Amelo : Halo. Kembali dengan ff yg gaje ini. Ternyata ada yg review juga nih FF abal. Makasih banyak udah pada nge-review. *nangis*. Dan ini lanjutan beberapa cerita buatan sebelumnya.

A/N : cerita ini buatan "Sakamaki Ama-chan". Amel Cuma ngambil beberapa chapter, dan ide cerita. Tapi, khusus chapter ini Amel bikin ndiri. Tapi tetap ngikutin alur buatan Ama-chan. Yosh! Selamat mengikuti!

.

.

.

.

.

.

.

.

.

My Imouto

Don't like don't read

Disclaimer : chara bukan punya saya. Ide juga bukan punya saya. Saya Cuma lanjutin saja.

Rated : T buat jaga aja

Warning : typo, GaJe, alurnya ga jelas, abal, OOC, dll


CHAP 3

Tempat yang sangat nyaman di musim dingin. Lebih nyaman ketimbang dirumah. Membuat orang ingin lama-lama didalamnya. Tetapi, jika terlalu lama yang ada kau akan masuk angin. Dan, ini menjadi ajang para kaum Adam untuk berbuat hina. Yap! Tempat yang dimaksud adalah Onsen atau pemandian air panas. Lebih tepatnya penginapan dengan pemandian air panas. Kenapa GoM + Momoi + Akiko berada disini?

Tanyakan kepada Akiko yang merengek ingin ke pemandian air panas bersama. Karena Akashi tidak kuat untuk menolak permintaan Akiko, Akashi menggunakan alasan untuk latihan camp. Akashi sengaja memilih pemandian yang ada lapangan dan Gym-nya. Untuk memperkuat alibi tersebut. Sebenarnya Akiko menolak untuk latihan camp, dan lebih menjurus ke liburan. Tapi, yang namanya harga diri seorang Akashi Seijuuro yang amatlah tinggi, permintaan Akiko yang satu ini pun ditelantarkan.

Yosh! Kembali ke GoM + Momoi + Akiko. Sekarang sudah malam hari, dan mereka semua memutuskan untuk berendam sebelum waktunya makan malam. Pemandian bagian laki-laki cukup ramai atau tidak terlalu sepi. Kenapa? Karena didalam pemandian laki-laki hanya ada 6 orang, dan hanya dengan jumlah orang segitu, berisiknya minta ampun.

Dimulai dari Kise, yang merengek jika air tersebut terlalu panas, kacamata Midorima yang terus berembun, Aomine yang berendam sambil membaca majalah Mai-chan, Murasakibara yang berendam juga sambil makan, juga Akashi dan Kuroko yang tetap diam.

"Panas sekali-ssu! Aku bisa melepuh!" keluh Kise sambil memasang wajah ingin menangis. Wajah yang amat ingin ditampar oleh Aomine.

"Urusai ne, Kise! Aku juga kepanasan! Dan jangan menggangguku membaca!" ujar Aomine ketus sambil membuka halaman majalah tersebut.

"Kacamataku terus berembun-nanodayo. Merepotkan sekali." Ujar Midorima sambil melap kacamatanya dengan lap berwarna pinku yang menyolok. Benda tersebut diklaim sebagai Lucky Itemnya.

"Nyem… kenapa.. tidak.. nyem.. dilepas.. saja.. Mido-chin.." ujar Murasakibara sambil memakan pocky.

"Kalau dilepas, aku tidak bisa melihat-nanodayo. Dan juga jangan makan saat berendam! Membuat kolam ini kotor-nodayo!" jawab sekaligus teriakan dari Midorima.

"Sudahlah, Shintarou. Biarkan saja. Kita kan sedang beristirahat. Jangan marah seperti itu." Ujar Akashi yang tumben gak marah. Kuroko yang disebelahnya hanya mengangguk kecil.

"Huff… aku tidak ingin mendengar dari seseorang yang mengajak kita semua berlibur karena adi—"

#Whuuss #JLEB

"Shintarou. Sekali lagi kau berbicara seperti itu, kujamin kolam ini akan berwarna merah karena darahmu itu." Ancam Akashi sambil melempar gunting. Gunting tersebut sudah menancap di sebelah kepala Midorima. Dan gunting tersebut menancap di bebatuan pinggir kolam.

