"Thanks, Bee!"
"Yeah, konoyoaro, bakayaro!"
Naru dan Bee mengadukan tinju mereka setelah sesi latihan mereka. Setelah 1 minggu berakhir, akhirnya Naru bisa mengusai mode Kyuubi. Naru tentu sangat senang. Orang pertama yang ingin ia beritahu adalah Naruto kakaknya.
"Aku berhasil menguasai mode Kyuubi, Nii-san!" serunya ceria. Tapi setelah diperhatikan, yang menyambutnya di luar hanya Yamato dan Kakashi. "Kemana, Nii-san?"
"Saatnya pulang, Naru," ajak Yamato tanpa menjawab pertanyaan Naru.
"Yamato-sensei, kemana Nii-san?" tanya Naru lagi. Lagi-lagi tak ada jawaban. Naru menoleh ke arah Kakashi. "Hokage-sama?"
Kakashi menjelaskan semuanya dengan memberikan banyak pengertian agar Naru tak kecewa.
"… Dia tak ingin merusak alur kehidupanmu di sini. Dia meninggalkanmu karena menyayangimu. Dia tak ingin kau terus-menerus dalam bahaya." Begitu penjelasan yang diberikan Kakashi.
Perasaan Naru campur aduk antara marah, kecewa, dan sedih. Naru marah dan kecewa pada kebohongan Naruto karena mengaku kalau dia adalah kakaknya. Tapi kemarahannya langsung lenyap saat sadar kalau kebohongan Naruto adalah demi menghilangkan kesepian Naru. Naru kagum kepada Naruto karena berani melintasi dimensi demi dirinya. Naru memaklumi kalau Naruto harus kembali ke dimensinya, karena keberadaannya di dimensi ke-2 adalah salah. Tak seharusnya dia di sana.
Naru tak menangis pasca ditinggalkan Naruto. Ia bukan lagi gadis yang cengeng. Tapi ia tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Tak terkecuali saat ia makan malam dengan kedua sahabatnya, Hotaro dan Ken sesampainya di Konoha 2.
Kedua sahabatnya itu berusaha menghibur Naru.
"Ambil sisi positifnya. Dengan kedatangannya ke sini, dia melatihmu hingga bisa lebih kuat dari remaja lain seusiamu, lebih kuat dari kami, bahkan dari semua peenduduk desa dengan kekuatanmu yang sekarang. Teruslah berusaha jadi ninja yang lebih kuat. Aku yakin itu keinginan kakakmu," kata Ken. Ia yang biasanya pendiam kini angkat bicara.
"Siapa tahu jika kau semakin kuat, kau jadi bisa berpindah dimensi. Dengan begitu kau bisa mengunjunginya sesekali ke dimensi ke-1," tambah Hotaro sambil nyengir.
Naru terharu. Perasaannya jauh lebih baik setelah mendengar kata-kata sahabatnya.
"Terima kasih," ucapnya tulus.
Mulai hari itu Naru melanjutkan kehidupannya seperti biasa. Kepergian Naruto tak boleh menghentikan langkahnya sebagai shinobi. Ia melanjutkan membimbing murid-muridnya, melaksanakan misi bersama timnya, misi rahasia, misi solo, berlatih di waktu luang, serta tak lupa menjalin persahabatan dengan sesama jounin, ANBU, orang-orang penting di pemerintahan, dan teman-teman lamanya di akademi.
Kesedihan bukanlah beban, justru kesedihan akan membuat seseorang tumbuh dewasa.
…
…
…
Naru merasakan limpahan kekuatan yang luar biasa ke dalam tubuhnya. Naruto telah meninggal. Kini semua energi dari tubuh Naruto berpindah ke dalam tubuhnya.
Dark Menma yang sedang terluka parah segera membuat segel untuk melakukan time travel. Dengan keadaannya yang sekarang ia tak akan bisa melawan Naru. Ia harus kembali ke 1 menit lalu, atau bahkan 30 detik lalu dimana Naru belum jadi time traveler ke-2 dan dirinya belum terluka.
Naruto telah menyerangnya habis-habisan. Tubuhnya nyaris tak bisa digerakkan. Susah payah ia membentuk sebuah kombinasi segel. Namun terlambat, Naru terlanjur menghentikan waktu dan mencekik leher Dark Menma. Semua makhluk di bumi berhenti bergerak. Air berhenti mengalir, angin berhenti bertiup, dan bumi berhenti berputar. Yang bisa bergerak hanya Naru dan Dark Menma yang merupakan time traveler.
Naru bisa langsung tahu cara menghentikan waktu karena tiba-tiba segel-segel kombinasi yang ada di masa lalu masuk ke dalam otaknya. Detik dimana dia jadi time traveler, detik itu pula dia mengetahui seluruh sejarah umat manusia termasuk semua jurus ninja. Kata-kata NR terbukti benar. Time traveler hanya bisa dikalahkan oleh time traveler.
"Ghhhh! Inikah sikapmu terhadap orang yang sudah menghidupkanmu?!" bentak Dark Menma kepada Naru.
Naru terdiam mendengar kata-kata Dark Menma.
"Masuk ke lorong waktu lalu lihat lebih detail bayangan-bayangan di sana! Seharusnya kau mulai sadar siapa yang salah di sini!"
Naru menyeret Dark Menma ke lorong waktu. Bayangan-bayangan sejarah bermunculan di sana.
"Yang patut disalahkan adalah kakakmu!"
Naru terkejut mendengar perkataan Dark Menma. Perhatiannya langsung tertuju pada bayangan 6 tahun lalu saat Naruto berpindah ke dimensi ke-2 untuk pertama kalinya. Itukah yang dimaksud kesalahan oleh Dark Menma? Itu pulakah yang dimaksud dosa besar oleh kakakku hingga ia tak bisa jadi time traveler?
"Apa maksudmu? Aku tahu itu hal yang salah. Tapi apa hal itu memicu kekacauan yang kau buat? Apa kau tak senang melihat kakakku mengunjungiku di dimensi ke-2?"
"Itu hanya salah satu. Lihat lebih jauh ke masa lalu! Naruto Uzumaki selalu saja melakukan kesalahan baik di masaku, maupun di masa kalian!"
"Uzumaki Naruto alias Naruto alias Rokudaime alias Limited Time Traveler alias Clone, mereka semua sama saja. Semua keturunan Naruto selalu melakukan kesalahan!"
Naru makin naik pitam mendengar kakaknya dan Clone dihina begitu saja. Tapi Naru langsung mengerti maksud Dark Menma saat bayangan yang jauh lebih lama muncul di hadapan mereka.
Dark Menma
"The Origin"
Kekacauan yang terjadi saat ini tak terjadi tiba-tiba. Semua melalui proses yang sangat panjang.
Semua dimulai 44 tahun yang lalu di Konoha 3, dimensi ke-3…
44 tahun yang lalu
Berawal saat pasangan shinobi elit Konoha, Minato Namikaze dan Kushina Uzumaki dikaruniai anak pertama mereka yang diberi nama Menma Namikaze. Kushina terpaksa menyegel Kurama ke dalam tubuh Menma atas saran para tetua desa. Mereka mengatakan, mengembalikan Kurama ke dalam tubuh Kushina pasca persalinan sangat berbahaya karena segel di perut Kushina rawan terbuka. Selain itu penyegelan dalam tubuh laki-laki dinilai lebih aman dibanding perempuan. Kushina tentu sangat sedih harus menyegel Kurama ke dalam bayi yang baru dilahirkannya, tapi itu adalah takdir seorang keturunan jinchuuriki sekaligus seorang keturunan klan Uzumaki.
Kenyataan kalau anaknya seorang jinchuuriki Kyuubi, membuat Minato dan Kushina sangat menyayangi Menma. Minato mengajarkan berbagai ilmu ninja kepada Menma, sedangkan Kushina mengajarkan jurus penyegelan, cara menguasai chakra Kyuubi, dan bagaimana berteman dengan Kurama. Atas bimbingan keduanya, Menma jadi anak yang kuat untuk anak seumurannya. Dia lulus dari akademi dan menjadi genin di umur 10 tahun, chuunin 11 tahun, jounin 12 tahun, dan diangkat menjadi ANBU di umur 14 tahun. Ia jadi ANBU termuda di angkatannya, diikuti oleh Shishui dan Itachi Uchiha yang saat itu berusia 17 tahun. Selanjutnya mereka bertiga jadi sahabat karena seringnya ditugaskan bersama dalam misi.
Selain kuat, Naruto juga punya banyak teman meskipun dia seorang jinchuuriki. Bukan hanya dari kalangan ANBU saja, tapi juga dari kalangan remaja seusianya. Laki-laki menyukainya karena ia ramah dan setia kawan. Perempuan menyukainya selain karena 2 hal tadi, juga karena Menma tampan. Rambut hitam rancung, sepasang mata berwarna safir, tanda lahir di pipi, serta badan yang proporsional memberikan kesan gagah. Siapa perempuan yang tak tertarik oleh penampilan fisiknya? Bahkan ketampanannya itu menyaingi Sasuke Uchiha.
