NR099

"The Real Enemy"

Konoha 7

"Jurus ruang dan waktu itu ada 4 tingkatan. Tingkatan yang pertama adalah Shunshin no Jutsu. Tingkatan kedua adalah Hiraishin no Jutsu. Tentu dua jurus itu sudah familiar di telinga kalian. Tingkatan ketiga adalah Dimensional Travel, yaitu perpindahan dari satu dimensi ke dimensi lain seperti yang kalian lakukan belakangan ini. Dan tingkatan keempat atau yang tertinggi dari semua jurus itu adalah Time Travel, yaitu mengendalikan waktu. Seorang Time Traveler bukan hanya bisa berpindah antar tempat dan dimensi, tapi dia juga bisa menjelajahi waktu, dia bisa pergi ke masa lalu, dan ke masa depan."

Ini terlalu sulit untuk dipercaya. Kupikir mengendalikan dan menjelajahi waktu hanyalah mitos.

"Dark Menma adalah seorang Time Traveler. Oleh karena itu kalian tak punya kesempatan untuk menang. Kalian akan mati di sini."

Meski apa yang dikatakan NR menjadi titik terang dari misteri yang sedang kami hadapi, aku dan Naru menolak untuk percaya begitu saja.

"Aku belum bisa percaya padamu sepenuhnya. Siapa kau sebenarnya? Namamu terdengar aneh di telingaku."

"Lalu, apa kau di pihak kami?" tambah Naru.

Mata pedang milik NR yang tadinya berwarna merah bara perlahan berubah menjadi warna putih metalik. Dari permukannya keluar asap yang menandakan penurunan suhu yang drastis. Aku tak tahu dibuat dari logam apa pedang tersebut hingga bisa dipanaskan dan didinginkan dalam waktu singkat. Belum lagi kekuatannya yang luar biasa hingga bisa membelah pedang milik Dark Menma dengan mudah seperti memotong semangka. Disimpannya pedang di sarung pedang yang terpasang permanen di bagian punggung armor NR. Layar kecil di tangan kirinya ia hilangkan.

"Aku di pihak kalian. Tapi prioritas utama misiku adalah menyelamatkan Souban," kata NR sambil melemparkan sebuah botol kecil ke arah Souban. "Minumlah. Itu painkiller untuk meredakan rasa sakit di pahamu."

Souban tak banyak protes dan langsung menegak habis minuman yang diberikan NR. Ia sudah tak bisa menahan rasa perih di paha kirinya. Otot pahanya yang dirobek pedang Dark Menma telah membuatnya kesakitan setiap kali menggerakan kaki.

"Namaku aneh dan mengandung angka karena sebenarnya itu kode produksiku. Aku belum punya nama panggilan karena masih merupakan prototipe. Aku android ke-99 yang menggunakan Self-Learning-Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) milik NR001 alias 'Naruto Uzumaki'. Aku dibuat tahun 2050 oleh Hyuuga Cyber Company, Jepang," kata NR masih dengan nada datarnya.

"Tunggu dulu, kau android? Jadi kau seorang robot?" tanya Souban kaget.

"Ya. Dari semua generasi android NR, aku versi pertama yang memiliki 3 mode."

"Pertama, aku bisa bertindak sebagai seorang android biasa yang membantu pekerjaan manusia. Aku akan bertindak menggunakan kecerdasan buatan yang ditanamkan di tubuhku (auto pilot). Tentunya dengan tetap menaati 3 hukum robot (3 law of robotics) sehingga tidak berbahaya bagi manusia."

"Kedua, aku bisa dikendalikan manusia dari jarak jauh. Di masa depan, fungsi ini digunakan jika manusia sedang malas ke luar rumah untuk bersosialisasi, maka sebagai gantinya aku yang akan ke luar (avatar). Fungsi ini sangat berguna karena keadaan udara dan cahaya matahari di tahun 2050 sangat tidak bersahabat. Manusia lebih memilih diam di rumah, lalu menjadikan android sebagai avatar untuk pergi bersosialisasi ke luar rumah."

"Ketiga, aku bisa digunakan sebagai armor suit. Dengan kata lain manusia akan masuk ke dalam tubuhku dan mengendalikanku dari dalam. Ini merupakan fungsi baru yang belum resmi diluncurkan, karena itulah tadi kubilang kalau aku masih prototipe. Aku masih dalam tahap pengembangan Hyuuga Cyber Company bekerja sama dengan Departemen Pertahanan Jepang. Fungsi ini sebenarnya ditujukan untuk angkatan militer Jepang. Kelak di masa depan, semua tentara akan memakai armor suit yang bisa meningkatkan pertahanan dan kekuatan mereka puluhan kali lipat."

Jujur saja aku tak begitu mengerti penjelasan yang dibeberkan NR. Istilah android, avatar, artificial intelligence, dan auto pilot baru kali ini aku dengar. Tapi jika NR sebuah robot, maka satu-satunya gambaran yang terbayang di kepalaku adalah Pain Shurado di Konoha 1 yang terbuat dari berbagai komponen mekanik dan senjata. Aku menoleh ke sekitarku. Karin, Orochimaru, dan Naru juga terlihat tak sepenuhnya mengerti. Yang terlihat mengerti dengan penjelasan NR hanya Souban.

"Bisakah kau buat penjelasanmu lebih sederhana? Terutama mengenai mode ke-3," pintaku.

NR bersiap bicara lagi, tapi Souban menahannya. Ia memutuskan untuk angkat bicara.

"Sederhananya, NR merupakan baju perangyang bisa bicara."

"Souban, itu terdengar sedikit kejam. Tapi baiklah, memang itu kenyataannya. Aku akan menunjukkannya agar kalian lebih mengerti."

