Fanfiction.

Author : 4-92Line,2 & 6.

Cast : Byun Baekhyun

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

Wu Yifan

And other cast.

Genre : Romance,Fantasy, Horror(?), Comedy(?), Hurt/Comfort(?)

Rating : T.

Pairing : ChanBaek

ChanSoo

KrisBaek

And other pairing.

Warning : GS for Uke, OOC, Typo(s),Cerita aneh bin Gaje, EYD ancur, DLL.

Disclaimer: Para cast adalah milik diri mereka sendiri, orang tua mereka dan Tuhan YME dan Fanfic ini terinspirasi dari beberapa Drama, Ost, dan Lagu. Jadi maaf jika banyak kesamaan scene.

HAPPY READING.

'Jebal juseyo~'

Baekhyun menyerah,ia lelah jika hantu itu selalu mendatanginya tanpa ada alasan jelas, ia lalu membuka matanya perlahan,dan ia terkagum melihat sosok seram tadi yang wajahnya buruk rupa berubah menjadi sangat cantik.

Sosok itu tengah duduk dan meminta bantuan pada Baekhyun, 'Jebal juseyo~'.

"N..ne, baiklah. A..aku akan menolongmu."

Sosok itu lalu tersenyum pada Baekhyun, 'Kamsha, Baekhyun-ssi~'.

"N..ne, kau mau minta bantuan... apa?", tanya Baekhyun.

'Aku ingin kau~...'

-M.C.L-

The Letter.

"Kenapa kau pergi,Noona?", Namja tampan dengan tubuh perfectnya nampak tengah memegang sebuah pigura foto.

"Kau tau aku sangat membutuhkanmu disini...", suara Namja tampan itu nampak parau dengan matanya yang berkaca-kaca, berusaha menahan tangisnya.

"... dulu 'dia' sekarang 'kau', jadi setelah ini siapa?", Namja itu memeluk pigura foto itu erat, memeluk sebuah pigura yang berisi gambar dirinya dan seorang yeoja yang nampak begitu cantik.

"Tuan..."

"Ah.. ne?"

"Apa anda tak ingin pulang?"

"Kau pergi saja dulu, sebentar lagi aku akan menyusulmu."

"Ne,Tuan WuFan.", setelah kepergian orang itu, WuFan meletakkan pigura itu di meja kerjanya dan beranjak pergi mengikuti orang tadi.

WuFan menatap lembut pigura itu,sebelum akhirnya ia menutup pintunya.

"Aku pulang dulu,Noona."

-M.C.L-

The Letter.

'TUT-TUT-TUT'

"ARRRRGGGHHH!", Namja dengan wajah kotaknya itu meremas Smartphone yang sedari tadi ia pakai untuk menelpon itu.

"Kenapa tidak diangkat? Apa kau marah padaku? Apa kau marah karena aku tak mengangkat panggilanmu atau membalas pesanmu?" , Namja itu berbicara dengan Smartphonenya, berharap seseorang yang ia tunggu menelpon atau mengiriminya pesan.

"Kau taukan aku sangat sibuk. Jadi baru sekarang aku menghubungimu, tapi saat aku menghubungimu kenapa nomormu tak pernah aktif?", namun tak ada sama sekali panggilan atau pesan yang masuk.

"Kau dimana? Kenapa aku tak pernah melihatmu lagi?", Namja itu mengusap wajahnya frustasi, ia lalu membaringkan tubuhnya diranjang king sizenya.

Perlahan tapi pasti, Namja itu menutup matanya,berniat untuk mengistirahatkan fisik dan mentalnya yang nampka lelah.

"Bogoshipoyo..."

'Tes-Tes'

'Nado bogoshipo,Jongdae-ya.'

'HHHSSSHHH'

Sosok itu akhirnya pergi dengan air mata yang menetes dari mata indahnya.

-M.C.L-

The Letter.

"HUAAHHHH!"

"NGGGHHH BERISIK!"

Alien tampan yang diketahui Chanyeol itu menguap lebar sambil mencoba bangun dan meregangkan tubuhnya yang nampak kaku, dan hal itu membuat Yeoja disebelahnya terbangun dengan mata yang masih belum terbuka sepenuhnya.

"Hoi, bangun ini sudah pagi." , tanpa berperike-alien-an/? ia mengguncangkan tubuh Yeoja disebelah hingga Yeoja itu terbangun sepenuhnya.

"Sakit,idiot!"

"Bisakah kau tak memanggilku idiot? Aku bosan mendengarnya, dan aku juga punya nama, jelek!"

"Nama dan sikapmu itu sama-sama idiot, cangkam itu!"

"Kau juga,jelek!"

"Idiot!"

"Jelek!"

"Idiot!"

"Jelek!"

"Idi_"

'TOK-TOK-TOK'

"Awas kau!" , Baekhyun meng-deathglare Chanyeol yang tengah terkekeh geli.

'TOK-TOK-TOK'

"Ne, chakaman!"

"HHHUUUUAAAA!" Baekhyun yang baru saja membuka pintu kamarnya langsung terkaget mendapati sosok semalam yang wajahnya telah berubah kembali seperti semula,buruk rupa.

'Baekhyun-ssi.'

"YAK! Kau mengagetkanku!"

Sosok itu tersenyum,membuat Baekhyun merinding setengah mati.