Sayangnya tak ada perempuan yang bisa dekat-dekat dengan Menma karena putri sulung Hyuuga Hiashi, Hyuuga Hinata, sangat over protektif padanya. Hinata begitu agresif dan terobsesi dengan Menma. Ia tak segan mengancam perempuan lain yang berani mendekati Menma. Sikapnya berbanding terbalik dengan Menma yang tak pernah mempedulikan Hinata.
28 tahun yang lalu
Menginjak usia 16 tahun, terjadi sesuatu yang mengubah total sifat Menma.
Menma, Shishui, dan Itachi pulang dari misi dalam keadaan luka parah. Bahkan Shishui tak bisa berjalan sendiri, ia harus digotong oleh Menma dan Itachi. Nyawa Shishui tak tertolong setelah seharian koma di rumah sakit. Menma sangat terpukul karena kejadian ini. Masalahnya peristiwa ini terjadi karena kesalahan kalkulasi Menma terhadap kekuatan musuh dalam misi mereka. Yang membuatnya lebih merasa bersalah adalah Shishui terluka parah karena menyelamatkannya.
Meski tak ada yang menyalahkan Menma, termasuk Itachi, Menma tetap menyalahkan dirinya sendiri. Apalagi sebelum mati Shishui memberikan bola mata sharingan-nya kepada Menma, untuk menggantikan mata kiri Menma yang terluka. Shishui berharap matanya akan berguna untuk Menma. Ia berharap dirinya akan terus bisa 'melihat' dunia jika matanya digunakan oleh Menma.
Bulan demi bulan berlalu. Itachi memutuskan menjadi ninja bayaran bersama tim Akatsuki karena merasa sudah tak cocok menjadi ANBU. Ia ingin berpetualang mengelilingi dunia. Meski begitu ia tetap menjalin hubungan baik dengan Konoha. Ia akan datang saat Konoha membutuhkan jasanya. Tentunya jika bayaran yang ditawarkan Tsunade (Hokage yang menjabat saat itu) cocok.
Sementara itu Menma berubah jadi seorang penyendiri dan seringkali bersikap dingin. Ia tak seramah dulu lagi. Belakangan ini ia selalu menyibukan dirinya dengan misi. Saat misi satu selesai, ia akan meminta misi lain tanpa istirahat. Tak peduli misi apapun itu. Misi dengan tingkat kesulitan kelas D pun akan ia ambil. Yang penting ia bisa pergi dari Konoha. Diam di Konoha malah membuatnya mengingat kematian Shishui.
"Kaa-san," panggil Hinata kepada Kushina yang sedang duduk di dapur.
Hinata memang sudah akrab dengan keluarga Menma. Ia tak ragu untuk memanggil Kushina dengan panggilan 'Kaa-san'. Ia senang memanggilnya demikian karena ia merasa memiliki ibu lagi. Kushina pun tak keberatan dipanggil seperti itu karena dia merasa memiliki anak perempuan yang sudah lama diharapkannya.
"Menma ada? Penjaga gerbang bilang dia baru saja pulang dari misi," tanya Hinata.
Kushina diam dan mencoba mengalihkan perhatian dengan membereskan makan malam yang tersisa banyak. Tadinya ia berpikir Menma akan makan malam bersama mereka.
Minato angkat bicara untuk mewakili istrinya. "Barusan dia pergi lagi mengambil misi solo kelas D di Suna. Dia hanya ke sini untuk ganti baju dan mengambil perlengkapan ninja. Dia bahkan tak makan malam dulu."
Raut wajah Hinata berubah kecewa.
"Kami sudah menahannya. Tapi omongan kami berdua sudah tak pernah dipedulikannya," lanjut Minato.
Tanpa menunggu waktu lagi Hinata segera pergi. "Aku akan mengejarnya, pasti belum jauh," serunya.
"Hati-hati Hinata-chan! Semoga berhasil," balas Minato.
Ia kembali duduk di kursi meja makan di samping istrinya. Tak lupa ia menyelimuti istrinya dengan sehelai selimut tipis untuk sekedar menghangatkan Kushina dari embusan angin malam yang masuk dari jendela.
"Anak bodoh. Semoga dia segera sadar kalau ada gadis yang sangat peduli padanya," gumam Kushina.
Minato langsung mengerti kalau orang yang dimaksud Kushina adalah Menma. Dalam hati, Minato mengamini harapan istrinya. Saat ini Menma masih diliputi perasaan bersalah atas kematian Shishui, sahabat terbaiknya.
"Suatu saat pasti dia akan sadar," kata Minato.
Hinata tak pedulikan angin malam yang menusuk tulangnya. Ia tak sempat mengganti baju karena sama-sama baru pulang misi. Ia masih memakai jaket ungu yang dibiarkan terbuka dan celana pendek sepaha kesayangannya. Setelah semenit berlari akhirnya ia berhasil mengejar Menma di jalanan desa Konoha yang mulai sepi.
"Menma, tunggu!"
Menma tak menghentikan langkahnya.
"Kubilang tunggu!"
Merasa terganggu dengan teriakan Hinata, Menma langsung menoleh dan membentak Hinata. "Mau apa kau, Hyuuga?!"
Hinata tersentak. Ia tak mengira Menma akan membentaknya. Ini pertama kalinya ia dibentak Menma. Selama ini Menma memang selalu cuek padanya. Tapi bersikap cuek lebih baik jika dibandingkan merespon dengan bentakkan. Hinata berusaha tak menghiraukan bentakkan Menma, disusunnya kembali kata-kata yang akan ia sampaikan kepada Menma.
"Misi di Suna itu kelas D. Biarkan saja misi itu diselesaikan oleh para genin dan chuunin. Lebih baik kau istirahat."
Lagi-lagi Menma hanya diam. Hinata melanjutkan kata-katanya.
"Kematian Shishui bukan salahmu! Dia melindungimu karena memang itu sebuah misi. Merupakan hal yang wajar jika dalam misi anggotanya saling melindungi dan berkorban. Jadi berhentilah menyalahkan dirimu sendiri!"
Kata-kata Hinata benar. Jika ninja diperintahkan dalam sebuah misi, maka ia sudah siap untuk mati. Menma tahu masalah itu. Hanya saja ia tetap merasa bersalah.
"Berisik!" bentak Menma. Ia merasa tak bisa membalas kata-kata Hinata, jadi ia memilih membentuk segel hiraishin dan meninggalkan Hinata.
Tanpa diketahui Menma, kedua mata lavender Hinata mengeluarkan air mata. Air mata yang tak sembarangan dikeluarkan Hinata. Hinata gadis yang tomboy. Ia jarang menangis. Tapi Menma sudah membuatnya menangis 2 kali. Pertama saat ia pulang dari misi bersama Itachi-Shishui dengan banyak luka, kedua adalah sekarang.
"Berengsek kau, Menma!" gumam Hinata pelan. Ia terduduk di tanah sambil mengusap air mata dengan kedua lengan jaketnya. Sayangnya air matanya tak mau berhenti. Padahal ia tak ingin terlihat dalam keadaan rapuh seperti ini oleh penduduk desa.
Keputusan Menma untuk pergi ke Suna malam itu jadi keputusan yang disesalinya seumur hidup.
Konoha diserang habis-habisan keesokan harinya oleh sekelompok ninja hebat. Akatsuki dipanggil untuk membantu Konoha. Tapi tetap saja shinobi Konoha kewalahan. Ninja penyerang bisa dikalahkan tapi sebagai konsekuensinya banyak shinobi Konoha yang gugur. Diantaranya teman-teman Menma di ANBU, teman-teman rookie 11 (teman di akademi), termasuk Tsunade, dan kedua orang tua Menma.
Setelah 3 hari di Suna dan kembali ke Konoha, Menma mendapati desanya sudah nyaris rata dengan tanah. Satu-satunya orang terdekat Menma yang masih hidup adalah Hinata. Itupun dalam keadaan lumpuh karena tulang belakang Hinata ada yang retak.
"Maafkan aku… maaf… maaf…"
Berulang kali Menma meminta maaf kepada Hinata sambil menggenggam tangan Hinata. Hinata yang sedang terbaring di tempat tidur rumah sakit tak bisa membalas kata-kata Menma karena tak bisa menggerakan sekujur tubuhnya. Tapi dari senyum yang diperlihatkan Hinata, kelihatannya Hinata sudah memaafkan Menma. Ia tak ingin Menma memikul beban berat lagi. Ia tak ingin Menma kembali menganggap kehancuran Konoha sebagai kesalahannya.
Benar kata orang, kau akan menyadari siapa orang yang peduli padamu saat mereka tak ada. Itu yang dirasakan Menma saat kehilangan kedua orang tuanya. Karena itulah Menma bertekad untuk melindungi Hinata sekuat yang ia bisa. Ia tak ingin kehilangan lagi orang yang peduli padanya. Menma menolak posisi Hokage yang ditawarkan padanya sehingga posisi Rokudaime diberikan kepada Kakashi. Menma ingin fokus merawat Hinata.
