Previous Chapter: Sungmin terkejut karena Kyuhyun tiba-tiba menciumnya. Bukan hanya Sungmin saja yang terkejut, dua orang lain yang melihatnya pun sama terkejutnya dengan Sungmin.


SUNGMIN'S POV

'Apa mereka melihatnya? Oh sial. Apa Yunho melihatnya?'

Betapa terkejutnya aku karena Kyuhyun tiba-tiba saja menciumku. Sekarang ini aku lebih terkejut lagi karena mengetahui ada orang lain yang melihatnya. Dan itu Yunho, bersama...

Yeoja bertopeng merah muda. Siapa gadis ini? Kalau Kyuhyun adalah si topeng putih, apa itu artinya yeoja ini adalah yeoja topeng merah muda yang datang bersamanya? Aku dan Yunho melihat mereka sesaat sebelum memasuki ruang pesta.

Derap sepatu tinggi yeoja itu menyadarakan aku. Dia berjalan ke arah kami dengan kaki yang terlalu dihentak-hentakkan ke lantai seperti tentara yang sedang berbaris.

Ketika yeoja itu semakin dekat, aku bisa lebih melihatnya dengan cukup jelas meski pencahayaan di lobi tidak terlalu terang.

Dia tinggi. Itu jelas sekali, karena meskipun kami sama-sama mengenakan sepatu hak tinggi, tapi dia tetap jauh lebih tinggi dariku. Dan dari siluet tubuhnya, dia sangat layak menjadi model dengan tubuh yang langsing dan berlekuk. Dia sangat cocok berdampingan dengan Kyuhyun yang tampan.

'Apa? Apa aku baru saja mengatakan Kyuhyun tampan?'

"Siapa yeoja ini?" tanya gadis itu pada Kyuhyun. Dia sedang menunjuk hidungku dengan jari telunjuknya yang bercat merah muda.

"Dia yeojachingu-ku," jawab Kyuhyun santai. "Dengar baik-baik Jessica, aku mencintainya dan itu tidak akan mengubah apapun," Kyuhyun menambahkan dengan tegas.

"Mwo?!" Aku dan yeoja bernama Jessica itu melongo bersamaan karena ucapan yang baru saja diucapkan Kyuhyun.

Aku melirik ke arah Jessica. Dia sedang menggeleng-gelengkan kepalanya, tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. "Tidak, tidak mungkin. Tapi kau dan aku..."

"Pertunangan itu paksaan. Dan aku tidak akan pernah mau melakukannya," ucap Kyuhyun lagi.

Aku mengerti sekarang, Jessica adalah yeoja yang ditunangkan secara paksa dengan Kyuhyun. Sementara aku adalah kekasih paksaannya. Percakapan ini membuatku pusing dan mual. Berdiri di antara mereka membuat perutku melilit dan rasanya ingin mengeluarkan apa saja yang sudah aku konsumsi seharian ini.

"Terserah! Aku tidak mau bertunangan karena bisnis," ujar Kyuhyun bersikeras. "Seharusnya kau sadar, dan cari cintamu sendiri," lanjut Kyuhyun, dia melirikku kilat saat mengucapkannya.

Jessica tidak hanya terisak, dia mulai menangis. Make-up di wajahnya sedikit luntur. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan mulai histeris berkata 'tidak, tidak' berulang kali.
Aku sedikit merasa iba padanya. Dia terlihat menyedihkan dan tampak syok dengan semua ucapan Kyuhyun.

"Ayo."

Tiba-tiba saja tanganku sudah ditarik Kyuhyun. Dia menyeretku keluar dari gedung tanpa mempedulikan raungan Jessica.

"Sungmin!"

Aku menoleh. Aku melihat Yunho menatapku, tampan tanpa topengnya. Wajahnya terlihat bingung, putus asa, entah lah, Kyuhyun sudah membawaku keluar dari gedung.

SUNGMIN'S POV END


"Hei, kau gila ya!" Sungmin meronta meminta pada Kyuhyun yang terus menariknya hingga mereka tiba di parkiran mobil yang sangat sepi. "Lepaskan aku!" jerit Sungmin sambil menghentak-hentakkan kakinya. Kakinya mulai sakit karena Kyuhyun terus menyeretnya ke sana- ke mari sementara ia memakai sepatu tinggi.

Kyuhyun melepaskan tangan Sungmin dan berdiri berhadapan dengan Sungmin. Sungmin melepaskan topengnya dan melemparkannya ke wajah Kyuhyun. Secara refleks Kyuhyun menangkapnya.

"Kenapa kau memperlakukan tunanganmu sendiri seperti itu? Di mana perasaanmu? Apa kau tidak melihat dia begitu terluka? Lalu kenapa kau begitu sembarangan mencium orang? Apa kau tidak sadar, Yunho mungkin saja melihat kita…"

"Jessica bukan tunanganku. Dia tidak akan pernah menjadi tunanganku. Aku tidak mencintainya, dan dia hanya menginginkan pertunangan karena bisnis. Aku menciummu agar dia sadar, bahwa aku…"

Bukk.

