"TIDAK JONGIN..SAMPAI JUMPA" ujar kyungsoo dengan lantang, ia masih sangat tidak menerima kata selamat tinggal itu terucap dari bibir jongin untuknya.
~MIANHAE~
Desclaimer: Cast disini semuanya milik tuhan.
Author: Kim Ah Rin
Warning! : banyak terdapat typo, ceritanya gaje (author baru)
Pair : KaiDo EXO and other pairings
Menatap hamparan gedung tinggi menjulang di depannya, tak membuat seorang kim jongin mengeluarkan ekspresinya sedikitpun, wajah nya tetap datar. tapi siapa yang tau dengan hatinya? Pemuda berkulit tan ini memiliki cara tersendiri untuk menyamarkan perasaannya saat ini dengan raut datarnya. Tapi, tak dapat dipungkiri dia sangat menderita sekarang, bukan fisik yang kita bicarakan, tetapi hati.
Melangkahkan kakinya menuju sebuah mention yang kentara akan khas eropa bercampur asia, jongin disapa ramah oleh para maid dirumah keluarganya itu, yang hanya dijawab anggukan singkat dari jongin.
Ia memasuki sebuah kamar, kamar yang sangat luas, barang barang mewah menghiasi setiap sudut kamar ini. Jongin memandangi sekeliling kamar yang akan ditempatinya itu, tidak ada yang berubah, tetap sama saat terakhir kali ia menempati kamar itu sewaktu liburan disini bersama keluarganya.
Jongin melepas asal sepatunya dan segera membaringkan diri di ranjang king size nya, sungguh dibenaknya ia hanya ingin tidur sekarang, ia lelah, fisik dan batinnya sangat lelah.
"kyungsoo…"
sebelum benar-benar tertidur ia sempat menggumamkan nama gadis yang dicintainya.
.
Termenung dijendela ruang rawat rumah sakit yang ia tempati saat ini, kyungsoo tidak mengindahkan ajakan makan dari ummanya, sejak pagi tadi kyungsoo hanya memakan beberapa suap bubur, dan setelah pulang dari bandara, seperti ini lah kyungsoo, hanya termenung sembari menatap jendela.
Tidak ada yang bisa dilakukan dua insan yang dimabuk cinta ini, mereka dipisahkan jarak, tetapi hati mereka sangat dekat, mereka sama sama menderita, tapi mereka sama sama tak ingin melupakan, tidak ada yang dapat disalahkan disini, bukan otak dan logia yang mengaturnya, tapi perasaan hati yang menentukan. Akankah saat itu tiba? Saat dimana tuhan memberikan kesempatan mereka untuk bersatu kembali.
.
"kyungsoo-ahh" tepukan halus dirasakan kyungsoo pada bahunya, kyungsoo menoleh kebelakang, disana terdapat sahabatnya baekhyun yang tersenyum lembut menatapnya.
"ayo kekantin" ajak baekhyun. Dan hanya anggukan kecil sebagai balasan dari kyungsoo untuk baekhyun.
Baekhyun membantu sahabatnya ini berdiri, sudah sebulan semenjak sahabatnya ini keluar dari rumah sakit dan mulai memasuki sekolah lagi, walaupun beberapa bagian tubuhnya yang patah belum sembuh total, kyungsoo sangat bersikeras untuk sekolah, karena ia butuh suasana baru untuk melupakan masalahnya, itu lah alasannya.
Sesampainya di kantin, baekhyun menuntun kyungsoo untuk duduk disebuah bangku agak pojok, disana ia dapat melihat chanyeol yang melambaikan tanganya pada baekhyun. Melirik sekilas kearah baekhyun, kyungsoo terkekeh geli, ia masih bisa melihat jelas rona merah yang kentara di wajah baekhyun saat melihat chanyaol melambai dan tersenyum kepadanya, huuh seperti pasangan baru jadian saja.
Menduduki bangku yang bersebelahan dengan baekhyun, kyungsoo hanya terkekeh geli melihat pasangan disebelahnya ini, chanyeol yang aktiv dan baekhyun yang cerewet, chanyeol yang sering menggoda baekhyun, dan baekhyun yang ngambekan.
"ekhem, kalian mau sampai kapan mengabaikanku?" Tanya kyungsoo menyindir. Mendengar itu, baekhyun hanya nyengir gaje kearah kyungsoo. melihatnya, kyungsoo hanya dapat menghela nafas dan mengalihkan tatapannya pada sekeliling kantin yang tampak ramai.
"hei chanyeol, ada apa kau memanggilku?" suara seorang lelaki mengalun halus bagi siapa saja yang mendengarnya.
"ahh.. hyung? Duduklah dulu" ujar chanyeol, nadanya terdengar seramah mungkin.