'Kau akan membantukukan?'

"N..ne. Aku akan membantumu. Lebih baik kau ceritakan dulu masalahmu. Jja kita duduk disana."

'Ne.'

Baekhyun mendudukkan dirinya disebuah bangku didepan kamar Apartementnya diikuti dengan sosok itu yang duduk disebelahnya.

"Jja ceritakan."

'N_'

"Hoi!"

Baekhyun menghembuskan nafasnya kasar, ia lelah menghadapi dua makhluk didepannya ini, 'YA TUHAN, AMBIL AKU! AKU LELAH!'

"Ada apa lagi,idiot?", tanyanya.

"Kau yang idiot, mengapa kau bicara sendiri?"

"Aku sedang berbicara dengan seseorang."

"Mana? Dimana orang itu?"

"Disebelahku!"

"HA! Kau gila ya?"

Baekhyun mengepalkan tangannya, ia sangat kesal menghadapi Alien didepannya ini. Tampan tapi menyebalkan.

"Kau yang gila, idiot. Sudah sana pergi! Kalau bisa jangan kembali lagi!" , usir Baekhyun dengan wajah jengkel.

"Hey! Kau marah?"

"Tidak aku sedang menangis! Yaiyalah, kau ingin kujadikan sup bukan?", simpang empat akhirnya muncul dikepala Baekhyun.

"Oh."

"Lebih baik kau pergi sebelum sandal ini melayang!", Chanyeol melangkah pergi ketika Baekhyun mengambil sandalnya dan hendak melempar kearahnya.

"Baiklah, jja lanjutkan,Minseok-ssi."

'Jadi begini...'

FLASHBACK ON.

Seorang Yeoja cantik atau bisa dipanggil Minseok tengah menggerakkan tangannya dengan cekatan dilayar Smartphonenya.

Annyeong, Jongdae-ya. ^^

SEND.

Minseok tersenyum ketika pesannya terkirim.

1 menit, 5 menit, 10 menit.

Minseok menghembuskan nafasnya, kenapa pesannya tidak dibalas lagi, sudah seminggu ia seperti ini.

'DDRRTT-DDRRTT'

Minseok mengembangkan senyumnya mendapati sebuah pesan masuk, namun senyum itu luntur ketika pesan itu bukan dari orang yang sedari tadi ia tunggu. Namun dengan ogahnya ia membuka pesan yang entah berasal dari siapa.

Jauhi dia atau kau akan mendapatkan akibatnya.

Hee? Apa maksudnya ini?

'DDRRTT-DDRRTT'

Sebuah pesan kembali masuk di Smartphonenya, dan orang yang sama yang mengiriminya.

Putuskan Jongdae Oppa atau hidupmu tak akan tenang.

YA? Ini apa? Pesan ancaman, Pesan Teror?

Minseok menggelengkan kepalanya,mungkin ini hanya iseng-iseng orang saja.

Ia lalu membaringkan tubuhnya, guna melupakan pesan masuk yang menurutnya begitu mengancam.

-M.C.L-

'TING-TONG'

"Nggghhh... Siapa?"

Minseok mengerjapkan matanya ketika seseorang menekan bel Apartementnya.

Ia berjalan perlahan menuju pintu Apartementnya dan membukanya.

Dan...

Tak ada siapapun disana. Namun sebelum ia menutup pintu Apartementnya, Minseok mendapati sebuah surat dibawah pintu tersebut. Ia lalu mengambilnya dan berniat untuk membacanya didalam.

Minseok menutup pintu Apartementnya. Ia mendudukkan dirinya di sofa empuk miliknya, lalu membuka surat yang berada ditangannya.

Hai, perkenalkan Aku fans berat atau mungkin fans fanatik dari Jongdae Oppa.

Aku tau, Jongdae Oppa sudah menjadi milikmu bukan?

Aku tau kau pasti kaget jika aku mengetahui ini.

Karena yang mengetahui hubunganmu ini hanya Bos dan teman-teman terpercayamukan?

Haha... tapi karena aku fans fanatiknya, aku tentu tau.

Tapi aku tak rela jika Jongdae Oppa bersamamu, seharusnya ia bersamaku.

Aku mohon jauhi Oppa.

Aku sangat mencintainya, asal kau tau itu.

Jadi putuskan dia, jika tidak, kujamin kau tak akan selamat.

Minseok menelan ludahnya kasar,apa yang harus ia lakukan?

Memutuskan Jongdae? Hell No!

Ia sangat mencintai Jongdae,dan sebaliknya Jongdae juga mencintainya.

Mana mungkin ia membiarkan hubungannya dan Jongdae kandas karena surat atau pesan ancaman itu.

Minseok lalu mengingat dan meng-iyakan lagi pikirannya agar menganggap ini hanyalah omong kosong atau sekedar iseng.

'Ini hanya isenga saja, Minseok-ya. Jangan kau tanggapi. Ya hanya iseng, hanya iseng. Lebih baik kau bekerja sekarang.'

Minseok lalu beranjak pergi,mempersiapkan dirinya untuk bekerja.

-M.C.L-

The Letter.

"Noona, kau tak apa?"

"..."

"Noona?"

"..."

"Noona!"

"..."

"NOONA!"

"Eh, Ne?"

