Previous Chapter: Sungmin memberikan saran yang aneh pada peneleponnya saat siaran. Beberapa hari kemudian ada seseorang yang datang meminta tanggung jawab Sungmin atas sarannya itu.
Jung Yunho menatap dua orang yang ada di hadapannya bergantian. Sudah lebih dari lima menit mereka duduk bersama dalam satu meja, tapi sepertinya tidak ada yang mau memulai pembicaraan.
"Ehem," Yunho memecah kesunyian dalam ruang kerjanya itu. "Sebenarnya kau siapa? Kenapa mencari DJ Ming dan marah-marah di kantor kami?" tanya Yunho pada namja yang duduk di hadapan Sungmin dan menatap sinis ke arah Sungmin dari tadi.
"Aku Cho Kyuhyun. Dan dia... Dia merusak segalanya. Dia harus bertanggung jawab," jawab namja itu masih menatap Sungmin tanpa menoleh pada yang bertanya.
"Bahkan aku tidak mengenalmu," Sungmin menanggapi dingin.
Kyuhyun, nama namja itu, menarik salah satu sudut bibirnya. Senyum yang sangat sinis. "Tapi kau tahu Yoona kan?" tanya Kyuhyun tidak kalah dingin.
"Yoona? Siapa dia?" Sungmin berusaha mengingat-ingat nama itu. Sungmin merasa tidak kenal dengan nama itu, tapi entah kenapa tidak terasa asing di telinganya.
"Tiga hari yang lalu, DJ Ming," Kyuhyun berujar dengan penuh penekanan.
"Yoona..." Sungmin melafalkan ulang nama itu.
"Tiga hari yang lalu..." Yunho yang ternyata juga tidak merasa asing pada nama itu menambahi. Ia juga berusaha mengingat-ingat di mana pernah mendengarnya.
"Penelepon itu!" Seru Sungmin dan Yunho bersamaan. Keduanya saling pandang saat ingatan mereka ternyata sudah 'pulih'. Lalu perlahan mengarahkan pandangannya pada Kyuhyun.
"Sudah ingat rupanya?"
-FLASHBACK-
Yoona merapikan tatanan rambutnya setelah mendapat kabar bahwa orang yang akan ditemuinya hampir sampai.
Lalu Yoona memperhatikan sekelilingnya. Kondisi kafe cukup ramai pada waktu menjelang makan malam seperti ini.
Kemudian pandangan Yoona beralih pada gelas yang ada di hadapannya. Jus tomat berwarna merah menggoda yang dipesannya sama sekali belum disentuhnya. Ia tersenyum kecil.
"Sempurna," desisnya pelan.
"Hei," seseorang menutup kedua mata Yoona dari belakang dengan telapak tangan.
"Jangan bermain-main, Kyunnie," Yoona memperingatkan, nada bicaranya seperti sedang mengancam. Tapi orang yang dipanggil Kyunnie itu tidak menyadarinya dan malah tertawa kecil.
Yoona melepas tangan yang menutupi matanya. Lalu bisa dilihatnya seorang namja tampan bertubuh tinggi dengan senyum yang bisa memikat hati siapapun yang melihatnya. Namja itu duduk di hadapan Yoona.
Tapi Yoona tidak akan tertipu lagi pada senyum namja itu. Ia bahkan bertekad akan melakukan rencana yang sudah disiapkannya.
"Hari ini kau cantik sekali, Yoona," puji namja itu.
"Benarkah? Apa hari ini saja?" Nada pertanyaan Yoona sudah tidak bersahabat.
"Kenapa bicara seperti itu? Tentu saja kemarin, hari ini, dan besok kau akan tetap cantik. Selamanya kau yang tercantik Yoona."
'Cih, aku tidak akan termakan rayuanmu,' Yoona berkata dalam hati. "Apa aku juga cantik saat kau bersama dengan yeoja itu?" sindir Yoona.
Senyum di wajah sang namja itu lenyap. Dahinya berkerut. "Mwo? Apa maksudmu? Yeoja yang mana?" tanyanya tidak mengerti atau pura-pura tidak mengerti.
"Yeoja yang bermesraan denganmu di kafe ini beberapa hari yang lalu," Yoona menembakkan kartu AS-nya. "Bukankah dia lebih cantik dariku, Cho Kyuhyun?"
Namja itu, Kyunnie atau Cho Kyuhyun, berusaha tetap menampilkan wajah innocent-nya. Dan berujar, "Aku benar-benar tidak mengerti apa maksudmu. Mungkin kau salah orang, Yoona," Kyuhyun masih mengelak pernyataan Yoona.
Yoona mengeluarkan ponselnya. Lalu mengacungkan ponsel itu tepat di depan wajah Kyuhyun. "Apa kau benar-benar tidak mengerti gambar ini, Kyunnie?"