Tiba-tiba armor NR terbuka mulai dari kepala, badan, tangan dan kaki. Tiba-tiba sesosok pria keluar dari tubuh armor NR dan tersungkur ke tanah. Ia masih hidup tapi nampak kelelahan sekali. Kuperhatikan fisik pria itu mirip denganku, tepatnya dengan Naruto Shichidaime jika umur ikut dijadikan patokan. Ia memakai pakaian dari bahan nilon berwarna hitam panjang. Pakaian itu mengingatkanku pada pakaian yang sering dipakai Guy dan Lee. Bedanya, pakaian hitam ini lebih tebal, memiliki protektor di lutut, sikut, pundak, dan punggung dengan desain yang modern. Di punggungnya ada semacam lubang-lubang kecil sebesar lidi. Dari beberapa lubang tersebut, keluar kabel-kabel berbagai warna. Aku yakin baju itu didesain agar cocok dengan armor NR.

"Orang itu baik-baik saja. Aku baru selesai menyalin seluruh kemampuan ninja dari otaknya," gumam NR.

Apa?! Orang dari dalam armor NR sudah keluar, lalu siapa yang barusan bicara?

"Ini aku NR."

Betapa kagetnya saat kulihat armor NR yang sudah kosong itu masih saja bicara. Aku berjalan ke hadapan NR dan mengulurkan tangan ke dalam tubuh NR. Memang benar armor itu di dalamnya kosong. Ini bukan trik sulap atau semacamnya. Ini nyata. Jadi inilah yang dimaksud Souban 'baju perang yang bisa bicara'. NR adalah sebuah baju perang modern, tapi juga punya 'nyawa'. Dia bisa berpikir dan bertindak sesuai keinginannya.


Baiklah, aku percaya sekarang. NR dari masa depan. Jadi benda-benda modern bisa saja dibuat di masa depan. Aku tak akan membahasnya lebih lama karena ujung-ujungnya NR pasti akan membahas hal rumit lagi. Aku berpaling pada sosok pria di tanah.

"Lalu siapa dia?"

"Dia ada di pihak kita juga. Dia cloning dari dirimu di masa lalu. Aku akan panggil dia 'Clone'. Clone yang kumaksud bukan clone dari jurus bayangan, tapi cloning fisik yang didapatkan secara ilmu medis. Jadi dia seorang manusia baru yang gennya kuambil dari tubuh aslimu."

Pria yang dipanggil Clone itu berusaha berdiri dengan terhuyung. Ia memegangi kepalanya, menahan rasa sakit.

"Cih! Kau bilang kita sepihak, tapi kau mengambil seluruh ilmu ninja di otakku tanpa izin. Aku mempelajarinya seumur hidupku!"

"Itu bagian dari misi. Aku dari masa depan tak mengerti dunia ninja, jadi aku butuh segala informasi tentang ninja."

NR menutup armor-nya kembali. Kedua mata merahnya menyala lagi. Jika diperhatikan lagi, dia sekarang sudah mirip manusia yang memakai baju perang. Persis seperti perkiraanku di awal saat pertama melihatnya. Tak akan ada yang mengira kalau sebenarnya baju perang itu kosong.

NR memandang jauh ke arah Dark Menma. Dark Menma sedang mengerang kesakitan. Pasti beberapa tulang rusuknya patah karena tadi ditendang NR. Kini ia sedang membuat sebuah kubah chakra di sekitar tubuhnya sambil memulihkan lukanya.

"Bisakah kita menghabisinya sekarang?" tanya Naru.

"Aku setuju dengan Naru. Dia sedang kesakitan, ini kesempatan kita," tambahku.

NR menggeleng.

"Kemungkinan kalian menang adalah 1%. Dark Menma jauh lebih kuat dari yang kalian bayangkan. Apa kalian tidak berpikir? Jika mau, seharusnya Dark Menma bisa memutar waktu seperti sebelumnya agar dia tak terluka oleh tendanganku. Tapi lihat sekarang, dia memilih untuk menyembuhkan lukanya. Dia pasti sedang merencanakan sesuatu. Kurasa dia ingin bermain lebih lama dengan kalian."

"Tapi bukan berarti kita tak bisa menang. Kita harus coba."

"Tidak perlu. Ini persis seperti apa yang kulihat di masa depan. Kubah chakra yang dibuat Dark Menma itu bukan hanya untuk bertahan, tapi juga efektif untuk menyerang. Aku serius saat bilang kalian akan mati. Kalian akan mati 1 jam dan 12 menit dari sekarang."

Kedua kalinya mendengar kematian, dadaku tersentak juga. Apalagi kali ini disertai detail waktunya. Siapa yang tak takut mati? Rasanya tak ada yang tak takut mati. Satu jam itu waktu yang singkat. Apalagi dalam sebuah pertarungan. Satu jam itu akan terasa seperti 10 menit.

"Apa yang terjadi di masa depan?" tanya Karin. Dia berusaha menyembunyikan ketakutannya ketika bertanya hal itu.

"Kalian dikalahkan oleh Dark Menma. Kematian kalian adalah awal dari kehancuran dunia. Dua tahun selanjutnya Dark Menma akan menyatakan diri sebagai pemimpin dunia, tepatnya itu terjadi tahun 2011. Ada banyak ninja hebat di dunia yang memberontak dan gagal. Tahun 2050 semua dimensi bersatu dan terjadi pemberontakan besar-besaran di ketujuh dimensi, tapi seorang Time Traveler bukanlah tandingan mereka. 10 Oktober 2050 Dark Menma menghancurkan dunia dan saat itulah dunia berakhir. Perhatikan rekaman penglihatanku di dimensi ke-6 tepat sebelum dunia berakhir."

NR memancarkan sebuah layar hologram dari tangan kirinya kemudian mempertontonkannya kepada kami. Di layar itu ada Karin, kakak Souban, yang nampak sudah tua. Tanggal yang tertera di sudut video itu menunjukkan tanggal 10 Oktober 2050, masa depan.

"Selamat pagi NR099, selamat datang di dunia. Bagaimana perasaanmu?" tanya Karin dengan suara rentanya.

Kamera mengarah ke wajah tua Karin kemudian ke bagian tangan NR. Dia sedang mengepal-ngepalkan tangannya, juga mengangkat kakinya bergantian.

"Baik, Profesor. Sistemku berjalan normal. Tidak terdeteksi kesalahan di segi software maupun hardware."

BRAKKK!

