Heroine
Genre : humor, romance, little STRAIGHT, YAOI
Rating : PG 13 for NOW!
~Main cast ~
JUNG YUNHO
KIM JAEJOONG
KIM HYE SUN (OOC)
~other cast~
SHIM CHANGMIN
CHO KYUHYUN
KIM JUNSU
PARK YOOCHUN
CHOI SIWON
And many more
Warning : ff ini sudah pernah di publish sebelumnya di blog pribadi penulis, jadi jika kalian merasa pernah membacanya berarti perasaan kalian benar. Dan part ini hingga part depan hanya terdapat 7 halaman saja dan penulis tidak bisa menambahnya lagi.
Note : setelah baca warning dan menyetujuinya, silahkan baca ff ini ^_^
Enjoy read;
Chapter 1 : The begining
Jaejoong berjalan cepat menuju kelasnya dengan perasaan kesal, di ikuti oleh Changmin dibelakangnya yang agak kesulitan karena membawa tas, buku dan segala perlengkapan jaejoong yang tadi diberikan padanya itu. Perasaan Jaejoong benar-benar kesal. Sepanjang perjalanan teriakan dari para siswi yang ada dikoridor sekolah itu membahana memanggil namanya tapi Jaejoong tidak mempedulikannya tidak seperti biasanya, biasanya ia akan membalas semua itu dengan senyum manisnya tapi karena pagi-pagi sudah bertemu dan bertengkar dengan Yunho membuat moodnya tidak enak sama sekali.
"Hyung….tunggu!" Panggil Changmin sedikit berlari untuk menyamai langkah jaejoong.
"Kau lambat sekali sih, kau tak tahu aku sedang kesal?" Kata Jaejoong sambil mendelik kesal kearah Changmin yang ada dibelakangnya.
"Ne Hyung…" Kata Changmin patuh. Ia tentunya tidak mau mendapat pukulan dari Jaejoong yang ahli karate itu.
Tak lama kemudian mereka tiba didalam kelas. Semua mata mengarah kepada Jaejoong dengan berbinar-binar dan tersenyum menjijikkan. Jaejoong selalu tahu adanya aura itu tiap kedatangannya tapi tidak untuk kali ini. Ia tidak menyukai aura menjijikkan itu karena ia sedang kesal. Jaejoong segera menjatuhkan bokongnya pada tempat duduknya dengan cukup keras. Lalu tangannya ia lipat didada, wajahnya penuh dengan aura panas. Jika sudah seperti itu tak ada yang berani mendekat.
"Hosh…hosh…hosh..ini Hyung" Kata Changmin sambil meletakkan tas dan juga keperluan jaejoong yang lain diatas meja depan Jaejoong duduk. Jaejoong mendelik kesal kearah Changmin yang masih mengatur nafasnya.
"Hyuuuungg~" Teriak seseorang membuat Jaejoong dan Changmin menoleh kearahnya. Dilihatnya seorang namja imut sedang berlari memasuki kelas dengan wajah sedih. Ia lalu berhenti disamping Changmin yang saat ini berdiri disamping meja Jaejoong.
"Mianhae, tadi aku tidak menyambutmu" Kata Junsu—nama pria itu. Jaejoong mengalihkan pandangannya masih dengan wajah kesal. Ia tidak mau melihat kearah Junsu. Junsu yang bingung dengan tingkah Jaejoong itu segera melirik kearah Changmin dengan tatapan-ada-apa-dengannya. Changmin hanya menjawab dengan tatapan juga yang berarti-dia-baru-bertemu-dengan-musuhnya. Junsu pun mengerti lalu mulutnya membentuk huruf 'O'.
"Kau tahu kan hukumannya kalau tak menyambutku didepan?" Tanya Jaejoong yang masih belum mengalihkan pandangannya.
GLEK..
"Ne Hyung..aku tahu" Jawab Junsu dengan wajah sedih lalu beranjak untuk duduk didepan Jaejoong. Namja imut itu mencondongkan wajahnya kearah Jaejoong lalu tangannya ia gunakan untuk menyingkirkan poninya sehingga terlihatlah dahi putih miliknya itu. Jaejoong menyeringai,setidaknya ia bisa melepaskan sedikit emosinya.
PLETAK…
"Aduuuhh…appo Hyung" rengek Junsu sambil memegangi dahinya yang baru saja terkena sentilan maut dari Jaejoong.
