Author Note:
Terima kasih kepada pembaca yang sudah menunggu, maaf updatenya lama kerjaan sekolah. Akhirnya chapter 8 selesai. Sekarang aku akan menjawab beberapa pertanyaan yang aku lihat di bagian review.
Q:Apa Naruto akan tinggal di Suna?
A: Tidak. Naruto tidak akan tinggal di Suna. Aku berencana Naruto hanya mampir ke Suna baru setelah itu akan pergi ke Kiri.
Q:Tujuan Naruto yang asli itu apa sih? Apa Naruto bakal buat organisasi kayak Akatsuki?
A: Tujuan Naruto itu untuk mencari suatu tempat yang bisa dia dianggap sebagai rumah dan mencari kebahagiaan. Tidak, Naruto tidak akan membuat organisasi kayak Akatsuki.
Q: Naruto bisa Bijuu Mode gak?
A:Wah pertanyaan sulit ini. kayaknya sih enggak (kayaknya). Aku nanti berencana akan memberikan Naruto kekuatan yang hampir mirip namun gak bergantung sama Kurama. Ya kita liat aja nanti untuk kedepannya.
Q:Aku masih bingung sama Yuki. Yuki gak ada di cerita Naruto yang asli kan? Dan apakah dia bakal selalu jadi rubah atau pas saat apa dia berubah jadi bentuk manusia? Kitsune sama Kyuubi beda kan tor? Kitsune itu sama kayak kuchiyose gamabunta, katsuyu, atau manda ya tor?
A:Memang benar Yuki gak ada di cerita Naruto karena Yuki adalah OC(Original Character) yang kubuat. Kitsune sama Kyuubi berbeda. Kitsune adalah sejenis youkai rubah yang memiliki kemampuan khusus dan sudah ada di dunia sejak lama. Sedangkan Kyuubi adalah sekumpulan chakra yang diberi kesadaran dan merupakan bagian dari Juubi. Alasan kenapa Kyuubi dikaitkan dengan kitsune karena bentuknya yang mirip dengan siluman rubah. Kyuubi no Kitsune hanyalah gelar yang diberikan oleh ninja sedangkan kitsune adalah siluman rubah yang sudah ada sebelum Kyuubi(dicerita ini sih gitu). Kitsune ada yang sama kayak hewan kuchiyose seperti Gamabunta, Katsuyu, dan Manda. Cuma ada juga beberapa kitsune yang tidak termasuk dalam kontrak.
Q: Apakah gulungan kontrak kitsune bisa untuk dipakai memanggil Kurama?
A: Sayangnya tidak. Seperti alasaan di atas, karena Kurama bukanlah kitsune sungguhan, jadi kontrak itu tidak mencakup Kurama. Tapi akan ada saatnya dimana Naruto dapat memanggil Kurama tanpa gulungan kontrak. Kapan saatnya tiba? Itu untuk aku yang mengetahui dan kalian yang mencari tau ;)
Q: Naruto pairnya apa ya di fic ini?
A: Kayakya harem deh, tapi masih agak bingung-bingung juga sih, hehehe...
Q: Mau nanya, jadwal updatenya tiap hari apa aja?
A: Wah kalau soal itu sih kurang tau. Soalnya jadwal updateku itu tergantung dari kondisi dan situasi sih. Gak menentu intinya mah. Dan karena sekarang aku punya dua cerita ( cerita sampingan sih), jadi mungkin kalian bisa menebaknya dari situ. Kalau misalnya Of Guns and Blazes sudah update, berarti update selanjutnya di fic Ketika Senja Tiba. Dan kalau fic Ketika Senja Tiba update, berarti update selanjutnya akan di fic OGB. Semoga bisa dimengerti.
Q:Penampilan yang dipake Naruto itu apa ya? Apa penampilan setengah siluman atau penampilan manusia?
A: Penampilan manusia.
Q:Gimana cara jadi author FFN?
A: Aku kurang tau ya maksud pertanyaan ini mengarah kemana, tapi akan ku coba jawab. Untuk menjadi author FFN, caranya gampang kok. Kamu tinggal ke websitenya dan lihat ke pojok kanan atas. Disana akan ada tulisan sign up dan kamu tinggal mengisi data-data yang diperlukan. Kalau sudah, nanti ada E-mail konfirmasi yang dikirim ke E-mail kamu dan klik link yang disediakan dalam E-mail konfirmasi tersebut dan tada! Kamu sudah menjadi author FFN. Kalau mau publish, kamu harus ke bagian publish dan cari rules and guidelines. Kalau sudah, klik agree with the rules di bagian paling bawah dan kamu sudah siap mempublish ceritamu sendiri.
Q: Naruto akan bertemu dengan musuh-musuh kuat gak nanti? Apa tim 7 akan bertemu dan bersama Naruto lagi?
A: Naruto pasti akan bertemu dengan musuh-musuh kuat untuk kedepannya. Soal tim 7, mereka akan bertemu lagi dengan Naruto. Cuma hubungan mereka tidak akan sama lagi.
Segitu saja dulu jawaban yang saya berikan. Btw kebanyakan dari reviewer sudah pada tau toh siapa yang dibawa oleh Naruto. Bagi para reviewer yang menjawab Tayuya ya, kalian benar! Kok pada tau ya? Apa karena settingnya di hutan? Kirain bisa bikin pembaca penasaran, eh udah ketauan duluan O_O. Oh lupa, kenapa aku sebut Tayuya teman seperjalanan ketiga Naruto karena yang pertama adalah Kurama (Walau secara teknis satu tubuh sih), Yuki, dan Tayuya. Btw fokus ceritanya sekarang akan mengenai perjalanan Naruto jadi permasalahan mengenai Konoha tidak akan terlalu menonjol. Ya sampai disini saja dulu, inilah chapter 8 Ketika Senja Tiba, selamat membaca!
Disclaimer: Aku tidak memiliki Naruto.
Di Hutan dekat perbatasan Suna.
Hari sudah pagi
Naruto dan Yuki keluar dari tenda. Sudah satu hari berlalu sejak Naruto mendapatkan gulungan kontrak kitsune dan membawa seorang gadis berambut merah yang masih tidak sadarkan diri. Gadis berambut merah itu masih berada di dalam tenda. Naruto mengenakan celana latihan panjang berwarna abu-abu dengan kantong banyak yang ada kantong shuriken dan kunai di belakang celana dan sandal berwarna hitam disertai kaos berwarna biru tanpa lengan yang biasa digunakan untuk latihan. Sedangkan Yuki yang masih mengantuk menggunakan kaos hitam dan celana pendek berwarna oranye Naruto yang lama. Baju lama Naruto yang dipakai Yuki agak kekecilan, jadi lekuk-lekuk tubuh Yuki dapat terlihat oleh mata Naruto untuk dipandang. Naruto sendiri sebenarnya tidak ingin Yuki memakai bajunya. Namun karena Yuki tidak punya pakaian satu pun, dia harus meminjamkan Yuki beberapa pakaiannya. Naruto menghela nafas
'Pertama kali yang harus kulakukan ketika sampai di Suna, membelikan baju untuk Yuki. Jika tidak, aku bisa anemia terus tiap pagi.' pikir Naruto ketika melihat Yuki pagi itu.
