"bangunlah kyungsoo, aku merindukanmu" ujar jongin seraya pergi meninggalkan ruangan itu, tanpa sadar jika tangan mungil yang sedari tadi terbaring mulai bergerak lemah
~MIANHAE~
Desclaimer: Cast disini semuanya milik tuhan.
Author: Kim Ah Rin
Warning! : banyak terdapat typo, ceritanya gaje (author baru)
Pair : KaiDo EXO and other pairings
Seorang yeoja tampak mengerenyit menyesuaikan pupil matanya pada lingkuangan sekitarnya, ya yeoja yang sudah cukup lama tertidur ini telah bangun kembali. saat ia telah menetralisir penglihatannya, ia hanya menghela nafas, ia tahu betul ia sekarang berada dimana, indra penciumannya cukup familiar dengan bau ini, ya dia berada diruangan rumah sakit. Ruangan itu tampak sepi tanpa seorang pun, ia juga tidak mengaharapkan ada pangeran yang akan menyambutnya saat bangun, well ini bukan cerita dongeng kan . menghela nafas lagi dan lagi, ia berusaha untuk mendudukkan tubuhnya , menyandar di sandaran Kasur, dan yaap setelah beberapa kali gagal dan disertai kerja keras, akhirnya ia bisa menggerakkan tubuhnya menyandar dengan nyaman disandaran Kasur tersebut.
CKLEEK..
Pandangan kyungsoo tertuju kepada pintu yang baru saja dibuka pelan, tampak sosok wanita paruh baya yang sedang memandang kyungsoo dengan ekspresi kaget sekaligus lega.
"umma" disertai senyum lemah khas seorang yang sedang sakit, kyungsoo tersenyum lembut menatap ummanya, jujur ia sangat merindukan wanita yang melahirkannya tersebut.
Dengan tergesa, leeteuk sang umma kyungsoo menghampiri anaknya dengan tatapan haru dan mata yang hampir meneteskan krystalnya.
"kau sudah sadar nak? Umma merindukanmu" rengkuhan halus serta lolosan air mata didapat kyungsoo dari umma yang ia cintai ini, dengan erat pun kyungsoo merengkuh ummanya sayang.
"kyungsoo juga rindu umma" ujar kyungsoo serta mengelus pelan punggung ummanya. Setelah berpelukan cukup lama, umma kyungsoo menatap anaknya dengan bahagia.
Seakan teringat sesuatu umma kyungsoo segera mengambil telfon genggam yang semula berada disakunya, kyungsoo mengerenyit bingung mendapati tingkah ummanya tersebut.
"kyungsoo-ahh, jongin-"
Dengan cepat kyungsoo mengambil telfon genggam ummanya, membuat sang umma terkejut akan respon sang anak.
"jangan umma, jangan hubungi kyungsoo" dengan sedikit menunduk kyungsoo menggenggam erat telfon sang umma didepan dadanya, seakan tidak membolehkan ummanya menyentuh benda berwarna hitam itu. "kumohon~" lanjut kyungsoo kembali mengadah dan memandang ummanya dengan pandangan memalas.
"kyungsoo-ahh" umma kyungsoo menduduki pinggir ranjang rumah sakit yang ditiduri kyungsoo selama ini, "ada apa dengan mu nak? Selama ini umma selalu penasaran dengan alasanmu sehingga kau bias senekat itu kemarin, itu juga membuat umma merasa bersalah yang amat sangat kepadamu" ujar leeteuk lirih seraya menatap anak semata wayangnya yang masih menunduk menggenggam ponselnya. Kyungsoo masih tidak bereaksi apapun.
"ini bukan salah umma" lama terdiam, kyungsoo kembali menatap ummanya tak lupa dengan senyuman tulusnya terhadap sang umma, sejujurnya ia sama sekali tidak terfikir menyalahkan ummanya dengan apa yang dialaminya. "bukan salah umma, bukan salah appa ataupun bukan salah-" teridiam sejenak kyungsoo menarik nafas pelan "jongin" .
