Dark Uzumaki Naruto
Saya author baru jadi kalau ada kekurangan mohon di maklumi. Dan ini fic pertamaku.
.
Author : dark namikaze vengeance 6661
.
Rated : T (mungin T semi M untuk kekerasannya dan pembunuhannya)
.
Pair : Naruto x (?)
.
Warning : berantakan,gak jelas,OOC,alur kecepetan(maybe),typo(maybe)DLL.
.
TERIMA KASIH YANG SUDAH ME REVIEWS FANFIC INI DAN AKU JADI SEMANGAT MENULIS FANFIC INI,ARIGATOU KEPADA AUTHOR-AUTHOR DAN PADA PARA PEMBACA YANG MEMBERI SARAN KEPADA KU DAN MEREVIEWS.
Horeeee fanfic ini sudah di atas 1000 reviews, kalau tidak ada kalian pasti tidak akan terjadi. Terima kasih banyak minna.
Dan target ku sekarang 1500 reviews.
Aku akan usahakan setiap chapternya tidak membosankan.
Balasan Reviews :
Niizuma Eiji :
negara mana dulu nih yang bakal di serang naruto? Itu masih rahasia, biar menjadi kejutan.
2nd princhass :
rencna nya sampai chapter berapa? Mungkin masih panjang ceritanya. Aku gk bisa nentuin chapter berapa beresnya.
Tsuki Nigatsu No KinyoubiNatsu :
kekuatan naruto disini belum semua yang keluar dan yg pasti dark san punya jutsu special? Ya belum semuanya keluar, seiring dengan waktu Naruto tambah kuat. Soal jutsu special, aku akan memperlihatkannya saat Naruto mulai invasi kelima desa besar.
Uzumakiseptian :
hmm author san mau tanya nih, bikin fanfic tuh bisa nggk sih pake hp?
maff pertanyaan nya keluar jalur hehe. Saya kurang tahu, aku juga author baru disini. Belum 1 tahun di FFN.
thedy76 :
Nama Kelompok Naruto apa?aku sudah menyiapkannya.
El bany blueblack :
bentuk Susano'o Naruto di bkin beda jangan sama'an ma yang Lain. Bentuk Susano'o Naruto itu beda dari Itachi, Madara dan Sasuke.
Naminamifrid :
Apa Naruto bisa membuat kekkai Genkai lain, selain Mokuton? Naruto juga mempunyai kekkei genkai lainnya. Tapi aku tidak akankeluarkan semuanya secara langsung.
Agustatsumi :
thor apa nnti sasuke saat udh tao kebenaran tntng itachi saat mmbunuh slruh clan uchiha apa sasuke jg bakalan mncba mnghancurin konoha? Kita lihat saja alur ceritanya, kalau di kasih tahu bukan kejutan namanya.
samsulae29 :
apa naruto juga akan mengumpulkan biju? Sepertinya tidak.
Aditya296 :
Apa anggotanya bakalan tambah lagi ? itu masih rahasia, biar menjadi kejutan.
Neko Twins Kagamine :
mau nanya apa nanti asuma akan mati kaya di anime narutonya? Ya, Asuma akan mati di ff ini.
:
Kapan naruto menyerang konoha atau bertarung dengan akatsuki.. kayaknya sebentar lagi.
Astro O'connor :
Naruto bakal jadi baik lagi ga? Itu masih rahasia author, hehe.
:
kenapa naruto tidak gunain samehada pas bertarung? Naruto masih belum bisa gunain samehada dan Naruto memilih memakai pedang kusanaginya.
apakah yagura dikendalikan tobi seperti di cannon? Kalau soal Yagura, kita lihat saja alur ceritanya.
bagaska32722070 :
Apkah nanti naruto akn membnuh kakuzu,spert d can0n ? di chapter ini akan terjawab.
Red devils :
apa tobi akan menjadi lawan terakhir/terkuat? Itu masih rahasia Author.