Sungmin menendang bagian belakang dengkul Kyuhyun sehingga Kyuhyun kehilangan keseimbangannya dan jatuh tersungkur. Kyuhyun berlutut tepat di hdapan Sungmin sambil mengerang. Perangai tomboy Sungmin rupanya sudah kembali.

"Jadi kau menciumku dengan sengaja agar tunanganmu itu melihatnya?!" jerit Sungmin histeris. "Tunanganmu pasti sangat terluka. Apa kau tidak berpikir terlebih dahulu? Yunho ada di sana dan mungkin saja melihatnya." Suara Sungmin melemah saat memikirkan apa yang ada di pikiran Yunho saat dirinya dicium Kyuhyun. Yunho pasti berpikir bahwa dirinya seorang gadis murahan.

Kyuhyun mencoba bangun perlahan meskipun nyeri di belakang dengkulnya mulai terasa. "Cih. Pecat saja bodyguard-mu itu."

Bukk.

Sungmin menendang lagi bagian belakang dengkul Kyuhyun yang lain. Kyuhyun hampir jatuh terhuyung, tapi untung saja ia bisa mencari pegangan. Malang bagi Sungmin, Kyuhyun mencari keseimbangannya dengan bertumpu pada Sungmin yang polos. Tubuh Sungmin yang jauh lebih kecil dari Kyuhyun jelas tidak mampu menahan beban berat Kyuhyun. Mereka pun jatuh begitu saja dengan posisi Kyuhyun menindih tubuh Sungmin.

"Aishh.." desis Kyuhyun.

"Aaw." Sungmin mengerang kesakitan karena kepalanya terantuk aspal tempat parkir. Sungmin mengerjapkan matanya dan begitu menyadari posisinya dengan Kyuhyun, Sungmin sangat terkejut. "Yaa! Apa yang kau…"

Ucapan Sungmin terputus begitu saja karena Kyuhyun membekap mulut Sungmin dengan tangannya. Sungmin mencoba berontak meskipun tubuhnya sepenuhnya berada di bawah Kyuhyun.

Sungmin sedikit tenang ketika mendengar suara tanah aspal yang terketuk. Seperti suara hentakkan sepatu tinggi. Kemudian terdengar suara perempuan yang sedang berbicara. Suaranya tidak wajar, seperti menangis, yang terlalu dibuat-buat.

"Ne, ahjumma," ujar suara yeoja. "Kyuhyun malah pergi meninggalkan aku dan pergi bersama yeoja itu," sela yeoja itu dengan suara yang dibuat-buat secara berlebihan. Sungmin dan Kyuhyun bisa menebak bahwa yeoja itu adalah Jessica yang sedang bertelepon.

"Kalau ahjumma tidak mengurusnya, aku akan bilang ada appa." Jeda sebentar, Jessica sedang mendengar seseorang yang dihubunginya bicara. "Baiklah, aku setuju. Pokoknya Kyuhyun tidak boleh bersama orang lain. Dia milikku. Ne, ahjumma. Annyeong."

Sungmin mengernyitkan dahi sambil menatap Kyuhyun yang juga sedang menatapnya. Tatapan Kyuhyun tegas, tapi juga ada sedikit kekosongan di sana. Sungmin tidak bisa menebak apa yang ada di pikiran Kyuhyun. Tangan Kyuhyun perlahan melonggar seiring dengan hentakkan langkah Jessica yang menjauh.

Kyuhyun lah yang pertama menyadari bahwa posisinya masih menindih tubuh Sungmin. Kyuhyun sedikit terkesiap sebelum bangun dan membantu Sungmin berdiri. Kyuhyun mengulurkan tangannya dan Sungmin menerimanya.

Sebelum ada yang memutuskan untuk berbicara di antara mereka, suara ponsel Sungmin memecah keheningan di antara mereka.

Yunho. Nama Yunho muncul pada display ponsel Sungmin. Sungmin sempat melirik Kyuhyun sebelum akhirnya menjawab panggilan Yunho.

"Kau di mana, Minnie?"

"A… aku…"

Ucapan Sungmin terputus begitu saja karena Kyuhyun merebutnya. "Lee Sungmin bersamaku. Kau tidak perlu cemas." Kyuhyun dengan entengnya menyelesaikan percakapan itu. Kyuhyun beralih pada Sungmin sambil mengembalikan ponselnya. "Kupikir kau bisa memperkerjakan bodyguard-mu lagi besok pagi. Aku akan menjamin keamananmu untuk malam ini."

Sungmin mempersempit sudut matanya. "Menurutmu begitu? Harusnya aku khawatir kau adalah orang yang mengancam keamananku. Selalu."

Kyuhyun mengedikkan bahunya. Tidak terlalu peduli pada ucapan Sungmin. "Jadi, kita akan bicara. Aku perlu menjelaskan semuanya dan setelah itu aku akan mengantarmu."