Naruto lalu melakukan peregangan ringan agar dia tidak cendera. Setelah selesai, Naruto mengaktifkan segel gravitasi yang dia buat untuk latihan 2 minggu yang lalu. Metode ini efektif untuk Naruto melatih kecepatan dia ketika bergerak. Naruto akan berlatih dengan kagebunshin-nya di dekat sungai yang tidak jauh dari tempat dia berkemah. Ketika Naruto baru akan pergi memulai latihannya, Yuki tiba-tiba berkata pada Naruto.
"Naruto-Onii-chan, bisakah kau melatihku dengan latihan ninja?" tanya Yuki kepada Naruto dengan penuh harap.
Naruto yang mendengar perkataan Yuki kebingungan.
"Um...Untuk apa kau ingin mendapatkan latihan ninja, Yuki?" Naruto menoleh ke arah Yuki, penasaran dengan apa yang akan dia katakan selanjutnya.
"Aku ingin bisa melindungi diriku sendiri. Kami kitsune memang diajarkan cara bertarung untuk melindungi diri. Namun kami belum bisa mengendalikan chakra dalam tubuh kami dan bertarung secara efektif seperti manusia. Aku juga ingin sewaktu-waktu ikut bertarung bersamamu jika situasi berbahaya muncul. Aku selalu dilindungi oleh orang tuaku. Aku tidak ingin dilindungi olehmu terus, tapi aku ingin bertarung bersamamu untuk kedepannya, Naruto-Onii-chan." Yuki berkata dengan penuh tekad. Pipi pucat Yuki terlihat sedikit memerah ketika mengatakan hal tersebut.
Naruto yang melihatnya hanya tersenyum kecil dan membuat segel kagebunshin.
POOF POOF POOF!
Setelah membentuk segel, muncul 3 kagebunshin Naruto. Naruto langsung memberi perintah kepada kagebunshin tersebut.
"Salah satu dari kalian, ajarkan Yuki latihan dasar ninja. Sisanya, jagalah daerah sekitar tenda. Jika ada masalah muncul, hilangkan salah satu dari kalian untuk memberitahuku." Naruto memberi perintah kepada kagebunshin-nya.
"YAY! Terima kasih, Onii-chan!" Yuki memeluk Naruto mendengar dia akan mendapatkan latihan ninja. Badan Yuki yang lembut dan dirasakan secara jelas oleh Naurto.
'Terlalu dekat, terlalu dekat Yuki! Kau bisa buat aku anemia nanti!' pikir Naruto yang sedang panik.
Perlu diingat Naruto adalah bukan remaja biasa seperti kebanyakan orang. Naruto tidak punya banyak pengalaman menghadapi wanita, sehingga dia kebingungan. Dia belum pernah melihat gadis yang enerjik dan periang seperti Yuki. Teman perempuan Naruto hanyalah Sakura, Ino, Hinata, dan Tenten. Sakura terlalu kasar, Ino cerewet, Hinata pemalu, dan Tenten orangnya tenang. Satu-satunya teman perempuan yang bisa dia ajak bicara secara baik-baik hanyalah Hinata dan Tenten. Jadi wajar Naruto kebingungan menghadapi Yuki.
"Er...Yuki, bisa kau lepaskan aku sekarang? Aku bisa merasakan seluruh tubuhmu." Naruto berkata kepada Yuki.
"Eh? MA-MAAF!" Yuki melepaskan pelukannya dari Naruto. Pipinya menjadi merah merona.
"Tidak apa-apa. Ayo kita mulai latihannya, Yuki." Naruto tersenyum sambil mengelus-elus kepala Yuki dan meninggalkan Yuki bersama kagebunshin-nya.
'Onii-chan, kau idiot! Kalau kau terus berbuat baik padaku...Aku bisa jatuh cinta padamu!' Pikir Yuki melihat Naruto pergi dari hadapannya untuk latihan.
Yuki menghadapi hidup yang susah beberapa tahun lalu. Dia selalu berpindah-pindah bersama orang tuanya, menjalani hidup penuh bahaya. Namun belum pernah dalam hidupnya, Yuki merasakan perasaan seperti ini. Setiap bersama dengan Naruto, entah kenapa Yuki selalu merasakan perasaan aneh di dadanya. Perasaan aneh yang asing, namun bukanlah perasaan yang buruk. Melainkan sesuatu yang membuat dia dapat bahagia. Dan ketika berdekatan dengan Naruto, dada Yuki terasa hangat dan selalu ingin berada di sisi Naruto.
'Apakah ini...cinta?'
Pertanyaan ini selalu terbayang dalam pikiran Yuki. Namun Yuki akan menyimpan hal ini dalam hati untuk sementara. Karena terlalu cepat memutuskan kalau dia suka pada Naruto. Yuki akan melihat untuk kedepannya apakah perasaan yang ia miliki hanyalah perasaan suka semata ataukah cinta. Sekarang lebih baik dia menikmati momen yang ada.
"Oi Yuki, kau tidak apa-apa? Kenapa kau melamun?" tanya kagebunshin Naruto.
Yuki menggelengkan kepala dan berkata.
"Tidak ada apa-apa, ayo kita mulai latihan-nya, Onii-chan!" Yuki lalu memegang tangan kagebunshin Naruto.
Kagebunshin Naruto hanya tersenyum dan membawa Yuki ke daerah lain ke sisi hutan untuk memulai latihan Yuki.
Naruto sudah sampai ke tempat yang tuju.
Sebuah lapangan yang luas berwarna hijau dengan sungai di dekatnya. Naruto melakukan pemanasan sebentar lalu melakukan 100 push up, 100 sit up, berlari selama 12 putaran non-stop.
Setelah 15 menit akhirnya Naruto selesai. Badan Naruto dipenuhi dengan keringat, badannya terasa berat, nafas Naruto tersengal-sengal dan kelelahan dapat terlihat di mukanya. Naruto tahu kalau latihan ini akan membuat dia sangat kelelahan ditambah lagi dia menggunakan segel gravitasi. Namun hal ini dirasa perlu oleh Naruto. Naruto tidak bisa bersantai-santai. Walaupun dia bukan ninja lagi, dia tahu suatu saat Konoha akan mengirim ninja pemburu untuk memburunya, baik dengan atau tanpa persetujuan Tsunade. Walaupun Konoha tidak melakukan apa-apa, Naruto masih harus berurusan dengan Akatsuki.