Dark :
Author-san naruto kpan bsa bijuu mode? Kayaknya masih jauh.
ANWAER. Sie TN :
Apakah nanti itachi n obito mendapatkan sanbi..? di chapter ini akan terjawab.
Uzumaki81 :
Apakah yagura akan masuk tim naruto? Yagura Tidak akan masuk tim Naruto.
immortal combat :
kapan narutonya ngeluarin kekuatan rinnegan lainnya thor...? dific-nya selalu tendo ama chikusodo. kapan ngeluarin kekuatan ningendo dan 3 kekuatan rinnegan lain...? mungkin chapter depan.
Romi :
kpan naruto akn menyerang ke 5 desa? Sebentar lagi.
ai airin :
ummm tp apaa akhirnya konoha hancur ? itu masih rahasia,author. Biar nanti jadi kejutan.
Sino :
Apa setelah naruto merekrut tim akan langsung menyerang desa? Iyah, Naruto akan langsung menyerang desa.
uzumaki samudra:
dari mana naruto mendapat kekkei genkai mokuton? Kalau Naruto mempunyai mata rinnegan, berarti Naruto sudah mempunyai sel Hashirama. Jadi Naruto bisa menggunakan Mokuton.
.
.
.
.
.
SPECIAL THANKS BUAT : Akira no Rinnegan, namikaze loco, bayux666, monkey D nico, m. , Hadinamikaze, DarkYami Kugamawa, Naru-kun93, Vin'DieseL No Giza, Amaterasu, Nyuga totong, Uchiha dant57, oni, Namikaze wahyu, yami uzumaki namikaze, Aryif VL, Hana 'Meida' Namikaze, Kazekage Golief Saputra , kun-cici naru, Naru-kun93. Yasashi-kun,El bany blueblack,Naminamifrid ,Hana 'Meida' Namikaze ,AndiBhayangkara,Guest,krama69,Tatank no Kitsune gilbert. , ,Kurogane Namikaze Dragneel,anggraxl, asimafandi4, BlackRose783, hime koyuki 099, KouraFukiishi, Uzumaki-Namikaze Serizawa,derycutes, thedy76, narufanart232, Yasashi-kun, , 2nd princhass, Tsuki Nigatsu No KinyoubiNatsu, Niizuma Eiji, semitsuka sakurai, uzumaki reverend, samsulae29, kukuhpratama048, AnnisaIP, Yondaime Namikaze Fadil, uzuuchi007, Neko Twins Kagamine, Namikaze Sholkhan, serifal-chan, REDCAS, Mchsyafii, .549, Tatank no Kitsune, Agung Moelyana, Uzumaki Karuki, , , icimarukazuki, uchiha saba'I, Red devils, riski, , Astro O'connor, Namikaze yoyo, Name sanji, Roi Uzumaki, .376, uzumakiato, inkgrice, nara naruto dan masih banyak lagi (maaf gk ketulisin karena banyak banget).
.
.
RnR MINNA.
.
.
.
CHAPTER 18
.
.
.
.
.
.
.
"Kakuzu, jangan mengangguku! Aku akan menggunakan mereka untuk ritualku! Uang adalah bagianmu." Ucap Hidan.
"lakukanlah untukku. Jangan menganggap remeh, kau bisa tewas." Jawab Kakuzu datar.
"ya ampun itu tidak mungkin lah..jika mereka bisa membunuhku, aku akan membiarkannya. Tapi itu tidak akan terjadi kan?" Ucap Hidan sambil membuat lingkaran yang di dalamnya terdapat segitiga atau bisa disebut diagram dengan darahnya sendiri. Tim Asuma memandang Hidan bingung saat Hidan membuat diagaram dari darahnya sendiri.
'apa yang akan di lakukannya dengan diagram itu?' batin Shikamaru.
