Don't Cry Naru – chan

Story By : Blacknightskyeye Yue – Hime

Couple : ItaSasuNaru

Slight Couple : Fuga Mina, Fuga Naru

Reted : T – M aka T+

Warning : This Is Yaoi / Bl, Ooc, Typo (S), Kalimat Tak Sesuai EYD, Lemon Kurang Asem, Nc – 17, awas chap ini tidak terdapat LEMON.

Enjoy !

.

.

.

14 tahun kemudian

Pemakaman umum Osaka, 16 maret 2014

Seorang remaja bersurai dark blue raven tengah duduk bersimpuh di depan sebuah gundukan tanah dengan nisan terbuat dari marmer berbentuk salib besar menancap di atas gundukan tanah. Tangan – tangan putih kecilnya meraba rumput – rumput yang di potong rapi mengelilingi gundukan itu.

Tes

Setetes liquid bening menganak sungai di pipi putih bergaris milikya. Manik biru lautnya memandang sedih nisan tersebut.

" Mina – Chan apa kau bahagia di sana ?. Apa surga itu indah seperti yang di bicarakan oleh Pendeta – Pendeta itu Mina – Chan ?. "

Hening

" Mina –Chan lihatkan hari ini adalah acara kelulusanku dan Mina – Chan kau pasti bangga padaku. Aku menjadi peringkat pertama di kelulusan dan mendapat beasiswa untuk melanjutkan sekolahku di Jerman. Mina – chan lihatkan aku bukan Naru – chan yang manja dan pembuat onar lagi. aku akan menjaga impian Mina – Chan. Mina – chan tenang saja aku yang akan mewujudkan impian Mina – Chan mulai sekarang "

Hening

" Oh ya Mina – Chan minggu depan Naru akan berangkat ke Jerman. Mereka membiayaiku, hidupku, kuliahku, bahkan Naru sendiri yang telah memilih apartment nya. Naru hebatkan Mina – Chan ?." sebuah senyuman getir kembali merekah dibibir merah mudanya. " Mina – Chan aku sangat bahagia sekarang tapi kau tak berada di sampingku dan melihat atau bahkan memuji kehebatanku sekarang "

" Oh Naru hamper lupa. Mina – chan tau orang – orang tua brengsek itu bilang bila Naru tak membawa wali Naru takkan bisa mendapat ijazah bahkan mereka bilang takkan meluluskan Naru dan menyita ijazah sampai Naru mendapat kan wali yang bisa di percaya. Mereka benar – benar membuat Naru muak "

" Tapi mereka semua tercengang begitu Naru membawa wali. Mina – chan tau siapa orang yang mau menjadi waliku. Dia CEO muda yang kini menjalankan Uchiha Corporation. Hahahaha …"

Pemuda bersurai dark blue itu terus mengoceh dengan berurai airmata. Yah mulutnya memang bercerita dengan lancar bahkan tertawa namun kesedihannya terlihat jelas dengan bulir - bulir Airmatanya terus mengalir. Hatinya begitu sesak kala mengingat Mina – Channya orang yang selama ini merawatnya dengan kasih sayang dan kini hanya gundukan tanah dan nisan salib yang tersisa darinya.

Pemuda itu menghapus kasar airmata yang terus mengalir di pipinya.

" Maaf Mina – Chan Naru menangis. Naru janji setelah ini Naru takkan menangis lagi. " kali ini pemuda itu menundukkan wajahnya.

Ada jeda beberapa menit sebelum dia kembali berucap ragu. Dia mengigit bibir bawahnya untuk mengurangi kegugupan. Dan dengarkanlah suara detak jantungnya yang berdetak lebih cepat berasal dari pemuda itu.

" Mina – Chan " panggil pemuda itu namun jelas takkan ada yang menyahut hanya suara gemuruh dari langit yang kini menjadi teman bagi suaranya.

" Mina –Chan Apa kau mau merestuiku bila aku menikah nanti.? " kini pipinya memerah.

