Fanfiction.
Author : 4-92Line,2.
Cast : Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
Wu Yifan
And other cast.
Genre : Romance,Fantasy, Horror(?), Comedy(?), Hurt/Comfort(?)
Rating : T.
Pairing : ChanBaek
KrisBaek
ChanSoo
And other pairing.
Warning : GS for Uke, OOC, Typo(s),Cerita aneh bin Gaje, EYD ancur, DLL.
Disclaimer : Para cast adalah milik diri mereka sendiri, orang tua mereka dan Tuhan YME dan Fanfic ini terinspirasi atau mungkin REMAKE dari beberapa Drama, Ost, dan Lagu. Jadi maaf jika banyak kesaman scene.
HAPPY READING.
Seorang Yeoja manis nan imut berlari kecil menuju kamarnya, ia begitu ketakutan, terlihat dari siratan diwajah manisnya.
'BRAK'
Yeoja itu menutup pintu kamarnya dengan kasar, ia tak peduli dengan cemohan tetangga Apartementnya yang mengatakan ia gila atau apapun yang berhububungan dengan kejiwaan, yang terpenting ia dapat menghindar dari 'sesuatu' yang mengejarnya.
'TOK-TOK-TOK'
Suara ketukan pintu yang begitu keras mengagetkan dirinya yang tengah bersandar itu, ia lalu menegakkan dirinya dan memegangi ganggang pintu itu. 'Sesuatu' yang berada diluar itu menaikturunkan ganggang pintu tersebut, membuat Yeoja yang ada didalamnya semakin ketakutan.
"PERGI! PERGI!", teriak Yeoja itu.
Setelah beberapa lama, Yeoja itu tidak merasakan lagi adanya pergerakan diluar.
'Apa 'dia' sudah pergi?'
Yeoja itu perlahan mulai membukakan pintu kamarnya, dan...
"Baekhyun Eonni!"
"KYAAAA!", Seorang Yeoja dengan mata bulatnya dan sebuah kotak yang ia pegang mengagetkan Baekhyun yang baru saja membukakan pintu kamarnya dan hal itu membuat Baekhyun terjatuh dengan punggung yang mencium lantai terlebih dahulu.
"Eonni, gwaenchana?", Yeoja itu lalu membantu Baekhyun berdiri, Baekhyun menatap kesal pada Yeoja itu.
"Kau tak perlu mengagetkanku seperti itu, SOO!"
"Hehe... Mian.", Soo/ Kyungsoo itu menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.
"Isssshhh... Jika ingin memanggilku,kau hanya perlu memanggil namaku, tak perlu mengetuk-ngetuk pintu dengan keras atau bahkan men_"
"Mengetuk-ngetuk pintu?"
"Ne!"
"Aniyo, aku sungguh tak mengetuk pintu apartementmu, saat kau membuka pintu, aku baru saja sampai."
'GULP'
'Aigoo... Nekat sekali 'dia'.'
"Wae Eonni?" , Kyungsoo mengerutkan keningnya ketika melihat ekspresi Baekhyun yang mendadak berubah itu.
"Eo...Eoh... A..aniyo. Gwaenchana."
"Apa ada hantu yang mengejarmu lagi, hmm?"
"I...Itu...", Kyungsoo yang malas melihat Baekhyun tergagap,langsung memasuki kamar Baekhyun seenak jidatnya tanpa peduli persetujuan dari Tuan Rumah terlebih dahulu.
"YAK! SOO!", Baekhyun lalu mengikuti Kyungsoo masuk kedalam kamar Apartementnya.
Baekhyun meraba-raba dinding ketika memasuki kamar apartementnya yang gelap itu, "Kyungsoo-ya! Kyungsoo-ya!."
'klik'
"Saengil Chukka Hamnida, Saengil Chukka Hamnida,Saranghaneun Baekkie Eonni, Saengil Chukka Hamnida.", Kyungsoo mendekati Baekhyun dengan kotak ditangannya yang ternyata berisi Kue Ulang tahun untuk Baekhyun.
Baekhyun merasa terharu, baru kali ini ada seseorang yang mengingat dan merayakan Ulang tahunnya. Baekhyun mulai menutup matanya lalu ia meminta permohonan dan setelah itu ia meniup lilin kue Ulang tahunnya. Kyungsoo tersenyum ketika melihat Baekhyun yang begitu senang.
"Saengil Chukka Hamnida ne, Eonni."
"Ne, Kamshayo, Soo-ah."
-M.C.L-
"Chanyeol-ah."
"Ah... Ne?" , Namja tampan atau lebih tepatnya Alien tampan itu membalikkan badannya ketika seseorang memanggil namanya.
"Kau dipanggil Sajangnim."
"Untuk?" Chanyeol- Alien tampan itu mengerutkan keningnya.
"Molla. Lebih baik kau cari tau saja sendiri."
"Isssshhhh... Kau menyebalkan."
"Kau lebih menyebalkan tau."
Chanyeol menjulurkan lidahnya pada sahabatnya yang menatapnya jengkel, setelah itu ia melangkahkan kakinya memasuki tempat aneh yang menurut sebangsanya adalah istana itu. Banyak alien berlalu lalang didepannya dan saat alien-alien itu menatapnya semua langsung berbisik sambil menatap Chanyeol, 'Apa ada yang aneh denganku?'. Chanyeol lalu melihat pakaian yang ia pakai, 'Tak ada yang aneh.', ia lalu mencium tubuhnya, 'Tidak ada bau-bau aneh ditubuhku, sudahlah.' Ia mengangkat bahunya dan berjalan tanpa memperdulikan tatapan semua alien disekitarnya.
"Chanyeol-ah.", Chanyeol membungkuk hormat pada seseorang yang tengah duduk disinggasana Istana tersebut.
"Wae geurae? Kenapa Tuan memanggil saya?"
"Jadi... Begini..."
Soo Hyun, Raja Alien atau Raja di EXOplanet itu berjalan mendekati Chanyeol. Ia dengan kekuatan Telekinesisnya mengambil kertas yang berada di meja kecil sebelah singgasananya.
"Kau akan diturunkan ke Bumi Chanyeol-ah.", bisik Soo Hyun yang tiba-tiba muncul disebelah Chanyeol, tentu saja dengan kekuatan Teleportasinya.
"MWO?!", Chanyeol membulatkan matanya, ia tau jika 100 tahun sekali pasti ada Alien yang diturunkan ke Bumi entah karena apa, namun kenapa ia yang harus diturunkan ke Bumi?. Kenapa tidak yang lain saja? Ia kan hanya Alien pemalas dan juga jahil.
"Kenapa saya?", Chanyeol menunjuk dirinya sendiri, membuat Soo Hyun terkekeh pelan.
"Kau cocok dengan 'Tugas' ini Chanyeol-ah.", Soo Hyun hanya menjawab pertanyaan Chanyeol singkat dengan senyum tipisnya.
"Tugas? Tugas apa?"
"Ige." , Soo Hyun lalu memberikan Chanyeol sebuah kertas yang sedaritadi dipegangnya, Chanyeol lalu mengambil kertas yang Soo Hyun berikan dan berniat membuka kertas itu.
"Jangan dibuka sekarang!", Chanyeol yang sudah berniat membuka kertas itu mengurungkan niatnya dan kembali menatap Soo Hyun yang berada didepannya.
"Kapan aku bisa membukanya?"
"Ketika..."
"Ketika?"
"... Kau sampai di Bumi."