"Akashicchi! Kita disini berapa hari-ssu?" tanya Kise sambil berenang hingga ke tengah kolam.

"4 hari 3 malam. 2 hari kita gunakan untuk latihan. Sisanya kita gunakan untuk berlibur." Jawab Akashi sambil menghela nafas. Sebenarnya ia tak mau berlibur, ia lebih suka menyiksa teman –coretbudakcoret- nya di Gym dekat rumahnya. Tapi, karena ini adalah permintaan adiknya tercinta, maka ia harus menurutinya.

"Oi, Tetsu. Kau baik-baik saja?" tanya Aomine saat melihat Kuroko yang menenggelamkan sebagian kepalanya ke air. Tampak semburat merah menghiasi wajahnya.

"Ah… Sumimasen.. aku cukup pusing." jawab Kuroko sambil mengangkat kepalanya dari air. Bisa dilihat muka Kuroko sekarang UKE MAXIMAL yang bikin orang-orang pengen nge-rape dia. Amel juga termasuk! #dibantai

"Kau harus keluar kolam-nanodayo. Jika tidak, kau akan masuk angin. Bu-bukan maksudnya aku peduli padamu! Akan sangat merepotkan jika kau tiba-tiba sakit-nanodayo!" kata Midorima dengan Tsunderenya.

"Yah… kau tak perlu tsundere seperti itu Shintarou." Ujar Akashi sambil berdiri.

"Tsundere janai!"

"Sesukamu saja Shintarou. Tetsuya, Ayo keluar kolam. Kau harus istirahat sejenak dikamar." Titah Akashi sambil memakai handuk dipinggangnya. Kuroko hanya bangkit dan melakukan hal yang sama dengan Akashi.

"Aka-chin mau kemana?" tanya Murasakibara yang sudah kehabisan snack.

"Aku ingin mengecek sesuatu." Jawab Akashi.

"Kau tidak ingin mengintip Akikocchi, kan?" tanya Kise polos yang dihadiahkan gunting oleh Akashi dengan sekejap.

"Tentu tidak bodoh! Aku ingin mengecek apakah makan malam untuk kita sudah siap!" jawab Akashi sambil keluar dari pemandian yang diikuti Kuroko.

"Akashi-kun punya keinginan untuk mengintip Akashi-san bukan?" tanya Kuroko sambil memakai Yukata yang disediakan tempat tersebut. Akashi yang sudah selesai langsung menengok dan menatap Kuroko dengan tajam.

"Kenapa kau berpikir seperti itu Tetsuya?" tanya Akashi sinis.

"Yah.. kupikir Akashi-kun menyukai Akiko-san dan berniat melakukannya." Jawab Kuroko polos.

"Fuh.. perkataanmu itu 50% benar Tetsuya." Ujar Akashi menuju ruang makan di penginapan tersebut. Sedangkan Kuroko hanya tersenyum kecil dan menuju kamarnya dan Akashi dipenginapan tersebut.

-sementara itu dikolam-

"Ukhh.. hampir saja terkena-ssu. Padahal kan aku hanya bertanya." Ujar Kise yang memegang pipinya.

"Tapi pertanyaan itu tentu saja membuat Akashi marah-nodayo." Tambah Midorima.

"Terima kasih Kise. Karena kau.. aku menjadi penasaran!" kata Aomine penasaran.

"Heh?"

"Murasakibara! Kemari sebentar!" perintah Aomine sambil menuju dinding pemisah pemandian pria dan wanita.

"Tidak."

"Kutraktir Maioubu 2 kotak!" mendengar tersebut, Murasakibara menuju Aomine.

"Jongkok!" Murasakibara hanya menuruti Aomine. Ia pun jongkok dan Aomine duduk dipundak Murasakibara.

"Ayo berdirilah!" Murasakibara pun berdiri.

"Ahomine! Apakah kau mau dibunuh sama Akashi-nodayo!" teriak Midorima.

"Akashi sedang tidak ada disini. Jadi, kita bebas!" jawab Aomine yang tangannya sedikit lagi menggapai puncak pembatas tersebut.

