Amel : Halo. Kembali dengan ff yg gaje ini. prolog-nya rada gaje ya! amel bahkan rada-rada gimana gitu... oh iya! di chapter ini Akashi keliatan loh sikap sayangnya! makanya baca ya!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

My Imouto

Don't like don't read

Disclaimer : chara bukan punya saya. Ide juga bukan punya saya. Saya Cuma lanjutin saja.

Genre = Family, romance, ama friendship kayaknya

Rated : T buat jaga aja

Warning : typo, GaJe, alurnya ga jelas, abal, OOC, dll


CHAP 1

"Latihan hari ini selesai!" ujar Akashi berteriak dan membuat semua anggota grup 1 basket itu terduduk bahkan ada yang tertidur saking capeknya dengan latihan yang diberikan si Setan kecil itu.

"Akiko-chan! Berikan aku minum!"

"Aku juga!"

"Jangan lupa aku!"

"Baiklah! Tunggu sebentar ya!" teriak Akiko sambil berlari dan memberikan mereka botol air mineral satu persatu. Nah, sebenarnya Akiko ini sudah jadi manager pendamping Momoi. Kenapa bisa begitu?

Flashback

"Akiko-chan, kau mau tidak jadi manager klub basket bersamaku?" tawar Momoi. Sedangkan Akiko hanya melirik kakaknya.

"Onii-san, apa aku boleh?" tanya Akiko.

"Kau masih kelas 1, Akiko. Belum saatnya. Selain itu, pilihlah dulu klubmu sendiri." Ujar Akashi seraya meminum air.

"Mou, Akashi-kun. Aku kan kesepian sendirian disini. Lagipula, kupikir kalau ada Akiko disini akan sangat menguntungkan klub basket kita! Otaknya sama denganmu, kan?" kata Momoi. Dan itu membuat semuanya tertegun memikirkannya.

"Tidak, Satsuki. Bagaimana pun, aku tidak mau dia ik-" ucapan Akashi terpotong.

"Sepertinya tidak ada salahnya kan, Akashi-kun." Ucap pelatih mereka, datang secara tiba-tiba.

"Tidak pelatih. Dia kan masih kelas 1." Ucap Akashi dengan nada sopan. Yang jarang didengar #plak #dilempar #gunting ( hastagnya kebanyakan == )

"Seperti kata Momoi-san. Dia adikmu, sudah pasti otaknya sepertimu. Lagipula, mungkin jika mereka digabungkan saat membuat strategi. Pasti sangat untung bukan? Lagipula kupikir Momoi-san juga butuh teman mengobrol." Ucap pelatih yang membuat Akashi tertegun.

"Kau tak keberatan Akiko?" tanya Akashi melirik Akiko.

"Ehm! Aku tak keberatan!" Akiko pun mengangguk.

"Yatta!" Momoi terlihat senang. Sedangkan yang lain pun ikut senang.

"Selamat datang di klub basket Akashi Akiko!" ucap semua.

Flashback Off

Kembali ke Akiko yang memberi mereka botol air mineral yang di bantu oleh Momoi.

"Heh? Membosankan!" ucap seseorang di Gym itu sambil memperhatikan Akiko.

"Ada apa?" tanya orang lainnya /?

"Hari ini Akiko-chan memakai pantsu yang berwarna putih polos! Aku lebih suka yang kemarin! Dia pakai yang warna pink dan ada sedikit rendanya!" ucapnya dengan suara yang lantang.

"Darimana kau mengetahuinya?" tanya orang lainnya.

"Tadi roknya sedikit terhempas di depan mukaku. Jadi aku mengetahuinya. Aku sedikit kecewa…" ucap orang itu memasang muka kecewa. Sedangkan Akiko dengan muka merah berusaha menyembunyikan pantsu-nya dengan roknya. Dan dibantu oleh Momoi.

"Hei! Kalian kenapa melihat 'punya' Akiko, hah! Dasar hentai!" teriak Momoi.

"Tapi, Momoi-san, kau memakai yang warna putih dan ada rendanya. Menurutku itu anggun dan cocok sekali denganmu~" ucap orang lainnya lagi.

"Heh? Aku tidak tau itu! Ah.. sayang sekali aku tidak melihatnya!" ucap orang lainnya sembari menepuk dahinya dan memasang wajah kecewa.

"Wahahahaha!" tertawalah orang-orang di Gym. Bahkan Aomine juga ikut tertawa.

"B-Baka! Hentai!" teriak Momoi sambil menutupi 'punya'nya dengan roknya juga.

#CRING #CTAK #CTAK #CTAK #CTAK #CTAK tiba-tiba saja 5 gunting merah menancap di pinggir ke 4 orang yang berbicara tentang pantsu dan satunya ada di sebelah Aomine.

"Hoi! Akashi! Apa maksudmu?!" teriak Aomine.

"Kalian jangan membicarakan tentang 'itu' ! apakah kalian tidak tau kalau perempuan tidak suka dibegitukan?" kata Akashi menatap mereka semua sinis.

"Kenapa kau tahu? Kau pernah jadi perempuan, ya?!" teriak orang yang tidak terkena gunting. Semua menatapnya dengan tatapan 'kau-ingin-mati-ya' . Dengan sigap Akashi melempar guntingnya dan menggores pipi orang itu.

"Sekali lagi kau membicarakan itu, akan kubuat nyawamu melayang. Dan jangan macam-macam dengan adikku ini! Jika kalian macam-macam, kubuat kalian mati sekarang juga. mengerti?" ancam Akashi dingin dan penuh intimidasi yang membuat semuanya terdiam. Sedangkan Akiko menatap takjub kakaknya.

