"Hyung! Mau tahu rahasiaku?"
"Ngga-"
"AKU MENCINTAIMU!"
:
:
"… Heh?"
:
:
My Secret
.
A BTS Fanfic
.
MinYoon/YoonMin
.
©Siwgr3
.
Main Cast: Park Jimin/Min Yoongi
.
Other Cast: BTS Members, Yoonji, Other
.
Pair: MinYoon/YoonMin, Bott!Suga, Uke!Suga
.
Genre: Romance, Fluffy (Hopefuly), slight angst
.
Rated: T
.
Warn:Producer!Yoongi, Colleger!Jimin, Crossdress at the later chapter, Full of cursing, Time Skip(5 years), newbie author
"Hyung?"
Yoongi tersentak mendengar suara Jungkook. dia mendongak, menemukan dongsaengnya itu menatapnya khawatir.
"Kenapa kau menangis, hyung?"
Yoongi menyeka air matanya kasar. "Ketuk dulu sebelum masuk, bocah!"
Jungkook tak mengindahkan gerutuan Yoongi, dia mendekat kemudian duduk di tepi ranjang Yoongi. "Ada apa, hyung?"
Yoongi melengos, tak mau menjawab.
Jungkook tanpa peringatan merampas ponsel Yoongi dan melompat menjauh. Sebelum Yoongi sempat bereaksi, mata Jungkook sudah jelajatan membaca pesan Yoongi.
"YAK!"
Yoongi menerjang Jungkook dan berusaha merampas ponselnya, sayangnya Jungkook dan roti sobeknya jauh lebih kuat dari tubuh kurang olahraga Yoongi.
"MIN JUNGKOOK!"
Yoongi men-tackle Jungkook dengan tenaga terakhirnya, membuat dirinya dan Jungkook terjungkal ke lantai dengan posisi Yoongi menindih Jungkook.
"Kembalika-"
Brak
"Ahh! Kalian berdua beri-si… k…" suara Yoonji yang membuka kasar pintu kamar Yoongi mengecil. Dia memandangi pemandangan mencurigakan Yoongi dan Jungkook di hadapannya.
Yoongi dan Jungkook menoleh ke arah Yoonji dengan wajah shock. Salah satu lengan Jungkook melingkar mesra di pinggang Yoongi sementara kaki Yoongi terselip di antara kedua kaki kekar Jungkook.
Mereka bertiga saling pandang.
Sampai Yoonji mengangkat ponselnya.
Jepret
"Maaf mengganggu, silahkan lanjutkan~!"
Blam
Yoongi dan Jungkook masih termangu di posisi masing-masing, sampai suara girang Yoonji terdengar.
"Seyoungiyaaa~! Kedua kakakku ternyata incest~! Kyaaa~~! Akan kukirimkan fotonya~~!"
Yoongi segera bangkit dari acara tindih-tindihnya dan melompat ke pintu dengan panik.
"YOONJEEEE! INI TIDAK SEPERTI KELIHATANNYA!"
:
:
Yoongi kembali ke kamarnya dengan sedikit menggerutu. Yoonji mengunci diri di kamar, tak membiarkan Yoongi masuk dan menjelaskan. Dongsaeng cantiknya itu malah sibuk berfangirl ria dengan teman 'Seyoung'nya ini.
Yoongi gigit jari.
Apalagi saat kembali dan menemukan Jungkook tengah duduk bersila di ranjangnya, tampak asyik membaca chatnya dengan Jimin.
Benar-benar lancang.
Tanpa sepatah katapun Yoongi merampas ponselnya dari tangan Jungkook.
"Ahh! Hyuung! Aku masih baca!" rengek Jungkook sambil berusaha merebut kembali ponsel Yoongi.
Yoongi tak peduli. Ini ponselnya. Jungkook tak berhak meski hanya sesentipun.
"Keluar kau!" usir Yoongi sambil menendang kecil Jungkook agar minggir dari ranjangnya.
Tapi Jungkook tak bergeming.
Dasar Jungkook dan roti sobeknya.
Yoongi jadi kepikiran untuk olahraga.
"Chat kalian lumayan banyak juga ya, hyung~!"
Sekarang bocah ini mulai menggodanya.
"Berisik."
Jungkook mengerling. "Rupanya ada yang mulai melembek~~!"
Yoongi mendelik. "Lembek apaan! MINGGIR!"
Jungkook dengan cepat menangkap kaki Yoongi yang tadinya ditujukan untuk wajah tampan Jungkook. "Kenapa kau menangis hyung?"