Anggota Akatsuki masih menjadi misteri untuk Naruto. Namun dia tahu, kalau dia tidak mulai latihan keras dari sekarang, dia bisa tertangkap atau lebih buruk lagi, terbunuh. Naruto mencoba mengalihkan pikirannya tentang Akatsuki. Tidak ada gunanya mengkhawatirkan yang belum terjadi. Lebih baik dia fokus ke latihannya sekarang.
Setelah cukup istirahat, Naruto melangkah menuju ke tengah lapangan dan membuat 5 kagebunshin.
POOF!
5 kagebunshin muncul di depan mata Naruto.
"Baiklah, sekarang kita akan latihan simulasi pertarungan. Semuanya lepaskan segel gravitasi kalian." Setelah perintah itu terdengar, 5 kagebunshin itu membentuk sebuah segel termasuk Naruto.
"Kai!"
Segel gravitasi Naruto dan kagebunshin-nya akhirnya lepas.
"Dengar, aku sudah membuat kalian berlima dengan chakra yang cukup banyak untuk masing-masing dari kalian. Aku ingin kita melakukan simulasi pertarungan kali ini bagaikan pertarungan nyata. Dengan kata lain, seranglah aku dengan serius dan tanpa keraguan. Kalian mengerti?" tanya Naruto kepada kagebunshin-nya.
"Kami mengerti."
"Bagus kalau begitu mari kita mulai dari sekarang!"
"Siap!" seluruh kagebunshin menjawab dengan serentak.
Lalu pertarungan pun dimulai.
Di sisi lain
Kagebunshin Naruto dan Yuki sedang berada di sebuah tempat yang penuh dengan pepohonan. Yuki baru saja menjelaskan kepada Naruto cara kitsune bertarung. Seorang kitsune biasanya bertarung dengan cakar dan ekornya. Cakar dan ekor merupakan bagian yang dapat dialirkan chakra dan dapat digunakan untuk bertarung seperti jangkauan serang lebih luas, ekor dapat memanjang dan mengeras, dan beberapa kitsune dapat menggunakan jurus elemen yang unik tergantung pada kitsune itu sendiri. Dalam kasus Yuki, Yuki dapat menggunakan jurus es. Namun kitsune juga ada beberapa kekurangan.
Kekurangan kitsune adalah sistem chakra didalam tubuhnya kurang sempurna tidak seperti manusia. Karena itu mereka menggunakan ekornya sebagai penyeimbang sistem chakra mereka yang kurang sempurna. Lalu setiap kitsune memiliki tingkatan berdasarkan ekor. Dari ekor 1- 9. Banyaknya ekor menandakan seberapa kuat seorang kitsune. Saat ini Yuki adalah yang terendah. Untuk menambah jumlah ekor, kitsune harus berlatih unutk menjadi kuat, ketika seorang kitsune sudah berlatih melewati batasannya, maka akan ada pertambahan ekor sebagai tanda munculnya batasan kemampuan yang baru. Jadi ada keuntungan bila Naruto melatih Yuki karena selain kemampuan bertarung-nya yang unik, kitsune ahli dalam teknik ilusi dan pengintaian.
"Onii-chan, apa yang akan aku pelajari hari ini?" tanya Yuki yang sedang antusias.
"Kau akan belajar mengendalikan chakra. Katamu kitsune memiliki sistem chakra yang tidak sempurna kan? Kalau begitu, lebih baik kau belajar mengendalikan chakra secara efektif terlebih dahulu. Aku akan menekanmu untuk berlatih pengendalian chakra sampai ke titik dimana kau bisa mengendalikan chakra secara efisien seperti manusia. Kau sudah siap Yuki?" tanya Naruto.
"Ya, aku siap!" Yuki menjawab tanpa keraguan.
"Kalau begitu, sekarang kita akan belajar cara memanjat pohon tanpa menggunakan tangan, tetapi melalui pengaliran chakra ke kaki. Yuki sekarang kau coba alirkan chakra ke kakimu."
Yuki mengangguk dan memulai mengalirkan chakranya.
"Sekarang kau coba memanjat pohon itu." Naruto menunjuk ke sebuah pohon yang cukup besar berbatang tebal.
Yuki mengangguk lalu berjalan menuju pohon tersebut. Yuki menempelkan kaki salah satu kakinya ke pohon. Satu langkah, dua langkah, tiga langkah, Yuki mempercepat langkahnya. Yuki berada di ¼ dari pohon tersebut.
"Onii-chan! Aku berhasil, Aku berhasil memanjat pohon menggunakan chakra!" Yuki berteriak kegirangan. Baru saja Yuki berkata begitu tiba-tiba badan Yuki terasa ringan.
"Ah."
Ternyata Yuki di tengah jalan kehilangan fokusnya dan gravitasi menggunakan kesempatan itu untuk menarik badan Yuki ke bawah menuju tanah yang keras.
'Aduh ini pasti akan sakit.' Pikir Yuki yang sedang melayang di udara. Yuki memejamkan mata dan bersiap merasakan sakit yang akan menjalar ke seluruh tubuhnya.
BRUK.
'Aneh, kok aku tidak merasakan sakit ya?'
Yuki membuka mata dan melihat wajah Naruto dekat dengan mukanya. Dan kedua tangan Naruto berada di punggung dan kaki Yuki.
"Kau tidak apa-apa, Yuki?" mata yang berwarna biru langit itu menatap ke arah Yuki dengan lembut. Membuat wajah Yuki memanas dan memerah.
"A-Aku baik-baik saja Onii-chan." Jawab Yuki dengan suara kecil sambil menundukan kepalanya, takut kalau dia menatap mata Onii-chan-nya, dia tidak akan bisa berpaling.
"Syukurlah." Naruto lalu menurunkun Yuki.
"Cukup bagus juga untuk percobaan awal. Baiklah, ayo kita ulang lagi. Sebelum itu, ini." Naruto menyerahkan sebuah kunai pada Yuki.
"Gunakan kunai itu untuk menandai perkembanganmu. Kau siap untuk ronde dua, Yuki?" Naruto bertanya pada Yuki sambil tersenyum.
"Tentu saja siap!" jawab Yuki.
Ketika Yuki akan mencoba kembali memanjat pohon itu tiba-tiba terdengar sebuah suara besar.
BLAR!
"Onii-chan, apakah ada musuh di sekitar sini!?" Yuki tiba-tiba menjadi waspada. Naruto menaruh tangannya ke pundak Yuki untuk menenangkannya.
