Author Note:

Halo semuanya! Sekali lagi terima kasih untuk Reviewnya! Kali ini aku akan mencoba untuk menjawab pertanyaan dari beberapa review yang ada.

Shinichi kudosaki: apakah naru akan jadi devil?

untuk Shinichi Kudosaki: untuk masalah itu, ada kemungkinan ya dan ada juga tidak. Walau konsep naruto menjadi devil sedikit menarik sih jadi mungkin akan digunakan. Lalu kalau soal pair, untuk Shinichi dan Vin Desel No Giza, emang sih pair NaruHina sudah banyak yang pake, nanti aku usahain deh pairnya beda tergantung perkembangan ficnya nanti. Ditunggu saja ya!

untuk 9 dan Akira no Rinnegan: Sasuke tidak akan pergi dari desa(Mungkin) dan Naruto akan berkelana sendirian untuk sementara waktu. untuk

Earl grey bernvoureth: Aku gak berniat untuk menjadikan Naruto sebagai wadah Orochimaru dan juga dia tidak akan juga bergabung dengan Akatsuki. Tetapi terima kasih untuk sarannya. Jika ada usul lain silakan kasih tau!

Dan untuk reviewer lain yang bertanya, Naruto tidak akan menjadi jahat di fic ini. Dan untuk soal Naruto punya desa sendiri, kita lihat saja untuk kedepannya apakah aku akan buat Naruto punya desa sendiri atau enggak.

Sepertinya cukup segini dulu, aku harap chapter yang satu ini bisa memuaskan kalian.

Selamat Membaca! Dan jangan lupa untuk Review!

Disclaimer: Aku tidak punya Naruto


"Aku ingin bekerjasama denganmu Kyuubi."

Naruto mengatakan hal itu kepada Kyuubi dengan suara yang lantang.

"Kerja sama ya... Untuk apa Bocah? Untuk membalaskan dendammu pada penduduk desa, untuk membunuh kedua teman tim-mu? Atau kau akan menguasai dunia dengan kekuatanku?" Kyuubi mendengus dan menatap sinis ke arah Naruto.

"Tidak... Aku memutuskan untuk pergi dari desa Konoha" Naruto menatap Kyuubi dengan mantap

"Akhirnya kau memutuskan untuk pergi dari desa terkutuk ini. Namun cuma ada satu masalah dalam proposalmu ini bocah." Kyuubi lalu mendekatkan kepalanya ke jeruji besi, menatap Naruto dengan kedua bola mata raksasanya secara dekat.

"Apa keuntungan yang aku dapat jika aku bekerja sama denganmu, bocah?" Kyuubi menatap Naruto dengan keras, seakan siap membunuh Naruto dengan kukunya yang tajam jika jawabannya tidak memuaskan Kyuubi.

Hening seketika...

"Sudah kuduga kau-"

"Sejujurnya aku tidak tau."

Jawaban Naruto membuat Kyuubi terkejut. Naruto datang menawarkan ingin kerja sama dengannya dan dia kira dia akan terima begitu saja tanpa mendapat apa-apa? Yang benar saja!

"Kau kira aku akan menerima-"

"Yang bisa kujanjikan adalah aku akan berjanji untuk mencari cara untuk mengeluarkanmu dari sini Kyuubi."

Pernyataan Naruto sontak membuat Kyuubi menghentikan kata-katanya. Apakah ia salah dengar? Bocah ini berjanji mengeluarkannya?

"Apa yang membuatmu berjanji untuk mencari cara untuk mengeluarkanku dari sini, jika kau bisa memaksaku untuk memberikanmu sebagian cakraku, bocah! "

Kyuubi bertanya dengan kasar, dari suaranya dapat terdengar nada tidak percaya. Dia sudah terkurung dari penjara satu ke penjara lain. Mendengar proposal ini bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan.