" Mina – Chan taukan CEO dari Uchiha Corporation yang ku ceritakan tadi. Dia gila Mina – Chan. Mina – Chan tau apa yang telah di lakukannya pada ku kemarin. Dia mencium ku tepat di bibirku. Aku serasa ingin menangis Mina – Chan itu kan ciuman pertama ku. Dan Mina – Chan tau segila apa dia. Dia berani menciumku diatas podium dan di saksikan oleh semua penghuni di sekolah. Bahkan seorang guru yang tadinya asik menggoda dia menganga tidak elit lalu pingsan setelah dia selesai menciumku "

" Belum lagi dia – dia melamarku. Ugggghhhh dia lelaki menyebalkan, tapi aku selalu mengingat ciumannya bahkan hanya memikirkannya saja jantungku sudah berdetak keras. "

Tes tes tes… zraaassshhhhh

Hujan datang membasahi tanah Osaka meninggalkan kesan mellow pada diri pemuda bermata biru laut itu.

Hujan membasahi seluruh tubuhnya, menyamarkan aliran air mata di sela – sela tetesan demi tetesan air hujan.

Pemuda itu kini tak dapat menahan isakannya. Selama 4 tahun hidup sendirian telah membawa nya dalam diri yang tertutup.

" Arrrrggghhhhhhhh " sebuah teriakan pilu terdengar bersahutan dnegan sang raja petir diatas langit hitam.

Di tambah lagi insiden yang berpengaruh besar dalam dirinya 4 tahun silam. Merubah pemuda polos yang dulu riang genius dan pembuat onar menjadi remaja dingin yang tertutup dunia luar. Namun dia tak tahu dan sampai sekarang pun dirinya tak tahu apakah masih ada orang yang ingin membagi kehidupan yang bahagia bersamanya ?. Dan seorang lelaki berumur setahun lebih tua darinya datang membawa debaran jantung itu. Membawa senyuman itu. Tapi apa semua itu nyata.? Bukan ilusi yang di buat tuhan agar dirinya bahagia sementara dan akan jatuh pada neraka yang paling dalam.

Tiba – tiba sebuah lengan kekar putih memeluk erat pinggangnya. Air hujan pun kini tak kembali membasahi tubuhnya. Namun isakan – isakan itu tetap tak berhenti. Air mata itu tak dapat berhenti. Seolah menjadi iringan nada hujan yang menyayat hati.

" Naru kau akan kedinginan bila berdiam diri terlalu lama di bawah lindungan hujan "

Sosok ituberbicara lembut tepat di depang lubang telinga pemuda yang berada di dalam rengkuhanya aka Naruto. Menghembuskan nafas hangatnya di tengkuk pemuda bermata biru laut itu.

Entah kenapa sikap lembut sosok di belakang tubuhnya membuat hatinya bergetar dan jantung yag berpacu cepat kala sosok lelaki di belakangnya ini berbicara atau tak membalas ucapan lelaki itu. Dia hanya diam menikmati debaran jantungnya yang berpacu cepat.

" Apa Itachi – nii benar – benar mencintaiku ?" Tanya Naruto memecah keheningan diantara mereka. Dia menundukkan kepalanya saat merasakan sapuan lidah menggereliya di sekitar tengkuk nya.

" Apa kau meragukan ku Naru – hmmm ?" pria bermata onyx tampan di belakang Naruto malah membalik pertanyaannya.

" Sejujurnya. Ya " jawab Naruto pelan. Takut ?. Tentu saja dia merasa takut. Berkat gosip yang beredar bila sang CEO muda UChiha Corporation. Lelaki mapan, tampan, dan menawan ternyata seorang bajingan. Yah itulah gossip yang di dengar Naruto.