Hinata baru bisa keluar dari rumah sakit 1 bulan kemudian. Menma tak kenal lelah mengajarinya untuk berjalan. Atas kerja keras Menma dan tentu saja Hinata, Hinata bisa berjalan lagi 2 bulan kemudian. Meskipun perlu ditopang dengan tongkat, setidaknya Hinata bersyukur karena tak lagi harus menggunakan kursi roda. Selain itu ia tak perlu merepotkan orang lain jika memerlukan sesuatu.
Pukulan terberat bagi Menma dan Hinata kembali muncul saat melakukan check up rutin ke rumah sakit. Berdasarkan laporan dokter, ditemukan kalau struktur tulang belakang Hinata sudah tak memungkinkan dirinya untuk menopang beban yang berat. Bahkan Hinata akan kesulitan untuk sekedar berlari. Jadi Hinata divonis tak bisa jadi ninja lagi.
Meski kenyataan ini terasa berat, Menma dan Hinata saling menguatkan dengan menautkan jemari mereka, kali ini keduanya sudah bisa menerima kenyataan.
Sepulang mengantar Hinata ke rumah sakit, ketidakstabilan dimensi terjadi untuk pertama kalinya. Ketidakstabilan terjadi karena seseorang telah menggunakan jurus terlarang, yaitu Limited Time Travel.
Penggunanya adalah Naruto dimensi ke-1 alias Clone alias Naruto Uzumaki. Pria muda berusia 24 tahun itu datang dari masa depan untuk menyelamatkan dirinya yang masih muda. Disebut limited karena ini merupakan cikal bakal lahirnya Time Travel sesungguhnya. Pengguna Limited Time Travel hanya bisa pergi ke masa lalu dan ke masa depan, tapi tidak bisa mengontrol waktu (contohnya mesin waktu NR).
Dalam invasi Pain, Naruto yang berusia 16 tahun gagal melindungi Konoha. Kesalahan itu terus merembet ke masa depan. Akatsuki yang harusnya mati jadi berkuasa, tubuh Hinata, Kakashi, dan shinobi Konoha lain lenyap begitu saja (Nagato jadi tak menghidupkan mereka). Saat itu Naruto dewasa memutuskan untuk menggunakan limited time traveler bersumber dari gulungan yang dirahasiakan Tsunade dan Hokage-Hokage sebelumnya. Ia pergi ke masa lalu, lalu memberikan kesempatan kedua kepada dirinya yang masih muda untuk mengulangi semuanya dari awal.
Naruto tak tahu kalau penggunaan limited time traveler telah memicu ketidakstabilan dimensi dan menyatukan 7 dimensi selama 10 menit. Ia juga tak tahu kalau Menma menyaksikan seluruh perbuatan Naruto dari celah dimensi. Menma yang saat itu baru berusia 16 tahun tak tahu harus apa. Ia belum bisa menentukan apa perbuatan Naruto dewasa itu bisa dianggap benar.
Saat Naruto dewasa kembali ke masa depan, Menma memberanikan dirinya untuk masuk ke dimensi ke-1 tempat Naruto muda berada. Ini pertama kalinya ia masuk ke dimensi lain. Menma berdiri di atas patung Hokage Ke-4. Di hadapannya ada desa Konoha yang mirip sekali dengan desanya di dimensi ke-3. Bedanya, yang jadi Hokage Ke-4 di sini adalah Minato, bukan ayah Sakura. Lalu perbedaan lainnya adalah Naruto di hadapannya telah ditolong oleh 'versi dewasanya' dari masa depan.
Di hadapan Menma, sejarah Konoha 1 telah berubah hari itu.
Semudah itukah merubah sejarah?
Kali ini Naruto berhasil mengalahkan Pain dan ia jadi pahlawan. Hinata di dimensi ini telah sadar dan terlihat sehat, padahal Menma tahu betul kalau beberapa menit yang lalu Hinata itu mati. Menma tidak iri melihat Hinata milik Naruto dalam keadaan baik-baik saja. Sama sekali tidak. Toh Menma juga memiliki Hinata lain di Konoha 3 yang sangat ia cintai sepenuh hati. Hanya saja Menma heran, apa boleh seseorang dari masa depan mengubah sejarah?
Menma kembali masuk ke celah dimensi karena takut terperangkap di dimensi ke-1. Sebelum pulang ke dimensi ke-3, ia memperhatikan dimensi lain. Ia heran kenapa tak ada Naruto dari dimensi lain (dimensi 2 dan dimensi 4-7) yang menyaksikan kejadian ini. Ini menjadikannya satu-satunya orang yang menjadi saksi perbuatan Naruto dewasa dan Naruto muda yang masih diragukan kebenarannya. Padahal jika saja ada Naruto lain, mungkin Menma bisa mendiskusikan masalah ini.
Sepulangnya ke Konoha 3, Menma merasa tak tenang. Akhirnya ia mendatangi Hinata ke rumahnya.
Menma memeluk Hinata setibanya di kamar sang gadis. Tentu saja ini membuat Hinata merasa aneh. Mereka baru saja berpisah 10 menit lalu, kenapa sekarang Menma datang lagi dan langsung memeluknya?
"Ada apa?" tanya Hinata.
Menma menggeleng pelan dalam pelukan Hinata. Mereka larut dalam keheningan setelah itu. Menma merasa jika dirinya langsung menceritakan 7 dimensi, Hinata tak akan percaya. Dirinya saja tak akan percaya seandainya tak melihat langsung. Maka Menma mencari pertanyaan lain yang bisa mewakili ketidaktenangannya saat ini tanpa menyinggung masalah 7 dimensi.
"Hinata," panggilnya tanpa melepas pelukan.
"Hn?"
"Seandainya aku bisa memutar waktu ke masa lalu, apa kau akan senang?"
Hinata terpaku mendengar pertanyaan Menma yang terdengar aneh itu. Kemudian Hinata terkekeh.
"Baka, apa-apaan pertanyaanmu itu? Hehe."
"Jawab saja, 'kan kubilang seandainya," timpal Menma sambil ikut tertawa. Ia berusaha membuat Hinata tak curiga.
"Hmm… Aku lebih senang sekarang. Memangnya kau tidak sadar kalau akhir-akhir ini aku merasa senang?"
Menma melepas pelukannya kemudian menatap kedua bola mata lavender Hinata.
"Tidak. Kenapa lebih senang sekarang?" kata Menma balik bertanya.
"Sederhana saja. Dulu kau tak pernah peduli padaku. Aku berusaha dekat denganmu tapi kau selalu cuek. Tapi sekarang kau sangat peduli padaku. Kau selalu berada di sampingku kapanpun aku membutuhkanmu. Itulah alasannya kenapa aku lebih memilih sekarang," jawab Hinata panjang lebar.
"Meskipun dengan keadaan fisik sekarang?" tanya Menma lagi untuk lebih memastikan.
Hinata menghela napas pelan. Dipegangnya kedua sisi pipi Menma hingga wajah Menma kembali mendekat.
"Ya. Selama kau ada di sisiku. Itu sudah membuatku senang," jawabnya dengan diiringi sebuah senyum manis.
Menma menatap wajah Hinata yang perlahan merona. Jarang sekali Hinata memperlihatkan sisi lembutnya seperti sekarang. Menma tak mampu menahan dirinya untuk tak mencium Hinata. Diciumnya bibir Hinata tanpa basa-basi. Hinata tentu saja tak siap karena biasanya Menma tak pernah berinisiatif untuk memulai ciuman. Lama-kelamaan Hinata bisa mengimbangi ciuman Menma.
"Hinata," panggil Menma setelah melepas ciuman mereka.
"Ya?"
"Saat kita berusia 17 tahun nanti, maukah kau menikah denganku?"
"Tentu saja aku mau," jawab Hinata tanpa ragu.
Air mata keluar dari mata Hinata. Kali ini Hinata tak menyumpahi Menma karena sudah membuatnya menangis. Ini tangis haru yang keluar saat momen yang paling diharapkan Hinata seumur hidupnya terjadi. Hinata sudah lama menunggu Menma mengatakan hal itu.
Hari itu pun Menma sadar, dia tak perlu memutar waktu untuk membuat Hinata bahagia. Saat ini adalah saat yang paling bahagia baik bagi Hinata maupun bagi dirinya.
20 tahun yang lalu
Delapan tahun kemudian, tepatnya saat Menma dan Hinata berusia 24 tahun, Naruto dari dimensi ke-1 (yang juga berusia 24 tahun) datang ke dimensi ke-3. Wajah Naruto masih sangat diingat oleh Menma meskipun sudah 8 tahun dari saat terakhir ia melihatnya. Rambut pirang dan pakaian serba orange yang dipakai Naruto begitu mencolok dan tak mudah untuk dilupakan Menma.
