"Hyung! Mau tahu rahasiaku?"
"Ngga-"
"AKU MENCINTAIMU!"
:
:
"… Heh?"
:
:
My Secret
.
A BTS Fanfic
.
MinYoon/YoonMin
.
©Siwgr3
.
Main Cast: Park Jimin/Min Yoongi
.
Other Cast: BTS Members, Yoonji, Kang Daniel, Other
.
Pair: MinYoon/YoonMin, slight!YoonNiel, Bott!Suga, Uke!Suga
.
Genre: Romance, Fluffy (Hopefuly), slow burn, angst, hurt/comfort
.
Rated: T
.
Warn:Producer!Yoongi, Colleger!Jimin, Crossdress at the later chapter, Full of cursing, Time Skip(5 years), newbie author
-5 Tahun kemudian…
"Yoongi hyung, aku keluar sebentar ya." Suara Hoseok terdengar. "Kopiku habis. Kau mau titip sesuatu?"
Yoongi yang tadinya sedang melamun memandangi layar komputernya perlahan menjawab pelan. "… Aniya. nan gwenchana."
Hoseok memandangnya sejenak, sebelum tersenyum tipis. "Aku akan segera kembali."
Sepeninggal Hoseok, Yoongi langsung meloloskan napas yang entah kenapa ditahannya sedari tadi.
… Yoongi tidak mengerti.
Entah kenapa dia teringat lagi pada Jimin.
Aneh. Padahal rasanya dia sudah bisa moveon selama ini. Dia sudah mampu tersenyum lagi. Menjalani hidupnya dengan baik.
Lalu kenapa Jimin mendadak terlintas kembali di pikirannya?
Padahal sudah lima tahun.
… Sudah lima tahun.
Kehidupan Min Yoongi sudah berubah sepenuhnya. Studionya yang dulunya hanya usaha kecil-kecilannya dengan kedua sahabatnya, kini berkembang pesat menjadi sebuah studio yang cukup besar. Ukuran studionya bahkan sudah berkembang menjadi sebuah gedung kecil –berkat kerja keras mereka.
Juga sebuah keberuntungan.
Dua tahun lalu, lagu mereka diterima oleh sebuah agensi besar untuk artis baru mereka, dan berkat lagu studio Ddaeng(nama studio mereka) jugalah, artis itu sukses dalam debutnya dan kini menjadi artis papan atas.
Setelah kesuksesan lagu mereka itu, banyak permintaan berdatangan membuat mereka kewalahan tapi senang. Akhirnya setelah beberapa lama mereka mampu membeli sebuah gedung kecil dan mempekerjakan beberapa komposer dan penulis lagu.
Dalam dua tahun mereka menjadi sebuah studio yang cukup stabil.
Yoonji putri kecilnya kini sudah masuk universitas jurusan musik dan sesekali datang bermain ke studio Yoongi. Sementara itu, Jungkook sudah debut di sebuah boyband dari agensi yang lumayan besar. Anak itu memang sangat berbakat dalam hal menyanyi, menari bahkan merap, tak heran dia hanya memakan waktu training delapan bulan.
Dari perkataan Jungkook yang lalu, Yoongi tahu bahwa hubungan Jimin dan dongsaengnya itu sudah membaik. Bahkan Jimin kadang main-main ke rumah mereka sebelum Jungkook debut dulu.
Yoongi yang memang sudah tidak punya muka, meminta Jungkook untuk memberitahunya kalau Jimin hendak bertamu. Jika namja itu datang, biasanya Yoongi akan bersembunyi di studionya atau menginap di kosan Hoseok.
Yoongi berusaha untuk tidak bertemu dengan Jimin.
Dan usahanya berhasil.
Dia sudah tidak pernah bertemu dengan Jimin lagi.
… Ya. Hidup Min Yoongi baik-baik saja.
Dia berhasil moveon.
Tanpa Jiminpun dia bisa hidup kok.
… Dia bisa tetap bahagia.
Yoongi mengalihkan pandangannya ke ponselnya. Perlahan tangannya meraih ponselnya kemudian mulai mencari sesuatu.
Setelah menemukannya, Yoongi memutarnya.
Dia kemudian meletakan kembali ponselnya di atas meja. Beralih bersandar di kursinya sambil memejamkan matanya. Mendengar suara yang dikeluarkan ponselnya.
Suara Park Jimin.
Semua voice note yang dulu Jimin kirimkan pada Yoongi -mengira dia Yoonji- sudah Yoongi simpan terlebih dahulu sebelum Yoongi memblok kontak LINE Jimin.