" Aku memikirkan tentang pembicaraan kita yang lalu. Dan aku memutuskan untuk mengeluarkanmu dari sini. Aku tau kau sudah terkurung mungkin lebih dari 1 abad lamanya. Dan aku rasa itu tidak adil untukmu. Walaupun kau adalah monster, kau juga memiliki perasaan. Dan jika aku memaksamu untuk memberikan cakramu secara paksa, aku tidak ada bedanya dengan orang serakah yang mengincar kekuatanmu. Jika kau tidak setuju dengan proposalku ini, aku akan berhenti menganggumu."

Kyuubi hanya terdiam. Dia baru pertama kali ini bertemu dengan seseorang seperti ini. Sebagian dari dirinya berteriak kalau bocah di depan dirinya itu berbohong, tetapi sebagian dari dirinya berkata untuk mempercayai boca- bukan. Sebagian dari dirinya berteriak untuk mempercayai laki-laki bernama Uzumaki Naruto yang berdiri didepannya.

"fu...fu..." Kyuubi mulai tertawa kecil yang membuat Naruto kebingungan.

"Fu...fu...fu..." Tertawa kecil Kyuubi perlahan-lahan semakin keras sampai akhirnya ia tertawa.

"Fu...fu...fu...FUHAHAHAHAHA! HAHAHAHA! HAHAHA!" Tawa kyubi yang besar itu mulai mengguncang seisi ruangan itu. Entah kenapa suara tawa Kyuubi yang biasanya sinis telah berubah. Suara yang sinis itu berubah menjadi tawa seseorang yang baru saja mendengar lelucon yang lucu.

" BWAHAHAHA! UZUMAKI NARUTO! KAU ADALAH MANUSIA KEDUA YANG TIDAK TAKUT PADAKU, MEMPUNYAI TEKAD TERKUAT YANG PERNAH KULIHAT, DAN KAU ADALAH JINCHUURIKI PERTAMA YANG MENGAJAKKU BEKERJA SAMA! UZUMAKI NARUTO! AKU TERIMA PROPOSALMU!"

Naruto tersenyum lalu segera mendekati jeruji besi.

"Kyuubi-"

"Kurama. Namaku adalah Kurama. Jika kita akan bekerja sama, panggillah namaku Kurama" Jawab Kyu- bukan, Kurama sambil menyeringai lebar.

Naruto mulai tersenyum balik. Lalu berkata.

"Mari kita ulang kembali hubungan kita. Hai! Namaku Uzumaki Naruto. Senang berkenalan denganmu Kurama!" Kata Naruto sambil mengulurkan tangan.

Sambil tertawa kecil, Kurama berkata:

"Hai juga bocah Namaku Kurama no Yoko, senang berkenalan denganmu... partner." lalu Kurama mendekatkan kukunya keluar dan menyentuh tangan Naruto dengan kukunya.

Saat itu pula, persahabatan antara seorang anak manusia dan seekor Bijuu dimulai.


"Oi, Kurama. Karena kita partner sekarang, bisa kau beritau aku kenapa kau menyerang Konoha?" Tanya Naruto kepada Kurama

"Sebelum aku menjawab pertanyaanmu bocah, bisakah kau ubah ruangan ini terlebih dahulu? Ruangan ini adalah perwujudan dari pikiranmu, aku yakin kau bisa mengubah ruangan ini dengan pikiranmu bocah." Kyuubi berkata pada Naruto.

"Wow, ternyata isi pikiranku berbentuk seperti selokan tua? Miris sekali. Baiklah kumulai sekarang."

Lalu Naruto memikirkan sebuah pemandangan lalu mencoba memanifestasikannya ke ruangan penjara Kyuubi. Seketika tiba-tiba ruangan itu berubah. Ruangan sempit dan gelap itu berubah menjadi sebuah wilayah luas dengan pepohonan yang rimbun, dan dikat pepohonan terdapat banyak sungai yang mengalir jernih dengan ikan-ikan didalamnya. Dan jeruji besar yang ditempelkan kertas "segel" di tengahnya pun hilang, Kurama sekarang bebas bergerak, tak perlu terisolasi ruang geraknya oleh ruangan sempit sebelumnya. Dan langit pun berwarna biru cerah.