Sebuah android terlempar ke dekat mereka hingga menghantam tembok. Kepala dan tangannya nyaris putus seperti sudah bertarung hebat. Lehernya mengeluarkan percikan listrik. Tak lama kemudian android itu mati ditandai dengan padamnya kedua mata merah miliknya. Di dada kirinya kulihat ada tulisan NR098, itu berarti 1 versi lebih lama dari NR yang sedang berada di hadapanku.

"Sayang sekali aku harus membangunkan android terbaikku di saat seperti ini," gumam Karin sambil tersenyum kecut.

"Apa yang terjadi, Profesor?" tanya NR.

Kamera kemudian mengarah ke luar jendela lab yang besar. Banyak sekali gedung-gedung yang hancur. Ratusan android NR098 sedang menembaki sesuatu di atas yang tak bisa kulihat karena terbatasnya sudut pandang jendela lab.

"Dunia akan segera berakhir, NR. Dark Menma akan menghancurkan dunia tak lama lagi."

"Siapa Dark Menma?"

"Ceritanya panjang. Kau bisa mencari informasinya di data sejarah yang sudah kusimpan di harddisk-mu lain kali. Yang terpenting sekarang adalah misimu. Aku sudah melengkapi tubuhmu dengan mesin waktu. Aku memerintahkanmu untuk pergi ke masa lalu dan merubah sejarah. Empat puluh tahun yang lalu, tepatnya tahun 2009, empat orang yang mengaku dari dimensi lain datang ke rumahku. Mereka bilang Naruto sedang diincar oleh Yami dan Dark Menma. Kurasa itulah awal dari malapetaka ini. Selamatkan Naruto dan cari cara untuk mengalahkan Dark Menma dan Yami."

Bersamaan dengan itu Karin melepas kabel-kabel yang terhubung ke tubuh NR. NR terbang meninggalkan lab. Dan tak lama kemudian lab tersebut meledak, diiringi rentetan ledakan dari seluruh bagian bangunan lainnya dari kompleks gedung Hyuuga Cyber Company.

Ratusan – bahkan ribuan – NR098 yang sempat menyelamatkan diri dari ledakan diturunkan dari 3 pesawat besar untuk ikut membantu menyerang Dark Menma. Kamera kemudian mengarah kepada Dark Menma yang sedang berdiri di kepala Kyuubi. Ada 6 Kyuubi lain yang ikut membantu di sekitarnya. Dari tayangan video yang fokus di wajah Dark Menma, aku yakin NR ingin sekali ikut menyerang orang yang telah membunuh Karin tersebut. Karin bisa disebut sebagai 'ibu' yang mengaktifkan NR sehingga ia bisa hidup di dunia. Tapi ia ingat misinya sehingga memutuskan untuk segera pergi ke masa lalu sebelum Dark Menma menyadari kehadirannya.

Video berakhir. NR mematikan kembali layar di tangan kirinya. Orochimaru dan Naru tak menyangka dimensi ke-6 yang beberapa jam lalu kami tinggalkan akan porak poranda 40 tahun dari sekarang. Karin ikut sedih melihat dirinya yang lain meninggal, padahal sebelumnya ia dan kembarannnya itu sempat berbagi cerita. Yang paling terpukul dengan tayangan tadi adalah Souban. Souban terduduk lemas melihat kematian kakaknya yang tragis.

"Aku tak bisa membayangkan bagaimana kehidupan Nee-san dan ibuku selama 40 tahun aku tak ada bersama mereka."

Aku mendekati Souban dan memegang pundaknya. "Kejadian itu masih 40 tahun lagi dari sekarang. Jika kita bisa mengalahkan Dark Menma sekarang, kejadian di video tadi tak akan terjadi dan kau bisa pulang ke rumahmu." Aku lalu menoleh ke arah NR. "Kau sudah tahu cara mengalahkan Dark Menma, kan NR?"

"Maaf," kata NR. "Aku sudah melakukan perjalanan ke berbagai masa, tapi kenyataannya mengubah sejarah tak semudah itu. Dark Menma tak bisa dikalahkan. Jadi kuputuskan untuk fokus pada misi utama menyelamatkan Souban. Aku akan membawanya ke masa lalu dimana dunia masih damai."

Semua yang mendengar kata-kata NR langsung kaget. Tak terkecuali Souban. Souban berusaha berdiri. Aku memegang tangan kanannya untuk menopang tubuhnya.

"Jadi maksudmu, kau hanya akan membawaku dan akan meninggalkan yang lain?" tanya Souban dengan nada yang meninggi.

"Ya, tubuhku hanya bisa menampung 1 orang."

"Itu tidak masuk akal," timpal Orochimaru. Ia yang dari tadi diam saja kini angkat bicara. "Kau bilang Dark Menma adalah seorang Time Traveler. Itu berarti kemana pun kau pergi dia akan bisa mengejarmu. Pergi ke masa lalu bukanlah jalan keluar. Suatu saat Dark Menma akan berhasil menangkapmu."

Perkataan Orochimaru cukup logis. NR tak mungkin akan terus bermain kucing-kucingan dengan Dark Menma. Aku menoleh ke arah NR, menunggu apa reaksinya. Sayang sekali wajahnya terbuat dari titanium sehingga tak bisa menunjukkan emosi.

"Persentase keselamatan Souban di sini 1%, sedangkan jika aku membawanya ke masa lalu bisa naik sampai maksimal 50%. Setidaknya Souban akan hidup lebih lama dibandingkan di sini."

"Cukup!" bentak Souban. Ia melepaskan pegangannya di leherku kemudian berjalan menuju NR. "Kau seharusnya berusaha menyelamatkan yang lain juga. Kau bisa disebut sebagai Time Traveler juga karena punya mesin waktu di tubuhmu. Seharusnya kau bisa melakukan sesuatu."

"Aku bukan Time Traveler. Time Traveler bagaikan dewa yang memegang waktu dalam genggamannya, sementara aku hanya berlari di dalamnya. Dark Menma bisa memperlambat, mempercepat, mengulang, bahkan bisa menghentikan waktu dan seisi dunia jika dia mau. Berbeda sekali denganku yang hanya bisa berpindah waktu."

"Jadi karena itu kau menyerah?"

"Ya."