"aku akan memimpin. Segera setelah kau melihat adanya celah, lumpuhkan orang itu dengan jurus bayanganmu, Shikamaru. Jika kau hanya bisa memberiku beberapa detik, aku akan memotong kepalanya dan semoga itu bisa menahannya agar dia goyah." Ucap Asuma sambil melirik kearah Shikamaru yang berada di sampingnya.
"itu terlalu beresiko! Ini tidak seperti dirimu yang seperti biasanya." Ucap Shikamaru.
"aku juga akan maju." Ucap Kotetsu.
"apa kalian tidak mengerti?! Ini adalah strategi yang terbaik yang kita milik sekarang!." Ucap Asuma dengan Nada membentak.
'aku tidak pernah melihat Asuma seperti ini.' Batin Shikamaru.
"mereka bahkan lebih kuat dari pada aku! Izumo, Kotetsu, awasi yang satunya dan lindungi Shikamaru!" Perintah Asuma.
"jika kita tahu apa kemampuan mereka sekarang, sebaiknya kita mundur dan mengatur ulang Strategi baru?" Tanya Izumo.
"mereka tidak akan membiarkan kita pergi. Jika kita lari tanpa perlawanan, sama halnya dengan bunuh diri dan Konoha akan berada dalam bahaya yang lebih besar. Anggap saja ini suatu pasukan penuh, terkadang hal itu adalah satu-satunya pilihan." Jawab Asuma.
'jangan katakan kalau Asuma akan mengorbankan dirinya sendiri!' batin Shikamaru.
"apa kalian sudah selesai dengan diskusi kalian? Sakit, arghhh. Cara menusuk seperti itu menyakitkan sekali. Dewa akan membunuh orang yang tidak mengerti rasa sakit Orang lain seperti kalian." Ucap Hidan sambil mencabut kedua senjata yang menusuk tubuhnya. Asuma lalu berlari kearah Hidan dengan senjata di kedua tangannya.
TRANKK TRANKK TRANKK
Pertarungan sengit antara Asuma melawan Hidan terjadi.
Hidan yang sudah berada di mode kutukannya, sedang terikat oleh bayangan Shikamaru.
"sialan, lepaskan aku." Ucap Hidan sambil berusaha memberontak. Shikamaru lalu menyurus Hidan agar keluar dari Diagram tersebut. Asuma yang sedang memegangi luka di paha kirinya langsung bangkit dan berlari kearah Hidan dengan senjata andalannya.
JRASHHHH
Kepala Hidan langsung terpotong oleh Asuma. Shikamaru yang melihat itu hanya tersenyum sambil mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal.
"tinggal satu orang lagi." Ucap Kotetsu sambil melirik kearah Kakuzu.
BRUKK
Tubuh Hidan tanpa kepala yang sudah masuk mode kutukannya terlentang di atas tanah. Kakuzu hanya memandang datar pada tubuh Hidan.
"jika kau membutuhkan bantuan, sebaiknya kau lakukan itu sebelum bertarung." Ucap Kakuzu datar sambil melihat kepala Hidan yang terpisah dari tubuhnya.
"KURANG AJAR, APA-APAAN KAU KAKUZU! KAU MEMBIARKAN HAL INI TERJADI!" teriak Hidan. Walaupun sudah terpisah dari tubuhnya, ia masih bisa hidup. Asuma, Shikamaru, Izumo dan Kotetsu membelalakan matanya saat Hidan masih bisa berbicara.
"tadi sebelum di mulai kau bilang bahwa aku harus tetap diam dan menonton saja! Sekarang, dengan kepala sialan itu kau masih berpikir kau bisa berteriak kepadaku?" Tanya Kakuzu dengan nada datar seperti biasa. Hidan memandang bosan kearah Kakuzu.
"ya,baiklah sesungguhnya aku tidak memintamu untuk tidak terlibat. Tapi itu bukannya aku mencoba untuk mempermalukanmu ataupun merendahkanmu. Ya sudah, terserah, cepat bawakan tubuhku! Kakuzu, bisakah kau membawakan tubuhku ke sini? Kakuzu-chan, tolonglah, kumohon,ya?" rengek Hidan.