"Oi Naruto..."

"Apa? Kau tidak puas?"

"Tidak bukan itu... aku berterima kasih kau sudah merubah penjaraku menjadi ruang yang luas dan indah ini.."

"Kalau begitu terus apa masalahnya?" Naruto menatap Kurama dengan mata bingung.

"Hanya ada satu masalah kecil yang harus diselesaikan..." Kurama berkata pelan sambil menatap Naruto dengan pandangan datar.

"Apa?"

"Ke...KENAPA BISA ADA KALUNG PELIHARAAN DI LEHERKU BOCAH! " Kata Kurama sambil menghantam ekornya ke tanah sambil menunjuk ke arah lehernya. Benar saja, di lehernya ada kalung yang biasa dilihat untuk binatang peliharaan seperti di leher kucing atau anjing.

"Err.. aku bingung harus bagaimana membuat bentuk kertas segelnya, jadi aku merubah bentuk kertas segelnya menjadi kalung agar cocok denganmu. Lagian, kalung itu terlihat cocok kok denganmu." Kata Naruto dengan senyuman usil di mukanya

"COCOK NDASMU CUK! AKU KYUUBI NO YOKO! MASA AKU MAU DIANGGAP KAYAK BINATANG PELIHARAAN! UBAH LAGI BOCAH!"

"Ogah. Lagian ini pikiranku, sesukaku dong"

"BOCAH!"

"Bola bulu."

"KAU! Ah sudahlah lupakan saja. aku bisa stress karna kau nanti" Kurama akhirnya menyerah dan akhirnya memutuskan untuk berhenti bicara.

Skor! 1-0

Naruto: 1

Kurama:0

Naruto berjingkrak-jingkrak dalam hati.

"AKU DENGAR ITU BOCAH! "

"Ah sial. Aku lupa ini pikiranku sendiri"

Pikir Naruto sesaat.

"Kembali ke topik tadi, alasan aku menyerang Konoha karena aku dikendalikan oleh seseorang Naruto. Orang tersebut mengaku bernama Uchiha Madara. Aku ragu apakah dia benar-benar madara atau bukan, yang pasti orang itu sangat berbahaya. Dia mengenakan topeng bulat berwarna oranye dan ada satu lubang kosong untuk melihat. Aku dikendalikan dengan Sharingan. Dia menyerang ibumu ketika sedang hamil dan sehingga segelya melemah dan aku bisa keluar. Lalu orang itu segera memberikanku Genjutsu dengan Sharingan lalu ia mengendalikanku untuk menghancurkan Konoha. Jika kau bertemu orang ini, segera lari segera lari secepatnya. Mencoba melawan dia sendirian itu adalah tindakan bodoh, Naruto."

Naruto hanya diam. Dia mengerti keadaannya segenting ini.

"Oi Kurama, apa yang bisa aku dapatkan dari kerja sama kita?" tanya Naruto.

"kau akan aku latih dan jika berkenan kau akan kuubah menjadi Hanyou(setengah Youkai). reflex,indra,kecepatan,kekuatanmu akan meningkat dratis dengan tebusan kemanusiaanmu."

Kata Kurama.

"Begitu ya..kalau begitu kenapa kita tidak mulai sekarang saja prosesnya?" Tanya Naruto kebingungan.