"Huwahahahaha…kau lucu Junsu ah" Seru Changmin dengan tawa evilnya. Jaejoong hanya tersenyum bangga.
Saat mereka bertiga sedang tertawa, tiba-tiba teriakan para siswi membahana diluar sana bahkan sampai kedalam kelas tempat Jaejoong dan teman-temannya berada. Jaejoong, Junsu dan Changmin menoleh kearah pintu masuk kelas. Muncullah tiga orang menyebalkan dari balik pintu, Jaejoong mendengus kesal. Ia palingkan wajahnya kearah berlawan tak mau melihat musuh sekaligus tetangganya itu.
"Cih..sok sekali dia" Cibir Jaejoong.
Yunho berjalan menuju bangkunya yang berada 3 bangku dibelakang dari tempat jaejoong duduk. Selama berjalan menuju tempatnya, namja tampan itu melirik kearah Jaejoong yang sedang memalingkan wajah, lalu tersenyum. Yunho selalu menyukai semua ekspresi yang ada diwajah Jaejoong, entah itu marah, kesal, atau bahagia. Yunho sangat menyukainya.
"Hyung..kau sudah makan? Aku belikan sarapan ne?" Tanya Kyuhyun pada Yunho.
"Tadi aku hanya minum susu saja, Kyuhyun ah" Jawab Yunho sambil membuka buku yang ada didepannya.
"Mau aku belikan? Atau kita kekantin bersama-sama?" Ajak Kyuhyun. Yunho tersenyum kearahnya.
"Tidak perlu repot-repot. Kembalilah ke mejamu untuk belajar. Bukankah hari ini ada ulangan bahasa inggris" Kata Yunho yang mulai serius membaca bukunya. Kyuhyun mengangguk lalu berjalan menuju tempat duduknya yang tak jauh dari Yunho sedang Yoochun sudah terbuai dialam tidurnya dibelakang Yunho.
Dalam kelas itu posisi duduk Jaejoong berada diantara Changmin yang ada didepannya dan Junsu yang ada dibelakangnya, posisi itu diatur sendiri oleh Jaejoong karena menurutnya kedua sahabatnya itu harus bisa menjadi pelindung dirinya didepan dan belakang karena mengingat tempat duduk Yunho yang berada 2 bangku dibarisan samping tempat duduknya itu.
Suasana kelas tampak tenang sekarang karena 10 menit lagi jam pelajaran pertama akan segera dimulai. Akan ada ulangan bahasa inggris pada jam pertama karena itu, saat ini semua penghuni kelas sedang larut dalam pikiran masing-masing. Terutama Yunho dan Jaejoong. Jaejoong terus berusaha keras untuk bisa dalam segala hal. Jaejoong yang dari kecil sudah terbiasa dengan kesempurnaan menjadikan dirinya harus bisa diatas rata-rata. Tapi didalam kesempurnaan itu terdapat penghalang yang sangat tangguh yaitu Yunho. Yunho selalu menjadi factor utama penyebab gagalnya kesempurnaan yang harus Jaejoong raih. Didalam kelas misalnya, Jaejoong selalu ingin menjadi perhatian entah itu dalam pelajaran maupun pergaulan. Karena nya Jaejoong selalu belajar siang malam hanya untuk mengalahkan Yunho. Sedangkan Yunho, namja tampan itu merupakan sosok yang tenang dan tidak terlalu panic seperti Jaejoong. Tanpa berusaha keras pun Yunho selalu bisa jadi yang pertama, mungkin karena factor keturunan. Ayahnya yang seorang sarjana hukum yang sudah menjadi pengacara selama belasan tahun dan sang ibu yang meski kelihatannya aneh tapi juga sangat pintar dibidangnya yaitu desainer. Yunho menurun dari keduanya.
Jaejoong membaca dan menghafal dengan serius tiap tulisan yang ada dibuku didepannya itu. Jika sudah menyangkut kesempurnaan Jaejoong selalu berusaha keras meski ia harus puasa 3 hari 3 malam. Yunho juga serius membaca buku yang ada didepannya sambil sesekali melihat kearah jaejoong. Jika pikiran yunho sedang suntuk atau bosan karena belajar maka ia akan melihat kearah Jaejoong atau memandangi foto namja cantik itu yang selalu ada didalam dompetnya-tentu saja tanpa diketahui orang lain-, setelah itu yunho akan menjadi sangat semangat untuk melanjutkan belajarnya. Jaejoong benar-benar sumber semangatnya.