Soo Hyun lalu menginjakkan kakinya ke lantai dengan keras membuat sebuah lubang besar berwarna hitam dibawah Chanyeol, lubang itu menarik Chanyeol untuk masuk dan setelah itu Chanyeol hilang.
"Kerjakan 'Tugas'mu dengan baik Chanyeol-ah."
-M.C.L-
"Ah... Soo Kamsha, ne. Kau memang temanku yang terbaik." , Baekhyun lalu memeluk Kyungsoo erat,Kyungsoo balas memeluk Baekhyun dan menepuk pelan punggung Baekhyun.
"Ne, Eonni. Cheonma." , Baekhyun lalu melepas pelukannya dan tersenyum manis pada Kyungsoo, Kyungsoo lalu membalas senyum Baekhyun dengan senyum kecilnya.
"Kau tak kembali kekamarmu, Soo?"
"Aku baru saja ingin pegi kekamarku. Disini bau bawang, apa kau benar-benar takut pada hantu,Eonni?"
'DUG'
"YA, EONNI! APPOYO!", Kyungsoo mengelus kepalanya yang menjadi korban pukulan tangan Baekhyun tadi.
"Jangan menghina kamarku. Suruh siapa kau datang kesini?", Baekhyun lalu melipat tangannya dan mempoutkan bibirnya, Baekhyun nampak sangat imut sekarang.
"Ya, Eonni jangan marah ne... Jebal...", Kyungsoo lalu memperlihatkan puppy eyesnya pada Baekhyun dan hal itu membuat hati Baekhyun luluh.
"Ne... Tapi buatkan aku susu Strawberry besok."
"Ne, Eonni. Eum... Eonni..."
"Ye?"
"Antar aku kekamarku, ne?"
"Baiklah, jja.", Baekhyun dan Kyungsoo lalu berjalan pergi menuju kamar Kyungsoo yang berada 4 lantai dibawah kamar Baekhyun.
-M.C.L-
Chanyeol menutup matanya erat saat merasakan dirinya akan segera sampai di Bumi, ia takut jika ia akan diturunkan ditempat yang akan membuat tubuhnya sakit.
'BRUK'
Chanyeol lalu membuka matanya ketika punggungnya berbenturan dengan sesuatu yang begitu empuk. Ia menegakkan tubuhnya dan mendapati tubuhnya yang tengah terduduk disebuah ranjang yang begitu empuk.
"Nan Eodiyeyo?" , Chanyeol lalu berjalan mengelilingi sebuah kamar yang tak terlalu besar itu. Ia hanya dapat mencium bau-bau sejenis bawang dan juga melihat tanda salib disekitar kamar tersebut.
Setelah bosan mengelilingi seisi ruangan ia menghempaskan dirinya diranjang kamar tadi dan setelah itu ia menarik sebuah selimut dan mulai memejamkan matanya, pergi untuk melihat apa saja yang ada dialam mimpinya. Tanpa ingat tentang kertas yang Soo Hyun berikan padanya.
-M.C.L-
Baekhyun melangkahkan kakinya pergi dari kamar Kyungsoo menuju kamarnya.
'HHHSSSHHH'
Baekhyun mempercepat langkah kakinya, ia lalu mengalihkan pandangannya ke bawah, ia tak berani menatap kesamping, depan maupun belakang, ia takut, sangat takut.
'Baekhyun-ssi~'
Baekhyun menutup telingannya dengan kedua tangannya.
'Jebal juseyo~'
Walau Baekhyun menutup telinganya, suara itu masih dapat ia dengar.
'Baekhyun-ssi~'
"PERGI! JANGAN GANGGU AKU! AKU LELAH!"
Baekhyun menegakkan kepalanya dan mendapati sesosok hantu dengan wajahnya yang begitu buruk, rambut panjangnya yang berantakan,kepalanya yang tak tegap lagi, pakaiannya yang berwarna putih dengan robekan dimana-mana dan juga berlumur darah sedang berdiri dihadapannya.
Baekhyun lalu berjongkok, menutup matanya dan telingannya, agar ia tak dapat melihat atau mendengar apapun dari sosok itu.
'Baekhyun-ssi~ Jebal Juseyo~'
"PERGI! MENYINGKIR! AKU TAK MAU MELIHATMU LAGI!"
Baekhyun yang keberaniannya mulai terkumpul, langsung berlari menembus sosok yang tak dapat sembarang orang lihat itu.
'Baekhyun-ssi~'
Sosok itu masih saja mengejar Baekhyun, walau Baekhyun telah mengusirnya berkali-kali. Dan Baekhyun tak henti-hentinya berlari, walau sosok itu selalu memanggilnya.
Baekhyun menatap horror tangga apartement yang harus ia naiki itu, tanpa babibu Baekhyun langsung berlari menaiki tangga itu.
'TRANG' , lampu-lampu pecah ketika Sosok itu terbang keatas, Baekhyun lalu mempercepat laju larinya.
'Sedikit lagi...', Baekhyun menatap pintu kamarnya dengan mata berbinar,lalu ia menatap kebelakang dan mendapati sosok itu masih mengejarnya.
'Cklek'
'BRAK'
Baekhyun membuka pintu kamarnya dan menutupnya kasar, ia lalu menyandarkan tubuhnya dipintu kamarnya. Ganggang pintu kamar Baekhyun mulai bergerak-gerak, membuat Baekhyun kaget dan mulai ketakutan lagi.
"YA! HENTIKAN, BODOH! AKU LELAH! BIARKAN AKU ISTIRAHAT! LEBIH BAIK KAU KEMBALI KE ALAMMU! JANGAN GANGGU AKU LAGI!"
Baekhyun menstabilkan deru nafasnya yang tersenggal-senggal itu, ia lalu menatap ganggang pintunya yang tak lagi bergerak-gerak. Ia yang tak ingin ambil pusing langsung mengunci pintu kamarnya dan berjalan menuju ranjang empuknya.
'BRUK'
"Ahh... Enaknya." , Baekhyun merebahkan dirinya diranjang kesayangannya itu, ia lalu menatap kesebelah dan mendapati sebuah gundukan besar yang tertutup oleh selimut.
"Sejak kapan Pheonchan jadi sebesar ini ya?", Baekhyun mengingat-ingat boneka Pheonix kesayangannya itu, ia mengira jika Pheonchan lah yang ada dibalik selimut itu.
"Ahh... Sudahlah, tak apa. Lebih baik aku tidur. Jaljayo, Pheonchan." , Baekhyun lalu memeluk gundukan besar itu dan memejamkan matanya, melihat bagaimana bunga tidurnya.
-M.C.L-
Seorang Alien mulai mengerjapkan matanya ketika tidurnya tak lagi nyenyak, setelah seluruh kekuatannya terkumpul, ia mulai menggerakkan badannya yang terbungkus selimut itu namun entah mengapa badannya seperti dipeluk dari samping membuatnya kesulitan bergerak.
Chanyeol menegakkan badannya yang tadi tengah terbaring menjadi terduduk. Ia menatap kesamping dan mendapati seorang Yeoja tengah memeluk pinggangnya.
"Chogi!" , Chanyeol mengguncang-guncangkan tubuh Yeoja disampingnya, membuat tidur Yeoja itu terusik.
Chanyeol masih saja menatap Yeoja manis disebelahnya yang mulai membuka mata indahnya, dan saat pandangan mereka bertemu Chanyeol seharusnya menutup te_
"Yak! Pergi jangan ganggu aku. Aku lelah, KYAAAAAAAA!"
_telinganya.