"Aku sarankan kita pilih tempat yang jauh dari Konoha. Untuk proses mengubahmu menjadi Hanyou, kau perlu melonggarkan segelnya sedikit dan itu akan membuat ledakan cakra skala kecil dari cakraku dan itu akan mengundang hal buruk. Bisa saja kau akan dihukum mati karna dikira aku mencoba kabur dari segel ini, aku sarankan kita lakukan di lain waktu. Dan Naruto, sebelum kau pergi dari desa ini, menyelinaplah ke kantor hokage dan cari arsip yang aku pernah bicarakan. Ada informasi vital yang kau harus tau, Naruto. Dan pergilah ke perpustakaan dan cari gulungan mengenai Fuuinjutsu, kau akan memerlukannya sebagai langkah awal untuk membebaskanku." Kata Kurama menyarankan.

"Baiklah, terima kasih Kurama. Sekarang aku ingin istirahat dulu dan terima kasih kau sudah memberitauku swbanyak ini." Naruto lalu segera keluar dari alam sadar, ketika ia mendengar suara Kurama yang pelan

"Kau juga bocah. Selamat tidur" Kata Kurama lalu ia memejamkan matanya.

"Tidak, terima kasih sudah percaya padaku Kurama" bisik Naruto kecil. Senyum kecil terpampang di mukanya. Lalu ia keluar dari alam sadar, dan menuju ke alam mimpi.


Keesokan Harinya...

Naruto bangun dan melihat mentari sudah bersinar dari balik jendela. Lalu Naruto membuka tirainya dan cahaya masuk kedalam ruangan. Terlihat awan berwarna biru cerah dengan kicau burung yang merdu di pagi hari. Pemandangan ini sedikit membuat Naruto terhibur karena kejadian yang kemarin terjadi membuat Naruto sedikit down, namun dia mulai sedikit senang. Ketika Naruto ingin bangkit, dan keluar ruangan terdengar suara berat menyapanya dengan riang.

"Oi bocah, gimana keadaanmu? Sudah sehat ya?" Kalimat itu keluar dari seorang pria setengah baya berambut putih yang memakai baju hijau kemerahan dengan gulungan besar.

"Sudah lumayanlah. Ada apa kau kemari? Ero-Sennin" Kata Naruto sambil membalikkan badan ke arah Jiraiya, si pertapa mesum.

Naruto POV

Aku melihat ero-sennin duduk di jendela, sambil melihat ke arahku. Lalu penuh dengan rasa penasaran aku pun bertanya

"Oi Ero-sennin, biasanya kau jam segini mengintip cewek mandi, apa yang terjadi?"

"Oi bocah, itu sikapmu terhadap gurumu? Keterlaluan sekali kau memanggilku mesum. Dan bisa tidak kau berhenti memanggilku Ero-sennin?reputasiku bisa hancur tau." Kata ero-sennin sewot ke arahku.

" Hari dimana aku berhenti memanggilmu ero-sennin adalah hari dimana kau berhenti membuat buku Icha-Icha dan berhenti mengintip cewek di pemandian." Kataku dengan senyum menyeringai

"Dan kau tau aku tidak akan pernah berhenti melakukan itu bocah! Dan aku bukan mengintip, aku meneliti spesimen yang bernama wanita untuk penelitianku!" Jiraiya sambil mengayun-ayunkan buku Icha-Icha buatannya didepan mukaku.

" Dan selama itu pula aku tidak akan berhenti memanggilmu mesum, orang mesum." Jawabku sewot.

"Aku bukan orang mesum." Jiraiya masih membantah.

"jadi apa?" tanyaku. Penasaran jawaban apa yang akan dia keluarkan.

"AKU SUPER MESUM!" Jiraiya berkata sambil nyengir kuda.

Aku facepalm. Bodohnya aku berharap dia akan berhenti menjadi orang mesum. Pertama Kakashi, sekarang Jiraiya, kenapa guruku semuanya orang mesum!?

"Lupakan itu untuk sementara. Naruto, aku ingin bertanya sesuatu padamu" Ekspresi wajah ero-sennin, bukan, Jiraiya mulai terlihat serius

"Tanya apa?" Aku mulai serius menjawab pertanyaan Jiraiya sensei.