Kyungsoo, walaupun ia mendengarnya, tapi pandangannya kini masih tertuju pada taman belakang sekolah yang bisa ia lihat jelas dari tempatnya berada, sedangkan baekhyun, ia sudah pergi untuk memesan makanan untuk mereka, tampa ditanya, baekhyun sudah tau jelas apa makanan kesukaan sahabat sekaligus kekasihnya ini.
"soo.. kyungsoo!"
Takk!
"aww," kyungsoo melirik chanyeol tajam "apa apaan kau chanyeol? Menjitakku seperti itu !" jelas nada kekesalan dalam suara kyungsoo, dan sang tersangka hanya cengengesan tak jelas, membuat kyungsoo mekin kesal dibuatnya.
"baiklah, maafkan aku kyungsoo, kau dari tadi melamun saja sih" ujar chanyeol dengan nada memelas berharap mendapatkan maaf dari kyungsoo. "ahh ya! Ini kau tidak sopan sekali, didepamnu sedang ada sunbae kita, sapalah dia, dasar!" chanyeol berucap seraya menjulurkan lidahnya pada kyungsoo.
"hm" kyungsoo hanya menggumam dan memandang wajah lelaki didepannya ini, yang saat ini lelaki itu tengah terkekeh geli padanya, melihat itu kyungsoo menaikkan sebelah alisnya 'apa yang lucu?' pikirnya seraya memperhatikan penampilannya, dan dia tidak menemukan sesuatu apapun untuk ditertawakan.
"hai, kim jongmyoon imnida~ kau bisa memanggilku suho"
Kyungsoo melihat kakak kelasnya itu mengulurkan tangan padanya, kekehan gelinya telah tergantikan oleh senyuman menawan.
"hm, do kyungsoo imnida~ panggil saja kyungsoo, bangapseumnida sunbae" kyungsoo menjawab dan menjabat tangan suho dengan sopan.
.
Sepulang sekolah, kyungsoo saat ini tengah berada didalam kamarnya, ia tengah memandang langit-langit dan memikirkan sesuatu, kakak kelasnya yang baru dikenalnya dikantin tadi siang. Ya, suho oppa, begitulah anjuran suho saat mengubah panggilan kyungsoo saat memanggilnya sunbae, menurutnya panggilan itu terlalu formal.
"suho oppa?"
Gumam kyungsoo sebelum matanya tertutup dan menuju alam mimpinya.
.
Kehidupan mereka masing masing telah mereka jalani tanpa siapapun tau bagaimana perasaan dua sejoli yang telah berpisah jarak yang jauh itu, mereka menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa. tertawa lepas, sedih, kecewa, bahagia, dan berbagai macam ekspresi lainya,itu lah yang dirasakan sosok kyungsoo ditemani dua sahabat karib nya dan ditambah seorang senior yang belum lama ini ia kenal. Topeng kah? Atau kyungsoo sudah kembali pada dirinya sendiri yang sangan senang bergaul dan ceria saat bersama sahabatnya.
Tidak ada yang bisa mengetahui dan menebak takdir, takdir berjalan dan terus berjalan, kadang kala takdir mempermainkan perasaan manusia dengan kejamnya, kadangkala takdir lah yang membawa mereka pada kebahagiaan sempurnya.
.
Jongin menatap nanar sebuah amplop didepannya, benda itu baru saja diantar oleh seseoang keruangannya. Dalam amplop itu terdapat beberapa buah foto, dan yang menjadi objek foto itu adalah orang yang sangat dikenalnya, gadis yang dicintainya. Disana ia dapat melihat gadis itu tertawa lepas bersama seorang pemuda dengan latar taman bermain, juga sebuah foto dengan suasana didepan sebuah kedai eskrim. Tak terasa, pria itu telah meninggalkan gadisnya selama hampir satu tahun.
"apa kau tidak bisa menungguku?" bisiknya lirih, "kyungsoo"
TOK TOK TOK !
"masuk!" ujarnya saat mendengar pintu ruangannya tengah diketuk, dan masuklah seorang lelaki paruh baya dengan menggunakan setelan jas berwana hitam dan menunduk hormat kepada jongin.
"maaf mengganggu tuan muda, tuan besar memanggil anda untuk segera keruangannya"
"hm, aku mengerti"
"baiklah tuan, saya permisi"
Jongin menghela nafas lelah saat ini, ia dengan segera bangkit dan menuju ruangan appanya yang tidak terletak jauh dari ruangannya.
Ckleekk !
Jongin membuka pintu dan masuk begitu saja, membuat satu satunya orang yang berada didalam ruangan itu mengalihkan perhatiannya dari dokumen yang ia kerjakan menghadap kearah anak satu-satunya itu.
"ada apa ?" Tanya jongin to the poin.
