Disclaimer: Masashi Kishimoto

Rating: T-M-T (according to the storyline)

Pairing: SasuNaru

Genre: Romance, and Fanfiction

Warning: OOC, Typo(s) bertebaran :v, Boys love, Mpreg

the story is just for making entertainment and is an expression to anyone. the similarity in any form of this story is just a mere coincidence

Happy Reading

Malam di desa Hacho...

Terlihat Asami mengambil nafas sedalam dalam mungkin. Dari tadi nafas nya tak beraturan setelah berlari lari melarikan diri lagi dari para Shinobi yang telah mengejarnya lagi. Ia bersembunyi di balik batang pohon, siap dengan kunai runcing di tangan kanan nya dan Sharingan bertomoe tiga telah aktif. Ia melihat di sekitar nya, terasa sepi dan sunyi namun ia tetap waspada.

SREEEK

Mata merah cantik nya bergerak cepat kearah sumber suara. Sebuah aliran chakra yang terbilang banyak menuju kearah nya. Dengan strategi yang sudah berada di otak nya, ia melompat lompat setiap ranting pohon dengan mantap. Mata merah nya fokus kedepan tanpa melihat belakang. Beruntung telinga nya peka, ia bergerak menghindari sebuah kertas peledak menuju kearah nya.

DUARRR

Kertas peledak itu meledak tepat di depan Asami. Tetapi sekali lagi ia menghindar kertas peledak itu dengan cara turun ke bawah dan berlari lagi. Ia berdecih kesal saat dua Shinobi Kirigakure berada di depan nya. Ia menoleh kearah belakang, terdapat delapan Shinobi sedang mengelilingi diri nya.

Ia terjebak.

Salah satu dari Shinobi itu melangkah dua langkah. Asami hanya menatap dengan datar, tapi tetap waspada.

"Kau tidak bisa lari lagi Uchiha Asami," kata Shinobi itu dengan percaya diri.

Asami sedikit memiringkan kepalanya pura pura tidak mengerti, "Apa maksud mu? Bukan kah aku sudah melarikan diri berapa kali?"

"Tidak usah berpura pura bodoh. Ayo ikut kami, mengejar mu itu menyusahkan," kata Shinobi tadi.

Mendengar perkataan itu membuat Asami menyeringai lebar, "Tahu pun. Kalau seperti itu jangan pernah mengejar seorang Uchiha," ia mulai menggigit jari jempol nya lalu membuat bentuk segel, "Kuchiyose no jutsu!"

BFUUUF

Munculah seekor raksasa perpaduan antara kucing dan anjing yang memiliki tanduk dan sayap. Raksasa tersebut mengaung dengan keras, mata nya tertuju kepada sepuluh Shinobi yang berada di bawah. Tiba tiba mata nya yang dari hitam menjadi berwarna merah. Ia meloncat loncat lalu memukul gerombolan Shinobi. Dua Shinobi pun akhir nya terkena pukulan dasyat dari raksasa itu.

"Trico! Ayo lawan mereka!" teriak Asami yang berada di atas kepala raksasa itu yang bernama Trico.

Trico menuruti perintah Asami dan mulai memberontak, bergerak liar dan memukul apa saja yang ada di hadapan nya. Tak lupa Asami juga membantu Trico dengan cara Taijutsu nya. Hanya dalam hitungan beberapa menit, para Shinobi Kirigakure tergeletak tak berdaya. Asami bernafas lega lalu menatap Trico yang juga menatap nya.

"Arigatou Trico!"

"Hn. Kau harus berhati hati, jika ada apa apa lagi panggil aku. Sudah waktu nya aku pergi," setelah mengatakannya, sekejap Trico menghilang di gantikan dengan kumpulan asap.

Asami tersenyum setalah menghilangnya Trico, binatang Kuchiyose nya. Ia melanjutkan perjalanan nya yang tertunda ke desa yang memiliki seorang Kage terhebat, Konohagakure.

Asami menapakkan kakinya di depan gerbang berwarna hijau yang besar. Setelah puas melihat gerbang yang menjulang tinggi itu, Asami menghampiri penjaga gerbang yang sedang menjaga pintu gerbang. Dengan sedikit ragu Asami menghampiri mereka, saat menghampiri mereka, dengan sigap mereka merubah posisi siaga.

