Previous Chapter: Kyuhyun datang pada Sungmin dan meminta ganti rugi pada Sungmin dengan tubuhnya.


Suasana dalam ruangan kerja Yunho yang seharusnya tenang karena didominasi warna putih tiba-tiba saja berubah dan berbanding terbalik. Baik Sungmin maupun Kyuhyun merasa sedang berada di dalam neraka dan sebenarnya mereka ingin segera keluar dari ruangan itu. Dan melupakan segera percakapan yang baru saja terjadi.

"Hei! Kenapa kau menamparku?" Kyuhyun masih mengelus pipinya yang terasa perih karena baru saja mendapat tamparan yang cukup keras dari Sungmin. Belum lama dirinya dipermalukan di depan banyak orang karena mendapat siraman jus tomat, hari ini ia mendapat tamparan. Meskipun dari dua orang yang berbeda, tapi sumber kesialannya beberapa hari ini adalah karena yeoja yang ada di hadapannya.

Sungmin mendengus sebal. "Itu karena kau sudah bicara tidak sopan padaku," ujar Sungmin berargumen.

"Kau ini tidak waras ya?" Kyuhyun memelototi Sungmin dengan matanya yang sipit.

"Kau yang gila!" Balas Sungmin tidak gentar sedikit pun.

"Mwo? Kenapa kau menyebutku gila?" Kyuhyun tidak terima disebut seperti itu. Ini kali pertama dalam hidupnya menerima perlakuan seperti ini dari seorang yeoja. Karena selama ini semua yeoja yang mengenalnya akan selalu tersenyum manis padanya dan bertekuk lutut dengan rayuannya.

"Itu karena kau sudah meminta tubuhku dan karena kau menyebutku tidak waras!"

Kyuhyun mengerutkan dahinya mendengar alasan Sungmin. Tapi kemudian ia tertawa keras-keras. Kini gantian Sungmin yang mengerutkan dahinya.

Pletak.

"Auw!" pekik Sungmin sambil meraba keningnya yang tiba-tiba disentil Kyuhyun. "Apa-apaan sih kau ini?"

"Aku sedang mengusir pikiran kotormu," jawab Kyuhyun membuat kening Sungmin yang memerah itu tetap mengerut. "Kau pikir ada yang bisa kulihat dari tubuhmu? Sama sekali tidak menarik."

Kyuhyun meneliti penampilan Sungmin. Wajahnya kemudian berubah menjadi masam, seperti sedang menonton acara televisi yang hampir putus tayang karena tidak mendapat share.

Sungmin yang tomboy hanya mengenakan kemeja bermotif kotak-kotak yang kebesaran di tubuhnya, dengan lengan yang digulung tiga perempat dan celana jeans butut berwarna gelap. Rambutnya dikuncir kuda dan wajahnya polos tanpa polesan make up.

Pletak.

Kali ini ganti Sungmin yang menyentil kening Kyuhyun. Kyuhyun mengelus kening dan pipinya bergantian.

"Jangan melihatku seperti itu!" bentak Sungmin risih karena merasa 'ditelanjangi' mata Kyuhyun. Sungmin terus melawan seakan tidak memiliki rasa takut sedikit pun.

Kyuhyun mengelus pelan keningnya yang disentil Sungmin. "Kau ini liar sekali sih?" Kyuhyun tidak habis pikir bagaimana mungkin ada yeoja yang kasar seperti Sungmin.

Sungmin melirik Kyuhyun dengan tatapan pembunuh. "Jaga sikapmu. Yang liar itu mulutmu!"

Sungmin menunjuk tepat di bibir Kyuhyun. Kyuhyun dengan gesit menangkap tangan Sungmin dan menyimpannya dalam genggamannya. Sungmin meronta, memaksa untuk dibebaskan. "Lepaskan!"

Kyuhyun tidak menyanggupi permintaan Sungmin, dan tetap menggenggam tangan Sungmin dengan sebelah tangannya.

Kyuhyun terlihat berpikir sambil terus membawa tangan Sungmin dalam tangannya.

"Benarkah?" Kyuhyun sedikit berdiri dan kemudian setengah membungkuk sehingga wajahnya tinggal beberapa sentimeter saja dari wajah Sungmin. "Liar seperti ini maksudmu?"

Sungmin duduk dengan tubuh sekaku robot. Tidak mendapat reaksi apapun dari Sungmin, Kyuhyun memajukan bibirnya ke arah bibir Sungmin. Hanya tinggal sedikit lagi bibir mereka bertemu.

Tapi tanpa aba-aba Sungmin mendorong keras meja kayu yang membatasi dirinya dan Kyuhyun. Dan...

"Aaaarrrggghhhh!" Teriak Kyuhyun membahana ke seluruh penjuru ruangan.

