Cast: Kim Jongin
Xi Luhan
Oh Sehun
Huang Zi Tao
Summary: Kai sangat jenuh dengan ayahnya yang selalu mencoba mencarikan Baby Sitter. Ia tak butuh itu, ia sudah SMA dan akan memasuki masa kuliah. Apa jadinya jika dua baby sitter terakhir pilihan ayahnya menarik bagi dirinya?
Rated: M
Genre: Romance, Drama
Disclaimer: Semua milik Tuhan!
Warning: OOC, Sedikit Fulgar, Ejaan tidak sesuai EYD, Ancur, YAOI, NC-17, Crack Pair, Typo(s), Don't Like Don't Read!
Sehun disini lebih tua ya dari Kai.
HAPPY READING!
Pada pukul sembilan malam, Sehun terlihat cemas saat ia lupa kata kunci apartemennya dengan Tao, saat ia menelfon Tao-pun, kekasihnya itu tidak mengangkatnya. Ada apa dengan Tao? Apa ia sudah tertidur? Tidak seperti biasanya ia tertidur pada jam seperti ini.
Akhirnya, setelah Sehun berkali-kali mencoba menelfon Tao, kekasihnya itu mengangkatnya.
"Tao-hyung, apa kau tertidur? Pekerjaanku sudah selesai"
"Tidak"
"Tao-hyung. Aku lupa kata kuncinya"
"Pergilah tidur dengan Kai sana"
Sehun menyerngitkan dahinya tak mengerti dengan perkataan Tao.
"Maksudmu?"
"Sudah, kau tidur di apartemen Kai saja, jika sudah selesai melakukan sesuatu kau boleh kembali, kata kuncinya hari jadi kita"
"Ya! Apa yang kau fikirkan? Kau jangan tidur dulu"
Sehun mematikan sambungannya dengan Tao dan segera menekan tombol nomor dengan cepat. 020513, tentu saja ia sangat mengingat hari dimana kebahagiaan Tao bertambah.
Sehun segera berlari ke kamar apartemen itu dan menemukan Tao tengah bertelanjang dada di depan lemari dan ia sibuk mencari kaos di lemari itu.
Sehun yang melihat badan Tao segera menundukkan kepalanya dengan wajah memerah. Sedangkan Tao hanya melirik Sehun dan segera memakai kaos berwarna putih dengan gambar kucing hitam di tengahnya. Lalu, Tao merebahkan dirinya di ranjangnya bersama Sehun itu.
"Kau marah?" Sehun mulai mendekat ke arah Tao dan menduduki ujung ranjang itu, masih dengan kepalanya yang di tundukkan. Tao tak menjawabnya malah memasang headphone di telinganya dan memejamkan matanya.
Sehun mendengus kesal –tentu saja bagi Tao itu lucu-. Dengan perlahan ia merebahkan dirinya di samping Tao serta meletakkan tangan kanannya di dada Tao.
"Dengarkan aku…" Sehun melepas headphone yang berada di kedua telinga Tao. "Aku bahkan sudah tepat waktu…" Tao bergerak membelakangi Sehun.
"Aku ingin tidur" desis Tao. Sehun mempoutkan bibirnya lucu.
"Ya! Kita-kan bisa bertemu saat bekerja, saat kau mengantar Kai bersekolah atau kemanapun"
Sehun membalikkan badan Tao pelan. Ia lalu menindih tubuh Tao dan mendekatkan wajahnya ke wajah Tao. Bukannya Tao tidak tergoda dengan bibir yang saat ini sudah ingin di makan itu, tetapi saat ini Tao sungguh kehilangan moodnya untuk mengerjai Sehun.
Chu~
Sehun menempelkan bibir Tao pelan dengan matanya yang masih menatap mata Tao yang memang sedang terpejam. Tidak, Tao tidak menikmatinya, hanya saja Tao masih kesal dengan yang tadi. Lalu Sehun mengubah kecupan itu menjadi lumatan di bibir Tao.
Buk~
O-ow, rupanya Tao sudah tidak kuat dengan Sehun yang menggodanya, ia membalikkan tubuh Sehun sehingga ia menindih tubuh Sehun yang awalnya terkejut. Dengan cekatan Tao melumat kasar bibir Sehun dengan tangan jahilnya membuka kancing kemeja Sehun. Ia tidak suka berlama-lama.