"sopanlah sedikit nak, seharusnya kau mengetuk pintu terlebih dahulu" ujar sang appa jongin seraya menatap anaknya dengan angkuh.
Jongin yang ditatap seperti itu hanya mendecih pelan dan memalingkan wajahnya menghadap kemanapun asal tidak memandang wajah angkuh sang appa.
"aku masih banyak kerjaan!" ujar jongin kembali menatap appanya.
"baiklah nak, sepertinya kau tidak mau berbasa basi terlebih dahulu" menghela nafas sebentar, kyuhyun appanya jongin melanjutkan, "selamat, kau berhasil mengembangkan perusahaan kita dan merajai pemasaran dunia kembali, aku bangga padamu nak" tidak terdengar nada lembut sarat akan pujian disana, yang terdengar hanya nada angkuh yang kentara. "dan harusnya kau melakukan itu dari dulu" tambahnya lagi.
"kalau begitu aku akan kembali pulang kekorea" jawab jongin dingin.
senyuman sinis terlihat jelas di wajah sang appa,"jadi kau berniat pulang kembali kekorea? Karna itu kau segiat ini untuk menyelesaikan masalah perusahaan kita?"
"hn" hanya jawaban singkat dari jongin yang tengah malas memandang san appa, sebenarnya ia muak berada diruangan itu bersama sang appa, entah sejak kapan keadaan mereka menjadi tidak seharmonis dulu.
"ini, itu hadiah dari ku, kau bebas memilih yang terbaik untukmu diantara mereka" kyuhyun melemparkan sebuah amplop kehadapan jongin, jongin yang sudah jengah hanya mengambilnya dan segera melangkahkan kakinya untuk meninggalkan ruangan appanya.
Setibanya jongin kembali keruangannya, ia segera menghempaskan dirinya untuk duduk dibangku kerjanya, sungguh pekerjaan seperti ini sangan membuatnya lelah, apalagi pertemuannya dengan sang appa, membuat kelelahannya semakin bertambah-tambah.
Memijit pelan pangkal hidungnya jongin mengenang kembali kenapa ia bisa tersesat di negri paman sam ini.
FLASHBACK
Jongin menuruni tangga rumahnya dengan tergesa-gesa, jaket coklatnya masih bertengger manis dibahunya, yang belum terpasang sempurna ditubuhnya.
"jongin, kau mau kerumah sakit lagi nak?" Tanya sang umma yang sedang bersantai diruang keluarga kim. "ne umma, aku harus mengecek keadaan kyungsoo hari ini" ujar jongin seraya memasang sepatunya. "hehe kau seperti dokternya saja chagia~" ujar umma kyungsoo terkekeh geli melihat kelakuan anaknya yang sedang dimabuk asmara itu.
"aku pulang" suara tegas mengintrupsi pembicaraan ibu-anak ini, "selamat datang sayang" umma kyungsoo menyambuh hangat kepulangan sang suami.
"kau mau kemana jongin?" Tanya sang appa melihat anaknya yang mengacuhkannya."aku akan kerumah sakit appa, menjenguk kyungsoo" jawab jongin sopan.
"aku ingin bicara denganmu jongin, keruangan kerjaku sekarang" ujar kyuhyun dengan suara tegas dan sarat akan perintahnya.
"ck" jongin hanya mendecak kesal dan terpaksa ia mengikuti langkah sang appa menuju ruang kerjanya.
.
"apa yang mau appa bicarakan?" Tanya jongin to the poin. Menatap jongin sekilas "aku ingin kau mengurus cabang perusahaan kita di America" ujar kyuhyun dengan santai.
"apa? Tapi kita sudah sepakat bahwa aku akan menjalankan perusahaan kita di seoul appa" jelas jongin tak terima dengan keputusan sang appa, "dank au akan berangkat keamerica besok jongin" tidak mempedulikan argumen sang anak, kyuhyun segera melanjutkan kalimat perintahnya.
Mata jongin membulat sempurna, ia tidak mengerti apa yang appanya bicarakan ini, apakah sang appa bercanda? Sungguh ia hanya ingin mendengar kalimat candaan sang ayah meluncur dimulutnya setelah ini.
"appa bercanda?" Tanya jongin memastikan, "aku tidak bisa appa, aku masih ingin sekolah dan menjaga kyungsoo yang sedang sakit sekarang, aku tidak bisa" sekali lagi kalimat protes meluncur dibibir jongin.
"aku sudah mendapatkan izin dari sekolahmu, mengingat kau berprestasi banyak disana, mereka mengizinkanmu untuk pergi, dan masalah gadis itu, kau yakin dia akan sadar?"
Brakk!
Jongin tidak dapat menyembunyikan perasaanya lagi, dengan kasar ia memukul meja kerja sang appa dihadapannya.
