Previous Chapter: Karena sebuah permainan di pesta ulang tahun Radio Sapphire, Sungmin harus berdansa bersama dengan seorang namja bertopeng putih.


Sungmin berdiri kaku di atas panggung saat menanti langkah demi langkah namja bertopeng putih yang semakin dekat ke arahnya.

Namja itu menggunakan topeng putih yang menutupi seluruh wajahnya. Sehingga Sungmin tidak bisa menebak siapa yang berada di balik topeng itu. Apakah karyawan? Sesama penyiar? Petinggi Radio? Atau undangan?

Lampu putih yang mengikuti namja topeng putih itu sudah membaur menjadi satu dengan lampu yang menyorot Sungmin. Kini, Sungmin sudah berhadapan dengan namja bertopeng putih. Mereka hanya berjarak tiga langkah saja. Di balik topeng emasnya, dahi Sungmin berkerut. Dalam hati ia bertanya siapa sosok di balik topeng putih itu.

"Sepertinya pangeran dan tuan putri sudah siap. Music, please," MC kembali bicara, dan seketika musik pelan mengalun merdu mengisi ruangan gelap itu.

Sungmin bergeming. Sampai kemudian topeng putih itu selangkah lebih dekat dari topeng emasnya. Intro lagu yang asing di telinga Sungmin terdengar. Alunan melodinya lembut, selembut sebelah tangan topeng putih yang kini menggengam sebelah tangan Sungmin. Ya, topeng putih itu sudah berada sangat dekat dengan Sungmin. Sebelah tangan namja itu sudah mengambil tangan Sungmin dan menggenggamnya. Sungmin ingin menarik tangannya, tapi saat matanya bertemu dengan mata namja bertopeng putih itu, Sungmin jadi sekaku robot. Mata itu menatapnya dalam.

Tangannya tertahan oleh tangan hangat yang menahannya dengan lembut. Sementara sebelah tangannya yang lain sudah dibawa namja itu ke pundaknya. Dan untuk melengkapinya, tangan namja itu menyentuh pinggang ramping Sungmin, tepat di garis yang berwarna keemasan di gaunnya.

Perlahan mereka begerak mengikuti nada yang mengalun. Suara perempuan menyanyikan sebuah lirik yang tidak dikenal Sungmin. Seperti bahasa latin atau semacamnya, entahlah Sungmin tidak terlalu memikirkannya. Yang ada dipikirannya hanya…

"Siapa kau?" Pertanyaan itu akhirnya terlontar dari mulut Sungmin.

Namja itu mendekatkan wajahnya ke telinga Sungmin untuk membisikkan sesuatu. "Ini aku," bisiknya.

Sungmin memundurkan kepalanya, mengambil sedikit jarak dari topeng putih. "Aku?" Sungmin mengulangnya. Merasa tidak asing dengan suara dari topeng putih.

"Apa kau lupa dengan namjachingu-mu sendiri?"

"Mwo?" Sungmin melepaskan kedua tangannya. Tapi tubuh Sungmin dengam cepat ditangkap topeng putih yang kali ini Sungmin yakini sebagai Cho Kyuhyun. Namja yang memaksanya untuk menjadi kekasihnya.

Alih-alih melepaskan diri, Sungmin malah semakin dekat pada Kyuhyun. Kedua tangan Kyuhyun kini mantap berada di pinggang Sungmin, menutupi garis emas di sana. "Kenapa kau bisa ada di siini?" tanya Sungmin, kekagetan ditambah kejengkelan ada dalam nada suaranya. Sungmin meletakkan tangannya di antara tubuhnya sendiri dan tubuh Kyuhyun. Sungmin tidak ingin menghirup aroma green tea dari tubuh Kyuhyun, pikirannya akan kacau seperti waktu itu.

"Bukankah ini sebuah usaha? Bukankah ini kejutan DJ Ming?" Kyuhyun balik bertanya.

Dahi Sungmin kembali berkerut di balik topeng emasnya. Ia merasa tidak asing dengan dialog seperti itu. "Jangan-jangan… kau penelepon itu?" Sungmin nyaris bertanya tanpa suara.

Kyuhyun mengangguk. "Bingo!"

Sungmin kembali berusaha mengambil jarak di antara mereka, tapi Kyuhyun lagi-lagi menahannya. "Mau ke mana? Lagu kita belum selesai, Princess. Penonton bisa kecewa kalau kita tidak menyelesaikan lagunya," ujar Kyuhyun, malah membuat Sungmin tersentak.

"Aku… datang bersama Yun…" Sungmin berusaha mendorong pelan tubuh Kyuhyun agar menjauh karena teringat ia tidak datang sendiri dan tidak seharusnya berada di atas panggung ini bersama Kyuhyun.

"Ugh. Kau melukai perasaanku," suara Kyuhyun terdengar dibuat-buat seolah ia kecewa. "Kau malah memikirkan orang lain saat berdansa denganku."

