Naru memejamkan matanya. Dimensi ke-1 terlalu rumit untuk ia mengerti. Kali ini ia mengerahkan semua chakra-nya yang tersisa untuk melakukan limited time traveler terakhir di dimensi ke-1. Namun kali ini ia memilih masa yang lebih jauh.

Tepatnya 17 tahun lebih awal dari saat ini, yaitu masa dimana Naruto baru lahir ke dunia.

Naru memutuskan untuk membiarkan alam di dimensi ke-1 memilih sendiri takdirnya.


BLESHHH!

Cakar panjang Kyuubi menembus tubuh Naru.

Minato dan Kushina tercengang melihat sosok yang tak mereka kenal telah menyelamatkan anak mereka yang baru lahir, Uzumaki Naruto. Padahal tadinya Minato akan memakai Shiki Fujin.

"Siapa kau? Kenapa kau melakukan ini untuk kami?" tanya Minato. Ia memeluk erat Naruto bersama Kushina.

Naru hanya tersenyum.

Naru mengeluarkan sebuah gulungan kosong dan menuliskan segel-segel kombinasi dimensional travel, limited time travel, dan time traveler di sana. Ia tak yakin dimensi ke-1 akan masuk ke alur yang bahagia. Ia berharap akan ada penerus dari dirinya yang akan berusaha membawa alur kehidupan Naruto di dimensi ke-1 ke alur yang lebih bahagia lagi. Ia berencana memberikan gulungan itu kepada Minato.

Tunggu dulu! Naru sadar sesuatu!

Ia menuliskan kombinasi segel 4 tingkatan jurus ruang dan waktu ke dalam 1 gulungan dan berniat memberikannya kepada Hokage Ke-4. Apa gulungan ini adalah gulungan yang mengawali semua masalah ini? Jangan-jangan Minato akan mewariskan secara turun-temurun gulungan ini kepada Hokage selanjutnya? Jangan-jangan ini adalah gulungan yang kelak digunakan Naruto untuk melakukan limited time traveler menyelamatkan Hinata dan memicu lahirnya time traveler?! Jangan-jangan Naru adalah penyebab semua masalah ini?

Tanpa pikir panjang lagi Naru menghancurkan gulungan itu dan urung memberikannya kepada Minato. Ia akan melanjutkan rencana awalnya membiarkan alam di dimensi ke-1 memilih takdirnya sendiri.

"Maaf, aku akan menyegel Kyuubi dalam tubuh Naruto. Dia akan mengalami masa yang sulit sebagai jinchuuriki jadi tetap temani dan bimbing dia," ujar Naru sambil mengaktifkan Shiki Fujin.

"Pasti," kata Minato dan Kushina bersamaan. Mereka tahu ini cara satu-satunya karena sudah tak memungkinkan menyegel ulang Kyuubi ke dalam tubuh Kushina. Chakra Kushina sudah lemah. Terlalu beresiko.

Penyegelan selesai, Naru memandang wajah Naruto untuk terakhir kalinya, kemudian ia menoleh ke arah Minato dan Kushina. "Jaga Naruto baik-baik."

"Ya. Tapi setidaknya beritahu siapa namamu?" tanya Kushina.

Namun hingga ajal menjemputnya Naru tak pernah menyebutkan namanya. Ia hanya menatap Minato, Kushina, dan Naruto dengan senyuman.


Time Traveler – Part 2

"Epilog"


"Namanya Uzumaki Naruko!" teriak Naruto.

Ia sedang mengusap perut Kushina. Tadi Kushina memberi tahunya kalau Naruto akan memiliki adik perempuan. Naruto senang bukan main. Di umur yang sudah 6 tahun ini ia akan segera mendapatkan adik. Tak lama setelah itu mereka mendiskusikan nama yang cocok bagi adik Naruto. Ini memang masih terlalu dini karena umur kehamilan Kushina baru sebulan. Tapi Naruto sudah terlanjur bersemangat.

"Naruko?"

"Ya, Uzumaki Naruko!" jawab Naruto ceria.

"Kenapa memilih nama itu, Naruto-kun?"

"Umm… Agar namanya mirip denganku," jawab Naruto polos.

"Ahaha, ternyata alasannya sesederhana itu," kata Minato.

"Aku tak keberatan," ujar Kushina.

"Baiklah. Aku juga tak keberatan, setelah bayi ini lahir kita akan beri nama Uzumaki Naruko," timpal Minato.