Alhasil, kapanpun Yoongi merasa sedih ataupun ketika dia teringat dengan Jimin, maka voice note-voice note inilah yang Yoongi putar dan dengarkan.
Tak ada yang spesial sungguh.
Yoongi hanya sangat… menghargai suara Jimin.
"I love you, more than words can explain. Only you, the sunshine of my life."
Wajah Jimin terbayang.
Sedang tersenyum lembut padanya.
"Tell me you are real, baby. Because I'm scared, if it's all just a beautiful dream and I will wake up without you by my side."
… Yoongi merindukan senyuman itu kala dia tertuju pada Yoongi.
Hanya Yoongi.
… Bukan Yoonji.
"You are more precious than you will ever know, honey. In my heart it's only you."
Tangan Yoongi terkepal, entah kenapa memorinya tanpa permisi langsung memutar kejadian di kedai waktu itu.
"… Yoongi hyung."
Masih jelas ekspresi terluka Jimin saat itu.
"… Aku memang bodoh, hm…"
Jimin menyalahkan dirinya sendiri.
"… Aku bahkan sudah menciummu."
Ya… dan itu adalah ciuman terbaik yang pernah Yoongi rasakan.
"… Aku sudah menghabiskan waktuku untukmu."
… Walau hanya sekejap…
… Dan hanya dia yang merasakan…
"… Ini menjijikan, hyungnim."
TOK TOK
"…!" kedua mata Yoongi sontak terbuka. Peluh membasahi wajahnya, sementara napasnya seakan tertahan di kerongkongan.
TOK TOK
Yoongi menyeka keringat di wajahnya kemudian buru-buru mematikan ponselnya. Dia lalu bangkit dan berjalan menuju pintu studionya.
TOK TO-
"Yaya!" balas Yoongi kesal sambil membuka pintu. Wajahnya semakin merengut. "Kau tidak perlu mengetok berulang-ulang begitu, Danielsshi."
Di hadapannya berdiri seorang Kang Daniel, namja yang sungguh sempurna dan tak bercela. Dia tampan, berhati baik, seksi, perhatian, pokoknya paket lengkap untuk mencuri hati para wanita. Dan kini namja tampan itu berdiri di hadapannya.
"Hai, hyung~!"
Daniel kembali menebar senyuman hangat itu.
Yoongi mendengus. Daniel adalah salah satu member boyband yang debut dengan lagu ciptaannya. Entah kenapa sejak rekaman mereka, Daniel jadi rajin mengunjungi Yoongi. bahkan dengan alasan paling tidak masuk akal sekalipun.
"Apa maumu?" tanya Yoongi sok galak.
"Umm, CEOku mengirim salam padamu. Dia ingin berterima kasih atas lagu baru yang kau buatkan untuk kami." Jawab Daniel sambil menunduk gugup, masih dengan wajah sumringahnya.
Ini yang Yoongi maksud.
Alasan tidak masuk akal Kang Daniel.
What? CEOnya repot-repot mengutusnya untuk menyampaikan terima kasih kepada Yoongi hanya karena lagu buatannya? Itu 'kan pekerjaan Yoongi! lagipula dia dibayar! Kenapa harus berterima kasih segala?!
Yoongi mendengus, masih memandangi Daniel.
Daniel ini seperti anjing golden retriever, sangat cerah dan penuh semangat. Terkadang Yoongi bisa membayangkan telinga dan ekornya yang bergoyang-goyang kala dia senang.
"… A-apa aku mengganggumu, hyung?"
Uh-oh. Sekarang Yoongi bisa melihat telinga dan ekor Daniel yang loyo pertanda dia sedih.
Ugh, bagaimana bisa Yoongi menjahati anak semanis ini?
"Aniya aniya." Yoongi berkacak pinggang, tampak berpikir sejenak. "… Masuklah."
Daniel terlihat sangat gembira. "Gomawo, hyung!" kemudian namja yang sangat tinggi itu melangkah masuk melewati Yoongi dengan gembira.
Yoongi menutup pintu kemudian memandang Daniel yang sudah duduk di sofa.
"U-um…! Apa kau sedang membuat lagu baru, hyung?" tanya Daniel antusias.
Yoongi tersenyum. "Yaa, sejenis itu." Dia kemudian melangkah kembali ke kursi kerjanya. "Ada soloist pria baru yang akan segera debut. Jadi agensinya memintaku untuk membuatkannya lagu."
Daniel mengernyit. "Oh ya? Siapa Namanya?"