"Tenang saja Yuki, itu cuma suara latihan Naruto yang asli." Jawab Naruto santai.
Yuki kembali menjadi tenang, dan melanjutkan latihannya.
Di sisi lain.
Terlihat Naruto sedang berada di tengah lapangan dengan nafas tersengal-sengal sambil memegang rusuk kanannya. Sedangkan 5 kagebunshin-nya terlihat cukup kelelahan juga. Sesaat hening. Lalu 2 dari 5 kagebunshin kembali menyerang Naruto. Mereka menyerang Naruto tanpa ampun. Dada, leher, rusuk, ulu hati, ginjal, mereka melancarkan pukulan dan tendangan tanpa henti.
Naruto hanya bisa menghindar, menunggu celah yang ada.
'Menghindar ke kiri, tahan, mundur, meloncat, tahan, merunduk, menghindar ke kanan, melompat ke belakang.'
Yang ada di pikiran Naruto hanyalah harus menghindari serangan mereka. Tiba-tiba Naruto melihat sebuah celah ketika melihat 2 kagebunshin itu melancarkan pukulan ke arah leher dan tendangan menyapu ke bawah yang bertujuan menjatuhkan badan Naruto. Naruto kemudian meloncat sedikit lalu menginjak kaki yang akan menjatuhkannya dan memegang tangan kagebunshin yang satunya melemparnya ke belakang tubuhnya membuat kagebunshin naruto menabrak pohon dengan keras kemudian menghilang.
KRAK!
Belum selesai, Naruto yang baru saja menginjak kaki kagebunshin-nya menggunakan kaki kirinya, lalu melancarkan tendangan menggunakan kaki kanan ke arah dagu.
BUAK!
"GUH!"
Kagebunshin itu meringis kesakitan sebelum menghilang, menyisakan asap putih. Kesempatan itu digunakan oleh 3 kagebunshin lainnya untuk mengeluarkan sebuah jurus dan melancarkan serangan. Secara bersamaan.
"Suiton:Suigadan!"
Beberapa peluru air keluar dari mulut salah satu kagebunshin. Sedangkan Naruto yang pandangannya terhalang oleh asap putih tidak sempat bereaksi dengan cepat. Naruto melindungi dirinya dengan kedua tangan di silangkan di depan dada.
SPLASH!
"URK!"
Peluru air tersebut Naruto meringis kesakitan dan badannya terlempar ke belakang. Ketika Naruto berhasil menghentikan dirinya di udara ketika Naruto melihat tiba-tiba ada dua kunai peledak yang tertanam di dekat kedua kakinya yang ternyata dilempar oleh kedua kagebunshin yang belum sempat menyerang.
'Oh sial-"
BLAR!
Naruto terhempas ke belakang karena ledakan dari 2 kunai tersebut.
Asap bertebaran. Salah satu kagebunshin lalu mengeluarkan sebuah jurus.
"Fuuton: Daitoppa!"
BWOSH!
Sebuah hembusan angin besar tiba-tiba muncul dan menghilangkan asap tersebut. Namun Naruto tidak terlihat dimana-mana.
"Dimana dia?"
"Semuanya segera bersiaga!"
"Dia diatas !"
Ketiga kagebunshin itu melihat ke atas dan mereka disambut dengan pemandagan Naruto melompat di udara. Naruto melihat mereka lengah lalu melancarkan 2 kunai sambil memutar badannya di udara ke arah 2 kagebunshin tersebut.
SWISH
JLEB!
JLEB!
Kedua kunai itu kena sasaran menyisakan satu kagebunshin.
Naruto yang sudah mendarat di tanah langsung berlari ke arah kagebunshin yang tersisa dengan kecepatan penuh.
Kagebunshin itu langsung mengeluarkan jurus terakhirnya.
"Suiton: Suiryudan no jutsu!"
Kagebunshin Naruto yang tersisa mengeluarkan jurus air yang merupakan peninggalan ibunya. Dari sungai terbentuk sekumpulan air raksasa yang membentuk sebuah naga air dan meluncur ke arah Naruto dengan cepat.
Naruto tidak pergi menghindar malah terus berlari ke arah bunshin-nya, tidak mempedulikan naga air di depannya.
SRASH!
Naga air itu menelan tubuh Naruto dan terus mengarah ke pohon. Kagebunshin Naruto masih dalam keadaan waspada ketika dia dikejutkan oleh sesuatu yang dapat dikatakan sebuah kejadian yang absurd.
SPLASH!
Ternyata Naruto berhasil berlari menembus naga air tersebut tanpa menggunakan apapun! Tidak ada chakra, tidak ada fuuinjutsu, hanya kekuatan fisik, Naruto terus berlari ke arah bunshin-nya yang tercengang.
"Game over."
Naruto yang sudah ada di depan mata bunshin-nya lalu mengenggam muka bunshin tersebut, mengangkatnya dan menghantamkan kepala bunshin-nya ke tanah.
KRAK!
Sebuah retakan besar muncul di tanah sebelum akhirnya kagebunshin itu menghilang.
Naruto yang kelelahan lalu jatuh ke tanah sambil telentang.
"hah...hah...hah..."
Nafas Naruto tersengal-sengal, badannya terasa berat dan muka-nya menunjukkan ekspresi kesakitan. Baju dan celananya terdapat debu, tanah, bekas bakar yang menghiasi pakaian-nya. Rambutnya basah, sebagian tangannya terbakar, dan ada sedikit memar menghiasi tangan, rusuk, dan badannya. Seluruh rasa sakit yang tertunda tiba-tiba menyerang Naruto secara bersamaan. Namun meskipun begitu, Naruto merasa senang. Walau sedikit, Naruto sudah bisa merasakan kalau kemampuannya berkembang.
' Seperti biasa, kau berlatih secara keras, Naruto' terdengar suara berat dari dalam pikiran Naruto.
'kau darimana saja, Kurama? Sudah 1 hari lebih kau tidak berbicara padaku.'
' Aku tidur. Aku kelelahan. Kau kira mudah mengubahmu menjadi hanyou? Aku menghabiskan chakra senilai 1 ekorku tau'Kurama menjawab dengan kesal.
'Bukannya itu jumlah yang sedikit dalam standarmu?'
'Memang. Namun proses pengaturan segelnya agar tidak membunuh kita berdua itu sulit. Ngomong-ngomong kau hebat juga ya, kutinggal satu hari kau sudah membawa 2 wanita. Kau membuatku bangga Naruto!'
'Jangan berpikir yang tidak-tidak rubah mesum! Aku hanya menolong mereka. Lagian apa salahnya aku membawa mereka berdua?'