ZWUSHH
Kakuzu dengan shunsinnya sudah berada di dekat Hidan. Kakuzu lalu mengambil kepala Hidan.
"h-he! t-tunggu! Tunggu dulu! Kakuzu, tubuhku! Bawakan tubuhku kesini,sialan!" ucap Hidan geram.
"kau sangat berisik." Ucap Kakuzu.
"itu bukan masalah! Apakah kau mengabaikanku? Sakit, sakit tahu! Kau menjambak rambutku!" ucap Hidan sambil meringis kesakitan.
"jika kau akan mengeluh tentang rasa sakit, setidaknya mengeluh tentang lehermu." Ucap Kakuzu seperti biasa.
'bahkan kepalanya terpisahpun, dia masih hidup.' Batin Asuma.
ZWUSHHH DHUAGGGGHH
"arghhhhh." Rintih Asuma saat Kakuzu menghantamkan pukulan di punggungnya. Kakuzu lalu berjalan kearah tubuh Hidan. Dan memasangkan kembali kepala Hidan dengan suatu yang mirip tali yang keluar dari lengannya. Setelah selesai,Kakuzu langsung berlari kearah Izumo dan Kotetsu.
Pertarunganpun kembali di mulai antara Kakuzu melawan Izumo dan Kotetsu, Hidan melawan Asuma.
Asuma yang sudah terluka parah masih mencoba melawan Hidan.
TRANKK TRANKK JRASHHH BRUKK
"arghhhhh." Rintih Asuma saat Hidan menusukan senjata miliknya di perutnya sendiri. Asuma lalu terduduk di atas tanah sambil memegang perutnya yang mengeluarkan darah segar.
"HAHAHAHAHAHA AKAN KU AKHIRI SAMPAI DISINI."
JRASSHHHHHH BRUKK
Hidan lalu menusuk dadanya sendiri dengan senjatanya hingga tembus kebelakang, Asuma membelalakan matanya, tubuh Asuma lalu ambruk seketika.
"ASUMA!" teriak Shikamaru sambil berlari mendekati tubuh Asuma. Tiba-tiba muncul gagak-gagak yang menghalangi pemandangan Hidan dan Kakuzu. Chouji langsung membawa tubuh Asuma ke tempat Yang aman.
POFF POFF
gagak-gagak itupun menghilang secara bersamaan, membuat tempat tersebut di penuhi asap.
"Shikamaru, Chouji, Ino bawa Asuma dari sini. Kami akan menahannya." Ucap beberapa Jounin Konoha yang baru saja datang.
"baik." Jawab Mereka bertiga. Mereka bertiga lalu pergi membawa tubuh Asuma dari sana.
"tidak akan kubiarkan hadiah ku pergi." Ucap Kakuzu sambil berlari kearah Shikamaru yang sudah membawa Asuma pergi.
"kau adalah lawan kami." Ucap shinobi-shinobi Konoha tersebut.
Sementara Shikamaru, Ino, dan Chouji membaringkan Asuma di sebuah bangunan tua.
"uhuk..uhuk"
"asuma-sensei." Ucap mereka bertiga saat Asuma terbatuk mengeluarkan darah segar dari dalam mulutnya.
"Ino cepat obati Asuma-sensei." Perintah Shikamaru.
"jangan.." Ucap Asuma dengan nada lemah. Shikamaru,Ino dan Choujipun memandang tak percaya kearah Asuma.
"..aku sudah selesai..bahkan aku..bisa mengatakan..kalian bertiga harus menyadari hal itu." Lanjut Asuma.
"diamlah! Jangan bicara dulu! Ino." Ucap Shikamaru. Ino langsung mencoba mengobati luka Asuma dengan jutsu medisnya.
'mereka melukai organ vitalnya.' Batin Ino.
Shikamaru yang menyadari raut wajah Ino langsung menundukan kepalanya.