Salah satu dari mereka bertanya, "Siapa kamu? Ada keperluan apa kamu kesini? Tanya nya yang bernama Kotetsu.

Asami hanya mengerjapkan matanya beberapa kali kala ia bingung harus menjawab apa dan harus melakukan apa. Pasalnya ia baru pertama kali nya ia memasuki desa lain tanpa bimbingan.

"A-aku Asami."

"Apa nama klan mu?"

"Uchiha-ups!"

Asami menutup mulutnya, ia kecoplosan telah mengatakan bahwa ia seorang Uchiha.

Kedua penjaga itu dilanda kebingunan, "Uchiha? Kamu seorang Uchiha?" tanya penjaga yang berada di samping Kotetsu, Izumo.

"Iya."

"Anak Uchiha Sasuke?"

Asami tak berkutik begitu saat ditanya anak Uchiha Sasuke, "A-ano... Aku bukan a-anak Uchiha Sasuke," ia kikuk.

Kedua penjaga itu saling pandang. Kotetsu berkata, "Aku menyuruh Anbu untuk mengantarmu ke kekantor Hokage."

"Ehhh???"

Rumah Uchiha...

Menma menguap lebar kala ia sedang bosan membaca komik yang sedang ia pegang. Ia melempar komik tersebut ke meja yang berada di samping nya, lalu melangkah pergi menuju kedapur untuk mengambil beberapa cemilan. Setelah puas mengambil cemilan beserta jus jeruk ia melangkah menuju ketempat tadi, ruang tamu.

Ia menoleh kearah jam yang terpampang di dinding, 09:45. Menma menghela nafas lalu mendudukan bokong di sofa tamu dan memakan cemilan. Ia berdecih kesal dalam hati karena sang 'ibu' telat pulang. Padahal katanya hanya sebentar untuk membeli tomat yang sudah habis, mungkin 'ibu' nya nyangkut di tempat teman teman nya.

Sasuke? Jangan tanyakan pada nya tentang kemana sang ayah. Well... Sebenarnya Sasuke hanya mencari angin sebentar, namun apa? Sasuke juga tak pulang pulang toh. Suami-istri sama aja :v.

Saat sedang menikmati cemilan nya, tiba tiba suara ketukan pintu membuat ia mengurungkan niat memakan cemilan yang terakhir. Sempat berpikir siapa yang mengetuk ngetuk pintu, ia tahu kalau Narutl dan Sasuke langsung membuka pintu tanpa mengetuk ngetuk terlebih dahulu sudah menjadi kebiasaan sih tapi ini siapa?

Pada akhirnya Menma melangkah menuju kepintu utama dan membuka nya. Yang pertama kali ia melihat adalah wajah dengan tampang malas, Shikamaru.

"Shikamaru ji-san?" Menma menatap bingung dengan kedatangan Shikamaru.

"Apakah ada Naruto?" tanya Shikamaru tanpa basa basi.

Menma menggeleng pelan, "Kaa-chan sedang belanja. Sedangkan Tou-chan aku tidak tahu kemana," jawabnya seadanya. Lalu ia membuka pintu dengan lebar, "Ne ne! Shikamaru ji-san ayo masuk dulu."

Shikamaru hanya mengangguk dan memasuki kediaman Uchiha.

SKIP

"Tadaima!!!," suara cempreng milik Naruto membuat Shikamaru yang tadi bermalas malasan tidur disofa samping terkejut. Sedangkan Menma? Ia sudah terbiasa dengan suara cempreng Naruto.

Naruto memasuki rumah nya tapi tak sendirian, karena ada Sasuke yang mengekor nya dari belakang nya. Naruto terkejut saat melihat Shikamaru, "Shikamaru?"

"Sudah lama kita tidak berjumpa ya Naruto," Shikamaru berdiri dan menatap wajah Naruto.

"Ada apa kemari?" tanya Naruto sambil memiringkan kepala nya.

"Hokage memanggil kalian."

Sasuke maju beberapa langkah, "Untuk apa? Maksud mu aku, Naruto, dan Menma?"

Sekali lagi Shikamaru mengangguk, "Benar. Kalian akan bertemu dengan seorang gadis yang memiliki darah Uchiha."

