Yami

"Darkness"

Konoha 7

Hokage memandang ke sekelilingnya. Sekarang hutan terluar Konoha tempat kami berdiri sudah rata dengan tanah. Pepohonan yang berperan sebagai paru-paru desa Konoha sudah hancur dan terbakar. Bahkan salah satu bukit yang menjadi sumber mata air desa telah lenyap. Desa Konoha akan butuh waktu lama untuk memulihkan keadaan alam menjadi seperti semula.

Hokage mengepalkan kedua tangannya kesal. Namun ia berusaha untuk tetap tenang. Sebagai pemimpin tertinggi desa, Hokage sadar pertarungan ini harus segera diakhiri. Ia tak mau kerusakan akibat pertarungan meluas sampai ke desa yang berada beberapa kilo meter di belakang mereka.

"Masuk ke level 2. Kita gabungkan chakra Yin dan Yang serta Senjutsu," kata Hokage.

Aku dan Naru mengeluarkan chakra Yin Kyuubi dan menggabungkannya dengan chakra Yang. Setelah itu kami gabungkan pula dengan Senjutsu.

Kulihat Hokage cepat menganalisa keadaan. Ia tahu Dark Rasengan milik Yami bisa menyerap chakra sehingga diperlukan Senjutsu untuk melawannya. Sekarang Kyuubi Mode Level 2 sudah siap. Langkah terakhir adalah memanggil kembali sosok Kyuubi. Setelah 3 Kyuubi muncul, pancaran chakra yang keluar dari tubuh kami terasa amat kuat, bahkan bagi kami sendiri yang berada di pusatnya. Kurasakan kekuatanku meluap-luap.

Yami yang sedang bersila di atas kepala Kyuubi miliknya terlihat tak senang dengan keadaan ini. Tiba-tiba Dark Menma muncul di dekatnya.

"Bagaimana sekarang Yami? Haruskah aku turun? Mereka sudah mulai serius," cibir Dark Menma.

"Lebih baik kau kembali ke pinggir dan menonton."

"Baiklah kalau itu maumu." Dark Menma sepertinya sudah menyerah untuk menggoda Yami.

"Nah, begitu lebih baik. Aku akan kalahkan mereka sendiri. Sudah sering kubilang, ini urusan 7 Naruto, jadi kau tak masuk di dalamnya," kata Yami.

Entah sadar atau tidak saat Yami mengatakan hal itu. Tapi jika kalimat Yami diartikan baik-baik, itu berarti Dark Menma bukan dari 7 dimensi yang ada saat ini! Aku dan Naru jadi orang yang paling kaget mendengar perkataan Yami tersebut. Meski mengagetkan, namun semuanya jadi masuk akal. Semua Naruto dari ketujuh dimensi sudah ditemukan dan ketujuh dimensi itu bukan tempat tinggal Dark Menma. Dark Menma tidak berasal dari salah satu diantaranya!

Aku menatap Dark Menma dan ia sama sekali tak terganggu dengan kata-kata Yami tersebut. Ia hanya tersenyum dan mengangkat sepotong jeruk. Seolah menawariku jeruk dari kejauhan.

"Kalian terlihat kaget, hahaha."

Yami tertawa puas melihat kekagetan kami. Ternyata Yami memang sengaja mengatakan hal itu untuk memecah konsentrasi kami. Dan aku harus memujinya karena ia berhasil melakukannya!

Hokage memberikan isyarat dengan kedua tangannya agar aku dan Naru tetap fokus. Tawa Yami perlahan memudar. Ia meregangkan otot-ototnya dan menatap kami tajam.

"Jadi, bisa kita lanjutkan pertarungan kita?"


Hokage turun dari Kyuubi miliknya kemudian menghampiri aku dan Naru. Ia menepuk pundakku dan Naru secara bergantian tanpa bicara apapun. Barulah setelah ia kembali ke atas punggung Kyuubi miliknya, ia bicara.

"Aku menempatkan tanda di tubuh kalian agar kapanpun aku bisa datang dengan Hiraishin untuk menyelamatkan kalian. Kali ini tak boleh ada yang mati lagi," kata Hokage.

Aku teringat pada hal serupa yang kulakukan pada Naru 5 tahun lalu. Demi mengawasi keselamatan Naru, aku menempatkan tanda yang sama di tubuh Naru agar kapanpun aku tahu dia ada dimana. Sekarang ada orang lain yang menempatkan tanda tersebut di tubuhku, yaitu Hokage. Dia benar-benar sosok pemimpin yang hebat yang peduli pada keselamatan kami.

"Mulai sekarang aku akan ambil alih serangan," tambahnya.

"Kalau begitu kami yang akan memberikan jalan," ujarku. Aku menoleh kepada Naru. Ia mengangguk tanda setuju.

"SERANG!"

WHOOSH!

Kyuubi milik kami berlari menuju sasaran kami. Yami tidak tinggal diam, ia menembaki kami dengan bijuudama. Ukurannya tidak besar, hanya setengah ukuran normal tetapi ditembakkan secara beruntun. Kurama berlari zig-zag untuk menghindari bijuudama. Tapi nyatanya tetap saja ada yang mengenai badannya, saking banyaknya bijuudama yang ditembakkan.

BOOM!

Pundak Kurama tertembak salah satu bijuudama.

"Bertahanlah, Kurama!" teriakku.

"Jangan meremehkanku!" balasnya.

Kurama berlari lebih cepat dan menangkis bijuudama lain yang melesat mengarah ke wajahnya. Setelah cukup dekat, Kurama menerjang dan menanduk Kyuubi Menma. Hal itu menyebabkan guncangan yang memaksaku memegang bulu Kurama lebih erat agar tak terlempar ke depan.

"GROOOAARRRHHHH!"

Kyuubi Menma meraung kesakitan. Aku menoleh ke sisi lain pertarungan. Kulihat Kyuubi Naru juga sudah menahan Kyuubi Akage.

Naru kemudian mengurangi porsi chakra Kyuubi dan menambah porsi chakra alam (Senjutsu) di tubuhnya. Keempat tanduk di kepalanya mulai muncul. Setelah itu ia mengeluarkan ular dari lehernya. Lalu kepala ular tersebut dimasukkan ke dalam tanah. Ia telah siap dengan jurusnya.

"Senpou: Muki Tensei!"

Tanah di medan perang berubah dari yang asalnya benda mati menjadi seperti benda hidup. Tanah menjadi bergelombang dan tak stabil. Hal itu membuat 3 Kyuubi milik Yami kesulitan berdiri. Saat itulah Naru menyedot dua kaki belakang Kyuubi Yami dengan menggunakan jurusnya.

Sekarang giliranku! Aku turun dari punggung Kurama dan berlari mendekati Kyuubi Yami.

"Mokuton Hijutsu: Jukai Koutan!"