Bayangan mengenai penggunaan limited time travel 8 tahun lalu kembali berkelebat di otak Menma. Baiklah, mungkin ini bukan 'Naruto dewasa' yang ia lihat 8 tahun lalu. Ini adalah Naruto muda yang dulu berusia 16 tahun dan kini sudah tumbuh dewasa. Dulu ia yang ditolong Naruto dewasa.
Raut wajah Naruto terlihat serius saat menghadap Menma.
"Aku ingin bicara," katanya.
"Silahkan. Bicara saja," jawab Menma.
Entah kenapa ia sama sekali tak semangat untuk meladeni Naruto. Meskipun Menma berulangkali menegaskan kepada dirinya sendiri kalau Naruto yang dulu menggunakan limited time travel dan Naruto yang kini di hadapannya berbeda. Hati kecil Menma selalu menganggap kalau kedua Naruto itu 'satu' meski berasal dari alur waktu yang jauh berbeda.
Naruto memandang Hinata yang duduk di samping Menma. Ia seperti segan untuk mengutarakan maksudnya di hadapan Hinata.
"Tidak di sini," kata Naruto.
Menma akhirnya pamit kepada Hinata untuk mengajak Naruto ke luar.
Setelah berhadapan 4 mata dengan Menma, akhirnya Naruto mengatakan tujuan utamanya ke dimensi ke-3. Naruto sedang mengumpulkan ketujuh Naruto dari 7 dimensi yang berbeda untuk membicarakan masalah gulungan time travel yang belakangan ini diincar banyak orang.
Menma akhirnya mengikuti kemana Naruto pergi. Tempat pertemuan adalah dimensi ke-5, tepatnya istana milik Akage dan Shion. Untuk pertama kalinya Menma diajak berpindah dimensi menggunakan jurus dimensional travel. Seperti kebanyakan Naruto saat melakukannya pertama kali, Menma muntah darah dan tak bisa bergerak selama beberapa puluh menit. Menma tak menyangka akan sesakit ini. Padahal saat ada ketidakstabilan dimensi 8 tahun lalu, Menma bisa seenaknya masuk ke dimensi ke-1 tanpa merasakan sakit. Kali ini perpindahan dimensi membutuhkan jurus khusus (dimensional travel) karena celah dimensi sudah stabil kembali.
Naruto dari dimensi lain sudah lebih dulu hadir.
Peserta pertemuan ini adalah:
Naruto Uzumaki alias Naruto (24th) dari dimensi ke-1
Naruko Uzumaki alias Naru (17th) dari dimensi ke-2
Menma Namikaze alias Menma (24th) dari dimensi ke-3
Naruto Uzumaki alias Yami (24th) dari dimensi ke-4
Naruto Uzumaki alias Akage dan Shion (42th) dari dimensi ke-5
Naruto Uzumaki alias Souban (17th) dari dimensi ke-6
Naruto dan Naruko Uzumaki alias Shichidaime Hokage dan Naruko Nee-san (30th) dari dimensi ke-7
Pemimpin pertemuan adalah Naruto.
Inti dari pertemuan ini adalah meminta kesepakatan ketujuh Naruto untuk sama-sama menjaga gulungan time travel. Gulungan time travel adalah sebuah gulungan yang isinya menceritakan 4 tingkatan jurus ruang dan waktu mulai dari Shunshin no Jutsu, Hiarishin no Jutsu, Dimensional Travel, dan Time Travel (termasuk di dalamnya Limited Time Travel). Gulungan itu hanya ada 1 dan hanya terdapat di dimensi ke-1.
"Aku merasa tak mampu menjaganya sendirian. Di dimensi 1 sudah banyak terjadi kekacauan yang diakibatkan oleh perebutan gulungan time travel. Gulungan itu sangat berbahaya. Jadi level ke-3 jurus ruang dan waktu, yaitu dimensional travel hanya boleh diketahui oleh 7 Naruto, sedangkan level ke-4, yaitu time travel tak boleh diketahui oleh siapapun," ujar Naruto.
"Bagaimana kalau gulungan itu disimpan di sini, dimensi ke-5. Mungkin istriku bisa menyegelnya di kuil?"
Akage menoleh kepada sang istri di sampingnya.
"Aku tak keberatan," kata Shion.
Selanjutnya ada banyak masukan mengenai alternatif lain tempat penyimpanan gulungan. Tapi setelah perdebatan panjang pun, dimensi ke-5 tetap dinilai paling aman.
"Baiklah. Aku setuju," kata Shichidaime Hokage. "Teknik penyegelan Shion-sama terkenal merupakan salah satu yang paling kuat."
"Aku sependapat," jawab Naruko Nee-san.
"Aku juga setuju. Kurasa memang di sini paling aman," jawab Naru.
Sedangkan Yami dan Souban menjawab dengan anggukan. Menma jadi satu-satunya orang yang tak menjawab.
"Menma? Kau setuju?" tanya Naruto.
Menma terlihat ragu. Rasa ragu Menma sebenarnya cukup beralasan. Dari pertama ia duduk di pertemuan ini, sebenarnya Menma mengharapkan kalau Naruto membahas ketidakstabilan dimensi 8 tahun lalu, saat mereka masih berusia 16 tahun. Termasuk di dalamnya penggunaan limited time travel yang sempat dilakukan 'Naruto dewasa'. Naruto melarang peserta pertemuan lainnya untuk mengetahui isi gulungan, terutama tentang time travel, tapi nyatanya Naruto (atau versi dewasa dirinya) sudah tahu sejak 8 tahun yang lalu! Bukankah itu tidak adil?
"Menma? Kau baik-baik saja?" Kali ini Akage yang bertanya.
Menma tersadar dari pemikirannya. Ditatapnya keenam Naruto secara bergantian. Pandangannya berakhir di Naruto. Ia ingin membahas penggunaan limited time travel 8 tahun lalu, tapi setelah dipikir lagi itu hanya akan menambah runyam masalah. Akhirnya untuk kedua kalinya, Menma memutuskan untuk mengalah dan melupakan masalah itu. Ia tak ingin mengungkit masa lalu apalagi tanpa bukti yang jelas.
"Baiklah, aku setuju. Semoga kita bisa melindungi gulungan itu dengan baik."
Semua Naruto akhirnya setuju untuk melindungi gulungan tersebut sekuat tenaga.
14 tahun yang lalu
Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Tak terasa sudah 6 tahun ketujuh Naruto bekerja sama melindungi gulungan time travel. Sejauh ini tak ada yang datang mengincarnya. Orang-orang yang mengincar gulungan di dimensi ke-1 kelihatannya tak bisa berkutik saat gulungan dipindahkan ke dimensi lain. Selain mereka tak tahu kombinasi segel dimensional travel, chakra mereka pun belum tentu mampu dipakai untuk berpindah dimensi dari dimensi ke-1 ke dimensi ke-5. Selama ini hanya klan Uzumaki yang mampu melakukan dimensional travel.
Enam tahun juga telah menjadikan ketujuh Naruto sudah seperti keluarga. Dengan dimensional travel, mereka bisa sering menghabiskan waktu bersama. Mereka bisa saling mengunjungi dimensi yang lain. Saat Naru menikah, 6 Naruto lain datang ke acara pernikahannya. Begitu juga saat Naruto-Hinata dikaruniai anak kedua dan Akage menyambut kelahiran cucu pertamanya (anak dari Sena). Semuanya membaur seperti sebuah keluarga besar. Bahkan Menma sudah mulai melupakan insiden penggunaan limited time travel oleh Naruto.
"Bagaimana keadaan Sena dan bayinya?" tanya Hinata saat Menma sampai di rumah. Hinata nampak sedang menyiram bunga-bunga lavender di taman. Sebelum pergi, Menma memang sempat pamit kepada Hinata untuk menengok Sena, anak perempuan tunggal Akage dan Shion.
"Sena dan bayinya sehat. Bayinya laki-laki. Akage nampak senang sekali karena ia akan punya teman laki-laki," jawab Menma ceria.
Hinata ikut tersenyum mendengar kabar tersebut, namun perlahan senyumnya memudar. Menma langsung menyadari ini.
"Hinata?" tanya Menma, bingung melihat perubahan ekspresi Hinata yang terlalu drastis.
"Apa kau ingin memiliki seorang anak, Menma?" tanya Hinata tiba-tiba.
Menma tak menduga Hinata akan bertanya demikian. Di usia mereka yang sudah menginjak 30 tahun, tentu saja Menma mendambakan seorang anak. Tapi ia tahu resiko apa yang bisa terjadi kalau Hinata hamil.
"Bukannya aku tak mau, tapi aku tak ingin membahayakan nyawamu. Dokter bilang kalau tulang belakangmu tak boleh menahan beban berat, termasuk hamil. Hamil menyebabkan beban di tulang belakang meningkat."
Keduanya terdiam setelah itu. Setelah Hinata menyelesaikan pekerjaannya menyiram tanaman, ia ikut duduk bersama Menma di kursi taman.