"ini atas kemauanku sendiri umma, maaf telah membuat umma khawatir dan merasa bersalah" ujar kyungsoo, dan selepas itu kyungsoo langsung memeluk ummanya erat. Huuh pelukan ibu memang diatas segalanya bagi kyungsoo.
.
Jongin mengendarai mobilnya dengan kecepatan kencang, setelah ia menatap ponselnya beberapa saat lalu ia langsung menuju rumah sakit tempat kyungsoo dirawat, disana ia mendapati panggilan tak terjawab dari umma kyungsoo, tapi ia tidak dapat menelfonya balik karena selalu operator yang menjawab panggilannya, pastinya ia sedang merasa khawatir saat ini, apa ini menyangkut tentang kyungsoo ? wanita yang ia sayangi?
Sesampainya dirumah sakit, jongin memarkir sembarangan mobilnya, ia tidak peduli apapun selain kyungsoo, dengan setengah berlari ia menuju ruang kyungsoo, jika saja tidak ada peraturan yang melarang orang berlari dirumah sakit, ia pasti saat ini sedang memacu laju larinya kekamar perawatan mantan tunangannya itu.
Dengan pelan dibukanya pintu bercat putih itu dan melangkahkan kakinya untuk masuk, ruangan itu sepi, tidak ada seorangpun selain seorang yeoja yang tengah berbaring ditempat tidur itu sambil memejamkan matanya.
Menghela nafas lega jongin menghampiri tempat gadis yang ia cintai berada, ia mendudukkan dirinya didekat bangku yang emang disediakan untuk para penjenguk didekat ranjang. Dengan pelan ia menggenggam lembut jemari kyungsoo, dan mengusap helaian surai hitam legam itu lembut.
"kau membuatku khawatir sayang" ujar jongin masih dengan kegiatanya mengusap helaian hitam kyungsoo, "kyungsoo.. jujur saat ini aku sangat merindukanmu, kumohon bangunlah" mohon jongin kembali "aku.. aku entah kenapa seharian ini aku terus memikirkanmu, aku bersikeras meninggalkan sekolah supaya bias menemanimu disini, tapi umma tidak membolehkannya, haah~ dia beralasan karena aku telah sering bolos akhir-akhir ini. Kau tau sayang, tadi malam aku bermimpi indah, aku kembali melihat mata indahmu memandangku, aku memimpikan kau terbangun dalam tidurmu ini" memejamkan mata, jongin mempererat genggaman tangannya pada jemari kyungsoo "Saat itulah pertama kalinya aku menyesal, menyesal kenapa aku harus terbagun paginya dan masih melihat kenyataan yang sama yang akhir-akhir ini aku akhiri"
Jongin menunduk, entah perasaan apa yang mendorongnya untuk terus bercerita kepada kyungsoo, ia tak tau, ia hanya merasa kepada kyungsoo lah ia percaya. Jongin yang selama ini dikenal dengan sikap cool dan dinginnya, kini e situ seakan menghangat hanya karena seorang gadis yang sedang koma, gadis yang tidak bias meresponya, memberikannya saran, entah kenapa ia selalu bercerita panjang lebar kepada gadis ini, jongin sangat percaya, dialam bawah sadar kyungsoo pasti bias mendengarnya.
"kyungsoo~"
Panggilan itu berubah lirih, tersirat sekali nada kesedihan dalam suara jongin saat menyebutkan nama mantan tunangannya.