Naruto langsung bersorak dan memeluk perut Kushina bersama Minato.


16 tahun kemudian

"Enyahlah, Naruto!"

Naruto mengelus dadanya. Entah kenapa, Naru-chan, sang adik yang ia nantikan dan selalu ia manjakan jadi begini. Bahkan ia tak pernah lagi memanggilnya 'Nii-san'. Semua berawal saat diketahui kalau Naru adalah anak genius yang lahir 1000 tahun sekali. Chakra-nya luar biasa dilengkapi kontrol yang bagus, padahal ia bukan jinchuuriki. Ia sangat mudah menguasai jurus. Di umur yang menginjak 15 tahun ini ia sudah melampaui kekuatan Naruto yang berumur 22 tahun. Dia dinobatkan jadi shinobi terkuat di 5 negara shinobi. Naruto berada di posisi ke-2. Saat itulah Naru tak lagi menaruh hormat pada kakaknya. Ia menganggap kakaknya lemah karena bisa dikalahkan oleh dirinya yang lebih muda.

Kekuatan Naru memang beda sekali dengan Naruto yang harus bertahun-tahun berlatih untuk bisa jadi shinobi yang kuat. Naru selalu mementingkan kekuatan, sementara Naruto lebih mementingkan kerja sama tim dan persahabatan antar shinobi.

Naruto tak menyerah untuk mengajak Naru bicara.

"Kenapa kau masih mengikutiku ke kamarku? Menjijikan sekali orang mesum sepertimu masuk ke kamarku."

"Aku ingin bicara hal penting."

"Kalau begitu bicara saja."

Naruto menoleh ke sekitar lorong di luar kamar. Minato dan Kushina sedang tak ada di rumah.

"Aku bisa melakukan time travel."

"Hah? Jangan bercanda!"

Naruto bingung harus bagaimana membuat adiknya percaya. Akhirnya Naruto berpikir lebih mudah untuk dipraktekan saja.

"Pukul aku, nanti kau akan tahu."

"Oh? Dengan senang hati!" Naru mengambil ancang-ancang dan memukul wajah Naruto.

"Pelan-pelan saja- Oah!"

BUKH!

Terlambat, Naru memukul Naruto dengan keras. Membuat darah mengalir dari hidung Naruto.

"Hei aku baru tahu tanganmu selembut ini. Biasanya kunoichi bertangan kasar 'kan?" kata Naruto sambil menahan tangan Naru dan mengusapnya.

Naru melotot tak percaya. Ia yakin tadi wajah Naruto berhasil ia pukul hingga mengeluarkan darah. Lalu kenapa sekarang tangannya berhasil ditahan Naruto? Yang lebih aneh lagi adalah luka di hidung Naruto telah hilang!

Karena penasaran pada perkataan Naruto, Naru memukul Naruto sekali lagi namun kali ini dengan melihat detak jam dinding terlebih dahulu. Begitu fisik Naruto kembali sembuh, waktu di jam dinding kembali ke 5 detik yang lalu. Naruto berhasil melakukan time travel, tepatnya limited time travel!

"Time travel," gumam Naru setengah tak percaya.

"Apa yang menurutmu harus kulakukan dengan kekuatan ini?"

Tanpa basa-basi Naru menarik Naruto ke kamarnya, memaksa Naruto duduk di futon sedangkan dirinya duduk di tepi tempat tidur. Semenit pertama Naru hanya duduk dengan memejamkan matanya. Ia sedang menenangkan dirinya. Ia sedang berusaha menerima kenyataan kalau Naruto kini jadi orang terkuat di 5 negara shinobi, bukan lagi dirinya. Time travel adalah jurus yang bisa memanipulasi ruang dan waktu. Tak akan ada orang yang mengalahkan jurus tersebut, termasuk Naru. Malah selama ini jurus time travel hanya dipercaya sebagai mitos.

Naruto bilang jurus itu datang begitu saja saat nyawanya terancam. Tak ada latihan khusus untuk menguasainya. Seolah-olah jurus itu memilih sendiri penggunanya. Tapi kenapa Naruto yang terpilih? Bukan Naru? Untuk pertanyaan itu Naru belum bisa menjawabnya.

"Aku sudah memikirkan beberapa kemungkinan yang terjadi. Cara terbaik yang harus kau lakukan adalah, rahasiakan," kata Naru.

"Baiklah ini rahasia kita berdua," balas Naruto sambil nyengir.

"Apa? Maksudmu Tou-san dan Kaa-san juga belum tahu? Hanya kita berdua?"

