A/n: Chapt lalu ada banyak kesalahan, pertama, marga Jungkook Min bukan Jeon, terima kasih sudah mengingatkan saya. Kedua, rambut Yoongi dan Jimin salah tulis, awalnya ada tulisan rambut Yoongi mint, kemudian blonde. Jimin juga salah. Sebenarnya rambut Yoongi kuning pirang sementara Jimin cokelat atau brunette. Saya mohon maaf atas kesalahan-kesalahan tersebut. Saya akan lebih teliti lagi. Terima kasih.
:::
"Hyung! Mau tahu rahasiaku?"
"Ngga-"
"AKU MENCINTAIMU!"
:
:
"… Heh?"
:
:
My Secret
.
A BTS Fanfic
.
MinYoon/YoonMin
.
©Siwgr3
.
Main Cast: Park Jimin/Min Yoongi
.
Other Cast: BTS Members, Yoonji, Other
.
Pair: MinYoon/YoonMin, Bott!Suga, Uke!Suga
.
Genre: Romance, Fluffy (Hopefuly)
.
Rated: T
.
Warn:Producer!Yoongi, Colleger!Jimin, Crossdress at the later chapter, Full of cursing, Time Skip(5 years), newbie author
Yoongi baru saja masuk ke studio, saat Hoseok dan Namjoon mendekatinya dengan wajah anak anjing yang tertendang mereka.
"Hyuung…"
Yoongi memasang wajah dinginnya dan terus melanjutkan langkahnya. Dia sudah punya banyak hal yang membuatnya badmood hari ini –salahkan Park Jimin itu. Jadi Yoongi sudah malas berurusan dengan Namjoon dan Hoseok.
Tapi Namjoon menahan lengannya, seakan tidak peka dengan kemurkaan Min Yoongi. Yoongi berbalik hendak mendamprat Namjoon, namun aksinya terhenti karena suguhan wajah penuh dosa Namjoon dan wajah menangis Hoseok yang lengkap dengan ingus melernya.
Ahh… Yoongi masih punya hati.
"Hyuung… maafkan kami… jebal… kami tidak sengaja…" rengek Hoseok sambil meraih lengan Yoongi yang satu lagi.
"Iya, hyung. Maaf…" sahut Namjoon masih dengan wajah seakan semua koleksi pornonya tanpa sengaja terhapus. Penuh kesedihan.
"Kami akan membantumu membuat ulang, hyung… makanya… SROOOT" Hoseok menyeka ingusnya di lengan baju Yoongi. "Tolong maafkan kami."
Yoongi benar-benar tidak yakin apa Hoseok benar-benar tulus meminta maaf atau hanya sedang mengibarkan bendera perang padanya.
Yoongi menendang tulang kering Hoseok tidak terlalu keras –tapi sanggup membuat sahabatnya itu memekik, kemudian melirik Namjoon yang sudah berwajah pucat pasi.
Yoongi memandangnya lama –membuat Namjoon berkeringat dingin, sampai akhirnya Yoongi berdecih. "Ahh… arraseo."
Namjoon dan Hoseok terbelalak.
"Lepas." Yoongi menepis tangan Namjoon yang sedari tadi bersarang di lengannya. Dia lalu melangkah untuk duduk di kursi produsernya, mengalungkan headphonenya di leher, sembari menatap kedua orang itu. "Jadi kalian hanya akan berdiri di situ seperti orang idiot, atau ke sini membantuku membuat ulang lagu yang kalian hilangkan itu?"
Hoseok dan Namjoon tampak blank sebentar, sebelum senyum cerah mengembang di wajah mereka. Mereka segera melompat dan memeluk Yoongi dengan seruan-seruan gembira.
Yoongi yang tak siap dengan serangan mendadak itu hanya mengerang karena pipi Namjoon yang menempel di pipinya, dan ingus Hoseok yang mengotori lehernya.
"… Aku hanya tak ingin kau menyesal, hyung. Mereka teman-teman yang baik."
Kata-kata Jungkook kembali terngiang. Yoongi mendengus.
