You know I love you
Genre: Drama,Romance
Rating: NC 17
Cast: Jung Yunho,Kim Jaejoong,Jung Jinwoon,Han Hyunjung,Kim Haneul
Chapter 6: That girl!
Jaejoong memutar kunci mobil di tangannya sambil berjalan masuk ke rumahnya. Terlihat dari wajahnya kalau ia sedang senang. Ia tahu sekarang sudah tengah malam,tapi apa pedulinya? Ia memang sengaja supaya tidak bertemu dengan ibunya. Setelah bercinta dengan Yunho pikirannya memang sedikit tenang,tapi itu tidak menyelesaikan masalah. Ia jadi membenci ibunya dan Hyunjung.
"Jaejoong!" Panggil Haneul setelah anaknya masuk. Jaejoong hanya memasang wajah datar,tidak mau melihat pada ibunya.
"Aku bicara padamu,Kim Jaejoong!" Haneul menghentak tubuh Jaejoong agak keras,membuat anaknya terpaksa melihat padanya.
Pandangan mata Jaejoong berubah dingin. "Mwoya?" Tanya Jaejoong di depan wajah Haneul.
"Jae,dengarkan Omoni dulu" Suara Haneul melembut. Tidak ada gunanya bersikeras dengan Jaejoong.
Jaejoong diam,memberi kesempatan pada sang ibu untuk berbicara walaupun semua itu belum tentu mengubah pemikirannya.
"Omoni telah melewati banyak masalah selama 20 tahun ini,kau juga tahu apa yang terjadi. Kenapa Omoni selalu marah saat kau bertanya tentang ayahmu,karena Omoni tidak mau mengingat masa lalu,itu sangat menyakitkan,Jaejoong" Jelas Haneul. Meski terlihat cuek tapi Jaejoong mendengar semua yang Haneul katakan.
"Semua yang terjadi dulu tidak seperti yang kau bayangkan,aku sangat mencintai Hyunjung,meski dia mencintai orang lain. Aku tahu aku memang licik dengan menjebak Hyunjung tidur denganku,tapi kau harus tahu juga bagaimana posisiku saat itu. Aku tidak ingin apapun,hanya ingin kau mengerti" Lanjut Haneul dengan nada pasrah.
"Tapi tetap saja itu salah,Omoni. Melakukan hal seperti itu mengatas-namakan cinta tak lantas membuat semuanya wajar. Dan bodohnya kau menurunkan sifat itu kepadaku" Kata Jaejoong kesal. Haneul menghela nafas.
"Maafkan Omoni. Aku memang salah dan tak pantas di maafkan olehmu,tapi selama ini hanya kau yang aku punya Jaejoong. Aku menginginkan kau hadir didunia ini agar aku mempunyai sesuatu dari Hyunjung yang bisa aku cintai sama besarnya seperti aku mencintainya"
"Sekarang tidurlah" Haneul membalikkan tubuhnya,berniat pergi dari hadapan Jaejoong.
"Omoni" Jaejoong memanggil ibunya,Haneul berhenti lalu menoleh.
"Aku benci mengatakan ini. Tapi aku menyayangimu melebihi apapun" Jaejoong bicara tanpa melihat Haneul,tapi Haneul bisa melihat ada kehangatan di sorot mata Jaejoong saat mengatakan itu.
"Tapi..itu bukan berarti aku menerima pria itu" Lanjutnya dengan nada marah,melihat pada sang ibu yang menatapnya haru.
Haneul berlari lalu memeluk Jaejoong "Aku mencintaimu,Joongie"
Jaejoong membalas pelukan Haneul dengan ragu. Sudah lama mereka tidak seperti ini. Jaejoong jarang bertemu dengan Haneul karena pekerjaan gila ibunya yang padat sebagai seorang designer.
"Tubuh Omoni kurus,makanlah yang banyak" Kata Jaejoong lalu pergi meninggalkan Haneul yang tersenyum hangat.
.
.
.
Yunho memijat keningnya yang terasa sakit,ia baru selesai memimpin rapat di divisi pemasaran. Pekerjaan membuat kepalanya lebih sering sakit. Ketika sedang memejamkan matanya,suara ponselnya terdengar.