"Ya, karena kau satu-satunya yang kupercaya dan nyaman kuajak bicara."

Nyaman diajak bicara? Seingat Naru mereka selalu saja berdebat. Ada apa dengan kakaknya ini? Kenapa ia selalu baik padanya padahal Naru tak pernah memperlihatkan respek. Bahkan setelah kekuatannya melampaui Naruto, Naru sering mem-bully Naruto, menjadikannya sandsack hidup, dan menjadikan ia target jurus-jurusnya.

Mungkin Naru terlalu keras pada kakaknya. Ia menghela napas pelan kemudian mengambil 2 kertas berwarna kuning. "Aku punya 2 kupon makan malam di ramen Ichiraku, kau mau?"

"Mau!" jawab Naruto semangat. Naru memberikan 2 kuponnya.

"Aku mandi dulu. Tempat sudah dipesan. Jangan menungguku, kau pergi duluan karena aku tak mau berjalan berdampingan denganmu."

"Baik!"


Naruto datang ke Ichiraku menempati meja yang telah dipesan Naru. Saat sedang menunggu pesanan, seseorang datang.

"Hanabi?"

"Naruto?! Kenapa kau di sini?"

"Naru mengajakku karena dia punya 2 kupon gratis."

"Hah? Dia juga mengajakku, dia bilang aku akan makan malam dengannya. Bukan denganmu!"

"Apa?"

Setelah perdebatan panjang, akhirnya mereka menyimpulkan kalau ini jebakan Naru. Sebenarnya kurang cocok disebut jebakan karena pada akhirnya Hanabi menikmati waktunya bersama Naruto. Naruto juga nampak tak keberatan karena ia bisa makan ramen gratis.

"Aku tak menyangka kau yang jadi teman makan malamku," gerutu Hanabi saat ia diantar pulang oleh Naruto. Masih saja berlagak sok-sokan kecewa.

"Sebegitu tidak maukah kau makan malam denganku? Kau terlalu banyak bergaul dengan Naru sehingga ikut-ikutan tidak menyukaiku."

Oh tidak, Hanabi salah bicara. Hanabi tak mau Naruto menganggap Hanabi membencinya. Ia memutar otak untuk memperbaiki mood Naruto.

"Ah-A-Aku akan memaafkanmu jika lusa kau mengajakku ke Hanabi Matsuri!"

"Hmm.. pergi ke Hanabi Matsuri bersama Hanabi Hyuuga. Itu pasti akan menyenangkan," jawab Naruto sambil memperlihatkan cengiran yang jadi ciri khasnya.


"Bagaimana kencannya?" tanya Naru saat Naruto sampai di rumah.

Minato, Kushina, dan Naru baru selesai makan malam tapi masih berkumpul di meja makan sambil mengobrol. Naruto bergabung duduk bersama mereka.

"Lancar. Lusa dia juga mengajakku ke Hanabi Matsuri," jawab Naruto sambil menatap adiknya. "Apa motifmu?"

"Hei, aku tidak punya motif aneh. Dia sudah lama suka padamu, kau saja yang buta. Aku hanya membantu sahabatku. Belajarlah dari kesalahan. Dulu kau mengacuhkan Hinata-Neesan hingga ia menyerah dan menikahi pria lain. Jangan biarkan hal yang sama terjadi pada Hanabi."

Minato dan Kushina bertukar pandangan. Tak biasanya kedua anaknya mengobrol. Biasanya menyapa saja jarang.

"Kalian sudah akrab sekarang? Apa ada sesuatu yang terjadi?"

"Tidak!" jawab Naruto dan Naru bersamaan.

"Tou-san! Ini memang pemandangan yang jarang terjadi, tapi jangan berpikiran yang tidak-tidak. Bukankah seharusnya kakak-adik itu rukun? Kau tahu Naru-chan? Kakakmu sangat senang saat ia diberitahu akan punya adik. Bahkan ia yang punya ide untuk memberikan nama Naruko untukmu. Saat kecil dia selalu menjaga dan melindungimu saat ada anak lain yang berbuat jahil padamu," jelas Kushina.

Kushina sudah sering mengatakan hal ini. Tapi kata 'menjaga dan melindungi?' terngiang di telinga Naru. Kemudian ia ingat pada pertanyaan kenapa jurus time travel memilih Naruto sebagai penggunanya?