Kali ini dia berwajah serius.
Yoongi menggigit bibirnya. "… Kau salah lihat."
Jungkook tak bergerak. Masih menatap Yoongi tajam.
Yoongi memalingkan wajahnya. "… Umm… mungkin… aku hanya sedikit cemburu pada Yoonji…"
Jungkook melepas pegangannya dari kaki Yoongi. "Kenapa?"
"Karena Jimin sangat menyukainya…" Yoongi menunduk dengan wajah sedih yang teramat manis bagi Jungkook. "… Tidak ada yang menyukaiku seperti itu…"
"Maksudmu?"
"… Kau tahu… hyung 'kan kasar… tidak ada yeoja yang mau mendekati hyung… hyung tak akan pernah disukai seperti Yoonji…" gumam Yoongi. "Karena Yoonji baik dan menyenangkan… sementara hyung…"
Jungkook berdecih. Dia meraih kedua lengan Yoongi dan menariknya secara paksa hingga membuat Yoongi jatuh terduduk di pangkuan Jungkook.
Sialan, sejak kapan anak ini tumbuh jadi sebesar ini?
"Apa yang kau lakukan…?!" rutuk Yoongi kesal.
Jungkook tersenyum lalu meraih dagu Yoongi, menyejajarkan wajah mereka berdua.
"Kau manis, hyung." Ucap Jungkook, seketika membuat Yoongi geli.
"Aku bukan incest."
Jungkook tertawa renyah. "Aku juga bukan, hyung~! Aku hanya mengatakan apa yang kulihat."
Yoongi masih cemberut.
Jungkook tersenyum simpul. "Kau manis, hyung. Bahkan menurutku kau lebih manis daripada Yoonji." Jemarinya beralih mengusap pipi Yoongi. "Akan ada yang mencintaimu dengan tulus, hyung. Bahkan melebihi rasa suka Jimin pada Yoonji."
"… Ngomong tanpa bukti…" keluh Yoongi sambil mengalihkan pandangannya.
Jungkook tertawa. "Kau bisa pegang kata-kataku hyung~!" dia mengusap surai Yoongi. "Mungkin bukan sekarang, tapi nanti. Pasti akan ada yang mencintaimu. Entah namja atau yeoja."
Yoongi memicingkan matanya. "Aku normal."
Jungkook mengedikkan bahu. "Orang bisa berubah, hyung."
Yoongi menggigit bibirnya. "Arraseo… gomawo…"
Jungkook mengangguk, senang karena berhasil menghibur Yoongi.
"Sekarang lepaskan aku."
Jungkook menggeleng sambil mengeratkan pelukannya. "Shirreo~! Kau empuk, hyung~!"
"Yak! Kau mengataiku gendut?!" murka Yoongi sambil berontak.
Jungkook cengengesan. "Bukan begitu, hyung~! Aku hanya-"
Blam
"Oppa~! Apa masih ada su-s… u…"
Jungkook dan Yoongi menoleh, menemukan Yoonji yang berdiri di ambang pintu, menatap mereka berdua dengan kedua mata membulat.
"…"
Jepret
Blam
Drap drap drap
"SEYOUNG AH~~! KAU TAKKAN PERCAYA DENGAN APA YANG BARU SAJA KULIHAT!"
Hening.
Yoongi masih terpaku di pangkuan Jungkook, sementara Jungkook cekikan.
"… YAK MIN YOONJI!"
:
:
Sudah seharian ini Yoonji tidak membalas pesan Jimin.
Padahal besok mereka kencan.
Apa Yoonji marah karena Jimin memaksa…?
Jimin jadi merasa sedih. Dia sedikit berguling-guling di ranjangnya, sebelum tangannya meraih ponselnya dan mulai membaca chatnya dengan Yoonji.
JiminJiminJam: "Yoonji~!"
JiminJiminJam: "Yoonji apa kabar? *stiker kumamon gembira*"
JiminJiminJam: "Yoonji lagi ngapain?^^"
JiminJiminJam: "Yoonji udah makan belum?^3^"
JiminJiminJam: "Semoga besok cuacanya cerah ya~!"
JiminJiminJam: "Yoonji sudah siap besok?"
JiminJiminJam: "Yoonji nanti kita janjiannya dimana?"
JiminJiminJam: "Yoonji?"
JiminJiminJam: "YOONJI ADA PEMBUNUH DI RUMAHKU! TOLONG AKU!"
Jimin memandangi satu kata yang tertera di samping setiap pesannya.
