"kau pasti saat ini tengah tertawa kan? Kau tertawa melihatku saat ini. Kau telah berhasil membuatku menjadi seperti seorang yang rapuh , kau menuruti kata-kata bodohku itu, aku kejam ? akutau itu, tapi tidak kusangka, kau lebih kejam dari ku kyungsoo" demi apapun, saat ini jongin telah menahan emosinya untuk tidak menghancurkan alat-alat disekelilingnya.
"aku mohon" suara jongin yang tadinya sangat tinggi akibat emosi terdengar lirih kali ini.
"ku mohon kyungsoo .. bangunlah"
~MIANHAE~
Desclaimer: Cast disini semuanya milik tuhan.
Author: Kim Ah Rin
Warning! : banyak terdapat typo, ceritanya gaje (author baru)
Pair : KaiDo EXO and other pairings
Sudah lebih dari tiga hari ini jongin selalu menyempatkan waktunya untuk menjaga kyungsoo dirumah sakit, dia sendiri belum bisa menebak apa yang dia rasakan saat ini terhadap sosok yang masih terbaring lemah tak sadarkan diri tersebut.
Jongin sadar, ada yang tidak beres dengan dirinya selama ia mengetahui ini, dia hanya meyakini bahwa ini hanya merupakan perasaan bersalah terhadap seseorang, ia tidah mau meyakini bahwa yang saat ini ia rasakan merupakan sebuah perasaan lebih untuk kyungsoo, mungkin bisa disebut Cinta. 'Ck Bodoh' itulah pikirannya, saat ia memeberi tahu perasaan yang akhir-akhir ini ia rasakan kepada sahabat dekatnya chanyeol, dan apa jawabannya? 'jongin, itu namanya kau mulai mencintainya, atau mungkin kau telah jatuh cinta padanya' kata-kata dari sahabatnya tersebut masih terngiang di fikirannya, ia tahu, sangat tahu kalau ia belum berpengalaman apapun soal cinta dan sebagainya. Jujur, saat ia mempunyai pacar, semua itu Cuma pelampiasan nafsu sesaat, tak lebih.
"sayang, kau akan kemana?" jongin yang baru saja menuruni tangga rumahya, berpapasan dengan sang umma yang sedang membaca majalah wanita di sofa.
"aku akan kerumah sakit umma" jawab jongin seraya pergi begitu saja.
Nyonya kim menatap anaknya bahagia dan juga khawatir, seorang ibu ia menyadari selama ini, bahwa selama jongin berada di dekat kyungsoo, jongin lebih banyak menampakkan emosi nya, tidak datar dan dingin seperti sebelumnya. Walaupun jongin lebih banyak menampilkan raut kesal sih .
SEOUL HOSPITAL
Setelah Jongin memarkirkan mobilnya, ia segera turun dan berlari kecil menuju keruangan kyungsoo.
"aku datang kyungsoo-ahh" sembari tersenyum, jongin memasuki kamar inap tersebut, memandang miris melihat mantan tunangannya yang telah terbaring lemah tak sadarkan diri diranjang.
Segera jongin menduduki tempat tepat disebelah kyungsoo, menggenggam tangan mungil mantan tunangannya. Jongin memandangi setiap lekuk wajah yang tidak pernah ia teliti secara detail, ia sangat menyukai pahatan ciptaan tuhan pada wajah mantan tunangannya ini. 'cantik' kata itulah yang bisa ia gambarkan untuknya.
"kau tau kyungsoo, aku merasa kesepian saat kau tidak mengganggu ku disekolah lagi, teman temanmu juga sangat merindukanmu" ucap jongin seraya memandang lembut kyungsoo, jongin tau kyungsoo dapat mendengarnya, walaupun dengan keadaan seperti ini.
"aku selalu disalahkan baekhyun, karena dia menganggap kepindahanmu ini disebabkan olehku, tapi sepertinya itu benar hm? Aku memang yang menyebabkanmu seperti ini, diriku dulu yang bodoh telah menyiakanmu" menarik nafas sebentar, jongin melanjutkan kata-katanya "cepat bangun kyungie"
"aku merindukanmu kyungsoo"
…..