~~00oo00~~
"Hahh…ulangan tadi begitu memusingkan!" Seru junsu saat mereka-ia, Jaejoong dan Changmin-sudah berada dikantin sekolah setelah beberapa menit yang lalu berkutat dengan semua soal yang menurut mereka aneh.
"Huh dasar. Baru saja ulangan seperti itu kau sudah pusing" Kata Jaejoong sedikit sinis. Junsu membenarkan posisi duduknya menjadi lebih tegap dari sebelumnya.
"Kau jangan samakan aku dengan dirimu, Hyung. Otak mu itu diatas rata-rata,sedang otakku..mencapai angka 100 saja itu sudah lebih baik" Balas Junsu merasa diremehkan. Jaejoong hanya terkekeh. Namja cantik itu segera bangun dari duduknya untuk memesan makanan pada salah satu konter makanan.
"Kalian mau pesan apa? Hari ini aku yang traktir" Kata Jaejoong sedikit bangga. Ia merasa akan mendapat nilai sempurna untuk ulangan hari ini maka dari itu dengan bangga ia relakan uang sakunya untuk dikeluarkan secara tak penting seperti itu. Pelit adalah salah satu sifatnya.
Mata Changmin dan Junsu langsung berbinar mendengar ucapan Jaejoong itu. Mereka pun dengan sigap menoleh kearah konter kantin yang ada disana.
"Tapi jangan lebih dari 100 won per orang" Lanjut jaejoong dengan senyum meledeknya. Changmin dan Junsu menjadi tak bersemangat mendengar kelanjutannya. Mereka berdua mendelik kearah Jaejoong yang berdiri disamping meja mereka.
"Hei jangan tatap aku seperti itu. Kalian ingin memangsaku eoh?" Tanya jaejoong sambil menunjuk kedua mata Junsu dan Changmin secara bergantian. Seketika kedua sahabatnya itu menundukkan wajah mereka. Jaejoong tersenyum.
"Nah seperti itu kan bagus. Kalian harus terus terlihat hormat kepadaku. Haha" Kata Jaejoong bangga. "Baiklah..aku belikan kalian berdua susu" Lanjut Jaejoong tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu dari kedua temannya dan langsung pergi meninggalkan mereka. Seperginya Jaejoong, kedua orang itu hanya bisa mendengus kesal.
~00oo00~
Yunho dan kawan-kawannya memasuki pintu kantin dengan saling bergurau. Tapi Yunho hanya tersenyum ketika teman-temannya yang lain membicarakan tentang wanita. Untuk hal satu itu tampaknya Yunho tidak tertarik.
"Hei Yunho ah..kemarin Lina mencarimu loh" Kata Siwon salah satu teman Yunho yang ada disana.
"Woah Lina yang seksi itu? Dari kelas sebelah? Apa dia menyukaimu Yunho ah?" Tanya Kangin pada Yunho dengan wajah tertarik. Mereka akhirnya menemukan tempat kosong didalam kantin yang baru mereka masuki. Yunho hanya tersenyum seraya duduk diatas kursinya diikuti oleh yang lain.
"Ah bukankah saat ini ia sedang berpacaran dengan Minho?" Timpal Kyuhyun yang juga ikut tertarik.
"Ya bisa saja. Yunho lebih tampan dari Minho" Jawab Yesung. Yunho tak tertarik dengan obrolan santai itu lalu mata namja tampan itu memutari sekeliling kantin untuk mencari seseorang yang ia butuhkan. Yunho kembali tersenyum ketika melihat Junsu dan Changmin duduk tak jauh dari tempatnya berada. Tapi senyum Yunho hilang ketika tidak melihat seseorang yang dicarinya tapi kekecewaan itu terhenti ketika melihat Jaejoong sedang mengantri di salah satu konter minuman. Yunho segera bangun dari duduknya.
"Kalian mau minum apa?" Tanya Yunho pada keempat temannya. Seketika temannya itu menoleh kearah Yunho yang sudah berdiri lalu tersenyum.
"Aku jus jeruk" Jawab Kangin
"aku juga" Tambah yang lainnya. Yunho pun mengangguk.
"pesanan akan segera datang" Kata Yunho sambil sedikit membungkukkan tubuhnya seperti seorang pelayan. Keempat temannya itu langsung tertawa.