" Apa kau punya bukti bila aku sebrengsek itu Naru ?" kalimat bernada sendu itu keluar dari lelaki sang predikat CEO di belakangnya. Pelukan tangannya mengerat di pinggang Naruto. Bukannya dia tak tahu tentang gossip yang beredar tetapi Dia tak pernah menghiraukan gossip – gossip yang beredar di sekitarnya namun kini dia takut bila 'Naru – channya' termakan oleh gossip murahan dari seorang yang tidak bertanggung jawab.

" Kurasa tidak " jawab Naruto. Dia membalikkan tubuhnya dan memeluk tubuh atletis berbalut tuxedo mahal setengah basah milik Itachi – lelaki yang di belakang tubuh Naruto – yang terasa hangat.

" Lalu ?" Tanya Itachi sesekali dia mengecup ringan puncak kepala remaja yang kini menginjak usia 18 tahun di pelukannya.

" Aku hanya takut kau akan meninggalkan ku seperti seorang lelaki yang telah meninggalkan kaa –san ku "

Itachi mempererat pelukannya.

' andai kau tau Naru. Andai kau tahu sayang ' batin itachi miris.

Tak ingin suasana kembali keruh Itachi melepas pelukannya. Mengamati pahatan tuhan yang begitu sempurna baginya bagai seorang malaikat. Walau dirinya tak pernah melihat malaikat tetapi dia tahu seorang malaikat kecantikan pun akan iri dengan kesempurnaan yang dimiliki seorang di hadapannya kini. Seseorang yang berada dalam kukungan tubuhnya.

Cup

Itachi mengecup lama bibir merah muda basah nan hangat milik Naruto. Sedikit melumatnya menunggu respon dari sang empu.

Dan respon Naruto membuatnya terkejut. Naruto membalas kecupannya. Naruto membalas lumatannya. Walau pasif tapi Itachi tahu Naruto telah berusaha. Ingatannya kembali pada suasana podium di aula sekolah menengah atas. Saat dirinya mencuri kecupan pertama Naruto tepat saat pengumuman peringkat teratas kelulusan.

Itachi semakin gencar melumat bibir atas/bawah Naruto, menghisap kedua belah bibir merah muda itu masuk ke dalam mulutnya seolah dia hendak memakan bibir yang sudah menjadi candu bagi Itachi. Naruto hanya bisa mengerang karna perbuatan Itachi. Membuat ribuan kupu – kupu terbang di perutnya.

Sebelah tangan putih kekar Itachi menahan tengkuk Naruto membuat tubuh Naruto terkunci dalam pelukan Itachi. ( a/n : Itachi memeluk Naruto sambil duduk berjongkok jadi tubuh Naruto seolah tersembunyi di balik tubuh Itachi yang berarti Naruto gak bisa bergerak. Tau kan ?).

Namun bukan itu yang membuat Naruto tak bahagia. Jujur dirinya sangat bahagia. Dirinya merasa di sayangi setelah kematian Mina – Channya dan sebuah kenyataan pahit yang membuat seluruh ototnya lemas tak bertenaga. Dan hal kecil yang Itachi lakukan membuatnya tau bila dirinya masih ada yang mencintai. Atau hanya dirinya yang berfikir seperti itu ?

Dan keraguan itu mulai merasuk kembali kedalam relung hatinya.

Itachi menggigiti pelan bibir bawah Naruto meminta izin memasuki gua hangat nan basah miliknya. Naruto dengan ragu menggerakkan sedikit rahang bawahnya. Namun pelukan hangat yang mengerat seolah menjadi keyakinan tersendiri bagi Naruto. Dia mulai membuka sedikit untuk Itachi.

Lidah Itachi menyeruak masuk kala Naruto membuka mulutnya. Menjelajahi gua hangat nan basah milik Naruto, mengabsen gigi – gigi yang selalu di tampilkan sang pemilik kala tersenyum 13 tahun yang lalu.

Mmmckckcppkcpckmmhh

Mmmhhhckppckckmm

Lidahnya berperang membelit dan menghisap lidah pasif Naruto. Tangannya menuntun kedua tangan Naruto dan mengalungkannya di leher.