Diam-diam tersenyum.
'… Mungkin terlalu baik untuk orang sepertiku.'
:
:
Jimin memandangi layar ponselnya.
JiminJiminJam: "Selamat pagi, Yoonji~!^^"
JiminJiminJam: *stiker hati*
JiminJiminJam: "Yoonji~! Bangun~! Sekolah~!"
JiminJiminJam: *stiker kucing dengan mata hati*
JiminJiminJam: "Yoonjiiii?"
JiminJiminJam: "Yoonji?"
JiminJiminJam: "Telaaaaaattttt"
JiminJiminJam: "YOOONJIIIIIII! KAMU TELAAAATTT!"
JiminJiminJam: "Balas…TT"
JiminJiminJam: *stiker koala menangis dengan ingus meler*
JiminJiminJam: "Ah maaf kau tidak suka stiker ini 'kan"
JiminJiminJam: *stiker kumamon menangis sambil menggigit sapu tangan*
JiminJiminJam: "Yoonji"
JiminJiminJam: "TT"
Jimin masih memandanginya. Lebih tepatnya tulisan di samping pesan-pesannya.
Read
Sejak tadi pagi. TADI PAGI!
Rasanya pahit dan sakit hati Jimin. Ini Yoonji jelas-jelas sudah membaca pesannya, tapi tidak membalas sama sekali. Apa Yoonji sedang memakai taktik sok jual mahal? Tapi saat bertemu Yoonji tidak terlihat seperti itu… Yoonji terlihat baik dan perhatian… ramah manis…
Ah…
Apa Jimin yang terlalu agresif? Tapi kalau pedekate 'kan wajar saja…
Semuanya adil dalam cinta dan Yoonji. –Jimin 2k17
Apa mungkin Yoonjinya hanya sedang sibuk ya? Tapi… apa salahnya membalas pesan Jimin? Ralat, apa salahnya membalas pesan dari namja setampan dan seseksi Jimin? Oh ayolah! Ada banyak yeoja yang menginginkan posisi Yoonji saat ini!
"-Min."
Bahkan Jimin sudah menghapus kontak semua mantannya! Karena dia ingin menunjukan kesungguhannya dalam mencintai Yoonji! Kenapa Yoonji tidak mempercayainya?! Bagaimana Jimin bisa membuktikan cintanya?!
"-K Jimin!"
Apa perlu Jimin ke sekolah Yoonji, berteriak "YOONJI SARANGHAE!" di depan kelasnya, lalu merobek baju(untuk taktik abs andalannya), dan melempar kelopak-kelopak mawar ke wajah Yoonji?! PERLUKAH?! KARENA KALAU IYA, JIMIN AKAN KE SANA SEKARANG JUGA DAN-
PLETAK
"AAUH!" Jimin memegangi kepalanya yang ditabok. Saat mendongak, dia mendapati dosen matkul tari kontemporernya, Eunhyuk songsaengnim, melotot ke arahnya. Seketika Jimin menegak salivanya kasar.
"A-ah… songsaengnim…"
Dosennya itu sudah memasang wajah murkanya. "Asyik sekali ya. Saat saya capek-capek ngomong depan kelas, kau malah asyik main hp."
"A-animnida, songsaengni-"
"Keluar."
-MY-
Hoseok memandang bosan Namjoon dan Yoongi yang sedang sibuk mendebatkan nada mana yang lebih tepat untuk lagu yang sedang –berusaha– mereka pulihkan.
"Nadanya begini!"
"Tapi, hyung! Aku masih ingat saat seminggu lalu kau memperdengarkannya padaku! Nadanya bukan seperti itu!" balas Namjoon frustasi.
"Yak! Tahu apa kau!? Ini laguku!" bentak Yoongi kesal.
Namjoon memasang wajah seriusnya. "Aku sedang membantumu memulihkan lagumu! Dan sebagai sahabat yang baik, aku tidak mau kau salah jalan! Lagumu yang dulu tidak seperti ini! Nadamu salah!"