Kondisi Naru dan Naruto mirip dengan yang terjadi pada anak Rikudou Sannin, Indra dan Asura di masa lalu. Naru mirip dengan Indra, si genius yang terlahir dengan chakra besar dan berbakat dalam ilmu ninja. Ia bisa dengan mudah menguasai berbagai ilmu ninja dengan cepat dan mudah. Naru dan Indra percaya kalau kekuatan adalah hal yang penting. Sedangkan Naruto mirip dengan Asura yang terlahir kurang berbakat, ia perlu usaha ekstra untuk jadi kuat. Naruto dan Asura percaya jika persahabatan dan hubungan dengan shinobi lain lebih penting dari sekedar kekuatan.

Naru terlahir dengan kekuatan yang besar yang rawan disalahgunakan. Naruto dianugerahi time travel untuk menjaga agar Naru tak menyalahgunakan kekuatan besar itu. Jika ternyata di masa depan Naru menyalahgunakan kekuatannya, Naruto bisa dengan mudah memutar waktu. Itulah alasan kenapa jurus time travel memilih Naruto sebagai time traveler selanjutnya.

Naruto tak pernah berpikir subjektif. Ia selalu memikirkan kepentingan bersama. Naruto punya hati yang bersih sehingga ia layak jadi seorang time traveler.

Naru tersenyum. Perlahan rasa bencinya kepada sang kakak menghilang. Kakak yang sering disebut tak berguna olehnya itu punya kekuatan yang luar biasa. Ternyata dari kecil hingga sekarang tugasnya adalah sama, yaitu menjaga dan melindungi Naru.

"Dengar itu Naru! Aku melindungimu saat kau kecil. Kau seharusnya berterima kasih padaku," canda Naruto.

"Yayaya, arigatou, Nii-san."

"Pfffttttt!" Naruto menyemburkan air teh di mulutnya. "Barusan kau memanggilku Nii-san? Ayo panggil aku Nii-san lagi!"

"Tidak."

"Ayolah."

Minato dan Kushina hanya tertawa melihat tingkah kedua anaknya. Terkadang mereka berpikir kalau wajah puteri mereka, Naru, mirip sekali dengan sosok gadis pirang yang mengorbankan nyawanya untuk menyegel Kyuubi dan menolong Naruto 22 tahun yang lalu. Sayangnya sosok itu tak sempat menyebutkan namanya hingga ia meninggal.

"Kubilang tidak!"

"Aku mohon, Naru. Ayolaaaahhh…"

Naru akhirnya pasrah karena jika tak begitu kakaknya akan terus bicara tanpa henti.

"Arigatou, Nii-san," kata Naru. Naru sudah lama tak memanggil Naruto 'Nii-san'. Ia tidak terbiasa mengucapkan kata itu sehingga merasa aneh mendengarnya. Tapi saat kata itu terucap, hati Naru terasa nyaman karena ia tahu ada sosok kakak yang akan selalu menjaganya.

Naruto tersenyum, akhirnya adiknya memanggilnya Nii-san setelah sekian lama.

Naru Time Traveler Ke-2 menyelesaikan tugasnya dengan baik dalam membuat dunia ke-3. Dimensi 2-7 sudah berjalan di alur yang membahagiakan. Sekarang pun dimensi ke-1 sedang menuju ke sana. Sebenarnya yang membuat alur kehidupan Naruto tidak bahagia dulu adalah karena ia kesepian, selalu sendiri. Seperti kata-kata terakhir 3rd Naruto, dia ingin pergi ke dimensi ke-2 bukan untuk mengobati kesepian Naru, tapi untuk mengobati kesepian dirinya sendiri.

Sekarang tidak ada alasan Naruto untuk merusak alur di dimensi lain karena di dimensinya sendiri ia sudah ditemani oleh keluarga yang sangat berharga baginya, terutama adiknya.

"Kochirakoso, Imouto."

The End

"Seorang kakak adalah teman yang disediakan oleh alam." - Legouve Pere


A/N: Akhirnya bisa mewujudkan cita-cita menggabungkan berbagai fic lama ke dalam 1 universe. Berikut ini universe yang terlibat:

Dimensi 1: Naruto & Clone (Kesempatan Kedua)

Dimensi 2: Naru (Time Traveler)

Dimensi 3: Menma (Movie Shippuden 6: Road To Ninja © Kishimoto)

Dimensi 4: Yami (Shippuden Episode 243 © Kishimoto)

Dimensi 5: Akage (Movie Shippuden 1 © Kishimoto)

Dimensi 6: Souban (Ayo Pulang Oneesan, Satu Jiwa Dua Badan, Janji Kita) & NR099 (Shinobi Online)

Dimensi 7: Hokage & Nee-san (Seseorang Yang Paling Mengerti Dirimu)

Q&A:

Jadi Time Traveler bisa buat dunia baru? Ya. Tapi dia juga bisa sekedar menjelajah waktu. Jurus yang dipakenya limited time traveler. Kalo mau pindah dimensi, jurus yang dipakenya dimensional travel.