Read
Yoonji kejam. Ada pembunuh di rumah Jimin juga tidak dia pedulikan?
Jimin sedih. Rasanya mau menangis. Akhirnya dia memutuskan untuk mengetik pesan baru untuk Yoonji.
JiminJiminJam: "Yoonji…?"
JiminJiminJam: "Maaf kalau aku membuatmu marah… jika kau tidak mau juga tidak apa-apa..."
JiminJiminJam: "Tolong balas pesanku…"
Jimin melempar ponselnya ke sembarang arah. Kembali memandang langit-langit kamarnya. Sedikit berguling-guling sebelum kembali ke posisi semula memandang langit-langit.
Apa yang salah…?
Mungkin memang seharusnya dia tidak menyudutkan Jungkook ya… memaksa sahabat(sepihak)nya itu untuk mengiyakan ajakan kencannya dengan Yoonji…
Seharusnya Yoonji menerima tawaran kencannya dengan kemauannya sendiri…
Ah… Jimin pabbo…
Line!
Tangan Jimin secara otomatis menyambar ponselnya. Jimin melotot saat membaca pengirim pesan baru itu.
KumamonSwag: "Kau berisik"
JiminJiminJam: "Yoonjiii~! Akhirnya kau membalas pesanku!T.T"
KumamonSwag: "Besok kita mau kemana memangnya"
JiminJiminJam: "Oh ya! Aku sampai lupa memberitahumu! *stiker koala malu-malu* aku ingin mengajakmu ke taman bermain~!^^"
KumamonSwag: "Tipikal"
Jleb
Jimin tanpa sadar memegangi dadanya –merasa satu kata itu bagaikan jarum yang tepat menusuk jantungnya. Benar juga… kencannya ini biasa sekali… sama saja dengan mantan-mantannya… padahal Yoonji spesial…
… Jimin tidak boleh begini.
JiminJiminJam: "Kalau begitu besok aku akan mengejutkanmu!"
KumamonSwag: "Ha?"
JiminJiminJam: "Akan kuberikan padamu kencan terbaik dalam hidupmu, Yoonjiya! *stiker koala dengan mata berapi* akan kukabari lagi nanti! Adios!"
KumamonSwag: "Hei! Apa maksudmu!"
KumamonSwag: "Park Jimin!"
KumamonSwag: "Aish"
Ya! Jimin sudah bertekad! Dia akan membuat kencan terbaik dalam hidupnya!
"Lihatlah aku, Min Yoonji! Aku akan membuatmu jatuh cinta padaku!"
-MY-
-Hari-H…
"Hissshhh…!"
Yoongi mendesis ke arah Seokjin. Posisinya kini tersudut di sudut kamarnya. Sementara Seokjin tak peduli dan tetap melangkah mendekatinya dengan kedua benda laknat itu di tangannya.
"Jauhkan. Itu. Dariku." Geram Yoongi sambil memasang wajah galak terbaiknya.
Seokjin memutar kedua matanya. "Ayolah, Yoongiya! Kau berkencan! Kau harus tampil cantik!" omelnya sambil melambai-lambaikan high heels putih dan gaun pendek tali spaghetti berwarna merah mudanya.
"Tidak perlu! Misiku 'kan hanya membuatnya ilfil!" tolak Yoongi keras.
Jungkook di samping Seokjin sudah mencak-mencak. "Ayolah, hyung! Kau kehabisan waktu!" ujarnya. "Dan jangan teriak-teriak, hyung! Kau mau Yoonji mendengarmu?"
Yoonji memang sedang di rumah saat ini. Lebih tepatnya di kamarnya.
Yoongi harus berhati-hati saat keluar nanti. Tentu saja membiarkan putri kecilnya itu melihat penampilan yeojanya bukan ide bagus.
… Tunggu, Min Yoongi. bukan itu yang harus kau pikirkan sekarang.
"Jangan coba-coba mengalihkan pikiranku, ya! Aku tidak mau memakai itu!" raung Yoongi kesal.
Seokjin mendengus. "Jungkook, tahan dia."
Yoongi melotot. ENTENG SEKALI SEOKJIN BICARA!
"Baik, hyung~!"
Tanpa ba-bi-bu, Jungkook melompat menerkam Yoongi –membuat namja manis itu menjerit kecil.
Seokjin tersenyum setan.
"Mari kita mulai~!"
"ANDWAEEE!"
:
:
Butuh sekitar sejam bagi Seokjin untuk mendandani Yoongi. Yoongi terus-terusan berontak dalam kekangan Jungkook, dan sungguh Seokjin ingin mencekiknya saat dia menggeleng-gelengkan kepalanya saat hendak dipakaikan make-up.