"Halo"
"Yunho ,c'est moi ~(ini aku)"
Yunho mencoba mengingat si pemilik suara,sepertinya suara itu sangat tidak asing di telinganya. Setelah ingat matanya langsung terbelalak.
"Emma!"
"Hei boy, ce que tu fais?(apa kabarmu?)"
"Em,aku merindukanmu" Pekik Yunho seperti orang gila. Emma menggerutu di line sebrang.
"Kenapa kau mengganti nomer ponselmu?" Tanya Emma kesal.
Yunho tertawa, "Karena seseorang aku harus menggantinya"
"Apa karena priamu itu?"
"Yeah,walaupun gagal" Kata Yunho kesal, "Lalu katakan padaku,darimana kau mendapatkan nomer baru ku?"
Kali ini Emma yang tertawa,"Kau lupa siapa aku,Yun" Katanya bangga.
" Oui, Emma Pierch le meilleur (Ya,Emma Pierch yang terbaik)" Kata Yunho dengan nada meledek. Mereka berdua tertawa bersama,membicarakan hal-hal ringan namun menyenangkan.
.
.
.
"Tuan Jung" Jaejoong memasukkan kepalanya kedalam ruangan Jinwoon. Jinwoon yang sedang serius dengan laptopnya terkejut melihat sang kekasih.
"Hei,Jae. Masuklah" Jinwoon bangun dari duduknya,memeluk Jaejoong yang sudah masuk kedalam ruangannya.
"Aku merindukanmu" Kata Jaejoong sambil merangkul Jinwoon. Pria tengah baya itu mengecup bibir merah kekasihnya.
"Bagaimana setelah aku pulang kerja kita ke hotel?" Tanya Jinwoon. Jaejoong memainkan jarinya di leher Jinwoon,memasang wajah berfikir yang menggoda.
"Tapi sebelum itu bagaimana kalau kita membeli cincin dulu?" Kata Jaejoong sambil tersenyum. Jinwoon tertawa.
"Aku ingin cepat menindihmu,Jaejoong!" Kata Jinwoon gemas.
Mereka berciuman cukup panas karena sudah lama mereka tak melakukan itu. Jaejoong selalu 'bermain' dengan Jaejoong tentunya tanpa pengetahuan Jinwoon. Setelah cukup lama,kegiatan mengasikkan itu harus terputus karena seseorang masuk ke ruangan Jinwoon.
"Aboji..aku-" Yunho terperangah melihat adegan di depannya. Jaejoong melepaskan Jinwoon lalu mengelap bibirnya yang basah. Berlalu dari hadapan Jinwoon dan duduk di sofa.
"A-ah,mi..mian aku.." Yunho gugup,menggaruk pipinya yang gatal.
"Ada apa,Yunho?" Tanya Jinwoon seolah tak terjadi apa-apa.
"Aku.." Yunho melihat pada Jaejoong yang sibuk membaca majalah, "Na-nanti saja bicaranya"
"Yunho" Panggil Jaejoong sambil tersenyum.
"Bicara saja sekarang,aku bisa menunggu" Lanjutnya. Di mata Yunho,ada arti lain di balik senyuman Jaejoong itu.
"Duduklah,Yun" Suruh Jinwoon. Yunho pun duduk di depan meja kerja Jinwoon.
"Aboji,temanku dari Paris ingin berkunjung ke Seoul. Bolehkah dia menginap di rumah kita?"
"Pria atau wanita?"
"Wanita"
"Ah," Jinwoon tersenyum jahil, "Dia kekasihmu,Yun?"
"Ti-tidak" Kata Yunho tersipu. Di sisi lain,Jaejoong menatap tajam kearah Yunho.
"Shit!" Makinya dalam hati.
.
.
.
"Siapa dia,Yunho?" Rengek Jaejoong,terus seperti itu sejak meninggalkan ruangan Jinwoon hingga ke ruangan Yunho. Ia mengikuti Yunho berjalan keruangannya sambil terus bertanya.
"Itu bukan urusanmu" Yunho mencoba tidak peduli dan menyibukkan dirinya dengan laptop. Jaejoong menggigit bibir bawahnya,ia kesal sekarang.
Brak!
