"Apa?!" seru semua makhluk di aula kecuali Pak Erwin. Dan tentu saja Kuroko ikut-ikutan shock dengan judul drama yang diberikan Pak Erwin.
"Jangan bercanda, nanodayo!" kata Midorima menatap horror naskah yang diberikan Pak Erwin.
"Pak Erwin, bukannya Alibaba itu bersama para penyamun ya? Kok ada Aladin, ada Sinbad juga? Dan siapa itu Hakuryuu?" tanya Momoi setelah membaca naskah drama yang berjudul…
"Petualangan Alibaba dan Kawan-kawan di Labirin Zagan"
.
.
.
.
.
Disclaimer :
Kuroko no Basket Tadatoshi Fujimaki
Shingeki no Kyojin Hajime Isyama
Pesantren Al-Sekoting (SnK's parody) Pesantren Al-Sekoting RP
but this fanfiction is mine
Segala macam merek milik perusahaan mereka masing-masing
Dan juga anime Magi yang saya pinjam dari Shinobu Ohtaka-sensei khusus untuk chapter ini
Rated : K
Genre : Humor, Friendship, and Parody for Magi/マギ
Warning :
doakan gak ada typos, relakan mereka OOC, misalnya ini fic gaje, pastikan kau tetap RnR, soal nge-flame itu mah cuek, lama-lama jadi nge-fave, siapa yang tau pasti, silahkan dibaca dulu… -nyanyi ala Budi Doremi-
Happy reading minna…
.
.
.
.
.
"Yups!" jawab Pak Erwin mantap.
"Jadi?" Kise.
"Kita?" sambung Eren.
"Main drama tentang?" sambung Rustam
"Arabian night?" sambung Mikasa
"Nanodayo?" sambung Midorima. Dan entah mengapa jika Midorima ikut jadi gak jelas pertanyaannya. #dishootMidorin.
"Yups! Bisa dibilang begitu" jawab Pak Erwin sambil mengangguk-anggukan kepalanya semangat.
"Dan ini adalah pembagian tokohnya" kata Pak Erwin sambil menyerahkan selembar kertas berisi tentang pembagian tokoh. Dan mereka pun membacanya.
Momoi Satsuki as Narator
Eren Jaeger as Alibaba Saluja
Kuroko Tetsuya as Ren Hakuryuu
Mikasa Ackerman as Morgiana (sama-sama kuatnya)
Connie Springer as Aladin (waa… meksa banget ya? #plak)
Midorima Shintarou as Sinbad
Kise Ryouta as Judal
Rustam Barokah as Masrur
Armin Arlert as Jafar
Christa Lenz as Yamuraiha (okey, sepertinya ini juga maksa banget -_-`)
'Hah? Sinbad?' batin Midorima yang entah mengapa malah kebayang tokoh kartun semacam Popeye gitu. Dimana Sinbad versi Popeye memiliki tubuh yang sangat besar (kalau gak mau dibilang gendut) dan juga brewokan.
Nak Mido… khayalanmu terlalu jauh… yang dibicarakan kan tentang Sinbad-nya Magi bukan Sinbad-nya Popeye…
"Okey… apa semuanya sudah jelas?" tanya Pak Erwin.
"Nanodayo" kata Midorima gak nyambung.
"Jelas, Pak Erwin" jawab para santri –minus Midorima– serentak.
"Kalau begitu, nanti setelah jam sekolah, kalian mulai latihan di sini"
"Nanodayo" dan ucapan Pak Erwin pun disambung 'nanodayo' oleh Midorima.
"Mengerti?"
"Nanodayo" lagi-lagi Midorima berkata 'nanodayo' seolah-olah menjadi sambungannya ucapan Pak Erwin.
"Mengerti" jawab para santri –minus Midorima again– sweatdrop.
"Mas Kise!" bisik Kuroko menyikut lengan Kise.
"Doushita Kurokocchi?"
"Sepertinya Mas Mido mulai konslet deh" katanya sambil menunjuk Midorima yang dari tadi ngomong 'nanodayo' mulu.
"Un!" guman Kise mengangguk setuju lalu menjawab sekenanya, "Mungkin Midorimacchi kebanyakkan nonton Oha-asa kali!"