Akar-akar keluar dari tanah dan tumbuh jadi ratusan pohon, mengubah medan perang jadi hutan tropis yang rimbun. Pepohonan yang tinggi ikut mengunci pergerakan Kyuubi Yami.

"Ugh!"

Rasanya tangan kiriku keram hanya dengan menggunakan jurus ini. Gen Hashirama terkenal sangat kuat dan susah dikuasai. Pantas saja dari percobaan injeksi gen ke 60 orang di masa lalu oleh Orochimaru, hanya Yamato saja yang selamat. Bahkan Danzou saja yang menginjeksi gen Hashirama ke tangannya tak bisa menguasainya dengan sempurna. Aku beruntung bisa memakai jurus ini dalam sekali coba karena dibantu besarnya chakra dalam mode Kyuubi.

Tapi ini belum selesai. Pergerakan Kyuubi Yami belum sepenuhnya berhenti. Kukendalikan akar-akar agar mengikat badan Kyuubi Yami beserta Yami yang berada di atas punggungnya.

Setelah berulang kali mengejar pergerakan Yami, akhirnya ia tertangkap oleh akar. Begitu juga dengan Kyuubi Yami yang kini sepenuhnya terikat. Hokage melompat menerjang Yami. Ia langsung mendaratkan pukulan telak di wajah Yami.

BUAHKKHHH!

Yami terjengkal ke belakang. Ia menggerak-gerakkan rahangnya. Hokage telah berhasil meninggalkan rasa sakit bagi Yami di sana. Yami kesal dan memberontak, ia menghancurkan akar-akar yang mengikatnya dengan meregangkan kedua tangannya. Setelah itu Hokage dan Yami terlibat pertarungan hebat.

Naru datang untuk membantunya.

Aku menoleh ke belakangku, Kurama sedang beradu tinju dengan Kyuubi Menma. Kelihatannya dia bisa menangani pertarungan di sini sendirian, jadi aku juga memutuskan untuk membantu Hokage.

Pertarungan di atas punggung Kyuubi Yami pun tak bisa dihindari...


"Kage Bunshin no Jutsu!"

Kubuat 2 bunshin untuk menyerang Yami. Kuperintahkan mereka menyerang Yami dari arah belakang.

POOF! POOF!

Sial! Ternyata Yami berhasil menendang mereka berdua dengan mudah. Nampaknya ia sadar akan kedatanganku meski ia sedang sibuk bertarung dengan Hokage. Konsentrasinya cukup bagus.

Aku tak mau membuang sedikitpun waktu sehingga kubentuk 6 lengan chakra untuk membangun serangan. Enam buah rasengan terbentuk di ujung masing-masing lengan.

"Gerakanmu mudah dibaca!" ejek Yami.

Ia menendang badanku. Namun saat aku akan jatuh dari atas punggung Kyuubi Yami, keenam lengan chakra tadi membelit tubuh Yami.

"Aku tak berniat menyerangmu, tapi mereka!" balasku.

Yami menoleh ke belakang dan melihat 6 rasengan yang tadi kulepaskan ditangkap oleh Hokage dan Naru. Mereka mengarahkan semuanya ke tubuh Yami menggunakan 3 lengan chakra yang sudah mereka buat masing-masing. Yami tentu saja tak bisa bergerak karena terbelit 6 lengan chakra-ku.

"Rasenrangan!" "Rasenrangan!"

BOOM!

Enam buah rasenrangan (rasengan yang digabungkan menggunakan lengan chakra) meledak di tubuh Yami hingga ia mendapatkan luka di bagian punggung. Aku tak menganggap ini selesai jadi kutarik tubuh Yami. Kupegang tangan kiri Yami sedangkan Naru membantu memegang tangan kanan Yami. Saat itulah Hokage menghadiahi Yami dengan tendangan lutut (knee kick) di perutnya.

"Ghhkkk!"

Yami memuntahkan darah dari mulutnya. Sebagian darah tersebut mengotori jubah Hokage, mengubah warna putihnya menjadi merah darah.

"Itu untuk istriku," gumam Hokage pelan. "Dan ini untuk kekacauan yang kau buat!"

BUKH! BAKH! BUKH!

Hokage menghantam perut, dada, dan wajah Yami dengan pukulan-pukulan yang dilapisi chakra Kyuubi. Aku dan Naru yang memegang kedua sisi badan Yami mengencangkan pegangan saking kuatnya pukulan Hokage. Memar di badan Yami mulai muncul, bahkan sudut bibir kirinya sobek. Namun hebatnya, Yami terlihat tak kesakitan.

Saat aku menoleh ke bawah, dua kaki Yami yang menggantung tiba-tiba bergerak.

"Naru, tahan kakinya!"

JDUAK!

Terlambat!

Kaki kiri Yami bisa kutahan tapi kaki kanannya terlambat Naru tahan. Yami berhasil menendang kepala Hokage dengan kaki kanannya. Badan Hokage terbanting ke punggung Kyuubi kemudian meluncur ke tanah. Tendangan Yami telah mengenai kepala bagian samping, bagian kepala yang rawan yang bisa mengganggu keseimbangan tubuh.

"Brengsek!"

Naru kembali mengeluarkan 4 lengan chakra lain dan menahan tubuh Yami. Sedangkan aku mengeluarkan besi chakra dari tangan kiriku. Kutusukkan besi itu ke perut Yami.

BLESH!

Yami kembali memuntahkan darah tapi ia malah tersenyum. Tiba-tiba chakra hitam dari tubuhnya menyelimuti tubuhku.

DEG!

Chakra hitam ini membuatku tak bisa bergerak.

"Nii-san! Nii-san! Kau kenapa?!" teriak Naru.

Aku bisa mendengar teriakannya tapi aku tak bisa menjawab. Bibirku kaku, begitu juga dengan tangan dan kakiku. Perlahan chakra hitam milik Yami masuk ke kepalaku dan terakhir ke mataku, aku merasa pandanganku kabur.

"Nii-san! Matamu menghitam! Nii-"

Itulah teriakan terakhir yang kudengar dari Naru. Setelah itu pandanganku gelap. Aku merasakan kebencian yang begitu kuat masuk ke tubuhku. Tak lama setelah itu muncul bayangan-bayangan atas siksaan penduduk desa Konoha 4 terhadap Yami yang berkelebat di kepalaku. Bayangan-bayangan itu tidak terlalu jelas, tapi aku masih bisa mengerti kejadian-kejadian di dalamnya.

Di Konoha 4, Yami diperlakukan sama persis seperti aku dan Naru di masa lalu. Tak ada penduduk yang menghargai dirinya. Sehari-hari ia hanya menerima siksaan dan caci maki. Yang membedakan kami dengan Yami adalah teman yang menemani. Aku dulu ditemani rookie 11, Kakashi-sensei, Ero-Sennin, dan lain-lain. Naru ditemani aku kakaknya, pemuda Chinnese Ken, si ahli genjutsu Hotaro, dan gurunya Yamato. Sedangkan Yami ditemani sosok berambut hitam yang tak lain adalah Dark Menma.

