"Sudah cukup kau mendeklarasikan rasa cintamu kepadaku. Tak perlu kau menjelaskan apa yang telah terjadi sebelumnya. Yang lalu biarlah berlalu. Kini saatnya diriku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.." kata Keriput yang ada di depannya itu.

Ni orang gila atau memang minta di hajar?? Pikir Kyuubi bingung. Sapa coba yang mengatakan cinta. Dia curhat tau.. Curhat.. Dia lagi patah hati bukannya malah jatuh cinta. Apa lagi untuk sesosok orang dengan keriput tak jelasnya itu.

Baru kali ini Kyuubi mengolok-olok seseorang dan tidak mempan. Ia telah menyebutnya keriput gagak buluk pun, orang yang di depannya ini juga biasa-biasa saja. Seakan gagak dan keriputnya itu adalah memang sebuah anugrah..

Belum sempat Kyuubi menjawab, bang abang yang ada di depannya itu pun malah memegang satu tangan kanannya dan mengecup manis jari-jarinya sambil berkata..

"Maafkan kakanda yang telah membuat adinda lama menunggu..

Kakanda sebelumnya memang tak menyadari dimana adinda berada..

Membuat adinda merasakan kesedihan yang begitu mendalam..

Mulai detik ini Kakanda akan selalu berada di sisi adinda..

Bila jarak memisahkan kita.. Maka hati kakanda akan tetap terus bersama adinda..

Dua hati menjadi satu dan itulah aku dengan dirimu.. "

Setelah mengucapkan itu, maka Itachi pun mencium bibir Kyuubi yang masih terdiam dengan bengongnya..

Cup..

Karena melihat rubah merahnya yang tidak berontak sama sekali, ia pun meminta lebih.. Tak cukup kalau hanya satu kecupan saja.. Sarimi aja isi dua.. Setidaknya Itachi tidak harus kalah dengan sarimi.. Keriputnya aja ada dua, setidaknya Itachi harus bisa lebih dari itu.. Lagian prinsip memang harus dijaga.. Dan ia tak boleh kalah atas prinsipnya itu..

Kyuubi yang dari tadi masih memproses apa yang dikatakan oleh gagak buluk di depannya ini, akhirnya tersadar setelah mendapatkan ciuman demi ciuman yang datang dengan bertubi-tubi..

Menonjok bibir yang akan datang lagi dengan indahnya, membuat yang punya bibir jatuh terdorong mundur beberapa meter.

"Ka.. Ka.. Kamu!!!" Kata Kyuubi sambil menunjuk-nunjuk ke arahnya.

"Berani-beraninya KAMU menyentuh bibir KU huhh GAGAK BULUK KERIPUT JELEK..!!! KAU TAK TAHU AKU INI SIAPA HUH!!"

"Rubah Merah Manis Tambatan Hatiku.. Tak perlu di tanya lagi.. tentu saja kakanda tahu siapa diri adinda sesungguhnya.."

"KAKANDA ADINDA!!! WHAT THE HELL IS THIS!!! JANGAN PANGGIL AKU DENGAN NAMA ITU DASAR GAGAK BULUK KERIPUT JELEK TAK TAHU DIRI!! BIKIN MALU-MALU SAJA!!"

Wahhh.. Ternyata diam-diam rubah merahnya malu, adindanya tak mau kalau dirinya menyebutnya 'adinda' ketika tidak sedang sendirian. Kalau di pikir-pikir memang ada benarnya sih.. Akan jauh lebih romantis jika dirinya dan adindanya hanya berduaan saja.. Apalagi berduaan di dalam kamar.. Hmmm..

"Ohh okey Rubah Manis, sungguh saran yang bagus."

"Saran saran pala lu peang!! Aku mengatai-ngatai mu KERIPUT TAK PUNYA OTAK!!"

"Well, keriputku memang tak punya otak.. Jadi itu memang benar dan bukan sebuah olok-olokan.."

"Kamu.. Dasar Keriput Jelek!!"

"Memang keriputku jelek rubah manis, kalau dia lebih tampan dariku kau malah yang akan jatuh cinta kepadanya bukan kepada diriku ini.."

"You!!! You.."

Kyuubi bingung mau menghina apa lagi..

Klau ia menyebutnya gagak buluk pun ia pasti akan mengatakan hal yang sama dengan rileksnya. Ni orang memang tak bisa marah ya?? Kemana tadi perginya aura membunuhnya itu huh?? Pergi kemana hah?? Pergi kehempas angin?? Atau mati tertelan bumi??

"Kamu!! Bukannya kamu tadi ingin membunuhku huh?? Karena telah membunuh gagak-gagakmu itu?? Kenapa sekarang berubah?? Aku ingin dirimu yang sebelumnya.. Bukan yang sekarang.."

"Sebelumnya memang aku akui diriku ingin membunuhmu, tapi kurasa membunuhmu bukan hukuman yang tepat untukmu.. Mengingat kau adalah pemilik hatiku. Jadi membunuh bukan lagi sebuah hukuman, melainkan hanya akan berakhir menjadi sebuah tragedi.."

Tragedi kau bilang.. Ini sudah tragedi tahu!!, pikir Kyuubi dalam hati, rasanya ingin dia mati bunuh diri saja.

"Oleh karena itu aku memutuskan untuk tidak membunuhmu tapi untuk memakanmu saja, lagi dan lagi.. memakanmu akan jauh lebih nikmat rasanya untuk kita berdua.. Bukan kah begitu hei Rubah Manisku?? Ayo sini mendekatlah pada kakanda, adinda ku tercinta.." Kata Itachi kemudian sambil membukakan kedua belah tangannya. Matanya memicing penuh ketertarikan dan dapat dilihatnya air liurnya menetes.