"Emmh…Hyunghh…" desah Sehun saat Tao mulai membuka sabuk yang di pakai Sehun, sebenarnya, karena Tao dengan sengaja meremas miliknya yang masih terbungkus dengan celananya itu.
Drrt Drrt
Tidak, ponsel Sehun sungguh mengganggu. Sehun segera bangkit dan mengambil ponselnya di saku celananya, ia memandang lama layar ponselnya sembari mengatur nafasnya. Oh tidak, Kai mengganggu acaranya dengan Tao. Tao yang masih terobsesi dengan Sehun memeluk tubuh Sehun dari belakang dengan menenggelamkan wajahnya di tengkuk Sehun dan mengecupinya.
"Hallo, Kai, ada apa?" Tao menghentikan acara menjamahi tubuh Sehun, ia langsung membaringkan tubuhnya dan menutupi tubuhnya dengan selimut sampai wajahnya. Sehun hanya menatap bingung kekasihnya itu.
"Aku tidak bisa tidur hyung, bisakah kau ke apartemenku?"
"Eoh? Baiklah, tunggu sebentar"
"Arasseo"
Sehun menatap layar ponselnya sejenak dengan mendengus. Lalu ia menoleh pada kekasihnya dan menarik selimut yang menutupi wajah kekasihnya itu.
"Tao-hyung, aku ke apartemen Kai dulu, ne? Kau tunggu disini, nanti setelah Kai tertidur kita lanjutkan, saranghae" Sehun mengecup pelan pipi Tao sebelum meninggalkan Tao yang mendengus sangat kesal.
Tunggu dulu, Sehun lupa mengganti bajunya, lagi pula, bajunya juga sudah lusut karena permainan kecil Tao tadi. Akhirnya Sehun kembali dan menyaut kaos bergambar panda dan juga celana trainingnya, ia mengganti pakaiannya dengan cepat.
"Sehuna, kau akan menggoda Kai dengan pakaian seperti itu?" Sehun yang ingin menutup pintu kamar itu segera menoleh ke arah Tao dengan tatapan polosnya.
"Ani hyung, aku hanya ingin membuat Kai tertidur"
"Ya membuat Kai tertidur karena kecapekan bermain denganmu, aku tahu"
"Ya! Apa maksudmu hyung?"
"Sudahlah, pergi sana, Kai menunggumu"
"Ah iya, ya sudah hyung, aku pergi dulu"
Tao mendelik menatap Sehun yang menutup pintu kamarnya. Dasar tidak peka, batinnya. Lalu Tao kembali memejamkan matanya karena sudah mengantuk.
Tunggu, jika Sehun ke apartemen Kai, dan Kibum sudah tidak lagi mengawasi mereka karena ia mengurusi istrinya yang manis di rumah, Kim Donghae. Sungguh, Tao ingin menyindir Donghae yang manis karena bisa-bisanya dia mau menikahi Kibum yang konyol dan kekanakan itu.
Tidak, fikirannya sekarang bukan masalah itu. Tetapi, APA YANG DI LAKUKAN KAI BERSAMA SEHUN MALAM-MALAM PADA SAAT TIDAK ADA SIAPAPUN YANG MENGAWASI MEREKA?!
Tao meruntuki dirinya sendiri karena bisa-bisanya ia langsung membolehkan kekasihnya bersama bocah sangat mesum sekali –saking mesumnya-. Tao juga tidak tahu apa kata kunci apartemen Kai.
Haish, Tao bodoh, Tao bodoh kau.
Sementara itu di apartemen Kai, terlihat seorang lelaki manis nan seksi itu memasuki apartemennya dengan muka polos di wajahnya. Ia langsung berlari ke kamar Kai yang tak jauh dari pintu masuk apartemen Kai.
"Kai, kau di dalam?" Sehun menyembulkan kepalanya di pintu kamar apartemen Kai. Terlihat Kai tiduran di ranjangnya dengan memainkan ponselnya, ia sedikit melirik ke arah Sehun lalu melanjutkan memainkan ponselnya.
Lalu, Sehun berjalan pelan ke Kai dan menduduki ujung ranjang Kai. Ia menatap Kai dengan polosnya membuat Kai yang meliriknya menyeringai dalam hati.