"Naruto, apa kau menggunakan cakra Kyuubi pada saat pertarunganmu dengan Sasuke?" Jiraiya mendekatkan badannya denganku.

"Ya." Jawabku dengan cepat.

"Apa!? Kenapa kau menggunakan cakra Kyuubi? Itu berbahaya buatmu Naruto!" Jiraiya menjawab

"Aku juga tidak ingin menggunakan cakranya. Tapi aku tidak punya pilihan lain jika masih ingin hidup." Jawabku Santai.

"Keadaan macam apa sampai memaksamu menggunakan cakra Kyuubi untuk bertahan hidup?" Jiraiya bertanya keheranan.

"Selain menerima serangan Chidori ke bahu dan paru-paru kananku? Tidak ada masalah." Jawabku santai. Lalu tiba-tiba aku merasakan temperatur ruangan turun. Lalu aku melihat ekspresi wajah Jiraiya yang dalam emosi marah. Mukanya dingin namun aku bisa melihat api di matanya, seakan ingin membunuh orang.

" Anak sialan itu." Bisik Jiraiya sambil mengenggam keras kedua tangannya. Aku mendengar perkataan Jiraiya, namun aku diam saja.

"Jadi, bagaimana kau akan menanggapi situasimu dengan Uchiha,Naruto?" Tanya Jiraiya sambil mengalihkan topik.

Aku menarik nafas panjang dan menghela nafas. Sejujurnya aku masih tidak suka untuk membicarakan ini lagi. Namun, aku merasa harus menjawabnya. Karena aku tau hubunganku yang sekarang sama dengan hubungan Jiraiya dengan Orochimaru yang dulu.

"Aku rasa...lebih baik aku melupakan segala hubunganku dengan Uchiha Sasuke." Jiraiya tertegun mendengar jawabanku. Kurasa ia menduga aku akan tetap membela si Uchiha.

"Kenapa?" Jiraiya menatapku datar.

Aku menarik nafas dan berkata

"Aku tidak yakin apakah ia menganggapku sebagai saudara atau bukan. Dia... Sasuke bilang aku sahabat terbaiknya, orang terdekat kedua, namun dia berusaha membunuhku hanya demi membalas dendam. Aku bingung. Apakah dia benar menganggapku sebagai saudara? Atau Cuma aku yang menganggap Sasuke sebagai saudaraku karena rasa kesepian selama 13 tahun. Sakura, teman 1 timku sendiri membela Sasuke. Kakashi sendiri lebih memilih Sasuke sebagai murid terbaiknya daripada aku. Apakah keberadaanku sendiri mempunyai arti di tim-ku sendiri?"

Aku menjawab secara pelan. Itulah perasaaanku yang sebenarnya. Akhir-akhir ini aku kebanyakan melamun. Sial kalau begini terus, aku bisa seperti Sasuke.

Entah kenapa, ekspressi Jiraiya terlihat sakit mendengarku berbicara begitu.

"Naruto, aku-"

Tiba-tiba pintu kamarku terbuka dan aku melihat kedua petua tinggi dewan Konoha dan penasihat Hokage berada dihadapanku. Utatane Koharu dan Mitokado Homura

"Uzumaki Naruto, segera menghadap ke ruang rapat Dewan Konoha segera" Lalu mereka berdua segera pergi dari situ.

Aku mendapat fiarsat buruk. Aku tau mereka pasti akan membahas misiku yang terakhir dijalankan. Lalu aku tanpa basa-basi segera keluar dari ruangan. Tiba-tiba aku merasakan seseorang menggenggam lenganku.

"Aku ikut denganmu Naruto." jawab Jiraiya singkat. Aku mengangguk lalu kami berdua segera pergi ke ruang rapat dewan.