"kau tau? Besok aku harus berangkat ke America, appa menyuruhku melanjutkan study ku disana, appa membutuhkanku disana" jongin masih berusaha tegar dengan semuanya, samar dia bisa melihat perubahan raut wajah kyungsoo saat ini, entahlah mungkin itu hanya khayalannya saja. "kyungsoo~ aku berharap mimpi semalam dapat berubah menjadi kenyataan untuk saat ini, dapat melihat matamu untuk terakhir kalinya dapat membuatku lega, aku sadar, aku bukan orang yang pantas untuk bersamamu lagi setelah apa yang aku lakukan dulu padamu, tapi boleh aku meminta? Hanya satu permintaan, haha aku terdengar egois ya?" jongin tertawa lirih sambil memandang raut wajah cantik kyungsoo "a..aku hanya ingin kau membuka matamu dan memandangiku untuk terakhir kalinya, walaupun pandangan itu adalah pandangan kebencianmu padaku, aku terima itu"
"Kyungsoo.. aku-"
Drrttt Drtttt… Getaran ponsel jongin menghentikan semua ucapannya. Tersirat raut kesedihan memandang ponselnya sesaat sebelum ia mengangkatnya.
"ne appa? Wae?"
"…"
"arraseo oppa, aku akan pulang"
Plipp!
Sesaat setelah mematikan sambungan nya jongin kembali menatap kyungsoo, jongin tersenyum, ia membelai pipi tirus kyungsoo "kau harus banyak makan setelah kau sadar nanti ya sayang" ujar jongin dengan lirih.
Jongin bangkit dari duduknya, masih memandang kyungsoo dan masih membelai pipi tirus kyungsoo, perlahan jongin memperpendek jarak diantara mereka, hanya beberapa detik setelahnya jarak mereka terhapuskan, bibir jongin mengecup lembut bibir pucat kyungsoo, sambil memejamkan mata jongin meresapi semua yang ada, menyimpan kuat didalam memorinya akan hal ini. Setelah beberapa detik, jongin melepaskan pangutan itu dan tersenyum lembut.
"selamat tinggal, aku mencintaimu"
Tes !
Cairan bening itu tak terelakkan lagi, runtuh sudah semuanya, lagi lagi ia menangis karenanya, ya.. lagi lagi kyungsoo menagis karena kim jongin. Mmbuka matanya kyungsoo menatap lirih pintu yang baru saja tertutup tadi, kyungsoo mendengar semuanya, mendengar apa yang pemuda itu katakana dan ia mencerna semuanya dengan baik, termasuk pemuda itu yang akan meninggalkannya.
Dengan lembut ia menyentuh bibir pucatnya yang beberapa menit lalu telah dikecup mesra, deraian air matanya semakin dras.
"jongin~"
.
"kau siap nak?" Tanya umma jongin kepada anaknya yang sedang memasang sepatunya saat ini.
"hn" hanya jawaban ambigu itu yang ia lontarkan kepada sang umma.
"tadi umma telah memeberi tau leeteuk ajumma akan keberangkatanmu pagi ini" umma jongin terus berceloteh kepada anaknya yang tanpa disadarinya jongin sama sekali tidak mempehatikannya.
Jongin memikirkan kyungsoo saat ini, tepatnya saat ia berkunjung kekamar rumah sakit kyungsoo tadi malam, entah kenapa jongin merasakannya, merasakan tanggapan kyungsoo sat ia mencium kyungsoo dibibirnya, tubuh kyungsoo seperti tersentak pelan sat itu.
.
"umma~" setelah mematikan sambungan telfon sang umma kyungsoo menolehkan pandangannya kepada anaknya yang saat ini tengah sarapan diranjang.
"ada apa sayang?" tanay umma kyungsoo lembut.
"bolehkah aku meminta sasuatu?" Tanya kyungsoo.
"apapun untukmu sayang" ujar keeteuk masih dengan suara lembutnya.
"aku ingin pergi dari sini"
"ya sayang, setelah dokter membolehkanmu pulang" tanggap leeteuk seraya mengaduk bubur makanan putri semata wayangnya ini.
"Sekarang"
"apa?" leeteuk tak dapat menyembunyikan keterkejutannya , leeteuk memandang kyungsoo dengan tatapan yang sulit diartikan.