"Tidurlah, bagaimana kau bisa tidur, bahkan kau memainkan ponselmu, pejamkan matamu" Ujar Sehun dengan mempoutkan bibirnya. Akhirnya Kai meletakkan ponselnya di meja dekat ranjangnya lalu menatap intens Sehun. "Apa?" Sehun menyerngitkan dahinya saat Kai menyolek-nyolek pantatnya dengan jari-jari kaki Kai.
"Temani aku tidur, sini, kau di sampingku hyung" Sehun menghela nafasnya sedikit lalu merebahkan dirinya di samping Kai menghadap Kai. Kai brengsek, bisa-bisanya ia memanfaatkan kesempatan kepada Sehun yang notabenya sangatlah polos ini.
Akhirnya Kai juga menghadap ke arah Sehun, ya, posisi mereka sekarang berhadapan dengan jarak hidung mereka hanya lima sentimeter. "Apa yang harus ku lakukan sampai kau tidur?" Sehun menatap polos Kai. Kai menyeringai pelan mendengar pertanyaan Sehun.
"Buat aku kecapekan…" Kini tubuh Kai sudah menindih tubuh kurus Sehun. "Satu ronde hyung" Sehun membelalakkan matanya begitu Kai mulai mencium bibirnya seduktif.
"Mmmppphhh… A-An-dwae K-Kai… Ahh" Entah ini keberuntungan Kai, dengan Sehun yang mencoba berteriak itu, lidah Kai bisa masuk menelusuri goa hangat Sehun dengan monster lembut yang menggelikan di dalamnya.
Tangan jahil Kai sudah mengerayai perut putih Sehun yang sebelumnya ia menyibakkan kaos panda Sehun. Sehun terus meronta dan menahan desahannya saat Kai dengan sengaja meremas pelan miliknya, ya walaupun Sehun terus saja mendesah dan membuat Kai begitu semangat untuk semakin mengerjainya.
Krek
Tidak, Kai merobek kaos Sehun dengan kasar dan menampilkan tubuh putih Sehun dengan dua benda bulat kecil yang menggoda, Sehun yang kini pasrah tak bisa menyembunyikan rona di pipinya. Sialan kau Kai, ini tidak boleh terjadi pada siapapun kecuali Tao, termasuk dirimu.
"Ahhh… Kaiiihhh… Andwaeee…hhh…" desah Sehun saat Kai melumat habis benda kecil di tubuh Sehun yang sebelah kanan. Tangan kanannya memutar kecil benda itu yang di sebelah kiri, sedangkan tangan kirinya meremas keras milik Sehun yang kini sudah menegang. Sial! Sial! Sial!
Lalu Kai berhenti dan beranjak dari tubuh Sehun, ia menatap dalam milik Sehun yang sudah menegang lalu ia lepas begitu saja celana training serta celana dalam Sehun dan menampilkan milik Sehun yang menggiurkan itu tengah berdiri serta membuat empunya memekik keras. Kai segera membungkam mulut Sehun dengan bibirnya, lalu turun kearah leher Sehun dan menghisap serta menggigitnya keras.
Kai sungguh tidak adil, Sehun sudah telanjang bulat begini sedangkan pakaiannya masih utuh melekat di tubuhnya, ya walaupun pakaiannya sudah tidak terbentuk karena remasan tangan Sehun di bajunya.
Akhirnya merasa tidak enak, Kai dengan cepat melucuti seluruh pakaiannya hingga ia benar-benar bertelanjang bulat. Lalu Kai kembali menikmati dengan sangat rinci tubuh Sehun yang sangat ia inginkan sejak mereka bertemu.
Sedangkan di apartemen Sehun dan Tao, Tao menatap jam dengan gusar, pasalnya, sudah dua jam Sehun tidak kembali, ia takut Sehun tertidur disana dengan bertelanjang bulat dan Kai menggeriayai tubuhnya dengan seenaknya.
Sungguh, Tao tidak akan membiarkan itu terjadi, tetapi apa daya, ia tidak mempunyai nomor Kai, ponsel Sehun juga di tinggal disini, dan jangan lupakan, ini sudah berkali-kali, ia tidak mengetahui kata kunci apartemen Kai.