'Tidak ada salahnya sih. Cuma aku menemukan hal ini ironis. Di Konoha kau tidak pernah bisa mendapatkan wanita selama 13 tahun. Dan ketika kau sudah keluar dari Konoha, dalam 1 hari kau langsung mendapatkan 2 wanita. Sungguh sebuah ironi. Bwahahaha!' Kurama tertawa keras.
'SUDAH KUBILANG KALAU AKU HANYA- ah sudahlah. Membuatku emosi saja berbicara padamu. Ngomong-ngomong aku berhasil mendapatkan kontrak rubah dan seorang kitsune ketika kau sedang tidr.'
'Aku tau. Aku sudah melihat memorimu tadi. Kau cukup beruntung Naruto. Kontrak rubah adalah sebuah kontrak yang langka. Ditambah lagi kau mendapatkan teman yang merupakan seorang kitsune dan dapat menggunakan es. Itu hal yang cukup baik untuk ke depannya.'
'Oi Kurama, kau seekor rubah kan? Bisakah aku memanggilmu menggunakan kontrak?' Naruto bertanya pada Kurama.
'Aku memang seekor rubah. Namun aku berbeda dengan rubah atau kitsune biasa. Aku hanyalah merupakan kumpulan chakra yang diberi kesadaran dan merupakan bagian dari Juubi. Berbeda sekali dengan kitsune yang sudah ada sejak dunia ada. Jadi kau tidak bisa memanggilku melalui gulungan kontrak.'
'Sayang sekali kalau begitu.'
'Begitulah. Naruto, ketika kau sampai di Suna, aku ingin mengambil alih latihanmu. Aku ingin kau belajar mengendalikan kekuatanmu ketikau kau berubah menjadi hanyou. Akan sangat berguna ketika kau bertarung melawan anggota Akatsuki.'
'Ide bagus. Akan kulakukan kalau begitu.'
Tiba-tiba Naruto menerima informasi yang masuk dari kagebunshin-nya. Gadis berambut merah itu sudah bangun.
'Kurama, saatnya kita akhiri pembicaraan ini. aku harus bertemu dengan gadis itu dulu.
'Baiklah kalau begitu. Aku juga masih ingin tidur.'
'Dasar pemalas. Kalau begitu selamat beristirahat.'
'Kau juga. Aku telah menyembuhkan lukamu. Namun sensasi lelah dan pegal akan masih terasa dalam tubuhmu. Kalau begitu sekarang aku tidur.'
'Terima kasih, Kurama.'
Lalu Naruto memutuskan kontak pikiran-nya dengan Kurama.
Naruto bangkit dari tempat ia berbaring. Sebagian luka di badannya sudah sembuh. Namun rasa pegal dan lelah masih terasa. Setelah merasa cukup kuat, Naruto membuat sebuah kagebunshin dan menyuruhnya menyampaikan pesan pada Yuki dan bunshin lainnya. Setelah itu, Naruto berjalan menuju tenda. Ingin menemui si putri tidur berambut merah yang telah terbangun dari tidurnya di tenda-nya.
Di tempat latihan dekat tenda.
Yuki dapat terlihat masih mencoba untuk bisa mengendalikan chakra dengan baik. Dia sekarang sudah dapat berjalan ½ bagian dari pohon tersebut dengan menggunakan chakra. Mukanya dipenuhi dengan debu, dan pakaian yang dipakainya telah kusut. Yuki berlatih tanpa henti walau dia jatuh berkali-kali. Untungnya ada bunshin Naruto yang selalu menolongnya ketika jatuh. Ketika masih ingin melanjutkan, sebuah kagebunshin muncul dari dalam hutan.
"Kalian diminta berhenti melanjutkan latihan kalian. Si gadis berambut merah sudah bangun."
"Baiklah, kami mengerti. Kami akan menghentikan latihan sekarang." Kata bunshin Naruto yang bersama dengan Yuki.
Kagebunshin yang muncul dari hutan mengangguk lalu lenyap dari pandangan.
"Yuki, ayo kita hentikan latihannya. Kita kembali ke tenda sekarang."
Yuki mendengar kalimat tersebut turun dari pohon dan bersama dengan kagebunshin Naruto, pergi kembali menuju tenda.
Di Tenda.
Naruto dan Yuki tiba di tenda pada saat yang bersamaan. Naruto menatap bunshin-nya. Bunshin Naruto mengangguk mengerti melihat tatapan pembuatnya, dan menghilang.
Naruto lalu berkata pada Yuki.
"Yuki, kerja bagus. Kau dapat berjalan ½ bagian dari pohon tersebut. Perkembanganmu lebih bagus daripadaku. Kerja bagus, Yuki!" Naruto tersenyum lebar sambil mengusap-usap kepala Yuki.
"I-i-ini semua karena kau, Naruto-Onii-chan." Muka Yuki memerah. Naruto yang melihat muka Yuki hanya berpikir satu kata.
'Kawaii~'
Naruto merasa lelahnya hilang ketika melihat wajah Yuki yang memerah.
"DIMANA AKU!? SIAPA KAU!? KENAPA AKU BERADA DI SINI!?" sebuah teriakan keras muncul dari dalam tenda.
"Oi tenang dulu! Kau masih belum sehat! Oi jangan lempar barang-barang ku!" barang-barang beterbangan dari dalam tenda.
"Oi Aku sudah bilang hentikan! AW!" salah satu barang Naruto mengenai mukannya sehingga kagebunshin itu kesakitan dan menghilang.
Naruto menghela nafas dan berjalan menuju tenda. Naruto memasuki tenda. Dia melihat gadis berambut merah itu sedang memegang selimutnya di atas dada. Dia tidak menggunakan pakaian sedikit pun. Kulitnya yang indah dapat terlihat sebagian.
"APA KAU LIAT-LIAT LAKI-LAKI SIALAN! KELUAR DARI TENDA! KALAU KAU TIDAK KELUAR AKAN KUCONGKEL KEDUA BOLA MATAMU DAN KU PAKSA KAU UNTUK MENELANNYA! KELUAR!" Gadis berambut merah itu berteriak pada Naruto.
"Tapi aku-"
"KELUAR!" gadis itu berteriak semakin kencang.
Naruto segera lari terbirit-birit keluar dari tenda.
"Oi Yuki, bisa kau tenangkan gadis itu? Aku akan menunggu di luar." Naruto berkata kepada Yuki dengan muka agak ketakutan.
Yuki hanya mengangguk dan mencoba menenangkan gadis berambut merah tersebut.
Gadis itu akhirnya menjadi tenang setelah Yuki menenangkannya. Gadis berambut merah itu digendong keluar oleh Yuki setelah Yuki memakaikan pakaian kepada gadis tersebut. Dia memakai baju kaos warna putih dan celana pendek berwarna hijau di bawah lutut punya Naruto. Naruto mengingatkan dirinya kalau dia harus membeli pakaian baru ketika tiba di Suna. Naruto hanya berharap uangnya tidak akan habis seketika.