Minseok yang terbengong langsung tersadar ketika Namja yang berprofesi sebagai Bosnya ini berteriak keras didepannya.

"Kau tak apa?"

"N...ne. Gwaenchanha..."

"Jinja?"

"Ne!"

"Jeongmal"

"Jeongmalyo, WuFan!"

"Hmmm... Baiklah..."

WuFan lalu kembali ke meja lalu terbengong kembali, dan ia tak sadar jika sedari tadi WuFan tengah menatapnya.

'Mengapa Noona jadi aneh begitu?'

-M.C.L-

The Letter.

Minseok nampak begitu khawatir, karena hari demi hari ia selalu mendapat Pesan atau Surat berisi ancaman dengan kata-kata sama. Dan ini sudah yang ke-9.

Minseok selalu berusaha untuk menemui Jongdae, namun Manager Jongdae mengatakan bahwa jadwalnya sangat padat dan super sibuk jadi ia tak dapat menemuinya sama sekali.

Minseok selalu berusaha memberitahu Jongdae, namun Jongdae tak pernah sekalipun membalasnya.

Minseok yang sedang ada jam kosong, langsung menulis surat untuk Jongdae.

Jongdae-ya.

Aku mohon datanglah kedekat Sungai Han sore ini. Aku ingin berbicara denganmu.

Minseok.

'KRIET'

Minseok yang kaget ,refleks menyembunyikan surat tersebut kedalam lacinya. WuFan, selaku pembuka pintu langsung menatap intens Minseok.

"Noona, kau tak apa?"

"Ah... Ne."

"Kau dipanggil seseorang diluar."

"Ah, benarkah?"

"Ne."

"Baiklah aku pergi dulu." , Minseok lalu pergi keluar untuk menemui seseorang, WuFan yang sudah memastikan Minseok benar-benar pergi, langsung beranjak ke meja Minseok dan mengambil kertas tadi.

WuFan membuka kertas itu dan membacanya, alhasil ia pusing sendiri karena tulisan tersebut bergerak-gerak. Dan WuFan yang baru ingat jika ia memang tak dapat membaca dengan benar, langsung menyimpan kertas itu kembali.

'Huh... Kenapa takdirku seperti ini Ya Tuhan?'

-M.C.L-

The Letter.

Minseok berjalan lemas, ia lupa jika ia harus mengantar surat yang tertinggal itu dan ruang kerjanya malah dikunci oleh WuFan.

Ia mengemudikan mobilnya setelah ia mengirimi pesan pada Jongdae untuk menemuinya di Sungai Han.

Di Sungai Han, ia menunggu Jongdae begitu lama dan bahkan haripun sudah beranjak malam. Namun Jongdae sama sekali tak datang.

Minseok menghembuskan nafasnya, ia menatap cincin yang Jongdae berikan padanya lalu meninggalkan cincin itu di bangku yang ia duduki.

'Kenapa kau tak datang?'

-M.C.L-

The Letter.

"Aku pulang."

Minseok melangkahkan kaki lemasnya kedalam Apartementnya yang gelap.

Ia lalu menyalakan lampu, dan ia terkaget karena seseorang dengan jubah hitam tengah berdiri didepannya.

"NUGUYA?!"

"Hai, aku fans fanatik Jongdae Oppa."

Minseok membulatkan matanya. "MWO?!"

"Kkkk... Kenapa kaget? Bukankah sudah kuperingatkan, jika kau tak memutuskan Jongdae Oppa,nyawamu tak akan selamat."

'GLEK'

Minseok menelan ludahnya saat seseorang itu mengeluarkan pisau dari jubah hitamnya.

"Jangan harap kau akan selamat, Minseok-ssi!"

"KYAAAA!"

-M.C.L-

The Letter.

'TING-TONG'

"Noona?"

'TOK-TOK-TOK'

"Noona kau didalam?"

'TING-TONG-TING-TONG'

'BRAK'

"NOONA!",WuFan menatap miris sebuah tubuh tak bernyawa yang tergeletak dilantai kayu dingin itu.

WuFan lalu menghampiri tubuh tak bernyawa itu dan memeluk tubuh mungil itu."NOONA! HIKS... NOONA!"

"Tuan WuFan..."

"Panggil Ambulance dan Polisi, Jigeum!"

"NE."

-M.C.L-

The Letter.

"Hiks... Noona..." , WuFan mengelus sebuah batu nisan yang diatasnya terdapat nama Noonanya, Sekretasrisnya, Kim Minseok.

"Tuan..." , seorang Polisi menghampiri WuFan dengan membawa sebuah koper kecil.

"Hiks... Ne?", tanya WuFan.

"Korban meninggal akibat tusukan pisau di perutnya. Kemungkinan besar, Ia dibunuh oleh seseorang yang mengaku sebagai Fans Fanatik dari Kim Jongdae."

"Mwo?"

"Banyak bukti yang membuktikan tersangka adalah seorang fans fanatik. Salah satunya adalah Surat-surat berbentuk Ancaman pada Korban."

Polisi itu lalu membuka koper yang ternyata berisi barang bukti dan berbagai berkas penting. Ia mengambil sebuah surat lalu memberikannya pada WuFan. "Itu salah satu barang buktinya."

WuFan yang tau ia tak akan bisa membacanya mengembalikan surat itu kembali pada Polisi tersebut.