"Noo... NO WAY IN HELL!!" kata Kyuubi berteriak dan kemudian pergi berlari.

"Hei, jangan lari Rubah Manis.. Tak perlu kamu malu-malu dan merasa takut. Aku berjanji akan melakukannya dengan gentle." Itachi pun mengejar Rubah merahnya itu.

Maka terjadilah kejar-kejaran antara Rubah Merah dan Keriput Buluknya..

Aku berharap Sasuke tidak akan cemburu jika aku mengejar seseorang, hanya satu pikiran itu lah yang ada di pikiran Itachi ketika ia mengejar Rubah Merahnya itu.

Kyuubi pun berlari, di tengah pelariannya ia juga menelepon seseorang..

"Moshi-moshi Kyuuni.."

"Naru-chan.."

"Ehh iya?? Ada apa kakak?? Kenapa suaranya tidak jelas?? Apa kakak ada masalah??"

"Haha masalah?? Tentu saja tidak, kakakmu yang hebat ini tak akan pernah tertimpa masalah. Hanya saja aku ingin kamu mengingat akan sesuatu okey??"

Yang di seberang sana pun hanya menganggukan kepalanya. Tapi untung Kyuubi peka akan hal yang biasa di lakukan oleh adiknya itu.

"Pokoknya kamu harus berhati-hati jika kau pergi ke kota Tokyo Naru-chan. Di sini berbahaya. Ada banyak binatang buas. Sekarang ini kakakmu lagi menghindari bahaya itu."

"Ehhmm bahaya apa Kyuuni??"

"Bahaya Gagak Buluk!! Kau tahu Naru-chan kakakmu ini tadi sudah berhasil membunuh ratusan burung-burung gagak, hebat kan aku!! Tapi kemudian Big Boss nya datang Naru-chan. Dan sekarang aku lagi di kejar olehnya."

"Huhh Kyuuni tidak apa-apa kan tapian??"

"Tentu saja tidak Naru-chan, aku hanya meminta kamu untuk mengingat-ingat ini ketika kau berada di Tokyo. Jangan sampai kau menerima kesialan seperti diriku. Ingat itu ya Naru-chan.."

"Ohh okey aku akan mengingatnya Kyuu-ni, kakak tak perlu merasa khawatir."

"Okey aku menyayangimu Naru-chan"

"Aku juga Kyuu-ni.."

Kyuubi pun menutup teleponnya, ia pun kemudian menengok kebelakang dan melihat bahwa Gagak Keriput itu masih mengejarnya.

Setidaknya ia telah mengucapkan selamat tinggalnya kepada adik tercintanya jika ia tidak dapat hidup untuk ke esokan harinya.

"Aku menyerah okey.. Aku menyerah.. Tak tahu sapa yang mengurus ini semua tapi aku menyerah.." Kata Kyuubi sambil melambai-lambaikan tangannya ke segala arah, jikalau ada kamera tersembunyi di sana. Dan berharap ini adalah settingan acara horror show dengan burung gagaknya dan big boss gagaknya yang menguji seberapa besar nyali dirinya itu.

Jauh di seberang sana..

Iruka, aku baru dapat pesan dari Kyuu-ni

Pesan apa tuan??

Kyuu-ni berkata kalau aku harus berhati-hati pada binatang buas jika aku berada di Kota Tokyo, tapi aku kan tidak sedang berada di Kota Tokyo. Yang sedang berada di Kota Tokyo kan Kyuu-ni. Jadi apa maksudnya ya??

Apa mungkin itu dimaksudkan selain untuk dirimu juga untuk dirinya Tuan Muda, kurasa Kurama-sama telah menyesal datang ke sana.

Ahhh kau benar sekali Iruka, hari ini hari apa Iruka-san??

Melihat kalender yang ada di layar hpnya Iruka menjawab,

Hari ini hari Kamis tuan, tepatnya malam Jumat Kliwon kalau kita melihat dari kalender Jawa Tuan Muda.

Ohh oke, tolong setiap malam jumat kliwon kirim kertas-kertas bergambar yang ada kaitannya dengan Gagak ke kantor di mana kakakku berada. Setiap 2 bulan sekali kirimkan robot gagak, setiap 3 bulan sekali kirim kan burung gagak sungguhan. Setiap 6 bulan sekali kirimkan seluruhnya. Tapi usahakan untuk selalu jatuh di hari yang sama.

Ba- baik tuan muda akan saya laksanakan.Iruka yang bingung akan perintah tuannya hanya bisa menuruti apa yang tuan mudanya minta.

Dan tolong rahasiakan ini semua Iruka, jangan sampai kakak ku tahu siapa pengirim yang sebenarnya.

Naruto tak ingin perbuatan baiknya itu diketahui oleh kakaknya.

Baik Tuan.

Iruka pun pergi meninggalkan kantor kerjanya dan bersiap mengurus semua yang perlu di lakukan. Semakin ia cepat menyelesaikannya maka semakin cepat pula ia bisa kembali ke sisi tuan mudanya.

Sebagai adik yang baik dan penurut, dirinya akan mengingatkan Kyuu-ni juga. Aku tidak akan membuat lupa hari dimana kakaknya bertemu dengan Gagak Buluknya itu. Kalau kakaknya tidak lupa maka dirinya pun juga tidak bakalan lupa, mengingat selama ini kakaknya lah yang selalu mengingatkan dirinya akan sesuatu hal yang selalu terlupakan oleh pikiran dan otak 'pintar'nya itu, pikir Naruto dengan 'bijaksana'nya.

x

#tbc

Akhirnya kalian tahu juga siapa pengirim rahasia burung-burung gagak yang selalu datang di setiap malam jumat kliwon.. Wkwkwkwk..