Emang ada hubungannya ya sama Oha-asa? -_-`
Sementara itu…
"Eh, Rifai!" panggil Hanji yang sedang berada di dalam aula bersama Ustad Rifai. Hanya saja mereka agak jauh dari Pak Erwin dan para santri.
"Hn?"
"Kok perasaan Pak Erwin ngomongnya pake nanodayo mulu dari tadi?" tanya Hanji yang sepertinya tidak sadar kalau yang ngomong 'nanodayo' itu Midorima, bukan Pak Erwin. Dan Ustad Rifai pun memasang wajah seperti (=.=;).
"Auk ah!" kata Pak Ustad cuek.
.
_–_o0o_–_
.
First day…
"Pada zaman dahulu, di sebuah kerajaan, hiduplah dua orang putri bersaudara. Mereka adalah Elsa dan Anna…" kata Momoi mulai bernarasi.
"Oy, Momoi! Kamu itu lagi narasiin cerita Arabian Night atau Frozen sih?" tanya Eren cengo kenapa prolog-nya gak nyambung sama drama yang mereka bawa.
"Ups! Sorry, salah naskah" kata Momoi innocent.
Dan semua pun memasang tampang capek deh (=.=;)
Second day…
"… Dan akhirnya mereka pun terpisah menjadi dua kelompok. Alibaba bersama Aladin, sedangkan Hakuryuu bersama Morgiana"
"Matte! Kenapa aku tidak bersama Eren?" protes Mikasa yang berperan sebagai Morgiana. Pasalnya, Mikasa pengennya sama Eren yang berperan sebagai Alibaba.
"Tapi Mika-chan, di naskah emang begitu" jawab Momoi selaku narrator.
'Emang cuma kamu saja yang protes? Aku juga pengen ikut main sama Tetsu-kun tau!' dumel Momoi dalam hati.
"Kalau begitu, berarti nanti Kurokocchi bakal mencium Mikasacchi dong ssu!" celetuk Kise yang disahut 'Ekh?!' oleh Momoi, Kuroko, dan Mikasa.
"Maksudmu apa, Kise?" tanya Rustam ikutan cengo.
"Di anime Magi, ada adegan Hakuryuu mencium Morgiana sebelum Hakuryuu pulang kampung ke istananya ssu. Mungkin aja ada adegan itu di drama ini. Apalagi kan cerita di drama ini sama persis di anime aslinya ssu" jelas Kise yang ternyata pernah ngikutin alur cerita di anime Magi.
Krik! Krik!
'Matte!' batin Eren teringat sesuatu.
'Hakuryuu itu kan…' batin Mikasa ragu-ragu.
'Tetsu-kun?!' batin Momoi melotot.
"Emang kenapa kalau ada adegan Hakuryuu mencium Morgiana? Apa aku juga harus mencium Mbak Mikasa?" tanya Kuroko. Benar-benar polos kau nak…
Krik! Krik!
"NOOOO! Tetsu-kun itu milikku!" teriak Momoi sambil memeluk Kuroko erat-erat.
"Sakit, Mbak Momoi" kata Kuroko sesak di pelukkan Momoi.
Third day…
"…Apa yang kau rencanakan pada bocah botak itu?" tanya Kise yang sedang mendalami karakter sebagai Judal sambil menunjuk Connie. Dan yang ditunjuk pun ngamuk-ngamuk tapi ditahan oleh Eren.
"Bukan urusanmu, nan-.."
"Ahem!" deheman Hanji selaku pembimbing dalam latihan, yang otomatis membuat ucapan Midorima kepotong. "Tanpa nanodayo lebih baik" lanjutnya sambil menggoyangkan jari telunjuknya.
"Tch! Bukan urusanmu!" ulang Midorima sambil membuang muka.
"Waa… sepertinya ada Sinbad versi tsundere nih! Iya kan, Bakashi?" celetuk Takao yang langsung diangguki Akashi. Takao dan Akashi sedang menonton anak-anak drama latihan bersama santri-santri yang lain.
'Diam kau, Bakao!' batin Midorima jengkel.
"Dingin sekali" kata Kise dengan nada mengejek. Ini anak cocok juga kalau jadi actor. "Aku sangat kesepian, Kurokocchi tega sekali meninggalkanku sendirian di-.. GYAAAAA CACIIIIIING!"
"Kau salah dialog, bocah kuning! Ulangi!" kata Ustad Rifai selaku pelempar cacing mainan ke Kise gara-gara si cowok Gemini itu lupa dialog.