Kyuhyun membulatkan mata sipitnya. Dilihatnya gambar sepasang yeoja dan namja yang diambil dari belakang. Dua punggung itu saling menempel, bahkan sang namja yang mengenakan kaus biru bermotif garis-garis itu terlihat sedang mencium pipi yeoja yang duduk di sebelahnya.
Lokasi dalam foto yang diambil secara diam-diamitu sama persis dengan tempat di mana mereka berada sekarang ini. Dan Kyuhyun tahu betul siapa namja yang ada dalam foto yang ditunjukkan Yoona.
"A… aku bisa menjelaskannya, Yoona," Kyuhyun mulai terbata-bata. "Yeoja itu bukan siapa-siapa. Sungguh," Kyuhyun mengacungkan telunjuk dan jari tengah kanannya, seolah-olah ia sedang bersumpah.
"Kau pikir aku percaya? Kau ini lelaki buaya darat!" Yoona tiba-tiba saja membentak Kyuhyun. Hal ini membuat beberapa pengunjung kafe menoleh ke arah mereka. "Rupanya benar apa yang dikatakan DJ Ming, tidak seharusnya aku percaya pada kata-kata manismu."
"DJ Ming? Nugu?" Kyuhyun tidak mengenal nama itu.
"Aku menghubunginya kemarin saat dia siaran. Dan kau tahu apa yang disarankannya saat aku bertemu denganmu?" Yoona menatap Kyuhyun dengan mata berkilat-kilat.
Kyuhyun tidak menjawab. Ia masih bingung dengan rangkaian cerita yang baru saja diungkapkan Yoona.
"Tidak bisa menjawab rupanya. DJ Ming bilang aku harus melakukan..." Yoona mengambil gelas berisi jus tomatnya. "Ini..."
BYUR.
Yoona menyiramkan jus tomat itu tepat di wajah Kyuhyun. Membuat wajah, dan baju yang dipakainya berubah warna menjadi merah.
Kyuhyun menggeram menahan marah. Ia masih menahan diri meskipun semua mata pengunjung dan karyawan kafe berpusat pada dirinya. Dan bisik-bisik mereka mulai terdengar samar.
"Kau pantas mendapatkan itu, Cho Kyuhyun!" Setelah mengucapkan itu, seperti saran DJ Ming, Yoona meninggalkan Kyuhyun dengan kepala yang tetap terangkat. Ia berjalan tanpa mempedulikan orang-orang yang ada di sekitarnya yang membicarakannya sambil menunjuk ke arahnya ataupun Kyuhyun.
"Sial! Siapa kau DJ Ming?!" Geram Kyuhyun tertahan.
-FLASHBACK OFF-
"Ja... Jadi, dia melakukannya?" Sungmin mengerjapkan matanya berkali-kali tidak percaya dengan cerita yang baru didengarnya.
"Menurutmu apa yang membuatku sampai datang ke sini?" Kyuhyun memajukan wajahnya, membuat Sungmin sedikit memundurkan tubuhnya.
Sungmin berpikir bahwa itu hanya gertakan, ia membulatkan tekadnya untuk tetap berani menghadapi namja yang ada di hadapannya.
"Lalu kau mau apa? Balas dendam?" Sungmin kembali memajukan posisi duduknya. Ia menantang Kyuhyun dengan berani. "Mau memukulku? Menyiram minuman ke wajahku? Atau menuntutku ke pengadilan?"
Kyuhyun menatap Sungmin tidak suka. "Kau menantangku?!" Kyuhyun menggebrak meja. "Aku tidak sedang main-main!"
Tanpa rasa takut sedikit pun Sungmin balas menggebrak meja. "Kau pikir aku sedang bercanda?"
"Hei, bisakah kalian tenang sedikit?" Yunho mencoba menyela di antara keduanya.
"DIAM!" Sungmin dan Kyuhyun meneriaki Yunho berbarengan. Membuat dahi Yunho berlipat-lipat.
"Ups!" Sungmin menutup mulutnya saat sadar ia baru saja meneriaki Yunho, yang notabene adalah atasannya.
"Siapa kau ini?" tanya Kyuhyun sepertinya baru benar-benar sadar bahwa saat ini ia tidak hanya berdua saja dengan Sungmin, tapi juga ada Yunho di antara mereka.
"Jung Yunho imnida, produser Heart to Heart, acara yang dibawakan oleh DJ Ming atau Lee Sungmin ini," jawab Yunho tetap tenang. "Kau bisa menceritakan semuanya dengan tenang dan kita selesaikan ini dengan baik-baik."
Kyuhyun menatap Yunho malas. "Aku tidak tertarik berurusan denganmu," Kyuhyun kembali menatap Sungmin galak. "Urusanku dengan DJ pengacau ini."
"Tapi aku produser acara ini," ujar Yunho masih tidak mau kalah. "Bagaimana pun aku bertanggung jawab jika ada yang merasa dirugikan karena acara yang aku produseri. Kau mau apa? Ganti rugi uang? Katakan jumlah yang kau mau."