Jaejoong menggebrak meja kerja Yunho,berdiri di depan dengan tatapan tajamnya. Yunho tahu Jaejoong sedang marah.
"Aku akan membunuh wanita itu kalau ia merebutmu dariku!" Katanya menyeramkan. Yunho membalas tatapan Jaejoong sama tajamnya.
"Apa urusanmu?! Ingat Jae,kita hanya partner of sex! Tidak lebih" Kata Yunho geram. Tatapan Jaejoong melunak perlahan. Ia lalu menutup mulutnya saat tertawa.
"Ya..ya kau benar. Kita bukan siapa-siapa. I just want your dick!" Kata Jaejoong kesal. Ia kecewa,Yunho membuatnya marah.
Ia berlari keluar dari ruangan Yunho tanpa bicara apapun lagi. Seperginya Jaejoong,Yunho mengusap wajahnya kasar.
"ARGH!"
.
.
.
Jaejoong menghentikan mobilnya di sebuah taman,memukul stir mobilnya dengan keras.
"Dasar Jung bodoh!" Maki Jaejoong. Jaejoong tak pernah menangis karena pria,tapi Yunho membuatnya begitu.
"Aku kira kau mengerti aku,tapi ternyata tidak sama sekali,hiks. Aku membencimu!" Jaejoong menenggelamkan wajahnya di atas stir.
.
.
.
Yunho sudah tiba di Incheon setengah jam yang lalu dan pesawat yang di naiki Emma sudah mendarat 15 menit yang lalu. Ia memainkan ponselnya,hingga 20 menit berlalu sebuah suara mengejutkan Yunho.
"Hello "
"Emma"
"Apa kabar,Yun?" Emma dan Yunho saling berpelukan,menyalurkan kerinduan mereka.
"Kabarku baik,kau semakin cantik"
"Yeah begitulah" Emma menyisir rambutnya dengan jari.
"Ayo kita bicara di rumah ku saja"
.
.
.
BRAK BRUK PRANK BUK
"KIM JAEJOONG! APA YANG KAU LAKUKAN?!" Teriak Haneul karena suara berisik di dalam kamar Jaejoong. Saat ini sedang ada Hyunjung yang berkunjung dan yang tadi itu membuatnya malu.
Hening.
Haneul mengerutkan keningnya,berniat pergi dari depan kamar Jaejoong,tapi sebelum itu pintu kamar putranya terbuka.
Haneul makin mengerutkan keningnya,menatap sang anak dari atas hingga bawah. Saat ini Jaejoong memakai kaos V-neck ketat berwarna cream dan celana jeans berwarna hitam. Nampak sesuatu tercetak jelas di bagian dadanya.
"Kau ingin menggoda Jinwoon dengan pakaian seperti itu?" Tanya Haneul sambil mendelik. Jaejoong diam,memasang wajah kesal.
"Aku tidak pulang malam ini" Kata Jaejoong santai lalu pergi dari hadapan sang ibu.
"He-hei" Haneul mencoba mengejar anaknya yang sudah berjalan menuruni tangga.
Di lantai bawah,Jaejoong melihat Hyunjung yang juga melihatnya. Jaejoong mencoba tak mempedulikan Hyunjung yang tersenyum padanya.
Tanpa berkata apa-apa lagi,Jaejoong berjalan keluar.
Hyunjung terdiam,sejak kejadian itu Jaejoong bersikap dingin padanya. Tentu ia tau penyebabnya.
"Anak itu benar-benar nakal" Kata Haneul yang berjalan kearah Hyunjung. Hyunjung tersenyum.
"Dia sangat mirip denganmu" Kata Hyunjung. Haneul mendelik kesal.
"Maksudmu?"
Hyunjung hanya tersenyum, "Keras kepala"
"Hyuuunjuung!" Kesal Haneul.
.
.
.
"Jiiinwooon . . ." Jaejoong masuk kedalam rumah keluarga Jung tanpa permisi,berteriak dengan berisik.
Ia menemukan Jinwoon beserta Yunho dan seorang wanita yang tak di kenalnya sedang menikmati makan malam dengan tenang. Matanya menajam pada wanita yang duduk di sebelah Yunho.