"kau bercanda kan nak? Kau baru siuman kemarin, kondisimu belum memungkinkamu untuk keluar, kau masih harus dirawat disini beberapa hari lagi sampai luka-luka mu pulih kembali dan kau sudah dibolehkan pulang oleh dokter" ujar leeteuk mengomeli anaknya yang mengajukan permintaan aneh ini.
"tapi aku ingin pergi sekarang umma, seseorang telah-"
"D.O Kyungsoo apa kau mendengar perkataanku tadi? Ujar umma kyungsoo, amarahnya sedikit membuncah karena putrinya ini.
"maafkan aku umma-" ujar kyungsoo menunduk sedih.
"haah tidak apa sayang, sekarang kau makan lagi" ujar leeteuk seraya menyodorkan sesendok bubur pada kyungsoo
"umma, aku ingin ke toilet" kyungsoo kembali meminta.
"baiklah kyungsoo" mendengar permintaan anaknya yang kembali wajar ini, leeteuk segera membantu kyungsoo untuk menduduki nya dikursi roda.
"kyungsoo, tahan sebentar ya, umma mau memanggilkan suster untuk melepas dan mengganti perbanmu nanti" leeteuk melangkah pergi menuju luar untuk mencari suster.
"maafkan aku umma, aku tidak bisa mendengarkan perkataamu saat ini, aku harus pergi" kyungsoo mendorong kursi rodanya menuju pintu untuk menuju keluar, ide gila kembali melintas difikirannya untuk kabur dari rumah sakit ini.
"tunggu aku"
.
Leeteuk kembali keruangan rawat putrinya sambil berbincang ringan dengan sang suster tentang perawatan anaknya.
Ckleek..
Setelah membuka pintu, leeteuk tidak menemukan keberadaan anaknya disana.
"kyungsooo-ah.. kau dimana nak?" leeteuk berjalan cepat menuju kamar mandi, takutnya sang anak tidak bisa menahan hasrat nya sedari tadi, tetapi perkiraannya salah, sang putri tunggalnya itu tidak berada disana, dengan wajah pucat leeteuk menghampiri suster dan mengabari kalau ia tidak menemukan kyungsoo dimana pun.
Dengan cepat leeteuk berjalan keluar, lorong rumah sakit dilaluinya dengan perasaan khawatir, ia terus memandang sekeliling rumah sakit yang dilewatinya, berharap menemukan putrinya sesegera mungkin.
"ada apa nak?" seorang nenek tua tampak berjalan kearah leeteuk dan sedikit menghambat perjalanan leeteuk untuk mencari anaknya. "anak saya kabur dari ruangan rawatnya nek" ujar leeteuk, masih kentara sekali nada khawatir dari ucapannya, "apakah anak itu memakai kursi roda? Dan dia seorang perempuan?" leeteuk yang sedari tadi memandang sekeliling segera menatap nenek tua itu dengan kaget. " ya nek, dia anak saya. Anda tau dia pergi kemana?" Tanya leeteuk dengan sedikit menghentak-hentakkan kakinya dilantai. "aku tadi berpapasan dengannya saat aku keluar dari lif" ujar nenek itu dengan pandangan lembut menatap leeteuk, tak tega juga melihat raut khawatir leeteuk yang sangan kentara diwajah leeteuk, sang nenek membiarkan leeteuk untuk pergi dan melanjutkan perjalannya."terimakasih dan permisi nek" ujar leeteuk seraya berlalu dari hadapan nenek itu.
'kau benar-benar serius akan perkataanmu tadi nak' batin leeteuk, ia tak menyangka anaknya tidak mengindahkan perintahnya tadi, sedikit rasa kecewa hinggap di hati leeteuk sebagai seorang umma, tapi dibalik itu semua, leeteuk yakin anaknya pasti memiliki alasan yang kuat untuk itu.
Setelah menapaki lantai terbawah seoul hospital itu leeteuk segera melajukan langkahnya menuju halaman rumah sakit, ia yakin anaknya pasti belum jauh, mengingat sang putri hanya menggunakan kursi rodanya.