Sasuke maupun Naruto sama sama terkejut, "Apa?!"

"Darah Uchiha?" beo Menma tak mengerti.

"Benar."

"Baiklah. Antar kami kesana."

"Jadi seperti itu," Kakashi merebahkan badan nya di kursi kebesaran Hokage setelah mendengar semua yang diceritakan oleh Asami.

"Apa tidak apa apa aku tinggal disini? Aku kan ninja desa Takigakure," tanya Asami tak percaya saat Kakashi (selaku Hokage keenam) menerima nya sebagai warga desa Konohagakure.

"Bisa saja aku tidak menerima kamu karena dari desa lain. Kamu akan di periksa oleh tim Anbu."

"Oh... Souka?"

TOK! TOK! TOK!

CEKLEK!

"Ah... Kakashi-sensei," Naruto tersenyum lebar melihat mantan guru nya, sudah lama ia tak berjumpa dengan Kakashi.

"Yo Naruto. Kau semakin muda saja," ucap Kakashi seadanya, "Tidak seperti aku yang harus bermesraan dengan segunung dokumen ini,"

"Tenang saja. Nanti aku akan menggantikan posisi Kakashi-sensei. Dan...," Naruto menolah kearah Asami yang sedang berdiri di samping meja Hokage, "Dia siapa?"

"Hm?" Kakashi menatap Asami yang menunduk, dalam artian tidak berani menatap Naruto apalagi menatap mata tajam milik Sasuke yang berada di belakang Naruto, "Dia-"

"Uchiha Asami, yoroshiku desu," ujar Asami tiba tiba dan memotong perkataan Kakashi. Tangan nya mulai bergetar kala saat melihat wajah Sasuke yang tengah menatap kearah nya. Keringat dingin mulai bercucuran bersiap tumpah kapan saja.

"Uchiha?" kali ini Naruto membeo.

"I-iya Nii-san."

"Tapi bagaimana mungkin Uchiha masih tersisa?" lagi lagi Naruto bertanya. Ia was was kalau gadis di depan nya ini adalah anak dari hasil selingkuhan Sasuke karena memiliki nama klan Uchiha.

Sasuke mendekati sang 'istri' lalu menupuk pucuk kepala Naruto, "Aku tidak berselingkuhan dengan siapa pun Naru. Kau saja yang terlalu Dobe."

Naruto berdecak kesal lantas menyingkirkan tangan Sasuke dari kepala nya, "Dasar Teme menyebalkan!"

Asami mengernyitkan kening nya kala mendengar panggilan sayang dari dua Shinobi hebat yang berada di depan nya.

'Mereka pasangan suami-'istri' atau pasangan musuhan?' batin nya.

"Ekhem...," Kakashi berdehem untuk menghentikan perdebatan antara dua mantan murid nya, ia jengah dalam situasi ini. Sasuke dan Naruto berhenti berdebat dan menatap ke arah Kakashi, "Aku memanggilkan kalian kesini untuk memutuskan apakah Asami boleh tinggal di Konoha. Bukan untuk mendengar perdebatan kalian yang akan ujung ujung nya tentang masalah di ranjang."

Pipi Naruto mulai memerah mendengar penuturan sang mantan guru nya. Ia menatap tajam kepada Sasuke dan tak segan segan menjitak kepala suami tercintanya dengan penuh kasih sayang.

"Tinggal di Konoha?" akhirnya Menma mulai bersuara yang dari tadi hanya diam menyaksikan perdebatan absurd orang tua nya.

Asami menoleh kearah Menma yang berada di samping Sasuke. Mata onyx milik Asami berbinar binar melihat wajah imut Menma dan juga terdapat tiga garis di setiap sisi pipi nya, sama seperti sang 'ibu' nya. Ada rasa tertarik ingin memiliki adik seperti Menma.

T B C

Makin lama cerita nya makin absurd ya?

Ku tidak tahu kenapa bisa seperti ini ToT

Terserah lah~ yang penting siap :v

Btw, Trico adalah nama binatang seperti griffin di The Last Guardian dan deuteragonist permainan. Sepertinya kombinasi anjing, burung, dan kucing.

Sekian... Dan sampai jumpa lagi~