"Baby~" Rengek Jaejoong sambil memeluk Jinwoon. Emma terperangah melihat pria yang tak di kenalnya mengecup pipi Jinwoon dengan santai. Ia meminta jawaban dari Yunho melalui matanya.
"Ah,Jae..kenalkan itu Emma,teman Yunho dari Paris" Kata Jinwoon,tersenyum canggung pada teman Yunho itu.
Jaejoong diam,bahkan tak membalas uluran tangan Emma.
"Woonie ah,ayo kita ke hotel" Ajak Jaejoong tanpa ragu. Jinwoon menegang. Ia berfikir pasti Emma merasa tak nyaman dengan ini.
"Jo-joongie.."
"Wae? Kau risih? Apa karena wanita itu?!" Tanya Jaejoong sambil menunjuk Emma dengan matanya.
"Dia siapa? Pacar Yunho?" Jaejoong terus bertanya dengan nada kesal. Kalau saja Jinwoon tahu maksudnya.
" Est-il l'homme, Yun? (Apa dia pria itu,Yun?)" Tanya Emma pada Yunho. Yunho berdehem untuk menjawab. Jinwoon dan Jaejoong hanya melihat pada Yunho,tak mengerti sama sekali apa yang di bicarakan Emma.
Jaejoong membuang wajah ketika Yunho melihat padanya. Yunho hanya bisa menghembuskan nafas. Ia bingung,sebenarnya apa yang di permasalahkan Jaejoong. Apa tentang Emma? Ia dan wanita itu hanya berteman,Emma tahu ketidak-normalan Yunho,dan wanita itu sudah ia anggap seperti adik. Lagipula apa maksudnya Jaejoong marah,toh mereka tak punya hubungan apapun.
.
.
.
Junsu menatap Jaejoong intens,merasa aneh pada pria yang dari tadi melamun itu. Mereka sedang di kantin saat ini sejak setengah jam lalu dan Jaejoong terus melamun.
"Su-ie,sepertinya aku sudah terjerat" Kata Jaejoong tiba-tiba,Junsu berkedip dua kali.
"Apanya?" Tanya Junsu bingung. Jaejoong menghembuskan nafas,mengusap poninya yang lembut.
"Aku..Yunho,dia menjeratku" Jawab Jaejoong ambigu membuat Junsu bertambah bingung.
"Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan,Hyung" Kata Junsu polos.
"Argh!" Teriak Jaejoong,tak peduli dengan tatapan heran orang lain.
"Aku cemburu pada Yunho,Suuu~" Kata Jaejoong panjang,lalu menelungkupkan kepalanya keatas meja. Meski tak mengerti,Junsu hanya mengangguk. Sepertinya mood Jaejoong sedang tidak baik. Lebih baik ia menelepon Yoochun.
"Chunnie!" Pekik Junsu, "Nanti aku ketempatmu ya,aku merindukan Bornie" Lanjutnya.
"..."
"Aku di kampus bersama Jaejoong Hyung"
"..."
"Iya,dia sedang cemburu"
"..."
"Dengan Yunho-"
Pik!
"Yah! Hyung" Bentak Junsu. Jaejoong merebut ponsel Junsu lalu memutuskan sambungan dengan Yoochun.
"Jangan katakan itu,bodoh!" Kata Jaejoong,kemudian pergi meninggalkan Junsu yang meratapi nasibnya.
"Aku tidak bodoh" Rengeknya entah pada siapa.
.
.
.
Semalam Emma sudah memberondong Yunho dengan berbagai pertanyaan,Yunho terpaksa harus menjawab semuanya. Emma memang sudah tahu status Jaejoong dengan ayah Yunho,tapi belum untuk cerita yang Yunho tidur dengan Jaejoong.
'Ini tak mudah,Em. Dia memaksaku' Kata Yunho membela diri.
'Maksudmu dia memperkosamu?'
'Ye-yeah bisa di bilang begitu' Yunho mengingat tentang kejadian di mobil waktu itu. Jaejoong memang memberinya obat perangsang,tapi itu belum masuk katagori pemerkosaan karena Yunho juga menyukainya.
'Tapi wajahmu tak mengatakan itu,Yun' Selidik Emma. Yunho hanya tersenyum kaku.