"Saya permisi dulu, Tuan." , Polisi itu berjalan pergi meninggalkan WuFan yang masih setia mengelus batu nisan Minseok.

"Kenapa kau tak bilang jika kau selalu diteror,Noona?"

FLASHBACK OFF

"Mi...mianhae. Aku tidak tau kisahmu semiris itu." , Baekhyun menatap sedih pada sosok disebelahnya itu.

'Tak apa.'

"Jadi kau ingin memberikan surat yang tertinggal dilacimu itu untuk Kim Jongdae?"

'Ne.'

"Baiklah, aku akan membantumu. Sekarang aku bekerja disana,jadi tenang saja."

Sosok itu tersenyum manis namun terlihat menyeramkan karena wajahnya yang buruk rupa.

'Kamsha, Baekhyun-ssi'

"Ne. Aku akan bersiap-siap dulu."

Baekhyun lalu berjalan kembali menuju kamar Apartementnya.

'Baiklah. Aku beruntung bisa bertemu denganmu karena aku ditugaskan untuk membantumu.'

Perkataan Chanyeol yang entah terlintas begitu saja dipikirannya. Membantu? Ah! Mungkin si Idiot itu dapat membantunya.

"Idiot? Eodi?"

"..."

"IDIOT?"

"..."

"PARK CHANYEOL?!"

'HHHSSSHHH'

"NE?!"

Chanyeol tiba-tiba mendadak datang dengan membawa sekumpulan asap yang membuat Baekhyun terbatuk-batuk.

"UHUK, UHUK..."

"Untuk apa kau memanggilku?", tanya Chanyeol tanpa dosa.

"Aku memanggilmu karena ada urusan penting."

"Mwo?"

"Bukankah kau ditugaskan untuk membantuku?"

"Ne."

"Jadi bantu aku."

"Baiklah."

Baekhyun tersenyum manis pada Chanyeol, ia lalu mengambil handuknya dan pergi ke kamar mandi.

"Senyumnya mengerikan."

-M.C.L-

The Letter.

'TOK-TOK-TOK'

Chanyeol mengalihkan pandangannya pada pintu Apartement yang tengah diketuk. 'Buka tidak ya?'

'TOK-TOK-TOK'

"Ne,sebentar."

Chanyeol menyeret kakinya berjalan pergi menuju pintu, setelah didepan pintu,ia mengumpat dirinya sendiri 'mengapa ia tidak memakai kekuatan Teleportasinya, padahal bisa lebih cepat.' , mungkin tidak menyenangkan terlahir idiot sepertinya.

Chanyeol membuka pintu itu dan betapa senangnya ia ketika melihat sesosok Yeoja yang sangat ia sukai itu.

"Lho, Chanyeol-ssi? Kenapa kau bisa disini? Dimana Baekkie Eonni?", suara lembut itu menyapa pendengaran Chanyeol dan membuat Chanyeol melayang ke langit ke-7. Oh, fantasy Chanyeol sepertinya begitu tinggi, bahkan lebih tinggi dari Nam Sam Tower.

"Chanyeol-ssi?" , Chanyeol sadarlah, kumohon!

"Chanyeol-ssi?" , bahkan tangan Kyungsoo yang berada didepan wajahnyapun masih Chanyeol abaikan karena fantasy liarnya.

'BUGH'

"Ugghh... Appo.", sebuah tinju melayang mengenai lengan Chanyeol, dan yang tersangka peninjuan/? hanya menatap Chanyeol dengan deathglarenya.

"Eonni, jja kita berangkat."

"Ne..."

-M.C.L-

The Letter.

Dan disinilah Baekhyun sekarang, penengah antara si mungil dan si jangkung. Pelindung bagi si mungil dan penghalang bagi si jangkung.

"Chanyeol-ssi, apa kau benar seorang Alien?", tanya Kyungsoo.

"Aku _"

"Ya, dia Alien." , jawab Baekhyun yang tak sengaja memotong perkataan Chanyeol. Tak sengaja sih tapi ia sudah niat.

"Hmm. Kau berasal darimana Chanyeol-ssi?"

"Aku _"

"Katanya dia dari EXOPlanet."

"Ah... Jinjayo?"

"N_"

"Iya..."

Chanyeol menatap jengkel pada Baekhyun yang sedari tadi memotong perkataannya, namun Baekhyun hanya menatap lurus kedepan. 'Huh, menyusahkan!'

"Pantas saja kau tampan."

"Kamsh_"

"Tampan tapi Idiot."

Oh, ayolah mana ada Namja yang mau dengan Yeoja jelek dan menjengkelkan ini?

"Ah... Akhirnya kita sampai juga. Kita harus berpisah, bye Eonni,bye Chanyeol-ssi." , Kyungsoo melambaikan tangannya pada Baekhyun dan Chanyeol, setelah itu ia berbalik dan berjalan pergi.

"Kau menyebalkan!"

"Kkk.. rasakan! Jja ikut aku!"

Baekhyun lalu menarik Chanyeol paksa, sedangkan yang ditarik hanya bisa mengumpat-ngumpat tak jelas.

'Kau sangat menyebalkan, tapi entah mengapa kau juga sangat menyenangkan. Ini aneh.'

-M.C.L-

The Letter.

"Huh... Membosankan."