Yeoja itu lalu mendorong Chanyeol hingga akhirnya ia terjatuh.
"PERGI! PERGI! KYAAA!" , Baekhyun-Yeoja itu makin berteriak histeris ketika Chanyeol bangkit dari jatuhnya dan duduk disebelahnya.
"Berisik! Kau pikir aku hantu,eoh?" , Baekhyun menghentikan teriakannya dan langsung menatap mata Chanyeol intens.
"Kau tak percaya, eum? Akan kubuktikan jika aku bukan hantu." ,Chanyeol lalu menarik tangan Baekhyun untuk menyentuh pipinya.
"Benarkan aku bukan hantu!" , Baekhyun menarik tangannya yang berada dipipi seorang Namja yang harus ia akui tampan itu.
"Issshhh... Jika kau bukan hantu bagaimana kau bisa ada disini?"
"Molla, Tuanku yang menurunkan aku kesini."
"Menurunkanmu? Apa maksudmu?
"Aku diturunkan ke Bumi karena sebuah 'tugas' yang entah apa itu."
"Maksudmu kau Alien dari luar angkasa begitu?"
"Ya, mungkin." , Baekhyun membulatkan matanya, ia lalu menatap Chanyeol dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.
"Aku tak percaya. Mana ada Alien tam_"
"Alien tampan? Haha... Aku tau aku memang tampan." , ucap Chanyeol, lalu tertawa chessy.
'Cih, PD sekali Alien ini. Hey, bukankah kau tak percaya jika dia Alien, Byun Baekhyun? Sadar-sadar! ', Baekhyun lalu menatap jengkel pada Namja, Alien didepannya.
"A...Aniyo. Mana ada Alien yang sama seperti manusia?"
"Tentu saja, ada."
"Aku tak percaya. Dan jujur saja,jika kau adalah orang jahat yang ingin mencuri atau melakukan hal-hal senonoh bukan?"
"Hey, aku bukan Alien seperti itu. Bukankah aku sudah menjelaskanmu, bahwa aku ini Alien yang diturunkan dari EXOplanet ke Bumi untuk menyelesaikan sebuah 'tugas'."
" Hah?! EXOplanet? Itukan hanya mitos! Cih, aku tau akal busuk mu, sekarang pergi!", Baekhyun lalu mendorong Chanyeol menuju pintu apartemennya.
"Hey, YAK!"
"PERGI DAN JANGAN KEMBALI LAGI!"
'BRUK'
'PRANK'
'BRAK'
Baekhyun membuka pintu apartemennya lalu mendorong Chanyeol keluar dan setelah itu ia menutup pintunya kasar, ia tak peduli dengan suara pecahan kaca atau apapun diluar sana.
'Menyusahkan, dan ini kali pertama aku mendapati seseorang yang begitu 'idiot'.'
-M.C.L-
Chanyeol P.O.V
"PERGI DAN JANGAN KEMBALI LAGI!"
'BRUK'
'PRANK'
'BRAK'
Yeoja itu mendorongku hingga aku menabrak seseorang yang tengah membawa sebuah nampan dengan gelas berisikan susu Strawberry dan sekarang aku malah menindih tubuh mungil yang kutabrak itu.
'DEG'
Aigoo, sepertinya aku harus berterima kasih pada Yeoja aneh itu karena telah mendorongku. Karena dia, aku bisa bertemu dengan Yeoja cantik yang berada dibawahku ini.
"Oh... Bisakah anda berdiri?", OMO!... Suaranya merdu sekali dan Oh... lihatlah matanya yang bulat dan bibir tebal kissablenya itu, Ugghh... sungguh Yeoja yang menarik.
"Cho... chogiyo..." , Aku buru-buru menegakkan tubuhku ketika Yeoja itu mulai kelihatan ketakutan dengan tatapanku yang intens itu.
"Ah... Joesonghamnida!" ,Aku membungkukkan badanku lalu menegakkannya kembali, sedangkan Yeoja itu hanya membalas dengan senyum kecilnya dan mengalihkan pandangannya kebawah.
Yeoja itu menatap gelas yang pecah akibat insiden/? kecil tadi. Ah... Eotte? Apa yang aku bisa lakukan untuknya? AH! I have an idea.
"Chogi..." , Yeoja itu langsung mengalihkan pandangannya padaku.
"Ne?" , Aigoo... Aku sangat ingin mencubit pipinya, dia lucu sekali...
"Bisakah kau menutup matamu?"
"Untuk?"
"Sebentar saja... Jebalyo." , Yeoja itu lalu mengangguk dan menutup matanya dengan kedua tangannya.
Aku berjongkok, lalu memainkan tanganku didepan pecahan gelas itu.
'CRING'
Pecahan gelas itu kembali seperti semula, menjadi gelas yang utuh, tentu saja dengan susu Strawberry didalamnya, aku tersenyum puas, ternyata kekuatanku tak hilang walau berada di Planet lain.
"Kau bisa membuka matamu sekarang." , Aku menyodorkan nampan dengan gelas yang tadinya telah pecah itu, alhasil membuat Yeoja itu terbengong dengan mata bulatnya yang hampir keluar.
"Ini sungguhan?" , Oh... ayolah mana mungkinkan aku membohongimu, cantik.
"Ne..."
Yeoja itu tersenyum senang dan mengambil nampan yang aku sodorkan padanya, "Kamshayo, eummm..."
"Chanyeol."
"Ah... Kamshayo Chanyeol-ssi... Sulapmu sangat keren. Sekali lagi, Terima kasih banyak..." , Aku hanya menganggukkan kepalaku pelan, mencoba bersikap cool.
"Oh... kalau begitu bisakah kau membiarkanku lewat?"
"Ah... Ye..." , Aku lalu membawa kakiku kepinggir agar Yeoja cantik itu dapat lewat.
"Kamsha."
"Ne, cheonma."
Yeoja itu melangkahkan kakinya memasuki kamar Yeoja aneh yang mendorongku tadi dan aku hanya menatap punggung Yeoja itu yang makin lama makin tak dapat kulihat lagi.
Aku begitu terpesona dengan Yeoja itu, Yeoja dengan mata bulatnya yang imut, Yeoja dengan bibir tebal kissablenya yang sangat ingin kumiliki, Yeoja dengan suara merdunya yang sangat ingin kudengar setiap harinya, dan Yeoja dengan tubuh mungil yang sangat ingin kupeluk erat.
Tunggu sepertinya ada yang kurang, tapi apa? Coba ku ingat, tadi aku didorong hingga jatuh dan alhasil membuatku menabrak seorang Yeoja manis. Lalu aku terpesona dengan Yeoja itu, lalu... Oh... Aku tau,aku tau, aku hanya tak tau nama Yeoja manis itu.
Ah... Kau memang pintar Chanyeol-ah... Ternyata ingatanku sangat baik, haha...
Tunggu APA?! AKU LUPA MENANYAKAN NAMA YEOJA ITU? ARRGGHHH... KAU MEMANG BODOH CHANYEOL-AH, BODOH!
Chanyeol P.O.V End
-M.C.L-
"Eonni?", Kyungsoo menengak-nengokkan kepalanya mencari si Tuan Rumah yang entah berada dimana.
"Ne?"
"Eodi?"
"Aku ada didapur."
"Ah... Geurae." , Kyungsoo melangkahkan kakinya kedapur, dan mendapati Baekhyun yang tengah melapisi sebuah roti dengan selai Strowberry kesukaannya.
"Kyungsoo-ya! Yeogi..." , Baekhyun menepuk-nepuk kursi kosong disebelahnya, menyuruh Kyungsoo untuk duduk disitu.