Kyungsoo P.O.V (Flashback)
Aku hanya bisa memandangmu, selalu seperti ini, memandang semua kesempurnaan darimu, senyum itu, tatapan itu, selalu kuimpikan setiap malam dalam tidurku, salahkah aku, salahkah aku jongin? Aku hanya ingin kau memberikan semua itu tulus kepadaku, bukan hanya sekedar kepalsuan ataupun sandiwara .
Sebanyak apapun kau menyakitiku, aku tidak akan melupakan perasaan ini kepadamu, tapi aku tak sekuat yang orang fikirkan, aku juga manusia jongin, suatu saat aku tidak tau apakah perasaan ini padamu akan berubah menjadi sebaliknya, aku tidak menghendaki ini semua, semuanya berjalan seperti air yang mengalir.
Saat ku melihatmu dengannya, hatiku sakit, aku menangis, aku tunanganmu jongin, tapi apa? semua itu tidak berarti bagimu.
"chagi-ahh" aku mendengar itu, suara yeoja yang telah menjadi kekasihmu, suara yang membuatku muak, seharusnya aku yang memanggilmu seperti itu chagi. Tapi.. sekali lagi, hatiku sakit kala kau tidak pernah menganggapku ada.
Kutolehkan arah pandanganku kearah kalian yang tengah bercumbu mesra, sekali lagi, rasa dingin air mata kurasakan dipipi ku, segera mungkin ku seka air mata itu, sial, tidak bisakah aku tidak selemah ini?
"Kyungsoo-ahh" aku kaget, kala kau datang menuju kearahku, aku tersenyum tulus kepadamu, apakah akhirnya? Apakah akhirnya kau bisa menganggapku jongin?
"tolong kau kerjakan tugas kimia krystal, kau kan anak pintar" senyum tulusku luntur seketika, apa? aku tidak salah dengar jongin? Kau mendatangiku hanya untuk itu? Hanya untuk dia? Pada akhirnya aku hanya bisa tersenyum miris meraskan takdir ini, memang semuanya tidak mungkin berubah.
Dengan senyum meremehkan darimu, segera kau lembarkan buku tugas itu kemeja ku, tanganku bergetar dibawah meja, menggenggam erat rok seragamku untuk menahan sesuatu yang ingin melesak keluar. Tolong aku tuhan, aku tidak sanggup lagi.
Kulirik, ia telah berjalan keluar kelas dengan menggandeng kekasihnya, kuatur nafasku untuk sedikit lebih rileks, segera ku kerjakan apa yang jongin perintahkan, dari banyaknya sakit yang aku terima, aku juga meraskan sedikit kebahagian, yah hanya sedikit, akhirnya kau mau berbicara denganku jongin .
MIANHAE
Saat ini aku telah menunggumu diatap sekolah, aku menunggumu hanya untuk sekedar melihatmu meandangi pemandangan kota seoul, entah kenapa, aku begitu suka saat kau melakukan itu jongin.
Kurasakan hembusan angina menerpa kulit wajahku, menerbangkan helaian rambutku.
"KYUNGSOO" aku tersentak mendengar namaku yang dipanggil dengan kasar. Kutolehkan pandanganku memandang seseorang yang sangat ku kenal telah berdiri didepanku seraya memandang marah kearahku, aku hanya bisa menunduk takut. Dasar lemah!
"ada hubungan apa kau dengan kekasihku?"
Yah, dia lah krystal, kekasih tunanganku. Kudongakkan kepalaku memandangnya, aku tidak boleh lemah didepannya, yang berhak atas jongin itu harusnya aku.
"jongin, Dia itu adalah tu…"
PLAKK
Tamparan keras itu mengenai wajahku, aku meringis,belum selesai aku menyelesaikan perkataanku ia telah duluan menamparku, memandang tajam kearah krystal yang telah menamparku, dia hanya menyeringai melihat hasil karyanya dipipiku.
"siapa yang menyuruhmu berbicara jalang? Aku belum selesai berbicara kau tau? Kau, jangan sekali kali menguntit pacarku"
Apa dia bilang? Menguntit?