Ternyata meja yang didorong Sungmin itu mengenai tepat bagian vital tubuh Kyuhyun, yang sekaligus menjadi modal untuk masa depannya.

"Ups!" Sungmin menutup mulutnya dengan sebelah tangannya.


Yunho yang dari tadi menunggu di luar, begitu mendengar suara teriakan segera saja masuk ke ruang kerjanya. Ia menghampiri Sungmin yang sedikit panik dan Kyuhyun yang sedang meringis kesakitan sambil menutupi salah satu bagian tubuhnya.

"Ada apa ini?" tanya Yunho kebingungan. Ia heran karena suara teriakan itu bukan berasal dari mulut Sungmin, dan apa yang dilihatnya sekarang?

Sungmin terlihat baik-baik saja dan justru Kyuhyun yang terlihat mengerang kesakitan. Ia duduk dengan gelisah, wajahnya memerah dan dahinya mengeluarkan peluh.

"Rumah sakit! Aku harus ke rumah sakit!" Raung Kyuhyun. "Ini sakit sekali!" tunjuk Kyuhyun pada bagian tubuhnya yang terasa nyeri.

Melihat Kyuhyun kesakitan seperti itu, Sungmin dan Yunho ikut-ikutan panik.

"Kita bawa ke rumah sakit! Ayo kita ke rumah sakit!" seru Sungmin yang sedang dilanda kepanikan.

Yunho heran sekaligus panik. "Sebenarnya dia kenapa, Min?" Yunho menuntut penjelasan sebelum bertindak.

"Tidak ada waktu lagi. Sekarang bantu aku, kita harus segera menolongnya," Sungmin sudah tidak sempat menjelaskan apapun pada Yunho.

Sungmin menghampiri Kyuhyun. Menarik satu tangan Kyuhyun dan menaruhnya di salah satu pundaknya. Sungmin akan menuntun Kyuhyun berjalan. Namun baru satu langkah mereka berjalan, Yunho sudah menarik tubuh Sungmin dan menggantikan posisinya untuk menuntun Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Yunho jengkel, "Aku bisa jalan sendiri!" hardik Kyuhyun kemudian berjalan sendirian sambil tertatih dengan langkah pelan.


"Harus kuakui, kau mempunyai self defence yang sangat baik, Min," ujar Yunho setelah mendengar cerita lengkap yang terjadi di ruangannya antara Sungmin dan Kyuhyun. Entah kalimat yang disampaikannya itu adalah sebuah pujian atau sindiran. Yang jelas Yunho sedikit bergidik dan mengambil sedikit jarak dari Sungmin.

Sungmin memajukan bibirnya. "Aku tidak akan berbuat seperti itu kalau dia tidak kurang ajar, Yun," Sungmin membela diri. "Kau tidak perlu takut seperti itu padaku."

Obrolan mereka terputus karena seseorang keluar dari ruangan tempat Kyuhyun dirawat, pria berbaju putih itu menghampiri Sungmin dan Yunho.

"Bagaimana keadaannya, Dok?" tanya Sungmin begitu dokter yang menangani Kyuhyun keluar ruangan. "Apa 'itunya' baik-baik saja?" Sungmin bertanya lagi dengan sedikit ragu. Agak risih sebenarnya menanyakan hal itu pada pria yang berumur, meskipun ia seorang dokter sekali pun.

Yunho dan Sungmin memang membawa Kyuhyun ke sebuah klinik terdekat dari Radio Sapphire. Kyuhyun kemudian langsung diperiksa oleh dokter jaga.

Dokter itu tersenyum menunjukkan wibawanya. "Dia baik-baik saja. Alat kelaminnya juga tidak ada masalah, kurasa masih berfungi dengan baik," jawab dokter paruh baya itu tenang. "Setelah memakai obat oles yang kuberikan dia akan merasa jauh lebih baik lagi."

Mendengar penjelasan dokter itu, Yunho dan Sungmin otomatis menghela napasnya bersamaan. Mereka merasa lega.

"Oh iya, pasien mengatakan ingin bicara dengan DJ Ming. Apa DJ Ming itu salah satu di antara kalian?" tanya dokter yang menggunakan name tag Park Yoochun itu.

Yunho dan Sungmin menoleh satu sama lain. Seperti enggan mengaku siapa jati diri DJ Ming di antara mereka.

"Silakan temui pasien, dia sudah menunggu," ujar dokter itu memaklumi. "Saya permisi dulu," katanya setelah itu berlalu.

Sungmin baru saja ingin membuka pintu tempat dokter tadi keluar, tapi Yunho menahan tangan Sungmin.

"Biar kutemani," ujar Yunho mencegah Sungmin masuk ke dalam ruangan itu seorang diri. "Aku tidak mau kau terlibat masalah lagi dengannya."