"aku pikir,aku akhirnya mengerti mengapa sandaime melakukan apa Yang dia inginkan..tapi seperti biasa, aku terlalu lama untuk mengetahuinya. Ino, Chouji, Shikamaru..ada satu hal terakhir yang harus di beritahukan pada kalian." Ucap Asuma dengan nada lemah. Mereka bertiga seketika membatu mendengar perkataan Asuma barusan.
"sensei, kau tidak perlu banyak bicara dulu." Ucap Chouji sambil berusaha menahan air matanya yang akan keluar.
"Ino, Chouji ini adalah kata-kata terakhir dari Asuma-sensei dengarkan saja!" ucap Shikamaru. Asuma lalu menoleh kearah Ino.
"ino, kau berkemauan keras, dapat diandalkan dan bertanggung jawab. Chouji dan Shikamaru..mereka memiliki banyak kekurangan. Buatlah mereka sejalan dan jangan biarkan Sakura mengalahkanmu dalam ninjutsu maupun percintaan." Ucap Asuma.
"baik." Ucap Ino dan perlahan Ino mengeluarkan air matanya.
"Chouji, kau adalah orang baik yang peduli pada rekan-rekanmu. Itulah sebabnya..kau akan menjadi seorang shinobi yang kuat daripada yang lainnya. Percayalah pada diri mu sendiri. Dan mungkin..sedikit diet. " ucap Asuma sambil menatap Chouji.
"itu mungkin terlalu banyak,tapi aku akan melakukan yang terbaik." Ucap Chouji sambil menyeka air matanya yang sudah mengalir deras.
"dan Shikamaru , kau sangat pintar…dan memiliki pikiran yang jenius sebagai seorang shinobi. Kau pasti mampu menjadi …kau terlalu malas…kau mungkin akan membencinya. Aku bahkan tidak pernah sekalipun mengalahkanmu dalam Shougi. Oh ya masih ingat pembicaraan kita tentang raja?" Tanya Asuma sambil melihat kerah Shikamaru. Shikamaru lalu mengangguk.
"aku akan memberitahumu siapa dia. Mendekatlah." Ucap Asuma. Shikamaru lalu mendekatkan kepalanya. Asuma lalu membisikan ketelinga Shikamaru. Shikamaru langsung membulatkan matanya saat mendengar perkataan Asuma.
"Asuma..kau..tetapi.." "kumohon, Shikamaru..sekarang tidak masalah,bukan? Meskipun aku berhenti..itu berada di kantongku..aku ingin merokok untuk terakhir kalinya." Potong Asuma.
Shikamaru lalu memasangkan sebuah rokok pada mulut Asuma, dan ia langsung menyalakannya.
"hiks..hiks..hiks..hiks." tangis Chouji dan Inopun rokok tersebut mulai memendek.
TUK
Rokok Asuma seketika terjatuh, dan perlahan kesadaran Asuma mulai menghilang. Matanya langsung menutup.
"SENSEI."
"hiks..hiks…hiks..hiks."
TES TES TES
Hujanpun turun dengan derasnya seakan menangisi kepergian Asuma.
"Dia meninggal sebagai seorang ninja sejati."ucap Shikamaru sambil berjalan keluar bangunan tersebut.
"aku benar-benar sangat membenci rokok,asapnya selalu membuat..air mataku mengalir." Ucap Shikamaru sambil menangis di bawah guyuran Hujan.
Sementara di tempat Hidan dan Kakuzu.
Shinobi-shinobi Konoha sudah tergeletak di tanah, darah-darah dari pertarungan tersebut bercampur dengan air hujan yang tengah mengguyur. Di atas sebuah bangunan terlihat beberapa orang tengah berdiri menyaksikan pertarungan kedua anggota Akatsuki tersebut.