"Apa kau yakin? Bukankah seharusnya aku berdansa dengan Yunho? Apa kau sengaja membuatnya terjatuh?" tanya Sungmin sinis. Padahal Sungmin sudah begitu berharap lampu tadi berhenti di atas Yunho, tapi karena Yunho terjatuh, jadilah sekarang ia berdansa dengan Kyuhyun.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Aku tidak perlu melakukan hal-hal bodoh seperti itu. Ruangan ini begitu gelap, ditambah topeng yang membuat sudut pandangku mengecil. Mengapa kau berpikir aku yang menyebabkan bodyguard-mu jatuh?"

Sungmin mengedikkan kedua bahunya. "Karena kau bisa," jawab Sungmin tidak yakin.

"BERHENTI!"


Suara itu seakan menjadi penyulut suara-suara yang lain. Suasana gaduh mendadak mengisi ruangan yang gelap. Pertanyaan tentang dari arah mana asal suara tersebut dan siapa yang tiba-tiba berteriak langsung menjadi topik utama.

"Hentikan semuanya!" Sebuah teriakan lagi dari suara yang sama.

Seketika itu musik berhenti, dan lampu kembali menyala. Semua yang berada di ruangan saling pandang, mencari sosok yang sudah membekukan acara ini.

"Jangan berdansa lagi dengannya!"

Semua perhatian kini berpindah-pindah, antara panggung dan yeoja itu. Yeoja dengan topeng merah muda yang berada di tengah-tengah ruangan. Kasak-kusuk terdengar karena penasaran dengan sosok di balik topeng merah muda itu.

Topeng merah muda itu perlahan melangkahkan kakinya mendekati panggung. Ia berdiri tepat di depan panggung.

Kedua bahunya naik turun dengan cepat, mengatur napasnya. Dari gestur tubuhnya semua bisa melihat yeoja itu sedang menahan emosi.

Sungmin yang merasa menjadi pusat perhatian, berusaha melepaskan diri dengan mendorong dada Kyuhyun. Kyuhyun tidak melepaskan Sungmin begitu saja, ia tetap menarik pinggang Sungmin dengan sebelah tangannya.

"Hei, kau… Dia…" Suara Sungmin tersekat karena tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Tangannya berusaha melepaskan tangan Kyuhyun, tapi percuma karena dari gerakannya, Kyuhyun tetap bertahan. Sungmin heran, terlebih ia tidak tahu siapa yeoja yang sekarang sedang menatapnya dari balik topeng merah mudanya.

"Aku akan mengatakannya pada umma-mu," ujar topeng merah muda dengan nada mengancam.

Kyuhyun tidak menanggapi ancaman topeng merah muda, ia malah menedekat ke arah Sungmin. "Kau tahu? Selalu ada nenek sihir dalam cerita dongeng. Jadi tuan putri, sebaiknya kita segera pergi dari sini," ujar Kyuhyun sambil menarik tangan Sungmin menuruni tangga panggung.

Sungmin menghentak tangannya agar tangan Kyuhyun terlepas. Usaha Sungmin nampaknya sia-sia saja karena genggaman tangan Kyuhyun semakin erat. Kyuhyun menarik tangan Sungmin hingga mereka meninggalkan ruangan pesta.

"Kyu, mau ke mana kau?!" Sekali lagi suara dari topeng merah muda berteriak.

Itulah suara terakhir yang Sungmin dengar sebelum suara MC kembali mengambil alih untuk mengembalikan keberlangsungan pesta yang sempat terhenti.


"Lepaskan!" Sungmin menarik-narik tangannya yang sedari tadi digenggam Kyuhyun. "Apa yang sedang kau lakukan?" tanya Sungmin di tengah-tengah usahanya menarik diri dari tangan Kyuhyun.

Kyuhyun bergeming, dengan langkah cepat ia menarik Sungmin keluar dari aula tempat pesta meunju lobi utama gedung.

"Hei, Cho Kyuhyun!"

Panggilan Sungmin membuat Kyuhyun sedikit tersentak. Kyuhyun menghentikan langkahnya tapi tidak melepaskan tangan Sungmin. Ini kali pertama Kyuhyun mendengar Sungmin memanggil namanya dengan lengkap. Ada sesuatu yang bergetar di sudut hatinya saat mendengar panggilan itu.

"Wae? Kenapa kau seperti ini?" Sungmin berusah melepaskan pergelangan tangannya yang sudah mulai berkedut. "Kenapa kau bisa ada di sini dan siapa yeoja bertopeng merah muda itu? Kenapa kau menarik aku keluar? Kenapa tanganku tidak juga kau lepaskan? Apa kau tidak tahu tanganku sakit?!" Sungmin memberondong Kyuhyun dengan pertanyaan-pertanyaan yang sudah berlalu-lalang di kepalanya. Emosi yang bercampur heran meluap begitu saja.