Yunho berjalan sedikit angkuh menuju kearah konter minuman tempat Jaejoong berada. Yunho berdiri tepat disamping Jaejoong lalu menyela namja cantik itu dengan berdiri didepannya,
masuk kearah barisan depan.
"Permisi, aku buru-buru" Kata Yunho santai. Jaejoong yang mengetahui siapa namja yang menyela dirinya segera mendengus kesal. Dipukulnya punggung orang yang lebih tinggi darinya itu dengan cukup kencang sehingga Yunho sedikit maju kedepan.
"Kau tak punya tata krama yah? Atau kau tak tahu cara mengantri yang benar?" Tanya Jaejoong kesal. Yunho membalikkan tubuhnya menghadap kearah Jaejoong.
"Sebagai seseorang yang baik, tak ada salahnya mengalah" Kata Yunho sambil meletakkan telapak tangannya dan diletakkannya diatas kepala Jaejoong.
"Lepaskan!" Sergah Jaejoong seraya menyingkirkan tangan Yunho dengan kasar.
"Kenapa kau senang sekali menggangguku?" Tanya Jaejoong kesal. Kedua tangannya mengepal tanda kesal. Yunho kembali membalikkan tubuhnya membelakangi Jaejoong lalu menoleh sedikit kearah Jaejoong sambil tersenyum sinis.
"Tak bolehkah? Toh aku senang melakukannya" Jawab Yunho santai. Jaejoong memalingkan wajahnya kesal.
~00oo00~
Setelah mengantri cukup lama akhirnya Yunho berhasil berada didepan penjual minuman. Si penjual tersenyum melihat Yunho yang juga tersenyum itu.
"Ingin pesan apa, Yunho sshi?" Tanya sang penjual minuman.
"5 jus jeruk. Antarkan ke meja yang ada disana" Kata Yunho sambil menunjuk kearah meja yang ditempati teman-temannya. Sebelum pergi namja tampan itu memandang Jaejoong sambil tersenyum merendahkan. Jaejoong yang melihat itu tentu saja kesal.
'DUAGH'
Tubuh Yunho berhasil dijatuhkan oleh Jaejoong dengan keahlian kaki panjang namja cantik itu. Jaejoong pun segera bersiul sambil menengadahkan kepalanya keatas seolah tak tahu menahu apa yang sedang terjadi pada Yunho. Yunho tersenyum. Ia benar-benar lucu dengan tingkah Jaejoong yang seperti anak-anak itu.
"Wah Yunho ah..kenapa kau duduk disitu eum? Kembalilah ketempat dudukmu" Seru Jaejoong berpura-pura terkejut dengan membelalakan matanya. Yunho pun bangun dari tempatnya duduk lalu mendekat kearah Jaejoong dan berbisik tepat dilubang telinga pria itu.
"Kau akan aku permalukan lebih dari yang tadi kau lakukan padaku kim jaejoong. Ingat itu" Ancam Yunho sedikit berdesis agar terdengar menakutkan. Dengan cepat Jaejoong menoleh kearah Yunho yang sedang menyeringai itu.
"Aku tak takut!" Sergah Jaejoong lalu pergi meninggalkan Yunho. Seperginya Jaejoong, Yunho hanya tersenyum penuh arti. Ia lalu melihat keselilingnya untuk melihat orang-orang yang tadi memperhatikannya dan tersenyum kearah mereka.
"Yap pertunjukkannya telah usai. Silahkan nikmati makanan kalian kembali" Kata yunho ramah pada semua orang yang ada disekelilingnya lalu pergi kearah teman-temannya berada. Suasana yang tadinya ricuh menjadi tenang kembali.
Yunho hanya tersenyum kearah teman-temannya yang memandangnya khawatir dari jauh. Mereka khawatir dengan keadaan Yunho yang tadi jatuh dengan tidak elit Karena Jaejoong.
"Gwenchana, Yunho ah?" Tanya Siwon sambil memperhatikan seluruh tubuh Yunho.
"Ani..gwenchana..jongmal gwenchana" Jawab Yunho mantap sambil tersenyum.
~00oo00~
"Hyungiee….chamkaman~yo" Teriak Junsu dengan lengkingannya ketika Jaejoong berjalan menjauh dari kantin. Kembali mood Jaejoong buruk untuk kedua kalinya dalam satu hari semua karena Jung Yunho.