" Aku mencintaimu naru " ucap Itachi di sela lumatanya.

' Walau kau adik kandungku'

" Aku sangat mencintaimu sejak pertemuan kita 13 tahun yang lalu"

' Karna kau adik ku '

" Aku tahu segalanya tentang mu "

' Karna kau adik ku '

" Aku sama sekali tak bisa melukaimu "

' Karna kau orang yang kucintai '

" Aku tak bisa membuat mu menangis "

' Tapi sungguh Naruto aku mencintaimu bukan karna kau adikku. Bukan karna kau adik kandungku. Bukan kau adik dari hasil perselingkuhan ayah kita. Tapi aku mencintaimu karna kau. Hanya kau seseorang yang bisa membuat hati ku menghangat. Hanya kau yang bisa membuat bibir ini melengkungkan sebuah senyuman '

" Aku sangat mencintaimu "

' Otoutou '

" Aku juga mencintaimu Itachi " sahut Naruto.

Tautan bibir mereka telah berakhir namun tatapan mata mereka menyatu membuat degub jantung keduanya berpacu lebih cepat.

" Aku ingin tidur sebentar boleh kah Tachi ? " Tanya Naruto. Mata birunya menatap Itachi dengan pandangan sayu.

Itachi tak menjawab melainkan menepuk – nepuk dadanya sebagai ganti jawaban bila ia membiarkan Naruto tidur di dadanya.

Tak menunggu lama Naruto melingkarkan lengannya di pinggang Itachi dan terlelap di dada pemuda bersurai hitam panjang itu.

Itachi tampak mengulas senyum bahagia. Dan dua insan dengan satu darah yang mengaliri tubuh mereka telah terikat oleh benang merah yang mereka buat sendiri. Membuat mereka terjerumus dalam cinta saudara sedarah yang berlumuran dosa.

.

.

Dan tanpa mereka berdua sadari seorang lelaki dewasa menatap dua insan itu dengan tangan terkepal dan mata onyx tajamnya tak lepas dari sosok pemuda berambut dark blue didalam pelukan seorang lelaki yang sangat ia kenali.

Uchiha Itachi. Putranya sendiri.

" Tuan Uchiha 30 menit lagi anda akan berangkat untuk rapat Kolega dari Korea " ucap seorang lelaki di sampingnya yang tengah memegangi payung hitam.

Mereka berdua berada di bawah pohon maple besar melindungi tubuh mereka dari mata onyx tajam. Mata warisan sang tuan Uchiha.

" Aku takkan pernah melepaskannya pada mu walau kau adalah ayah/anak ku sendiri " gumam pria dewasa itu bersamaan dengan pemuda bermata onyx yang tengah memeluk pemuda bermata biru yang kini telah menutup mata dan bersandar di dadanya.

.

.

Itachi menggendong Naruto yang kini telah tertidur dengan wajah damai dan bersandar di dadanya. Dia membaringkan Naruto di kursi tepat di sebelah kursi kemudi yang kini dia duduki. Itachi memasangkan sabuk pengaman dan bantal agar tidur nyenyak remaja itu tak tergangu.

Perlahan mobil audi hitam itu melaju kencang di bawah guyuran hujan. Membelah jalanan sepi di kota Osaka untuk kembali ke apartmentnya di Tokyo.

.

.

Perjalanan panjang itu terbayar suda, kini Itachi sampai di Tokyo tepat jam 07.00 pm yang berarti 4,5 jam perjalanan dari Osaka ke Tokyo. Naruto pun telah bangun namun pemuda itu hanya diam dan menunduk sesekali dia memalingkan wajahnya ke kaca jendela.

" Kau ingin makan malam Naru " Tanya Itachi saat melihat mata biru laut Naruto yang begitu berbinar saat mereka melewati sebuah restaurant ramen.

