Don't Cry Naru – chan

Story By : Blacknightskyeye Yue – Hime

Couple : FugaMikoMina ( flash back 18 tahun yang lalu )

Reted : T – M

Genre : Romance | Family | Hurt/Comfort

Warning : This Is Yaoi / Bl, Ooc, Typo (S), Kalimat Tak Sesuai EYD, Lemon Kurang Asem, Nc – 17, awas chap ini tidak terdapat LEMON.

Enjoy !

.

.

.

Osaka, Desa Kirigakure ( Desa Nelayan ) 16 Maret 1996

" Minato ayah mohon padamu, kau satu – satunya jalan ayah. Apa kau ingin kita hidup di jalanan sementara ibumu sedang sakit. Ayah pun tak mau kau melakukan ini namun toko itu satu – satunya mata pencaharian ayah. Walau kecil tapi dia –toko– yang sudah membesarkan mu " seorang dengan raut wajah sedih tengah duduk memohon pada remaja di depannya.

" Tapi ayah aku mempunyai Kushina dan aku mencintainya. Aku bukan GAY yang bisa dimiliki oleh seseorang yang MEMPUNYAI BENDA YANG SAMA DENGAN KU " ucap frontal remaja tadi. Mata birunya berkilat marah menatap pria yang mempunyai rambut berwarna pirang yang sama dengannya. Cukup, hatinya remuk kala melihat dengan kepalanya sendiri, kekasih yang sangat di cintainya berciuman panas di depannya. Dan lalu ada lelaki gila yang ingin menikahinya dan mengancam akan merebut satu–satu nya jalan mata pencaharian keluarganya. For the god shake, kini hidupnya, ayahnya, ibunya bahkan sang nenek pun bergantung padanya atau mungkin lebih tepatnya pada tubuhnya.

Namun agaknya pria pirang atau lebih di kenal dengan nama Namikaze Haruto itu tak kenal dengan putus asa.

" Lalu apa kau ingin ibumu mati di depanmu. Kau tahu kan dia mengidap gagal ginjal dan kita tak mempunyai uang untuk biaya operasi bahkan untuk cuci darah besok lusa pun takada " kali ini Haruto menaikkan intonasi suaranya, dia benar – benar marah sekarang. Minato anak satu – satunya yang di miliki oleh keluarga Namikaze. Anak yang seharusnya menjadi kebanggaan keluarga, nyatanya tak lebih dari dari seorang yang baru keluar dari penjara. Berandalan dan pembangkang.

" Tapi ayah aku tak bisa hidup tanpa Kushina. Dia jiwa ku ayah dan aku yakin aku akan bisa bahagia hanya bersamanya. '"

Mendengar jawaban Minato membuat Haruto marah besar. Dia berdiri dan mengacungkan telunjuknya kea rah Minato.

" Apa yang kushina lakukan padamu ?. Apa dia TIDUR dengan mu, HAH ?. SIAPA YANG TELAH MEMBESARKAN MU SELAMA INI, siapa ? . Kau tahu Kushina hanya memanfaatkan mu DIA TAK TULUS MENCINTAIMU " teriak Haruto didepan wajah Minato yang kini shock dengan tindakan Haruto.

Minato menunduk dan menggigit bibir bawahnya. Hatinya mulai kalut sekarang.

" Bahkan dia BERCIUMAN dengan lelaki lain dan kau pun melihatnya. " lanjut Haruto.

Kini dia menegakkan tubuhnya berniat pergi dari hadapan Minato . "Aku kecewa pada mu Minato " lirih Haruto. Dia mengusap kasar wajahnya lalu pergi dari hadapan Minato menuju kamar yang berada di sebelah dapur.

' aku kecewa padamu Minato '

'…..kecewa padamu….'

'…kecewa….'

Perkataan Haruto bagai kaset usang yang terus memutarkan kalimat yang sama berulang ulang di dalam memori otaknya.