[Ruang Rapat Dewan]

Aku memasuki ruangan dengan baju set oranye ku yang biasanya bersama Jiraiya. Pertama kali yang kulihat ketika pertama kali memasuki ruangan adalah ruangan luas yang berukuran persegi panjang yang besar dan meja besar panjang di ruangan tersebut. Aku melihat semua dewan hadir. Baik dewan rakyat dan dewan shinobi, Dewan Rakyat terdiri dari sekumpulan orang-orang yang berasal dari kalangan rakyat dan dewan shinobi terdiri dari kepala dari klan-klan yang ada di Konoha. Aburame,Akamichi, Inuzuka,Yamanaka,Hyuuga,Nara, semuanya telah hadir. Aku bisa melihat nenek Tsunade ditemani penasihat Hokage, Koharu dan Mikado-san.

"Baiklah, mari kita mulai rapat hukuman apa yang pantas untuk Uzumaki Naruto." Tiba-tiba Koharu-san memulai rapat dengan pernyataan tersebut. Pernyataan tersebut membuat Tsunade marah dan bangkit dari kursinya.

"ATAS DASAR APA KAU PUNYA HAK UNTUK MENGHUKUM NARUTO, KOHARU! HOMURA!" sambil menatap tajam, Tsunade berteriak ke arah Koharu dan Homura

"Sudah jelaskan? Karena ia melukai Uchiha Sasuke-sama dan menggunakan cakra Kyuubi." Jawab Koharu santai.

Tiba-tiba suasana menjadi ramai dan bisikan terdengar dimana-mana.

"Kyuubi sudah mulai lepas! "

"Eksekusi dia sebelum terlambat !"

"Kubilang apa? Dia itu memang monster kan !?"

"hentikan dia dari program ninja sebelum terlambat!"

"BUNUH DIA!"

Bisik-bisikan dan ocehan terdengar di ruang rapat, tetapi aku tidak memedulikan hal itu. Yang ingin aku ketahui adalah

"Bagaimana mereka bisa tau aku menggunakan cakra Kyuubi!?" itu yang ada didalam pikiranku sekarang. Aku mencoba menenangkan diriku sebelum aku menjadi panik dan melakukan kesalahan besar.

"DIAM!" teriakan Tsunade membuat seisi ruangan sunyi kembali.

"Koharu, Homura. Uchiha Sasuke terluka karena Uzumaki Naruto bersama tim-nya aku berikan misi untuk membawa Sasuke kembali ke desa. Terangkan padaku kenapa Naruto harus dihukum untuk menyelesaikan misinya? Jika kau berbicara begitu, berarti kau mengharuskan seluruh orang di tim Naruto harus dihukum. Seharusnya Uchiha Sasuke yang dihukum. Apa pembelaanmu Homura, Koharu?" nada suara Tsunade terdengar rendah. Namun aku tau jika jawaban dari mereka berdua tidak memuaskan Tsunade, kepala akan melayang.

"Ada kemungkinan Uchiha Sasuke-sama dikendalikan oleh segel kutukan Orochimaru, jadi untuk sekarang masalah Uchiha Sasuke harus dipertimbangkan dari dahulu. Uzumaki Naruto bersalah karena hampir saja membunuh Uchiha Sasuke dan menghilangkan kemungkinan munculnya kembali pengguna Sharingan di Konoha dan dia juga bersalah menggunakan cakra Kyuubi. Kami dari dewan ingin agar Uzumaki naruto dibuang dari desa atau di eksekusi mati." Homura berkata pada Tsunade.

"Omong kosong macam apa ini!? Aku sebagai Hokage tidak mengijinkan!" Tsunade semakin marah.

"Jadi aku akan dihukum karena hanya menyelesaikan misi-ku? Dan Sasuke tidak dihukum karena punya Sharingan? Ini sungguh tidak adil!" Pikirku dalam hati. Telapak tanganku memutih karena menggenggam tanganku terlalu keras.

"Aku setuju! Bocah rubah itu harus di-" salah seorang dari dewan mencoba berbicara namun terpotong karena sebuah pena menancap di dinding dibelakang tubuhnya. Tsunade melempar sebuah pena ke arah leher anggota dewan dan menggores sedikit kulit lehernya sehingga darah mulai terlihat di leher anggota dewan tersebut.