"Huhuhu… hidoi ssu yo, Pak Ustad!" rengek Kise yang seketika melunturkan image arogan Judal, tokoh yang dimainkannya.
"Aku cuma mau mengingatkan" kata Ustad Rifai kalem.
'Iya sih ngingetin, tapi gak gini-gini juga dong ssu!' batin Kise mewek karena cacing mainannya masih tergeletak manis di lantai aula.
Fourth day…
"Jadi… apa itu semua salahku?" tanya Kise memulai drama queen-nya.
"Aku juga ingin hidup normal! Tapi tidak bisa! Apa aku ini memang orang jahat?! Sinbad!" seru Kise lalu berjongkok dan mewek. Dan tentu saja itu cuma pura-pura. Tapi kemudian…
"Ufufufufufufu… ahahahahaha!" tiba-tiba Kise ketawa-ketawa kayak abis dirasuki setan. Dan Midorima alias Sinbad pun memasang wajah blo'onnya. Ingat! Ini cuma acting.
'Bagus Kise! Bagus! Ayo keluarkan sisi keangkuhanmu!' batin Ustad Rifai yang sepertinya senang dengan acting Kise yang benar-benar seperti Judal di anime aslinya.
"Ngomong-ngomong Midorimacchi, kau imut juga kalau pake bando kuping kucing seperti itu" kata Kise sambil menunjuk kuping kucing berwarna pink yang menghiasi kepala hijau Midorima dengan manisnya.
Krik! Krik!
"I-ini lucky itemku hari ini, baka! Kata Oha-asa, hari ini Cancer berada di urutan tiga terbawah, nanodayo" kata Midorima menaikkan kacamatanya alih-alih menahan malu.
Krik! Krik! Krik! Krik!
"DASAR KUPING KUCING PERUSAK SUASANA!" teriak Ustad Rifai lalu menyomot kuping kucing Midorima dan kemudian melemparnya ke tong sampah.
"LUCKY ITEMKU, NANODAYO!" jerit pilu Midorima.
Fifth day…
"Haa… capeknya…" kata Eren membaringkan tubuhnya di lantai aula.
"Lho? Kuroko! Kamu ngapain di pojokan begitu?" tanya Eren saat Kuroko sedang berjongkok di pojokan dengan aura-aura yang kelam.
"Aku galau" jawab Kuroko singkat.
"Eh? Kenapa?"
Lalu Kuroko menunjuk Ustad Rifai yang sibuk ngomel-ngomel padanya.
"Kuroko! Berhentilah ber-pundung-ria! Cepat kembali latihan! Kau belum becus teriak baka omae-nya Hakuryuu tau!" begitulah isi omelannya Pak Ustad.
Sekarang Eren mengerti. Suara Kuroko emang datar dan lembut. Itu dikarenakan Kuroko tidak kuat kalau harus teriak keras-keras. Maka dari itu suara Kuroko terdengar kalem. Tapi kemudian, Eren pun tak menyangka bisa mendengar Kuroko teriak-teriak bagaikan Bang Ono Kensho yang sedang menyanyikan lagu Fantastic Tune di tengah-tengah lagu. (Tsuki: eh? Emang ada hubungannya? =.=`)
"BAKA! BAKA! OMAE NO MINNA BAKA! PUAS KAU PAK USTAD?!" teriak Kuroko akhirnya gondok juga karena didesak Ustad Rifai.
"Bagus! Bagus!" seru Ustad Rifai tepuk tangan. Eren pun sweatdrop.
Sixth day…
"Okey! Latihan hari ini selesai!" seru Pak Erwin sambil menepuk-nepuk tangannya. "Kalian boleh pulang sekarang"
"Hore! Akhirnya pulang juga ssu!" kata Kise sambil merenggangkan otot-ototnya.
"Capek juga ya? Padahal cuma main drama" kata Connie lalu mengambil air mineralnya.
"Itu masih mending ssu. Dulu saat aku dan anak Kisedai lain di Teiko, malah tambah parah lagi saat latihan basket" kata Kise bernostalgia waktu masih di Teiko.
"Basket? Apakah kamu pemain basket?" tanya Armin antusias dengan cerita Kise.