.
Greppp !
Gadis itu terkejut saat merasakan tangan seseorang menggenggam erat bahunya. Firasatnya buruk, perlahan-lahan ia menolehkan kepalanya kebelakan dan, gotca firasatnya benar.
"appa?"
Sang appa menatap putrinya dengan pandangan campur aduk, Antara khawatir, heran, lega dan marah.
"apa yang kau lakukan disini kyungsoo" Tanya sang appa dengan nada tegasnya.
"aa..aku..aku harus pergi sekarang appa" jawab kyungsoo gugup
"pergi kemana nak? Kau baru saja sadar, aku takkan membiarkanmu" ujar appa kyungsoo, dengan segera membalikkan kursi roda kyungsoo menuju arah seoul hospital kembali dan mendorongnya dari belakang.
"tidak appa, aku harus pergi. Appa!" terkejut akan nada sang anak yang seperti membentaknya, kangin tidak peduli, ia tetap mendorong kursi roda kyungsoo kembali.
"kyungsoooo"
Kyungsoo menggigir bibirnya gugup, kini sang umma tengah berada didepannya dengan nafas yang terengah-engah.
"kyungsoo-ahh" sang umma berlutut didepan anaknya, mensejajarkan tingginya dengan sang buah hati, supaya ia bisa melihat raut wajah anaknya. Sangat jelas terlihat rauh wajah kesedihan disana.
"hikss.. hikss" kedua orang tua itu terkejut menatap sang anak yang mereka sayangi itu menangis dengan terisak.
"ayoo leeteuk kita harus mengembalikan kyungsoo kekamar rawatnya" kangin bersiap akan mendorong kembali kursi roda milik kyungsoo, tetapi sebuah tangan menahannya, menggenggam tangan kangin yang sedang menggenggam dorongan kursi roda tersebut.
"yeobo.. kena-"
"kyungsoo, kau mau pergi kemana nak? Biar umma antar" kangin menatap tak percaya istrinya itu, apa yang ia bicarakan? Kenapa ia dengan tidak sopannya memotong pembicaraanya dan mengabaikannya?
Sedangkan kyungsoo? Ia sangat kaget dengan kata yang keluar dari sang umma. Ia hanya menatap ummanya dengan pandangan sendu.
"a..aku ingin ke bandara umma" akhirnya ia memberanikan bicara sambil menatap mata ummanya berharap.
"apa yang akan kau lakukan disana?" Tanya leeteuk lagi
"aku.. akuu ingin menemui-"
"jongin?" sambung sang umma cepat. Kyungsoo segera menundukkan wajahnya, Antara malu dan khawatir dengan alasanya yang akan membuat orang tuanya murka.
"baiklah, ayo kita berangkat, satu jam lagi jongin akan lepas landas" ujar umma kyungsoo dan segera mengambil alih kursi roda kyungsoo menuju parkiran mobil, meninggalkan kangin yang masih terbongong dan heran sendiri dengan apa yang terjadi.
"yeobo.. tunggu aku" ujar kangin menyusul anak istrinya didepan.
.
Perjalanan dari rumah sakit hanya memerlukan waktu 40 menit bagi kangin yang mengendarai laju mobilnya dengan sangat kencang, karena dibarengi teriakan sang anak yang terus memaksanya untuk memacu mobilnya itu.
Saat berada di bandara, kyungsoo segera didorong oleh ummanya menggunakan kursi rodanya kembali, sang umma lebih tahu mengenai keberangkatan jongin karena umma jongin sempat mengabarinya tadi.
Setelah sampai, kyungsoo mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, berharap dapat menemukan pemuda itu disana.
"dia pasti sedang berada diruang tunggu sekarang, kita tidak bisa masuk jika tidak ada tiket, jadi semua akan sia-sia" ujar kangin malas-malasan, sungguh sang appa ini tidak mengerti suasana hati sang anak yang sedang kalang kabut.