"GARA-GARA SIAPA COBA!? KALIAN MENGHILANGKANNYA!" jerit Yoongi gemas.
Kedua sahabatnya itu masih bertengkar 'kecil' sementara Hoseok duduk manis di sofa di belakang mereka. Tadi dia mencoba bergabung, tapi hanya karena Hoseok melakukan 'beberapa' kesalahan 'kecil', dia langsung diusir kedua sahabatnya itu.
Menyebalkan.
Perhatian Hoseok kemudian teralih pada ponsel Yoongi yang tergeletak tak jauh darinya. Diraihnya ponsel yang tak pernah dipassword itu, hanya berniat iseng. Dia membuka galeri foto Yoongi.
Kumamon
Foto Yoonji
Kumamon
Bola basket
Piano
Foto Yoonji
Kumamon
Tempat tidur –wtf
Dan kumamon
Dan lebih banyak kumamon
Obsesi hyungnya ini pada Kumamon rupanya tak pernah lekang oleh umur.
Merasa bosan karena hanya menjumpai Kumamon di galeri Yoongi, Hoseok membuka aplikasi Line. Hoseok tahu resikonya jika sampai ketahuan. Tapi hey! Hoseok bisa lolos dengan mudah! Yoongi tak pernah bisa benar-benar marah padanya.
… Well, kecuali kecelakaan menghilangkan lagu milik Yoongi kemarin. Hoseok benar-benar ketakutan setengah mati. Yoongi melihat mereka seakan Hoseok dan Namjoon adalah orang paling dibencinya di dunia. Makanya itu terakhir kalinya Hoseok akan bermain-main dengan kertas lagu Yoongi –Ya, sebenarnya hanya dia yang menghilangkan, tapi Namjoon juga kena getahnya karena membantu Hoseok mencarinya.
Itu hal lain. Tapi sekedar membuka pesan Yoongi? Hoseok tinggal memainkan aegyonya, maka Yoongi langsung memaafkannya. Lagipula isi line Yoongi tak pernah menarik. Hanya pesan dari Jungkook menanyakan kapan pulang, atau percakapan berisi gombalan sok perhatian Yoongi kepada Yoonji.
Benar-benar brother complex. Hoseok sampai curiga jangan-jangan sahabatnya ini incest.
Hoseok mengernyit saat melihat pesan Line paling atas Yoongi.
'Jimin?'
Keluarganya? Setahu Hoseok, Yoongi hanya punya dua dongsaeng bernama Jungkook dan Yoonji. Temannya pun hanya Hoseok dan Namjoon. Yoongi juga tidak terlihat seperti orang yang suka bersosialisasi.
'Sepupunya?' Hoseok menebak-nebak.
Karena rasa penasaran yang tinggi, Hoseokpun nekat membuka pesan dari Jimin.
Dia membaca percakapan mereka dan sontak berupaya menahan tawa.
Apa-apaan ini? Yoongi menyamar menjadi Yoonji? Hoseok tidak tahu alasannya, tapi ini benar-benar lucu. Bayangkan, seorang Min Yoongi digombali oleh bocah ingusan tidak jelas!
Ah~ apa ini~?
Yoongi belum membalas pesan terakhir Jimin~!
Dan sebagai sahabat yang baik hati, Hoseok akan dengan senang hati membantu membalasnya~^3^
:
:
Jimin mengacak surainya kesal. Kini dia sedang duduk di kantin, terusir dari kelasnya. "Eunhyuk songsaengnim kejam." Dengusnya. Tangannya meraih gelas berisi es kopinya dan meminumnya dengan hati kesal.
Sial sekali. Dia lupa buat tugas (karena keasyikan pdkt dengan Yoonji tadi malam –walau Yoonji jarang sekali merespon), dikeluarkan dari kelasnya, dan yang paling parah, Yoonji masih cuek padanya!
Oh gusti, inikah hukuman untuk keplayboyan Jimin? Karena kalau benar begitu, Jimin meminta maaf dari hati yang terdalam… makanya… tolong angkat hukuman ini... tolong bukakan pintu hati Yoonji untuk menerimanya…
… Ah, Jimin mulai ngelantur.