Drrt Drrt
Oh, ponsel Sehun bergetar. Tao menyerngitkan dahinya begitu muncul nama Luhan disana. Tentu saja Tao sangat tahu betul siapa itu Luhan, bahkan, setiap hari Sehun bercerita betapa baiknya lelaki rusa itu.
Ya, Tao masih mengakui bahwa Luhan itu cantik sebagai seorang lelaki, tetapi, tentu saja di hatinya nama Sehun-lah yang menetap, tidak ada yang lain.
Baiklah, kembali pada ponsel Sehun yang bergetar. Tao menggeser ikon berwarna hijau itu dengan ibu jarinya di ponsel Sehun lalu meletakkan ponsel Sehun di telinganya.
"Yeobboseyo…"
"Annyeong… Sehuna… aku mengganggumu?"
"Ah… Ani… Aku Tao, Luhan-ah"
"Oh… Tao-hyung? Apa Sehun tidur?"
"Ehh… Emm… Ani, wae?"
"Bisa aku bicara dengannya?"
"Dia sedang bersama Kai sekarang…"
"O-oh… Jinjja? Apakah menjadi baby sitter butuh dua puluh empat jam?"
"Aniyo…"
"Oh…Lalu…?"
"Kai hanya terlalu manja pada Sehun"
"Ah baiklah, oh iya hyung, jika Sehun sudah kembali, tolong suruh dia untuk menelfonku, ne?"
"Ye"
Lalu Tao memutuskan sambungan telefon itu kepada Luhan. Dengan raut wajahnya yang tidak mengenakkan, ia membanting pelan ponsel Sehun ke kasur apartemen mereka. Tahu begini Tao menginap di apartemen Byun Baekhyun saja.
Hei, bukankah itu ide yang tidak buruk?
Tao bergegas mengambil ponselnya dan menekan layar tersebut lalu menempelkan ponselnya pada telinga kanannya. Ia menggerak-gerakkan tangannya yang menurutnya untuk mempercepat lawan bicaranya itu mengangkat telfonnya. Setelah beberapa lama, ia menghela nafas saat orang di seberang menjawab telfonnya.
"Baekkie-ah, aku akan ke apartemenmu sekarang, jadi jangan mengunci apartemenmu"
Lalu Tao mematikan ponselnya tanpa menunggu yang di telfonnya menjawab perkataannya, sungguh mirip dengan kekasihnya.
Segera Tao memasukkan ponselnya ke dalam saku celana trainingnya dan meraih jaket hitam yang berada tak jauh darinya. Ia berhenti menatap sejenak ponsel Sehun lalu mengambilnya dan memasukkan ke saku celana trainingnya yang lain.
Tao berlari kecil meninggalkan apartemennya bersama Sehun itu menuju lift untuk naik ke satu lantai di atasnya. Setelah itu, ia berlari kecil ke kamar apartemen yang tak jauh dari lift tersebut.
Tao membuka pintu apartemen itu dan segera menutupnya keras, ia melepas alas kakinya lalu berjalan memasuki ruang apartemen itu dan terlihat seorang lelaki cantik berdiri dengan menatapnya sengit. Tao tak mempedulikan itu, ia langsung menghempaskan badannya pada sofa sebelah lelaki cantik itu berdiri. Ia menghela nafas lalu melirik lelaki cantik yang tadinya berdiri itu menghempaskan dirinya di sofa sebelahnya.
"Baekhyun-ah, kau tak menawarkanku minuman? Aku haus, buatkan aku orange juice saja" Baekhyun-lelaki cantik itu- hanya menatapnya semakin sinis dengan tangan di dada yang di silangkan.
"Buat saja sendiri, dan ini sudah malam, kau tak kedinginan eoh?" Baekhyun memilih untuk mengambil remot televisi dan menghidupkan televisi.
"Aku kepanasan, tidak, hatiku yang kepanasan" Baekhyun lalu menatap Tao dengan tatapan heran saat perkataan Tao semakin tidak menunjukkan sisi Tao, menurut Baekhyun.