Gyuuutt
"aww" dengan kesal leeteuk pun mencubit pinggang suaminya dengan tidak lembut sama sekali, ia kesal, kangin sama sekali tidak tau suasana berkata seperti itu.
"umma.." panggilan lirih itu kembali didengar leeteuk, jujur ia sama sekali tidak menginginkan kyungsoo untuk mengeluarkan nada seperti itu lagi.
"ayo kita kembali" ujar kyungsoo lagi, membuat ummanya kaget, leeteuk memandang kesal kangin yang terlihat santai dan tidak mengerti dan mencoba memahami keadaan sekarang. Pasti kata-kata suaminya ini telah mematahkan semangat anaknya.
"kau yakin sayang?" Tanya leeteuk meyakinkan anaknya sekali lagi. Dan hanya dijawab anggukan kepala oleh kyungsoo.
Menghela nafas, leeteuk pun bersiap mendorong kembali kursi roda anaknya "baiklah kalau begitu, ayo kta kem-"
"kyungsoo" kyungsoo yang tadinya menunduk segera menengadahkan kepalanya mendengar suara maskulin itu memanggil namanya, suara yang sangat ia rindukan. Ia menatap pemuda yang beridir tegak dihadapannya ini dengan terkejut.
"jongin" nada lega bercampur khawatir terdengar jelas oleh siapa saja yang mendengarkan suara kyungsoo berusan.
"kyungsoo.. apa yang kau lakukan disini?" Tanya jongin khawatir, segera ia berlutut agar ia dapat mensejajarkan tingginya dengan kyungsoo yang saat ini berada di kursi roda.
"jongin.. a..aku.. aku kesini untuk mene-"
"PESAWAT JURUSAN AMERICA DENGAN NO. PENERBANGAN XXXX AGAR SEGERA MEMASUKI PESAWAT, KARENA WAKTU LEPAS LANDAS HAMPIR TIBA"
Semua mata mengalihkan pandanganya kepada speker yang terpasang banyak di sudut bandara.
"kau akan pergi?" Tanya kyungsoo, memandang jongin dengan mata berkaca.
Jongin segera menangkup pelan pipi mantan tuanangannya itu dan menghapus air mata di sudut mata kyungsoo lembut, ia menatap miris keadaan sang mantan tunangannya saat ini. Ia tidak menyangka kyungsoo dengan susah payah akan mengejarnya kesini, ia bertaruh sepenuhnya bahwa dokter tidak akan membiarkan kyungsoo keluar rumah sakit sembarangan, ia juga sangat lega saat tahu bahwa kyungsoo sama sekali tidak membencinya, tidak ada pencaran kebencian yang ia lihat pada sorotan mata kyungsoo itu saat memandangnya.
"ya" hanya jawaban singkat yang dilontarkan oleh jongin, dan jawaban itu sukses membuat kyungsoo kembali meneteskan air matanya.
'kau akan pergi setelah aku berjuang kesini untuk menemuimu jongin? Apa aku tidak bisa mencegahmu? Apa aku yang terlalu egois untu melarangmu pergi? Apa kau masih tidak mengharapkanku? Kau masih membentiku' batin kyungsoo miris dengan berbagai pertanyaan dalam benaknya.
"PESAWAT JURUSAN AMERICA DENGAN NO. PENERBANGAN XXXX AGAR SEGERA MEMASUKI PESAWAT, KARENA WAKTU LEPAS LANDAS HAMPIR TIBA"
Suara laknat itu kembali terdengar, yaa.. suara laknat bagi kyungsoo saat ini.
"baiklah kyungsoo sebaiknya aku pergi, terimakasih kau telah menemuiku hari ini dan memperbolehkanku menatap matamu untuk terakhir kalinya, aku sangat senang kyungsoo" ujar jongin seraya mengusap kembil lelehan air mata dipipi kyungsoo dan berdiri kembali, ia memandang tunangannya dengan pandangan yang sulit diartikan.