" AARRRRRGGGHHHHHH " Minato berteriak sambir menjambak rambut pirangnya. Hingga helaian demi helaian tercabut dari kulit kepalanya. Menangis . yah Minato menangis . untuk pertama kalinya dia menangis. Memangisi takdir cintanya yang berliku. Menyesali semua perkataan dan egonya.

" Maaf ". Minato berujar menahan isakan.

Kini remaja manis bersurai pirang tengah terduduk dengan wajah berada di atas lutut yang di tekuknya. Menangis dalam diam di lipatan lututnya.

" Minato " panggil seorang wanita bersurai pirang pucat. Minato enggan membuka suarnya, menoleh pun tidak. Hingga tangan penuh keriput itu memegang bahunya. Memeluk erat tubuh kecil yang bergetar menahan tangis. Tubuh kecil yang terlihat kuat namun sangat rapuh disaat yang bersamaan.

" Nenek " ucap Minato serak. Dia membalikkan tubuhnya menghadap wanita yang di panggil nenek oleh Minato. Memeluk erat tubuh tua ringkih itu dengan erat menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher sang nenek. Wanita tua itu menelus pelan rambut pirang cucu tersayangnya. Bibir tipis berbentuk hati miliknya melantunkan lagu lagu tradisional yang pas di suaranya. Mencoba menenangkan kegalauan hati sang cucunya.

.

" Aku bukan gay nek.. aku mencintai Kushina " keluh Minato. Hanya pada sang nenek lah dia mampu untuk bercerita tentang hatinya. Dan hanya sang neneklah yang mengerti dirinya.

" Ssstttt… Sayang dengarkan nenek bicara. " sang nenek aka Tsunade melepas pelukannya. Dia menatap wajah sang cucu yang masih berurai air mata. Inikah wajah seorang berandal. Kurasa tidak. Tsunade menangkup ke dua pipi Minato ke dalam telapak tangannya.

" Apapun keputusanmu itulah yang akan kita semua jalani sayang. Apapun keputusan mu itulah yang akan mengubah seluruh takdir hidupmu. " suara lembut Tsunade membuat hati Minato sedikit tenang. Agaknya dia hanya perlu menenangkan dirinya. Di dalam pelukan sang nenek.

Apapun keputusan ku itulah yang terbaik…

Maaf Kushina …

Aku akan meninggalkan mu..

" Aku menerima keputusan ayah nek " lirih Minato. Dia kembali memeluk sang nenek.

" Jangan terburu – buru sayang. Kau hanya perlu menenangkan diri. Jangan terburu – buru mengambil keputusan "

Tanpa Minato sadari kedua orangtuanya pun sangat berat menerima keputusan itu. Apalagi keputusan itu memberatkan hati sang anak. Itu malah akan membuat hati ke dua orang dewasa itu miris. Bagaikan luka di taburi garam. Pedih. Perih. Sakit.

" uhmmmm,,, " gumam Minato, dia kembali menyamankan diri dalam pelukan sang nenek.

.

.

….DON'T CRY NARU – CHAN ….

.

.

Seminggu kemudian, Di kediaman Uchiha

" Nah Minato kau duduk lah dulu. Aku akan segera kembali " suara Barintone itu membuat Minato gemetar takut.

Kini Minato sampai di salah satu rumah milik keluarga Uchiha yang berada di Osaka. Dan hal itu pula yang membuat air liur Minato hamper menetes.

' pantas saja rumah itu di pagar begitu tinggi. Dalam nya saja membuat ku serasa menjadi raja ' piker Minato.

Minato duduk di sofa mewah berwarna biru muda bercorak polkadot berbahan kain beludru ( a/n : bener gak ?) dengan bantalan sofa berlapis sutra dengan sulaman benang emas.

" Tuan ini teh anda " ucap seorang maid membuyarkan lamunan fantasi Minato. Minato hanya mengangguk dan tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuknya gugup.

Tak berapa lama Minato datang dan duduk di ruang tengah, seorang lelaki dengan tubuh sempurna berbalut kemeja putih yang Nampak pas di tubuhnya. Dia tak memakai dasi hanya jas hitam formal melapisi kemeja dan jeans hitam agak ketat melekat sempurna di kaki jenjang.