"Uang? Apa kau melihat aku seperti orang yang kekurangan uang atau pemeras yang kejam? Aku tidak sedang bicara tentang uang, tapi ini soal tanggung jawab dari ucapan seseorang yang membuat orang lain bersikap tidak baik."
"Kalau begitu apa yang kau mau? Kita bisa menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan kan?" Yunho masih menawarkan jalan damai pada Kyuhyun.
"Kau ini berisik sekali," Kyuhyun mulai terganggu dengan kehadiran Yunho. "Tidak bisa kah kau tinggalkan aku dengannya saja?"
Kali ini raut wajah Yunho berubah, ia menatap tidak suka pada Kyuhyun. "Kenapa aku harus pergi?"
"Karena urusanku hanya dengan dia," Kyuhyun menunjuk Sungmin tepat di depan hidungnya.
Sungmin menepis tangan Kyuhyun. Sehingga tangannya terhempas ke meja. Kyuhyun meringis kesakitan.
"Kau," Kyuhyun mengerang menahan emosinya yang sudah ada di puncak ubun-ubun kepalanya.
"Apa? Kau tidak suka?" tantang Sungmin tidak mau kalah.
"Minnie, sudah lah. Biar aku saja yang menanganinya," Yunho menenangkan Sungmin yang mulai meletup emosinya.
"Tidak apa-apa, Yun. Tinggalkan saja kami. Kurasa aku bisa mengatasinya," Sungmin berusaha meyakinkan Yunho.
Yunho terlihat ragu. "Tapi, Min..."
Sungmin menganggukkan kepalanya, ia yakin bisa menangani masalahnya. Ia memajukan kepalanya. Bibirnya mendekat ke arah telinga Yunho untuk membisikkan sesuatu. Tanpa mereka lihat, Kyuhyun mencibir kelakuan Sungmin dan Yunho.
"Tenang saja, aku bisa berteriak kalau dia bertindak tidak sopan," bisik Sungmin.
Yunho sekali lagi menatap Sungmin cemas, lalu menatap Kyuhyun tidak suka. Kyuhyun malah memalingkan wajahnya, malas membalas tatapan Yunho.
"Kalau begitu aku keluar ya, Min," ujar Yunho pada Sungmin. "Dan kau... Sebaiknya jangan membuat kekacauan di kantor kami jika masih ingin keluar dari sini dengan anggota tubuh yang utuh!" Ancam Yunho serius.
Sungmin dan Kyuhyun hanya tinggal berdua di ruang kerja Yunho setelah Yunho akhirnya mengalah dan pergi. Mereka diam dan saling melempar tatapan sinis satu sama lain.
"Cepat katakan apa maumu?" Sungmin yang bersuara lebih dulu.
"Aku sudah mengatakannya dari tadi. Aku ingin kau bertanggung jawab. Karena saranmu yang semena-mena itu, Yoona mempermalukan aku di depan banyak orang, terlebih dia sekarang meninggalkan aku."
"Itu hukuman yang pantas kau terima karena sudah mempermainkan perasaan yeoja," Sungmin bersikukuh bahwa saran yang diberikannya tempo hari adalah benar.
'Keras kepala sekali orang ini,' pikir Kyuhyun.
"Aku tidak pernah mempermainkan Yoona. Kami tidak ada hubungan apa-apa, dan kalau aku berkata bahwa aku menyukainya, itu bukan berarti aku mencintainya dan akan mengencaninya kan?" Kyuhyun membela diri.
Sungmin sedikit tersentak dengan pembelaan diri Kyuhyun itu. Ada benarnya semua ucapan Kyuhyun. Memang sebenarnya yang banyak terjadi seperti itu, perempuan terlalu senang diberi pengharapan padahal si pria tidak bermaksud memberi harapan.
"Lalu kau mau aku melakukan apa? Membujuknya untuk minta maaf dan kembali padamu, begitu?" Sungmin sedikit melunak. Nada bicaranya tidak seemosional sebelumnya.
"Kau pikir kata maaf saja cukup?!" Kyuhyun masih belum menurunkan nada suaranya.
"Kalau begitu kau mau apa?" Sungmin kembali terpancing. "Jangan membuatnya semakin rumit."
"Aku mau kau."
Tiga kata saja. Tapi bisa membuat Sungmin kehilangan akal berpikirnya.
"Mwo? Aku? Apa maksudmu?" tanya Sungmin tidak mengerti.
"Memang apalagi? Aku ingin kau," ulang Kyuhyun. "Aku ingin tubuhmu."
PLAK.
Sungmin menampar pipi Kyuhyun sekeras mungkin.
TBC
Dear readers, ada yang bertanya tentang gender Sungmin. Sungmin itu perempuan alias yeoja. Dan nama DJ Ming adalah nama "udara" atau nama siaran dari Sungmin. Sedangkan Minnie adalah nama panggilan akrab (bukan panggilan sayang), jadi ada beberapa orang yang mememanggil Sungmin dengan Minnie. :)