Sungmin menggeleng pelan. "Kau tunggu di sini saja. Aku bisa sendiri, Yun" Sungmin menolak tawaran Yunho halus. Yunho terlihat ragu dan masih menahan tangan Sungmin. "Kau ingat kan? Aku yang menyebabkannya ada di sini. Kalau dia mencoba macam-macam, aku bisa membuatnya bertahan lebih lama lagi di sini," Sungmin meyakinkan Yunho kemudian masuk ke dalam.


"Oh, astaga!" Sungmin langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya saat melihat Kyuhyun yang sedang membetulkan resleting celanannya yang belum tertutup dengan benar di dalam ruangan tempatnya diperiksa dokter.

Sadar akan kehadiran Sungmin, Kyuhyun cepat-cepat membetulkan resletingnya. Setelah memastikan resleting celananya dalam posisi yang benar, Kyuhyun memanggil Sungmin. "Hei, cepat ke sini!"

Sungmin membuka perlahan tangan yang menutupi wajahnya. Ia mengintip sebentar kemudian menurunkan tangannya penuh. Lalu menghampiri Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Sungmin galak, seperti singa yang siap menerkam mangsanya. "Kau tahu kan? Apa yang harus kau lakukan?" tanya Kyuhyun saat Sungmin sudah berdiri di samping tempat tidurnya.

Sungmin menggaruk rambutnya yang tidak gatal. "A... Aku menyesal. Aku… minta maaf. Jeongmal mianhae," ujar Sungmin sambil membungkukkan tubuhnya.

Kyuhyun tersenyum meremehkan. "Cih, sudah kubilang, maaf saja tidak akan cukup, Nona DJ. Seharusnya kau langsung saja kuseret ke kantor polisi," sahut Kyuhyun tidak berperasaan.

"Kantor polisi?!" Sungmin membelalakkan matanya. Tidak menyangka masalahnya akan dibuat jadi panjang seperti ini.

Kyuhyun mengangguk mantap. "Bukan hanya sebagai penghancur hubungan orang, tapi juga penghancur masa depan orang lain. Apa yang kau lakukan itu bisa saja merusak masa depanku. Bagaimana kalau 'dia' tertidur selamanya? Itu artinya aku sudah tidak punya harapan lagi. Aku benar-benar tidak menyangka, kau ini benar-benar keterlaluan."

Sungmin kembali cemas mendengar ucapan Kyuhyun. "Tapi, dokter bilang semuanya akan baik-baik saja," Sungmin mengulang ucapan dokter tadi. "Katanya, kau hanya perlu mengoleskan obatnya."

"Dokter itu hanya mengatakan tentang hari ini. Bukan tentang masa depan," Kyuhyun tetap pada pendiriannya bahwa Sungmin yang bersalah atas kejadian malang yang menimpanya.

Sungmin berpikir keras. "Lalu aku harus bagaimana?" tanya Sungmin akhirnya mulai mengalah.

"Tidak ada jalan lain, kalau tidak mau kubawa ke kantor polisi, kau harus bertanggung jawab," jawab Kyuhyun berhasil membuat nyali Sungmin yang tadinya berapi-api sedikit demi sedikit mulai meredup. Kyuhyun membuat Sungmin merasa seperti seseorang yang sudah melakukan tindakan kriminal keji.

"Sebenarnya kau mau aku melakukan apa?" tanya Sungmin sedikit was-was.

Kyuhyun membalikkan tubuhnya tepat menghadap Sungmin, yang otomatis membuat Sungmin mundur satu langkah. Tubuh bagian atas Kyuhyun masih terduduk di kasur matras pasien. Sedangkan kakinya menggantung bebas ke bawah.

Kyuhyun menatap Sungmin. Memperhatikan pantulan wajahnya di bola mata Sungmin yang hitam dan besar.

Tiba-tiba saja Kyuhyun menarik pinggang Sungmin hingga merapat ke tubuhnya. Sungmin sangat terkejut dengan apa yang dilakukan Kyuhyun. Sungmin mulai bergerak tidak nyaman. Tapi Kyuhyun malah mengencangkan pegangannya pada pinggang Sungmin membuat pemberontakan Sungmin jadi sia-sia.

"Jangan macam-macam, atau aku akan…"

"Jadilah pacarku," Kyuhyun memotong ucapan Sungmin cepat.

Sungmin mengerjapkan matanya mencoba mencerna ucapan Kyuhyun. 'Sepertinya pendengaranku bermasalah,' Sungmin mengingatkan dirinya sendiri.

"Jadilah pacarku, DJ Ming," Kyuhyun mengulangi lagi permintaannya.


"APA?!"


TBC