Namja itu mendengus kasar, sungguh, duduk seharian dibangku tempatnya bekerja tanpa hiburan sama sekali, bagai kolam berenang tanpa air.

Karena rasa bosan yang begitu besar, akhirnya ia berjalan pergi meninggalkan meja kerjanya itu.

Saat ingin menutup pintu, ia malah berpapasan dengan Yeoja yang ia anggap gila, dan Namja yang ia anggap cacat itu.

"Untuk apa kalian kesini?"

-M.C.L-

The Letter.

'Surat itu ada dilaci kerjaku, kertasnya berwana merah muda.'

Baekhyun mengangguk mengerti ketika, sosok itu menjelaskan ciri-ciri suratnya. Sedangkan Chanyeol hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Yeoja yang tengah menyeretnya itu mengangguk-anggukan kepalanya sambil menengok kesebelah kiri dan juga kadang berbicara sendiri.

'Yeoja ini gila atau apa sih?'

'Tempatnya didekat sini.'

Baekhyun mempercepat langkahnya ketika tempat yang ditujunya sudah dekat. Dan Chanyeol hanya bisa mengikuti kemauan Baekhyun.

Dan akhirnya Baekhyun sampai didepan sebuah ruangan yang nampak berkelas. Kemudian dari balik ruangan itu muncul seorang Namja yang begitu tampan.

'BLUSH' , Oh ayolah kenapa memerah?

"Untuk apa kalian kesini?"

"A.. aku ingin mengambil surat."

"Surat apa?", tanya Namja dengan alis ala angry bird itu.

"Surat Minseok-ssi."

"M..mwo? Itu tidak ada."

"Benarkah?"

"Ne. Lebih baik kalian pergi!"

'HHHSSSHHH'

Namja itu lalu mendorong Baekhyun dan Chanyeol pergi, alhasil sosok itu menghilang.

"Minseok-ssi, Minseok-ssi?" , Baekhyun menatap kesekelilingnya namun nihil tak ada sosok Minseok sama sekali.

"Kau gila? Minseok Noona sudah tiada!" , Namja bernama WuFan itu menatap aneh pada Baekhyun.

"Dia tadi ada disini. Minseok-ssi, Minseok-ssi?"

"Kau sepertinya memang sudah gila. Security! Security!", WuFan memanggil petugas keamanan untuk menyeret Baekhyun dan Chanyeol dari hadapannya.

"Chanyeol-ah,lakukan sesuatu kumohon,jebalyo!", mohon Baekhyun pada Chanyeol yang nampak bingung.

'TING'/?

Chanyeol yang panik langsung menghentikan hanya dia yang dapat bergerak diwaktu itu.

"Apa yang harus aku lakukan ya?"

Chanyeol yang tak tau apa yang harus ia lakukan, mengembalikan waktu seperti semula.

"Ya! Apa yang kau lakukan? cepat ambil!", titah Baekhun dengan wajah yang benar-benar panik.

"Ambil apa?", tanya Chanyeol dengan wajah yang nampak terlihat begitu idiot.

"Security!", Keduanya nampak panik ketika WuFan berteriak-teriak memanggil petugas keamanan.

"Surat berwarna merah muda!"

"Hah?"

Beberapa petugas keamanan akhirnya datang.

"Tangkap dan bawa mereka keluar!", titah WuFan yang diangguki langsung oleh petugas keamanan itu.

Salah satu petugas keamanan akhirnya menangkap Baekhyun.

"Ppali!"

'TING'

Chanyeol menghentikan waktu kembali, ia lalu berjalan pergi memasuki ruangan didepannya.

Chanyeol memutar kepalanya, mencari sebuah surat yang Baekhyun perintahkan padanya. Namun alhasil ia terbengong karenanya.

Hanya sebuah surat,

ya surat,

karena surat itu ia jadi bingung,

bahkan sangat bingung, karena...

Disini banyak sekali SURAT! AARRGGHH! Bahkan ia tak tau tempat atau tetek bengek surat itu, bagaimana ia dapat mencarinya?! TTATT!

Tunggu, tadi surat apa? Surat berwarna... apa ya? Merah jambu?

Merah apel?

Merah strawberry?

Ah! Merah muda.

Ia lalu mencari surat itu disebuah meja yang merupakan meja CEO, namun nihil disana tak ada surat berwarna merah muda.

Lalu ia beralih pada sebuah meja yang tak jauh dan tak begitu besar seperti meja yang tadi. Ia lalu mengacak-acak meja tersebut layaknya seorang polisi yang tengah mencari barang bukti.

Aha! Ia menemukan sebuah laci, dengan tergesa ia membuka laci itu, dan alhasil ia terbengong lagi.

Lagi.

Lagi..

Lagi...

Karena...

Laci itu didominasi oleh kertas berwarna merah muda. 'Apa aku harus mengambil semuanya?'

Chanyeol yang idiot atau memang terlahir idiot itu membawa semua surat dan memasukkannya pada kantung sakunya yang terlalu besar namun cukup untuk semua kertas atau surat itu/?.

Ia lalu pergi keluar dan membuat waktu kembali berjalan, dan akhirnya ia malah ditarik petugas keamanan keluar.

Chanyeol kau memang idiot!

-M.C.L-

The Letter.

"Eotte? Kau dapat suratnya?" , tanya Baekhyun setelah petugas keamanan itu menendangnya dan Chanyeol keluar.

