Kurama Namikaze atau biasa dipanggil dengan nama Kyuubi oleh keluarga dan kerabat dekatnya, adalah seorang pria muda berumur 22 tahun, berambut merah menyala yang mana ia mendapatkan rambut merahnya itu dari gen ibunya, Kushina Namikaze.
Ia mempunyai temperamental yang galak, mudah marah, mudah tersinggung, dan akhir-akhir ini, tepatnya setahun yang lalu, mengalami phobia dengan burung hitam bermata merah yang tak lain dan tak bukan adalah gagak.. Apa pun itu.. Entah itu burung asli, palsu, buatan, bajakan atau pun hanya gambar belaka.
Kyuubi akan langsung membunuhnya di tempat jika itu merupakan binatang hidup, merusaknya jika itu robot, membuangnya jika itu benda, dan membakarnya jika itu gambar.
Tak ada yang tahu pasti apa yang menyebabkan ia mengalami phobia itu, bahkan untuk 8 anggota dewan inti perusahaan yang dibawahinya "The Juubi", mereka pun tak tahu menahu, apa lagi keluarganya "Namikaze, Uzumaki dan Senju".
Keluarganya saja tidak tahu kalau Kyuubi, seorang yang sejak kecil tak pernah merasakan takut ataupun jijik kepada apapun itu, kini telah mempunyai phobia. Jika kalian menanyakan pada mereka, mereka hanya akan menganggapmu sebagai orang gila, orang kurang waras yang butuh asupan gizi dan mineral.
Kyuubi menutup rapat mulutnya setiap ada yang menanyakannya dan setelah itu ia akan mengalami perubahan mood yang drastis. Moodnya yang senang bisa berubah 180 derajat hanya dengan kata gagak yang tak sengaja pernah di ucapkan oleh salah satu pegawainya di sebuah pesta keberhasilan perusahaan pada waktu itu.
Suasana pesta perayaan yang tadinya penuh kegembiraan menjadi dingin mencekam seperti telah muncul lubang hitam dadakan di sana. Dan setelah itu Kyuubi memecat pegawai itu dan membubarkan pestanya.
Tak lupa ia juga memotong semua gaji pegawainya tanpa pandang bulu sebesar 50 persen dengan alasan keteledoran dan kelalaian yang dapat merusak moodnya menjadi hancur yang bisa menimbulkan ia terkena serangan jantung. Yang mana secara tak langsung bisa dikatakan sebagai percobaan melakukan tindak pembunuhan berencana, seperti yang dikutip dari Matatabi, pengacara keluarga dan pribadinya, sekaligus merupakan bagian dari dewan inti "The Juubi" nya.
Semenjak itu, kini semua pegawainya telah tahu untuk tidak mengucapkan kata terlarang itu. Kalau kau tidak ingin dipecat dan mendengar kata-kata kutukan sekaligus kemarahannya. Yang bisa selamat tanpa luka, cacat fisik maupun mental dari kemarahan Kyuubi hanya lah keluarganya. Yang lainnya mungkin sudah gila, menjadi gelandangan, masuk rumah sakit, atau bahkan sudah tak bernyawa, mengambang di atas sungai atau terbuang di dalam hutan.
Kurasa sudah cukup perkenalan tentang Kyuubi, si "Rubah Merah Manis yang Baik Hati" [#plak itu kata2 bang Itachi bukan Author. Author masih sehat dan gak mau mati cuyy.. ] yang katanya merupakan tambatan hati si "Gagak Buluk Keriput" [#plak lagi.. itu bukan kata Author tapi kata Kyuubi. Jangan kau bunuh diriku yang malang ini bang Tachi.. T_T].
xXx
Kyoto, Jepang..
"Apa ini!!", Kyuubi membanting kertas-kertas file yang ada di depannya dengan nada marah. Tampak aura merah apinya keluar dari tubuhnya. Udara yang tadinya dingin karena AC, kini menjadi panas karena ulah Kyuubi.
"Kertas tuan.." kata Shukaku, sekretaris pribadi Kyuubi dengan santainya dan dengan wajah datarnya. Shukaku adalah satu dari sedikit orang yang bisa tahan untuk berada di dekat Kyuubi ketika ia mengalami mood yang benar-benar buruk.
"Ini apa!!!" kata Kyuubi lagi. Mengulanginya dengan nada yang lebih marah dari sebelumnya.
"Kertas tuan.." jawab Shukaku sama seperti sebelumnya, santai dan datar.
"Aku tahu ini kertas, Bodoh!! Kau kira aku ini idiot apa!!?"
"Aku tidak mengatakan kalau anda idiot tuan, tuan sendiri yang mengatakannya."
"Arrggg.. Dasar sekretaris tidak berguna. Kau hanya membuatku makin marah saja!!"