Souban kini berada di hadapan NR yang lebih tinggi darinya. Ia menunjuk dada kiri NR yang bertuliskan NR099 berwarna merah.

"Inilah alasan kenapa aku benci robot. Mereka tak punya hati seperti manusia. Mereka hanya menilai sesuatu berdasarkan perhitungan matematis. Mereka tidak menilai dengan hati nurani. Bagi seorang manusia, kemungkinan hidup 1% itu sudah lebih dari cukup untuk diperjuangkan. Persetan dengan misimu! Aku memilih untuk berjuang bersama teman-temanku!"

Hening.

Aku terkesan dengan kata-kata Souban. Mungkin dia tak sekuat kami, tapi dia punya rasa persahabatan yang tak kalah besar dengan kami semua. Seandainya kekuatan ninja tidak dilenyapkan di dimensi ke-6 seperti yang dikatakan Kushina, maka bisa dipastikan Souban akan jadi ninja hebat seperti Naruto-Naruto lainnya di dimensi lain.

NR belum juga menjawab. Kecerdasan buatannya pasti sedang berpikir bagaimana caranya menimpali kata-kata Souban.

Tiba-tiba NR mengambil senapan dari punggungnya. Aku mulai panik.


DOR! DOR! DOR! DOR! DOR! DOR…..

TRANG!

NR ternyata melompat melewati kami dan menembak ke arah belakang kami.

Sembilan buah kunai berhasil dihadang oleh puluhan peluru berkaliber besar yang keluar dari senapan NR. Sayangnya kunai terakhir lolos dan melesat mengarah ke kepala NR. NR bertindak cepat dengan mengambil pedang dari punggungnya dan menangkis kunai yang datang. Tak lupa NR menaikan suhu pedang sehingga mata pedang kini berwarna merah. Kunai terakhir meleleh kemudian jatuh di sisi kakan dan kiri kaki NR.

Aku melihat ke arah serangan. Rupanya kunai-kunai tadi adalah serangan pemanasan dari Dark Menma. Ia sudah pulih dari lukanya. Kemampuan penyembuhan lukanya lebih cepat dari Souban dan aku, bahkan dari Yami sekalipun!

Hal kedua yang kusadari dari Dark Menma adalah chakra-nya. Jika sebelumnya ia terkesan menyembunyikan aliran chakra-nya, maka sekarang ia tak segan untuk menunjukkannya kepada kami. Chakra yang keluar dari tubuhnya merupakan gradasi dari warna kuning-merah-hitam.

"Android-san, kau meremukkan semua apel-apelku," gumam Dark Menma. Ia mengeluarkan pecahan-pecahan apel dari kantong bajunya. "Tapi tak apa. Aku akan membelinya lagi setelah aku mengalahkan kalian."

Sedangkan hal yang tak berubah dari Dark Menma adalah senyuman sok ramahnya. Bisa-bisanya ia bicara kepada NR sambil tersenyum. Senyumannya itu sama sekali berbanding terbalik dengan hal yang dilakukannya. Itu malah membuatku semakin kesal. Dia mengingatkanku pada raut wajah-tanpa-dosa Sai, hanya saja jauh lebih parah sadisnya.

"Panggil aku NR," balas NR.

Bodohnya lagi NR masih saja menanggapi ocehan musuh. Dalam keadaan sekarang nama panggilan tak penting. Dasar robot.

"Baiklah, NR. Kudengar kau bilang kepada mereka kalau aku Time Traveler. Kuakui itu memang sedikit mengacaukan alur permainanku. Tapi lupakan itu. Aku sudah tak tertarik memainkan waktu. Kau pikir hanya itu kemampuanku? Aku sudah menyiapkan rencana B yang akan membuat permainan ini tetap menarik. Aku tak akan memutar waktu, tapi sebagai gantinya…"

"Kuchiyose Edo Tensei!"

Dark Menma memanggil puluhan orang ke medan perang. "… kalian akan melawan semua bonekaku!"

Badanku bergetar melihat siapa yang dipanggil Dark Menma.

Dark Menma memanggil 35 shinobi dengan jurusnya. Sehingga kini di hadapan kami ada 36 orang shinobi yang terdiri dari 6 Naruto (termasuk Dark Menma), 6 Madara, 6 Hashirama, 6 Obito, 6 Minato, dan 6 Jiunchuuriki. Kuperhatikan 35 shinobi tersebut dikontrol sepenuhnya oleh Dark Menma karena tak ada satupun dari mereka yang menunjukkan emosi.

Enam orang pertama saja sudah cukup membuatku menelan ludah sendiri. Enam Naruto yang berada di jajaran paling depan tersebut terdiri dari Naruto ET (edo tensei), Naru ET, Dark Menma, Yami ET, Akage ET, dan Shichidaime Hokage ET.

Lalu kedua bola mataku menyisir 30 shinobi lainnya di belakang Dark Menma. Aku menebak kalau mereka dipanggil dari 6 dimensi berbeda, yaitu dimensi 1, 2, 3, 4, 5, dan 7. Dimensi ke-6 tidak dipanggil karena bukan dunia ninja.

Ini tak masuk akal. Mayat Yami masih ada di belakang kami. Kapan Dark Menma mengambil gennya? Baiklah, mungkin sebelumnya ia sudah mengambil gen Yami. Yang paling tak masuk akal adalah beberapa dari mereka masih hidup di dimensinya masing-masing jadi tak mungkin di-edo tensei. Ambil contoh paling gampang, bagaimana bisa Dark Menma melakukan edo tensei terhadapku dan Naru yang notabene masih hidup di sini?

"NR, ada apa ini? Apa di masa depan juga seperti ini?" tanyaku bingung.

"Tidak. Dark Menma tidak pernah melakukan pemanggilan edo tensei. Sepertinya Dark Menma mengubah strategi perang karena melihat keberadaanku dan Clone di sini."

"Sial!" rutukku. Perasaanku campur aduk antara kesal, bingung, dan khawatir pada timku.