"Mungkin...", Hee? Mungkin? Apa maksudnya? Apa ia ingin dijadikan daging panggang oleh Baekhyun?

"Apa maksudmu dengan 'mungkin'?" , Baekhyun kau harus bersabar nak, kau tak ingin darah tinggi dan mendadak mati bukan?

"Mungkin saja ada dan mungkin saja tidak, karena aku membawa semua ini." , Chanyeol mengeluarkan kertas-kertas yang begitu banyak dan beragam dari dalam sakunya, masa ia Chanyeol Doraemon? Atau mungkin ia Dorayeol?

"Kenapa kau membawa semuanya,idiot?"

"Aku tidak tau yang mana maka dari itu aku membawa semuanya, jelek."

Baekhyun lalu membuka kertas berwana merah muda itu satu-persatu, namun dengan tiba-tiba sebuah kertas mendekat dan berakhir mendarat ditangan Baekhyun.

"Minseok-ssi, apa itu kau?"

'HHHSSSHHH'

'Ne, cepat berikan surat itu pada Kim Jongdae.'

Baekhyun mengangguk cepat, ia lalu menarik tangan Chanyeol yang membuat Alien itu terkaget setelah itu ia mengikuti arah perginya Minseok.

"Apa Kim Jongdae ada didalam?"

'Ne. Dia ada disana.'

"Baiklah."

Baekhyun yang tadinya berniat masuk, langsung dihalangi oleh seorang berpakaian staff yang tak lain dan tak bukan adalah manager dari Kim Jongdae.

"Permisi, boleh aku memberikan surat ini pada Kim Jongdae?"

"Tidak, ia sedang sibuk."

"Kumohon hanya sebentar."

"Tidak. Pergi atau kupanggil security?"

"Ba.. baiklah."

Baekhyun lalu berjalan pergi diikuti Chanyeol yang sedaritadi hanya membuntuti Baekhyun.

"Eotte?"

'Bagaimana jika Chanyeol-ssi yang memberikannya?'

"Ah, ne. Chanyeol-ah, kumohon berikan kertas ini pada Kim Jongdae, ne. Kumohon."

Chanyeol menggelengkan kepalanya, kekuatannya sudah hampir habis sekarang.

"Ani, kekuatanku sudah terkuras tadi. Andwae."

"Kumohon...", Baekhyun mulai mengeluarkan jurus aegyonya. Namun sayang Chanyeol tidak terlalu mempan dengan jurus itu.

"No."

"Ayolah..."

"Ani."

"Bagaimana kalau setelah misi ini selesai kita makan di cafe Kyungsoo?"

"JINJA? JEONGMAL? YAKSOK?" , Chanyeol memberikan jari kelingkingnya pada Baekhyun.

"Ne, yaksok. Tapi antarkan ini pada Kim Jongdae." , Baekhyun lalu mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Chanyeol.

"Baiklah. Kim Jongdae yang mana ya?"

"Namja dengan wajah kotak, mata dinosaurus dan agak mirip ! Appo..." ,Minseok yang tak suka jika Namjachingunya dikatai seperti itu langsung mencubit Baekhyun dan men-deathglarenya.

"Ah... Baiklah aku mengerti."

'HHHSSSHHH'

Chanyeol lalu pergi meninggalkan Baekhyun dengan sekumpulan asap yang membuat Baekhyun terbatuk kembali.

"UHUK, UHUK, SHIT! PARK CHANYEOL IDIOT!"

-M.C.L-

The Letter.

'HHHSSSHHH'

"YA! NUGUSEYO?" , Namja dengan wajah kotak itu terkaget ketika sebuah asap mendadak datang dan dari asap itu keluar sesosok Namja.

"Hai perkenalkan aku Park Chanyeol, Alien tampan dari EXOPlanet yang turun ke Bumi untuk mem_"

"Tak usah ceritakan itu. Langsung To The Point saja!"

"OH, apa kau Kim Jongdae? Namja dengan wajah kotak, mata dinosaurus dan agak mirip Unta itu kan, iya kan?"

"Shit! Iya itu aku, MEMANG KENAPA? KAU INGIN MENGAJAKKU KE LAPANGAN?"

"Untuk apa?"

"UPACARA! YA RIBUT LAH!"

"Ah, tidak, terima kasih. Ini ada surat untukmu."

"Surat, dari siapa?"

"Molla, baca saja sendiri. Sudah ne, aku pergi dulu dah..."

'HHHSSSHHH'

"UHUK-UHUK!" , Jongdae terbatuk akibat asap hitam itu.

Jongdae yang memang penasaran dengan surat itu langsung membacanya,dan alhasil ia beranjak pergi menuju tempat yang sudah Minseok janjikan.

'Kenapa baru sekarang kau menjawabku?'

-M.C.L-

The Letter.

Jongdae berjalan keluar dari tempatnya bekerja namun dihalangi oleh staff-staff karena sebentar lagi ia ada jadwal untuk pemotretan suatu majalah.

Namun Jongdae tetap berusaha keluar dengan mengubah seluruh penampilannya dan memakai sedikit penyamaran tentunya.

Ia beranjak pergi layaknya maling dan hal itu membuat curiga seorang WuFan yang sedari tadi melihat gerak-geriknya.