" Kau pelayan baru disini ?" Tanya pria itu bernada dingin. Tatapan tajam dan mata onyx yang seperti Minato kenali.

Mata hitam yang seolah menghipnotis Minato agar menyelami dunia khayal yang tanpa ujung. ' dia kesepian ' batin Minato. Dia menggigit bibir bawahnya tanpa sadar membuat sang pria tampan bermata onyx tajam itu mengerenyit bingung. Dia menghampiri Minato yang duduk di sofa. Agak risih karna di tatap begitu intens oleh orang yang di sangkanya pelayan baru.

" Kau melamun ?" Tanya pria itu. Dia mensejajarkan wajahnya dengan Minato.

Deg

Mata itu mirip dengan lelaki tua itu.

Oh agaknya minato tak atau belum menyadari posisi mereka.

" Oh kau sudah datang Fugaku ?" suara Barintone itu membuyarkan lamunan Minato. Dan wajahnya memerah di hadapannya pria itu lebih tampak - sangat – tampan dengan jarak – sangat – dekat ini. ' a – apa aku menyebut dia tampan… god aku bukan gay '

Lelaki tampan itu menegakkan tubuhnya dan menoleh menatap datar sang ayah mertua atau ayahnya sendiri. Molla ~

" Ya … ! Apa ayah tidak pulang semalam karna Mikoto bilang ayah tak berada di rumah saat aku pulang dini hari tadi ?"

" Aku memang tak pulang. Aku menjemput calon menantuku "ucap lelaki tua itu membuat lelaki berambut raven bermata onyx tajam itu bingung.

" Kenalkan – lelaki tua itu menunjuk Minato dengan dagu – dia Namikaze Minato Atau Uchiha Minato orang yang akan menjadi 'suami' kedua Mikoto. Bukankah kau sudah tau Fugaku ?"

Deg

Mata onyx milik lelaki bermarga Uchiha itu membulat kaget. Sepandai dia menyembunyikan ekspresinya. Demi tuhan jangan ada lagi.

" Jadi bukan kau yang akan menikahiku Uchiha Madara–Sama " Ucap Minato sambil menunjuk dirinya sendiri.

" Bwahahahaha " lelaki tua itu tertawa mendengar ucapan polos Minato.

" bukan Mina–Chan. Kau akan menikah dengan Mikoto putri ku dan kau juga yang akan memberikan ku cucu kedua. Setelah itu kau bebas hendak kemana. Kau tahukan aku sudah tua dan pasti takkkan bisa memuaskan hasrat anak muda zaman sekarang " ucap Madara agak frontal membuat pipi putih Minato bersemu.

" Tapi aya _ "

Ucapan Fugaku – lelaki tampan bermata onyx tajam – terpotong saat sang Uchiha senior menyela ucapannya dengan nada sadis … mungkin ?

" kau MANDUL Fugaku. Kau tahu itukan dan kau takkan bisa MEMBUATKAN ku cucu kedua. Itachi takkan sanggup mengurus segalanya Fugaku. Dan jalan satu – satunya hanya pada anak Namikaze yang keturunannya telah mengabdi lama pada Uchiha " ucap Madara – lelaki tua – membungkam sekaligus mengunci rapat bibir Fugaku yang tadinya ingin melayangkan protes. Juga ucapan Madara pua membuat sebagian serpihan luka dihati fugaku menganga bertambah lebar. Sakit. Sesak. Dan serasa tak berguna.

" Dan untuk mu Minato kau bisa kekamar mu yang berada di lantai 3. Kamar itu khusus untuk mu "

" Benarkah ?" Minato seketika berdiri. Mata biru cerah miliknya membesar dan perasaan gugup, takut, gelisah dan apapun itu yang tadi menggeluti hatinya mulai sirna. Toh dia hanya perlu menikahi dan menghamili doang. Terlebih bahwa putri Mikoto adalah wanita yang terkenal dengan kecantikannya, walau mungkin hanya kushina yang tercantik untukku. lalu selain cantik dan yang terpenting dia WANITA. Garis bawahi itu.