Sebenarnya mau rencana A atau pun B sama-sama tidak menguntungkan bagi kami. Tadinya kupikir dengan tak digunakannya kemampuan memutar waktu oleh Dark Menma, kami punya kesempatan untuk menang. Nyatanya tak ada celah bagi kami untuk menang. Melawan Yami saja sudah mengorbankan setengah dari timku. Apalagi sekarang. Aku merasa kematian sudah berada di hadapanku kali ini, persis seperti kata-kata NR.

Sebagai pemimpin dari Tim Naruto, aku merasa bertanggung jawab pada nyawa anggota timku. Aku memang tak menjanjikan keselamatan. Sejak awal ini adalah misi hidup dan mati. Hanya saja aku tak mengira akan berakhir setragis ini.

"Terima kasih sudah mau bergabung denganku dalam petualangan yang berbahaya ini," gumamku pelan, tapi kupastikan bisa didengar oleh anggota timku.

"Tidak apa-apa. Kami bergabung karena kemauan kami," balas Karin.

Aku menoleh kepada Orochimaru dan Naru. Mereka mengangguk menyetujui pernyataan Karin. Aku tersenyum kepada mereka. Meski singkat tapi aku senang bisa berpetualang dengan mereka.

"Baiklah. Sekali lagi terima kasih. Kurasa kalian juga sependapat denganku kalau lawan kita kali ini sulit untuk dikalahkan. Kemungkinan kita menang kecil sekali apalagi setelah 35 orang itu datang. Jika memang kita akan mati di sini, sesuai dengan masa depan yang diceritakan NR, mungkin itu takdir kita. Tapi aku menolak untuk menyerah begitu saja tanpa melakukan perlawanan. Bagaimana dengan kalian?"

Naru berjalan mendekatiku dan menyimpan telapak tangannya di dadaku. "Aku sudah berjanji untuk tetap berada disampingmu, Nii-san," jawabnya dengan diiringi senyum manis.

Aku membalas senyumannya. "Ya, mohon bantuannya Imouto."

"Haaaahhh." Karin menghela napas panjang. "Setidaknya di sini aku bisa berguna, di Konoha 1 aku merasa tak berguna."

"Senang berpetualang denganmu, Naruto," kata Orochimaru.

Senyumku makin lebar. Menyenangkan sekali punya tim yang rela mati di sampingmu hingga saat-saat terakhir. Aku menoleh ke arah Souban, NR, dan Clone.

"Bagaimana dengan kalian?" tanyaku.

"NR terlanjur membawaku kemari, jadi apa boleh buat. Aku akan bergabung," jawab Clone.

"Kau tak usah bertanya lagi, aku pasti bergabung," jawab Souban.

Satu-satunya yang tak menjawab adalah NR. Ia malah bicara dengan Souban.

"Kenapa kau ingin membantu mereka? Persentase kemenangan kalian turun ke 0,01% setelah kedatangan 35 shinobi itu."

Souban seakan tak peduli kata-kata NR. Ia berjalan menjauhi NR.

"Aku tak peduli. Mereka temanku. Kau ikut atau tidak?" tanyanya sambil menoleh.

"Aku… akan melihat dari sini," jawab NR.

Terlihat jelas raut kekecewaan di wajah Souban. Tapi baik aku maupun Souban tak bisa memaksa NR untuk membantu kami. Itu haknya untuk tetap diam.


Jumlah timku sekarang 6 orang. Jumlah itu seperenam dari musuh yang akan kami hadapi. Itu artinya jika dibagi berdasarkan jumlah, masing-masing dari kami akan menghadapi 6 orang. Dari sudut pandang manapun kau melihatnya, pertarungan ini sangat tidak seimbang. Tapi aku tak mau mengurangi semangat teman-temanku yang sudah membara dengan mengeluh begitu saja.

Aku dan Naru bertukar pandangan dan mengangguk, sudah tahu apa yang ada di pikiran masing-masing. Naru dan aku segera mengaktifkan mode Kyuubi & Senjutsu. Aku memberikan sebagian chakra-ku kepada Souban dan Karin. Naru memberikan sebagian chakra-nya kepada Orochimaru. Gen ular di badan Orochimaru tiba-tiba bereaksi saat dialiri Senjutsu milik Naru. Empat tanduk muncul di kepalanya. Gen ular dalam tubuhnya berevolusi menjadi naga.

"Kenapa tidak memakai mode Rikudou?" tanya Clone padaku.

Aku kaget karena dia tahu aku sempat menguasai mode Rikudou. Aku tak yakin kalau Clone adalah cloning-ku di masa lalu. Dia lebih mirip dari masa depan ketimbang dari masa lalu jika dilihat dari pengetahuan dan umurnya yang jauh lebih tua dariku. Buktinya dia tahu kalau pasca perang aku (dan Sasuke) diwarisi kekuatan Rikudou Sennin.

"Aku sudah tak bisa menggunakan mode Rikudou. Setelah perang berakhir kekuatan Rikudou di tubuhku dan Sasuke disegel untuk meminimalisir penyalahgunaannya. Kekuatan sebesar itu telah mengundang peperangan dan penderitaan dari generasi ke generasi."

"Aku akan membuka segelnya. Kita tak punya pilihan. Kita butuh kekuatan itu sekarang."

Aku ragu untuk melepas kekuatan ini. Sudah 5 tahun aku tak menggunakannya. Naru menarik tangan kananku untuk menenangkan.

"Tidak apa-apa, Nii-san. Ini untuk menyelamatkan dunia."

"Baiklah," jawabku akhirnya.

Clone masuk dalam mode Rikudou dan menyimpan tangannya di telapak tangan kananku. Ia hapal betul bagaimana cara membangunkan kekuatan Rikudou dalam tubuhku yang sudah disegel oleh Tou-san pasca perang. Lambang matahari yang dulu lenyap di telapak tanganku kini muncul kembali. Disusul dengan pancaran kekuatan yang meluap-luap dari tubuhku. Tak lama setelah itu aku sudah bisa masuk ke mode Rikudou.