Oh well, yang penting Yoongi sudah siap sekarang.
Dan Seokjin sangat puas dengan karyanya.
Yoongi terlihat cantik sekali dengan wig hitam sebahu. Wajahnya dibubuhi makeup tipis, blush-on di kedua pipinya dan lipstick berwarna merah muda di bibirnya. Jangan lupakan gaun merah muda dengan tali spaghetti yang membungkus tubuh Yoongi dengan sempurna dan juga high heels putihnya.
Dada Yoongi juga diberi sumpalan agar menyerupai dada Yoonji.
Seokjin merasa hebat.
Sementara Yoongi merasa ternoda.
Dia akan mengingat ini.
"Aku benci kalian." Gerutu Yoongi kesal. Dia duduk di tepi ranjangnya, cemberut dengan kedua lengan yang dilipat di depan dada.
Seokjin mengerling. "Aku juga mencintaimu, Yoongiya~!"
Yoongi mendelik.
"Kau cantik, hyung~! Seandainya kau bukan hyungku, aku pasti sudah mengajakmu kencan~!" puji Jungkook manis. "Jimin sangat beruntung~!"
Yoongi semakin cemberut. "Kalian sama sekali tak membuatku senang!"
Seokjin mengedikkan bahunya. "Sama-sama. Sekarang, pastikan saja kau tidak akan terjatuh. Aku sudah sengaja memilih sepatu yang heelnya tidak tinggi."
"Bagaimana dengan suaraku?"
"Coba tinggikan! Dan bilang saja ke Jimin kalau tenggorokanmu sedang tidak enak." Jawab Jungkook.
Yoongi mendengus. "… Arraseo." Dia mencoba berdiri, dan nyaris terjatuh tapi untungnya segera ditangkap oleh Jungkook.
Seokjin melihat jam. "Yoongi! kau hampir terlambat! Ayo cepat!"
Yoongi dengan tertatih-tatih melangkah keluar kamar dengan lengan Jungkook yang melingkari bahunya sementara Seokjin mengekor di belakang.
Tapi baru saja mereka keluar kamar, suara Yoonji sudah mengejutkan mereka.
"Oppa? Oh! Ada Seokjin oppa juga!"
Jungkook buru-buru memeluk Yoongi agar semakin dalam kepelukannya.
Seokjin dengan sigap menghadang Yoonji. "Y-Yoonjiya! Apa kabar?"
Yoonji tersenyum. "Aku baik-baik saja~!" dia mengalihkan pandangannya ke arah Jungkook dan yeoja misterius di pelukannya. "Siapa itu?"
"Yeojachingu oppa. Dia sedang merasa tidak enak badan… jadi oppa akan mengantarnya pulang!"
Tanpa menunggu balasan Yoonji ataupun umpatan Yoongi, Jungkook sudah menuntun Yoongi ke pintu depan dengan setengah berlari.
Blam
Yoonji memandangi pintu yang dibanting dengan alis berkerut. "Kook oppa punya yeojachingu…? Kenapa aku baru tahu?"
Seokjin cengengesan. "N-namanya juga mahasiswa! Pasti punya banyak rahasia! Kalau maharaja pasti punya banyak berlian! Mahahahaha!"
Tawa Seokjin membahana.
Sementara Yoonji sudah merengut mendengar candaan gajenya.
"Kau tak berubah ya, oppa."
Seokjin semakin gugup. "U-uhh, kalau begitu oppa pulang duluan ya~! Bye!"
Dan tanpa menunggu respon Yoonji, Seokjin sudah berlari meninggalkannya –takut mulutnya akan bocor jika harus memandang wajah Yoonji lebih lama lagi.
Blam
Yoonji memandang pintu yang dibanting itu sejenak. Dia kemudian meraih ponselnya lalu mendial sahabatnya.
"Ya… Seyoung ah…" Yoonji memandang lantai, terlihat sedih sekali. "Ternyata Kook oppa sudah punya yeojachingu…"
"… Ya… bagaimana dengan FF KookGi kita…? Aku jadi kehilangan mood untuk melanjutkannya…"
-MY-
Jimin mengecek jam tangannya. Sudah jam setengah 9 pagi.
Jimin tahu kencannya dengan Yoonji seharusnya masih setengah jam lagi. Tapi di sinilah dia, duduk di bangku taman tempat dia janjian dengan Yoonji. Dia sudah tak sabar lagi. Dia ingin segera bertemu Yoonji dan membawanya ke dua puluh spot terbaik di kota ini.