" Ya Mina–Chan. Tolong antarkan Minato ke kamarnya " titah Madara pada salah satu maid yang langsung menghampiri Minato. Mengajak Minato untuk mengikutinya.

" Dan satu lagi Minato _ "

Minato berhenti melangkah, dia sudah berada di anak tangga ke tiga. Minato menoleh pada Madara.

" Kau harus memanggil ku ayah dan lupakan masa lalumu bersama Namikaze ataupun marga mu sebagai Namikaze karna sekarang kau adalah Uchiha " ucap Madara. Dia beralih pada Fugaku. " Fugaku ikut aku " lanjutnya diangguki oleh Fugaku lalu pergi menuju sebuah ruangan yang terletak 50 meter dari sofa.

Minato masih terdiam mencerna seluruh kata – kata Madara yang baru saja di ucapkannya. Dia tak mungkin melupakan keluarga yang sudah membesarkannya. Apalagi wanita yang masih di cintainya. Dia tak mungkin bisa melupakannya. Yah walaupun Kushina telah brkhianat toh cintanya masih pada Kushina. Cinta itu buta. Yah Minato di butakan oleh cintanya pada Kushina.

Minato menggedikkan bahunya tak peduli. Toh keluarga nya akan baik baik saja sementara dia disini.

.

.

….DON'T CRY NARU – CHAN...

.

.

" Fugaku aku tahu, kau tak rela akan keputusan ku. Namun hanya itu yang bisa ku lakukan untuk Mikoto atau untuk Uchiha. Maaf " ucap Madara pada Fugaku yang terlihat frustasi.

Madara duduk di sofa mewah yang berada di ruang kerjanya. Di sampingnya Fugaku duduk dengan kepala menunduk dan punggung yang melengkung ke depan. Dua tangannya menopang dahi yang terasa sangat berdenyut.

" Tapi ayah, Dia _"

Lagi – lagi ucapan Fugaku terpotong oleh Madara.

" Dia anak yang baik Fugaku, dan tugasmu hanya mengawasinya lalu terserah kau apakan anak itu. Namun setelah 'Dia' hamil dan tentu saja setelah dia melahirkan juga. Terserah kau boleh lakukan apapun padanya aku takkan melarang "

Bungkam dan lagi – lagi Fugaku hanya bungkam pening di rasanya kini semakin berdenyut, " Aku takkan berbuat apapun ayah, maaf Itachi harus meminum susunya "

Fugaku berdiri dan meninggalkan Madara yang tersenyum licik pada punggung Fugaku yang semakin menjauh dan hilang di balik pintu.

Blam

" Sampai kapan kau masih ingin menutupi orientasimu Fugaku. Semua itu akan sia – sia. Semua kedok kita akan terbongkar bila kau tetap munafik, tetapi teruslah bersikap begitu. Dengan itu kau takkan pernah tau_"

"_APAPUN"

.

.

Fugaku berjalan gontai menuju kamarnya dan Itachi yang berada di lantai dua. Fikirannya kalut sekarang dan tatapannya kosong menatap ubin yang tengah dia pijak.

' kau boleh melakukan apapun_'

'_apapun '

Kalimat – kalimat Madara terus terngiang di memory otak Fugaku, mengundang hasrat lama yang sudah terpendam jau. Dia hanya ingin setia pada Mikoto. Walau Mikoto adalah adik tersayangnya dan dia tak memiliki perasaan apapun lagi untuk Mikoto. Tetapi Mikoto adalah istrinya sekarang dan kini dia memikir kan Arrrrggghhh… ' semua ini hanya membuat ku pusing '.

Namun fikiranya terus berlanjut. Memikirkan sebuah fantasi bilamana Minato dengan wajah sensual menggigit telunjuknya dan dalam ke adaan naked dengan posisi menungging dan kejantanan yang mengacung memenuhi gravitasi lalu lubang ketat yang berkedut – kedut meminta dimasuki… god kini adik kecillnya mulai bangkit dengan hanya memikirkan Minato yang berpose menun – stop.

