PS: Di sini mata merah yang dimiliki Sasuke bentuk dan warnanya sama seperti Sharingan yang ada di manga atapun anime. Begitu pula semua karakter yang ada di sini. Mata mereka sama.

x

Mata Merah dalam Uchiha clan di sini fungsinya adalah untuk menunjukkan kalau mereka membenci orang itu atau dapat ditafsirkan pula betapa mereka mencintai orang itu.

Well rasa benci dan cinta memang beda tipis. Hehe.. Apa lagi untuk pasangan Itakyu..

Dan satu lagi.. Jadi jangan salahkan Itachi yang salah menafsirkan arti dari mata merah Sasuke. Karena menurut dirinya, ia selalu menjadi Kakak yang baik hati dan tidak sombong. #plak digamparlu sama Sasuke kau Itachi. Sungguh yang kau katakan semua itu adalah dusta.

xxxxXxxxXxxxx

"Aniki apakah ini akan berhasil?? Kalau dilihat-lihat tak akan berjalan sesuai rencana. Liat rubah merah itu, dari gelagat dan ekspresi wajahnya mana mungkin ia bisa jatuh cinta dan masuk kedalam genggaman cucu [sebenarnya cucu dari cicit keponakan, tapi karena kepanjangan jadinya hanya di singkat cucu saja] gagak kesayanganmu itu??" kata yang lebih muda sambil memegang pinggangnya yang masih terasa sakit karena barusan dimakan oleh orang yang ada di sampingnya itu.

"Aku tak bilang kalau rubah merah bakalan jatuh ke dalam pesonanya, justru malah sebaliknya. Cucu kita yang bakalan jatuh ke dalam pesona yang dimiliki rubah merah itu." kata yang lebih tua, dapat dilihatnya ekspresi wajahnya yang menampilkan kepuasan setelah ia mendapat jatah lebih dari biasanya.

"Haha.. Aku tak yakin.. Aura membunuhnya yang keluar dari cucu gagakmu Aniki, bukan sebaliknya." kata yang lebih muda tak yakin, ia merasa bahwa kakaknya itu bukanlah matchmaker yang tepat untuk kelangsungan masa depan clan mereka.

"Ototou, kau tak ingat apa yang kau bilang 5 tahun sebelumnya??" yang lebih tua mengangkatkan satu alis matanya dan memberikan tatapan yang dapat ditafsirkan seperti ini 'Jika kau tak dapat mengingatnya maka jangan salahkan diriku jika aku 'memakan'mu lagi setelah ini'.

"Ck mana mungkin aku lupa Aniki, walau umurku tak setua umurmu, walau umurku tak semuda tampilan wajah dan bentuk tubuhku, aku masih ingat dengan jelas. Kau yang menyuruhku menjelaskan kepadanya dengan panjang lebar. Dan kau hanya mengkonfirmasikannya hanya dengan satu kata saja. Huft" kata yang lebih muda dengan jengkel, ia tak ingin bagian bawah tubuhnya yang sudah kram dan sakit semua menjadi bertambah buruk lagi, bisa-bisa ia tak akan bisa berjalan seminggu penuh jika hal itu terjadi.

"Kalau begitu Ototou lihat apa yang selanjutnya bakalan terjadi" kata yang lebih tua sedikit kecewa dengan jawaban adiknya itu. Pupus sudah harapan untuk dapat merasakan 'makanan lezat'nya itu lagi.

x

"Muahahahahaha.."

Terdengar suara lepas yang membuat Itachi merasa keheranan. Rasa penasaran nya mengantarkan dirinya kepada sumber yang ingin dibunuhnya.

Dapat ia lihat siluet pria muda berambut merah yang sedang membunuh gagak-gagaknya itu satu persatu. Walau masih berjarak 100 kaki Itachi dengan mata merahnya [selama ini Itachi belum menyadari kalau ia juga bisa bermata merah] dapat melihat semua yang telah dilakukan oleh pria berambut merah itu dengan sangat jelas dan mendetail. Di cengkramnya gagaknya itu olehnya, di bantingnya gagaknya itu olehnya, di injaknya gagaknya itu olehnya dan di robek-robeknya gagak-gagaknya itu olehnya.

Dia terus berjalan mendekat, kira-kira setelah berjarak 10 kaki pria berambut merah itu akhirnya menyadari kedatangannya. Dan dari 500 burung gagak hanya tinggal satu ekor burung yang masih hidup. Itu saja sudah ada di dalam genggaman tangan pria rambut merah itu. Ia pun mengeluarkan aura yang paling mematikannya dan memberikan tatapan membunuhnya itu kepada sesosok pria merah yang kini telah bersimbah oleh darah.

Tapi apa yang dia lihat sungguh membuatnya takjub, bukan takut yang ditampilkannya tapi malah tatapan yang sangat mirip dengan adiknya ketika adiknya itu dalam mode romantisnya. Dapat ia lihat mata pria berambut merah itu yang berubah merah seperti adiknya. Walau tidak sama persis karena dia yakin pria itu bukanlah keturunan Uchiha, tapi berwarna merah dan bentuknya sama seperti mata kucing.

Wahh ternyata dia juga terpincut hatinya karena ketampanan dirinya. Dan jika melihat dari mata merahnya itu rasanya perasaan cintanya hanya beda tipis dengan apa yang dirasakan oleh adik tercintanya itu kepada dirinya. Tidak seperti perasaan para penggemarnya yang selama ini masih saja setingkat kelas rendahan, tapi pria berambut merah itu sudah setara dengan adiknya hanya dalam satu kali tatap saja. Sungguh benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan hal itu membuat dirinya merasakan takjub, aneh, tersanjung sekaligus terkagum-kagum.