Sekarang mereka bertiga sedang duduk di dekat tenda.
"Namaku Naruto dan di sebelah kananku adalah Shirayuki. Siapa namamu?" Naruto memulai pembicaraan terhadap gadis berambut merah tersebut. Gadis itu diam beberapa saat, menatap Naruto dengan tatapan curiga. Setelah beberapa lama akhirnya gadis itu menjawab.
"Tayuya. Kisaragi Tayuya." Jawab Tayuya.
"Tayuya ya...senang mengenalmu, Tayuya." Naruto mengulurkan tangan. Namun Tayuya masih belum mau menjabat tangannya. Entah kenapa wajah Naruto terbayang-bayang di pikirannya.
'Rasanya aku pernah bertemu dengan orang ini...tapi dimana?' pikiran Tayuya masih kalang kabut sampai akhirnya dia menemukan jawabannya.
"Kau!? Kau bukannya salah satu ninja Konoha yang dikirim untuk mengejar Uchiha Sasuke!?" Tayuya berteriak keras.
Naruto heran kenapa dia bisa tahu hal tersebut. Naruto mencoba mengingat-ingat wajah Tayuya. Pernakah dia bertemu Tayuya? Naruto berpikir.
"Ah aku ingat! Kau merupakan salah satu ninja Oto yang menculik Sasuke kan!?" Naruto berteriak.
"He-hehehe...hehehe...HAHAHAHAHAHA!"
Tayuya tiba-tiba tertawa keras. Naruto dan Yuki yang melihat tingkah Tayuya hanya bisa bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada Tayuya. Tayuya lalu menunduk dan menempelkan telapak tangannya ke mukanya.
"Oh ini sungguh ironis. Aku terluka parah oleh 2 orang ninja dari Konoha dan Suna dan berhasil selamat. Ketika aku kira aku lolos dari maut, orang yang menyelamatkanku adalah seorang ninja dari Konoha yang merupakan musuhku dalam misi yang membuat kakiku tidak bisa bergerak seperti sekarang. Ini sungguh ironis." Tayuya berkomentar. Tangannya masih ada di wajahnya. Tayuya lalu menoleh ke arah Naruto dan Yuki lalu berkata dengan serius.
"Jadi? Apakah kau akan membunuhku sekarang? Atau kau akan menangkapku dan memberikanku kepada Konoha?" tanya Tayuya pada Naruto.
"Oi, untuk apa aku melakukan itu?" Naruto kebingungan mendengar pertanyaan Tayuya.
"Kau ingin membunuhku kan? Atau setidaknya memberikanku kepada Konoha. Kau ninja Konoha kan? Kalau kau membawaku ke Konoha, kau bisa mendapat keuntungan yang besar karena aku salah satu pasukan elit dari Oto."
Naruto yang mendengar hal itu hanya menghela nafas dan berkata.
"Aku tidak ingin membunuhmu maupun memberimu ke Konoha. Aku bukan lagi ninja Konoha. Aku hanyalah seorang pengembara sekarang. Bagiku, sekarang kau hanyalah gadis biasa yang membutuhkan pertolongan."
Tayuya yang mendengar jawaban Naruto hanya diam. Dia bimbang. Di sisi lain, Tayuya senang mendengar kalau dia tidak akan dibunuh maupun ditangkap. Namun di sisi lain dia juga masih curiga terhadap Naruto. Tidak mungkin dia senaif itu kan? Tayuya sendiri masih belum percaya sepenuhnya pada Naruto.
"Kau bukan lagi ninja Konoha? Apa yang terjadi?" tanya Tayuya pada Naruto.
Naruto menarik nafas panjang dan mulai menjelaskan.
"Setelah tugasku membawa kembali Uchiha Sasuke kembali ke desa berhasil, aku pingsan dan harus dirawat di rumah sakit. Ternyata para dewan di Konoha yang tidak suka padaku menggunakan alasan bahwa kau menghajar Sasuke sampai kritis untuk menghukumku. Karena kurasa itu tidak adil, aku akhirnya berhenti menjadi ninja dan pergi dari desa. Jadi aku sudah bukan lagi ninja Konoha. Kau tidak perlu khawatir kalau aku akan membunuhmu atau membawamu ke desa Konoha."
Pernyataan Naruto membuat Tayuya tertegun. Tayuya lalu melanjutkan pertanyaannya.
"Tapi kenapa mereka menghukummu untuk misi yang berhasil kau selesaikan? Apa yang kau lakukan di Konoha sampai mereka begitu membencinya padamu?"
"Bukan karena apa yang aku lakukan. Tapi karena siapa diriku yang sebenarnya." Naruto lalu mengangkat sedikit bajunya memperlihatkan badannya yang terbentuk dan perutnya yang six pack. Naruto mengalirkan chakra ke perutnya dan muncul sebuah segel.
"Namaku adalah Namikaze Naruto. Mantan ninja Konoha yang menjadi pengembara dan aku adalah Jinchuuriki no Kyuubi." Naruto berkata kepada Tayuya sambil menatap lurus ke arah 2 bola mata Tayuya.
Tayuya terdiam. Otaknya sedang memproses informasi yang baru saja dia terima. Akhirnya Tayuya berteriak setelah sadar apa yang baru saja dia ketahui.
"EH!? KAU ADALAH ANAK DARI NAMIKAZE MINATO!? SI KILAT KUNING!?"
"Eh? Kau tidak terkejut dengan fakta kalau aku adalah Jinchuuriki Kyuubi?" Naruto keheranan melihat tingkah Tayuya. Biasanya orang yang mendengar informasi ini akan ketakutan begitu tahu kalau dia adalah seorang jinchuuriki.
"AKU TIDAK PEDULI SOAL ITU! AKU MENGERTI SEKARANG ALASAN OROCHIMARU BEGITU WASPADA TERHADAPMU. YANG MEMBUAT AKU TERKEJUT ADALAH KAU ANAK DARI NAMIKAZE MINATO! NINJA KELAS SS YANG DITAKUTI OLEH SELURUH DESA NINJA!" Tayuya berteriak kepada Naruto. Nada Tayuya seperti orang yang kagum akan sesuatu.
Naruto hanya tertawa kecil melihat reaksi si Tayuya. Tayuya berhenti berteriak. Lalu menoleh kepada Naruto.
"Apanya yang lucu!?" Tayuya menatap tajam pada Naruto. Seakan kalau Naruto salah menjawab, dia akan siap menghajar Naruto. Persetan dengan kaki yang tidak bisa bergerak.