"Yups! Aku, Aominecchi, Kurokocchi, Akashicchi, Midorimacchi, Takaocchi, Kagamicchi, Murasakibaracchi adalah satu tim. Sedangkan Momocchi adalah manager kami" cerita Kise kemudian menghela nafas. "Haa… pasti sekarang Nijimura-senpai sudah mencari pengganti kami ssu" lanjutnya murung.
"Udah, gak apa-apa. Mungkin ini sudah jalan kalian. Yang penting sekarang, kita semua bisa berkumpul dan berteman satu sama lain" hibur Armin dengan bijak.
"Ngomong-ngomong, aku jadi kangen dengan suasana di Teiko" kata Kuroko.
"Sama aku juga ssu" sahut Kise.
"Aku juga!" sahut Momoi sambil mengangkat sebelah tangannya tinggi-tinggi.
"Haa… bukannya aku kangen dengan sekolahku yang dulu, nanodayo! Tapi di sini berbeda sekali dengan Teiko!" kata Midorima dengan nada khas tsuntsun-nya.
"Tapi biarpun aku kangen sama sekolahku yang dulu, aku sudah terlanjur betah di sini. Rasanya aku jadi tidak mau cepat-cepat keluar dari sini ssu. Bahkan sampai Nijimura-senpai membawa kami kembali ke Teiko, aku tetap akan di sini bersama kalian. Karena kalian adalah teman-teman kami yang baik ssu" kata Kise panjang lebar.
"Betul tuh kata Ki-chan! Awalnya sebelum kami dipindahkan ke pesantren, kami sempat protes. Jujur saja, waktu itu kami tidak mau masuk pesantren. Tapi sekarang, kami merasa nyaman di pesantren daripada di sekolah kami yang dulu. Kami senang bisa bertemu dan berteman dengan kalian" tambah Momoi dengan senyum tulusnya. Yang mau tak mau dibalas senyuman tulus dari mereka yang mendengar kata-kata Momoi.
"O iya, Kise" panggil Armin.
"Nan ssu ka*?" tanya Kise.
"Kapan-kapan ajari kami bermain basket. Dan juga ceritakan pada kami tentang basket di sekolahmu yang dulu"
"Okey ssu!"
"Waa… udah mau Maghrib. Kita pulang ke asrama yuk! Lalu siap-siap ke mushola untuk sholat berjamaah" kata Christa dengan wajah yang bikin Rustam jadi klepek-klepek. Untung aja gak ada Mpok Ymirah.
"Yo!" seru mereka kemudian bubar ke asrama masing-masing.
Sementara itu…
"Nee, nee, persahabatan yang manis bukan?" kata Hanji yang melihat para santri Al-Sekoting sambil menyikut Ustad Rifai.
"Hn" guman Ustad Rifai cuek dan datar.
"Moo, kau tidak seru sekali sih, Pai!" kata Hanji pura-pura ngambek.
"Hey, persahabatan kita ini juga tak kalah manisnya loh dengan mereka! Iya kan, Rif?" seru Pak Erwin sambil merangkul Ustad Rifai.
"Hm… ku rasa begitu" kata Ustad Rifai lalu tersenyum tipis dan penuh arti.
For your information, mereka bertiga ini sudah bersahabat sejak SMA. Jadi jangan heran meskipun jabatan dan kedudukkan mereka berbeda, mereka tetap akrab seperti bukan Kepala Sekolah dan guru.
Last day…
Waktunya untuk mencoba kostum yang akan mereka pakai besok. Hanji yang juga selaku koordinator kostum, membagikan kostum kepada mereka sesuai dengan peran masing-masing.
"Waa… Christa kau cantik sekali…" puji Momoi pada Christa yang memakai baju dengan bagian leher yang terbuka sampai bahu bahkan dadanya tidak ikut tertutupi. Di dadanya ada sesuatu berbentuk seperti kulit kerang. Eits! Tenang saja, karena ini yang ngadain pesantren, Christa memakai daleman kaos putih biar aman. Dan jangan berharap yang 'iya-iya' atau puasamu akan batal! Okey… lupakan kalimat terakhir itu.
"Ah, terima kasih" kata Christa malu-malu. Sementara itu terlihat Rustam yang sedang nahan ngiler melihat penampilan Christa. Dan tanpa Rustam sadari, Mpok Ymirah yang hari itu sedang menemani Christa gladi bersih, menatap Rustam dengan tatapan 'awas-kalau-elu-apa-apain-Christa-gue-bunuh-elu'.