"Eonni, ini susunya." , Kyungsoo mendudukkan dirinya dikursi sebelah Baekhyun, ia lalu meletakkan nampan dengan gelas berisikan susu Strawberry didepan Baekhyun.
"Ahhh... Kamsha. Kau mau?" , Baekhyun menyodorkan roti dengan selai Strawberry kepada Kyungsoo.
"Ani... Untuk Eonni saja, aku sudah makan." , Kyungsoo menolak roti yang Baekhyun tawarkan padanya, karena dirinya sudah makan tadi.
"Oh... Yasudah, aku makan ne."
"Ne..." , Baekhyun memakan roti itu dengan lahap, membuat sudut bibir dan pipinya terkena selai Strawberry, dan alhasil Kyungsoo terkekeh pelan.
"Kkk... Eonni kau lucu sekali sih..." , Kyungsoo lalu mengambil tissu lalu mengelap pipi dan bibir Baekhyun.
Baekhyun yang telah selesai makan, langsung meminum habis segelas susu Strawberry yang tersaji didepannya.
"Eotte? Mashitda?"
"Ne... Mashitda." , Baekhyun lalu menyimpan gelas kosong itu di atas nampan.
"Kyungsoo-ya."
"Ne?"
"Tadi diluar sepertinya ada kaca yang pecah. Benarkan?"
"Oh... Bukan kaca yang pecah, Eon. Tapi gelas itu.", Kyungsoo menunjuk gelas yang baru saja Baekhyun letakkan kembali.
"Jinja?! Tapi kenapa bisa utuh kembali?"
"Itu karena, Namja bernama Chanyeol."
"Chanyeol?"
"Ne. Namja yang Eonni usir dari Kamar Eonni tadi."
"Oh... Namja itu." , Baekhyun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Oh, ya, Eonni."
"Mwo?"
"Namja bernama Chanyeol itu, siapa Eonni?"
"Nan molla, ia bilang ia itu Alien."
"Ah... Jeongmal?"
"Ne. Tapi aku tak percaya."
"Wae?"
"Mana ada Alien dengan wajah yang begitu ehem...tampan seperti manusia, semua Alienkan jelek dan aneh."
"Tapikan belum tentu semua Alien jelek, Alien di EXOPlanetkan sangat tampan."
"Issshhhh... Itukan hanya mitos. Sudahlah, aku ingin mandi. Kau tak bekerja, Soo?"
"Oh, ya. Sudah ne, Eon. Aku mau bersiap dulu untuk bekerja, ppay." , Kyungsoo mengambil nampan dengan gelas diatasnya, setelah itu ia pergi kekamarnya, bersiap untuk bekerja.
"Ne... Ppay."
-M.C.L-
"AAARRRGGHHH, Chanyeol bodoh, bodoh!" , Chanyeol menendang kaleng-kaleng di sebuah Taman yang nampak sepi itu, ia lalu mendudukkan dirinya salah satu bangku taman.
"Pabboya, Pabbo!" , Chanyeol menyenderkan tubuhnya dibangku itu, pandangannya menerawang menatap langit yang begitu cerah. EXOPlanet, ia begitu merindukan Planetnya itu, walau baru sehari ia hidup di Bumi, ia menyerah, ia tak kuat jika harus hidup di Bumi.
Saat mengingat EXOPlanet, ingatannya langsung tertuju pada kertas yang Soo Hyun berikan mengambil kertas pemberian Soo Hyun di saku celananya, lalu membuka perlahan kertas itu, dan ternyata kertas itu...
...KOSONG?!
"IGEO MWOYA?!" , teriak Chanyeol frustasi ketika mendapati kertas yang tak memiliki petunjuk sama sekali, untuk apa Raja Alien itu memberinya kertas kosong?
'Ah... mungkin melihatnya harus berada dibawah cahaya Matahari atau Bulan mungkin saja Bintang atau lilin? Ah... sudahlah lakukan saja Chanyeol!.' , Chanyeol lalu mengangkat kertas itu dan mengarahkannya kearah Matahari yang tengah bersinar terang .
Dan kertas itu masih saja kosong,tak ada tulisan sedikitpun dikertas itu, kecuali logo EXOPlanet yang berada ditengah kertas tersebut.
"Tetap kosong?! Tak ada petunjuk sama sekali?!" , Chanyeol lalu mengusap wajahnya kasar, Tuannya memang aneh atau jangan-jangan Tuannya memang sudah gila?
"Ayolah beri aku petunjuk!",ucap Chanyeol, lalu mengguncang-guncangkan/? kertas itu.
Setelah itu dengan tiba-tiba huruf-huruf yang entah berasal darimana, berterbangan disekitar kertas yang Chanyeol pegang, dan sedetik kemudian huruf-huruf itu langsung tersusun rapih menjadi sebuah kalimat fasih dikertas tersebut.
'Kau harus membantu seorang Yeoja yang pertama kali kau temui.'
"Yeoja aneh itu? Membantu apa?"
Kalimat tadi perlahan menghilang,huruf-huruf itu kembali berterbangan dan menyusun kembali menjadi kalimat baru.
'Kau akan tau sendiri tugasmu.'
"Hey! Tugas apa maksudnya?!"
Sama seperti tadi,kalimat itu terganti dengan kalimat baru.
'Good luck!'
Setelah itu kertas tersebut kembali seperti semula. Chanyeol hanya menghembuskan nafasnya kasar dan memasukkan kertas tersebut ke saku celananya, lalu ia berjalan pergi menuju tempat Yeoja aneh itu berada.
'KRUKKKK'/?
Chanyeol lalu memegangi perutnya yang mendadak lapar itu. Ia lalu melihat sebuah Mall yang begitu besar yang tak jauh dari tempatnya berpijak.
"Lebih baik aku makan dulu, lalu setelah itu aku pergi ke Apartement tadi."
-M.C.L-
"Eonni!"
Baekhyun membuka pintu kamarnya dan mendapati Kyungsoo tengah berdiri dengan pakaian Chefnya.
"Wae geurae?" , tanya Baekhyun.
"Eonni membutuhkan pekerjaankan?"
"Ne, wae?"
"Bagaimana jika Eonni bekerja di Mall tempatku bekerja?"
"Eohhh... Aku mau... Chakaman." , Baekhyun menghambur masuk kekamarnya dengan berlari kecil, sedangkan Kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Eonninya yang kekanak-kanakkan itu.
Lima belas menit kemudian,Baekhyun keluar dari kamarnya. Ia terlihat begitu cantik walaupun ia hanya mengenakan Kaos putih oblong, Jeans berwarna biru dan Jaket berwarna sama dengan Jeansnya namun lebih cerah dan juga dengan sepatu putihnya serta rambut coklat madunya yang hanya ia urai.
"Eotte?"
Kyungsoo hanya bisa mengacungkan kedua jempolnya tanpa bisa berkata apapun, Baekhyun terlihat sangat cantik sekarang.
"Jja kita berangkat." , Baekhyun lalu menggandeng Kyungsoo pergi ke tempat dimana ia bisa mendapatkan pekerjaan.
-M.C.L-
"Tuan..." , seorang Namja tampan dengan tubuh tinggi atletisnya membalikkan badannya ketika seseorang memanggilnya.
"Ne?"
"Bukankah sekarang waktunya pemeriksaan disetiap tempat di Mall ini?"
"Ah, ya! Aku lupa, sebaiknya kita lakukan sekarang agar tidak membuang banyak waktu."