Dark Menma berperan dalam setiap perkembangan sifat psikopat Yami. Saat berusia 10 tahun Dark Menma menyuruh Yami membunuh setiap penduduk yang menghinanya hingga ia dipenjara. Ia tak dihukum mati karena atas pertimbangan ia masih anak-anak. Namun itu berujung petaka. Saat berusia 11 tahun, Yami membunuh seluruh penjaga tahanan dan kesatuan ANBU dengan bantuan Dark Menma. Setelah itu Yami dan Dark Menma menghilang. Puncaknya, pada usia 12 tahun Yami kembali ke Konoha untuk menghancurkan desa tersebut tanpa sisa. Kejadian itu menjadikan Yami missing-nin yang paling diburu di Negara Api. Terakhir, Dark Menma menyuruh Yami untuk menyempurnakan kekuatannya yaitu... membiarkan kebencian menguasai dirinya!

Yami menerobos masuk ke Pulau Kura-Kura. Ia bertapa di hadapan Air Terjun Kebenaran dan di sanalah ia membiarkan sisi gelap (Darkness/Yami) mengambil alih dirinya. Sejak saat itu chakra asli 'Naruto' hilang dan digantikan chakra 'Yami'. Chakra inilah yang selama ini memancar dari dalam tubuhnya. Begitu pekat dan kelam hingga bisa dirasakan dari jarak berkilo-kilo meter jauhnya.

Cerita setelah itu sudah bisa ditebak. Yami dan Dark Menma mendeklarasikan perang ke seluruh shinobi di dimensi ke-4. Dengan berbeloknya Yami ke pihak yang jahat, Obito, Kabuto, dan Madara tertarik untuk bergabung. Mereka memenangkan perang. Namun Yami tahu ia hanya dimanfaatkan sehingga usai perang, ia membunuh ketiganya dengan sadis.

Dark Menma tak sampai di situ saja meracuni Yami. Dia menantang Yami untuk bisa mengalahkan 6 Naruto di dimensi lain. Yami tak serta merta menerima tantangan Dark Menma. Tapi ia ingin pastikan dulu apa cerita Dark Menma benar tentang 7 dimensi. Maka Dark Menma memberi tahu kalau ada gulungan yang menceritakan hal itu di dimensi ke-5, tempat Akage berada.

Akage jadi 'Naruto' yang pertama kali dibunuh Yami. Saat kekuatan Akage masuk ke tubuhnya, akhirnya Yami percaya kalau yang diceritakan Dark Menma benar. Sifat psikopat Yami semakin menjadi setelah ia punya 200% kekuatan Naruto. Yami ingin menjadikan 'perburuan' semakin menarik dengan menolak setiap bantuan yang ditawarkan Dark Menma. Bahkan saat Dark Menma ingin memberitahu cara berpindah dimensi, Yami menolak dan lebih memilih mencari tahu caranya sendiri.

Sejak saat itulah Yami memulai perburuan Naruto. Menma di dimensi ke-3 jadi mangsa selanjutnya. Beruntung saat itu ada ketidakstabilan celah dimensi sehingga Menma terlempar ke dimensi ke-1, dimensi tempat tinggalku.

Yami paling benci mengerjakan suatu hal tidak sampai tuntas. Selama 4 tahun ia mencari-cari keberadaan Menma yang sempat lolos dari kejarannya. Ia mencarinya sendiri dengan mendeteksi chakra secara manual. Ia juga tak pernah menjilat ludahnya sendiri. Ia tak ingin meminta bantuan Dark Menma, padahal temannya itu selalu berada di dekatnya.

Perjuangan Yami membuahkan hasil. Ia akhirnya menemukan Menma di Konoha 1 yang saat itu sudah menjadi Rokudaime Hokage. Perang melawan Yami saat itu telah membuat Menma terbunuh. Kini sosok Yami yang memiliki 3 kekuatan Naruto sudah sangat jauh sekali dari bayangan yang tadi di awal kulihat. Bukan lagi anak 10 tahun yang sedang menangis, tapi pria pirang berusia 16 tahun yang sudah menjelma jadi sosok yang sadis.

Dialah Yami, sosok yang lahir dari kebencian...


TRANG!

Kesadaranku telah kembali. Besi chakra di tangan kiriku dipatahkan oleh kunai berlapis chakra milik Naru. Sehingga chakra hitam milik Yami tak lagi mengalir ke dalam tubuhku. Setelah itu Naru menarik Yami menjauh dariku, lalu membantingnya ke tanah, menjauhkannya dari kami dan dari Kyuubi Yami.

"Kau tak apa-apa?" tanya Naru.

Raut wajah khawatir jelas sekali terlihat dari wajahnya.

Aku teringat pada bayangan yang kulihat tadi dan membandingkannya dengan kisahku dengan Naru. Saat aku mendatangi Naru di Konoha 2, saat itu ia berusia 10 tahun, sama dengan Yami (yang saat itu masih bernama 'Naruto' dan belum diliputi kebencian).

Seandainya yang didatangi Dark Menma adalah Naru. Maka sosok cantik di hadapankulah yang akan jadi 'Yami'. Aku benar-benar tak bisa membayangkannya.

"Nii-san?"

Aku tersadar dari pemikiranku. Aku memegang pipi kiri Naru lalu mengusapnya untuk menenangkan.

"Aku baik-baik saja, tadi chakra hitam Yami masuk ke tubuhku melalui besi chakra. Terima kasih sudah menyelamatkanku," gumamku sambil tersenyum.

"Syukurlah." Naru menghela napas lega.

"Ayo kita temui Hokage."

Saat kutemui, Hokage sedang berusaha berdiri menyeimbangkan badannya. Benturan kaki Yami di kepala bagian sampingnya benar-benar telah mengganggu keseimbangannya. Kulit kepalanya sobek, terkena bagian depan sepatu Yami. Darah mengalir ke pipi kiri dan leher Hokage.

"Hokage-sama, kau baik-baik saja?" tanya Naru.

"Hn."

BRUK.

Yami bangkit dari balik bebatuan. Ia meringis saat mencabut sendiri potongan besi chakra yang tertinggal di perutnya. Saat besi itu dicabut, darah mengalir deras dari perutnya. Chakra Yami mulai berkurang, terlihat dari 3 Kyuubi yang kini sudah hilang di belakang kami.

Dark Menma melempar perban ke arah Yami, ia sempat menyebut Yami keras kepala sebelum akhirnya pergi lagi. Kali ini Yami tak menolak diberi bantuan. Ia menggunakan perban yang diberikan Dark Menma untuk mengikat perutnya. Itu cukup membantu karena pendarahan bisa dihentikan.