"Kusarankan kau diam saja, dewan. Kau coba berbicara dengan Naruto seperti itu lagi, lemparan selanjutnya tidak akan meleset." Kata Tsunade dengan dingin.

Anggota dewan itu hanya menganggukan kepalanya dan kembali diam.

"Bagaimana kalau Uzumaki Naruto mendapatkan hukuman tidak boleh menjadi Chunin untuk selamanya?" Salah seorang anggota dewan berkata. Ia menggunakan tongkat penyangga dan mata sebelah kiri dan tangan kananya tertutup oleh perban. Didagunya ada bekas luka berbentuk X di depan dagu. Dia adalah Shimura Danzo. Teman satu tim-nya Hiruzen Sarutobi, Almarhum Hokage Ketiga.

"Apa!? Aku tidak terima! Genin Uzumaki Naruto tidak bersalah! Aku tidak mengizinkan kalian untuk menjatuhkan vonis itu!" Tsunade berteriak ke arah Danzo.

"Sayang sekali Tsunade, kami anggota dewan berhak meenjatuhkan vonis jika banyak yang setuju dengan keputusan kami." Danzo berkata dingin.

"Kalau begitu ayo kita adakan Voting. Bagi yang mendukung vonis ini dijatuhkan, angkat tangan kalian!" Tsunade lalu mengadakan voting. ¾ dari dewan memilih vonis dijatuhkan minus Dewan Shinobi.

Tsunade hanya tertunduk lesu melihat kenyataan di depannya.

"Jika kalian menjatuhkan vonis itu, aku akan berhenti sebagai shinobi konoha!" tiba-tiba Jiraiya berkata, membuat seluruh anggota rapat terkejut.

"Tapi Jiraiya-sama-"

"Aku tidak peduli. Jika kalian jatuhkan vonis itu, aku bukan hanya saja berhenti sebagai shinobi Konoha, aku juga akan memutuskan seluruh hubunganku dengan Konoha!" Jiraiya berkata dengan tegas.

"Tapi Jiraiya, kau adalah aset berharga desa Konoha! Kenapa kau akan berbuat sejauh itu untuk seorang Genin!?" Koharu bertanya keras kepada Jiraiya.

"Karena dia adalah muridku." Jawab Jiraiya.

Aku tercengang mendengar jawaban itu. Aku sangat senang sehingga aku merasakan mataku basah. Namun setelah mendengar keputusan rapat dan Jiraiya akhirnya aku memutuskan dengan bulat.

"Jiraiya-sensei, sudah cukup" Aku berkata pelan.

"Tapi Naruto-" Jiraiya mulai berbicara, namun aku kemudian memotong pembicaraannya.

Aku maju kedepan ruang rapat dan menatap satu-satu wajah anggota dewan. Mereka hanya terdiam, ingin mendengar apa yang akan aku katakan.

"Aku Genin Uzumaki Naruto..." baru saja aku mulai berbicara, Jiraiya langsung dapat menebak apa yang akan aku katakan.

"Naruto, berhenti!" Jiraiya mulai mencoba menghentikanku.

"Memutuskan untuk.."

"Naruto hentikan!" Tsunade mulai mencoba menghentikanku. Namun sudah terlambat. Aku menatap mereka semua dengan tatapan dingin penuh kesiapan.

"Menerima vonis itu dan bersedia untuk tidak menjadi Chunin untuk selamanya."

Suasana menjadi hening. Semua dewan rakyat yang mengikuti rapat mengangguk puas. Aku bisa merasakan Jiraiya dan Tsunade menatapku dengan tatapan tidak percaya.

"Baiklah dengan ini sudah diputuskan. Hukuman Uzumaki Naruto adalah tidak diperbolehkan menjadi Chunin seumur hidup. Rapat selesai." Homura mengakhiri rapat.