"Apa!! Kau liat apa Keriput Buluk!! Singkirkan mata merah jelekmu itu dari hadapanku atau aku akan mencongkelnya dengan kedua tangan kosong ku ini."

"What?? aku juga bermata merah??" Pikir Itachi bingung, selama ini hanya adiknya saja yang bisa bermata merah jika ia sedang bermain kejar-kejaran dengannya. Dan dirinya selama ini belum pernah bermata merah sekalipun ia begitu sangat menyayagi keluarganya itu. Apa yang berbeda ya??

Tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh pemuda merah itu, ia pun kemudian berkaca tanpa sepengetahuan orang yang ada di hadapannya. Untungnya ia selalu membawa cermin mini yang selalu ada di pakaian yang dipakainya itu. Dan yang dilihatnya membuat ia merasakan terkejut untuk kedua kalinya. Ia memang benar-benar telah jatuh cinta.

Tapi yang pria merah itu telah lakukan adalah suatu hal yang tak bisa dimaafkan.

"Kau membunuh Gagak-gagakku" kata Itachi dengan singkat dan sedatar mungkin. Ia harus mencari cara lain untuk menghukum rubah merahnya itu. Mengingat ia tak bisa lagi untuk membunuhnya. Apa mungkin ini yang dimaksud oleh kedua Kakek Moyangnya ya?? Ini kah takdir benang merah itu?? Dengan hati yang berdebar dan dada yang bergembira ia pun memutuskan,

Mulai detik ini dirinya si Sulung Uchiha tak akan melepaskan pemuda berambut merah yang detik tadi telah diberikan nama julukan baru olehnya 'si rubah merah tambatan hati'nya.

Ketika Itachi sedang sibuk memikirkan apa yang akan dilakukannya untuk menghukum rubah merahnya itu, Kyuubi 'si rubah merah' malah terus berbicara dengan panjang lebarnya. Yang tadinya hanya ingin menjawab perkataan Itachi malah jadi curhat. Kyuubi pun malah mencurahkan apa isi hatinya itu. Tak peduli jika orang yang ada di hadapannya itu mendengarkannya atau tidak.

"Jadi ini salah ku begitu?? Kau tak lihat jika mereka sebelumnya menyerangku hei Raja Gagak Buluk!! Dasar Keriput tak tahu diri, kau tak ajari mereka sopan santun dan tata krama ya?? Seenaknya saja main serang orang. Setidaknya tanya dulu mengenai kebenarannya. Don't be a jerk with torture first asking question later!! You Dumb Crow!!"

Dan itachi yang mendengar semua omelan Rubah Merahnya hanya mengedip-ngedipkan matanya tanda ia tak mengerti. Tak berapa lama setelah ia mengatakan ucapannya itu Rubah merahnya itu pun tampaknya seperti teringat akan sesuatu.

Burung gagak terakhir milik Itachi yang masih hidup itu pun dilepaskan oleh si Rubah Merah. Yang tadinya ia berdiri menjadi duduk menangis. Dapat dilihat kini tambatan hatinya yang menatap ke arahnya dengan tatapan mata yang berkaca-kaca.

"Lagi pula aku tak bersalah okey, mereka-" kata Rubah merahnya sambil menunjuk satu-satu apel merah yang berada di sana, "mereka saja yang main selingkuh. Aku orang yang tak bersalah. Aku bukan pelakor yang merusak hubungan orang. Mereka saja juga berbohong kepadaku, mengatakan kalau mereka semua single. Dan otomatis aku memilih mereka untuk aku ajak berkencan. Tak tahu kalau mereka sebenarnya sudah mempunyai seseorang dan tambatan hati mereka. Dan aku mungkin hanya sebagi pemuas hasrat mereka saja."

"Aku juga Korban okey.. Aku hanya membela diri.. Huhuhuhu.. Dasar apel sialan!! Dasar apel-apel busuk!! Dasar Gagak-Gagak Buluk!! Beraninya mereka main selingkuh dan menyerang orang yang tak bersalh. Kalau tidak kan aku tidak bakalan jadi korban. Dianggap pelakor dan kambing hitam lagi." Kata Rubah Merahnya itu sesenggukan sambil sekali-kali mengusap airmatanya yang jatuh mengalir di pipinya itu.

Melihat ekspresi Rubah Merahnya yang menangis, Itachi pun tidak tahan lagi. Ia pun berjalan mendekat ke arah tambatan hatinya itu. Sungguh kalau bukan karena gagak-gagaknya yang lepas itu, mungkin ia tak akan pernah menemukan apa yang selama ini ia cari.

"Sudah cukup kau mendeklarasikan rasa cintamu kepadaku. Tak perlu kau menjelaskan apa yang telah terjadi sebelumnya. Yang lalu biarlah berlalu. Kini saatnya diriku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.." kata Itachi.

Tak menghiraukan ekspresi terkejut dari lawan bicaranya, Itachi pun menarik nafas dalam-dalam untuk apa yang ingin dia ucapkan kepada Rubah Merah Manis yang telah ada di hadapannya itu. Ia telah lama menunggu momen ini tiba. Dan inilah saat yang paling dinantikannya.

#tbc