"Terima kasih atas pujiannya tuan, itu memang sudah pekerjaan saya. Kalau perlu, beri tambahan bonus kenaikan gaji tuan, bukan hanya pujian."
"Aku tidak sedang memujimu, Dasar Buntelan Pasir!!!"
"Bagus lah kalau begitu Tuan, aku senang mendengar nya. Aku memang tak minta pujian, yang aku minta hanyalah kenaikan gaji saja."
Brakkk..
Meja yang ada di depan Kyuubi terbelah menjadi dua karena gebrakannya.
"Kau Shukaku, mau aku kembalikan dirimu ke padang pasir??" kata Kyuubi dengan nada manis menyeramkannya, sambil menunjuk ke wajah sekretarisnya.
"Tak perlu tuan, kalau aku mau pulang, aku bisa pulang sendiri. Tak perlu tuan repot-repot mengantarkan saya."
"Pergi kau dari ruanganku!! Dasar Buntelan Pasir tak berguna!!? Arggg!!!" beruntung Shukaku adalah satu dari 8 dewan intinya. Kalau tidak sudah Kyuubi bunuh dari dulu.
"Terima kasih tuan sudah mau memberi saya waktu istirahat. Jika tuan ada perlu yang bisa saya bantu, tinggal panggil saya saja tuan." kata Shukaku dengan santai berjalan keluar dari ruangan bosnya.
Seketika Shukaku keluar dari ruangannya. Kyuubi pun dengan ganas mengobrak-abrik seluruh ruang kerjanya. Dibantingkannya, dipecahkannya, dirusakannya seluruh benda dan barang-barang yang ada di sana, sampai ruang yang tadinya rapi terorganisir menjadi seperti kapal pecah.
Berani-beraninya itu "Uchiha Pantat Ayam Adik si Gagak Buluk Keriput" menikahi adik satu-satunya yang ia sayangi dan miliki. Fuck this!! When this shit happen!!? Bukan cuma Uchiha saja yang setuju atas pernikahan mereka ini. Tapi ibu dan ayahnya juga setuju. Kakek dan Neneknya, Hashirama dan Mito serta Jiraiya dan Tsunade juga setuju. Apa ini yang dinamakan kudeta?? Atau canibalisme??
Dilihatnya sekali lagi file yang ada di hadapannya. Terpampang jelas tercantum tandatangan lengkap mulai dari ayah ibunya, kakek neneknya dan juga dari Naru-chan adik manisnya. Bahkan Naruto setuju akan hal ini.
Entah ia tak tahu siapa yang telah merasuki adiknya itu. Bahkan siapa yang telah berani-beraninya merasuki seluruh keluarganya hingga mereka mau menandatangani surat keji ini. Dan yang kurang hanyalah tanda tangannya saja.
Jangan kira aku akan menandatangani surat kematian ini. Huft.. Walau adiknya dan keluarganya telah terasuki setan???, tapi tidak dengan dirinya.
Kyuubi segera mengambil korek yang ada di bawah laci meja terbelah duanya, yang biasa ia gunakan untuk membakar gambar gagak-gagak yang entah siapa selalu mengiriminya di setiap malam Jumat kliwon.
Tapi sebelum ia berhasil meraih laci meja itu, pintu ruangannya kembali terbuka. Dan masuklah sosok perempuan bermata ungu dan berambut merah panjang.
"Astaga Kyuu-chan, apa yang kau lakukan pada ruang kerja mu!!?"
"Ibu!?? Knapa ibu datang kemari??" Kyuubi kaget melihat kedatangan ibunya yang tiba-tiba.
"Jangan kau mengalihkan perkataan ibu Kurama Namikaze!!" ujar ibunya marah. Yang bisa mengalahkan kemarahan Kyuubi adalah tentu saja kemarahan ibunya.
"Hahaha.. Ibu.. Dapatkah ibu melihat, aku hanya bosan dengan interior yang ada di ruangan ini. Sudah kuno dan patut untuk segera diganti. Makanya aku merusaknya agar nanti lebih mudah untuk dibersihkan dan diangkut keluar.
Liat meja itu, liat juga lemari dan sofa itu. Kalau tidak aku bagi-bagi menjadi potongan dan pecahan yang kecil-kecil, butuh banyak orang untuk bisa mengangkutnya.
Aku kan bos yang baik, jadi aku tak menginginkan karyawanku mengalami kesusahan ketika mengangkut barang-barang keluar. Jadinya aku bantu mereka dengan cara yang seperti ini. Aku memang anak yang baik kan bu?? Mau mengerti kesusahan karyawannya??"
"Ohh jadi begitu. Kau memang bos yang teladan. Tak ada bos sepertimu di dunia ini selain dirimu. Ayahmu dan Naru-chan saja tak seperti itu kepada karyawan mereka."