"Memisahkanku dari 3 Kyuubi milikku, jadi itu tak-tik kalian," ujar Yami.

Kami tak menanggapi.

"Ini adalah pertarungan yang membuatku senang. Terakhir kali aku seperti ini adalah saat perang dunia ninja di dimensiku, dimensi ke-4. Ternyata benar, kekuatan 3 jinchuuriki Kyuubi yang bekerja sama hampir setara dengan 80.000 shinobi. Aku tak punya pilihan. Kalian memaksaku masuk ke mode Makkura. Kalian masih bisa bertarung 'kan?"

Makkura berarti total darkness atau kegelapan total. Aku tak mengerti, jadi selama ini Yami belum masuk ke mode kegelapan sesungguhnya?

Mode Kyuubi Yami yang asalnya terlihat seperti api hitam yang berkobar, kini melapisi seluruh bagian tubuh Yami seperti sebuah lapisan armor yang solid. Di tangan kanannya muncul 3 cakar yang terbuat dari chakra yang berwarna merah. Bisa kupastikan kalau itu chakra Akage. Kemudian di tangan kirinya muncul tameng berwarna merah pucat, kupastikan itu chakra milik Menma Rokudaime.

Hokage tahu bahaya apa yang sedang dihadapi. Lalu ia menoleh ke arahku dan Naru, ia mengamati keadaan kami. Aku sudah kehilangan sebagian besar kekuatanku karena menggunakan jurus mokuton. Naru tak beda jauh. Keadaan di pihak kami tak menguntungkan. Hokage mengencangkan ikatan protektor Konoha di kepalanya untuk menghentikan darah yang terus saja mengalir di sana.

"Aku punya rencana. Kalian berdua, usahakan untuk menahan tubuh Yami lagi. Beri waktu aku 5 detik untuk menghabisinya."

Menahan tubuh Yami 5 detik dalam mode Makkura terdengar mustahil dengan sisa kekuatan kami. Tapi tak ada pilihan, aku harus mencobanya. Apapun rencana yang dimiliki Hokage, aku percaya padanya. Itulah gunanya tim.

Kali ini Yami yang menyerang duluan, aku dan Naru maju ke garis depan. Yami jadi semakin brutal dalam menyerang. Ia tak segan untuk menghantam badanku dengan perisai, lalu mencakar wajah Naru dengan cakar di tangan kanannya.

"Naru!"

Naru menoleh dan 2 goresan terlihat di pipi kirinya. Wajah cantik adikku tercoreng.

"YAMI!" bentakku.

Kukeluarkan 2 kunai dan kualiri keduanya dengan chakra orange Kyuubi yang memanjang sehingga kedua kunai itu terlihat seperti pedang. Kutebaskan keduanya ke arah Yami, Yami menahannya degan cakar miliknya.

"Hentikan semua ini Yami! Aku tahu masa lalumu saat tadi kau berusaha mengambil alih tubuhku! Kau hanya dimanfaatkan oleh Dark Menma!" teriakku, berharap Yami mengerti.

"Jangan coba menceramahiku! Kau tak tahu hal buruk yang kulewati! Menma satu-satunya orang yang datang menemaniku! Bukan kau!"

BUKH!

"Tapi bukan berarti kau harus menuruti perintahnya!" bentak Hokage sambil menendang tubuh Yami hingga ia terjengkang. Di sisi lain, Naru menyambut tubuh Yami dengan tebasan 2 kunai yang serupa denganku.

TRANG!

Kunai Naru patah saat menghantam perisai merah milik Yami.

"Lemah!" ejek Yami.

Yami menendang perut Naru kemudian menarik kakinya dan membanting tubuhnya ke arah kami. Tubuh Naru yang berbobot 48 kg itu terlihat mudah sekali dilemparkan Yami. Tubuh Naru menabrakku dan Hokage. Belum sempat kami bangkit, Yami sudah melemparkan rasengan.

"Dark Choodama Rasengan!"

Celaka!

Dark Rasengan saja bisa melenyapkan 2000 orang dan menyebabkan gelombang air laut yang besar apalagi Dark Choodama Rasengan! Besarnya rasengan tipe itu berpuluh-puluh kali dari rasengan normal. Itu berarti daya ledaknya berpuluh-puluh kali lebih besar juga. Celakanya lagi, di belakang kami adalah desa Konoha.

Hokage segera mengambil tindakan.

"Bersiap untuk memindahkan serangan! Bantu aku, CEPAT!"

Aku dan Naru berdiri di sisi kanan dan kiri Hokage. Lalu membentuk segel jurus yang sama.

"Jikukan Kekkai!" "Jikukan Kekkai!" "Jikukan Kekkai!"

"Kirim ke luar Negara Api! 100 kilo meter arah jam 5!"

"Hai!"

Tiga barier telah dibuat untuk memindahkan Dark Choodama Rasengan. Tapi saking besarnya, sebagian besar tembakan menembus ke belakang kami dan melesat menuju Konoha. Hokage sudah pasrah karena tak mungkin lagi mengejar serangan tersebut. Ia berlutut, menatap detik-detik pancaran-pancaran energi itu menuju Konoha. Tak lama kemudian energi itu meledak. Membuat langit gelap untuk sesaat, disusul dengan hembusan kuat angin berdebu ke arah kami.

Desa Konoha hancur.

Tragis.

"Uh... Naoki... syukurlah kau selamat, terima kasih Baa-chan," gumam Hokage pelan.

Hokage terlihat sedang mendekteksi chakra seseorang di desa. Aku menebak Naoki adalah anak Hokage. Meski sang anak selamat, pasti tetap ada ribuan korban lain yang mati di desanya.

"Ini sudah keterlaluan!" rutukku. "Naru, ayo kita selesaikan!"

Naru sudah siap mendampingi seranganku. Aku dan Naru berlari menyerang Yami. Aku berlari lebih dulu dengan 2 kunai-ku. Naru kubiarkan berlari di belakangku untuk menyiapkan serangan 'kolaborasi' kami.

"Menyerang dengan 2 kunai lagi, gerakan yang sama, huh? Membosankan!" ejek Yami.

Cakar di tangan kanan Yami bertambah 2 sehingga totalnya jadi 5 cakar. Lima cakar tersebut ditebaskan ke arahku. Dua kunai-ku tak mampu menahan cakar-cakar yang lebih kuat itu. Keduanya patah, sehingga cakar-cakar Yami kini mengarah ke perutku.

"Nii-san, aku siap!" teriak Naru dari belakang. Bagus, ia tepat waktu!

"Goshun Mawashi no Jutsu!"

Goshun Mawashi no Jutsu adalah jurus kolaborasi antar 2 pengguna Hiraishin untuk menukar posisi badan saat pertarungan. Saat jurus diaktifkan, tubuh kedua pengguna akan bertukar dalam sekejap.