"apa yang appa katakan? Kyungsoo pasti akan sadar, pasti appa!" ujar jongin seraya menatap sang appa dengan penuh amarah, mendengar perkataan sang appa itu membuat relung hatinya tercubit.
Sang appa hanya menatap sinis jongin "huh, apa yang dia lakukan padamu anakku? Dia membuatmu berani menantang perkataan appamu sendiri,sudah kuduga dia tidak pantas untukmu"
"apa?" jongin menatap heran appanya, apa yang terjadi? Bukankah dulunya sang appa merasa senang-senang saja dengan pertunangan mereka.
"appa, aku tegaskan ! kyungsoo bukanlah gadis seperti yang appa fikirkan, dia gadis baik, appa tidak mengetahuinya." Masih terdengar nada amarah dalam tiap kata yang jongin ucapkan.
"kau tau? Si bodoh Kangin itu membuat kekacauan dengan cabang perusahaan kita saat kupercayakan ia untuk mengurusnya, ia tidak masuk selama beberapa hari tanpa kabar, dan itu membuat pihak dalam yang ingin menghancurkan perusahaan kita bisa membobol keamanan dengan mudahnya karenanya, dan itu membuat perusahaan kita hampir bangkrut kalau aku tidak menyadarinya lebih awal" ujar kyuhyun menjelaskan dengan sangat santainya.
Jongin memicingkan matanya melihat sang appa yang dengan santainya mengatakan permasalahannya itu, Cuma gara-gara itu? Perusahaan? Harta? Tahta? Dengan teganya kalimat pedas itu meluncur dimulut appnya, ia yakin mantan calon mertuanya itu pasti memiliki alasan kuat melakukan itu, apalagi anaknya kyungsoo sedang tidak sadarkan diri dirumah sakit.
"baiklah aku akan menyelesaikannya" ujar jongin, kalimatnya kali ini tidak seperti tadi saat ia dipenuhi amarah. Ia harus menyelesaikan ini, ia tidak ingin ada yang menghalangi hubunganya dengan kyungsoo.
"haha, aku tau kau pasti akan berkata seperti itu" ujar kyuhyun diselingi dengan tawa iblisnya.
"aku serahkan semuanya padamu"
FLASHBACK OFF
Dan disinilah ia berada, ia bekerja keras membangun kembali cabang perusahannya yang mengalami kerugian yang sangat besar dan kembali mengembangkan perusahaannya ke pemasaran internasional selama satu tahun ini.
Melirik sekilas keamplop coklat yang diberikan appanya itu, jongin kemudian membukanya, beberapa detik kemudian amplop itu telah bersarang ditempat sampah ruangannya. Ia muak, benar benar muak, sebenarnya apa mangsud appanya memberikan foto-foto wanita cantik beserta keterangan keluarganya. Jongin sama sekali tidak mengerti dengan pemikiran sang appa.
"yang terbaik untukku huh?" Tanya jongin seraya terkekeh "hanya kyungsoo-ku yang pantas untukku" ujar jongin seraya melangkahkan kakinya keluar ruangan kerjanya.
"tunggu aku kyunsoo" .
.
.
TBC
Disini ah rin buat kehiupan jongin diamerica, lebih banyak kepermasalahan jongin, udah tau kan alasan jongin pergi dari kyungsoo, maaf ya kalau chap ini mengecewakan dan ceritanya semakin gaje, tapi ah rin udah berusaha sebaik mungkin. Dan maaf kalau kyungsoo dicerita ini terkesan gampangan, ah rin gak maksud buat gitu, ah rin Cuma gk mau bikin cerita tentang dendam-dendaman, kerena cerita seperti itu juga sudah banyak kan dibuat oleh author-author lain. Disini mungkin kyungsoo yang terkesan lebih mengekspresikan cintanya dibanding jongin, karena disini jongin itu cowo yang cool dan pandai mengekspresikan cintanya didepan kyungsoo. Tapi jongin juga sangat mencintai kyungsoo kok. Jadi maaf kalau ada yang salah paham ya ^^
Karena gak mau bikin readers kecewa lagi ini ah rin update sekilat mungkin, hehe, maaf ya kalau masih ngeret, masalahnya ah rin lagi ujian satu minggu terakhir ini, dan besok ujian terakhir ah rin, doain sukses ya ^_^
Thanks To :
Zoldyk, Brigitta Bukan Brittiw, .16 , yixingcom, bubbleblack13, ikaikahun11, dorekyungsoo93, yoyoye, exindira, sehunpou, kyunginoru, 3devil meet demon, 12, 13labs27, kimchanbaek, org, baby kaisoo, al, ryanru, love120193, meca, 3luhanesu, hayixeu, guest, ruixi, kaisoo shipper.
Review Plis !