" Ti –

Growl growl

Ukh_ kini wajah Naruto merah padam tanpa harus berblusing dahulu. Dia malu niatnya ingin menolak ajakan Itachi. Dia hanya takut untuk merepotkan lelaki yang telah resmi menjadi kekasihnya kini. Namun mengapa disaat begini perutnya tak bisa di ajak berkerja sama.

Itachi tertawa renyah melihat Naruto yag kini menggembungkan pipi, sedang bibirnya terpout lucu dan mata birunya menatap lurus ke mata onyx milik Itachi dengan tatapan kesal.

" Baiklah kita makan ramen sekarang " ucap Itachi dan Naruto hanya bersorak dalam hati. Egonya terlalu besar untuk sekedar berucap ' yey ,,, makan ramen' atau ' yey Itachi baik deh '.

Itachi menghentikan mobilnya di depan kedai sederhana yang terletak tak jauh dari gedung apartmentnya. Sedang Naruto kini menatap Itachi dengan wajah bingung.

" Kau ingin makan ramen kan ? makanya aku mengajakmu kesini Naru – Chan " Ucap Itachi dengan enteng lalu keluar dari mobilnya.

Tok tok

Itachi mengetuk pintu kaca di samping Naruto.

" Jangan pandang aku membawamu kemana tapi lihat dan rasakanlah " ucap Itachi lebih lembut dan sedikit terkekeh pelan karna Naruto hanya melihat saja tanpa keluar dari mobil. Bukankah dia lapar tadi ?.

.

" Mashita " bisik Naruto pelan sangat pelan. Naruto menghabiskan ramen nya hanya dalam hitungan menit dan kini dia ingin lagi tapi lagi – lagi egonya lebih besar dari keinginannya makan ramen.

'Ramen ini mempunyai rasa yang sama dengan ramen yang di buat oleh Mina – Channya dulu.'

" Kalau enak kau bisa makan sepuasnya Naru " ucap Itachi tanpa melihat Naruto. Matanya terpejam dan mulutnya masih mengunyak kue dango yang dia pesan tadi.

" Bolehkah ?" Tanya Naruto.

Sedetik kemudian Itachi membuka matanya. Onyx tajam yang melembut bila melihat Naruto.

" Kau bisa makan sepuasmu Naru – Chan " Itachi berujar lembutdan tangan kanannya terarah kekepala Naruto. Mengacak surai hitam yang terlalu lembut di telapak tangannya.

" Paman bisa pesan ramen lagi dengan tambahan 'naruto' yang banyak, sepertinya Naruto- ku malu untuk memesan sendiri "ujar Itachi pada pemilik kedai ramen. Dan tak memperhatikan wajah masam Naruto.

" Satu mangkok ramen lezat akan terhidang" sahut sang koki. Dia mulai sibuk mengurusi mie ramen Naruto.

Naruto kini menatap mata Itachi dengan mata biru yang berbinar bahagia seolah menyampaikan kata ' Arigatou Itachi '.

" Hn.. sama – sama. Jja makanlah dango ini selagi menunggu ramen datang " ucap Itachi lalu menyerahkan piring dango miliknya yang masih tersisa dua tusuk dango.

.

.

" Kau terlalu baik Itachi " ucap Naruto pelan. 'tidakkah kau menyesal telah memutuskan hidup bersama ku'

Kini dia dan Itachi berada di apartment Itachi. Seusai makan malam yang sangat sederhana namun bermakna bagi Naruto, dia dan Itachi pulang dan sampai di apartment Itachi tepat jam 08.47 pm.

" Hmm apapun akan ku berikan padamu Naru. Karna bagiku kau adalah segalanya "

Naruto menatap mata onyx Itachi yang tengah menatap mata biru lautnya dengan tatapan lembut dan tak terdapat binar kebohongan disana hanya sayang tulus yang tersampaikan. Perlahan wajahnya mendekat kearah wajah Itachi. Mata birunya kini terfokus pada bibir tipis milik seorang lelaki yang kini tengah memeluk pingangnya posesif.