Jongdae men-starter mobilnya dan melajukannya dengan kecepatan penuh dan dibelakangnya terdapat WuFan yang berniat untuk mengikuti Jongdae.

Setelahnya, akhirnya Jongdae sampai di Sungai Han. Ia lalu melepas semua penyamarannya. WuFan yang melihat itu Jongdae langsung terkaget.

Jongdae akhirnya menemukan sosok Minseok yang tengah terduduk di sebuah bangku yang menghadap Sungai Han.

"Noona..."

"Jongdae-ya." , Minseok nampak pucat dan suaranya nampak serak.

"Kau darimana saja, eoh? Aku sudah mencarimu kemana-mana, namun kau nampak menghilang seperti di telan bumi.", Minseok tersenyum, Jongdae ternyata masih memikirkannya, masih peduli padanya dan tentu saja Jongdae masih sangat mencintainya.

"Aku memang sudah tiada, Jongdae-ya."

"Maksud, Noona?"

"Aku sudah mati..."

"MWO?" , mata Jongdae membulat sempurna, jika Minseok sudah tiada lalu dihadapannya ini siapa?

"Tapi sekarang aku ada disini, Jongdae-ya."

"Noona, kau... hiks... mianhae..." , Jongdae lalu memeluk Minseok erat.

"Gwaenchanayo, ChenChen. Uljima, chagiya..."

"Maafkan aku Noona. Maafkan aku yang tak pernah membalas semua pesanmu, maafkan aku yang tak pernah balik menghubungimu, maafkan aku _"

"Ssshhh... Sudah tak apa, ChenChen. Aku sudah tenang jika kau sudah tau ini. Aku tak pernah menyalahkanmu, sayang. Jadi jangan menangis kumohon..." , Minseok menghapus airmata yang turun dari mata Jongdae.

"Hiks... Noona..." , Minseok melepas pelukan Jongdae.

"Maaf Jongdae-ya, Noona harus pergi sekarang."

"Noona, ANI! ANDWAE!"

Minseok tersenyum pada Jongdae untuk terakhir kalinya, "Annyeong..."

"HIKS... NOONA! NOONA!"

'HHHSSSHH'

Perlahan sosok Minseok menghilang seperti debu yang tertiup angin.

Jongdae nampak begitu frustasi, ia menyesal,sangat menyesal. Ia berteriak-teriak layaknya orang gila, berteriak memanggil nama Minseok, tapi percuma Minseok sudah pergi jauh dan tak akan bisa kembali lagi.

WuFan yang menatap itu langsung meneteskan air matanya, ia jadi mengingat Minseok lagi. Ia yang iba langsung menghampiri Jongdae dan bercerita semua tentang Minseok.

Jongdae yang mendengar itu hanya bisa menangis dan menyesali perbuatannya, dan besok ia berniat untuk pergi ke makam Minseok. Setelah selesai bercerita, WuFan pamit untuk pulang lebih dulu, karena Jongdae masih ingin berada disitu.

Jongdae yang hendak pergi mendadak memberhentikan langkahnya ketika mendapati sebuah cincin yang nampak seperti cincinnya.

"Ini cincin Noona kan?"

"Ne... Itu cincin Minseok-ssi." , Jongdae mengalihkan pandangannya pada seorang Yeoja yang nampak bersama Namja yang memberikannya surat itu.

"Benarkah.?"

"Ne... dia sudah sangat tenang sekarang.", Baekhyun lalu mendongkakkan kepalanya ke atas,menatap langit yang mulai gelap, Jongdae lalu mengikuti arah pandang Baekhyun.

"Apa Noona ada disana?"

"Ne..."

Jongdae lalu melambaikan tangannya untuk Minseok, Yeoja yang sangat ia cintai.

'Annyeong.'

-M.C.L-

"Huh... Akhirnya selesai juga...", Baekhyun membaringkan tubuhnya diranjang empuknya, sedangkan Chanyeol menatap Baekhyun dengan bibirnya yang ia poutkan.

"Kau kenapa sih?" , Baekhyun yang melihat Chanyeol yang kesal langsung bangkit dan mencubit pipi Chanyeol yang menurutnya lucu itu.

"Aw... Appo... Sakit bodoh." , Namun Baekhyun masih setia mencubit pipi Chanyeol.

"Kau mau apa, em...?"

"Bukankah kau bilang jika misi sudah selesai kau akan membawaku ke cafe Kyungsoo?", Baekhyun lalu melepas cubitannya.

"Oh, iya. Aku lupa. Besok saja ne..."

"..."

"Ayolah jangan menjadi kekanak-kanakan ..."

"..."

"Aku janji besok kita pergi bersama Kyungsoo dan aku akan diam."

"Baiklah, setuju."

Chanyeol lalu membaringkan tubuhnya dan mulai menutup matanya, sedangkan Baekhyun hanya menggelengkan kepalanya. Setelah itu ia mengikuti jejak Chanyeol, pergi ke alam mimpi.

'Cinta memang membuat orang menjadi kekanakkan.'

-M.C.L-

'TOK-TOK-TOK'

"Ah, itu pasti Kyungsoo." , Baekhyun mengikat tali sepatunya dan menggelengkan kepalanya bersamaan ketika Chanyeol begitu antusias dengan kedatangan Kyungsoo.

'Ckck, dasar anak muda.'