LINE~
Jimin melirik ponselnya dan matanya seketika membelalak.
Pesan dari Yoonji! Gusti! Terima kasih karena sudah mencabut hukuman Jimin!
Dengan secepat kilat Jimin menyambar ponselnya dan membuka pesan Yoonji.
KumamonSwag: "Maaf, tadi Yoonji sedang sibuk :)"
Ahhh~! Benarkan? Yoonji-NYA hanya sedang sibuk~! Dan ommo ommo~~! Yoonji-NYA menggunakan emoji! –untuk yang pertama kalinya tanpa diminta Jimin.
Jimin buru-buru membalas pesan Yoonji.
JiminJiminJam: "Ahh~! Maaf kalau aku mengganggumu ya~^^"
Sikap gentle adalah kelemahan yeoja! Jimin membusungkan dada, tanda bangga. Beberapa mahasiswa lain meliriknya, seakan-akan dia orang aneh, tapi Jimin tidak peduli.
KumamonSwag: "Ani~! Yoonji senang kau begitu perhatian pada Yoonji~!*emoticon blushing*"
… Yoonji sedikit(SANGAT) berbeda but whatever! Yang penting Jimin happy!
JiminJiminJam: "Ahh~! Hanya untukmu~~!"
Apa terlalu cheesy? Ya sudahlah. Jimin menekan tombol send.
LINE~
KumamonSwag: "Kyaaa~! Yoonji jadi maluu~~!*emoticon hati merah*"
Jimin memandangi balasan Yoonji. Hmm… Yoonji sudah mulai menjadi yeoja normal rupanya. Sepertinya kemarin dia kasar hanya karena mood buruknya. Ya, pasti begitu! Yoonji hanya sedang badmood kemarin!
Jimin meyakinkan diri sendiri.
KumamonSwag: "Apa Yoonji bisa bertanya sesuatu~?"
JiminJiminJam: "Tentu tentu~!^^ Mau Tanya apa?:D"
KumamonSwag: "Ituuu~~~ ummm~~ hihihi~~~"
Jimin masih menunggu dengan sabar. Tak memperdulikan jeritan hati kecilnya yang terus memperingatkannya bahwa perubahan Yoonji terlalu drastis dan sangat mencurigakan karena mendadak dia jadi yeoja genit yang sok imut.
Dan Yoongi tadi malam sangat jauh dari kata imut!
LINE!
KumamonSwag: "Boleh Yoonji memanggilmu oppa~?"
Jimin memandangi sebaris kalimat itu. Bunyi lonceng surga bisa didengar di sekelilingnya, dan hati kecilnya sudah ditendang keluar karena HELL! YOONJI MAU MEMANGGILNYA OPPA! –padahal kemarin sikapnya kurang ajar meski tahu Jimin lebih tua BUT YOONJI MAU MEMANGGILNYA OPPA!
JiminJiminJam: "YES YES! PLEASEE! PLEASEE!"
Jimin memandangi pesannya. Kentara sekali murahannya. Jimin tidak boleh begini! Dia harus punya harga diri! Jadi dia menghapus sebaris kalimat itu dan menggantinya.
JiminJiminJam: "Tentu saja~! Aku senang kau mau memanggilku oppa~!:3"
JiminJiminJam: *stiker bayi bebek sedang membentuk sayapnya menjadi hati*
KumamonSwag: "Oppa~!"
JiminJiminJam: "Iyaa~?"
KumamonSwag: "Oppaaa~~~!"
JiminJiminJam: "Iyaaaa~~~?"
Jimin serasa di surga.
KumamonSwag: "Yoonji mau bilang sesuatu…"
Jimin langsung dag-dig-dug.
JiminJiminJam: "Ya~?"
Lama, Jimin menunggui ponselnya itu dengan ekspresi kekhawatiran yang kentara. Apa yang mau Yoonji bilang? Bahwa dia sedang menyukai seseorang? Dan ingin curhat pada Jimin? Begitu?