Yoongi mengedikkan bahu. "Mereka tidak memberi tahu nama aslinya. Hanya nama panggungnya saja. Chim."
"Haa? Namanya tidak terdengar keren." Gumam Daniel.
Yoongi tertawa kecil. "Itu bukan urusanku, Danielsshi. Tugasku hanya membuatkannya lagu." Dia tersenyum. "Na… lagipula besok aku akan bertemu dengannya. Mungkin aku bisa bertanya kenapa dia memilih nama itu."
Hening sejenak.
"Um, hyung."
"Ng?"
Daniel menunduk dengan wajah merah padam. "K-kau bisa memanggilku Daniel saja… tidak perlu formal begitu…"
Yoongi mengernyit. "Hee… oke. Daniel."
Daniel tersentak dengan ekspresi kaget yang lucu sekali. Sejurus kemudian dia menunduk sambil tersenyum senang.
… Wajahnya merah.
Yoongi tak ayal ikut tersenyum melihat tingkah Daniel. "… Kau mau dengar lagunya?"
"E-eh? Bolehkah?" tanya Daniel penuh semangat.
Yoongi merasa seperti memelihara anjing.
"Tentu saja." Dia kemudian memutar lagunya. Lagu buatannya ini bergenre RnB dengan violin dan saxophone yang memancarkan keseksian. Sesuai dengan konsep soloist baru ini.
Diam-diam menghanyutkan.
Konsep yang menggelikan menurut Yoongi, but oh well. Bukan urusannya.
Saat lagunya selesai, Yoongi menemukan wajah takjub Daniel. Yoongi sampai bisa melihat pendar-pendar cahaya di sekitar namja tampan itu.
"Uwaaah! Keren sekali, hyung! Aku sangat menyukainya!"
Yoongi nyengir. "Oh ya? Gomawo."
Daniel mengangguk sambil tersenyum gugup. "U-um, hyung."
"Ng?"
"… Aku ingin mengajakmu makan malam…"
Yoongi melongo. "Ha?"
"… Aku menyukaimu, hyung."
Yoongi sudah memasang wajah 'WTF'nya. "… Um…? Apa…?"
"K-karena itu… aku ingin… kita kencan… apa lusa malam tidak apa-apa…?"
Yoongi memandangi Daniel yang duduk tidak jauh darinya. Namja tampan yang menduduki peringkat satu 'Idol yang paling ingin dipacari' di seluruh negara Korea Selatan ini baru saja menyatakan perasaannya pada Yoongi, dan bahkan mengajaknya kencan.
… Apa ini lelucon…?
… Yaya, pasti itu… Daniel pasti bertaruh dengan membernya… karena kemungkinan namja tampan ini jatuh cinta pada Yoongi adalah mustahil. Tapi wajah Daniel merah sekali… bagaimana kalau dia benar-benar jatuh cinta pada Yoongi?!
… Min Yoongi, berhentilah bermimpi!
"Uh…" Daniel memainkan jarinya gugup sambil menunduk. "… T-tidak bolehkah…?"
Haha. Tentu saja Yoongi tak bisa menolak wajah anak anjing yang tertendang itu.
Yoongi mengacak surainya frustasi. "… Arraseo."
Wajah Daniel langsung berubah cerah. "J-jinjja? Gomawo, hyung! Aku janji akan membuatmu senang!" serunya menggebu-gebu. "Aku akan membuatmu jadi orang paling bahagia di dunia ini!"
Yoongi hanya mengiya-iyakan saja.
"U-uhh, kalau begitu aku balik dulu, hyung." Daniel berdiri sambil tersenyum senang. "Sampai jumpa lusa malam, hyung~! Aku akan menjemputmu!"
Yoongi mendengus. "Arraseo."
Daniel berdiri di tempatnya, tampak gelisah memikirkan sesuatu -membuat Yoongi bingung. Sebelum namja tampan itu berjalan mendekat ke arah Yoongi dan dengan cepat mengecup dahinya.
"P-permisi!"
Dan langsung berlari keluar meninggalkan Yoongi yang sudah membatu.
"… Haa…?"
:
:
"JADI KAU DICIUM NAMJA IDOL NOMOR SATU KOREA SELATAN?!" Pekik Hoseok histeris. "OH GOD, HYUNG! INI HEBAT!" dia kembali tertawa kesetanan.
Yoongi ingin memukulnya.
Dan sepertinya Hoseok menyadarinya karena dia langsung menutup mulutnya.
"Jadi... apa kau menyukainya?" tanya Hoseok sambil nyengir minta dipukul.
Yoongi bertopang dagu di meja cafe sambil memasang wajah kesalnya. "Aniya!"