"ini" krystal melempar sebuah buku agenda kecil kearahku, mataku terbelalak melihatnya. Ini..
"beraninya kau menulis semua kebiasaan jongin disana, kau tau dari mana semua itu hah? Dasar penguntit" aku marah,kenapa dia bisa mendapatkannya, bagaimana jika jongin mengetahui semua ini? Apakah dia akan beranggapan sama dengan krystal?
PUUKK
Sekali lagi mataku terbelalak kala ia menginjak kasar buku agenda ku, buku yang telah aku tulis selama aku mengenal jongin.
PLAKKK
Entah kekuatan dari mana aku berani menamparnya, kulihat ia memandangku tajam,
"KYUNGSOO… KAU-"
"APA APAAN KAU KYUNGSOO?" suara ini? Jongin?
Kulihat jongin berjalan kearahku, kulihat matanya manatapku marah.
"Jongin, a..aku-"
"DIAM KAU!" belum selesai aku menjelaskan, jongin sudah lebih dulu memotong ucapanku.
Dengan manja kulihat krystal menggandengjongin manja, kulihat ekspresinya saat itu seperti orang yang disakiti. Aku geram, amat teramat geram melihatnya, tapi akhirnya aku hanya tersenyum miris, apa yang bisa kulakukan?
Tess
Lagi lagi, air mata ini jatuh melewati pipiku, aku tidak tau berapa kali, berapa kali lelaki yang aku cintai membuatku menangis. Aku lemah kan jongin? Aku cengengkan?
Tanpa melirik kearahku, jongin segera menyeret Kristal untuk pergi, meninggalkan ku dengan keadaan yang bisa kubilang menyedihkan ini.
Flasback OFF
….ooOoo….
Jongin melangkahkan kakinya malas disepanjang kodiror sekolahnya, entah sudah beberapa hari ini ia menjadi tidak bersemangat untuk kesekolah.
"Jongin" merasa dipanggil, jongin menhentikan langkahnya sebentar dan melanjutkannya lagi, ia muak, mendengar suara itu, suara yeoja yang tidak tau malu itu.
"jongin.. kau mendengarku kan?" ujar krystal seraya bergelayur manja dilengan jongin, tentu saja lengan jongin menepis kasar tangan krystal dan kembali berjalan meninggalkan krystal dengan mimik kesalnya, tapi bukan krystal namanya kalau ia akan menyerah begitu saja. Segera krystal mengejar pangerannya yang sudah beberapa langkah itu didepannya.
"jongin, kenapa kau akhir-akhir ini menghindariku? Ayo nanti sepulang sekolah kita jalan" ujar krystal dengan nada yang dibuat semanja mungkin untuk menarik perhatian jongin.
"aku sedang sibuk" geram, krystal geram melihat tingkah jongin kepadanya, ia tahu betul apa penyebab ini semua, yeoja itu, yeoja yang beberapa hari ini menghilang dari hadapannya, membawa perubahan yang berarti kepada kekasihnya, seakan yeoja itu juga membawa pergi kebahagian dan sifat seorang jongin yang dulu.
Bergemelut dengan pemikirannya sendiri, krystal tidak menyadari, jongin yang telah pergi dengan cueknya meninggalkannya. "sial, aku harus menyelediki ini, pasti ada yang tidak beres dengan keadaan ini" krytal menghentakkan kakinya dan beranjak pergi.
….OoOoO….
'Penyesalan memang selalu datang terlambat' , itulah kata-kata yang cocok untuk mewakili perasaan jongin saat ini.
Jongin keluar dari sebuah took Bunga dengan membawa sebuket bunga mawar putih, ia akan menuju rumah sakit setelah itu, tentu saja untuk menjenguk mantan tunangannya. Ia tersenyum begitu manis kepada bunga itu, seakan bunga itu dapat menyampaikan perasaannya kepada orang yang akan mendapatkan bunga ini nanti.