"Hahaha Ibu bisa saja. Oh ya bukannya aku tak senang atas kedatangan ibu. Tapi mengapa ibu datang kemari?? Ada sesuatu yang penting kah??"
"Ahhh.. Ya tentu saja Kyuu-chan. Kau baru saja mengingatkan ku. Kau sudah dapat kiriman berkas filenya kan??"
Belum Kyuubi menjawab pertanyaan ibunya itu, ibunya sudah melihat kertas yang kini tengah di pegang oleh anak merahnya itu.
"Ahh rupanya sudah. Ibu ingin kau segera menandatanganinya. Sehingga ibu dan Mikoto-chan segera mempersiapkan acara perayaannya. Walau Naru-chan dan Sasuke tidak menginginkan adanya perayaan, tapi sebagai orang tua tentunya kami tidak setuju akan hal itu. Mengingat ini juga adalah perayaan bersatunya antara klan kita dengan klan Uchiha. Ahhhh sudah lama aku dan Mikoto menginginkan besanan bersama. Akhirnya bisa terwujud juga." Kata ibunya dengan panjang lebar dan antusias, dapat dilihat mata ibunya yang sparkling karenanya.
Hal serupa tidak terjadi dengan Kyuubi. Ia seperti merasa tengah berada di kutub selatan, jatuh ke laut dinginnya dan membeku disana.
"Hai Kyuu-chan mengapa kau diam saja??" kata ibunya yang melihat Kyuubi diam saja di hadapannya, matanya pun tak berkedip.
Ibunya pun melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Kyuubi, belum ada reaksi, ia pun meraih pundak Kyuubi dan kemudian menggoncang-goncangkan tubuhnya.
Masih belum ada reaksi, ibunya, Kushina Namikaze menarik napasnya dalam-dalam dan mengeluarkan..
"Kurama Uzumaki Namikaze!!! JIKA KAU TAK SEGERA MENANDATANGANI KERTASNYA, MAKA SEMUA KEBUN APELMU AKAN AKU BAKAR DAN AKU TEBANG SEMUA. KEMUDIAN AKU HANYA TANAMI DENGAN JERUK DAN TOMAT SAJA. KALAU AKU MAU, TAK ADA APEL LAGI DI TANAH BUMI INI. KAU TAHU HUH... KURAMA.. TAK ADA LAGI APEL MERAH MANISMU ITU.. !!!" terdengar suara menggelegar di perusahan Kyoto milik Kurama.
Terdengar pula suara sirene alarm perusahaan yang menyuruh semua karyawan untuk segera evakuasi melakukan penyelamatan diri. Tak ada yang ingin mati di bawah amukan Ibu Merah itu. Tak ada. Mungkin nasib perusahaan ini akan berakhir sama seperti yang berada di Osaka. Yang mana telah hancur berantakan karena adanya sebuah ledakan yang tak tahu pasti dari mana sumbernya berada.
"hehehe.. Iya ibuku yang baik dan ramah. Ini anakmu yang patuh dan berbakti akan segera menandatanganinya." Kyuubi yang akhirnya telah tersadar, dengan berkeringat dingin menandatangani surat yang ada. Tak ada 1 menit semua surat sudah ditandatangani.
"Bagus lah." kata ibunya kemudian, segera pergi keluar dari perusahaan anaknya dan kembali ke Tokyo untuk mengurus semua keperluan yang ada bersama Mikoto, sahabat baiknya yang sudah ia kenal semenjak masih duduk di bangku pra-tk. Sungguh persahabatan yang abadi. -_-
xXx
Sebelumnya..
"Hmm.. Baguslah kalau begitu."
Terdengar suara bosnya yang kemudian mengakhiri teleponnya. Suigetsu hanya ingin menangis darah. Walaupun "Istri Bosnya" itu telah menandatangani semuanya, tapi masih ada satu lagi masalah yang belum terselesaikan. Tandatangan persetujuan dari Kakaknya, Kurama Namikaze, si Kyuubi Kitsune.
"Aha.. !!?" Seperti mendapatkan ide, ia pun kemudian menelepon ibu dari istri bosnya itu. Yang ia dapatkan segera setelah ia datang ke kediaman mereka untuk mendapatkan tandatangan persetujuan pernikahan anaknya dengan bosnya.
Hahaha.. Ada satu orang yang bisa mengalahkan Kurama Namikaze.. Yaitu siapa lagi kalau bukan Ibunda tercintanya Kushina Namikaze.. Hohoho.. Pantas saja bosnya tak perlu mengingatkannya, karena untuk masalah Kyuubi semua tinggal di serahkan pada ibunya. Simple and Easy.