"ajjushi.. ajjuma.. aku pamit" jongin berkata sambil menunduk hormat kepada mantan calon mertuanya itu.
"baiklah nak, hati-hati" ujar kangin dengan nada ramahnya.
Mengusap helaian hitam kyungsoo sebentar, jongin berbalik untuk melangkahkan kakinya meninggalkan kyungsoo.
"aku mencintaimu kim jongin" ujar kyungsoo dengan nada yang sangat berani, ia memandang jongin yang saat ini menghentikan langkahnya. Segera jongin berbalik menghadap kyungsoo. Setelah lama dengan pandangan tidak percayanya, jongin tersenyum tulus dan hal itu membuat kyungsoo juga tersenyum lembut.
"aku juga mencintaimu sayang, selamat tinggal"
Deg.
Kedua kata yang sangat membuat persaan kyungsoo berbalik drastis, aku mencintaimu, itu adalah kata kata yang ingin kyungsoo dengar dari jongin selama ini dan… selamat tinggal? Perasaan bahagianya menurun drastis hanya karena dua kata tersebut.
Kembali kyungsoo lihat jongin telah melangkahkan kakinya meninggalkan kyungsoo.
"TIDAK JONGIN..SAMPAI JUMPA" ujar kyungsoo dengan lantang, ia masih sangat tidak menerima kata selamat tinggal itu terucap dari bibir jongin untuknya.
Kyungsoo menangis terisak sekarang dengan sang umma yang menenangkannya dari belakang, kyungsoo hanya menatap punggung tegap jongin yang saat ini melangkah menjauhinya.
Mendengar kata lantang dari kyungsoo membuat jongin kembali tersenyum tulus dan tetap melangkahkan kakinya kedepan, sebentar lagi ia akan lepas landas, America menunggunya.
.
.
.
TBC
Maaf diisini ah rin sekan buat kyungsoo tersiksa lagi akan perasaanya sama jongin, ah rin siap kalau banyak reader yang kecewa sama lanjutanya, tapi disini ah rin baru menggambarkan perasaan di sisi kyungsoo, jongin sama tersiksanya kok dengan jongin, walaupun disini terkesan jongin yang ninggalin kyungsoo lagi. Mungkin chap depan ah rin bakal menceritakan dari segi perasaan jongin, jongmal mianhamnida yorobeun #bow. Maaf juga ah rin baru sempat update sekarang, ah rin sibuk banget di real, gk sempat buat ngetik, maaf juga buat reader yang kecewa sama ah rin. buat kedepannya, ahrin bakal coba buat ngelanjutin ff ini dengan cepat, maaf juga kalau ceritanya tambah gaje plus ngawur. #bow
Balasan review :
Brigitta bukan brigittiw : maaf ya, ah ring k tega buat adegan-adengan penderitaan jongin lebih dari ini, kkk~ biarkan penderitaan perasaan perpisahan yang jongin rasakan /?
Myeolchi gyuhee : ia kyungsoo udah sadar kok di chap ini :))
Zoldyc : Gomawo :))
Yehetmania : ia sist, ini udah update, moga suka ya~
Minhyunni1318 : ia ia,, ah rin juga kesel sama kai /? Kkk~ ini udah lanjut !
Exindira : soal endingnya, baca aja ya, hehee, ia kyungsoo udah sadar disini
Ikaikahun11 : maaf banget ika, ah rin nggak bisa update kilat, ne kenapa banyak hurt nya? Soalnya ah rin suka yang hurt-hurt /? Hehe, lebih kerasa feelnya kalau yang hurt.
Arrahyeri : aku harap juga begitu /? Hehe makasih review nya
Byunpopof : gomawo juga udah baca dan review ya, ah rin senang, maaf ya kelamaan nunggu chap lanjutannya.
