Sedangkan tangan satunya memanja manjakan puting lainnya Naruto.

Perlakuan Sasuke membuat Naruto lupa dengan sekitar nya. Ia terlalu menikmati apa yang dilakukan Sasuke terhadap tubuhnya. Ia hanya bisa memejamkan mata nya, mendesah dan mengerang penuh kenikmatan. Melupakan bahwa sang anak masih terlelap.

"Nghhh... Sukehhh... Ahhh!"

Sasuke menyeringai saat melihat tandanya di tubuh Naruto. Ia meremas 'junior' Naruto yang sedari tadi di belai belai nya. Ia meremas nya dengan pelan dan lembut membuat Naruto kembali mengerang.

Sasuke mengusap pelan kemudian menggerakkannya naik turun perlahan lahan. Membuat Naruto merasakan sensasi luar biasa pada tubuhnya.

"Ahhh... Ahnn... Hhahh... Su..Kehh!!"

Naruto semakin memejamkan matanya saat pergerakan tangan Sasuke bertambah cepat di kejantanannya. Sasuke mengangkat salah satu kaki Naruto keatas bahu nya.

Sasuke kemudian menunduk dan memasukkan 'junior' Naruti ke dalam mulutnya. Menghisap dan memainkan lidahnya pada benda keras itu.

"Mmmhh... Nghh... Ahh!"

Naruto mengerang liar. Tangannya kembali meremas rambut Sasuke. Mendorong kepala itu semakin mendekat ke 'junior' nya. Sasuke memaju mundurkan kepala nya semakin cepat.

"Nggghhh... Ahh... Su.. Kehhh..,"

Sasuke semakin mempercepatkan kulumannya pada 'junior' Naruto yang semakin membesar di dalam mulutnya. Sasuke tahu bahwa Naruto semakin dekat dengan klimaks nya.

"Ahhh... Sukehhh... Aaa... Kuhhh ma... Au!"

"Keluarkan saja sayang."

Tepat setelah mengatakan itu, tubuh Naruto menegang dan di sertai dengan desahan panjangnya Naruto menyemburkan muatannya di dalam mulut Sasuke.Tubuh Naruto lemas dengan nafas yang terengah engah dan dada yang naik turun.

"Masih mau lanjut?" tanya Sasuke berbisik nakal ditelinga Naruto yang bergerak imut mendengar nada menggoda itu.

"Itu pertanyaan ku sayang," balas Naruto menantang.

Sasuke menyeringai, ia mearih sisa sprema milik Naruto yang tertinggal tadi. Mengoleskan nya pada permukaan lubang Naruto dan jari nya sendiri sebelum bergerak menembus sedikit demi sedikit rektum pink berkedut itu.

"Ah, Suke... Pelan pelan!" Racau Naruto frutasi saat merasakan benda asing memasukinya. Menarik sedikit pinggangnya menjauhi dari tangan Sasuke yang melakukan penetrasi dibawah sana.

"Tenanglah Dobe. Rileks," bisik Sasuke sebelum meraih ciuman bibir lagi dari Naruto yang mulai tenang dan menikmati permainan Sasuke. Baik ciuman ataupun jari Sasuke di dalam sana.

"Gyah!" pekik Naruto melepaskan ciuman nya begitu saja saat merasakan sensasi menakjubkan sedetik tadi. Saat jari panjang Sasuke menyentuh sesuatu di dalam sana.

Sasuke semakin semangat saat mendengar desahan erotis Naruto dan membuat 'junior' nya semakin mengeras. Sasuke menusuk jarinya ketitik yang sama.

"Ahh.. Ah.. Ahh.. Sasuke~ ah~" Racau Narutobmendesah desah tak tertahankan. Menggerakkan pingging nya seirama dengan tusukan tusukan lembut jari Sasuke. Lalu Sasuke mengeluarkan jarinya dari lubang Naruto.

Kemudian Sasuke mempersiapkan 'junior' miliknya di depan lubang Naruto yang terus berkedut semangat dibawah sana. Sasuke sedikit menyapa pintu masuk lubang Naruto dengan ujung 'junior' nya. Membuat Naruto menggigit bibir bawahannya menahan erangan.

"Cepatlah lakukan Teme!" desak Naruto tak sabaran. Rektum nya sudah benar benar gatal sekarang.

"Baik baik. Tahan sebentar," bisik Sasuke tersenyum lembut sebelum bergerak maju secara konstan. Menancapkan kepala 'junior' nya kedalam lubang ketat Naruto yang melengguh.

"Ahhh... Sukee..," Naruto kembali meracau dan mengcengkramkan kain seprai dan bantal kuat kuat.

Dengan perlahan, Sasuke bergerak dengan pasti. Memaju mundurkan 'junior' nya di dalam lubang Naruto. Mencari lagi titik prostat Naruto dan menancapkan dalam kebagian ternikmat uke nya itu.

Naruto mendesah dan Sasuke mengerang penuh kenikmatan. Makin lama dan makin cepat gerakan nya Sasuke. Hingga dalam beberapa gerakan terakhir, Sasuke menghentakkan dan membenamkan secara sempurna 'junior' nya dilubang Naruto tepat mengenai prostat nya. Menyemburkan muatan kenikmatannya didalam aana diikuti Naruto menyemprotkan muatan nya ke dada dan perut Sasuke.

Sasuke menjatuhkan tubuh nya diatas Naruto tanpa melepaskan persatuan mereka.

"Sukee... Capek!" kata Naruto menatap Sasuke dengan mata sayu nya.

Sasuke segera bangun dari atas Naruto lalu mengecup bibir Naruto dengan lembut, "Sebentar lagi sayang. Kau memancing ku tadi kan?" kata nya dengan seringai menyeramkan.

Naruto hanya pasrah dibawah Sasuke dan mengiyakan perkataan Sasuke. Mereka melanjutkan kegiatan olahraga malam mereka tanpa menyadari seorang anak kecil mengintip di balik pintu kamar yang sedikit terbuka.

"Aku benci Tou-chan."

• T B C •

Gimana? Hot? Lemon? Rate M? I don't know cara lebihhhh hot lagi :v

Maklum baru kali ini buat cerita rate M dan baru kali ini juga ngetik adegan ekhempanasekhem sehhh /

Dan untuk jadwal nya bukan 2 hari sekali ataupun 3 hari sekali. Melainkan seminggu sekali di hari minggu aja. So kalau ada yang pada nunggu ditunggu hari minggu ajah :v oke???

Jaa neeee

*bunyi kaset rusak* btw...

SELAMAT HARI KEMERDEKAAN NEGARA KITA YANG KE 73

Saya dan semua nya ingin mengucapkan selamat hark kemerdekaan negara Indonesia yang ke 73.