' aarrggghhh aku bisa gila '

Dan Fugaku hanya bisa menepuk – penuk kecil benda yang berada di dalam celananya mulai mengeras. Bermain solo lagi. Itu mungkin saja. Haaa~h

Tak berapa lama kini Fugaku sampai didepan pintu bercat biru muda cerah dengan warna U. Itachi–chan tergantung di tengah – tengah pintu.

Ckleeeaaakkk

Pandangan pertama yang dia lihat ialah sosok membelakanginya menghadap balkon tengah menggendong seorang bayi. Dia melirik ke arak box bayi dan taka da Itachi di sana.

Surai pirangnya melambai – lambai tertiup oleh angin seolah memanggil Fugaku untuk mengesap wangi citrus yang menyeruak dihidungnya kini. Sedang bibir berbentu hati itu melantunkan lagu – lagu merdu. Bibir yang menurut pandangan Fugaku akan terasa manis saat dia menyesapnya melumatnya atau saat bibir itu menghisap ke jantanannya yang keras atapun saat bibir itu mendesah keras saat ujung kejantanannya menyentuh tepat di sweetspot Minato. Beralih pada pinggang ramping yang hanya terbalut baju kaos tipis dan bokong yang terlihat sexy yang hanya tertutup celana jeans biru pudar longgar.

Hell ! pemandangan – termasuk fikiran kotor Fugaku – yang membuat seorang Uchiha Fugaku CEO dari UC corporation yang terkenal angkuh, sombong, dingin, menjadi sosok pria remaja mesum yang tengah di mabuk cinta. What The F*ck hanya memikirkannya membuat Fugaku mengeras kembali.

Sosok itu berbalik menghadap Fugaku. Mata birunya memandang teduh bayi yang tengah menyusu susu formula didalam dot.

" ah ~ Fugaku–san maaf aku telah lancang masuk ke kamar ini " sosok itu berbicara. Mata birunya menatap Fugaku yang masih terdiam. Sedikit risih dan heran saat Fugaku memandang dirinya atau bokongnya dengan intens ' sadar lah Minato, kau bukan gay '

" a – aku benar – benar minta maaf Fugaku–san . tadi saat aku hendak turun aku mendengar Itachi–kun menangis jadi aku bermaksud untuk menenangkannya. Aku benar – benar minta ma_"

" Keluar "

" Nani ?"

" Kau tidak tuli kan. KELUAR " bentak Fugaku. Minato terdiam – shock – atas bentakan keras dari Fugaku. Namun tak berapa lama dia kembali masuk ke dalam kamar dan menyerahkan Itachi yang tengah tertidur lelap pada Fugaku.

Pony yang menjuntai menutupi sebagian wajah Minato yang menunduk.

" Maaf " gumam Minato lalu berjalan keluar.

Blam

Minato meninggalkan Fugaku yang masih mematung di tempatnya…

' omona _ Jantungku, Kejantananku ' -_-

.

.

.

' kenapa dia marah padaku. Aku kan hanya ingin menenangkan anaknya apa aku salah ? benar–benar lelaki yang menyebalkan ' gerutu Minato. Dia benar–benar kesal pada manusia–es–muka–datar– menurutnya .

Tok tok tok

Pintu dark blue itu di ketuk oleh seseorang. Hingga sebuah suara maid menyapa telinga Minato.

" Minato–sama.. Uchiha Madara–sama memanggil anda untuk keruang kerja beliau "

Ckleeaakk

" Tolong antar kan aku kesana " ucap Minato setelah maid itu menegakkan setengah tubuhnya yang tadi membungkuk sebentar. Minato mengikuti langkah – langkah kecil maid tersebut hingga kakinya terhenti setengah meter dari depan pintu kayu mahoni berwarna coklat gelap dengan ukiran – ukiran rumit di pinggiran pintu.