"Kau seperti gadis-gadis yang patah hati. Ah, kau ada masalah dengan Sehun? Jangan bilang kalian sudah tidak menjadi kekasih lagi? Ya, mengapa kalian putus? Apa jangan-jangan Sehun selingkuh? Tidak mungkin. Kau pasti yang selingkuh bukan? Lalu kau di pergoki Sehun lalu kalian bertengkar" setelah Baekhyun menutup mulutnya seketika waktu berhenti saat Tao menatapnya tajam seakan mau membunuh Baekhyun dengan pedang atau tongkat wushu-nya.
"Jangan membahas Sehun" Ujar Tao singkat.
"Ya wae? Apa kalian benar-benar putus?"
"Ani"
"Kalian bertengkar?"
"Hm.. Ani"
"Lalu?"
"Kau akan tahu sendiri jika kau membuatkanku apa yang ku minta tadi"
Lalu Baekhyun yang sangat ingin tahu itu beranjak menuju dapur sesekali mengumpat mengapa ia mempunyai teman yang sangat menyebalkan seperti Tao? Huh, ada yang mau menjawabnya mengapa? Tetapi jangan menjawab bahwa itu adalah takdir, karena Baekhyun benci kata-kata itu.
Sementara itu di apartemen Kai. Suasana yang awalnya dingin kini menjadi sangat panas saat tubuh mereka bersentuhan tanpa ada alas apapun menyelimuti tubuh mereka. Bagaimanapun ia berusaha untuk melepaskan Kai dari dirinya. Air matanya sudah mengalir begitu saja sejak tadi.
"Kaihh… Ku..mohonhh.. ahhh…" Kai tidak peduli dengan hal itu, ia terus menjamahi tubuh seksi Sehun.
Drrt Drrt
Sial. Kai mendecak kesal saat ponsel di meja kamarnya itu bergetar tanda ada panggilan masuk. Ia menghentikan kegiatannya menjamahi tubuh Sehun itu lalu mengangkat telefon yang ternyata dari ayahnya. Sedangkan Sehun langsung mengambil selimut Kai dan menutupi badannya sampai ujung rambutnya, ia menangis sesegukan di dalam selimut Kai.
"Ya appa! Kau mengganggu"
"Sebaiknya kau cepat pulang ke rumah, ibumu tiba-tiba drop"
"Mwo? Ya! Sudah ku bilang jaga umma baik baik di rumah, kenapa bisa sampai drop?"
Lalu Kai segera meraih baju-bajunya dan memakainya, ponselnya ia apit di antara telinga dan bahunya.
"Cepatlah pulang, Jongin"
"Baiklah"
Kai menatap Sehun yang bergumul di selimutnya itu sejenak. Ia mendecak kesal mendengar isakan keluar di bibir Sehun.
"Pakai pakaianmu hyung, kau ikut aku ke rumah, ku tunggu kau di lobi, ajaklah Tao-hyung"
Lalu Kai beranjak pergi dari apartemennya.
Setelah Kai pergi, Sehun segera memakai kembali pakaiannya dan berlari ke luar apartemen Kai. Sekarang ia hanya butuh Tao.
Sesampainya di apartemen mereka, Sehun berlari mencari Tao di kamar. Tapi apa, Tao tidak ada di kamar. Lalu, ia mencari di seluruh ruangan, hasilnya nihil. Tao tidak ada, kemana dia?
Lalu, Sehun mencari ponselnya di kamar untuk mengubungi Tao. Tapi, mengapa ponselnya tidak ada? Padahal ia yakin ponselnya ia tinggal di kamar. Mungkin saja Tao yang membawa ponselnya.
Akhirnya, Sehun segera menuju ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya yang habis di jamahi oleh Kai. Setelah itu, ia cepat mengganti pakaiannya. Ia memakai kemeja biru polos dan celana jeans biru, ia merapikan sejenak rambutnya yang berantakan sehabis keramas.
Ia memakai sepatu vans birunya dan segera menutup pintu apartemen mereka. Sehun berlari menuju lobi dan terlihat Kai duduk dengan memainkan ponselnya.
"Kai" Sehun memanggilnya pelan. Kai menoleh dan mendapati Sehun hanya seorang diri. "Tao-hyung tidak ada di apartemen. Ponselku di bawa" jelas Sehun sebelum Kai bertanya.