"Woaah! Nice Idea Aominecchi! Murasakicchi! Sehabis Aominecchi aku juga ya! Kutraktir 2 kotak Maiobu juga!" kata Kise dan mendapat anggukan bersemangat dari Murasakibara.

"Ti-tidak sampai! Oi Murasakibara! Berjinjitlah!" perintah Aomine.

"Ini sudah Mine-chin~"

"Ti-tidak sampai baka!"

"Akashi akan membunuh kalian-nanodayo." Ujar Midorima.

"Diamlah Midorima! Kise! Cari cara lain!" perintah Aomine.

"Oke!" Kise pun menengok sebentar kearah dinding disampingnya. Ia pun melihat lubang dibelakangnya.

"A-aku menemukan lubang-ssu!" ujar Kise bersemangat.

"Bagus! Murasakibara! Turunkan aku!" titah Aomine yang langsung dituruti Murasakibara. Aomine menghampiri Kise yang sedang mengintip dilubang yang lumayan kecil tersebut.

"Bagaimana Kise? Kau melihat sesuatu?" tanya Aomine yang mengintip disisi lain.

"A-aku melihat Momocchi dan Akikocchi! Wuaahh! Paha mereka mulus-ssu!" ujar Kise semangat.

"Benar-benar! Tapi, tanaman ini menghalangi bagian dada mereka!" tambah Aomine.

"Kelihatannya menyenangkan. Izinkan aku bergabung." Ujar suara bariton dan sedikit cempreng yang berasal dari belakang Aomine dan Kise. Duo biru-kuning tersebut langsung saja membeku ditempat. Dengan gemetaran mereka berdua menengok ke belakang. Dan terdapatlah Akashi yang masih memakai Yukata penginapan.

"Kudengar dari Shintarou dan Atsushi kalian mengintip Akiko dan Satsuki." Aura gelap berbau siscon #plak mulai menghampiri Kise dan Aomine.

"Ka-kami tidak mengintip.. me-mereka-ssu.." jawab Kise gemetaran.

"Benar Akashi.. kami.. tidak…" tambah Aomine.

"Oh ya? Tapi, yang kutahu kalian sempat bilang bahwa paha mereka mulus. Jadi.. otomatis kalian mengintip mereka berdua." Akashi akhirnya mengeluarkan gunting keramatnya yang berjumlah 1,2,3… 8 buah sepertinya.

"Bersiaplah…." Akashi pun mendekati Kise dan Aomine.

"GYYYAAAAAAAA!"

SKIP TIME

"Mereka benar-benar membuatku mengeluarkan banyak tenagaku untuk hal yang sia-sia." Akashi hanya menghela nafas sembari menuju ruang makan.

"Oniisan!" panggil Akiko dari belakang Akashi. Akashi pun hanya melirik kebelakang dan membelalakan matanya.

"Oniisan.. kok gitu sih mukanya?" Akiko memiringkan kepalanya yang membuat Akashi makin salting.

"Kenapa kau berpakaian seperti itu? Sekarang masih musim dingin. Dan pakailah Yukata dari penginapan ini." Tanya sekaligus perintah Akashi. Gimana ga salting, Akiko memakai tanktop dengan hotpans jeans. Apalagi ukuran oppainya E-cup. Jadi dadanya nyeplak banget dibalik tanktopnya ( Amel dibakar idup-idup ama reader )

"Eh? Habis berendam aku jadi kepanasan, jadinya pakai baju seperti ini deh!" jawab Akiko seadanya.

"Ganti bajumu. Kalau seperti itu terus, kau bisa masuk angin." Perintah Akashi.

"Tapi aku lapar…"

"Ayolah Akiko, mengganti baju hanya 5 menit. Setelah itu kau bisa langsung keruang makan." Jawab Akashi sambil mengelus surai merah adiknya.

"Mou… baiklah Oniisan! Tapi tunggu aku, ya!" pinta Akiko.

"Ya. Aku akan menunggumu." Jawab Akashi. Akiko pun berbalik dan berlari menuju kamarnya dan Momoi.