"Hanjicchi… ini gak ada baju yang panjangan dikit ya ssu?" seru Kise yang baru keluar dari ruang ganti. Dan voila!
Kise muncul dengan baju berwarna hitam dengan garis-garis emas di tepinya yang panjangnya hanya menutupi bagian dada saja. Sehingga memperlihatkan perut sixpack milik cowok model berambut pirang tersebut. Di bahunya, tesampir kain putih (yang Tsuki tidak tau apa itu namanya) yang melingkari bahunya. Dia juga memakai celana hitam panjang dengan model balon ala-ala timur tengah gitu. Di tangan dan lehernya terdapat aksesoris berwarna emas. Tapi bukan berarti itu emas beneran, cuma emas imitative.
"Lho? Kan bajunya Judal emang kayak gitu" kata Hanji dengan entengnya.
"Tapi kalau aku masuk angin gimana ssu?"
"Masuk angin? Minum tolak angin!" kata Hanji malah promosi.
"Pfft~"
"Kurokocchi! Kenapa kau tertawa ssu?"
"Mas Kise jadi tambah aneh dengan kostum itu"
"Hidoi ssu yo~ Kurokocchi!"
.
_–_o0o_–_
.
Show time…
Setelah sholat Isya sekaligus Terawih, para santri Al-Sekoting terutama yang akan pentas berkumpul di belakang panggung. Di sana juga ada Kagami yang ikut sibuk mendandani Kuroko. Kata Kuroko, memakai baju ala pangeran dari Cina itu sangat ribet, jadi dia meminta bantuan sama Kagami selaku best friend forever-nya.
"Waa… penontonnya banyak banget! Jadi gak pede aku" kata Connie yang mengintip dari balik panggung.
"DaAho! Seharusnya kau beruntung dapet peran banyak! Lha aku coba! Cuma dapet peran perang doang!" omel Rustam.
'Tuh kan? Familiar lagi!' batin Kagami dan Kuroko. Kira-kira siapa sih yang membuat pasangan light-shadow ini merasa familiar sampai tiga kali?
"Anak-anak! Lima menit lagi, kalian akan tampil" seru Hanji.
.
_–_o0o_–_
.
Sementara itu di atas panggung, terlihat Takao sedang berdiri sambil memegang mix. Di belakangnya terlihat pula beberapa santri yang merupakan anggota klub music sudah siap dengan alat music mereka masing-masing. Tak lama kemudian, terdengar sebuah music intro dan setelah itu Takao mulai bernyanyi.
"Wake up fail again attempt to whisper back. Do you have the same dream every night? Furueta toki e tsunagaru…" Takao bernyanyi dengan gaya ala-ala Bang Suzuki Tatsuhisa ketika menyanyi. Keren deh pokoknya…
"Sou sa kimi mo subete wo kakete. Tatakau basho e tobidashitara. You can believe it. That's the way it have to be…"
"Waa… Bang Taka keren pisan euy!" kata Sasha yang tiba-tiba ngefans sama Takao.
"Cih! Aku juga bisa kok nyanyi kayak gitu" kata Joko merasa jealous gebetannya suka sama Takao.
"Win or not what's worth the meaning. Nowhere so deep fade away… Miushinatta mono ga ooi ki ga… shita…" setelah itu Takao melompat sambil berteriak, "Blink about the miracle!"
"So, tell ask yourself! Walk out hit the sound! Ano hi no rizumu ima kizamu… Yes, I'm reaching out! Walk on everlong! Tooku ni miteta mirai tsukanda…"
"Red pulse rushing through and I can hear you! Afureta noizu wo kakinurasu. Miraizu wa awa no you ni… Attract to the miracle!"
"Waa… tak ku sangka si bocah berisik yang kelewat ceria itu bisa sekeren ini nyanyi lagu rock" guman Annie yang ternyata didengar oleh Aomine yang berdiri di sebelah cewek berdarah perancis itu.
"Eh, Akashi! Sepertinya cewek ini diam-diam memperhatikan Takao deh" bisik Aomine pada Akashi. Akashi mah cuek bae.
"D-diam kamu, cowok dakian! Aku gak pernah memperhatikan dia tau!" kata Annie dengan nada dingin dan juga tajam. Namun samar-samar ada rona tipis di pipinya.