Kai menyerahkan ponselnya kepada Sehun. "Pakailah untuk menelfon Tao-hyung" Sehun menerima ponsel Kai segera dan menekan beberapa tombol di layar itu lalu menaruhnya di telinga kanannya.
Sedangkan Tao yang sedang di apartemen Baekhyun itu terkejut merasakan ponsel Sehun bergetar di saku celananya, ia segera mengambilnya dan melihat siapa yang menelfon Sehun, mungkin saja Luhan. Ia menyerngitkan dahinya saat nama Kai yang terpampang di layar kecil itu, bukankah mereka sedang bersama?
Karena penasaran, Tao menggeser ikon berwarna hijau di layar itu lalu mendekatkan ke telinganya.
"Yobo…"
"Tao-hyung, aku Sehun, eodiga?"
"Oh, wae?"
"Cepatlah ke lobi hyung, Kai dan aku menunggumu, Kai harus segera pulang ke rumah". "Cepatlah hyung, ummaku drop"
Tao menyerngit kaget begitu mendengar suara Kai mengatakan bahwa ibu Kai yang berkondisi tidak baik.
"Ah ye ye.. tunggulah… Baekhyun-ah, aku pergi dulu, gomawo"
Tao segera berlari dan menaruh ponsel Sehun di saku celananya. Sedangkan Baekhyun yang sudah selesai membuat pesanan Tao –orange juice- tersenyum getir menatap orange juice itu dan meruntuki Tao.
Untungnya, Tao selalu membawa kunci mobil pribadi Kai kemanapun. Jadi, dia tak perlu susah-susah kembali ke apartemennya bersama Sehun.
Setelah sampai di lobi, ia melihat Kai dudu di kursi lobi, sedangkan Sehun berdiri sambil menatap Kai. Mereka terlihat berbincang sebentar.
Tao berdehem pelan saat sudah sampai di samping mereka. Mereka menoleh kearah Tao yang saat ini berdiri dengan menatap malas keduanya.
Kai segera beranjak dan berjalan ke luar gedung apartemen ini. Sehun mengikutinya dari belakang sedangan Tao berlari kea rah parkiran mengambil mobil pribadi Kai.
"Kai, memangnya Nyonya Kim kenapa?" Tanya Sehun memecah keheningan menunggu Tao.
"Kondisinya memburuk." Sehun menyerngit. "Sudah, jangan terlalu ingin tahu" Lanjut Kai saat Sehun ingin bertanya lagi.
Tak lama kemudian mobil pribadi Kai berada di depan mereka. Tao segera turun membukakan pintu belakang untuk Kai. Sedangkan Sehun menuju pintu depan.
"Hyung, Sehun bersamaku di belakang saja" ucapan Kai membuat Tao membelalakkan matanya, sedangkan Sehun menatap polos Kai.
"Tidak, Kai" Tao mendecis tajam menatap Kai dan segera mendorong Kai untuk duduk lalu menutup pintu mobil itu sedikit keras. Ia menatap Sehun yang hanya diam berdiri di sebelah pintu depan mobil.
"Haruskah aku melakukan hal yang sama seperti Kai kepadamu?" Sehun langsung menggeleng pelan dengan mengerucutkan bibirnya, lalu ia membuka pintu depan mobil itu dan masuk ke dalam mobil itu.
Tao mendesah kesal. Lalu ia berlari kecil menuju pintu kemudi dan masuk ke dalam nya. Tao langsung menancap gas saat Kai berdehem pelan membisikkan kata kepada Sehun yang di sebelahnya sehingga Kai terjungkal ke belakang.
Perjalanan mereka begitu sepi. Tak ada suara apa pun kecuali suara mesin mobil.
"Oh ya Sehun, Luhan tadi menelfonmu, kau sebaiknya menelfonnya kembali" Tao menyerahkan ponsel Sehun dan Sehun mengambilnya dari tangan Tao.
"Kai" Panggil Tao yang membuat empunya melirik ke arahnya. "Bagaimana bisa Donghae-umma bisa drop?" Kai yang memang tidak tahu hanya mengangkat bahunya.
"Ah Yoboseyo Luhan-ah, ada apa menelfonku?"
"Ne Sehuna, aku menerima tawaranmu, jadi, kapan aku bisa bekerja?"