HELL NO! Dikiranya Jimin tempat konsultasi percintaan apa?!
KumamonSwag: "Akuu…"
Jimin masih sabar.
KumamonSwag: "Sebenarnya akuuu…"
Masih bisa sabar.
KumamonSwag: "Oppa, akuuu…"
Jimin mulai merenung, apa Yoonji sedang berusaha meningkatkan kadar darah tingginya ya?
KumamonSwag: "Aku sebenarnya…"
Jimin mulai bête.
JiminJiminJam: "Ya, Yoonji~? Kamu sebenarnya…?"
Berusaha membuat Yoonji langsung menjawab.
KumamonSwag: "Akuu~…"
"…"
KumamonSwag: "Oppa, sarandahnfknaeiohfoai"
Jimin memandangi pesan yang baru masuk itu.
"… Hah…?"
:
:
Yoongi merengut. Namjoon mengambil alih studionya, mengutak-ngatik musiknya, masih ngotot bahwa nada Yoongi salah.
Akhirnya Yoongi menyerah dan membiarkan Namjoon mengurusnya. Dia berjanji pada dirinya sendiri jika ternyata Namjoon yang salah, maka dia akan langsung memukulnya.
Hmph!
…
… Hmm…
… Hobi tenang sekali setengah jam ini. Padahal biasanya bocah itu tak bisa berdiam diri lebih dari lima menit.
Mencurigakan.
Yoongi menoleh ke belakang secara perlahan dan mendapati dongsaengnya itu sedang asyik memainkan ponselnya sambil tertawa tanpa suara.
Lancang sekali.
Yah, bukan masalah besar sih. Yoongi mendengus. Ponselnya itu tak memiliki satu halpun yang menarik. Galerinya pun tak ada yang baru, hanya foto kumamon yang terus bertambah.
Pesanpun tak ada yang menarik. Hanya pesan dari Jungkook dan Yoonji, atau dari Linenya sendiri. Temannya hanya Namjoon dan Hoseok. Ah ya! Ada Jimin juga, well, Jimin bukan temannya. Dia hanya berpura-pura menjadi Yoonji untuk meladeni bocah ganjen yang sok akrab itu. Jadi bisa dibilang Jimin Cuma kenalannya. Itu saja. Tak ada yang baru.
…
Kedua mata Yoongi membulat.
SHIT!
"JUNG HOSEOK!" Yoongi melompat dari kursinya dan nyaris terbang ke arah Hoseok –yang juga terkejut. Tangannya merampas ponselnya dengan kasar sambil memaki sahabatnya itu.
Dia langsung melihat layar ponselnya dan chatnya dengan Jimin terpampang jelas. Dia mengirim deathglare sekilas pada Hoseok, kemudian membaca pesan-pesan yang dikirimkan sahabatnya itu.
Maniknya semakin membulat. "YAK JUNG F*CKING HOSEOK!" murkanya sambil mencengkram kerah kemeja kotak-kotak merah Hoseok -tak memperdulikan ponselnya yang jatuh ke lantai karena dia lepas. "KAU! KAU F*CKING SH*T! AAAH! AKU AKAN MEMBUNUHMU!"
"GYAAAAAAAAHH! NAMJOOOOOOONNN! TOLOOONG!"
-MY-
"Jadi Jungkook memberikan id-mu pada si Jimin ini karena mencemaskan Yoonji? Dan kau setuju?" Namjoon memastikan.
Yoongi mengangguk, masih dengan wajah murkanya.
Hoseok yang sudah babak belur duduk bersimpuh di lantai, -sok- merenungi kesalahannya.
"Aku berniat membuatnya ilfil… atau setidaknya mengulur waktu sampai Jungkook membereskannya." Yoongi mengacak surainya kesal. "Ahh… dan berkat seseorang, si Jimin ini akan semakin gencar mengejar Yoonji."
Hoseok mempoutkan bibirnya. "Miaaan."