Lanjut juga fic NaruIno (Time Traveler 2). Itu cuma kumpulan drabble, tiap chapter-nya langsung tamat.

Kapan buat fic baru? Mau hiatus? Ya, jadi ga akan bikin fic baru (ga dalam waktu dekat).

Naru tahu semua atau hanya dari sudut pandang Menma? Naru tahu semua. Jika seseorang jadi Time Traveler, dia akan tahu semua sejarah.

Saat bikin fic Kesempatan Kedua, apa udah ada ide untuk menggabungkan semua cerita? Ga ada. Ide Time Traveler muncul belakangan.

Pernah kepikiran nulis novel? Alurnya rapi, belajar dimana? Author cowok? Umur berapa? Ga kepikiran, saya cuma suka anime, bukan suka nulis. Saya belajar di FFn. Dulu banyak reviewer yg ngasih tahu kesalahan penulisan fic lewat review, typo, EYD, kalimat rancu, kadang ngasih tahu plot hole juga. Jadi saya sedikit-sedikit bisa belajar. Entah kenapa sekarang jarang sekali reviewer kayak gitu. Saya cowok. Umur berapa? Beta tipis lah. Haha. Ga kok. Yang jelas lebih tua dari kalian.

Buatlah chapter full romance, pernikahan, punya anak. Ga ah, sekarang saya geli kalo nulis full romance. Haha. Yang ringan aja palingan.

Semoga hiatus-nya seminggu. Seminggu mah bukan hiatus dong :D

Anda tak punya target review? Punya tapi ga saya sebutkan berapa, cuma saya yang tahu. Target itu sebagai patokan untuk melihat jumlah pembaca secara kasar per chapter, bukan patokan untuk publish chapter baru. Toh kenyataannya mau dikit atau banyak review, chapter baru tetap publish (beda waktu publish doang).

Trivia:

1 - Ada 2 quote dalam chapter ini yang saya translate dan modifikasi dari aslinya. Yaitu kata-kata Naru kepada Akage dan kata-kata Naru di akhir. Yang pertama adalah "If you love two people at the same time, choose the second. Because if you really loved the first one, you wouldn't have fallen for the second." (Jika kau mencintai dua orang sekaligus dalam waktu yang bersamaan, pilihlah orang kedua. Karena jika kau benar-benar mencintai orang pertama kau takkan jatuh cinta pada orang kedua) - Johnny Depp. Yang kedua adalah "A brother is a friend provided by nature." (Kakak adalah teman yang disediakan oleh alam) - Legouve Pere.

2 – Anak-anak Minato dan Kushina memakai marga Uzumaki sebagai bentuk penghormatan kepada clan Uzumaki yang telah banyak berjasa bagi desa dan keluarga Minato.

3 – Fic ini diawali dengan scene family, maka diakhiri dengan scene family juga.

4 – Saya nulis fic ini sambil denger lagu Andra and The Backbone - The Time Traveler (instrumen). Uh, perfect jadi soundtrack fic ini. Silahkan denger sendiri.

5 – Dulu sempet ada yang minta gambar 7 Naruto. Saya bisanya cuma 4 orang: Akage-Yami-Naruto-Menma. Lihat tuh yang saya jadiin foto profil.

Terima kasih untuk reviewer yang ga bisa saya sebutkan satu-persatu karena menyempatkan diri memberi saran, perbaikan, dan pendapat tentang fic ini. Juga untuk semua reader yang mengikuti fic ini dari awal sampai akhir. Semoga fic ini memuaskan. Saya minta maaf kalau ternyata tidak memuaskan. Ada yang bilang rumit. Sayangnya, fic rumit inilah yang ingin saya tulis agar membuat fic ini beda dari yang lain. Saya juga minta maaf kalau ada kata-kata yang kurang enak saat membalas review.

Jangan ragu memberikan unek-unek kalian di review chapter terakhir, okay? Sekarang saatnya HIATUS. Bye!

Salam anti-mainstream!

Arigatou!

© rifuki