Sehun terlonjak senang saat Luhan mengatakan hal yang melegakan. Tao dan Kai yang tidak tahu apa yang terjadi menyerngitkan dahi melihat Sehun tiba-tiba senang.
"Jinjja? Wah, nanti akan ku tanyakan kepada orangnya. Gomawo Luhan… Saranghae"
Sehun menutup telfonnya dengan senyum manis di bibir merah mudanya membuat kedua lelaki seme yang berada di mobil itu menatap Sehun lapar.
"Wae?" Tanya Tao sesekali melirik Sehun yang kali ini sibuk dengan bermain dengan ponselnya. Sehun menoleh dan tersenyum manis kearah Tao, ia menggeleng pelan dan melanjutkan bermain ponselnya. Tao tersenyum mengusap kepala Sehun pelan.
Kai yang risih dengan pemandangan momen manis di depannya menyeringai pelan. Perlahan, ia memajukan kepalanya di samping Sehun. "Hyung…" Sehun menoleh begitu suara Kai membuatnya sedikit terkejut.
CHU~
To Be Continue…
Haha… annyeong.. '-')/
Maaf ya telat banget lanjutinnya, emm, secara saya ini masih sibuk, hehe.. *sok sibuk*
Nah… balas review.. huh… -_-
oh aja:oke, suka kaihun ya.. hehe.. makasih udah baca ya… iya kasian dia udah gede masih pake babysitter segala -_- #plak. Oke, maaf ya telat
immafujoshi:makasih udah baca ya.. iya ceritanya gitu lah, hehe.. maaf ya telat…
pandarkn: ini… maaf ya telat, makasih udah baca, hehe
miszshanty05 : hehe makasih, maaf ya telat, ini udaah lama loh -_-
: hehe.. taohun emang daebakk! Haha #plak. Belum sih, belum kailu. Oke oke, Thehun hanya untuk Tao kan? Haha #plak makasih ya udah baca, maaf telat
chuapexo31: makasih ya udah baca hehe.. ini udah lanjut, maaf telat
askasufa: haha kai 'bermain' dengan sehun #plak. Biarkan kai bertapa dulu (?) makasih ya udah baca, maaf telat
SehunBubbleTea1294: hahaha.. makasih ya udah baca.. maaf ya hiks… saya taohun shipper hiks *apa sih* ya, kai pake babysitter itu soalnya appanya kai terlalu sayang sama kai (?) oke, maaf telat
dearlu: makasih ya udah baca, hehe.. maaf telat… maaf juga ini pendek lagi, gak bisa buat yang panjang -_- maafkan daku.. (?)
kaihunyeoll: okee ini sudah lanjut, makasih udah baca, maaf telat hehe
SenseMVP: kai memang mesum, tau, anak siapa sih #plak. Ini nanti pairnya emm kailu, hehe, ya semoga saja, tao pasti sabar kok, makasih udah baca ya, maaf telat hehe
naya: tapi luhan belum keluar '-' hehe.. makasih ya udah baca, maaf telat
The Biggest Fan of Yunjae: makasih ya udah baca, maaf telat
: hehe belum dateng luhannya hehe… makasih ya udah baca, maaf telat
: hehe belum… makasih ya udah baca, maaf telat
daddykaimommysehun: hehe makasih udah baca, maaf telat ya.. ini kailu maaf ya, tapi masih ada kaihun moment kok, hahaha
ockta1810: kai memang mesum haha #plak. Gimana ya, saya juga bingung *eh. Sip, kita sehati, HIDUP KAILU TAOHUN *abaikan. Makasih udah baca ya, maaf telat
indilee: hehe iya makasih udah baca ya, maaf telat, luhan belum keluar sampe sekarang hehe
barbieLuKai: hehe, luhan belum dating -_- tenang, nanti luhan di yadongin sama kai kok -_- makasih udah baca ya, maaf telat
hyours: hehe.. saya taohun shipper, maaf ya hiks #plak. Makasih udah baca, maaf telat
Taohunyeah: YAP, INI TAOHUN '-' #plak hehe, masih buat taohun tengkar dulu -_- #plak makasih udah baca ya, maaf telat
Keepbeef Chicken Chubu: oke, tapi belum hehe… makasih udah baca,maaf telat