Sungmin mendengus kesal, tapi dia tidak bisa menolak rencana Kyuhyun untuk bicara. Mereka memang perlu bicara dan sejujurnya, Sungmin juga penasaran dengan apa yang ingin dibicarakan Kyuhyun.


Sungmin berbaring terlentang di ranjangnya. Matanya terbuka meskipun waktu di jam dindingnya sudah menunjukkan bahwa pagi akan tiba. Pikirannya tidak sekosong pandangan matanya. Pikiran Sungmin penuh dengan kejadian yang dialaminya hari ini.

Kyuhyun.

Nama itu terus berputar-putar seperti kaset rusak. Tidak mau beranjak dan terus mengusiknya. Sungmin teringat percakapannya dengan Kyuhyun di dalam mobil Kyuhyun saat mereka sampai di depan rumah Sungmin.

"Jessica adalah yeoja yang akan ditunangkan denganku. Orang tua kami menjalin kerja sama dalam bisnis. Mereka pikir jika, anak-anak mereka bersama, maka bisnis yang mereka jalani akan semakin lancar. Karena itulah mereka berencana menjodohkan aku dengan Jessica. Aku menolak ditunangkan dengan Jessica. Aku tidak mau menjalani hubungan yang didasari hanya karena bisnis belaka."

"Kenapa tidak mau mencobanya untuk menyukainya? Sepertinya dia sangat menyukaimu."

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. Tersenyum kecut.

"Dia hanya boneka dari kekayaan orang tuanya. Gila harta, hidup bermewah-mewahan." Kyuhyun mengambil jeda sejenak. "Lagipula aku masih belum ingin terikat. Masih banyak yang ingin kulakukan, dengan tanganku sendiri. Tanpa bantuan, apalagi paksaan orang tuaku."

Perasaan iba mulai menyelimuti Sungmin. Juga bimbang apakah ia harus melanjutkan sandiwara ini atau tidak. "Lalu kenapa aku?" tanya Sungmin. Nyaris putus asa.

Kyuhyun menatap Sungmin. Matanya berkilat. "Kau pikir apa? Kau yang mengacaukan semuanya dengan siaranmu itu. Seharusnya kan bukan kau!"

Sungmin memejamkan mata. Sepertinya Kyuhyun sudah kembali pada tabiatnya yang semula.

"Ya sudah, kalau begitu batalkan saja. Cari saja yeoja yang lain. Yang tidak mendengar siaranku!" Sungmin sudah sangat siap menyambut kibaran bendera perang dari Kyuhyun.

Kyuhyun memajukan tubuhnya melewati tuas persneling yang memisahkan, menipiskan jarak di antara mereka. "Tapi kau tahu, kan? Masalahnya tidak hanya di situ saja." Kyuhyun menurunkan pandangan matanya. Tepat pada bagian tengah tubuhnya.

Sungmin mengikuti pandangan mata Kyuhyun. Mendadak kengerian menjalar dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. Sungmin siap mendorong bahu Kyuhyun, tapi dengan sigap Kyuhyun menangkap tangan Sungmin. Membungkusnya dengan kedua tangannya dan meletakkannya di atas tuas persneling.

"Lagipula aku bersyukur, kau yang menjadi penyiarnya. Memberikan saran, dan mengacaukan semuanya," bisik Kyuhyun tepat di depan wajah Sungmin.

Sungmin bisa merasakan hembusan napas dan udara beraroma mentol yang dihembuskan Kyuhyun. Sungmin juga bisa melihat pantulan matanya di mata Kyuhyun. Sungmin tidak pernah sedekat ini dengan namja lain. Ini sedikit mengganggunya.

Dan ketika Sungmin merasakan genggaman Kyuhyun yang mengeras di tangannya, wajah Kyuhyun sudah lebih dekat. Hidung mereka hanya sebatas selembar kertas. Sungmin menggeleng keras. Lalu Sungmin menarik tangannya dan mendorong tubuh Kyuhyun. Sungmin keluar dari mobil begitu saja. Tidak ingin Kyuhyun melihat pipinya yang sudah merah seperti terbakar api.


Sungmin menggelengkan kepalanya keras. Memukul-mukul pelan keningnya sambil berharap bayangan Kyuhyun keluar dari pikirannya. Setelah beberapa kali mencoba, Sungmin menghembuskan napas kesal.

Tangan kirinya perlahan turun, entah atas dorongan apa, tangan Sungmin berhenti tepat di atas bibirnya. Sungmin meraba pelan bibirnya. Bibir yang tadi dicium lembut oleh Kyuhyun. Dan tanpa Sungmin sadari, tangan kanannya pun perlahan turun. Menyentuh sesuatu yang berdetak kencang di atas dada kirinya.


Sungmin tidak tahu, apa ini namanya?


TBC


Dear readers, apa kabar? Maaf nggak pernah update cerita ini. Karena aku punya proyek menulis di kehidupan nyataku yang nggak bisa ditinggal. Semoga masih ada ya yang mau membaca cerita ini. :)