"Ne, jja Tuan WuFan..."
Siapa sih yang tak tau WuFan? WuFan adalah Presdir sebuah Mall ternama di Seoul, Namja tampan itu dapat menarik perhatian seluruh wanita didunia dengan tampang serta kekayaan yang ia miliki. Namun walau memiliki banyak kelebihan, ia juga memiliki berbagai kekurangan, tentu saja ia punya, WuFan juga manusia biasa.
WuFan begitu dingin dan juga jarang tersenyum, walau dengan orang didekatnya sekalipun. Namun hal itu tak mengurangi popularitasnya dan beberapa orang malah berkata bahwa dirinya sangat cool, namun disisi lain banyak orang yang membenci WuFan karena sifatnya itu.
"Annyeonghaseyo, Presdir Wu, Im sajangnim..." , Sapa seorang Yeoja cantik lalu Yeoja itu membungkuk hormat pada WuFan dan Im sajangnim,WuFan hanya mengangguk pelan menanggapi Yeoja yang bekerja sebagai model di Mallnya ini, sedangkan Im sajangnim membalas sapaan Yeoja itu dengan ramah.
"Annyeong, Tao-ssi." , sapa Im sajangnim. Yeoja bernama Tao itu lalu berbincang kecil dengan WuFan dan Im sajangnim, namun yang menjawab hanya Im sajangnim saja, WuFan hanya diam sambil melipat kedua tangannya didadanya.
WuFan yang merasa bosan dan tak ingin membuang-buang waktu berharganya dengan perbincangan yang menurutnya tak penting itu,langsung melangkahkan kakinya pergi tanpa menghiraukan panggilan Im sajangnim dibelakang sana.
"Mianhae, Tao-ssi, saya harus pergi, Tuan WuFan!" , Im sajangnim membungkuk kecil lalu berlari menuju WuFan yang sudah tak terlihat lagi batang hidungnya.
"Huh... selalu saja seperti itu." , Tao hanya menghembuskan nafasnya pelan lalu berlalu pergi dari tempat berpijaknya tadi.
-M.C.L-
Baekhyun dan Kyungsoo akhirnya sampai di Mall tempat Kyungsoo bekerja.
"Eonni, mendaftar saja disana." , Kyungsoo menunjuk sebuah tempat pendaftaran. Baekhyun lalu menatap tempat yang Kyungsoo tunjukkan padanya.
"Oh... Disana. Baiklah Eonni kesana,ne."
"Ne, Eonni. Jika Eonni ingin bertemu denganku, Eonni tinggal ke EXOtic Cafe disebelah sana." , Kyungsoo lalu menunjuk sebuah Cafe tempatnya bekerja.
"Ne, ne." , Baekhyun mengangguk paham, ia lalu berjalan pergi ke tempat pendaftaran, sedangkan Kyungsoo berjalan pergi ke tempatnya bekerja.
'HHHSSSHHH'
Baekhyun menutup matanya dan menghembuskan nafasnya kasar, ia lalu membalikkan badannya dan membuka matanya perlahan-lahan.
Ia mendapati sosok kemarin tengah berjalan ke arahnya. Ia menutup matanya kembali, dan membuka matanya, saat ia membuka matanya sosok itu telah hilang dari hadapannya.
'Huh... Untung saja.' , Baekhyun mengusap dadanya pelan, ia lalu membalikkan badannya dan...
'Baekhyun-ssi~'
...ternyata sosok itu sudah ada disampingnya saat Baekhyun menengok kebelakang.
"KYAAAA! PERGI!" , Semua orang yang berada disitu menatap Baekhyun aneh, namun, Baekhyun tak peduli dengan tatapan aneh semua orang padanya.
Baekhyun lalu berlari menembus sosok itu, dan sosok itu pun mengejar Baekhyun, sama seperti kemarin.
Baekhyun lari tak tentu arah, ia hanya berlari dan berlari menjauhi sosok yang semakin lama semakin dekat dengannya.
'DUGHH'
'BRUK',dan karena aksinya berlari-tak-tentu-arah itu, ia bertabrakan/? dan akhirnya jatuh menindih seorang Namja tampan.
'HHHSSSHHH'
Baekhyun lalu menatap kebelakang dan sosok itu sudah menghilang dari hadapannya. 'Eohhh... kemana 'dia'?' , Baekhyun menengak-nengokkan kepalanya, dan nihil sosok itu tak ada dimanapun.
"Yak! Bisakah kau bangun?" ,Baekhyun mengalihkan pandangannya pada Namja tampan yang berada dibawahnya.
'Apa karena Namja tampan ini? 'Dia' menghilang?' ,Baekhyun menatap manik mata Namja tampan dibawahnya itu, 'OMO! OMO! Namja ini tampan sekali...'.
"Yak! Bisakah Kau bangun?!" , Baekhyun yang baru saja sadar dari imajinasinya langsung menegakkan tubuhnya dan membungkuk maaf pada Namja itu.
"Joesonghamnida, joesonghamnida." , maaf Baekhyun.
Namja itu menatap tajam Yeoja yang menurutnya sangat aneh itu, ia lalu menegakkan tubuhnya dan merapihkan pakaiannya.
"Apa kau gila berlari-lari di Mall ini, hah?!" ,Baekhyun hanya bisa menundukkan kepalanya dalam.
"Joesonghamnida, joesonghamnida." ,Namja itu hanya bisa menghembuskan nafasnya.
"Sudahlah,percuma memarahi Yeoja gila sepertimu." , Namja itu lalu berjalan pergi meninggalkan Baekhyun yang baru kali ini merasakan hatinya teriris karena ucapan pedas Namja tadi.
Sungguh baru kali ini Baekhyun merasa sakit hati karena cemohan Namja tadi, padahal ia sering dicemoh oleh tetangga-tetangga di Apartementnya yang bahkan perkataan tetangganya itu lebih pedas dari perkataan Namja tampan tadi.
'Eoh... Kenapa sakit sekali...'
-M.C.L-
Chanyeol melangkahkan kakinya masuk kedalam Mall bernama 'GalaxyFan' itu. Ia menatap toko-toko didalam Mall tersebut dan mengabaikan jalan yang tengah ia lewati, dan karena itu ia bertabrakan/? dengan Namja sama yang ditabrak oleh Baekhyun tadi dan alhasil keduanya jatuh dengan bokong yang menyentuh lantai terlebih dulu.
"SHIT! Sial sekali aku hari ini." , keluh Namja itu.
Chanyeol menegakkan dirinya lalu mengulurkan tangannya pada Namja yang lebih tinggi darinya itu, ia berniat untuk menolong, namun tangannya ditepis kasar oleh Namja itu.
"Tak perlu, aku bisa bangun sendiri.", sinis Namja itu, Namja itu lalu berdiri dan langsung menunjuk Chanyeol tepat dimukanya.
"Jika kau punya mata pakailah matamu!" , Chanyeol hanya diam menatap Namja yang tengah memarahinya itu.
"Apa kau punya mulut?! Bisakah kau minta maaf?! Apa kau sama sekali tak memiliki Indra apapun?!" , Chanyeol tetap diam, namun sebenarnya hatinya sudah sangat sakit.
"Percuma berbicara dengan Namja cacat sepertimu." , Namja itu lalu berjalan melewati Chanyeol.
Chanyeol menatap tajam Namja itu, ia lalu mengalihkan pandangannya pada ember berisi air sabun untuk mengepel.
Chanyeol lalu memiliki ide, ia ingin menjahili Namja itu.