"Kau bisa menikahi perempuan lain kalau kau mau," kata Hinata datar.
Sontak Menma langsung kaget mendengarnya. Menma menatap Hinata tajam.
"Jangan pernah bicara begitu!" katanya dengan nada yang keras.
Keras di sini bukan berarti marah. Tapi keras yang memperlihatkan ketegasan. Entah kenapa Hinata sampai berpikir menyuruh Menma menikahi wanita lain. Menma tak akan meninggalkan Hinata lalu menikahi wanita lain hanya karena ingin punya keturunan.
Menma memegang kedua pundak Hinata, memaksa Hinata untuk menghadap ke arahnya.
"Asal kau tahu, aku sudah cukup bahagia bisa bersama denganmu. Aku tak akan pernah menikahi wanita lain," jelas Menma.
Hinata langsung terharu mendengarnya. Menma menarik Hinata ke dalam pelukannya.
Seharusnya Hinata tak usah lagi meragukan kasih sayang suaminya. Sudah 13 tahun mereka menikah. Sampai detik ini Menma tak pernah berpaling ke wanita lain. Banyak kunoichi lain yang lebih cantik dan muda, dan tentunya lebih sehat dari Hinata, tapi Menma tak sedikit pun tertarik kepada mereka. Menma yang sekarang bukanlah Menma yang dulu, yang selalu cuek kepada Hinata. Menma yang sekarang memperlakukan Hinata seperti puteri yang tak tergantikan.
12 tahun yang lalu
Cobaan seakan tak henti-hentinya datang kepada Menma...
Saat ia menginjak usia 32 tahun, Hinata masuk rumah sakit karena syaraf tulang belakangnya terjepit. Ini merupakan efek dari retaknya tulang belakang Hinata 16 tahun lalu. Posisi cedera syaraf yang berada di bagian leher membuat nyawa Hinata tak tertolong.
Kejadiannya berlangsung begitu cepat. Sore hari Hinata masuk rumah sakit, dan hari itu juga ia meninggal.
Tak ada air mata yang keluar dari mata Menma. Ini terjadi begitu cepat dan Menma merasa ini hanya mimpi. Dalam pemakaman Hinata, 6 Naruto turut hadir menunjukkan bela sungkawa mereka.
Setelah acara pemakaman selesai, Menma pulang ke rumah. Saat itulah ia sadar kalau sudah tak ada yang menyambutnya di pintu rumah, tak ada yang menyediakan makan, dan tak ada sosok wanita yang selalu tersenyum di sisinya.
Hinata sudah mati.
Menma menangis sejadi-jadinya. Ia merasa tak mampu untuk melindungi Hinata. Ini semua buah dari sikap keras kepala Menma 16 tahun lalu yang bersikeras pergi ke Suna meninggalkan Hinata. Jika saja Menma tak pergi ke Suna, Konoha tak akan hancur, teman-teman dan orang tuanya tak akan mati, tulang belakang Hinata tak akan terluka, Hinata bisa hamil, dan mereka akan bahagia.
Keenam Naruto merasa khawatir pada keadaan Menma. Mereka memutuskan untuk menginap di rumah Menma sampai Menma lebih tenang.
"Menma," panggil Naruto. "Kau harus sabar menghadapi semua ini. Ini adalah-"
BUKH!
Entah setan apa yang merasuki Menma, saat itu ia memukul wajah Naruto begitu saja.
Sikap irinya kepada Naruto yang dipendam selama 16 tahun kembali muncul. Naruto bisa mengubah sejarah sehingga Hinata miliknya bisa hidup kembali. Tapi kenapa Hinata milik Menma tak boleh diselamatkan? Kenapa ia tak boleh mengetahui kombinasi segel time travel? Atau minimal limited time travel? Bukankah itu tidak adil?
"Berikan gulungan time travel padaku!" bentak Menma.
Akage dan Shichidaime yang panik melihat keadaan segera berusaha menahan Menma. Namun Menma yang sudah kalap menyikut keduanya dan kembali menerjang Naruto, memukul wajahnya berkali-kali. Menma baru bisa ditahan saat Souban dan Yami ikut membantu menahannya. Sementara itu Naru dan Naruko Nee-san membantu Naruto untuk berdiri.
Menma mengepalkan kedua tangannya. Sudah cukup ia merahasiakan kejadian 16 tahun lalu. Sudah saatnya 5 Naruto lain tahu kejadian yang sebenarnya. Sudah saatnya 5 Naruto lain menilai apakah sikap Naruto mengubah sejarah itu benar atau salah? Boleh atau tidak? Adil atau tidak?
"Kau pikir aku tak tahu kejadian 16 tahun lalu?!" bentak Menma lagi.
Naruto tertegun, sementara 5 Naruto lainnya penasaran ke mana arah pembicaraan Menma.
"Kau mengajak kami melindungi gulungan time travel dan tak memakai jurus time travel. Tapi kau sendiri sudah memakainya! Enam belas tahun lalu aku melihatmu menyelamatkan dirimu yang lain menggunakan jurus itu. Jika kau ingin adil, seharusnya biarkan kami memakainya sekali saja!" jelas Menma panjang lebar.
Souban yang tadi membela Naruto jadi penasaran dengan kebenaran yang sesungguhnya.
"Apa itu benar Naruto?" tanya Souban.
Naruto tak menjawab. Ia hanya menunduk.
"Jawab Naruto!" bentak Yami.
"Ya, itu memang benar!" jawab Naruto. "Tapi bukan aku yang menggunakan, melainkan aku versi dewasa. Aku hanyalah Naruto yang diselamatkan olehnya. Lagipula itu dilakukan untuk memperbaiki alur kehidupan agar kembali berjalan ke arah yang benar."
"Omong kosong!" teriak Menma. "Aku tak peduli yang melakukannya kau atau versi lain dirimu. Yang jelas kau dan dia adalah 'satu', sama-sama Naruto! Memperbaiki alur hanya alasanmu saja! Faktanya sejarah di dimensi ke-1 telah berubah 16 tahun yang lalu!"
"Percayalah Menma, gulungan itu tak seharusnya dipakai. Itu akan mempengaruhi keseimbangan waktu."
"Lalu kenapa 16 tahun lalu Naruto dewasa memakainya?!"
Menma sudah semakin naik darah. Sementara Yami dan Souban mulai mengerti keadaan yang mereka hadapi. Perlahan Yami dan Souban melepas pegangan mereka di tangan Menma. Yami dan Souban sudah tahu ke siapa mereka akan berpihak.
Jika dilihat dari sudut pandang 6 Naruto, memang ini tak adil. Naruto sudah pernah memakai gulungan time travel, sedangkan 6 Naruto lain belum pernah, bahkan tak diizinkan untuk memakainya.
Yami maju selangkah mendekati Naruto. Ia berkata, "Ironis sekali. Kau bilang jangan memakai gulungan itu, setelah kau memakainya. Menma benar dalam hal ini, jika ingin adil dan kami percaya padamu, biarkan kami memakainya sekali."
"Y-Yami, kau juga ingin memakainya?"
"Ya. Aku ingin memutar waktu ke 22 tahun lalu saat semua penduduk menganiayaku."
Setelah itu giliran Souban yang maju. Ia mengeluarkan liontin di lehernya dan menunjukkan foto Karin. "Aku ingin memutar waktu ke sebelum Karin-Neesan tewas dalam kecelakaan mobil 9 tahun lalu."
Merasa ada pendukung, Menma melepas paksa pegangan Akage dan Shichidaime di kedua tangannya. Kemudian ia berdiri di antara Souban dan Yami. "Kurasa kau sudah tahu kemana aku ingin kembali. Aku ingin kembali ke 16 tahun lalu, saat Hinata baik-baik saja," ujar Menma pelan.
"Ck, kalian tak mengerti..." keluh Naruto.
"Ehem. Aku tak ingin memutar waktu tapi aku setuju dengan pendapat mereka. Jika kau ingin mendapat kepercayaan dari mereka lebih baik kau turuti," ujar Shichidaime.
Sontak saja Akage yang berada di sampingnya tak menyangka. "Hokage-sama, aku tak percaya kau memihak mereka."
Shichidaime menggeleng. "Akage-san, ini bukan masalah memihak siapa. Tapi Naruto mengawali perjanjian kita dengan sebuah kebohongan. Siapa yang tahu kalau dia akan memakai jurus itu lagi tanpa sepengetahuan kita. Jika 16 tahun lalu dia pernah melakukannya, itu berarti dia tahu cara memakainya, sedangkan kita tidak tahu."
"Hentikan kalian semua!" teriak Naru. Ia muak dengan perdebatan ini. "Kalian kenapa? Kita sudah seperti keluarga, tak selayaknya kita terpecah belah begini."
"Naru-chan benar, kita harus selesaikan masalah ini secara kekeluargaan, karena kita sebuah keluarga," kata Akage.
"Keluarga tak akan menyembunyikan hal sepenting itu dari kita," balas Menma.