" Uchiha–Sama, Minato–Sama menemui anda "

" Bawa masuk " ucap Madara dari dalam.

Pintu coklat itu terbuka dan ruang kerja lengkap dengan perpustakaan kecil serta ruang tamu dengan sofa beludru sutra menyambut mata Minato. Ruangan yang hamper didesain berwarna gelap namun terlihat sangat elegan. Di tengah–tengah ruangan seorang wanita muda berambut hitam raven yang di gerai indah. Mata onyx wanita itu hanya menatap kosong ubin di bawahnya.

'Apa semua uchiha itu mempunyai jiwa kesepian ya ?' batin Minato bertanya. Dahinya berkerut menahan segala pertanyaan yang berada di benak.

Di hadapannya putri Mikoto, putri dari seorang pengusaha terkenal yang tidak di ketahui namanya. Putri dan salah satu anak dari Uchiha yang terkenal cantik dan murah senyum, ternyata hanya seorang gadis yang kesepian. Sama seperti fugaku-san ?. apa masa kecilnya kurang bahagia ya . haaa~h molla~

" Minato kenalkan dia Uchiha Mikoto. Dia yang akan menjadi istrimu " ucap Madara dilengkapi senyum di akhir ucapannya,

' dan 'wadah ' untuk seluruh keturunan uchiha' batin Madara melanjutkan.

Minato menatap Mikoto intens, dia sama sekali tak menemukan binar kebahagiaan pada Mikoto.

" Nah kalian akan kutingal. Bersikap baiklah Mikoto" ucap Madara sebelum berlalu pergi.

Blam

Kini ruangan itu diam – hening – senyap.

" Eerrr,,, Mikoto–san ?" panggil Minato gugup. Mikoto mengangkat wajahnya tanpa menyahut panggilan Minato. Datar. Tanpa ekspresi. Membuat aura dingin menyebar ke seluruh ruangan. Dan juga membuat Minato bertambah gugup.

' Bagaimana ini aku tak tahu menahu tentangnya' batin Minato sendu. Dia gugup. Sangat. Canggung. Banget. Takut. Itu lebih parah. Ingin kabur. Niat kedua.

Mikoto pov

Dia kah yang akan menjadi korban Uchiha selanjutnya. Sungguh maafkan aku. Aku bersalah padamu. Aku egois . memilihmu menjadi yang selanjutnya demi menyelamatkan diriku. Sungguh aku minta maaf padamu minato. Tapi kau tenanglah beberapa tahun dari sekarang kau akan bebas. Kau akan hidup bahagia di tengah kesengsaraan uchiha. Aku berjanji. Minato aku mohon kelak jagalah dia nanti. Karna aku tahu kau,,, hanya kau yang bisa membahagiakan Fugaku. Aku mohon.

Jika kalian bertanya apa batin ku miris maka akan ku jawab sangat miris. Aku memang tak berguna setelah mencintai kakak kandungku sendiri. Menjadi budak Uchiha adalah jalan satu – satunya untukku agar terus bersama dirinya. Dirinya yang akan terus ku nantikan kehadirannya di sisiku. Menjemput ku dari sangkar burung ini. Melepaskan belenggu kehidupan yang menjeratku selama dua tahun ini.

Tuhan tolong kuatkanlah batin ku.

Aishiteru Sai oniichan. Aku selalu mencintaimu

End Mikoto pov

Minato menunduk gugup. Pasalnya sejak setengah jam lalu setelah Madara pergi dari ruangan ini Mikoto terus menatapnya dengan pandnagan yang sulit di artikannya. Entah antara Sedih, Marah, Kecewa, Prihatin. Hmm molla itu terlalu ribet untuk nya,,,,,

" Kau ingin tahu sesuatu tentang ku ?" Tanya Mikoto. Dia tetap menatap mata biru cerah milik Minato. Sampai kepala kuning milik Minato bergerak keatas dan kebawah dengan pelan, Mikoto melepas pandangannya. Mata onyx kelamnya tertutup oleh kulit putih pucat berbingkai bulu mata yang lentik.