'Rasakan ini!' , Chanyeol menggerakkan ember itu tepat saat Namja tinggi itu lewat.
Namja itu menendang ember didepannya dan membuat air sabun tumpah alhasil saat ia berjalan ia terpeleset dan bajunyapun basah. Dan juga semua orang nampak menertawakannya.
Chanyeol menutup mulutnya, menahan tawanya agar tidak lalu berjalan pergi meninggalkan Namja tampan yang tengah mengeluh itu.
-M.C.L-
"Disini hanya tersisa lowongan pekerjaan sebagai Cleaning Service."
"Oh... Ba..baiklah. Tak apa."
"Benar tak apa? Kau mau menjadi Cleaning Service? Wajahmu sangat cantik, kenapa kau tak memanfaatkannya?"
"Tak apa, sungguh. Aku tak ingin memanfaatkan wajahku saja."
"Baiklah. Silahkan isi Formulir ini."
"Ah... Baiklah." , Yeoja yang diketahui bernama Baekhyun itu tengah mengisi sebuah kertas formulir. Setelah 5 menit, akhirnya ia selesai mengisi Formulir itu.
"Ini."
"Oh... baiklah. Anda bisa bekerja mulai besok dan ini seragam kerjanya." , Yeoja itu lalu memberikan sebuah plastik berisi pakaian kepada Baekhyun.
"Kamshahamnida." , Baekhyun lalu mengucapkan terima kasih dan membungkuk pada Yeoja didepannya.
"Cheonma. Tolong kerja samanya, eum... Baekhyun-ssi." , Ucap Yeoja itu sambil menatap kertas yang baru Baekhyun isi itu.
"Ne..." , setelah mengucapkan itu, Baekhyun berjalan pergi menuju EXOtic Cafe, tempat Kyungsoo bekerja.
Baekhyun berjalan dengan kepala menghadap kebawah. Entah apa yang ia pikirkan, ia begitu pusing sekarang.
'Sudahlah, Baekhyun. Biarkan, abaikan, lupakan.'
Baekhyun lalu menegakkan kepalanya, dan ternyata ia sudah sampai di Cafe tempat Kyungsoo bekerja.
Namun sebelum ia masuk suatu suara mengintropeksinya, "HOY! Kau yang tadi pagikan?"
'Oh... No. Dia lagi.'
-M.C.L-
"HOY! Kau yang tadi pagikan?", Seorang Alien dengan senyum bahagianya/? menghampiri seorang Yeoja yang menatapnya datar.
"Untuk apa kau kemari, 'idiot'?" , tanya Baekhyun-Yeoja itu dengan ucapan sinisnya.
"Aku kesini ingin makan, dan mungkin karena aku sedang beruntung, aku malah bertemu denganmu." , ucap Chanyeol-Alien tadi dengan senyum yang masih mengembang diwajah tampannya, namun senyum itu malah membuat Baekhyun menatapnya aneh.
"Apa maksudmu dengan kata 'beruntung'?"
"Bisakah jelaskannya didalam, aku lapar,ingin makan." , pinta Chanyeol dengan wajah memelasnya yang nampak menggemaskan.
'Ugh... Dia lucu juga. Yak! Apa yang kau katakan,Byun Baekhyun?!' ,Baekhyun lalu mengusir pikiran anehnya itu.
"Baiklah, jja." , Baekhyun lalu berjalan masuk diikuti dengan Chanyeol yang berada dibelakangnya.
Baekhyun yang melihat satu meja kosong dengan tiga bangku, langsung melangkahkan kakinya pergi menuju meja dipojok kanan Cafe itu.
Baekhyun mendudukkan dirinya disalah satu bangku di meja itu dan menunggu Chanyeol yang tengah berjalan sambil melihat-lihat seperti orang ehem... udik.
Chanyeol lalu mendudukkan dirinya dikursi dekat Baekhyun.
"Kau udik sekali sih." , sindir Baekhyun.
"Ah... Ani. Cafe ini yang terlihat kuno, di tempat tinggalku, semua serba canggih." , bangga Chanyeol.
"Memang rumahmu dimana?"
"Di EXOPlanet."
"Bisakah kau tak bercanda?"
"Jeongmal!"
"Sudahlah. Chogi!" , Baekhyun lalu memanggil pelayan yang tengah membereskan piring-piring kotor dimeja dekat Baekhyun.
"Ada yang bisa saya bantu, Nona?"
"Saya pesan Cookies strawberry dan jusya ne... Kau pesan apa?" , tanya Baekhyun, lalu menatap Chanyeol yang memang tengah menatapnya itu.
"Aku sama saja denganmu."
"Baiklah. Cookies strawberry dan jusnya dua, ne..."
"Ne, Nona. Chakaman." , pelayan itu lalu pergi menuju dapur Cafe.
Baekhyun lalu mengalihkan pandangannya pada Chanyeol yang sedari tadi tengah menatapnya.
"Cepat jelaskan padaku!"
"Baiklah. Aku beruntung bisa bertemu denganmu karena aku ditugaskan untuk membantumu."
"Membantuku?" ,Baekhyun mengerutkan keningnya.
"Ne."
"Membantu apa?"
"Nan molla. Kau punya kesulitan apa memangnya?" , tanya Chanyeol.
"Aku tak punya kesulitan." ,jawab Baekhyun sambil menggeleng.
"Phobia?"
"...", Baekhyun diam.
"Kau punya phobia? Phobia dengan apa ,eum?"
"Hantu." , lirih Baekhyun.
"Mwo?" , Baekhyun lalu menyuruh Chanyeol mendekatkan kepalanya agar ia dapat berbisik.
"Aku takut..."
"Takut apa?"
"... hantu."
"Baekhyun Eonni, Chanyeol-ssi,kalian berpacaran?" , ucap seorang Yeoja yang datang dengan nampan berisi Cookies dan Jus milik Baekhyun dan Chanyeol. Ia berkata demikian karena posisi berbisik Baekhyun dan Chanyeol nampak seperti tengah ehem... berciuman.
Baekhyun dan Chanyeol lalu mengalihkan pandangannya pada seorang Yeoja yang ternyata Kyungsoo tengah terbengong dengan nampan ditangannya.
"A...Aniya!", ucap Baekhyun dan Chanyeol berbarengan.
"Benarkah?", selidik Kyungsoo.
"Ne!" , ucap Baekhyun dan Chanyeol berbarengan lagi.
"Kalian nampak serasi..." , Kyungsoo mendekat dan menyimpan nampan itu, ia lalu duduk di bangku dekat Chanyeol, ia tak tau jika wajah Alien disebelahnya ini sudah memerah dan jantungnya juga nampak berdetak cepat.
"Mwo? Ani!" , elak keduanya.
"... dan cocok."
Baekhyun dan Chanyeol hanya menghembuskan nafasnya kasar, 'Siapa yang mau dengan dia!', batin keduanya, sepertinya Baekhyun dan Chanyeol memang jodoh.
"Jja, dimakan." , ucap Kyungsoo. Baekhyun dan Chanyeolpun mengangguk bersamaan, dan hal itu membuat Kyungsoo makin ingin menjodohkan Baekhyun dan Chanyeol.
Hening.
Kyungsoo sudah tak berkicau/? lagi tentang Baekhyun atau Chanyeol, ia ternyata sedang memperhatikan keduanya makan. 'Eonni, Chanyeol-ssi, aku doa'kan kalian selalu bersama.'