"MIAN GUNDULMU!" Yoongi meledak sambil menghentakkan kakinya murka. "KAU KIRA SEGAMPANG ITU, JUNG HOSEOK?! KAU BENAR-BENAR MINTA KUKULITI!"
Hoseok megap-megap. "A-aku tidak bermaksud begitu, hyuuunggg~!" erangnya memelas.
"PERSETAN! KAU BENAR-BENAR *PIIIP* YANG HARUS DI *PIIIP*!"
Yoongi hendak menjambak rambut Hoseok saking kesalnya, tapi berhasil ditahan Namjoon.
"Sudahlah, hyuuung… maafkan dia." Bujuk Namjoon.
Yoongi menyipitkan matanya yang memang sudah sipit. Mengingat lagi petuah Jungkook.
"… Aku hanya tak ingin kau menyesal, hyung. Mereka teman-teman yang baik."
TEMAN-TEMAN BAIK DARI HONGKONG!
Hoseok yang tidak sadar situasi mencoba beraegyo, berpikir Yoongi akan memaafkannya. Sayang sekali aksinya itu malah seperti menyiram bensin ke api kemarahan Yoongi.
YOONGI SUDAH MUAK DENGAN AEGYO!
Baru saja Yoongi hendak mendamprat Hoseok –lagi, ponselnya berbunyi.
LINE~!
JiminJiminJam: "Yoonji? Kenapa kau tidak membalas pesan oppa? Tadi kamu mau bilang apa? Apa itu sarandahnfknaeiohfoai? Bahasa Jermankah? Apa kau sedang sibuk? Apa kau baik-baik saja? Zodiakmu apa? Kau suka bayam tidak? Tipe yeoja kesukaan oppa itu berambut hitam sebahu, memiliki gummy smile, berkulit putih, dan berinisial 'M.Y.'. Mirip seseorang yah~"
Jangan lupakan stiker beruang kutub putih imut tampak malu-malu.
Apa-apaan bocah ini. Sok-sok ngode segala.
YOONGI MUAK!
KumamonSwag: "Cerewet. Lupakan pesanku yang tadi. Ponselku dibajak. DAN BERHENTILAH MENGIRIM STIKER!"
Send.
Yoongi mendengus memandangi tulisan read di samping pesannya. Sepertinya Jimin shock, buktinya tak ada pesan baru dari namja tukang tebar pesona itu.
Kembali ke Jung Hoseok.
Sadar kembali dipandangi Yoongi, Hoseok segera menunduk. "Maaf, hyung~…" cicitnya.
"Tiada kata maaf bagimu!" murka Yoongi kemudian melompat untuk lanjut menghajar Hoseok.
-MY-
Yoongi baru saja keluar dari studionya. Waktu sudah menunjukan pukul empat sore. Kakinya melangkah cepat menuju rumah –jaraknya tak begitu jauh, hanya sekitar 20 meter dari studionya.
Yang pertama Yoongi lakukan adalah menelepon Jungkook.
"YAK, KOOK! LAKUKAN SESUATU PADA TEMANMU ITU! AKU MALAS MELADENINYA!" semprot Yoongi langsung.
"Ahh~ aku mengerti, hyung~! Jangan khawatir~!"
"JANGAN KHAWATIR YOUR ASS! KALAU KAU LAMA, AKU YANG AKAN MENGURUSNYA!" marah Yoongi lagi, mempercepat langkahnya.
"Ya, hyungku. Hah? Bukan urusanmu."
Lihat dongsaeng manisnya ini. Malah berbicara dengan orang lain saat Yoongi meneleponnya.
"MIN JUNGKOOK!"
"Yaya, hyung. Aku mengerti. Kau sudah mau pulang? Baiklah. Sana pergi."
Yoongi menggeram. "Siapa yang kau ajak bicara?!" marahnya, sudah sampai di depan rumah.
"Hm? Temanku."
Yoongi mengernyit. "Temanmu?" tanyanya sambil meraih handel pintu.
"Park Jimin."
Krieet
Yoongi membuka pintu itu bersamaan dengan Jimin di seberang.