Dan pagi ini,Yunho kembali memikirkannya. Ia melamun disaat kerjaannya menumpuk.
Drrt...drrt..
Yunho mendelik ketika ponselnya berbunyi dan terdapat nama asing disana.
'My Lovely Boo'
"Yoboseyo"
"Yunho~"
Dan berikutnya Yunho menghela nafas.
"Apa,Jae? Aku sedang sibuk"
"Oh ya? Dengan wanita itu?"
"Namanya Emma"
"Yeah siapalah namanya aku tak peduli" Kata Jaejoong tak acuh.
"Kau marah padaku,Jae?" Tanya Yunho lembut. Di sebrang telepon,Jaejoong memeluk gulingnya.
"Mungkin"
"Aku tak mengerti masalahnya. Kau selalu marah-marah padaku,membuatku bingung saja" Kata Yunho agak kesal.
"Aku tidak suka wanita itu,wajahnya terlihat evil. Dia pasti ingin mendominasimu" Kata Jaejoong berlebihan. Yunho ingin sekali tertawa.
"Dia baik,Jae. Kau terlalu berlebihan"
"Tidak,feeling ku selalu benar"
"Emma hanya temanku,sahabatku. Dia tahu semuanya tentang aku,termasuk aku yang gay" Jaejoong cukup terkejut dengan itu.
"Kau terlihat cemburu padanya,padahal ia sama sekali tak mengganggu Aboji. Lalu apa yang kau kesalkan?"
Jaejoong merengut. Yunho tak peka padanya. Kenapa pria itu bodoh sekali sih! Kata Jaejoong dalam hati.
"Kapan wanita itu pulang?"
"Ia baru sampai,Jae. Dia juga ada perlu disini dan setelah keperluan selesai ia akan kembali. Dia seorang dokter dan banyak yang membutuhkannya di sana" Jawab Yunho panjang lebar. Setidaknya Jaejoong sedikit lega.
"Ooh"
"Sudah 'kan? Kalau iya aku tutup teleponnya" Kata Yunho buru-buru.
"Tunggu! Bagaimana kalau nanti malam kita ke hotel?" Tanya Jaejoong menggoda.
"Tapi Emma-"
"Tak ada bantahan,Jung! Kau harus menebus kesalahanmu" Potong Jaejoong tegas. Yunho hanya pasrah mengiyakan.
.
.
.
Haneul dan Hyunjung sedang makan malam di restoran mewah. Mereka belum pernah melakukan itu,dan Hyunjung sengaja memesan tempat jauh-jauh hari.
"Makanannya enak?" Tanya Hyunjung. Haneul menggangguk sambil tersenyum. Mereka sudah menghabiskan makanan mereka.
Hyunjung menyentuh tangan Haneul yang ada diatas meja,meremasnya lembut.
"Aku tahu ini terlalu cepat,tapi seharusnya aku melakukan ini dari dulu" Kata Hyunjung memulai,ia mengambil kotak kecil berwarna merah di saku tuxedonya.
"So,marry me?" Haneul terpesona setelah melihat sebuah cincin berkilauan terlihat setelah kotak tadi terbuka. Ia tidak bisa menjawab karena terkejut. Tapi ia senang. Ia pernah memimpikan ini sebelumnya dan ia berfikir semua ini tak akan terjadi di kehidupan nyata. Ia benar-benar tak menyangka.
"Yes,I do" Jawab Haneul bergetar.
TBC
Yunjae NC mulu deh,tapi yang sekarang di skip dulu. Kan bosen kalau tiap chapter ada adegan itu terus,yaah walaupun gak hot sih ^_^
Emma bukan pengganggu ya,dia cuma bumbu penyedap saja. Nah jadi ketahuan kan kalau jj cemburu. Kalau Yunho peka,dia pasti tahu maksud jj.
Secara gak langsung aku jawab review tentang gimana sih perasaan jj ke yunho ^^
Aku suka review tentang ff ini,banyak yang suka dan semoga chap ini lebih banyak yang review. Gak perlu review panjang,yang penting ada,biar aku tau sebanyak apa pendapat tentang ff yang banyak kekurangannya ini.
Nah jangan lupa review yah ^_^
buat yang review pake akun,aku jawab via PM y. Annyeong~