"Kyungsoo! Sedang apa kau disitu? Cepat bekerja!" , Kyungsoo menatap sebal pada teman kerjanya, Eunji yang mengganggu acaranya ayo-memperhatikan-Baekhyun-dan-Chanyeol itu. Kyungsoo lalu berdiri dan berjalan pergi kedapur, tempat dimana seharusnya ia berada.
'Oh... jadi namanya Kyungsoo. Nama yang manis.' , batin Chanyeol sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.
Baekhyun yang melihat Chanyeol mengangguk-anggukkan kepalanya menatap Chanyeol aneh, 'Aneh sekali sih Namja ini, Tampan-tampan tapi idiot.'
"Maaf Tuan, Nona ini bill-nya.", seorang pelayan memberikan bill itu pada Baekhyun.
"Totalnya jadi 36 ribu won." , lanjut pelayan itu.
"Oh... Sebentar." , Baekhyun lalu mengambil uang disaku celananya, dan uangnya hanya tersisa 50 ribu won.
"Chanyeol?"
"Ne?"
"Mana uangmu?"
"Uang?"
"Ne!"
"Untuk?"
"Untuk membayar makananmu, bodoh!"
"Aku tak punya uang."
"Mwo!", Baekhyun membulatkan matanya ketika Chanyeol dengan santainya berkata aku tak punya uang.
Chanyeol lalu melanjutkan makannya kembali, mengabaikan dua tanduk merah yang sudah berada diatas kepala Baekhyun.
"Nona?"
"Ah... ne ini." , Baekhyun menyerahkan uang 50 ribu wonnya pada pelayan itu.
"Ini kembaliannya, Nona. Kamshahamnida." , pelayan itu membungkuk pada Baekhyun dan berjalan pergi.
'DUG'
"Appo..." , Chanyeol mengusap kepalanya yang baru saja menjadi sasaran pukulan Baekhyun.
"Kau kenapa sih?" , tanya Chanyeol yang masih mengelus kepalanya itu.
"Masa kau tak punya uang sih?!"
"Aku tak punya uang, sungguh." ,kata Chanyeol sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk tanda 'PIS'.
Baekhyun lalu mempoutkan bibirnya, 'Apa dia Alien sungguhan?', batin Baekhyun.
Baekhyun yang memang penasaran dengan Alien, langsung mengambil smartphonenya dan meng-searching tentang Alien.
Dan sesuai dengan pemikirannya, Alien itu aneh-aneh, dan tak ada yang tampan sama sekali.
'Tunggu, tunggu, bukankah dia bilang dia Alien dari EXOPlanet? Baiklah aku akan mencarinya.'
Baekhyun lalu mengetikkan tulisan 'EXOPlanet' dilayar smartphonenya, lalu ia menekan gambar sebuah kaca pembesar.
Baekhyun lalu membuka suatu page yang menjelaskan tentang EXOPlanet, dan betapa kagetnya dia ketika membaca page itu.
EXOPlanet merupakan Planet yang berada diluar tata surya.
'Jadi EXOPlanet memang benar-benar ada?!'
Baekhyun lalu membaca lanjut page itu.
EXOPlanet juga sama seperti Bumi, namun peradaban disana lebih maju.
'Di tempat tinggalku, semua serba canggih.'
Baekhyun tiba-tiba saja mengingat perkataan Chanyeol tadi, 'Apa ini benar?'.
"Eonni!"
Baekhyun memegang dadanya, ia begitu kaget,lalu ia mengalihkan pandangannya pada Kyungsoo yang berjalan dengan tas yang melekat di punggungnya ke arah mejanya
"Wae?!" , Baekhyun menatap Kyungsoo tajam, Kyungsoo sepertinya sangat senang sekali mengagetkan Baekhyun.
"Kajja, pulang.", ucap Kyungsoo tanpa ada rasa bersalah apapun.
"Ne." , Baekhyun hanya menghembuskan nafasnya, ia berdiri dari tempat duduknya, lalu setelahnya Chanyeolpun ikut berdiri.
"Kau mau apa idiot?"
"Tentu saja, pulang."
"Memang dimana tempat tinggalmu,Chanyeol-ssi?"
"I..itu di..."
"Sudah ne, kami duluan." , Baekhyun lalu menarik tangan Kyungsoo, dan pergi dengan berlari kecil.
"HEY! Chakaman!" , Chanyeol lalu berlari untuk mengejar Baekhyun, namun Baekhyun dan Kyungsoo sudah tak terlihat lagi.
"Sudahlah kau hanya perlu ke Apartemet itu Chanyeol-ya." , Chanyeol lalu berjalan pergi ke Apartement Baekhyun.
-M.C.L-
"Hosh... Hosh...", Baekhyun menghentikan larinya lalu menstabilkan nafasnnya yang terengah-engah itu. Kyungsoopun sama.
"Eonni... Hosh... Kenapa harus berlari sih?"
"Sudahlah. Ah... Soo bisa kau pegang smartphoneku? Tali sepatuku lepas." , Baekhyun lalu memberikan smartphonenya pada Kyungsoo, dan Kyungsoo hanya menurut saja, iapun mengambil smartphone Baekhyun.
Setelah selesai, iapun berdiri, "Jja, Kyungsoo. Ini sudah hampir malam."
Kyungsoo hanya mengangguk-angguk saja menanggapinya, karena ia sedang seru-serunya bermain game di smartphone Baekhyun.
Baekhyun dan Kyungsoopun berjalan pegi ke Apartement mereka yang masih lumayan jauh.
Beberapa jam kemudian, akhirnya Kyungsoo dan Baekhyunpun sampai di Apartement mereka, "Sudah ne, Soo. Eonni ke kamar Eonni dulu ya."
"Ne. Ppay, Eonni."
"Ppay."
Baekhyun lalu berjalan pergi ke kamarnya, Kyungsoo yang sudah selesai bermain gamepun teringat dengan smartphone Baekhyun yang dia mainkan sedari tadi.
"Eonni!" , Kyungsoo lalu berjalan pergi kekamar Baekhyun untuk mengantar smartphone Baekhyun yang tertinggal.
Baekhyun side.
Baekhyun berjalan melewati lorong Apartementnya yang sepi dan gelap itu, 'Sepertinya semua orang sudah tidur.' , batin Baekhyun.
'HHHSSSHHH'
Baekhyun memegangi tengkuknya, ia merasa ada yang datang.
'Baekhyun-ssi~'
'Oh... jangan lagi, kumohon...'
-M.C.L-
"Huh... ini dimana sih?" , Chanyeol menatap kesekeliling tempat yang tengah ia lalui itu, sepertinya ia tersesat.
"Ah... sepertinya aku tersesat.", Chanyeol lalu berjalan kembali ketempatnya semula.
"Jadi aku harus kemana?" , Chanyeol menatap bingung pada tiga jalan yang ada didepannya, ia sudah ada diperempatan tadi ternyata.
"Kanan, tengah, kiri?" , Chanyeol masih saja beridam jalan itu sambil menatap bingung jalan tersebut.
"Coba saja aku bisa berteleportasi... Ah... Chanyeol kau memang jenius!" , Chanyeol lalu melompat-lompat tak jelas, saat ia sudah mengetahui bagaimana caranya kembali bertemu Yeoja itu.
"Baiklah, aku akan berteleportasi didekat hmmm... Baek... Baek... Baekhyun?"
Setelah mengucapkan itu Chanyeol menghilang,dan iapun sampai disebuah lorong Apartement, namun tak ada Yeoja bernama Baekhyun disitu.
"Dimana Yeoja itu ya?"