"Hah? Kenapa? Kau suka namja 'kan?" interogasi Hoseok heran.
Yoongi mendelik. "... Dia terlalu muda! Lagipula… dia bukan tipeku."
Hening.
Sampai Jung Hoseok meledak. "WHUAATT?! BUKAN TIPEMU?! NAMJA PALING DIINGINKAN DI KOREA SELATAN ITU?!" jeritnya dramatis. "SEMUA YEOJA MENCINTAINYA DAN BAHKAN NAMJA JUGA MEMUJANYA! OTAKMU KELAINAN!"
PLAK
"DUDUK." geram Yoongi murka setelah menggampar wajah Hoseok.
Hoseok otomatis duduk.
"Apa kau perlu sampai berteriak begitu, hah?" hardik Yoongi tidak senang. "Lagipula memangnya kenapa kalau dia tampan? Kau pikir aku ini jenis orang yang jatuh cinta kepada semua namja tampan yang kulihat, hah?!"
Hoseok mengernyit. "Lalu kenapa kau menerima ajakan kencannya?!" marahnya, sepertinya tidak terima.
Yoongi ikutan sewot. "Kau kira aku mau?! Aku- ... Aku hanya tidak bisa melihat wajah sedihnya..." Yoongi memijit pelipisnya frustasi.
Hoseok mendengus. "Kau memberinya harapan, hyung."
"... Aku tahu."
Hening...
"Hyung."
Yoongi mendongak. "Mmm?"
Hoseok menatapnya tajam. "... Jangan-jangan kau-"
"Hobi, ini sprite-mu."
Perkataan Hoseok terpotong oleh kedatangan Namjoon. Namja tampan itu meletakan sekaleng sprite tepat di hadapan Hoseok. Dia lalu menoleh ke arah Yoongi. "Ini kopi hitammu, hyung."
Yoongi menerimanya dengan suka cita. "Gomawo, Joon ah." Namjoon kemudian duduk di samping Yoongi sambil menyeruput lemon tea-nya. "Kau bilang apa tadi, Hobi?" tanya Yoongi sambil mengalihkan pandangannya pada Hoseok.
Namja bersurai oranye itu membuka mulut tetapi tak mengeluarkan sepatah katapun. Dia tampak berpikir sejenak sebelum kembali menutup mulutnya. "Ani, lupakan saja."
Yoongi menatapnya. Dia tahu Hoseok menyembunyikan sesuatu, tapi dia tidak bisa memaksa sahabatnya itu untuk bicara. Dia tahu Hoseok akan memberitahunya nanti. Dia hanya perlu waktu.
"Jadi..." Namjoon bersuara, mengalihkan perhatian Yoongi. "Kalian membicarakan apa?"
Yoongi menghela napas berat. "Soal itu nanti saja kuberitahu." Namjoon merengut. "Sekarang kita bicara bisnis."
"Woah~! Yoongi hyung~! Kau terlihat keren saat sedang serius begitu~!" puji Hoseok manis.
Yoongi memamerkan wajah songongnya. "Aku selalu keren."
Dan dia tidak melewatkan Hoseok yang memutar matanya.
"Yak! Aku lihat itu!"
Hoseok buru-buru tersenyum manis. "Aniya~! Aku cuma kelilipan kok~!"
Yoongi mendengus, memilih untuk membiarkan Hoseok. "Joon, besok mereka jadi datang?"
"Mereka?"
"Mochi Label itu." jawab Yoongi kemudian meminum kopinya.
"Ah~ iya, hyung. Katanya Chim dan manajernya akan datang menemuimu sekitar jam 10 pagi." sahut Namjoon. "Hobiya, kau sudah pernah bertemu dengannya 'kan?"
Hoseok mengangguk. "Dia namja tampan, badannya juga bagus." kenang Hoseok. "Sifatnya baik dan ceria. Sayangnya sedikit pendek."
Yoongi menatapnya, tertarik. "Kau tahu nama aslinya?"
Hoseok menggeleng. "Dia hanya memperkenalkan namanya sebagai Chim."
Yoongi mengedikkan bahu. "Okelah. Toh, aku akan bertemu dengannya besok."
Hoseok mengangguk. "Hngg... rasanya ada yang familiar darinya. Tapi aku tidak tahu apa."
Namjoon nyengir. "Tumben kau serius begini, Hobiya?"
Hoseok membusungkan dada. "Aku selalu serius, Joon ah! Kemana saja kau selama ini?"
Namjoon tertawa sementara Yoongi hanya tersenyum miring.