Tampilan mode Rikudou milikku sama persis dengan Clone. Warna mata kami berubah jadi kuning. Tubuh kami ditutupi jubah sepinggang berwarna kuning dengan jubah bagian dalam dan celana panjang berwarna hitam. Lambang di perut kami berubah jadi lingkaran. Beberapa simbol magatama (bentuk koma) ada di leher kami. Sembilan lambang magatama lainnya juga ada di punggung, tepat di bawah lambang rinnegan. Di bagian depan kepala kami tumbuh 2 tanduk. Ada 9 gudoudama (bola hitam) di belakang punggung yang bisa kami gunakan sebagai pertahanan maupun senjata. Sedangkan 2 gudoudama lain kami jadikan tongkat.

Kini 2 orang sudah dalam mode Rikudou Sennin, 1 orang dalam mode Kyuubi-Senjutsu, 1 orang dalam mode Sage Naga, dan 2 orang Uzumaki lainnya sudah diselimuti chakra Kyuubi. Semua itu memberikan penambahan kekuatan yang cukup signifikan di pihak kami.

Setelah mode Rikudou aktif, aku tak mau menyia-nyiakannya sehingga segera kupilih lawan yang terkuat untuk memudahkan anggota timku yang lain.

"Aku akan menghadapi 6 Naruto, kalian tangani sisanya," seruku.

Naru, Karin, dan Orochimaru melompat ke sisi kiri.

"Aku akan melawan Tou-san- maksudku 6 Minato," kata Naru.

"Enam Jinchuuriki urusanku," kata Karin.

"Aku 6 Hashirama," kata Orochimaru.

Minato yang menjadi lawan Naru adalah 6 Minato dari berbagai dimensi. Enam Minato itu punya gaya bertarung yang berbeda. Tapi pada dasarnya kemampuan mereka mirip. Mereka menyerang dengan variasi rasengan, fuinjutsu, dan hiraishin. Naru memilih Minato karena dia yang paling tahu apa saja kemampuan Minato.

Untuk Karin, sepertinya dia berniat mengekstrak enam bijuu dari keenam jinchuuriki, yaitu Bee, Fu, Utakata, Han, Roshi, dan Yagura. Terlihat dari kedua tangannya yang sedang memegang 2 rantai berwarna keemasan.

Orochimaru memilih Hashirama sebagai lawannya karena dia pernah melakukan edo tensei pada Hokage pertama Konoha tersebut. Jadi sedikit banyak dia tahu bagaimana cara melawannya. Aku tak tahu apa penilaianku sesuai dengan apa yang mereka pikirkan. Tapi sejauh ini pilihan lawan mereka sudah tepat.

Aku menoleh pada 2 lagi anggota timku.

"Aku akan melawan pria berambut panjang itu," kata Souban.

"Tidak, Nak," cegah Clone. "Kau tak tahu siapa yang kau hadapi. Biar aku yang melawan Madara. Kau lawan saja Obito, enam pria yang paling kanan. Dia tak separah Madara."

Souban tak banyak protes dan langsung berlari ke sisi kanan diikuti Clone.

Tiba saatnya menghadapi lawanku sendiri, yaitu 6 orang Naruto dari berbagai dimensi.


Aku melompat ke hadapan 6 Naruto.

"Seperti yang kuharapkan dari seorang Uzumaki Naruto, kau pintar mengatur strategi. Persis seperti 1 tahun lalu di Konoha 2," kata Dark Menma.

"Aku sudah menduga kalau invasi mendadak Akatsuki ke Konoha 2 setahun lalu merupakan hasil provokasi seseorang. Hanya saja aku tak menyangka kalau itu ulahmu."

"Aku bosan saat itu. Yami sedang sibuk sendiri di dimensi ke 3. Jadi kuputuskan untuk mencari hiburan dengan meramaikan dimensi ke-2."

Aku mengepalkan kedua tanganku karena kesal. Invasi Akatasuki ke Konoha 2 setahun lalu telah memakan banyak korban, termasuk Jiraiya dan Sandaime. Menganggapnya sebagai sebuah hiburan merupakan tindakan yang tak bisa dimaafkan!

"Brengsek!"

Kulemparkan 6 gudoudama ke arah 6 Naruto. Mereka tak terlihat akan menghindar, sebaliknya mereka serentak masuk ke mode Kyuubi dan menyiapkan rasengan andalan mereka masing masing.

"Rasen Shuriken!"

"Odama Rasengan!"

"Rasenringu!"

"Dark Rasengan!"

"Chou Chakura Rasengan!"

"Rasengan!"

Menggunakan chakra? Baguslah, mereka semua tak tahu kalau gudoudama Rikudou termasuk Onmyouton dan Inyouton (kekuatan Yin-Yang) yang bisa menetralkan ninjutsu.

BOOMMM!

Saat semua serangan beradu, terjadi ledakan dahsyat.

Rasenringu dan dark rasengan menghancurkan pohon-pohon, tanah, dan bebatuan dalam sekejap. Medan pertempuran di bawah kami sudah seperti dihantam meteor. Terbentuk kawah besar yang ikut mengagetkan teman-temanku yang lain yang sedang bertarung dengan lawan mereka masing-masing. Sedangkan rasengan, rasen shuriken, odama rasengan, dan chou chakura rasengan melesat menuju ke arahku.

Semua rasengan tidak dinetralkan oleh gudoudama? Apa yang terjadi?

Selain itu, tak seharusnya rasengan-rasengan itu bisa dilemparkan jauh (kecuali rasen shuriken). Kuperhatikan lebih seksama kondisi pertempuran.

Ck! Kutarik kata-kataku tadi. Aku lupa kalau dark rasengan milik Yami memiliki fungsi yang mirip dengan gudoudama yaitu menyerap chakra. Yami mengalirkan sebagian chakra-nya kepada 5 Naruto lain. Dengan begitu 6 rasengan tadi tak bisa kunetralkan begitu saja karena mengandung chakra hitam milik Yami. Perlu gudoudama dengan porsi yang lebih banyak dari chakra hitam Yami jika ingin berhasil. Dasar Yami, baik yang sudah mati, maupun yang di-edo tensei, sama-sama merepotkanku.