Itu jadi kalimat pamungkas Menma, sekaligus kalimat yang mengakhiri perdebatan panjang. Tak ada lagi yang bicara setelah itu. Naruto tetap bersikeras menolak untuk memberikan gulungan itu baik-baik. Sehingga pertikaian tak bisa dihindari. Perlahan setiap Naruto merapat ke pihak yang mereka dukung. Akage dan Naru mendekati Naruto. Shichidaime, Souban, dan Yami tetap di sisi Menma. Nee-san tentu saja tak bisa dipisahkan dari sang suami, sehingga ia ikut memihak Menma.
Hari itu perang antara 7 Naruto pecah untuk pertama kalinya.
Menma-Yami-Souban-NaruNaru
VS
Naruto-Naru-Akage
Konoha 3 sudah tak berbentuk lagi saking dahsyatnya pertarungan yang terjadi. Ini adalah pertarungan terhebat sepanjang sejarah ninja. Perang dimenangkan oleh pihak Menma karena pihak Naruto kalah jumlah. Tapi perjuangan Naruto cs perlu diacungi jempol karena Shichidaime, Nee-san, dan Souban ikut terbunuh. Yang kini tersisa hanya Menma dan Yami. NR099 yang datang dari masa depan menjadi saksi peristiwa ini. Tanpa sepengetahuan Menma, NR mengambil sample gen Naruto yang kemudian ia kembangkan menjadi kloning dan diberi nama Clone. NR099 melanjutkan pengamatannya terhadapan duo Menma dan Yami.
Selanjutnya Menma mendatangi kuil negara Iblis di dimensi ke-5. Ia menyandera Sena dan anaknya serta meminta Shion membuka segel gulungan time travel jika tak ingin anak dan cucunya mati.
Setelah gulungan dibuka, semua rahasia atas 4 tingkat kekuatan ruang dan waktu terbongkar. Menma akhirnya tahu kalau limited time travel yang 16 tahun lalu digunakan Naruto hanyalah sebagian kecil dari time travel sesungguhnya. Time travel sesungguhnya memerlukan kombinasi segel yang lebih rumit dan chakra yang lebih besar. Time travel sesungguhnya bukan hanya sekedar menjelajahi waktu, tapi juga mengontrol waktu. Seorang pengguna time travel (yang disebut Time Traveler) bisa mengubah dunia dan segala isinya. Dalam segel pun dijelaskan kalau ingin menjadi time traveler, seseorang harus memfokuskan 7 kekuatan dalam 1 tubuh.
Menma menganggap inilah jurus yang ia inginkan. Dia tak ingin memakai limited time travel, tapi time travel yang sempurna!
"Menma! Kau tak akan membunuhku 'kan?!" tanya Yami gemetar.
Masalahnya, luka yang dideritanya setelah pertempuran lebih parah dari Menma. Jadi akan sangat mudah bagi Menma untuk membunuh Yami. Yami tak akan bisa kabur.
"Maaf, Yami," gumam Menma.
Ia yang sudah kalap menerjang Yami dan menusuk Yami dengan pedang tepat di jantung.
"Brengsek... Menma... kita sudah berjuang bersama... ke... kenapa k-kau lakukan ini?" tanya Yami dengan kalimat yang terputus-putus. Detak jantungnya sudah melambat. Tak lama lagi ajal akan menjemputnya.
Menma bukannya tak memiliki perasaan karena telah menusuk Yami. Saat Naruto, Naru dan Akage ia bunuh pun, ada rasa bersalah yang tiba-tiba saja muncul. Delapan tahun adalah waktu yang lama untuk membentuk persahabatan lintas dimensi yang kemudian berkembang jadi hubungan layaknya keluarga. Tapi sejak awal hubungan antar dimensi ini sudah dikotori oleh kebohongan Naruto. Menma hanya ingin mengembalikannya ke awal. Ia ingin membuat dunia yang sempurna dengan time travel.
"Jangan khawatir kawan, aku akan memutar waktu dan segala isinya. Aku akan menghidupkanmu dan 5 Naruto lainnya, juga keluarga kalian. Aku akan membuat dunia yang sempurna. Kita akan memulai semuanya dari awal lagi," kata Menma.
Yami akhirnya menghembuskan napas terakhirnya tanpa sempat menimpali kata-kata Menma. Kekuatan Yami masuk kedalam tubuh Menma. Kini ia memiliki 7 kekuatan Naruto dalam tubuhnya. Menma menutup kelopak mata Yami kemudian menutupi jasad Yami dengan kain.
Saat yang ditunggu-tunggu oleh Menma akhirnya datang. Ia akan menggunakan jurus time travel untuk pertama kali. Dibukanya gulungan oleh Menma dan ia mengikuti instruksi kombinasi segel yang tertulis di sana.
Setelah segel aktif, bayangan-bayangan dari masa lalu dan masa depan bermunculan di dalam kepala Menma. Kepalanya langsung sakit karena terlalu banyak bayangan yang ia lihat. Namun Menma tak ingin membuang waktu. Tujuannya sudah pasti, yaitu 16 tahun lalu, sesaat sebelum ia pergi ke Suna.
Tubuh Menma menghilang ke masa lalu. Saat itulah Time Traveler pertama lahir...
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, time travel yang sempurna bukan seperti limited time travel yang sekedar pergi ke masa lalu. Time travel ini memiliki cakupan yang jauh lebih luas lagi. Detik dimana Menma mengatifkan time travel, maka detik itu pula ia mengembalikan dunia dan segala isinya ke 16 tahun yang lalu.
Lihat saja fisik Menma yang kini telah berubah jadi remaja 16 tahun lagi. Juga keadaan Konoha 3 yang kembali damai. Betapa senangnya Menma melihat keadaan ini. Jurusnya sudah berhasil. Menma pun sudah bisa pastikan kalau keadaan di 6 dimensi lainnya telah kembali. Enam sahabatnya telah hidup kembali.
Menma tak sabar untuk segera menyapa Hinata dan keluarganya. Karena posisi rumahnya lebih dekat, maka Menma akan mengunjungi keluarganya lebih dulu. Ia sudah lama tak bertemu Minato dan Kushina.
Tepat saat akan membuka kenop pintu. Pergerakan Menma terhenti.
Dari kaca jendela di pinggir pintu, Menma melihat ada 'Menma lain' di dalam rumah!
Kejadian di luar dan di dalam rumah memang sama persis dengan saat sebelum ia pergi ke Suna. Tapi Menma tak menyangka kalau akan ada 'Menma lain' di sana!
"Menma!" panggil Hinata.
Menma akan menyahut tapi ia sadar kalau Hinata tidak memanggil dirinya, melainkan memanggil 'Menma lain' yang sedang tergesa-gesa menuju Suna.
Saat Menma lain itu membentak Hinata hingga menangis, Menma Time Traveler hanya bisa melihatnya dari kejauhan. Mau menolong pun ia berpikir dua kali. Ini bukan dunianya. Dan Hinata yang sedang menangis itu bukan Hinatanya. Menma justru merasa menghianati Hinata istrinya jika sekarang ia menolong Hinata yang sedang menangis.
Dunia pertama dan dunia ke-2 (dunia hasil time travel) terlihat sama tapi berbeda di mata Menma Time Traveler. Konoha 3 kembali aman, tapi ini bukan Konoha miliknya. Kedua orang tuanya hidup lagi, tapi mereka bukan orang tuanya. Hinata hidup lagi dan terlihat sehat, tapi dia bukan Hinata istrinya. Bahkan setelah ia mengecek ke 6 dimensi lainnya, Menma merasa kalau 6 Naruto yang hidup sekarang bukan lagi sahabatnya. Semua yang ada di dunia ke-2 ini adalah milik Menma lain!
Barulah kemudian Menma sadar. Seorang Time Traveler tidak terikat dengan ruang dan waktu. Dengan menjadi Time Traveler, kau berarti sudah siap untuk kehilangan semua orang yang dicintai dan kehilangan segalanya. Seorang Time Traveler bagaikan seorang dewa waktu yang tak membutuhkan keluarga dan tempat tinggal.
Berhari-hari Menma murung. Dia hanya menyendiri di atas patung Hokage. Menma tak menyangka dunia ke-2 yang dibangunnya akan seperti ini. Ia merasa tak memiliki apapun di dunia ke-2 ini. Menma mulai mempertanyakan apa sebenarnya manfaat dunia ke-2 bagi dirinya?
Saat sedang terdiam memperhatikan ketujuh 'Naruto baru'. Menma mendeteksi kalau Naruto dari dimensi ke-1 melakukan dimensional travel ke dimensi ke-2 memakai jurus hiraishin yang dimodifikasi. Tak lama kemudian dia menetap di sana, bahkan jadi kakak angkat Naru.
'Cih, lagi-lagi melakukan jurus terlarang. Keturunan Naruto memang selalu jadi pembuat onar,' cibir Menma.
Alur ini agak berbeda dengan dunia ke-1. Tiba-tiba ini menarik perhatian Menma.