Anjarw : makasih ya :))
Hyomilulu : ia ah rin setuju /? Huhuhu :'(
Shin yong ra04 : itu biar bisa ningkatin penasaran readers untuk chap depannya, makanya tbc nya dibagian itu, hehe~
Soo baby : ini udah di update, maaf ya nunggu lama :'( #bow
.16 : annyeong, bangapta Laila, ah rin gak tega bikin kyunggie mati kok, jadi kyunggie gk bakal mati~ hehe
Jotam : makasih udah bilang gak gaje , hehee~ ah rin masih kurang pede sih sama ff ini. Makasih reviewnya, baca aja ya biar penasarannya ilang.
Lab27 : ini udh dilanjut, keep review~
Nobidokaita : waah maaf ah rin bukanya gk mau nambah konflik, tapi kalaukyungsoo yang dendam giitu sama jongin, ah rin ngerasa itu gk cocok sama imagenya kyungsoo, lagian juga kaya gitu udah banyak yang diciptain author lain kayaknya, jadinya ah rin pengen buat konflik yang lain.
Kaisa : makasih ya kaisa, makasih buat semangatmu, ini udah update~
Kyungieee : hehe, ia kai ngerasa bersalah banget tuh, makasih ya review nya, tetap review ya~
Cloudsista-chan : kamu bener kok, ah rin juga buat cerita ini gara-gara kebayang cerita itu, tapi disini bukan bermaksud buat ngejiplak ya, emang awalnya agak sama, tapi buat selanjutnya beda kok~ makasih ya review nya,
Love120193 : OMG ! kai ku dikatai dekil/? Kkkk~ hahaa, makasih ya reviewnya, tapi sayang ah rin menginginkan kaisoo disini, bukan kyungsoo dengan pangeran berwajah malaikatnya itu,hehehe
Guest : jika alur ceritanya seperti itu, banyak author diluar sana yang bikin alur cerita seperti itu, disini ah rin pingin cerita yang berbeda dengan konflik yang berbeda pula, maaf ya~ keep review.
Guest : ini udh dilanjut kok ~ makasih reviewnya ya :))
Park ri rin : hehehe, ia nih udh dilanjut, makasih revienya ~
Momomomomomomo : ini udah di lanjut ya ~ hehe
Devil meet demon : makasih semangatnya :)) nee, fighting !
12 : hehe ya seperti yang kamu baca deh, bisa tebakkan gimana perasaan kai sama kyungsoo
Love 48fams : ini udah dilanjut kok , makasih reviewnya
Ryanryu : ia ryu san, ah rin juga kasian sama kyungsoo disini. Hikss../? #lol
Loveheenjebuja : hehe, jadi kamu belum baca chapter 1 dan 2 nih ? hehehe, kebanyakan sih ff kaisoo emang krystal kan? Itu juga membuatku srek, seoalnya krystal kan kaya antagonis gitu/? Maaf ya penggemar krystal, ah rin juga suka krystal kok :))
Stranger from paradise : terimakasih sudah suka, ah rin seneng banget, makasih juga udah review , ini ah rin udh lanjut ceritanya, semoga suka ya, maaf telat~
Dyahkaisoo : hehe dimana letak romantisnya dyah? Hehe, syukurlah kamu suka~ makasih ya reviewnya
Za : huuhuu maaf ya ah rin gk bisa nentuin jadwal rutin updatenya~ #bow
Siti : ia hehe, ini udah lanjut kok~ makasih udah mau baca dan review ya~
Exotannn : dibaca aja lanjutannya ya ~ hehe
Kaisoo : ia, ini udah dilanjut :))
Rahayuni : ia, ini udah lanjut kok ~
Fiee : makasih ya udah suka ceritanya ^^
Kimchanbaek : setuju ! tolong nasehati kkamjong disini /? Hehe
Bbchindy : maaf ya, bikin kamu pesimis gitu, ini ah rin udh usahain buat update, semoga suka dan tetap review ya #bow