Menyadari keadaan tersebut, aku tak mungkin bisa menahan gabungan 4 rasengan sebesar rumah itu dengan 2 tongkat biasa. Kubuat lagi beberapa gudoudama baru untuk digabungkan dengan kedua tongkatku. Kini 2 tongkatku berukuran lebih besar, sebesar Enma milik Sandaime. Empat rasengan kutahan dengan kedua tongkat tersebut. Tapi saking kuatnya gabungan 4 rasengan itu, 1 tongkatku patah dan 1 lainnya retak. Beruntung keempatnya bisa kuserap tepat waktu. Tanpa kuduga saat itu muncul Naruto ET dan Naru ET dari sisi kanan dan kiriku.

"U-" teriak Naruto ET sambil menendang perut bagian kiriku.

"zu-"teriak Naru ET sambil menendang perut bagian kananku. Keseimbanganku mulai kacau.

Mereka tak hanya berdua.

"ma-" teriak Akage ET sambil menendangku dari bawah hingga aku terlempar ke atas.

"ki"Belum selesai, giliran Shichidaime ET yang menendangku dari bawah.

"Naruto Rendan!"Rangkaian serangan diakhiri dengan Yami dan Dark Menma yang menghadiahiku heel-kick dari atas. Aku terjatuh ke tanah dengan keras. Dalam mode Rikudou pun serangan tadi lumayan sakit hingga membuatku batuk darah.

"Hahaha. Ini menyenangkan. Aku menyesal tak melakukan rencana B ini sejak awal. Kau menyedihkan sekali, Naruto. Bagaimana perasaanmu setelah diserang oleh jurus andalanmu sendiri?" tanya Dark Menma.

Dark Menma benar. Bahkan jurus dasar seperti itu bisa melukaiku jika dilakukan sekaligus oleh 6 Naruto yang sedang dalam mode Kyuubi. Aku merasa sedang melawan diriku sendiri yang berjumlah 6.

'Ini belum apa-apa', pikirku.

Kalau memang beberapa gudoudama saja tak cukup, aku akan buat kombinasi yang lebih besar!

"Pedang Nunoboko."

Pedang Nunoboko adalah pedang double-helix besar yang dibentuk dari gudoudama, lengkap dengan perisai sebagai pelengkapnya. Dulu pedang ini dipakai oleh Hagoromo Outsutsuki untuk menciptakan dunia. Jika diperhatikan lebih dekat, bentuknya mirip dengan DNA yang berwarna hitam.

"Kalian tak akan lolos dari ini! Heaahh!"

Pedang kutebaskan ke arah 6 Naruto. Keenamnya menghindar tapi kalah cepat dengan tebasan pedang. Akage jadi Naruto pertama yang badannya hancur. Lima Naruto lainnya memanggil Kyuubi mereka masing-masing untuk mempermudah menahan pedang. Pedang nunoboko terlalu besar jika ditahan oleh manusia. Aku tak tinggal diam, kuhunuskan pedang lebih kuat sehingga menembus Naruto selanjutnya. Naruto yang jadi korban selanjutnya adalah Yami dan Kyuubi miliknya. Pedang nunoboko menembus dada Yami sekaligus dada Kyuubi miliknya.

Aku segera menyegel Akage dan Yami dengan segel yang sempat diajarkan Sai supaya mereka tidak meregenerasi tubuh mereka.

"Jangan pikir aku tak tahu bagaimana caranya menghadapi seorang Rikudou Sennin!" teriak Dark Menma.

Keempat Naruto melengkapi mode Kyuubi mereka dengan chakra Senjutsu. Jika kulihat dari perubahan mata mereka, keenamnya adalah sage kodok. Lalu Naru ET, Naruto ET, Shichidaime ET, dan Dark Menma memerintahkan kyuubi mereka untuk menyerangku. Dua dari mereka menahan badan dan perisaiku, dua kyuubi lainnya mematahkan pedang nunoboko.

Dulu Obito dengan mudah bisa menahan Kyuubi-Senjutsu dan Susanoo-Senjutsu dengan pedang nonuboku. Tapi sekarang lain cerita, sekarang jumlah kyuubi-nya ada 4. Dua kali lebih kuat dibandingkan saat perang dunia ninja ke-4.

Empat kyuubi meninju perisai di tanganku secara serempak. Hempasan chakra bisa kutahan karena sebagian diserap goudoudama, tapi efek dorongan dari pukulan tetap terasa sehingga aku terlempar ke dekat Naru dan Souban.

Di medan perang sebelah sini pun tak lebih baik. Naru terluka parah di bagian perutnya, luka dari kunai 3 sisi. Sedangkan Souban memiliki luka memar hampir di sekujur tubuhnya. Selain itu luka di pahanya bertambah parah.

"Seandainya bukan edo tensei, mungkin aku bisa menandingi mereka. Mereka terus meregenerasi. Hanya 2 Minato yang sempat kusegel," keluh Naru.

Enam Obito berjalan ke arah kami dengan mata rinnegan dan sharingan yang aktif. Empat Minato berada tak jauh di belakangnya, sementara 4 Naruto sedang dalam perjalanan kemari.

Aku dan Naru menarik tubuh Souban bersama kami karena ia tak bisa berjalan cepat. Orochimaru, Karin, dan Clone sedang sibuk dengan musuh mereka masing-masing jadi aku tak bisa meminta bantuan mereka.


Tiba-tiba NR muncul di hadapan kami, memunggungi kami.

"Aku sudah cukup melihat usaha kalian untuk saling melindungi satu sama lain. Saatnya memberi tahu cara mengalahkan Dark Menma," kata NR tanpa sedikitpun menoleh.

"Kau bilang Dark Menma tak bisa dikalahkan?" tanyaku.

"Maaf, aku bohong saat bilang tak ada cara mengalahkannya. Aku ingin kalian saling mempercayai satu sama lain dulu sebelum kusebutkan caranya. Itulah alasannya kenapa aku memilih untuk diam mengamati."

"Kalau begitu bagaimana caranya?"

"Dark Menma alias Time Traveler hanya bisa dikalahkan oleh Time Traveler lain. Salah satu dari kalian harus ada yang menjadi Time Traveler ke-2. Sayangnya, untuk menjadi Time Traveler kita harus memfokuskan 7 kekuatan Naruto dalam 1 tubuh. Karena sekarang hanya tersisa kalian bertiga, maka dua di antara kalian harus ada yang mengalah, dengan kata lain… dua di antara kalian harus mati."