"Dunia ini berbeda. Ini bukan duniaku. Kenapa tidak bersenang-senang saja dengan dunia ciptaanku ini?" tanya Menma pada dirinya sendiri.
Di tengah keterpurukannya, Menma mulai kehilangan nilai-nilai kehidupan terhadap sesama manusia. Menma merasa kalau dunia ke-2 yang diciptakannya ini tidak berharga lagi baginya. Dunia ke-2 ini ada dalam genggamannya. Menma bisa dengan mudah mengaturnya sesuai keinginan.
Tanpa Menma sadari, ia telah berubah jadi 'Dark Menma' karena diliputi kebencian. Meski ia selalu bersikeras ingin dipanggil Menma Namikaze, Menma yang pertama, Menma yang asli, the real Menma.
Dark Menma bertekad menjadikan dunia ke-2 sebuah 'game' atau permainan. Ia akan mengadu domba ketujuh Naruto yang tinggal di sana.
Dark Menma memulainya dengan menyimpan kembali gulungan time travel di kuil. Bedanya, sekarang disimpan di kuil dimensi ke-5 di dunia ke-2, bukan dunia ke-1 yang sudah hancur. Lalu Dark Manma mengambil 35 gen shinobi terkuat dari 6 dimensi berbeda dari dunia ke-1. Ia akan membangkitkan mereka dengan edo tensei jika diperlukan. Nantinya mereka akan jadi anak buahnya. Mereka terdiri dari dari:
5 Naruto, yaitu mantan sahabat yang telah ia bunuh (Souban tidak termasuk). Saat dibunuh, Naruto berusia 32 tahun, Naru 25 tahun, Yami 32 tahun, Akage 50 tahun, dan Naruto Shichidaime 38 tahun.
6 Madara
6 Hashirama
6 Obito
6 Minato
6 Jinchuuriki
Tentunya Dark Menma terlebih dahulu membunuh mereka yang masih hidup (beberapa Obito ada yang masih hidup).
Setelah semuanya siap, Dark Menma kembali ke dunia ke-2 untuk memulai permainannya.
Setiap Dark Menma melihat wajah Menma, ia seperti melihat dirinya sendiri. Tapi ia selalu kesal karena menganggap Menma memiliki semuanya, keluarga, teman-teman, dan Hinata. Dark Menma ingin sekali membunuh Menma. Itu sebenarnya mudah sekali karena mereka bagaikan kembaran. Dark Menma mengetahui semua kemampuan Menma. Dark Menma jauh lebih kuat karena sebenarnya ia berumur 32 tahun tapi fisiknya 16 tahun. Hanya saja Dark Menma berpikir jika ia turun tangan membunuh Menma, permainan tak akan menarik.
Dark Menma memutuskan untuk membiarkan Menma dulu. Sedangkan yang akan ia peralat adalah Yami. Yami paling mudah dipengaruhi dibanding yang lainnya. Ia juga selalu semangat jika berhubungan dengan kekuatan.
Dark Menma memundurkan lagi waktu ke 6 tahun lalu. Saat Yami masih berusia 10 tahun agar lebih mudah dipengaruhi.
NR099 yang selalu membuntuti Dark Menma tidak ikut ke Konoha 4. Ia sudah mendapatkan informasi yang diperlukan dan bergegas kembali ke masa depan. Tubuhnya yang kebanyakan terbuat dari titanium tidak memiliki aliran chakra sehingga sulit dideteksi Dark Menma.
Di Konoha 4, Yami diperlakukan kurang baik oleh penduduk. Tak ada penduduk yang menghargai dirinya. Sehari-hari ia hanya menerima siksaan dan caci maki. Dark Menma menjadikan ini sebagai peluang untuk berteman dengan Yami. Dark Menma menolong Yami dan menyuruhnya untuk membalas setiap orang yang menganiayanya. Yami akan terus disakiti jika ia tak melawan, begitu kata Dark Menma.
Yami menuruti kata-kata Dark Menma. Pernah suatu ketika, ia membunuh penduduk yang menghinanya hingga ia dipenjara. Namun ia tak dihukum mati karena atas pertimbangan ia masih anak-anak. Dark Menma tak pernah meninggalkan Yami. Ia selalu mendukungnya bahkan ketika Yami berada di penjara. Saat berusia 11 tahun, Yami membunuh seluruh penjaga tahanan dan kesatuan ANBU dengan bantuan Dark Menma. Setelah itu Yami dan Dark Menma menghilang. Puncaknya, pada usia 12 tahun Yami kembali ke Konoha 4 untuk menghancurkan desa tersebut tanpa sisa. Kejadian itu menjadikan Yami missing-nin yang paling diburu di Negara Api. Terakhir, Dark Menma menyuruh Yami untuk menyempurnakan kekuatannya yaitu membiarkan kebencian menguasai dirinya.
Yami menerobos masuk ke Pulau Kura-Kura. Ia bertapa di hadapan Air Terjun Kebenaran dan di sanalah ia membiarkan sisi gelap (Darkness/Yami) mengambil alih dirinya. Sejak saat itu chakra asli 'Naruto' hilang dan digantikan chakra 'Yami'. Chakra inilah yang selama ini memancar dari dalam tubuhnya. Begitu pekat dan kelam hingga bisa dirasakan dari jarak berkilo-kilo meter jauhnya.
Selanjutnya Yami dan Dark Menma mendeklarasikan perang ke seluruh shinobi di dimensi ke-4. Dengan berbeloknya Yami ke pihak yang jahat, Obito, Kabuto, dan Madara tertarik untuk bergabung. Mereka memenangkan perang. Namun Yami tahu ia hanya dimanfaatkan sehingga usai perang, ia membunuh ketiganya dengan sadis.
6 tahun yang lalu
Cerita selanjutnya seperti yang sudah dijelaskan, Dark Menma menantang Yami untuk bisa mengalahkan 6 Naruto di dimensi lain. Yami setuju karena tahu itu akan meningkatkan kekuatannya.
Setelah itu Dark Menma hanya menonton dari jauh permainan yang ia buat. Yami memang membuat permainan Dark Menma tak membosankan untuk ditonton. Tak salah Dark Menma memilih Yami sebagai tokoh antagonis utama. Akage jadi 'Naruto' yang pertama kali dibunuh Yami.
Terkadang Dark Menma pun ikut terlibat dalam permainan. Seperti saat tubuh Menma terlempar ke Konoha 1 dan ia jadi Rokudaime Hokage di sana. Sebenarnya itu semata-mata dilakukan Dark Menma agar Menma tidak menikah dengan Hinata di Konoha 3. Dark Menma tak rela Hinata reinkarnasi dari istrinya menikahi Menma.
Hal tersebut pun akhirnya menyebabkan alur kehidupan yang berubah kacau di Konoha 1. Salah satu hal yang paling membuat Dark Menma puas adalah saat melihat Naruto sakit hati gara-gara Hinata-nya direbut Menma. Entahlah, sepertinya dendam Dark Menma terhadap Naruto masih ada sampai sekarang hingga ia membuat reinkarnasi Naruto ikut sengsara.
2 minggu yang lalu
Dark Menma juga akan masuk ke dalam permainan saat Yami terdesak. Contohnya saat Yami terluka parah setelah melawan Naruto-Sasuke-Menma, sementara ada pihak lain yang ingin melukai Yami yaitu Shion dan Sena.
1 jam yang lalu
Keadaan jadi sedikit merepotkan saat semua Naruto yang masih hidup memutuskan untuk bergabung dan mengeroyok Yami. Sekuat-kuatnya Yami, kalau harus melawan Naruto-Naru-Souban-Shichidaime-Neesan ditambah Orochimaru-Karin sekaligus, tetap saja Yami kewalahan.
Yami akhirnya kalah hingga memaksa Dark Menma mengambil alih peran antagonis. Bukan itu saja, tak lama kemudian datang Clone dan NR099 yang membongkar seluruh rahasia Time Traveler.
Ini di luar prediksi Dark Menma. Tapi show must go on, Dark Menma terpaksa mengeluarkan 35 shinobi terkuat yang jadi koleksinya. Cara itu pun tidak sepenuhnya menyelesaikan permainan. Naruto yang tersisa memberikan kekuatan mereka kepada 1 Naruto sehingga ia bisa jadi time traveler. Naruto yang dipilih tersebut adalah Uzumaki Naruko alias Naru.
Sekarang
Naru memegang kepalanya yang sakit. Ia tak menyangka kalau Naruto di dunia ke-1 (dengan kata lain leluhur kakaknya) yang memulai semua ini. Pantas saja kakaknya atau pun Naruto di masa lalu tak akan ada yang bisa jadi time traveler. Jurus time travel hanya bisa aktif jika penggunanya benar-benar baik… atau benar-benar jahat.
Naru lebih tak menyangka lagi kalau kehidupan yang sedang dijalaninya ini adalah dunia ke-2 buatan Dark Menma. Dirinya dan 6 Naruto lain tak akan ada kalau Dark Menma tak menghidupkannya kembali ke dunia ke-2.