"PERGI! JANGAN GANGGU AKU!" , Chanyeol membalikkan badannya , ia melihat Baekhyun yang tengah berlari sambil menatap kebelakang.
Baekhyun masih berlari dan tak menyadari adanya Chanyeol didepannya dan akhirnya ia bertubrukan dengan Chanyeol namun tak sampai jatuh. Baekhyun lalu menatap seseorang yang bertubrukan dengannya itu, Chanyeol, Namja idiot itu.
'Baekhyun-ssi~'
'GREP'
Baekhyun dengan refleks memeluk Chanyeol erat dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Alien didepannya itu. Chanyeol hanya diam, ia tak menolak pelukan itu sama sekali, ia lalu membalas memeluk Yeoja itu,menikmati pelukan hangat Yeoja manis yang mendekapnya begitu erat.
'klik'
"Jujur saja jika kalian berpacaran, Eonni, Chanyeol-ssi!"
Baekhyun mendorong Chanyeol membuat pelukan itu terlepas, ia lalu menatap Kyungsoo yang baru saja menyalakan lampu lorong tersebut.
"Aniya!" , Baekhyun menggelengkan kepalanya.
"Eonni bohong!"
"Jeongmal! Kami tidak berpacaran!", Chanyeol lalu membenarkan ucapan Baekhyun.
"Lalu kenapa kalian berpelukan tadi?" ,tanya Kyungsoo.
"Itu..." ,Kedua terdiam, mereka tak dapat menjawab pertanyaan Kyungsoo itu.
"Sudahlah Eonni, Chanyeol-ssi,aku tau kalian berpacaran. Aku juga tak masalah jika kalian berpacaran, aku malah sangat senang jika Baekhyun Eonni sudah punya Namja chingu." , ucap Kyungsoo sambil menampilkan senyum bahagianya, ia lalu mendekati Baekhyun.
"Eonni, ini smartphonenya tadi tertinggal." , Kyungsoo lalu meberikan smartphone yang sedari tadi dipegangnya itu pada Baekhyun.
"Sudah ne Eonni, Chanyeol-ssi, Kyungsoo mau tidur dulu, Jaljayo." , Kyungsoo menutup mulutnya ketika ia menguap, ia lalu melambaikan tangannya pada Baekhyun dan Chanyeol setelah itu ia beranjak pergi ke kamarnya.
Chanyeol membalas lambaian Kyungsoo padanya dan Baekhyun, sedangkan Baekhyun mulai melangkahkan kakinya pergi menuju kamarnya yang sudah tak jauh dari tempatnya berpijak.
Chanyeol membalikkan badannya, dan mendapati Baekhyun yang posisinya sudah jauh dari Chanyeol, Chanyeol melangkahkan kaki panjangnya menuju Baekhyun yang tengah membuka pintu Apartementnya.
Baekhyun melangkahkan kakinya masuk dan berniat menutup pintu itu sebelum Chanyeol menahan pintu itu agar tidak tertutup.
"Kau mau apa idiot?"
"Tentu saja, masuk."
"Memang aku mengijinkanmu?"
"Ayolah, demi tugasku." , ucap Chanyeol sambil menunjukkan wajah memelasnya.
"Shi... shireo!" , Baekhyun lalu menutup pintu Apartementnya.
"Hey buka, kumohon..." , Chanyeol mengetuk-ngetuk pintu Apartement Baekhyun dengan keras.
"Sudah kubilang tidak, ya tidak!"
"Ayolah..."
"Shireo!"
"Please..."
"NO!"
"Please... Jebalyo..."
"..."
Baekhyun berjalan pergi kedapur,ia lalu meminum segelas air putih sambil mendudukkan dirinya di salah satu bangku dapur, menjernihkan pikirannya yang nampak kacau itu.
Ia memijat kepalanya pelan, ia pening, mengalihkan pandangannya pada pintu Apartementnya, 'Ada apa dengannya? Kenapa dia tak berkicau/? lagi ya?'
Pikiran-pikiran aneh mulai menghampiri otak kecil Baekhyun, namun dengan segera Baekhyun menepisnya. 'Masa iya, dia dibawa hantu itu?'
Baekhyun yang khawatir dengan Namja idiot itu, membuka pintunya dan...
'GREP'
Baekhyun menangkap tubuh Chanyeol, ternyata Chanyeol sudah tertidur dengan kepala menyandar di pintu Apartementnya, pantas saja dia tak berkicau lagi.
"Aigoo, Namja ini berat sekali sih." , keluh Baekhyun.
Baekhyun membawa Chanyeol masuk kedalam kamar Apartementnya, kalau dilihat-lihat, ia jadi kasihan pada Namja ini. Baekhyun lalu membaringkan tubuh Chanyeol di ranjangnya, setelah itu ia menyelimuti Chanyeol dengan selimut kesayangannya.
Baekhyun masih terdiam, ia tak menyadari perhatiannya pada Chanyeol, ia hanya menatap wajah damai chanyeol ketika tengah tertidur. 'OMO! Dia lucu sekali sih, wajahnya begitu damai tanpa beban.' , Baekhyun tersenyum menatap wajah Chanyeol yang menurutnya lucu itu.
Baekhyun melangkahkan kakinya menuju balkon kamarnya, ia membuka pintu balkon itu, dan setelah pintu terbuka ia dapat melihat banyak bintang yang bersinar begitu terang di kota Seoul. Ia begitu menyukai pemandangan seperti ini.
'BRAK'
Baekhyun terkaget ketika pintu balkonnya mendadak tertutup, padahal angin malam ini tidak begitu kencang. Ia menarik pintu balkonnya, namun pintunya nampak terkunci, 'Ada apa ini?'
'HHHSSSHHH'
Baekhyun membalikkan badannya dan menemukan sosok yang tak Baekhyun inginkan kehadirannya. Baekhyun seketika terduduk dan menutup matanya erat, 'Baekhyun-ssi~'.
Baekhyun diam tak menjawab, ia masih menutup matanya erat.
'Jebal juseyo~'
Baekhyun menyerah,ia lelah jika hantu itu selalu mendatanginya tanpa ada alasan jelas, ia lalu membuka matanya perlahan,dan ia malah terkagum melihat sosok seram tadi yang wajahnya sangat buruk rupa berubah menjadi sangat cantik.
Sosok itu tengah duduk sambil memohon meminta bantuan pada Baekhyun, 'Jebal juseyo~'.
"N..ne, baiklah. A..aku akan menolongmu."
Sosok itu lalu tersenyum pada Baekhyun, 'Kamsha, Baekhyun-ssi~'.
"N..ne. Tapi beritahu aku dulu, si..siapa kau?", tanya Baekhyun dengan hati-hati
'Aku~...'
TBC
Annyeong! Eotte? Baguskah? Gajekah? Mian klo mengecewakan,kepanjangan dan juga ngebosenin reader sekalian...
Oh.. ya. Klo gak salah Kris mau hengkang ya dari EXO? Maaf ya Chanchan ngungkit-ngungkit ini. Keep strong ne EXOStan, Believe Kris, Don't hate him, and Pray to their happines.
Big Thanks for: NS Yoonji, KarlinaAmelia, AmeliaDianS, Gigi onta, byun. Thanks udah review, maaf gak bisa bales reviewnya.
Thanks juga buat reader sekalian, yang udah baca FF Gaje author ini. Dan thanks banget buat Eonni dan Nae chingu yang udah bantu buat nih FF. Sekian dari Chanchan, And last,
Review Please~.