Hoseok kemudian mulai bercerita heboh tentang yeojachingunya, sementara Namjoon hanya meng-hm-hm-kannya.
Yoongi mengalihkan pandangannya ke gelas kopinya yang tinggal setengah.
... Park Jimin kembali terlintas di benaknya.
:
:
"Aku pulang." gumam Yoongi sambil menanggalkan sepatunya. Sudah tengah malam, tidak mungkin masih ada yang bangun untuk menyambutnya. Yoonji pasti sudah tidur sementara Jungkook mendekam di dorm grupnya.
"Selamat datang, oppa!"
Yoongi mendongak dengan wajah kaget. Yoonji berdiri di sana, terlihat cantik dengan rambut dicepol dan piyama merah muda garis-garis putihnya.
"YOONJIYA~!" pekik Yoongi dramatis sambil meneteskan air mata. Dia segera melompat hendak memeluk putri kecilnya itu, namun dengan sigap dihindari oleh Yoonji. Alhasil Yoongi hanya memeluk angin. "Waeeeee?" rengeknya memelas.
Yoonji mendengus. "Kau berlebihan, oppa."
"Berlebihan!?" jerit Yoongi lebay. "Frekuensi bertemu kita sedikit sekali, Yoonjiyaa! Setiap kau bangun pagi, oppa pasti masih tidur! Sementara saat oppa pulang malam, kau sudah tertidur duluan~! Kau juga sudah lama gak ke studiooo! Jadiiii rasanya sudah seabad oppa tidak mencium putri kecil oppaaaa~!" Yoongi tanpa peringatan langsung memerangkap Yoonji dalam pelukan eratnya. "Aku merindukanmu~!"
Yoonji tertawa kecil. "Nee, neee... Aku juga merindukanmu, oppa..." bisiknya.
Yoongi perlahan mengangkat Yoonji kemudian memutar-mutarnya di udara.
Yoonji tertawa. "Oohh~? Kau berolahragakah? Tumben kau jadi kuat begini~!"
Yoongi mendengus. "Aku sudah kuat dari dulu!"
Yoonji memutar matanya. "... Tapi kau uke..."
Yoongi mengernyit saat Yoonji berbisik begitu. "Hm? Kau bilang apa?"
Yoonji tersenyum manis. "Aku bilang, kau oppa terbaik di dunia~!"
JLEB
Itu bunyi hati Yoongi yang terpanah keimutan Yoonji.
Baru saja Yoongi hendak menyerang Yoonji dengan ratusan kecupan kecilnya, suara berat seseorang menghentikannya.
"Apa ini? Pesta incestkah? Apa aku boleh bergabung?"
Yoongi dan Yoonji menoleh, dan langsung terkejut.
"Kook oppa~~!" Yoonji tanpa permisi langsung mendorong Yoongi kuat dan berlari menuju Jungkook untuk memeluknya.
Meninggalkan Yoongi yang sudah memasang wajah asam.
"Halo, hyung~!" sapa Jungkook sambil nyengir kuda.
Yoongi mencebikkan bibirnya. "Yoonjiyaaa~! Masa kau mencampakkan oppa seperti ini?"
"Karena aku lebih jarang bertemu Kook oppa." jawab Yoonji enteng. "Kenapa? Kau cemburukah...?" pancing Yoonji penuh harap.
Yoongi mengernyit. "Tentu saja! Putri kecilku harusnya lebih mendahulukan aku daripada Jungkook!"
Yoonji memutar matanya. "Kook oppa, cepat peluk dia." Yoonji mendorong Jungkook kuat, membuat namja tampan itu menabrak Yoongi.
Jungkook otomatis merenguh Yoongi dalam pelukannya sambil nyengir. "Sudah lama aku tidak memelukmu, hyung~!"
Yoongi menggembungkan pipinya. "Yaya, aku juga merindukanmu." gumamnya sambil membalas pelukan Jungkook.
JEPRET
Yoongi menoleh, menemukan Yoonji yang sudah cengar-cengir. "... Apa yang kau lakukan...?" Tanya Yoongi sambil memicingkan matanya.
"Memotret kalian~!" sahut Yoonji riang. "'Kan jarang-jarang kalian berdua ketemu setelah Kook oppa debut~!"
Yoongi memutar matanya. "Yasudahlah."
"Hyung."
Yoongi mendongak, bertemu mata dengan Jungkook yang tersenyum. "Hng?"
"Kudengar kau akan mengurus debut soloist baru ya?"
Yoongi mengernyit. "Tahu darimana?"