"Dasar namja sialan! Awas kau yah" Umpat Jaejoong kesal sambil terus berjalan ke gedung olahraga tanpa mempedulikan Junsu dan Changmin yang mengejar dan terus memanggil namanya.
Sesampainya didalam gedung olahraga yang berada cukup jauh dari gedung utama sekolah mereka, Jaejoong berjalan menuju ring tinju yang terdapat samsak untuk latihan. Memang jarang sekali digunakan tapi Jaejoong cukup sering menggunakannya jika sedang kesal seperti sekarang. Saat ini jam istirahat dan tak ada jam pelajaran olahraga jadi tempat itu sepi.
'ZREB'
Jaejoong memegang benda yang terbuat dari karung tebal yang berisi busa kasur yang cukup padat. Jaejoong berjalan keujung ring untuk mengambil kain yang tersampir diatas tali ring lalu ia melilitkan pada tangan kanannya. Dengan tatapan kesal ia menatap samsak didepannya seolah sedang menatap musuh terbesarnya.
"Kau akan aku hancurkan, Jung Yunho" Desis Jaejoong berbahaya. Junsu dan Changmin berdiri diambang pintu gedung olahraga dengan nafas yang terengah-engah.
"Min ah..sepertinya aku akan mati secara perlahan kalau seperti ini terus" Kata Junsu sambil mengatur nafasnya.
"Kau benar Hyung..aku pusing melihat mereka bertengkar terus" Timpal Changmin menyetujui perkataan orang yang ada disampingnya itu.
~00oo00~
Yunho tersenyum sambil meminum minuman yang tadi dipesannya. Yunho sangat senang melihat wajah kesal Jaejoong tadi yang sepertinya sangat berbahaya. Tingkah Yunho ini tak luput dari perhatian Siwon yang ada didepannya. Namja tampan itu terus melihat kearah Yunho dengan tatapan bingung. Siapa yang tidak bingung, Yunho adalah tipe orang yang tidak terlalu peduli sekitar dan juga sangat jarang tersenyum seperti itu. Ini sangat aneh menurutnya.
"Yunho ah..gwenchanayo?" Tanya Siwon pada Yunho. Yunho pun menghentikan senyumnya ketika mendengar suara Siwon lalu melihat kearah sahabatnya itu.
"Ne?"
"Kau seperti orang yang sedang kasmaran saja Yunho ah? Kau terus tersenyum seperti orang gila begitu" Kata Siwon dengan pandangan heran yang tak bisa lepas dari matanya. Yunho tersenyum santai.
"Memang" Jawaban singkat itu membuat semua orang yang berada disatu meja dengan Yunho menjadi terkejut. Benarkah seorang Jung Yunho yang terkenal cuek terhadap yeoja kini berubah?
"Jangan kalian pandangi aku seperti itu" Kata Yunho berusaha melemaskan ketegangan yang terjadi. Kantin memang cukup ramai tapi teman Yunho yang lain tak mempedulikannya karena rasa penasaran mereka lebih unggul.
"Nuguseyo?" Tanya Kyuhyun ikut penasaran. Yunho mengerlingkan matanya bermaksud untuk menggoda. Namja tampan itu mengusap belakang lehernya sambil tersenyum.
"Haruskah aku mengatakannya?" Bukanya menjawab Yunho malah balik bertanya membuat semua yang sudah menunggu dengan sangat penasaran mendesah pelan.
"Ayolah Yunho ah..yeoja mana yang kau pilih?" Tanya kangin sedikit memaksa. Yunho menghela nafas. Sudah saatnya ia umumkan siapa yang ia suka.
"Dia bukan yeoja…" Yunho menghentikan ucapannya untuk melihat ekspresi wajah teman-temannya yang menatapnya dengan pandangan penasaran. Yunho serasa ingin tertawa ketika melihat ekspresi terkejut teman-temannya tentu saja karena pengakuannya barusan.
~00oo00~
Saat ini matahari menyorotkan sinar yang cukup terik hingga saat sinar itu menyentuh kulit maka akan terasa panas.
Disebuah bandara terkenal di Seoul. Seorang wanita berpakaian seksi tapi tetap menutup sebagian tubuhnya keluar dari gate kedatangan luar negeri. Wanita itu tampak cantik dengan jaket bulu berwarna putih yang membalut tubuhnya juga rok sepanjang paha yang menutupi kaki jenjangnya. Tak lupa kacamata bertengger didepan matanya membuat ia tampak lebih sempurna. Wanita itu menatap langit kota seoul yang cukup terik sambil tersenyum.