"Onii-san… keren…" batin Akiko dalam hati.

"Hari ini cukup! Kalian semua pulanglah. Akiko, kau tunggu di depan Gym saja." perintah Akashi. Tapi, saat Akashi berbicara dengan Akiko, entah kenapa nada bicaranya jadi lembut sekali.

"Yokkai!" Akiko mengambil tasnya dan berlari keluar Gym.

"Kalian… jangan macam-macam dengan adikku!" ucap Akashi sinis dan menatap mereka semua dengan tatapan horror. Setelah itu dia berjalan menuju ruang ganti.

-skip time-

Kali ini, Kuroko, Aomine, Kise, Murasakibara, Midorima, dan Momoi pulang bersama. Akashi pulang bersama dengan adik tercintanya.

"Hah, tidak adil-ssu!" teriak Kise.

"Ada apa Ki-chan?" tanya Momoi.

"Akashichi sangat protektif dengan adiknya-ssu! Masa' tadi aku merangkul Akikocchi kepalaku langsung ditembak dengan bola basket. Sakit banget-ssu." Rengek Kise.

"Itu benar. Tadi aku hanya menawarkan pocky kepadanya, Aka-chin langsung berkata 'Jangan memberinya makanan ringan! Aku tidak mau dia gendut!' begitu katanya." Tambah Murasakibara sambil memakan donat 1 box.

"Tadi aku hanya menertawai Satsuki. Tapi dilempar gunting juga ama Akashi. Menyebalkan!" sekarang giliran Aomine yang mengeluh. Momoi pun menabok Aomine.

"Lagipula, sikap Akashi-kun dan Akiko-chan sangat berbeda jauh, ya!" ucap Momoi.

"Benar… nyem.. nyem…" jawab Murasakibara sembari memakan donat.

"Kuharap adik Akashi tidak jadi manager lagi-nanodayo." Ucap Midorima sambil membetulkan posisi kacamatanya.

"Tapi, kita mungkin bisa membuat Akashi-kun baik kepada kita lewat dirinya." Gantian Kuroko berkomentar. Semua menatap Kuroko.

"Apa maksudmu Tetsu-kun?"

"Maksudku, mungkin kita bisa membuat Akashi-kun tidak menghukum kita. Caranya, membuat Akashi-san membela kita." Jelas Kuroko. Semua mencerna apa maksud Kuroko.

"Jadi, asalkan Akiko membela kita, si setan merah itu tidak akan menghukum kita?" tanya balik Aomine disertai anggukan dari Kuroko.

"Kurasa, Akashi-kun sangat lembut kepada Akashi-san. Jadi, tak mungkin dia mengelak permohonan Akashi-san." Tambah Kuroko.

"Bagaimana kalau besok kita coba-ssu?"

"Itu ide bagus-nanodayo."

"Nyem… sephertinyah… nyem… menarikh.."

"Yosh! Ayo besok kita lakukan!" teriak Aomine sambil meninju udara. Semua hanya mengangguk. Menunggu esok hari… apakah itu kenyataan atau bukan.

-sementara di kediaman Akashi-

"Hatchii!" Akashi bersin saat dia sendirian di dalam kamar.

"Sepertinya anak-anak tadi membicarakanku.." batin Akashi sambil melap hidungnya dengan saputangan.

#TOK TOK

"Oniisan? Bolehkah aku masuk?" tanya Akiko di balik pintu.

"Masuklah Akiko…" ujar Akashi. Dan Akiko muncul dari balik pintu.

"Oniisan, makan malam sudah siap ne. ayo kebawah!" ucap Akiko riang.

"Aku akan segera kesana. Kau duluan saja Akiko." Jawab Akashi seraya tersenyum lembut.

"Mou… Oniisan tau kan rasanya makan sendirian. Pokoknya mau bareng Oniisan!" manja Akiko seraya mukanya membentuk emot ini (=3=) .

"Baiklah Akiko." Akashi bangkit dari meja belajarnya lalu menghampiri Akiko di ambang pintu.

"Yatta!" Akiko berlari kecil keluar kamar Akashi.

"Tunggu ne.. Akiko.." Akashi menutup pintu kamarnya dan berjalan menghampiri Akiko.

"Oniisan tadi keren, lho! Membelaku dengan sedikit bentakan, dan mereka diam semua! Sangat keren!" Akiko memeluk Akashi dari belakang.

"Ah… itu mah biasa. Bagaimana dengan suasana kelas barumu?" tanya Akashi seraya menggendong Akiko menuruni tangga. Tapi ditengah jalan, Akiko meminta turun.

"Ehm! Teiko memang luar biasa!" jawab Akiko riang. Akiko pun menceritakan pengalaman pertamanya di kelas. Akashi hanya mendengarnya seraya tersenyum. Saat tiba di meja makan, Akashi menasehati Akiko dengan penuh sayang. Dan terkadang mengelus kepala Akiko lembut.

"Aku sayang kamu… Akiko…" batin Akashi.

.

.

.

.

.

Tamat…

.

.

.

. Gak lah! Masih TBC.. hehehe…

TBC


Nah, bagaimana minasama. Pendek banget, ya! Emang rencananya nih FF mau dibikin pendek aja. Lagipula, sikap penyayang Akashinya udah keluar. Akhir kata…

REVIEW PLEASE

Sampai jumpa chapter depan…