" Nama ku Uchiha Mikoto. Seorang anak bungsu dari tiga bersaudara. Aku sudah menikah dan telah mempunyai Itachi pada umurku yang ke 22 tahun. . Aku mencintai kakak ku sendiri yang sekarang menjadi buronan polisi .Aku istri dari Fugaku dan anak sekaligus menantu dari Uchiha Madara–Sama" ucap Mikoto datar.' juga budaknya' lanjutnya dalam hati miris.

Sungguh jika kau mempunyai cermin kau akan melihat wajah bodoh Minato sekarang mungkin kau akan tertawa terbahak – bahak. Dengan mata sipit yang terbuka lebar mulut menganga alis terangkat penuh. Sungguh wajah kaget yang menyeramkan. Ck….

3 detik

Minato masih dalam posisi yang sama

5 detik

6 detik

Mikoto gusar

8 detik

" Hentikan wajah bodoh mu " bentak Mikoto. Sungguh dia awalnya sangat yakin pada Minato akan masa depan Uchiha. Tapi kini mungkinkah harapannya akan menjadi angan – angan.

" Kau bercanda kan "

" TIDAK. Ck dasar bodoh "

" APPAAAAAAA"

30 menit kemudian

Setelah usai shock di ruaangan kerja Madara. Minato tak memperdulikan Mikoto – ya karna Mikoto pun tak memperduliknnya- dia pergi kekamarnya merenungi nasib yang sungguh membingungkan.

Oke pertama dia melihat Kushina yang berciuman dengan lelaki Uchiha. Lalu orangtuanya menjual dirinya- hanya spekulasi Minato – pada Uchiha. Dan kini dia menjadi calon suami dari Uchiha yang sudah punya suami. WHAT THE HELL. Ada kah yang lebih buruk dari ini.

" ARRRGGGHHH " Minato berteriak kesal

" Akan ada yang lebih buruk Minato. Tunggulah. HAHAHAHAHAHAHAHAHA kau lihat Mito kali ini keturunan mu akan ku hancur kan "

" Maaf kan kami Minato "

Craassshhhhh

To Be Continue

Halo minna – tachii. Yue balik dengan Don't cry Naru chan Flash back. Ada yang mau di tanyakan . atau minna–chan sudah bisa menebak siapa ayah dan ibu Naruto ?. untuk pertanyaan Apa Naruto akan mengecat Warna rambutnya menjadi pirang. Hehehehe iya dan Hime bakalan coba thu. Makasih untuk Heiwajima Shizaya atas sarannya ^^. Dan juga terimakasih buat Devilojoshi atas sarannya. Hime bakalan coba. Hehehe ^^. Oh dan juga maaf bila ada yang bingung tentang perbedaan umur, terutama mikoto. Karna Hime sendiri juga Bingung dengan umur masing – masing tokoh '.'v. jujur ajha Hime agak bingung menentukannya. Menurut Minna Chan sendiri bagaimana apa ada yang bingung?.

Yosh gak perlu banyak kata. Dan maaf Hime gak bisa balas Review minna–chan satu –satu karna dengan seribu alasan #plak. But Hime tetap mengucapkan Beribu terimakasih atas Saran dan juga pengetahuan agar FF Hime jadi lebih baik.

Yosh big thanks buat

Gothiclolita89 | Himawari Wia | Yanaucii | Devillojoshi |Fatayahn | Fatayahn | Heiwajima Shizaya | Oreoblack | Satsuki Naruhi | Zen Ikkika | Zara zahra| And All Guest.

Oke review kembali minna – chan. Hime akan selalu menerima saran apapun untuk tulisan Hime.

Dan juga Hime akan kembali post FF ini akan agak lama. #bow

Review minna chan ^^

Dan oh untuk sekedar info. Besok aka nada Lemon ItaNaru. ( akhirnya ) jadi review terus minna – chan. Tapi Hime minta maaf ( kebanyakan ) bila Lemon nya kurang Asem karna ini pengalaman pertama buat Lemon.

Yosh review Minna – chan.