Kekacauan yang terjadi saat ini tak terjadi tiba-tiba. Semua melalui proses yang sangat panjang.
Dark Menma mengalami kehidupan pahit yang membuatnya kehilangan rasa kemanusiaan. Empat puluh empat tahun telah membentuk seorang karakter Dark Menma yang ada sekarang. Itu waktu yang sangat panjang. Akan sulit mengembalikan sifatnya seperti dulu.
Tapi Naru merasa cara yang dilakukan Dark Menma dengan membuat game sama sekali tak menyelesaikan masalah yang terjadi. Itu hanya dibuat untuk menghibur dirinya sendiri. Justru game itu mengundang banyak masalah lain.
"Sudah jelas 'kan siapa yang memulai kekacauan ini? Dia adalah kakakmu dan leluhurnya. Lebih baik kita bekerja sama dan kita kuasai dunia ke-2 ini. Dengan 2 kekuatan time travel, tak akan ada yang mengalahkan kita," ajak Dark Menma sambil mengulurkan tangannya.
Naru ikut mengulurkan tangan ke arah Dark Menma.
BUGH!
Namun itu bukan untuk membalas uluran tangan Dark Menma. Itu untuk kembali mencekik leher Dark Menma, lalu membantingnya ke tanah.
"Jangan sok suci! Kau pikir membuat game bukan merupakan kesalahan yang besar? Menurutku kau lebih rendah dari kakakku, Clone, Limited Time Traveler, dan dari Naruto lainnya!" bentak Naru.
Dark Menma meronta menahan sakit. Ia sudah tak bisa melawan. Nasibnya sudah ada di tangan Naru, sang Time Traveler Ke-2. Ini gara-gara Naruto yang membuatnya terluka parah.
"Ghhkk! Lalu apa yang akan kau lakukan?"
"Aku akan membunuhmu," jawab Naru dingin.
"Apa menurutmu membunuhku akan menyelesaikan masalah?"
"Aku akan membunuhmu agar kebencian ikut mati bersamamu. Lalu dunia akan kuputar kembali ke awal. Aku akan menciptakan dunia ke-3."
Dark Menma tersenyum meremehkan.
"Heh, itu akan memulai siklus baru yang tak akan ada hentinya. Naruto dunia ke-3 akan membuat kesalahan lagi lalu-"
"Aku akan menciptakan dunia yang lebih baik dari yang pernah ada!" potong Naru dengan suara yang tegas dan serius. Dark Menma sampai terdiam dibuatnya. "Aku akan membuat dunia ke-3 dengan caraku sendiri. Aku tak akan meniru cara Naruto ke-1 di masa lalu, apalagi meniru caramu! Aku akan menghidupkan semua Naruto dari 7 dimensi, termasuk dirimu yang belum diliputi kebencian, dan tak akan membiarkan kalian menderita. Aku akan pastikan kalian bahagia dan menghargai setiap detik kehidupan kalian!"
To Be Continue…
A/N: Mantaaappp, 153 review dalam waktu 3 hari!Rekor dari semua chapter!Kemana aja kalian selama ini?Pada ngumpet. Anyway, sesuai janji, chapter 18 ini update cepat karena review yang menakjubkan. Panjang ya? Wajar 8rb+ kata, 25 halaman A4. Semoga memuaskan, semoga semua misteri terjawab, dan semoga kebingungan kalian hilang.
Summary terbaru. Baca dulu cuy biar ga panik:
Dunia ke-1 (masa lalu):
Dimensi 1: Naruto & Clone (DEAD)
Dimensi 2: Naru (DEAD)
Dimensi 3: Dark Menma
Dimensi 4: Yami (DEAD)
Dimensi 5: Akage (DEAD)
Dimensi 6: Souban(DEAD)
Dimensi 7: Hokage (DEAD) & Nee-san (DEAD)
Dunia ke-2 (masa sekarang, permainan, game):
Dimensi 1: Naruto (DEAD)
Dimensi 2: Naru
Dimensi 3: Menma (DEAD)
Dimensi 4: Yami (DEAD)
Dimensi 5: Akage (DEAD)
Dimensi 6: Souban & NR099 (DEAD)
Dimensi 7: Hokage (DEAD) & Nee-san (DEAD)
Ket:
Time Travel: berpindah waktu dengan atau tanpa mengontrol waktu.
Time Traveler: orang yang bisa berpindah dan mengontrol waktu. Contohnya Naru dan Dark Menma.
Limited Time Travel: berpindah waktu saja.
Limited Time Traveler: orang yang bisa berpindah waktu saja. Contohnya NR, Naruto yang hidup 28 tahun lalu di dunia ke-1, dan Clone.
Q&A:
1 Jika Clone diambil dari masa lalu oleh NR, kenapa dia bisa lebih tua dari Naruto? Clone diambil dari dunia ke-1 (12 tahun lalu) dimana dunia ke-2 belum tercipta dan Naruto si tokoh utama belum hidup. Naruto di dunia ke-1 mati di umur 32th sehingga jauh lebih tua dari Naruto si tokoh utama.
2 Dari mana asal 35 shinobi yang di-edo tensei Dark Menma? Sama dgn jawaban no 1. Naruto dan Naru bisa di-edo tensei karena mereka sebenarnya dari masa yang berbeda.
3 Dari mana asal Dark Menma? Sama dengan jawaban no 1, tepatnya dunia ke-1 dimensi ke-3.
Masalah mainstream atau tidak tergantung cara kita menyajikan interaksi.Idenya kadaluarsa tapi penyajiannya baguspasti akan disukai.Setuju. Yang bahaya itu ide biasa, interaksi kurang, penulisan ancur. Langsung pencet back.
Ga pake Rinne tensei? Jurus itu hanya menghidupkan orang, tidak memperbaiki dunia yang hancur.
Kurang srek kalo Naru yg jadi Time Traveler. Terlalu muda dan dia perempuan. Kalau kalian teliti, di awal saya udah memberikan 'sinyal' kalau Naru akan jadi tokoh yang penting. Perkenalannya aja dari chapter 1 sampai 7, lebih dari sepertiga fic ini. Bahkan peningkatan kekuatannya diceritakan detail. Fic ini genre utamanya family, menceritakan hubungan kakak-adik Naru-Naru. Jadi Naru tokoh utama juga. Masalah umur?Di manga, Naruto baru 16 tahun. Kedewasaan bukan dilihat dari umur, kawan. Tapi dari cara bertindak. Karena dia perempuan? Jangan terlalu permasalahkan gender. Kontrol chakra Naru lebih bagus (lihat chapter 3).
Lalu hal yang paling jadi pertimbangan saat saya nulis ini adalah saya mencoba melihat dari sudut pandang Naruto sebagai kakak (kebetulan saya juga punya adek). Bayangkanlah saat adikmu kesepian, terluka, dan menangis. Saya nulis semua ini dari sudut pandang seorang kakak. Lalu bayangkan hanya ada 1 orang dari kalian yang bisa selamat, sebagai seorang kakak pasti mendahulukan keselamatan adiknya. Apalagi kalau adiknya berkesempatan menyelamatkan dunia.
Dark Menma dari masa depan, reinkarnasi Menma, kembaran Naruto, dimensi ke-7, anak NaruHina dari Kesempatan Kedua? Semuanya salah :)
Target review berapa? Saya mau buat akun. Aduh sampe segitunya. Saya ga akan nyebutin target, silahkan review aja seperlunya. Berapapun review-nya fic tetep di-update. Cuma pengen liat aja sebenernya yang baca fic ini berapa orang?
Saya akan sangat senang mendengar pendapat kalian mengenai chapter ini. See u in last chapter!
Trivia:
1 Teori pertemuan Dark Menma dengan dirinya yang lain alias 'Menma baru' terinpirasi dari Mirai Nikki (Yuno & Yukki). Di sini alur waktunya seri, bukan paralel. Saat Dark Menma membuat dunia ke-2, maka dunia ke-1 lama-kelamaan akan hancur/tertimpa oleh dunia ke-2. Begitu juga saat Naru memutuskan untuk membuat dunia ke-3, maka dunia ke-2 akan tertimpa. Dst.
2 Event penggunaan limited time travel 16 tahun lalu adalah event di endingfic Kesempatan Kedua. Saat itu Naruto dari masa depan (24th) pergi ke masa lalu menggunakan gulungan terlarang untuk menolong Naruto remaja (16th) menghidupkan kembali Hinata.
3 Souban sempat menyinggung event kecelakaan mobil yang dialami Karin. Itu adalah event di prolog Ayo Pulang Oneesan. Jadi dengan kata lain, di alur kehidupan manapun Karin di dimensi ke-6 ga akan pernah selamat. Di dunia ke-1 dia kecelakaan di umur 19th, sedangkan di dunia ke-2 dia mati terkena ledakan Hyuuga Cyber Company di umur 60th. :(
Salam anti-mainstream!
© rifuki