Mereka saling pandang dengan mata melotot. Mulut Yoongi sedikit terbuka, berusaha bersuara, tapi tak ada kata yang keluar.
"… Yoonji…?"
:
:
"Yak, Kookieee~... Kapan Yoonji pulang?" rengek Jimin sambil memainkan pulpennya.
Hari ini dia bermain ke rumah Jungkook, berniat minta maaf secara langsung pada Yoonji karena insiden tadi pagi –sekalian modus.
"Sudah kubilang hari ini dia menginap di rumah temannya." Jawab Jungkook tak acuh, masih serius main game. "Dan berhentilah memanggilku Kookie."
Jimin cemberut. "Lalu ngapain aku ke sini?"
Jungkook mendelik. "… Karena kita ada tugas kelompok…?" jawabnya kesal. "Memangnya kau ada tujuan lain?"
Jimin semakin cemberut. "Percuma kalau tidak ada Yoonji!"
Jungkook memutar matanya jengah. "Pulang saja kalau begitu. Tugas kita sudah selesai kok." Usirnya tak berperasaan.
Jimin mempoutkan bibirnya.
Dring~
Jungkook melirik ponselnya. Telepon dari Yoongi. Dia mengangkatnya.
"Ne, hyung." Jawabnya.
Sejurus kemudian dia sedikit menjauhkan ponselnya. Yoongi memang hobi berteriak.
"Ahh~ aku mengerti, hyung~! Jangan khawatir~!" ujar Jungkook enteng.
Jimin memandanginya. "Siapa? Hyungmu?" tanyanya penasaran. Dia belum pernah bertemu hyungnya Jungkook.
"Ya, hyungku." Jawab Jungkook pendek.
"Kalian bicara apa?" Jimin kepo.
Jungkook merengut tak suka. "Hah? Bukan urusanmu."
Jimin menggembungkan pipinya, kesal dengan penolakan Jungkook.
Jungkook mendengus. "Yaya, hyung. Aku mengerti."
Jimin memandangnya bosan. Tidak tertarik dengan percakapaan Jungkook dengan hyungnya. Kalau memang Yoonji tidak akan pulang hari ini, Jimin sudah tak punya alasan lagi untuk berada di sini. "Kook, aku pulang yah." Katanya sambil berdiri.
Jungkook mengernyit. "Kau sudah mau pulang? Baiklah. Sana pergi."
Jimin mendengus. Padahal tadi Jungkook yang menyuruhnya segera pulang. Ya sudahlah. Dia meraih tasnya kemudian melangkah menuju pintu depan.
Samar Jimin mendengar suara Jungkook.
"Hm? Temanku."
Jimin tersenyum, Jungkook sudah menganggapnya sebagai teman? Ah~ jalan menuju hati Yoonji semakin mulus saja~
Jimin cekikikan seraya memakai sepatunya. Dia lalu meraih handel pintu, dan membukanya bersamaan dengan seseorang. Pintu terbuka, dan Jimin langsung melongo.
Wajah itu…?
"… Yoonji…?"
TBC
Halo, saya kembali!^^ maaf lama.
Sekali lagi saya mohon maaf karena chapt lalu banyak missnyaTwT semoga chapt ini lebih baik dari chapt kemarin.
Jadi MinYoon sudah ketemu, yayy^_^
Ah ya, saya mau tambahin peringatan ya, nanti beberapa chapter lagi akan ada time skip, 5 tahun. Saya sudah buat kerangka ceritanya, tinggal ngetiknya saja…TwT semoga masih ditunggu.
Saya sudah membaca review yang masuk, terima kasih sekali sudah menyukai FF ini, dan terima kasih juga atas pemberitahuan soal kesalahan2 di FF ini, semoga chapt ini bisa bebas dari kesalahanTwT"
Jadi sekali lagi, marga Jungkook adalah Min, rambut Jimin dan Yoongi sesuai cover.
Baiklah, itu saja dulu, terima kasih sudah mau membaca FF ini.
Sekian!^^
-Siwgr3_/11-12-2017/