"Annyeong, Chanyeol-ssi, Baekkie Eonni."

"Annyeong, Kyungsoo-ya. Tidak usah terlalu formal panggil saja aku Chanyeol Oppa."

"Cih, itu maumu." ,Baekhyun yang sudah selesai mengikat tali sepatu langsung mendpat deathglare tajam dari Chanyeol.

"Baiklah... Baiklah... Silahkan." , Baekhyun berjalan lebih dulu, meninggalkan Chanyeol dan Kyungsoo dibelakang.

"Baekkie Eonni, kenapa Oppa,? Apa ia sedang PMS ya?"

"Molla."

Setelah itu Chanyeol dan Kyungsoo bercakap panjang dan membiarkan Baekhyun sendiri.

'Bosan TAT'

-M.C.L-

"Kyungsoo-ya, aku titip si Idiot ini. Ini uangnya jika dia mau makan." , Baekhyun lalu memberikan satu lembar uang sebesar 50ribu won pada Kyungsoo.

"Ah, ne. Selamat bekerja, Eonni. Jja, Chan Oppa."

"Ne." , Chanyeol tersenyum begitu lebar sedangkan Baekhyun mempoutkan bibirnya jengkel.

'Huh... sial.'

Baekhyun mulai melanjutkan pekerjaannya menjadi Cleaning Service.

Namun perkerjaannya terhenti ketika ada sosok WuFan dan seseorang.

Namun bukan karena WuFan yang membuat dirinya terhenti, namun karena 2 sosok hantu yang berada dibelakang WuFan dan seseorang itu.

'YA TUHAN, EOTTOKHAE?'

Dan mendadak salah satu hantu yang berada dibelakang seseorang itu menatapnya, membuat Baekhyun harus berpikir cepat.

Aha! Ia tau bagaimana caranya. Ia harus menyentuh WuFan. Dengan cepat ia berpura-pura berlari kecil ke arah WuFan dan benar saja dua sosok itu menghilang.

"Hah, kau lagi, kau lagi. Bisakah kau menjauh dariku?"

"Mianhae... Mianhae..."

"Sudahlah CEO Wu, dia kan tak sengaja."

"Dia sepertinya memang sudah gila PresDir Kim."

"Sudahlah tak apa. Lebih baik kau lanjutkan saja pekerjaanmu." , Seseorang itu tersenyum manis pada Baekhyun.

"Ne, Kamshahamnida."

Baekhyun membungkuk hormat lalu melanjutkan pekerjaannya lagi. WuFan dan PresDir Kim pun melanjutkan obrolan mereka kembali.

'Orang itu baik sekali.'

-M.C.L-

"Ah lelahnya..." , Baekhyun meregangkan tubuhnya ketika ia hendak tidur. Namun si Idiot itu malah keluyuran membuat dia harus mencari si Idiot itu dulu.

"Ya Idiot kau dimana?" , Baekhyun berjalan pergi menelusuri lorong Apartementnya,mencari si Idiot Park Chanyeol. Dan ternyata si Idiot itu sedang berada ditempat Kyungsoo.

'SHIT! Aku sudah mencarinya susah-susah,ia malah sedang berduaan dengan Kyungsoo.'

-M.C.L-

"Oh... begitu."

"Ne."

Chanyeol mengangguk layaknya seekor Anjing yang sedang belajar dengan Tuannya.

"Kau membantu Baekkie Eonni menyelesaikan misinya? Wah Daebak."

"Kamsha."

Chanyeol tersenyum malu ketika Kyungsoo memujinya. 'Oh Tuhan, kenapa dia cantik sekali sih?'

"KYAAA!"

Chanyeol dan Kyungsoo mengalihkan pandangannya pada Baekhyun yang mendadak jongkok dan menutup kuping serta matanya erat.

'Dia kenapa?'

-M.C.L-

'Chogiyo~'

"Pergi,pergi!"

Baekhyun berlari kecil ketika sosok yang ia temui tadi siang menghampirinya.

Baekhyun menatap kebelakang dan sosok itu ternyata sudah tak ada.

'Apa aku hanya berhalusinasi ya?'

Baekhyun yang merasa sudah tak dikejar lagi, menghentikan larinya dan mulai menatap kedepan.

"KYAAA!"

Namun sialnya, sosok itu ternyata ada didepannya. Baekhyun lalu berjongkok dan menutup mata serta telinganya rapat-rapat.

"Pergi, kumohon... Aku sangat lelah hari ini..."

'Jebal juseyo~'

TBC

Annyeong, author akhirnya publish FF ini setelah sekian lama/?. Maaf Author baru publish, soalnya author baru beres UKK. Mian klo FF ini gak buat greget, dan maaf banget, karena FF yang tadinya mendramatis menjadi comedy seperti ini.

Entah mengapa author jadi seperti ini, mungkin karena teman-teman author yang idiot sama kayak Chanyeol, atau bahkan lebih idiot lagi.

Big Thanks for: NS Yoonji , KarlinaAmelia, AmeliaDianS, Gigi onta, Byun, chanbaekjjang, parkchanbyunbaek, EXO Love EXO, ChenMinDongsaeng14, KenBaekhyun56.

Thanks buat semua reader, dan thanks buat Eonni peng-inspirasi,sekian dari author and last...

Review Please~.