"Mpok! Mpok! Sepertinya Mbak Annie ketularan penyakitnya temennya Bang Taka yang rambutnya ijo itu deh. Apa itu nama penyakitnya? O iya, tsundere" bisik Sasha pada Ymirah.
"Jangan samakan aku dengan cowok brokoli itu!"
Sementara itu Midorima bersin-bersin di belakang panggung. 'Sepertinya seseorang membicarakanku, nanodayo' begitulah batinnya.
"Bling back the Catalyst and beat will go on! About time now I'm ready to face the fate!" di bagian ini Takao nge-rapp.
"Better to go or not, and to be or, Subete jibun de kimete yuke… In the lost and found, picking up the sign, Hitsuzen to kanjita what are the chances, Sou… aizu wa ima kimi no te ni mo…"
Musik yang semulanya bertempo cepat, kali ini agak melambat dan disertai dengan tepuk tangan yang teratur.
"Wake up fail again attempt to whisper back. I'm loser expecting to become the one!"
Dan tempo musik pun kembali seperti semula.
"So, tell ask myself! Walk now watching at! Hanpa na sugata misezu ni naite… Yes, you're reaching out! Walk then searching for! Kechirasu ima wo sutezu ni egaite…"
"So, ask yourself, walk hibiku! Ano hi no rizumu ima kizamu… Yes, I'm reaching out! Walk on everlong! Tooku ni miteta mirai tsukanda…"
"Red pulse rushing through and I can hear you! Afureta noizu wo kakinurasu. Miraizu wa awa no you ni… yugande, hajiketonda… attract to the miracle!"
Dan perlahan-lahan music pun berhenti tanda lagunya telah selesai.
"Okey, beri tepuk tangan yang meriah untuk 'Bakao and Friends'!" seru Bu Petra selaku pembawa acara.
Prok! Prok! Prok!
"Hah? 'Bakao and Friends'?" guman Budi cengo dengan nama absurd band Takao.
"Oh, itu aku yang memberikan nama untuk band-nya Takao" jawab Akashi.
'Dasar gak kreatif' batin Aomine sweatdrop.
'Dasar Bakashi! Cari yang kerenan dikit napa? Youngcodex(?) gitu!' dumel Takao dalam hati.
"Dan sekarang, tibalah saatnya untuk acara puncak. Drama Magi, Petualangan Alibaba dan Kawan-kawan di Labirin Zagan! Douzo!" seru Bu Petra yang langsung dihadiahi tepuk tangan oleh para hadirin.
Sementara itu di belakang panggung…
"Saa, sebelum kita mulai pentas, ayo kita berdoa. Berdoa mulai!" kata Rustam memimpin berdoa. Dan semua pun yang berdiri melingkar mulai mengheningkan cipta.
"Berdoa selesai"
Lalu mereka semua menumpuk tangan mereka di tengah-tengah kemudian berseru, "SEKOTING FIGHT!"
.
_–_o0o_–_
.
Pertunjukkan dimulai!
Suasana panggung dimulai dengan munculnya Momoi sebagai narrator. Dia berpenampilan ala-ala putri Jasmine dengan gaun panjang hingga menyentuh lantai berwarna pink seperti rambutnya. Gaun itu memiliki belahan yang semakin ke bawah semakin melebar dari bawah dada sampai kaki. Gaun itu juga didobeli dengan gaun dalam berwarna biru langit yang terlihat di balik belahan gaun tersebut. Tepi gaun di bagian yang melingkari bahu juga senada dengan warna gaun dalam. (Tsuki: waa… deskripsi macam apa ini?!)
"Alkisah di sebuah kerajaan yang tenang dan damai bernama Sindria, hiduplah seorang raja yang bijaksana (Inner Momoi: dan juga tsundere) bernama Sinbad. Di masa mudanya sebelum membangun negeri impian tersebut, Sinbad suka sekali berpetualang mengarungi tujuh samudra" kata Momoi mulai bernarasi. Dan ketika itu juga, sang raja Sindria a.k.a Midorima yang menyamar sebagai Sinbad muncul.
Para penonton –terutama cewek– pun mulai teriak-teriak histeris melihat Midorima yang emang pada dasarnya ganteng jadi tambah keren dengan kostum Sinbad.
"Sh-sh-Shintarou…" guman Akashi ber-blushing-ria.