"Welcome back for me..Kim Hye Sun" Ucapnya sedikit bergumam. Kakinya melangkah meninggalkan bandara untuk pergi kesuatu tempat dengan menggunakan taksi.
~00oo00~
"Err..ma..maksudmu…kau?" Tanya Siwon dengan suara terbata setelah mendengar pernyataan Yunho tadi. Yunho tersenyum lalu menggeleng.
"Slow down guys..aku belum selesai bicara..maksudku dia bukan yeoja sembarangan. Tapi dia adalah yeoja yang sangat cantik bahkan melebihi lina" Ucap Yunho untuk membenarkan pikiran miring teman-temannya itu. Yunho sudah menyiapkan ini sejak lama. Jauh sebelum teman-temannya menanyakan itu.
Drrrttt….drrrttt…
Handphone dalam saku celana Yunho bergetar menandakan ada pesan masuk. Yunho segera mengambilnya dan melihat siapa yang sudah mengirimkannya pesan. Yunho tersenyum saat membaca nama yang tertera dalam layar handphone-nya.
'From: The American girl
I'm back yunho! Now I going to your home. See you later'
Tetttt….tetttt…
Bel tanda pelajaran berikutnya sudah berbunyi. Yunho cepat-cepat memasukkan handphone kedalam saku celananya lalu mereka pun pergi meninggalkan kantin untuk masuk kedalam kelas.
~00oo00~
Saat Yunho dan teman-temannya sampai didalam kelas, Yunho tersenyum samar melihat Jaejoong yang sudah duduk rapih dibangkunya. Yunho memasang wajah dingin ketika melewati tempat duduk Jaejoong sedang Jaejoong menatap tajam kearah Yunho. Tak lama setelahnya guru yang mengajar masuk kedalam kelas dan memulai pelajaran.
~00oo00~
Jung's house~
TING..TONG..TING..TONG..
"Ne chamkamanyo" Sahut Mrs Jung dari dalam rumah menuju kearah pintu rumah keluarga Jung. Mrs Jung sedikit terperangah melihat siapa orang yang ada didepan pintu rumahnya. Tamu yang berdiri didepan pintu rumah Yunho itupun membuka kacamata hitamnya lalu menggenggamnya dengan tangan kiri.
"Annyeong, Jung Ahjumma" Sapa tamu itu sambil membungkukkan tubuhnya.
"Hye Sun sshi?" Tanya Mrs Jung berusaha meyakinkan ucapannya benar. Hye sun tersenyum manis kearah wanita yang berusia sekitar 40 tahun itu. Mrs Jung langsung berhambur kepelukan Hye Sun tanpa ragu.
"Hye Sun ah..Ahjumma merindukanmu" Kata Mrs Jung sambil memeluk erat tubuh ramping Hye Sun.
"Sakit, Ahjumma" Kata Hye Sun karena merasakan sakit pada tubuhnya yang dipeluk oleh Mrs Jung dengan cukup erat. Mrs Jung melepaskan pelukannya lalu menatap wajah Hye Sun dengan gembira.
"Yunho pasti senang melihatmu kembali. Kau sudah memberitahunya kalau kau sekarang ada di seoul?" Tanya Mrs Jung cepat.
"Sudah tadi lewat pesan singkat, Ahjumma"
"Ya sudah sekarang kau masuk dulu. Kau pasti lelah selama perjalanan dari America ke korea" Ajak Mrs Jung sambil menarik tangan putih Hye Sun kearah dalam dengan tak lupa tangan sebelah Hye Sun menyeret kopernya masuk bersamanya.
TBC
Doakan aku yah biar chapter 3 ff ini cepat selesai setelah berapa tahun hiatus, dan kalian tidak perlu khawatir, aku tidak lupa dengan plot ff awal ini. Tapi karena ff ini masih on going jadi aku harap kalian sabar menunggunya.
Untuk ff one night stand aku publish minggu depan bersamaan dengan ekstra ff You Know I Love You ^_^
Kalau kalian suka ff ini silahkan follow, favorite dan review, biar aku tahu seberapa banyak yang menginginkan ff ini lanjut ^_^