Cup

Naruto mengecup kilat bibir merah muda pucat milik Itachi. " Jika begitu kumohon jangan pernah meninggalkan ku " ucap Naruto. Setetes liquid bening itu kembali menganak sungai dipipinya. Sungguh dia hanya tak ingin kehilangan orang yang di cintainya untukkedua kali.

Naruto menatap mata onyx Itachi dengan serius. " Kumohon jadikan aku milikmu 'Tachi " ucap Naruto membuat sepasang mata onyx tajam membulat sempurna dan penuh ketidak percayaan.

" Kau serius ?"

Naruto menaruh kedua telapak tangannya di masing – masing pipi Itachi menyalurkan betapa hangat tubuhnya saat ini. Perlahan mata Naruto menutup lalu terbuka menampilkan sepasang mata biru cerah dan lengkungan senyum terindah yang bisa Itachi lihat.

" Aku sangat serius " ucap Naruto.

Bibir tipis berwarna soft pink itu kembali menyerang bibir tipis Itachi. Melumatnya sedikit. Mengecup. Melumat. Mengecup dan begitu seterusnya.

Dan Naruto kini berhasil membuat seorang Uchiha Itachi hampir lepas jantung beberapa sehari ini.

" Kau akan menyesal telah pasrah di hadapanku Naru " ucap Itachi lengkap dengan seringai mesum.

Glup

Naruto kini hanya bisa menelan ludah dengan susah payah kala itachi menyerang lehernya yang merupakan bagian tersensitive tubuhnya.

" Ahnnn.. 'tachi " desah Naruto.

'Aku takkan menyesal 'Tachi, karna hatiku memilih dirimu. Suki yo 'Tachi.. Aishiteru '

Mendengar Naruto mendesah membuat libido pria berumur 19 tahun itu bergejolak. Bibir nya bergerak dari kanan ke kiri dan sebaliklnya.

Jilat. Gigit. Hisap.

Sluuuufffrrr

" Rasa mu terlalu manis Naru – chan " bisik seduktif Itachi di telinga Naruto membuat remaja di atas tubuhnya mendesah keras.

Itachi kembali melumat bibir merah muda yang mulai membengkak sedang tangan kirinya masuk kedalam kemeja yang di kenakan Naruto.

Tangannya menyusuri punggung yang masih berbalut pakaian putih. Sangat lembut. Bergerak kembali ke atas dan mendapatkan mainannya. Nipple Naruto yang mulai menegang. Memilinnya dan mencubut membuat desahan Naruto semakin keras.

Mmnnhhhckckckcpcppkkk

Mmmhhhtcaahhkckckcpkpkpknn

Bibir itachi turun ke dagu naruto. Menghisabnya sedikit.

" aahhhhnnn".

Kemudian turun kembali ke leher Naruto dan menghisapnya dengan keras.

" aahhhnnnn 'Tachi "

Desahan – desahan Naruto menggema keras di kamar mewah milik Itachi. Toh hanya ada Itachi dan dia disini.

" Kau membuatku sangat 'tegang' Naru dengan hanya mendengar desahan mu, kurasa "

Perlahan tangan Itachi membuka kemeja yang dipakai Naruto

dan

to be continue

fiuh chap dua kelar juga. Walau sedikit kecewa karna Itachi belum LEMONAN sama Naru – chan… hehehehe

gimana minna – chan apa kalian juga kecewa sama seperti Hime. But mungkin chap besok bakalan banyak FlashBack tentang FugaMinaMikoSai atau juga kelika – liku romance ItaSasuNaru. Yosh yang menunggu FourSome. Tunggu dulu ya, so kalo di kasih Adegan Foursome bakalan merusak alur yang ada #peace.