Sekarang aku berpindah ke belakang, sebaliknya Naru berpindah ke hadapan Yami. Adapun serangan cakar Yami, kini ditahan oleh Hokage dengan armor di kedua tangannya. Hokage bisa ikut berpindah dengan Naru karena ia menyimpan tanda di pundak Naru (tanda yang Hokage simpan di awal pertarungan, yang juga ia berikan di pundakku). Akhirnya sekarang tanda tersebut benar-benar berguna.

Naru jadi tak perlu khawatir serangan Yami dan fokus mengaktifkan jurus lanjutannya.

"Senpou: Hakugeki no Jutsu!"

Muncul naga dari leher Naru yang memegang sebuah bola bercahaya. Cahayanya sangat terang diiringi dengan suara yang memekikan telinga. Ini kedua kalinya Naru memakai jurus ini. Pertama saat ia menyelamatkanku dari Obito di Konoha 2, kedua adalah sekarang. Naru mengalirkan sedikit chakra naga ke tubuhku dan tubuh Hokage sehingga efek jurus ini tak melumpuhkan kami berdua. Beda halnya dengan Yami yang kini tergeletak di tanah.

Pekikan suara yang keras serta kilauan cahaya yang disebabkan jurus Naru mempengaruhi indera pendengaran, otak, lalu menyebar ke seluruh jaringan syaraf Yami. Pasti kini tulang dan seluruh persendian di tubuh Yami rasanya sakit, tak bisa digerakkan. Ditandai dengan hilangnya 3 chakra yang melapisi tubuh Yami. Jurus Naru yang satu itu memang sangat ampuh untuk melumpuhkan lawan untuk beberapa menit ke depan.

Naru pintar memilih jurus. Senpou: Hakugeki no Jutsu adalah jurus yang menyerang dengan suara dan cahaya, bukan menyerang secara fisik. Jadi meski tadi tubuh Yami dilapisi 3 chakra, serta seluruh tubuhnya terlindungi armor hitam dalam mode Makkura, suara akan tetap masuk ke telinganya.

Saatnya menjalankan rencana Hokage. Dia bilang hanya butuh waktu 5 detik, sekarang kita punya waktu lebih dari cukup. Aku dan Naru memegang tubuh Yami yang tak berdaya.

"Jangan hilangkan mode Kyuubi kalian, pastikan Yami tak terlepas," kata Hokage. Lalu Hokage membuat sebuah segel di perut Yami. Aku kenal segel yang dibuatnya.

"Fuinjutsu?!" tanyaku kaget.

"Ya."

Aku kagum, 'Naruto' dewasa di hadapanku bisa menguasai fuinjutsu. Padahal dulunya teknik penyegelan tersebut hanya dikuasai Minato dan keturunan klan Uzumaki sebelum Kushina.

"Apa yang akan kau lakukan?"

"Aku akan mengekstrak ketiga Kyuubi dari tubuh Yami kemudian memasukannya ke tubuh kita."

Aku dan Naru saling bertukar pandangan lalu tersenyum. Kelihatannya ini ide bagus. Jika ketiga bijuu berhasil diekstrak, maka Yami akan mati.

Hokage mengekstrak bijuu dengan kecepatan yang tak kalah dengan Madara, kurang dari 2 detik per bijuu-nya! Kyuubi Akage dimasukkan ke dalam tubuh Naru dan Kyuubi Menma Rokudaime dimasukkan ke dalam tubuhku.

Saat kekuatan Kyuubi lain masuk ke dalam tubuhku, terasa sekali perbedaannya. Kekuatanku rasanya bertambah 2 kali lipat. Penyembuhan lukaku juga meningkat kecepatannya 2 kali lipat. Bahkan pada luka-luka kecil seperti goresan, penyembuhannya bisa dilihat oleh kasat mata. Menakjubkan! Pantas saja Yami susah dikalahkan. Dia memiliki 3 kekuatan seperti ini dalam tubuhnya.

Sampailah pada langkah terakhir. Kyuubi Yami ditarik dari tubuh si empunya dan dimasukkan ke dalam tubuh Hokage.

BLESH!

Tanpa kami ketahui, Yami menusuk dada Hokage dengan tangan yang dilapisi chakra hitam.

"Uhuk!" Hokage membatukkan darah.

"Tak akan kubiarkan kau mengambil Kyuubi!" bentak Yami kesal.

Aku dan Naru menghajar Yami lalu mempererat pegangan kami di tubuhnya. Hokage melanjutkan proses ekstraksi namun tiba-tiba darah dalam jumlah yang besar kembali keluar dari mulutnya.

"Hokage-sama? Apa yang terjadi?" tanyaku.

"Naruto, aku tak kuat. Serangan Yami tadi mengenai jantungku. Jantungku... terluka. A-aku khawatir... saat Kyuubi Yami berusaha kumasukkan ke tubuhku, tubuhku tak bisa menahannya. Lebih baik aku akan... memasukannya ke tubuhmu!"

"A-apa kau bilang?!"

Aku kaget. Dua bijuu akan dimasukkan ke dalam tubuhku. Tapi jika dipikir lagi itu bukan hal yang mustahil. Yami saja bisa memiliki 3 kekuatan Naruto/3 Kyuubi dalam tubuhnya.

"Tak ada waktu lagi!" kata Hokage.

Aku akhirnya mengangguk pasrah. Kyuubi Yami dimasukkan ke dalam tubuhku. Proses ekstraksi terakhir dilakukan dan dilanjutkan dengan proses pemasukan ke dalam tubuhku, namun kali ini prosesnya agak lama. Hokage sudah terlihat kepayahan menahan rasa sakit di dadanya.

"Bertahanlah Hokage-sama!" ujar Naru.

"Grhhhhh!"

Yami kembali memberontak. Kali ini ia mencekik aku dan Naru, lalu ia mencoba menarik kembali Kyuubi Yami ke dalam tubuhnya. Tarik menarik pun terjadi antara Hokage dan Yami. Hokage bermaksud memasukan Kyuubi Yami ke dalam tubuhku, sementara Yami berusaha mengembalikannya.

Di saat krisis tersebut, sebuah rantai berwarna emas mengikat Kyuubi Yami dan membantu menariknya ke dalam tubuhku. Di sisi lain seekor ular besar milik Orochimaru membelit leher Yami dan menariknya ke belakang.

"Jangan lupakan kami!" seru Karin sambil memegang tubuhku dari belakang.

Ditariknya Kyuubi Yami ke dalam tubuhku dalam satu hentakan keras. Kyuubi Yami akhirnya masuk ke tubuhku sementara Yami terlempar menjauh dariku.

"TIDAAAAKKKK!" teriak Yami histeris.