"Jangan berlari Akiko." Perintah Akashi dengan nada sedikit keras. Yang dijawab "oke" oleh Akiko. Akashi pun kembali menuju ruang makan.

"Lain kali aku harus meminta Akiko untuk tidak berpakaian seperti itu. Bisa-bisa aku kehilangan kontrol" batin Akashi dalam hati.

-ruang makan-

"Ne.. aku mau tanya sesuatu." Kata Momoi memecah keheningan yang ada. Dan semuanya pun melihat Momoi.

"Kenapa dipemandian pria sangat berisik? Kalian melakukan sesuatu?" tanya Momoi dengan tatapan penuh menyelidik.

"Yah.. bukan kami. Hanya Aomine dan Kise-nodayo." Jawab Midorima.

"Memangnya Aomine-senpai dan Kise-senpai ngapain?" tanya Akiko. Semuanya pun tertegun diam. Kalau Aomine berbuat kericuhan, udah tau sih apa yang dilakukannya.

"Bagaimana kalau kubilang mereka sedang berusaha mengintipmu dan Satsuki?" tanya Akashi yang membuat Aomine dan Kise menegang.

"Hahahaha… itu tidak mungkin oniisan!" jawab Akiko sambil tertawa. Yang lain hanya membulatkan matanya.

"Aki-chin tidak percaya?" tanya Murasakibara.

"Tentu tidak. Kan ada oniisan di pemandian itu. Pasti mereka tidak akan melakukannya dong." Jawab Akiko polos.

"Mereka melakukannya saat Akashi/Aku tidak ada" batin Midorima dan Akashi.

"Benar juga, ya!" Momoi menyetujuinya. Aomine dan Kise hanya bernafas lega.

Setelah selesai makan, mereka semua pun kembali kekamarnya masing-masing. Tapi, Akiko ditahan sama Akashi.

"Oniisan, kenapa?" tanya Akiko heran saat Akashi menahan jalannya.

"Kenapa kau tak percaya padaku tadi?" tanya Akashi tajam.

"Ya itu tidak mungkin sebab oniisan berada disana." Jawab Akiko dengan nada bingung. Bingung karena sikap oniisannya aneh.

"Mereka melakukannya saat aku mengantar Tetsuya keluar pemandian! Aku tak sudi badanmu ini dilihat oleh mereka!" teriak Akashi yang membuat Akiko tertegun.

"O-oniisan.. kau tak perlu marah seperti itu. Aku yakin oniisan sudah menghukum mereka." Akiko hanya berusaha membuat kakaknya tenang.

"Aku berhak marah karna kau terkesan membela mereka! Padahal mereka mau berbuat hina terhadapmu!" Akashi mencengkram bahu Akiko.

"Aku tidak tau hal itu oniisan.." jawab Akiko ketakutan.

"Menjauhlah… menjauhlah dari mereka… aku tak mau kau dekat dengan mereka." Pinta Akashi dengan tampang memohon.

"Ta-tapi…"

"Tak ada tapi-tapian!" Akashi memeluk Akiko. Akiko hanya diam saja.

"Yang boleh melihatmu hanya AKU. Yang boleh menyentuhmu hanya AKU. Yang boleh menciummu hanya AKU. Tak boleh yang lain!" ujar Akashi sambil melepaskan pelukannya.

"Oyasumi Akiko.." Akashi mencium dahi Akiko. Akiko pun hanya diam dengan wajah bersemu pun akhirnya sadar ketika Akashi meninggalkannya.

"Oyasumi Oniisan… Daisuki ne!" teriak Akiko dengan wajah yang masih bersemu merah dan berlari menuju kamarnya.

.

.

.

.

.

.

TBC


Amelo : maaf jika banyak typo. amel males nge-cek lagi soalnya #dicekek . kerasa gak sih siscon atau incestnya? Amel bingung loh. Amel pengen bikin fan service aman. Cuma, ide amel semuanya jauh dari rated T. yang ada malahan rated M. hadeuh… ero bener Amel ya. Amel juga butuh saran dari reader sekalian oke. Udh ah. Daripada basa-basi lagi…

REVIEW PLEASE

SEE YOU NEXT SISCON #dibakar