… Ya. Kau tidak salah baca. Dua puluh. Dalam waktu setengah hari.
Jimin ingin mengejutkan Yoonji. Semalam suntuk si namja tampan kita menggoogle berbagai spot yang mungkin akan disukai Yoonji. Dia juga mengganggu Jungkook dengan berbagai pertanyaan seputar apa saja yang disukai Yoonji dan apa yang tidak boleh Jimin lakukan.
Masih segar di ingatan Jimin, makian Jungkook karena Jimin meneleponnya setiap sepuluh menit saat tengah malam. Jimin tak menyalahkannya, tapi alangkah baiknya jika Jungkook bisa bekerja sama, bagaimanapun juga Jimin ingin membuat Yoonji terkesan.
Tentu hal itu tak akan bisa dia dapatkan jika hanya membawa Yoonji ke taman bermain.
Jimin ingin membuat Yoonji merasa spesial. Membuat Yoonji merasa menjadi yeoja paling bahagia di muka bumi. Dan Jimin akan segera mewujudkannya sebentar lagi.
Siapa tahu dia bisa mendapat ciuman di pipi.
Oh! Jimin tahu! Ciuman di bibir terlalu cepat di kencan pertama! Mungkin Yoonji akan membiarkan Jimin menciumnya di kencan ke 20 –atau kalau semuanya lancar, Jimin bisa mendapatkannya di kencan ke 11.
Memikirkannya membuat Jimin tak sabaran.
:
:
Jimin mempoutkan bibirnya. Orang-orang berlalu lalang di hadapannya. Tapi tak seorangpun terlihat secantik dan sesempurna Yoonji.
Yoonji di mana?
Jimin mengecek jam tangannya. Sepuluh menit lagi jam sepuluh… Yoonji terlambat hampir sejam.
Jimin jadi was-was.
Apa Yoonji meng-php-kannya? Atau Yoonji lupa? Bagaimana kalau Yoonji tidak bisa pergi karena dilarang hyung galaknya -yang kalau Jimin tidak salah namanya Yoongi- itu?
Bagaimana ini?
Apa Jimin lari saja ke rumah Yoonji?
Tapi biasanya kalau kencan itu artinya sepasang muda mudi janjian ketemu di suatu tempat 'kan? Kalau Jimin yang nyamperin, itu sudah bukan kencan lagi!
Jimin juga masih punya (sisa-sisa) harga diri!
… Tapi Yoonji…
Saat Jimin sedang konflik batin, dia tak menyadari seseorang yang sedang berlari ke arahnya dengan nafsu membunuh yang kentara.
"YAK PARK JIMIN!"
Jimin menoleh, menemukan Yoonji sedang berlari ke arahnya.
Auh~! Dia cantik sekali~! Berlari ke arah Jimin dengan menenteng kedua sepatu high heels putih di kedua tangannya, wajah garang memerah, dan juga suara berat nan seraknya mengeluarkan makian dan sumpah serapah untuk orang bernama Park Jimin. Ckckck, siapa itu Park Jimin, beraninya membuat Yoonjinya kesal.
…
… Hmmm…?
Dan sebelum Jimin sempat memproses apa yang terjadi, 'Yoonji' sudah memberikan ciuman mesra pada pipi Jimin dengan sepatunya.
Saat itulah dunia serasa berputar bagi seorang Park Jimin.
And not in a good way.
TBC
Halo!^^ Saya kembali!
Maaf lama, tugas-tugas kuliah sangat menyita waktu sayaTwT semoga ff ini masih ditunggu.
Saya ingin memperjelas bahwa Yoongi belum merasakan apapun untuk Jimin, dia hanya iri dengan Yoonji karena Jimin sangat perhatian dan tulus padanya. Karena dibalik sikap dingin nan kasarnya, sesungguhnya Yoongi itu soft dan ingin diperhatikan dan ingin merasa dicintai seperti Jimin mencintai Yoonji.
Tapi Yoongi akan segera menyadarinya, tenang saja;)
Saya harap fluffnya masih terasa. Karena mungkin sekitar dua atau tiga chapter lagi akan ada 'angst'. Saya benci melihat Yoongi tersakiti, tapi demi cerita jadi ya… heheheh
Saya sudah membaca review yang masuk, terima kasih banyak! Semoga chapter ini tidak mengecewakan dan bisa tetap menghibur!^^
Sekian dulu dari saya.
Terima kasih banyak!^_^
-Siwgr3_/05-04-2018/