Ternyata setelah 3 Kyuubi diekstrak dari tubuhnya, ia masih bisa bergerak. Ia punya chakra asli yang besar, persis seperti ibuku yang masih bisa bergerak saat Kyuubi diekstrak oleh Tobi dari tubuhnya.

Yami berjalan terhuyung ke arahku. Namun Souban menghadangnya dan langsung menusuk perut Yami dengan kunai yang sempat kuberikan.

"Terima ini!"

BLESH!

Aku memuji keberanian Souban. Sempat kuberikan isyarat dengan kepalan tangan untuk memujinya. Sudah kubilang kalau akan datang saat dimana Souban berguna bagi kami.

Yami marah besar dan meninju perut Souban. Yami lalu mencekik Souban, mengangkat tubuhnya hingga bocah itu tak menapak di tanah.

"Bocah kurang ajar! Kunai seperti ini tak akan mengalahkanku!"

"Siapa bilang? Lihat kunai apa itu," teriakku dari kejauhan.

Yami menoleh ke perutnya, melihat kunai yang tadi ditusukkan Souban ke perutnya. Itu merupakan Hiraishin Kunai, yaitu kunai bermata pisau 3 yang gagangnya sudah diberi tanda!

Sebuah Rasen Shuriken kecil sudah siap di tanganku. Yami melotot melihatnya. Ia segera berusaha menarik kunai di perutnya. Tapi percuma, kunai yang ditusukkan Souban menancap cukup dalam. Ia tak akan sempat, 'perburuannya' sudah cukup sampai di sini.

"Selamat tinggal Yami!"

"ARRRGHHHHH!"

ZRASSHHH!

Dalam sesaat Rasen Shuriken kecil di tanganku berpindah ke kunai di perut Yami, menghancurkan perut sang raja kegelapan.

Aku berjalan mendekati Yami kemudian duduk di hadapannya yang sedang sekarat.

"Tadi aku sudah memberimu pilihan, Naruto. Tapi kau bersikeras."

Yami tertawa kecut. Kelihatannya ia tak biasa dipanggil 'Naruto'. "Ck, jangan panggil aku dengan nama 'Naruto'."

"Kenapa? Itu nama aslimu. Uzumaki Naruto. Sama sepertiku dan sebagian besar Naruto lainnya."

"Nama itu... sudah tidak kupakai... bertahun-tahun. Kegelapan adalah jalan yang kupilih. Aku bangga mati sebagai seorang... 'Yami'. Ingatlah, ini bukanlah akhir! Kalian... tak tahu seberapa kuat lawan kalian... setelah ini." Yami menarik syalku sehingga aku tertarik ke arahnya. Perlahan Yami berbisik di telingaku. "Kalian akan... MATI! Hahahaha..."

Tawa Yami perlahan memudar seiring ajal yang menjemputnya. Kupandang sorot mata Yami yang kini sudah berubah kaku. Kututup kelopak mata Yami sebagai bentuk penghormatan terakhirku sebagai sesama manusia. Setelah aku tahu latar belakang Yami, aku tak bisa sepenuhnya menyalahkannya. 'Yami' hanyalah karakter yang diciptakan oleh Dark Menma. Dialah musuh sesungguhnya.

Aku beralih ke sisi lain, menemui sosok yang terbaring lemah di pangkuan Naru, Shichidaime Hokage.

"Gigit tanganku Hokage-sama! Kau kehilangan banyak darah! Aku akan menyembuhkanmu!" seru Karin.

Yang disuruh malah menggeleng lemah. "Ja-jantungku... sudah han-cur," kata Hokage dengan napas yang terputus-putus. Ia lalu memerintahkanku untuk mendekat. Dipegangnya lenganku dan Naru. "Gunakan kekuatan... yang... kusegel ke tubuh kalian... dengan baik. Jangan sampai... Konoha terkena serangan lagi... Di sana... ada anakku, Naoki. Lindungi dia dan desaku... Se... lamat... tinggal."

Orochimaru yang memegang nadi Hokage menyatakan kalau ia sudah meninggal. Benturan di kepala, kelelahan mengekstrak Kyuubi, serta tusukan di jantung telah mengakhiri nyawanya. Tak lama kemudian kekuatan Hokage berpindah ke tubuh Naru karena ia yang paling dekat dengannya.

Aku menggigit bibir bawahku. Padahal Hokage sempat bilang kalau jangan sampai ada yang mati lagi. Bahkan ia sampai menempatkan tanda di pundakku dan pundak Naru saking tak inginnya kami mati. Tapi kenyataannya malah ia yang sekarang mati. Tanda di pundakku pun sudah menghilang. Seperti perkataan Hokage, aku pun tak ingin ada yang mati lagi. Tapi aku ingat kata-kata Yami sebelum mati, ini belum berakhir.

Aku berdiri memandang musuhku selanjutnya. Kami masih harus mengalahkan Dark Menma dan memecahkan segala misteri yang belum terungkap.

Kini total kekuatan di tubuhku 3, di tubuh Naru 3, dan di tubuh Souban 1. Kekuatanku dan Naru bisa dibilang telah pulih meski belum sepenuhnya. Kurasa 2 kekuatan Naruto yang masuk ke tubuh kami sudah cukup untuk menutupi kelemahan tersebut. Kami berdua tak ingin membuang waktu lagi. Kami ingin menyelesaikan pertarungan panjang ini.

Aku dan Naru mendekati Dark Menma yang masih saja santai tiduran di dahan pohon.

"Dark Menma!" panggilku.

"Siapa yang kau panggil Dark Menma? Namaku Menma Namikaze, catat itu," kilahnya.

"Aku tak mau menyamakanmu dengan Menma Rokudaime. Menma Rokudaime orang yang sayang kepada keluarga dan rakyatnya. Tidak sepertimu yang membuat Uzumaki Naruto di dimensi ke-4 diliputi kebencian dan berubah menjadi 'Yami'.!"

"Siapa kau sebenarnya? Dari mana kau berasal jika bukan dari 7 dimensi? Lalu kenapa kau membuat Yami memburu kami?" tanya Naru bertubi-tubi.

"Wow, wow. Tidak seru jika itu semua kujawab." Dark Menma bangun dari posisi tidurannya. Kupikir dia akan mendekati kami. Tapi ternyata dia malah bersandar di pohon dan memakan sisa jeruknya. "Kenapa tak kalian cari tahu sendiri?"

Aku sudah muak dengan sikap Dark Menma yang bertele-tele. Aku berlari mendekati Dark Menma, sementara Naru mendekati dari sisi sebelah kiri Dark Menma.

"Mokuton: Daijurin no Jutsu!"