Jongin berjalan tenang dikoridor rumah sakit dengan buket bunga mawar putih ditangannya, entah berapa banyak yeoja yang tersipu akibat pesona seorang kim jongin, bukan melebih-lebihkan, tapi itulah kenyataannya, putra tunggal keluarga kim ini, memang menjadi incaran banyak yeoja.
Jongin memutar knop pintu dan segera memasuki kamar VVIP tersebut, pandangannya terpaku kepada seseorang yang terbaring lemah diranjang ruangan itu,
"aku datang kyungsoo" ujar jongin seraya menduduki kursi disamping ranjang kyungsoo.
"aku membawakan bunga untukmu, semoga kau suka" ujarnya seraya beranjak dan meletakkan buket bunga tersebut kedalam sebuah vas bunga.
Setelah selesai dengan bunganya, perhatian jongin kembali teralihkan pada gadis yang masih enggan menampakkan mata nya yang indah, pupil mata itu masih bersembunyi dan itu menjadi suatu kekecewaan terhadap jongin.
Jongin mengelus lembut rambut kyungsoo yang terlihat lepek, menelusuri lekuk wajah mantan tunangannya dan sekali lagi hal itu membuatnya terpesona, kyungsoo menjadi sosok yang mempesona kala ia lepas dari kaca mata yang selalu ia kenakan.
"kau cantik, kau tau itu kyungso" menghela nafas sebentar jongin melanjutkan "hanya irang bodoh yang tidak menyadarinya, dan aku temasuk orang bodoh tersebut" ujarnya seraya tersenyum lirih.
"aku ingin melihatnya sekali lagi, memandangmu dengan kedua belah mataku, bukan hanya sebelah mata, kumohon aku ingin melihat semua yang pernah kau berikan untukku, senyum itu, candaan ceria itu, raut wajahmu yang cemberut dan tingkah malu-malu mu itu, aku merindukan semua itu, semua tentang dirimu kyungsoo" bagi orang yang mendengar itu, pasti ia tidak akan menyangka, itu merupakan kalimat terpanjang yang pernah jongin katakana, terlepas dari sifat cuek dan dinginnya selama ini, dan kalimat-kalimat manis itu hanya pernah ditujukan untuk kyungsoo, mantan tunangannya.
Drrrtt.. Drrrttt…
Jongin segera mengambil handphonenya yang bergetar didalam saku celana jeensnya. Melihat sebentar nama yang tertera dilayar sebelum menjawab panggilan itu.
"Wae hyung?" tanyanya kepada orang yang menelfon diseberang.
"hn, aku akan kesana"
Plip..
Kembali setelah panggilan terputus ia segera memasukkan kembali handphonenya ketempat semula, memandang tulus wajah kyungsoo dan mengecup pelan kening kyungsoo.
"bangunlah kyungsoo, aku merindukanmu" ujar jongin seraya pergi meninggalkan ruangan itu, tanpa sadar jika tangan mungil yang sedari tadi terbaring mulai bergerak lemah.
.
.
.
TBC
Annyeong reader-ssi, maaf yah author updatenya lama dan mengecewakan kalian, author lagi sibuk buat UTS kemaren, dan akan nerima hasilnya minggu depan, maaf juga kalau ceritanya tambah gaje dan rumit yah. Di chap ini banyak membahas tentang masa lalu kyungsoo dan jongin.
Kalau ingin mengenal author lebih lagi, kalian bisa hubungi twitter author asha_yuli . ayo kita saling mengenal .
Dan terakhir, jangan lupa ne buat RIVIEW, karena itu merupakan semangat tersendiri buat author, dan terimakasih udah riview di chap sebelumnya .
Gomawoyo Yorobeun ^^
Thanks To :
Gothiclolita89, Pecinta crack Pair, DianaSangadji, Devil meet demon, Byunpopof, Seo baby, Kang hyung yoo, Oelfha100194, Brigitta bukan brigittiw, Kyungieee, Myeolchi gyuhee, 12gheys, Park eunhae, Dodyokyungsoo, Mita884, Taniana12, 2joonxingie, nobidokaita, Lara Seangie, Jiy, menantu kaisoo, byunpopof, IkaIkahun11, 3shin yong ra04, 5hyodin EXOstan, zoldyk.