"Tidak, aku hanya heran. Orang biasanya takut dengan kata jinchuuriki. Namun kau tidak takut padaku. Aku menghargai hal itu. Dan aku tidak menyangka kalau gadis kasar sepertimu bisa membuat ekspresi muka yang imut." Jawab Naruto sambil tersenyum lebar.
Muka Tayuya tiba-tiba memerah sama seperti rambutnya mendengar perkataan Naruto. baru kali ini dia mendengar seorang laki-laki memberikan pujian yang tulus padanya. Di Oto, banyak laki-laki yang memujinya dengan pujian palsu karena mengincar tubuhnya. Tayuya yang salah tingkah hanya bisa berteriak kesal.
"DI-DIAM KAU SIALAN!" respon singkat Tayuya membuat Naruto tertawa.
Tayuya tiba-tiba menjadi diam lalu bertanya pada Naruto.
"Naruto, apa yang akan kau lakukan padaku sekarang?"
"Aku berencana untuk membawamu pergi bersama kami ke Suna. Ketika sampai di Suna, aku akan meminta temanku untuk merawatmu sampai kakimu sembuh. Setelah itu kita akan berpisah di Suna ke tujuan masing-masing." Naruto menjelaskan kepada Tayuya.
"Tapi apakah kau tidak apa-apa membawaku kesana? Jika kau lupa, kita adalah musuh sebelumnya. Dan aku merupakan salah satu ninja yang ikut membantu Orochimaru membunuh Sandaime Hokage. Aku dengar dari Orochimaru kau dekat dengan Sandaime Hokage. Apa kau tidak ada dendam denganku?"
Tayuya bertanya. Jawaban Naruto selanjutnya akan menentukan apakah dia bisa percaya pada Naruto atau tidak.
"Tidak, aku tidak ada dendam padamu. Aku tidak akan bohong padamu kalau aku sempat membenci kalian, ninja Oto yang membunuh Sandaime. Namun aku sadar kalau itu adalah resiko yang harus ditanggung oleh shinobi. Saat itu kau adalah shinobi yang disuruh oleh pemimpinmu. Kau hanya melakukan tugas yang diberikan padamu."
Naruto berhenti sejenak lalu meneruskan ucapannya.
" Dendam hanyalah membawa dendam. Walaupun aku membunuhmu disini, Sandaime tidak akan hidup kembali. Karena itu aku tidak ada dendam padamu Tayuya. Karena aku mengerti apa artinya menjadi seorang ninja. Dan karena aku memutuskan untuk berhenti menjadi seorang ninja, kau bukan lagi musuh di mataku. Kau hanyalah gadis biasa yang terluka dan membutuhkan pertolongan. Aku menolongmu bukan sebagai ninja. Tetapi sebagai Namikaze Naruto. dan aku berjanji akan membawamu ke Suna untuk di obati, jadi tenang saja ya!"
Naruto tersenyum lebar, mencoba meyakinkan Tayuya.
Tayuya hanya tertegun mendengar jawaban Naruto. lalu tiba-tiba dia tertawa.
"Ha-ha-HAHAHAHAHA!"
Naruto kebingungan meloihat tingkah Tayuya.
"Oi, apanya yang lucu!?"
"Tidak, aku heran masih ada orang bodoh sepertimu di dunia ini. kau merupakan orang yang terlalu menganggap remeh hal ini dan mudah memaafkan orang lain. Aku baru tau ada orang bodoh sepertimu di dunia ini HAHAHA!" Tayuya kemudian melanjutkan tertawanya.
"Oi jangan tertawa!" Naruto mencoba menghentikan tawa Tayuya karena malu.
"Tapi..Aku suka orang sepertimu."
Kali ini giiliran Naruto yang tertegun. Dari sejak awal dia bertemu baru kali ini dia melihat Tayuya tersenyum lebar. Muka Naruto sedikit memerah. Naruto dengan senyum lebar seperti rubah berkata kembali kepada Tayuya.
"Ara, kau suka pada orang sepertiku? Apakah itu berarti kau menembakku? Aku tersanjung, Benihime." Naruto berkata dengan riang, senyum seperti rubah terukir di mukanya.
"A-A-APA KAU BILANG!? JANGAN SALAH PAHAM IDIOT! MAKSUDKU AKU BISA MENTOLERIR ORANG SEPERTIMU! JANGAN KEPEDEAN KAU YA! AKU TIDAK SUKA PADA DIRIMU!" Tayuya yang mendengar perkataan Naruto langsung panik dan berteriak tidak karuan dan mukanya merah merona.
"Sudah mengaku saja, kau tidak perlu berbohong pada dirimu sendiri, benihime."
"SUDAH KUBILANG AKU TIDAK SUKA PADAMU, NARUTO!"
Dan setelah percakapan yang panjang, akhirnya Tayuya setuju untuk pergi ke Suna bersama Naruto.
Di Padang Pasir.
Matahari bersinar sangat panas dan pasir pun terasa membakar di kaki. Di tengah-tengah padang pasir terdapat satu orang laki-laki dan 2 orang perempuan. Mereka adalah Naruto, Tayuya, dan Yuki.
Naruto masih mengenakan baju biru dan celana panjang abu-abunya karena Naruto mulai kehabisan pakaian. Naruto menggendong Tayuya di belakang punggungnya. Tayuya sekarang mengenakan baju kaos berwarna putih dan celana pendek berwarna biru. Yuki masih mengenakan baju hitam dengan celana pendek oranye milik Naruto. Mereka sudah cukup lama berjalan di atas padang pasir. Yuki terlihat membuat sebuah balok es di tangannya dan memasukkan balok es yang meleleh ke dalam kantong air yang dipegangnya,
"Kau tau Yuki, aku senang kau ada disini ketika kita ada di padang pasir. Dengan kemampuanmu mengendalikan es, kita bisa bertahan hidup di sini dengan cukup lama." Naruto berkata Yuki sambil menggendong Tayuya.
"Ehehe, terima kasih Onii-chan, segini masih belum ada apa-apanya!" jawab Yuki antusias ketika mendengar Naruto memujinya.
"Oi, Naruto, kapan kita sampai ke Suna!? Aku sudah lelah nih, dan badanku sudah berkeringat banyak!" Tayuya mengeluh.
"Lebih capek aku tau, harus menggendongmu sampai Suna! Lagian aku juga berkeringat nih! Kau jangan banyak menge-"
Naruto yang ingin melanjutkan omongannya, tiba-tiba terdiam. Dia merasa ada aura hitam di belakang punggungnya. Aura hitam itu datang dari Tayuya. Sekilas dari pinggir bola matanya Naruto dapat melihat rambut merah Tayuya berkeliaran kemana-mana.