Puluhan pedang kayu keluar dari tangan kiriku lalu melesat menuju tubuh Dark Menma. Ia tak terlihat berusaha menghindar dari seranganku. Lima pedang berhasil menusuk perut, dada, dan lehernya. Belajar dari pengalaman melawan Yami, aku tak yakin serangan pertama akan langsung berhasil. Jadi aku tak langsung melepas kelima pedang, melainkan menembuskannya dari badan Dark Menma hingga menancap ke batang pohon di belakangnya. Kini Dark Menma tertahan di batang pohon.

"Futon: Renkudan!"

Naru menyerang dari sisi lain. Sebuah angin bertekanan tinggi ia tembakkan dari mulutnya. Dark Menma tak bisa bergerak karena tertahan kayuku. Angin bertekanan tinggi itu menghantam perut Dark Menma.

SRAKHH!

Perut Dark Menma hancur, seiring dengan batang pohon besar di belakangnya yang ikut terpotong.


Aku dan Naru mendekati Dark Menma yang masih saja santai tiduran di dahan pohon.

"Dark Menma!" panggilku.

"Astaga. Kalian masih saja memanggilku dengan nama itu. Namaku Menma Namikaze," kilahnya.

"Aku tak mau menyamakanmu dengan Menma Rokudaime. Menma Rokudaime orang yang sayang kepada keluarga dan rakyatnya. Tidak sepertimu yang membuat Uzumaki Naruto di dimensi ke-4 diliputi kebencian dan berubah menjadi 'Yami'.!"

"Siapa kau sebenarnya? Dari mana kau berasal jika bukan dari 7 dimensi? Lalu kenapa kau membuat Yami memburu kami?" tanya Naru bertubi-tubi.

Dark Menma bangun dari posisi tidurannya. "Kenapa tak kalian cari tahu sendiri?"

Aku sudah muak dengan sikap Dark Menma yang bertele-tele. Aku berlari mendekati Dark Menma, sementara Naru mendekati dari sisi sebelah kiri Dark Menma.

"Mokuton: Daijurin no Jutsu!"

Puluhan pedang kayu keluar dari tangan kiriku lalu melesat menuju tubuh Dark Menma. Dark Menma seperti tahu arah seranganku. Ia menghindari seranganku dengan sangat efektif. Ia mundur selangkah, seolah tahu kalau daya jangkau pedang kayuku sebatas itu. Lalu ia mengeluarkan pedangnya dan menebas pedang kayuku.

"Futon: Renkudan!"

Naru menyerang dari sisi lain. Angin bertekanan tinggi ia tembakkan dari mulutnya. Serangan Naru itu datang dari titik buta Dark Menma, tapi lagi-lagi ia bisa membaca serangan kami. Tangan kayuku ditarik oleh Dark Menma sehingga tubuhku kini dijadikan tameng menghadapi serangan Naru.

Oh sial, angin bertekanan tinggi itu bisa membunuhku!

Aku masuk ke mode Kyuubi dan cepat-cepat menangkisnya. Aku selamat.

Keadaan berbalik, sekarang giliranku yang menarik tubuh Dark Menma dengan lengan chakra, kemudian menabrakkannya dengan rasengan yang sudah disiapkan Naru.


Aku dan Naru mendekati Dark Menma yang masih saja santai tiduran di dahan pohon.

"Dark Menma!" panggilku.

"Namaku Menma Namikaze!" seru Dark Menma.

"Aku tak mau menyamakanmu dengan Menma Rokudaime. Menma Rokudaime orang yang sayang kepada keluarga dan rakyatnya. Tidak sepertimu yang membuat Uzumaki Naruto di dimensi ke-4 diliputi kebencian dan berubah menjadi 'Yami'.!"

"Siapa kau sebenarnya? Dari mana kau berasal jika bukan dari 7 dimensi? Lalu kenapa kau membuat Yami memburu kami?" tanya Naru bertubi-tubi.

Dark Menma bangun dari posisi tidurannya. "Cari tahu sendiri!"

Aku sudah muak dengan sikap Dark Menma yang bertele-tele. Aku berlari mendekati Dark Menma namun Naru menahanku.

"Tahan, Nii-san!" cegahnya.

"Kenapa, Naru?"

Aku merasa heran, padahal tadi ia sama-sama semangat sepertiku untuk mengalahkan Dark Menma. Naru sedang memegang kepala dengan kedua tangannya, seperti sedang berusaha mengingat sesuatu.

"Apa kau tak merasa kalau ini seperti de javu?" tanya Naru. "Aku merasa seperti pernah mengalami kejadian ini."

Aku tertegun mendengar perkataan Naru. Sejujurnya aku dari tadi merasakan hal yang sama, de javu berulang kali. Aku merasa pernah bertarung dengan Dark Menma dengan mengeluarkan Daijurin no Jutsu. Jika ternyata Naru merasakan hal yang sama, aku yakin ada yang tak beres.

"Kau mengingatkanku, Naru. Kupikir hanya aku yang merasakannya. Mungkinkah-"

"Kalian tidak jadi menyerang?" tanya Dark Menma.

"Baiklah, aku yang akan menyerang duluan!"

Dark Menma mengeluarkan pedang miliknya. Tapi ternyata ia tidak menyerang kami. Ia melompat melewati kami berdua. Yang akan diincarnya adalah...

"Souban!"

Karin dan Orochimaru tak mampu menghadang Dark Menma karena ia datang terlalu cepat. Sialnya, Hiraishin Kunai milikku yang kuberikan kepada Souban sudah hancur saat dipakai membunuh Yami. Terpaksa aku berlari untuk menyelamatkan Souban.

Akhirnya Souban harus berusaha melindungi dirinya sendiri berbekal taijutsu jalanannya. Dark Menma mengincar leher Souban namun ia sempat memberikan perlawanan hingga mereka terlibat perkelahian singkat. Namun biar bagaimanapun perbandingan kekuatan mereka terlampau jauh. Souban akhirnya tertusuk pedang di paha kiri. Tak hanya itu, sebelum menarik pedangnya, Dark Yami memutar pedangnya 90 derajat hingga membuat otot paha Souban robek. Dengan luka seperti itu dipastikan Souban tak bisa melarikan diri.

"Di sini berlaku hukum alam. Yang lemah akan kalah oleh yang kuat!" seru Dark Menma tanpa melepas senyumannya.

Dark Menma mengangkat pedangnya lagi, mengambil ancang-ancang untuk mengakhiri hidup Souban. Aku menggunakan mokuton, Karin menggunakan rantai chakra, dan Orochimaru menggunakan ular untuk menarik tubuh Dark Menma menjauh. Tapi bagaikan sebongkah batu, tubuh Dark Menma tak bisa kami tarik saking kuatnya kekuatan yang dimiliki pemuda berambut hitam tersebut.

Saat itu Naru sudah sampai di dekat Souban untuk membantu Souban menjauh, tapi melihat ayunan pedang Dark Menma yang tinggal beberapa senti saja dari kepala Souban, rasanya ini tak akan sempat.

Apa ini akhir hidup Souban?