Dengan pernyataan itu, rapat selesai.


Naruto bersama Jiraiya dan Tsunade keluar dari ruang rapat. Ketika Naruto ingin pergi ke apartemennya yang bobrok itu tiba-tiba Jiraiya memegang kedua bahu Naruto dan menggoyangkan badannya keras-keras.

"Kenapa kau melakukan itu, Naruto!" Suara Jiraiya menggelegar di ruang koridor. Naruto hanya diam saja

"Naruto! Bukannya kau ingin menjadi Hokage!? Kau baru saja memotong jalanmu menuju Hokage Naruto!" Tsunade juga mulai marah dengan sikap Naruto si ruang rapat.

"Aku tau." jawab Naruto pelan.

"Lalu kenapa!?" Jiraiya sudah mulai tidak dapat menahan emosinya.

"Karena aku tidak ingin merepotkan -baa-chan, kau sudah kurang disukai oleh anggota dewan. Aku tidak ingin pekerjaan Hokagemu menjadi semakin berat. Jiraiya-sensei, aku bersyukur kau membelaku bahkan sampai bersedia untuk berhenti menjadi shinobi Konoha tapi aku tidak bisa membiarkan kau melakukan itu. Aku tau kau cinta desa ini Jiraiya-sensei. Itu wajar karena kau dibesarkan di desa ini. Aku tidak ingin kau memutuskan hubunganmu dengan desa hanya karena aku. Terima kasih sudah bersedia menolongku dan menerimaku apa adanya sensei, baa-chan." Naruto tersenyum tipis dan segera pergi ke apartemen.

Jiraiya dan Tsunade hanya bisa melihat punggung Naruto dari belakang. Jiraiya yang tidak bisa menahan amarahnya lagi lalu memukul dinding di sebelah kanannya.

"SIAL!"

BRAK!

Pukulan JIraiya membuat retakan yang besar di dinding koridor.

"Kenapa kau tidak bisa sedikit egois dan membiarkan kami berdua membantumu Naruto!" Jiraiya berkata kepada dirinya sendiri. Tsunade yang melihat tindakan Jiraiya hanya bisa memegang pundak Jiraiya untuk menenangkan dia.


Ketika Naruto sampai di apartemen. Naruto duduk di ruang tamu dan segera bermeditasi untuk bertemu Kurama.

Ketika dia sampai, Kurama langsung bertanya kepada Naruto.

"Oi bocah, apakah kau benar-benar yakin dengan keputusanmu itu?" Kurama bertanya kepada Naruto.

"Ya. Lagian apakah kau sudah lupa? Aku sudah memutuskan untuk pergi dari desa ini. Keputusan rapat hari ini hanya memperkuat keputusanku untuk pergi dari desa ini" jawab Naruto datar.

"Begitu ya. Jadi apa rencana selanjutnya,bocah?" Kurama bertanya dengan rasa ingin tau.

"Kita akan pergi dari desa dalam waktu dua minggu selanjutnya dan besok...aku akan menyelinap ke kantor Hokage." jawab Naruto dengan mantap.

"Baiklah jika itu maumu bocah. Dan bocah, bsk buatlah beberapa Kagebunshin dan suruh mereka untuk mengambil gulungan yang akan kuminta bsk di perpustakaan. Kagebunshin memiliki kemampuan unik. Apapun pengalaman Kagebunshin yang diterima, akan ditransfer ke pengguna jutsu setelah bunshin lenyap dari dunia. Itu akan mempersingkat waktu latihan dan waktu persiapan untuk pergi dari desa ini" Kurama berkata kepada Naruto.

"Terima kasih untuk saranmu Kurama, aku akan melakukannya besok." setelah itu Naruto keluar dari alam bawah sadar dan pergi ke tempat tidur, sambil memikirkan apa yang akan dia lakukan besok.

Chapter 3 End.