Jungkook tak menjawab, malah memamerkan deretan giginya.
Yoongi mendengus. "Apaan sih."
:
:
Harusnya Yoongi tahu.
Kenapa Min Jungkook tersenyum mencurigakan begitu.
"Halo, Yoongisshi."
Harusnya dia mendesak bocah itu untuk menjawab, dan bukannya malah mendiamkannya.
"Aku manajernya Chim. Hey, perkenalkan dirimu."
Harusnya dia menolak permintaan agensi itu. Agensi tidak jelas yang bahkan tidak memberitahu nama asli calon penyanyinya.
"... Annyeong... haseyo... PDnim..."
Yang berdiri di hadapannya sekarang adalah wajah shock orang yang selalu dihindarinya selama ini.
"... Park Jimin imnida."
-MY-
Bunyi musik menggelegar mengisi ruang latihan itu. Dan di dalamnya kita bisa menemukan sesosok namja tampan yang sedang menari dengan enerjik mengikuti lantunan musik. Liukkan tubuhnya tampak begitu menawan walau peluh sudah membanjiri tubuhnya.
'... Seksi.'
Itulah isi pikiran segerombol trainee yeoja yang menonton namja itu dari jauh. Mereka sibuk mengipas-ngipas diri dengan kertas sambil menggumamkan pujian-pujian untuk namja tampan tersebut.
Lagu perlahan berhenti, diikuti oleh namja tampan itu yang mengakhiri latihan tarinya. Dia menyeka keringatnya dengan handuk kecil yang sedari tadi melingkari lehernya. Napasnya tersengal, tapi dia merasa puas.
Menari adalah satu-satunya cara dia bisa menyibukkan pikirannya dari orang itu.
Karena itu dia ingin terus menari. Terus. Sampai dia bisa melupakannya.
"J-Jimin oppa!"
Namja tampan yang dipanggil Jimin itu menoleh sambil tersenyum. Dalam sekejap dia sudah dikerubungi gerombolan yeoja.
"Oppa! Kau pasti haus! Ini airnya!"
"Jangan oppa! Airku saja!"
"Kau sudah berlatih dengan keras. Silahkan handuk dinginnya."
"Mau cookies oppa? Buatanku sendiri loh~!"
"Jangan! Makan bekal ini saja! Noona susah payah memasakkannya khusus untukmu loh~!"
"Selamat untuk debutmu~! Aku punya cupcake untukmu~!"
Jimin hanya tersenyum pada mereka sambil menggeleng. "Maaf ne, aku ada urusan. Aku duluan."
Setelah itu tanpa memperdulikan seruan kekecewaan mereka, Jimin sudah melenggang pergi dari situ.
Sudah lima tahun. Park Jimin yang memang sudah ganteng dari dulu, sekarang makin tampan. Apalagi tubuhnya menjadi kekar dan suaranya terdengar lebih tegas. Tidak heran setiap hari dia selalu dikerubungi oleh para yeoja tanpa pernah absen.
Hampir semua trainee wanita di agensinya memujanya.
Harusnya Jimin senang. Dia bisa bermain-main dengan mereka. Wajah mereka cantik-cantik kok.
Tapi itu Jimin yang dulu.
Jimin sekarang sudah berbeda. Yang terlintas di benaknya setiap kali dia memejamkan mata adalah Min Yoongi, oppanya mantan gebetannya.
OPPANYA MANTAN GEBETANNYA!
Mau ditaruh dimana muka Jimin?!
Parahnya lagi, setiap Jimin masturbasi, bukannya noona-noona cantik bertubuh seksi yang keluar, tapi malah Min Yoongi!
Dan yang paling Jimin benci, tubuhnya bereaksi tidak sesuai dengan keinginannya.
Hanya Min Yoongilah yang mampu membuat Jimin keluar. Tidak peduli seberapa banyak maupun hot film porno yang Jimin tonton, ataupun yeoja cantik yang dia ajak tidur, pada akhirnya tetap Min Yoongi yang ada di benaknya.
... Jimin masih normal. NORMAL.
Jimin terus berdoa semoga Min Yoongi bisa segera hilang dari pikirannya. Tapi terus-terusan gagal.
Jimin harus apa? APA?!
"Jiminah? Kenapa kau menjedotkan kepalamu ke dinding?"
Jimin sontak menghentikan kegiatannya dan menoleh. "Ah, manajer hyung! A-ani, heheheh."
Manajer hyung mendengus, memilih untuk tidak mengindahkan tindakan aneh Jimin. "Kau sudah siap 'kan untuk besok? Kita akan bertemu produsermu."