"A-apa?!" tanya Souban dan Naru bersamaan.

Ini memang jadi berita yang mengagetkan kami. Tapi di samping itu, satu lagi misteri terbongkar. Ternyata seorang Time Traveler itu bisa lebih dari 1 orang. Dan untuk menjadi Time Traveler kita harus membunuh diri kita di 6 dimensi lainnya sehingga 7 kekuatan Naruto dari 7 dimensi terkumpul. Hal itulah yang dilakukan Yami selama ini, ia sering menyebutnya 'memburu Naruto'.

Mungkin ini juga yang ditakutkan Akage (yang sempat disampaikan oleh Shion). Saat 7 kekuatan Naruto berhasil dikumpulkan, maka penggunanya hampir bisa melakukan apapun. Makanya Shion memperingatkanku jangan sampai Yami berhasil membunuh 6 Naruto lain.

Sejak awal Dark Menma mengiming-imingi Yami kekuatan ini sehingga ia mau memburu Naruto. Yami yang selalu haus akan kekuatan tentu saja akan tertarik.

"Masuk ke tubuhku, Souban," perintah NR.

"Aku sudah bilang tak mau!" jawab Souban bersikeras.

"Tenanglah. Kita tak akan pergi ke masa lalu. Kita akan masuk ke mode ketiga (armor suit). Kau boleh menyerang dengan menggunakan tubuhku. Dengan begitu kau bisa berguna bagi teman-temanmu. Mengenai siapa yang akan jadi Time Traveler Ke-2, itu terserah kalian. Yang jelas sekarang kita berjuang mengejar 0,01% keselamatanmu."

Souban tersenyum lalu beringsut mendekati NR. Armor NR terbuka dan Souban masuk ke dalamnya.

"Kupikir kau tak punya hati," cibir Souban.

"Itu pada zamanmu. Teknologi meningkat pesat. Tahun 2050, semua android memiliki hati yang disebut kokoro. Kami akan belajar hal baru dari manusia di sekitar kami dan menyimpannya dalam komponen kokoro. Dan hari ini aku sudah belajar sesuatu yang berharga darimu, yaitu persahabatan."

Souban tersenyum senang.

"Kau siap?" tanya NR.

"Ya."

Armor bagian kepala NR mulai menutupi kepala Souban.

"Kau tak akan kesulitan mengendalikan badanku. Anggap saja sedang bermain game perang, bedanya kini taruhannya adalah nyawamu."

Semua armor NR menutup sepenuhnya dan kedua matanya kembali menyala.

BOOM!

Empat Naruto dan Kyuubi mereka masing-masing sampai di hadapanku. Dark Menma turun dari kepala Kyuubi dan mendarat di tanah dekat 6 Obito dan 4 Minato. Ia memperhatikan NR baik-baik.

"Hoho, NR-san sudah bergabung ke medan perang. Pertarungan akan semakin menarik," seru Dark Menma. Diperintahkannya 3 Naruto lain yang berada di atas kepala Kyuubi untuk ikut turun. "Aku suka melihat orang-orang yang terus berjuang meski tahu dirinya akan mati. Sekarang ayo kita lihat apa kalian masih punya semangat setelah ini."

Dark Menma memancarkan chakra kuning-merah-hitamnya ke tubuh 3 Naruto dan 6 Obito.

"Mode Rikudou Sennin!"

"Apa yang akan kalian lakukan sekarang, hah?" tanya Dark Menma sambil memperlihatkan senyum 'ramah' yang jadi ciri khasnya.

Sepuluh orang di hadapan kami berubah jadi mode Rikudou secara bersamaan. Jantungku seperti akan lepas dari tempatnya saat kulihat mereka. Tapi Dark Menma salah jika menganggap kami akan berhenti berjuang begitu saja.

Naru menggenggam tangan kananku, kubalas genggaman tangannya dengan erat seakan itu berarti 'Jangan takut, Naru'.

Kami mengatifkan lagi kemampuan terbaik kami. Aku mengaktifkan mode Rikudou, sedangkan Naru masuk ke mode Kyuubi-Senjutsu.

Souban mengambil senapan dan pedang dari punggungnya. Senapan ia pegang dengan tangan kiri. Pedang ia pegang dengan tangan kanan.

"Maaf telah merepotkan kalian selama ini, Naruto, Naru," gumam Souban. "Sekarang giliranku untuk melindungi kalian."

Aku dan Naru tersenyum lalu berjalan ke samping NR tanpa melapas genggaman tangan kami. Dipegangnya lengan armor kiri Souban oleh Naru.

"Lebih tepatnya, kita akan melindungi satu sama lain," ujarku.

Souban mengangguk setuju.

Perlahan kuperhatikan 2 sosok di sampingku. Aku penasaran apa yang ada di pikiran Naru dan Souban sekarang. Meski kami sekarang bersemangat untuk bertarung bersama. Tapi di lubuk hati kami yang paling dalam kami tahu perang ini sulit dimenangkan. Aku yakin mereka punya pertanyaan yang sama denganku. Jika perang ini tak bisa kami menangkan, siapa yang akan jadi Time Traveler ke-2 dan siapa 2 orang lainnya yang akan mengalah dan mati?

To Be Continue…


A/N: Bagi yang merasa bingung, lihat dulu summary di bawah ini biar jelas:

Dimensi 1: Naruto & Clone

Dimensi 2: Naru

Dimensi 3: Menma (DEAD)

Dimensi 4: Yami (DEAD)

Dimensi 5: Akage (DEAD)

Dimensi 6: Souban& NR099

Dimensi 7: Hokage (DEAD) & Nee-san (DEAD)

?: Dark Menma

Team Naruto hingga saat ini: Naruto, Naru, Orochimaru, Karin, Souban, NR099, Clone

Penampilan fisik Yami Makkura & NR099 bisa lihat gambarnya di blog saya: rifukii dot wordpress dot com. Jangan lupa kasih komentar di blog-nya, jangan cuman mampir doang biar saya tahu yang liat siapa aja.

Salam anti-mainstream!

© rifuki