Ada yang bertanya umur. Hime sengaja gak cantumin karna bakalan banyak flashbacknya tapi ini rincian umur di chap 1 :

Minato 22 tahun ; Fugaku 24 tahun ; Mikoto 28 tahun ; Sai 20 tahun ; Sasuke belum Lahiran ; Naru –chan 4 tahun ; dan Itachi 5 tahun. Dan di chap 2 ini tinggal tambahin 14 tahun ajha. ^^

Balasan review

Himawari Wia _ huwaa jangan panggil aku senpai karna aku juga masih Butuh Baaaanyyaaak belajar panggil ajha Ayue, Yue, Ansari atau HIme ajha hehehehe. Dan oh untuk FourSome (FugaItaSasuNaru ) hehehe tuggu ajha ya ! … makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Boem Wonkyu'98 _ beres deh tinggal tunggu tanggal maennya ajha muhehehehe,…. …. makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Khei – chan _ hehehe soal panggilan panggil aja Hime, Ayue, Yue, Or Ansari terserah yang Khei – chan suka deh ^^!. Minato disini bukan kaa-san kandung Naru –chan. Cuman Minato kan jadi ehmUkeehm jadi lebih enak di panggil Kaa-san kan ? makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Viviendra Phanthom _ disini memang pair utama itu ItaNaru tapi juga memungkinkan bila jadi ItaSasuNaru. Tapi bakalan banyak ItaNaru – mungkin – heheheh makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Heiwajima Shizaya _ Foursome ? oke deh but tunggu tanggal maennya ya heheheheh Naruto emang agak mirip ato memang mirip sama Menma di road to Ninja. Eum tapi Naruto bukan anak dari FugaMina Karna kan Mina – chan Cowo. Kalo untuk Sasu – chan hehehe dia disini Jadi anak dari SaiMiko. makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Kuro to Shiro _muhehehehe Foursome ? oke deh but tunggu tanggal maennya ya,,, makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Nasusay _ eum kalo konflik utama nanti bakalan banyak dari Ita – Fuga tapi fict ini bakalan banyak memuat FB konflik antara Fuga – Mina – Miko ^^. makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Dina. Kiray _ hehehe tunggu tanggal maenya aja.. hehehe sabar sabar^^ makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Shikakukouki777 _ hehehe tunggu tanggal maennya ya ^^… makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Namikaze shira _ hehehehe kali ajha kan da yang demen sama NaruSasu. Tapi kalo banyak yang milih NaruUke pasti akan di usaha'in ^^.. kalo penampilan wajah Naru hamper sama kayak Menma di RTN. Minato itu Uke hehehehe

Guest (1) _ hueeemmmm tergantung banyaknya permintaan ya Guest – san… makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Guest (2) _ eummm Guest – san Naru – chan itu bukan anak dari FugaMina tapi dari hehehe tunggu ajha nanti juga terungkap #peace.. o.k tunggu chap selanjutnya ya makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Zen Ikkika_ hehehe makasih atas dukungan ItaNarunya.. eumm gak menyedihkan sih cuman bakalan banyak air mata #peace. Tapi gak terlalu angst kok Zen – san.. bukan Naru –chan bukan anak dari FugaMIna. Tapi nanti bakalan ada penjelasannya. Tunggu ajha ya makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Kami – Chama _ hehehehe kalo FourSome tunggu ajha ya.. makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Guest (3) _ pasti tapi Ini pairnya mungkin Jadi ItaSasuNaru Guest- san ,,, makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Wookie _ hehehe Bakalan Hime atur deh sip, NaruUke… kalo FourSome Tunggu ajha ya makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Ghighichan Twinsangels _ hehehehe ok deh… makasih banyak udah mampir di kotak review.. mampir lagi ya #lambai'in tangan.

Hehehe karna banyak yang mau Naru – chan jadi Uke. Jadi pairingnya jadi ItaNaru SasuNaru

Yoooossshhhh Big thanks buat kalian yang Udah review, Follow, Favorit, Reader – san , atau pun Silent Reader yang udah mau baca fict Milik saya.

Review kembali ya ^^

#ojigi