Kyuhyun berbalik dan menghadap Sungmin. Keduanya masih sama-sama menggunakan topeng meski mereka sudah berada di luar pesta. Saat mereka sudah berhadapan, Kyuhyun pun akhirnya melonggarkan pegangannya pada tangan Sungmin. Sungmin tidak menyia-nyiakannya dan langsung menjauhkan tangannya. Dengan tangannya yang lain, Sungmin mengusap pergelangan tangannya yang terasa perih.

Kyuhyun masih mengenakan topeng putih yang dipakainya. Begitu juga Sungmin masih mengenakan topeng emas yang menutupi bagian atas wajahnya. Pandangan mata mereka saling mengunci di balik lubang kecil pada bagian mata topeng.

Kyuhyun sedang menatap Sungmin tanpa berkedip, begitu juga dengan Sungmin. Sungmin terkunci pada ke dalaman mata Kyuhyun yang sedang menatapnya. Selama beberapa detik Sungmin dan Kyuhyun hanya terdiam dan saling menatap.

Keduanya baru berkedip saat Kyuhyun maju satu langkah mendekati Sungmin. "Jangan menjauh," pinta Kyuhyun dalam nada memerintah.


Sungmin tidak bergerak sedikit pun. Otaknya memerintah kalau ia tidak perlu mengikuti permintaan Kyuhyun. Ia bisa saja angkat kaki keluar dari gedung ini, atau kembali ke dalam untuk menemui Yunho yang seharusnya bersama dirinya. Bahkan Sungmin tidak melakukan apapun meski ia bisa saja menghajar Kyuhyun dengan ilmu bela diri yang dimilikinya. Kenyataannya Sungmin hanya diam, kaku, sekaku paku yang menancap di kayu. 'Bernapas, Lee Sungmin. Bernapas, Lee Sungmin,' ujar Sungmin berulang kali pada dirinya sendiri.

Saat Sungmin kembali menormalkan napasnya yang seakan terserap ke dalam mata Kyuhyun, malah memberi efek yang tidak terduga. Sungmin kembali menghirup aroma colonge dan green tea yang menguar dari tubuh Kyuhyun yang begitu dekat dengannya saat ini.

Tanpa diduga dan antisipasi sebelumnya, Kyuhyun menarik pinggang Sungmin dengan sebelah tangannya. Wajah mereka begitu dekat dengan topeng yang masih membatasi keduanya.

"Ma… mau apa kau?" Sungmin berusaha melangkah mundur, tapi tangan Kyuhyun terlalu kokoh menahan pinggangnya agar tidak bergerak.

Kyuhyun tidak menjawab. Kyuhyun malah membuka topeng putihnya dengan sebelah tangannya yang bebas. Sementara Sungmin meletakkan kedua tangannya di dada Kyuhyun untuk menciptakan jeda di antara mereka. Sementara Kyuhyun kembali menghapus jarak di antara mereka Saat itulah Sungmin bisa melihat wajah Kyuhyun, tidak hanya mata saja. Dan jarak ini mereka terlalu dekat bagi Sungmin.

"Jangan bergerak," bisik Kyuhyun tepat di depan wajah Sungmin yang masih tertutup topeng emasnya.

Tangan kiri Sungmin yang tadinya berada di dada kanan Kyuhyun perlahan bergerak untuk membuka topeng emasnya. Ia sudah tidak tahan lagi dengan permainan yang diciptakan Kyuhyun.

Tapi yang terjadi adalah… suara jatuh terlepasnya topeng putih Kyuhyun tidak kentara meskipun Sungmin masih bisa mendengarnya. Tangan Kyuhyun yang bebas menahan pergerakan tangan Sungmin lebih cepat sebelum Sungmin mencapai topeng emasnya.

KISS.

Kyuhyun mencium tepat di bibir Sungmin. Sungmin kaget bukan kepalang. Ia hanya bisa mengatupkan belahan bibirnya saat bibir lembut Kyuhyun menyentuhnya. Matanya terbuka lebar dan ia bisa melihat mata Kyuhyun yang tertutup.

Tangan kirinya yang berada dalam genggaman Kyuhyun gemetar. Sementara tangannya yang masih berada di atas dada kiri Kyuhyun bisa merasa detak jantung Kyuhyun yang bekerja cepat.

'Apa jantungnya berdegup kencang untukku?'

"Kyuhyun!

"Lee Sungmin!"

Suara itu berteriak bersamaan dari salah satu sudut lobi. Membuat Kyuhyun meninggalkan bibir Sungmin yang masih merasakan euforia kekagetannya.

Sungmin dan Kyuhyun sama-sama menoleh. Di sana sudah berdiri seorang yeoja cantik dengan tangan yang memegang topeng merah muda dan juga Yunho. Yunho yang masih menggunakan topeng birunya.


'Apa mereka melihatnya? Oh sial. Apa Yunho melihatnya?' Desis Sungmin dalam hati.


TBC