"Waa… Shin-chan wa kakkoii nee~" kata Takao yang udah gabung sama Akashi dengan bintang-bintang di matanya.
Okey… mari kita tinggalkan si duo Point Guard yang ternyata gagal move on itu! Kita kembali dengan suasana di pentas.
"Dalam memimpin negeri Sindria, raja Sinbad didampingi oleh penasihat bernama Jafar dan juga seorang pengawal dari suku Fanalis bernama Masrur"
Dan muncullah Armin dan juga Rustam lalu berdiri di samping Midorima dan agak ke belakang.
"Pada suatu hari, negeri Sindria kedatangan empat orang tamu penting. Mereka adalah pangeran Ren Hakuryuu dari kerajaan Kou, pangeran Alibaba Saluja dari negeri Balbad, Aladin, dan juga Morgiana"
Lalu muncullah Kuroko, Eren, Connie, dan Mikasa.
'Kyaaaaa~~ Tetsu-kun~~~ please marry me~~!' batin Momoi berteriak melihat Kuroko yang memakai kostum Hakuryuu. Image imut Kuroko jadi bertambah dengan kostum pangeran tersebut.
"Hehehe… itu aku loh yang mendandaninya" kata Kagami bangga sambil menunjuk Kuroko. Sekarang Kagami juga sudah bergabung dengan anak Kisedai lainnya, minus yang di pentas.
"Kuro-chin manis sekali, aku jadi ingin memakannya" guman Murasakibara.
"Tapi sayangnya Tetsuya itu manusia, Atsushi. Bukan makanan" kata Akashi bak ibu-ibu yang sedang menasehati anaknya. –tewas seketika karena dilempar gunting–
"E… ahem!" dehem Momoi ketika tersadar dari fangirling-nya terhadap Kuroko, dan kemudian melanjutkan narasinya, "Bersamaan dengan itu juga, negeri Sindria sedang terjangkit sebuah penyakit berbahaya dan mematikan. Dan kebetulan juga, raja Sinbad juga ikut terkena penyakit ini. Sehingga keempat tamu tersebut harus mencari obat penawar di Labirin Zagan"
Dan adegan demi adegan pun berjalan dengan lancar. Mulai dari Eren dkk yang berjuang di dalam Labirin Zagan, Christa yang seolah-olah sedang mengawasi Eren dkk lewat bola Kristal mainan yang biasanya dibuat Midorima untuk bermain ramal-ramalan, sampai Kise yang muncul dan mengajak perang sama Midorima.
(Tsuki: Karena untuk menghemat waktu, maka adegannya saya skip. Sekian terima kasih. –bilang aja males–)
"Akhirnya, mereka pun berhasil menaklukan Zagan kemudian kembali ke negeri Sindria. Dan negeri Sindria pun terbebas dari penyakit tersebut. Selesai" kata Momoi mengakhiri narasinya.
Setelah itu para pemain pun mulai berbaris.
"Kami mengucapkan terima kasih sudah menonton pertunjukkan kami (ssu/nanodayo)" seru mereka kompak.
"Karena besok sudah puasa, aku minta maaf kalau aku punya salah ssu" kata Kise.
"Aku juga" kata Kuroko singkat.
"Aku juga minta maaf pada kalian semua. Terutama Pak ustad Rifai yang selama ini selalu gondok dengan kelakuanku" kata Eren dengan rona merah saat mengucapkan kalimat terakhir.
"A-aku juga minta maaf, nanodayo. Ta-tapi bukannya aku merasa bersalah sama kalian!" kata Midorima plus dengan tsundere-nya.
Dan pertunjukkan pun diakhiri dengan acara Halal Bi Halal menjelang puasa.
.
.
.
–_–つづく–_–
Ket:
Nan ssu ka= Nan desu ka, artinya ada apa. Kise selalu menyingkat kata 'desu' dan 'masu' menjadi 'ssu'.
Author's diary :
Tsuki : Okey… sepertinya makin ke sini makin gaje aja ya? Mana makin ngaret lagi update-nya. Hehehe…. –senyum maksa–
All chara : Tsuki! Yang ikhlas dong senyumnya! Senyum itu kan ibadah!
Tsuki : Iya-iya… jangan bawel kenapa!
Saa, langsung saja minna…
May I ask you to give me a review please…?