"A-ah, nee~...!" Jimin nyengir.
:
:
Jimin mengekori manajernya memasuki gedung Ddaeng Production. Hari ini dia akan bertemu dengan produser yang menangani lagunya. Kalau tidak salah namanya Suga.
… Lucu. Nama anjing Jimin juga Suga. Kebetulan yang aneh.
"Kau siap, Jimin ah? Rapikan pakaianmu." Ujar manajernya seraya berhenti di depan pintu dengan tulisan 'Genius Studio'.
Jimin menurut dan segera merapikan kaos hitam dan jaket birunya, kemudian memastikan rambutnya sudah rapi. "Ya, hyung."
Manajernya mengangguk kemudian mengetuk pintu studio itu. Setelah itu dia membukanya.
Jimin memicingkan matanya, menemukan seseorang yang sedang duduk di kursi kantor membelakangi mereka.
"Halo, Yoongisshi."
… Huh…?
Mata Jimin membulat mendengar nama yang familiar itu.
Kursi kantor itu perlahan berbalik, dan orang yang duduk di sana juga tak kalah terkejutnya saat menyadari keberadaan Jimin.
"Aku manajernya Chim. Hey, perkenalkan dirimu."
Jimin membuka mulutnya perlahan, masih tak memutus kontak mata dengan orang di hadapannya.
Sungguh sial.
"... Annyeong... haseyo... PDnim..."
Jimin tidak suka melihat ekspresi wajahnya.
"... Park Jimin imnida."
Min Yoongi terlihat seperti baru saja melihat hantu.
:
:
JIMIN POV: ON
Aku duduk di sofa berwarna merah yang berada di sudut ruangan. Kumainkan jemariku gelisah, sementara mataku sesekali mencuri pandang ke arah manajer dan Yoongi hyung yang sedang bicara. Sesekali juga aku bisa menangkap lirikan Yoongi hyung padaku. Dan aku sama sekali tidak mengerti isi pikirannya.
Manajer hyung tertawa kecil, sepertinya sedang bercanda dengan Yoongi hyung.
… Membuatku ingin memukul muka nyebelin sang manajer.
KENAPA?!
KENAPA HARUS YOONGI HYUNG?! DARI PULUHAN BAHKAN RATUSAN PRODUSER MUSIK DI KOREA SELATAN, AGENSIKU MALAH DENGAN PENUH KETOLOLAN MEMILIH DIA?!
AAHH! AKU TAHU HARUSNYA AKU TIDAK AUDISI DI AGENSI INI!
… Ughhh… Aku belum siap bertemu dengannya…
Hell… mungkin tidak akan pernah siap…
Pertama, aku membencinya.
Kedua, dia adalah bintang utama dalam setiap mimpi basahku.
Hahaha
… Mengapa aku begini…
Aku menjambak suraiku frustasi sambil menunduk memandang lantai.
Otakku dengan kurang ajarnya memutar kembali adegan Yoongi hyung di salah satu mimpi basahku. Wajahku sontak memanas.
Siaaaallll….
Aku bisa mendengar percakapan antara Yoongi hyung dengan manajerku. Mereka membahas soal bayaran dan konsep albumku. Tapi bukan itu yang menarik perhatianku, melainkan suara beratnya.
Ughh~~… mendengar suaranya sama sekali bukan ide bagus…
Otak mesumku ini malah semakin menggila…
Duh, bagaimana ini… Jimin junior, plis jangan bangun… TT
Harusnya aku membencinya… dia orang yang membohongiku dan menghabiskan waktuku!
"Jimin ah!"
Aku terlonjak dari dudukku dan otomatis menoleh ke arah manajerku. "Y-y-ya…?" gagapku tegang. Tak mau melihat ke arah Yoongi hyung sama sekali.
"Aku dan Yoongisshi sudah mengurus semuanya. Kau akan dipandu selama sebulan lebih ini untuk pembuatan albummu. Nah, sekarang kau bisa mulai rekaman." Ujarnya sambil tersenyum lebar. "Hyung tinggal dulu ne. kau bisa pulang sendiri 'kan?"
… WHAT?
"N-NE?!" sahutku melengking. Lengkap dengan wajah WHAT-THE-HELL-ku. "A-aniyaa hyuuung! Masa kau langsung meninggalkanku di hari pertama!" kataku memelas.
NO WAY! TIDAK MUNGKIN, BAHKAN DI KEHIDUPAN SELANJUTNYA, BAGIKU, UNTUK BERDUAAN, DENGAN YOONGI HYUNG!