ZRRRSSHHH! TRANG!

Pedang Dark Menma patah saat sebuah pedang lain membelahnya dengan mudah. Pemegang pedang itu lalu menendang Dark Menma hingga terlempar puluhan meter. 'Hebat juga', pikirku. Aku memperhatikan sosok yang jadi penyelamat Souban tersebut. Setelah diperhatikan, kurasa sosoknya tak wajar.

Ia terlihat seperti seorang manusia dengan lapisan armor yang tebal menyelimuti hampir seluruh badannya. Saking tebalnya armor tersebut, ukuran manusia itu jadi lebih besar dan lebih tinggi dari kami. Armor miliknya terlihat rumit dengan lekukan-lekukan yang rasanya sulit dikerjakan oleh pembuat armor biasa. Di beberapa bagian armor tersebut ada lampu yang menyala berwarna merah. Pasti armor yang dipakainya berat sekali. Aku bahkan tak percaya orang itu bisa bergerak mengayunkan pedangnya.

Tak ada yang bicara. Meski tadi ia menyelamatkan Souban. Aku masih belum berani menentukan apa dia di pihak kami atau tidak.

Sosok itu kemudian memandang kami bergantian. Kali ini aku melihat penampilannya lebih jelas. Di tangan kirinya sekilas aku bisa melihat layar kecil berisi deretan angka yang tak kumengerti. Di tangan kanannya ada pedang dengan sisi tajam yang menyala seperti bara. Lalu di dadanya ada tulisan NR-099 yang dicetak dengan huruf berukuran besar berwarna merah.

"Mundur. Kalian tak akan menang melawan Dark Menma," kata sosok itu tiba-tiba.

Suara yang dikeluarkannya semakin membuat ia tak wajar. Suaranya terdengar berat, datar, dan bergema. Ia tak memiliki intonasi dan emosi. Bahkan Shino dan Sasuke saja tak sedatar ini jika bicara. Meski begitu, aku hilangkan penilaian yang bersifat fisik tersebut. Aku beralih pada topik pembicaraan yang membuatku lebih penasaran.

"Siapa kau? Dari mana kau tahu kalau kami tak akan menang?" tanyaku.

"Aku NR-099. Kekuatan kalian tak sebanding dengan Dark Menma."

NR-099? Rasanya aneh sekali nama itu. Tak biasanya nama memakai angka.

"Tapi untuk menghentikan perburuan ini aku harus mengalahkan Dark Menma. Kurasa dia juga bukan tipe orang yang mau diajak berdamai."

"Kubilang mundur. Kalian tak akan menang melawan seorang Time Traveler."

"Time Traveler?" tanyaku bingung.

Aku tak tahu apa itu Time Traveler, begitu juga dengan semua anggota timku. NR mengerti kebingunganku lalu ia menjelaskan semuanya.

"Jurus ruang dan waktu itu ada 4 tingkatan. Tingkatan yang pertama adalah Shunshin no Jutsu. Tingkatan kedua adalah Hiraishin no Jutsu. Tentu dua jurus itu sudah familiar di telinga kalian. Tingkatan ketiga adalah Dimensional Travel, yaitu perpindahan dari satu dimensi ke dimensi lain seperti yang kalian lakukan belakangan ini. Dan tingkatan keempat atau yang tertinggi dari semua jurus itu adalah Time Travel, yaitu mengendalikan waktu. Seorang Time Traveler bukan hanya bisa berpindah antar tempat dan dimensi, tapi dia juga bisa menjelajahi waktu, dia bisa pergi ke masa lalu, dan ke masa depan."

Aku mematung mendengar perkataan NR. Sekilas kulihat Dark Menma sedang berusaha berdiri di kejauhan. Jadi sosok berambut hitam itu bisa mengendalikan waktu? Ini terlalu sulit untuk dipercaya. Kupikir mengendalikan dan menjelajahi waktu hanyalah mitos.

Tapi De javu yang kurasakan berulang kali bersama Naru bisa jadi adalah bukti kalau Dark Menma memang bisa mengendalikan waktu. Aku dan Naru merasa telah berhasil melukai Dark Menma, tapi sepertinya dia memutar waktu berulang kali sehingga tubuhnya akan kembali seperti semula.

Aku kembali memandang NR. Orang dengan ekspresi datar seperti itu tak akan bercanda. Jadi dia mengatakan hal yang sebenarnya.

"Dark Menma adalah seorang Time Traveler. Oleh karena itu kalian tak punya kesempatan untuk menang. Kalian akan mati di sini."

To Be Continue…


A/N: Beberapa chapter belakangan ini kenapa pada bingung sih sama sosok Dark Menma? Banyak spekulasi yang muncul. Kebanyakan menyangka Dark Menma adalah sisi jahat Menma Rokudaime. Padahal jawabannya sederhana. Ada tuh di atas halaman fic ini, bahkan jawabannya udah ada sejak pertama fic ini publish. Hehe. Yup, Dark Menma adalah Time Traveler, orang yang bisa mengendalikan dan menjelajahi waktu.

Tokoh dari fic lain kembali muncul. Kali ini NR-099. Yang udah baca semua fic saya pasti familiar dengan penamaan NR. NR adalah kode penamaan untuk android (robot yang menyerupai manusia) yang diproduksi oleh Hyuuga Cyber Company di fic Shinobi Online. Sosoknya jauh lebih kuat dan canggih dibanding android Naruto versi pertama (NR-001) yang diproduksi tahun 2033. NR-099 diciptakan puluhan tahun setelahnya dengan tetap memakai gen dan kecerdasan buatan (AI/Artificial Intelligence) milik Naruto.

Summary:

Team Naruto: Naruto, Naru, 2nd Orochimaru, 1st Karin, Souban, Naruko Nee-san [DEAD], Shichidaime Hokage[DEAD]

Dimensi 1: Naruto Uzumaki (22th). Naruto Shippuden

Dimensi 2: Naruko "Naru" Uzumaki (15th). Unofficial name by Naruto fandom

Dimensi 3: Menma Namikaze (22th, DEAD). Naruto Movie Shippuden 4: Road To Ninja

Dimensi 4: Naruto "Yami" Uzumaki (22th, DEAD). Naruto Shippuden 243-244

Dimensi 5: Naruto "Akage" Uzumaki (35th, DEAD). Naruto Movie Shippuden 1

Dimensi 6: Naruto "Souban" Uzumaki (15th). Fic Ayo Pulang Oneesan trilogy [2011] by rifuki

Dimensi 7: Naruto "Hokage" Uzumaki & Naruko "Nee-san" Uzumaki (28th, DEAD). Fic Seseorang Yang Paling Mengerti Dirimu [2012-2013] by rifuki

?: DarkMenma

?: NR-099.Fic Shinobi Online [2012-2013] by rifuki

© rifuki