"Naruto-kun, apakah kau ingin mengatakan kalau aku itu gendut? Apakah kau menyindirku kalau aku itu berat?"
Tayuya berkata manis pada Naruto. Kata-kata bernada manis dari Tayuya seakan-akan lagu kematian di telinga Naruto. Naruto sadar kalau dia baru saja menginjak topik yang sensitif untuk para wanita, berat badan.
"Tidak kok! Kau itu ringat, ringan sekali malah. Aku hanya capek karena kita harus berjalan jauh untuk ke Suna, cuaca panas jadi aku lelah. Aku masih bisa berjalan kok!" Naruto berkata dengan panik, berharap kalau Tayuya akan menerima alasannya itu.
"Baguslah kalau bergitu! Ayo terus jalan Naruto!" akhirnya nada Tayuya kembali riang.
"Kenapa kau tidak bisa jalan sendiri sih?" Naruto menggerutu.
"Kakiku tidak bisa berjalan, kau ingat?" Tayuya tersenyum manis sambil menunjuk-nunjuk ke arah kakinya.
"Ah iya, Aku lupa."
"Kalau sudah mengerti, lanjutkan jalanmu, Naruto-kun~" Tayuya hanya tersenyum lebar sambil berkata ke pada Naruto dari belakang.
'Sadis! Kau perempuan sadis, Tayuya!' itulah pikiran yang terlintas di kepala Naruto.
"Ne, Onii-chan, setelah Tayuya-chan, gendong aku ya!" Yuki berkata dengan riang.
"Kenapa aku juga harus menggendongmu!?" Naruto protes.
"Kan tidak adil kalau Tayuya-chan doang yang digendong." Yuki berkata pada Naruto dengan tatapan memohon.
Naruto hanya menghela nafas.
"Baiklah, aku berjanji aku akan menggendongmu nanti setelah Tayuya."
"YAY! Terima kasih, Onii-chan!" Yuki berkata dengan riang. Tayuya dan Yuki bertatap mata dan keduanya mengedipkan sebelah matanya secara bersamaan. Hubungan Tayuya dan Yuki cukup dekat setelah menghabiskan waktu bersama.
Tiba-tiba mereka melihat sebuah gerbang di depan mata mereka. Naruto dan Yuki mempercepat langkahnya. Mereka melihat gerbang itu terukir sebuah nama, Sunagakure.
"Akhirnya kita sampai." Kata Naruto dengan lega. Akhirnya dia tidak perlu berjalan jauh dan menggendong Tayuya lagi.
Setelah sampai, mereka diminta data administrasi. Salah satu penjaga gerbang mengenal Naruto dari seseorang dan meminta Naruto dan teman-temannya pergi ke kantor Kazekage untuk melapor. Naruto, Yuki, dan Tayuya pergi ke kantor Kazekage.
Kantor Kazekage.
Mereka akhirnya sampai di Kantor Kazekage. Naruto, Yuki, dan Tayuya yang sekarang duduk ke kursi roda masuk kedalam kantor Kazekage. Ruangan Kazekage cukup minimalis. Hanya ada meja bekerja, sedikit pot tanaman di dekat jendela dan sebuah kursi untuk duduk. Di dekat dinding ruangan ada sofa dan meja yang bisa digunakan untuk tamu. Naruto melihat temannya Gaara sedang duduk di kursi Kazekage.
"Lama tak jumpa, senang bertemu kembali denganmu, Uzumaki Naruto." Gaara berkata dengan datar kepada Naruto. namun dari sorot matanya dapat terlihat kalau Gaara benar-benar senang melihat Naruto.
"Aku juga Gaara. Dan satu lagi, namaku bukanlah Uzumaki Naruto lagi. Sekarang namaku adalah Namikaze Naruto."
"Namikaze? Nama belakang yang sama dengan yondaime Konoha?"
Naruto mengangguk. Gaara hanya diam saja. Sepertinya dia tidak peduli dengan fakta kalau Naruto adalah anak dari Namikaze Minato.
"Oh, aku lupa. Aku belum mengenalkan teman seperjalananku. Ini adalah Kanazawa Shirayuki dan yang duduk di kursi roda adalah Kisaragi Tayuya."
"Senang berkenalan denganmu, Gaara-san."
"Senang juga berkenalan denganmu, tanpa alis."
"Oi, yang sopan sedikit Tayuya!"
Gaara hanya diam saja melihat Naruto menegur Tayuya dan Yuki yang terlihat sedang duduk di sofa.
"Ada apa kau kemari, Naruto?" Gaara bertanya langsung pada Naruto.
"Kalau diperbolehkan, aku ingin tinggal di Suna untuk beberapa saat dan belajar jutsu angin. Aku juga ingin membeli stok persediaan untuk perjalananku selanjutnya. Dan jika boleh, bisakah kau meyakinkan Kazekage untuk mengobati kaki Tayuya? Kakinya terluka parah dibagian tulang dan sarafnya. Jadi aku ingin meminta tolong kepada Suna untuk mencoba mengobati kaki Tayuya." Naruto menjelaskan keadaannya pada Gaara.
"Semua yang kau butuhkan akan disediakan oleh Suna, Naruto. kau tenang saja." jawab Gaara sambil duduk dengan santai di kursi Kazekage.
"Terima kasih Gaara. Ngomong-ngomong, apa tidak apa-apa kau duduk di kursi Kazekage? Kau bisa dihukum atau lebih buruk lagi, dieksekusi oleh Kazekage yang baru karena berlaku tidak sopan di kantornya."
"Itu tidak masalah.".
"Hah? Kenapa begitu?"
"Karena akulah Kazekage Suna yang baru." Jawab Gaara santai.
Hening. Suasana menjadi hening ketika perkataan itu keluar dari mulut Gaara. Yuki masih duduk santai di sofa, Tayuya terlihat tidak peduli, dan Naruto? matanya melebar dan rahangnya jatuh ke lantai.
Gaara adalah Kazekage yang baru...
Gaara adalah Kazekage yang baru...
Gaara adalah Kazekage yang baru...
...
"EEEEEHHHH!?"
Teriakan Naruto membahana di seluruh desa Suna hari itu.
Chapter 8 End.
Akhirnya selesai juga! Maaf kalau updatenya lama. Entah kenapa tiap hari tugas numpuk terus jadinya agak keganggu nih waktu buat ngelanjutin chapternya. Terima kasih yang sudah bersedia nunggu chapter 8 keluar setelah seminggu lebih menunggu. Untuk yang perempuan, jangan tersinggung ya soal reaksi Tayuya terhadap berat badan. Soalnya pernah liat di fic luar, biasanya itu dipakai sebagai komedi. Maaf bila ada yang tersinggung. Semoga chapter ini memuaskan.
Kazehaya Arashi.