"Jangan manja." Manajer hyung mengirim tatapan tajamnya. Dia lalu menoleh kembali ke arah Yoongi hyung sambil tersenyum sopan. "Terima kasih, Yoongisshi, mohon bantuannya." Ucapnya sambil membungkukkan tubuhnya sedikit.
"A-ah, ne…" Yoongi hyung ikut membungkuk. Dia kemudian meluruskan posturnya lagi. Wajahnya tampak sangat rumit, aku sampai tak tahu harus bagaimana menjelaskannya. Dia melirikku sekilas, sebelum mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"HYUUNGG…" rengekku.
Tapi manajer hyung sama sekali tidak peduli. Dia langsung melenggang pergi.
Blam
Aku menatap pintu yang sudah tertutup rapat.
Hening.
Aku sama sekali tidak berani mengalihkan pandanganku dari pintu. Aku tak mampu melihat wajah Yoongi hyung. Aku sama sekali tidak siap.
"… Selamat pagi, Jimin… sshi…"
Aku perlahan menoleh kepadanya, dan menemukan Yoongi hyung sudah duduk di kursinya menghadap ke arahku, tapi matanya tidak.
"… Kau mau dengar lagunya dulu… atau…" gumamnya nyaris berbisik. Aku bisa mendengar dengan jelas kegugupan di suaranya.
… Sial, ini canggung sekali.
"Ah… iya…" Yoongi hyung melirikku. "Saya akan mendengarnya terlebih dahulu…" kataku sambil memaksakan diri tersenyum.
Yoongi hyung menatapku sejenak dengan wajah yang tak kumengerti, sebelum berbalik membelakangiku. Dia menyalakan komputernya dan mulai menyusuri folder-foldernya.
Aku hanya memandanginya dari belakang.
Tak berapa lama kemudian, musik mulai terdengar.
Yang aku pikirkan saat mendengarnya adalah
SIAL. LAGU INI KEREN SEKALI.
Aku tidak tahu kalau Yoongi hyung bisa membuat lagu yang sebagus ini. Aku memejamkan mataku, mendengarkan bunyi saxophone yang sangat seksi. Suara penyanyi demonya juga sangat bagus. Aku suka dinamika nadanya dan ke-smoothan si penyanyi. Sangat jazzy~!
"… Bagaimana?"
Aku perlahan membuka mataku, dan menemukan Yoongi hyung yang memandangku dengan wajah penuh harap.
Aku langsung mengalihkan pandanganku sambil nyengir. "Lagunya sangat bagus."
Yoongi hyung tak bersuara. Aku juga tak berani menatapnya.
"Suara penyanyinya juga sangat bagus…" pujiku sambil menggesekkan jari telunjukku di pipi.
"… Suaramu lebih bagus."
Aku sontak menatapnya kaget. Yoongi hyung memandangku.
Dengan wajah merah padam yang entah kenapa membuat dadaku berdesir.
"… Masuklah." Yoongi hyung membuang muka sambil menunjuk ruang rekaman.
Aku masih membeku di tempatku sebentar, sebelum deheman Yoongi hyung menyadarkanku. "A-ah ne…" aku beranjak kemudian berjalan masuk ke ruang rekaman.
Dari balik kaca, aku bisa melihat wajah Yoongi hyung.
Masih merah dengan ekspresi yang tak bisa kujelaskan.
… Curang… membuat wajah seperti itu…
Aku 'kan jadi berdebar…
"Baik, kau sudah bisa mulai."
JIMIN POV: OFF
TBC
Halo!^_^ Maaf telat!^_^" Sampai dua bulan malah...QwQ
Sebentar lagi BTS comeback~! Saya sangat tidak sabar~! Apalagi lagunya mengingatkan saya akan lagu Ddaeng XD
Chapt ini saya tambahin karakter baru, Daniel Wannaone!^_^" saya lagi suka couple ini… padahal interaksi langsung depan kamera aja belum pernah… tapi mereka manis sekaliTwT dan jangan khawatir buat YoonMin shipper. Ini cuma slight kok, sekalian supaya Jiminnya panas. Hehehe.
Saya time skip, maaf ya kalau ada yang gak suka:(
Semoga FF ini masih ditunggu!^_^
Selamat hari raya idul adha buat yang merayakan!^_^ (walau telat sehari hehe)
Terima kasih atas review yang masuk!^_^ maaf ya lama bangetTwT motivasi saya untuk ngetik sering naik turun soalnyaTwT
Sekian dulu dari saya.
Terima kasih banyak!^_^
-Siwgr3_/23-08-2018/