"pertunjukan yang menarik,kalian berdua memang pantas menjadi anggota Akatsuki. Kemampuan kalian sangat hebat." Ucap seseorang dengan nada dinginnya. Hidan dan Kakuzu lalu mencari orang yang baru saja bicara tersebut, mereka berdua lalu menemukan beberapa Orang di atas bangunan tempat penukaran uang tersebut. Walaupun tidak jelas karena sedang hujan, Kakuzu dapat melihat salah seorang yang memiliki rambut pirang.
"sialan, SIAPA KALIAN SEMUA?" Tanya Hidan sambil memandang tajam kearah orang yang berdiri di atas bangunan tersebut.
'rambut kuning itu..' batin Kakuzu.
"Uzumaki Naruto, missing-nin dari Konoha dan juga Jinchuuriki Kyuubi. Kepalamu sangat berharga. Tak ku sangka kau berada disini." Ucap Kakuzu sambil menatap orang yang berambut pirang tersebut.
"aku akan membunuhmu, brengsek." Ucap Hidan.
"tsk,kau meremehkanku,Hidan." Ucap Naruto sambil tersenyum tipis.
"Dai Rasenringu"
DHUARRRRRR
Sebagian bangunan tersebut hancur seketika, Hidan dan Kakuzu langsung melompat kebelakang.
TAP
Naruto dan seluruh anggotanyapun muncul di hadapan Kakuzu dan Hidan.
"hey apa urusan kalian,sialan?" Tanya Hidan.
"karena kalian berdua anggota Akatsuki, aku akan membunuh kalian berdua." Ucap Naruto datar. Hidan yang mendengar itu mendecih tidak suka.
"cih, kau berlagak seperti mampu membunuhku saja. BRENGSEK!" ucap Hidan sambil berlari kearah Naruto dengan sabit besar di tangannya. Hidan lalu melemparkan sabit besar itu kearah Naruto. Naruto hanya memasang wajah datarnya, tak terbesit ketakutan sama sekali.
"Suna no Tate"
JRASHHH
Sabit Hidan hanya mengenai dinding pasir di depan Naruto. Kakuzu lalu berlari kearah anggota tim Naruto, perlahan tangannya berubah menjadi hitam. Kakuzu mencoba menghantamkan pukulannya kearah Haku.
"Suiton: Hōmatsu no Jutsu"
Utakata meniupkan gelembung kearah Kakuzu, gelembung-gelembung tersebut lalu mengelili Kakuzu. Kakuzu yang melihat itu menghiraukan gelembung-gelembung yang mengelilinginya. Utakata lalu menjetikan jarinya.
DHUARR DHUARRR DHUARR DHUARR
"arghhhhh."
Tubuh Kakuzu langsung terhempas kebelakang saat gelembung-gelembung tersebut meledak. Haku dan Guren lalu membuat Handseal.
"Crystal Release: Crystal Lance."
"ice elements: a thousand spears of ice"
Haku dan Guren lalu melemparkan tombak yang terbuat dari Kristal dan Es tersebut kearah Hidan.
TRANKK TRANKK
Tombak-tombak tersebut dapat di tahan dengan mudah oleh Hidan dengan sabitnya.
"jutsu kalian itu terlalu lemah,pecundang." Ledek Hidan.
"perhatikan pertahananmu."
JRASHHHH
"arghhhhhh."
Rintih Hidan saat tangan kanannya terpotong oleh pedang tulang Kimimaro, ia lalu memegang tangan kanannya yang putus tersebut dan melompat kebelakang kearah Kakuzu.
"Kakuzu bantu aku!" perintah Hidan kepada Kakuzu yang berdiri di sampingnya. Perlahan di tangan Kakuzu muncul seperti tali berwarna hitam, perlahan tali berwarna Hitam tersebut menyatukan kembali tangan Hidan yang terputus tersebut.
"Kita harus membunuh Kakuzu terlebih dahulu, aku yang akan mengurus Hidan." Ucap Naruto.
"baik." Jawab mereka semua.
"hey Kakuzu, bolehkah aku membunuh bocah berambut kuning tersebut?" Tanya Hidan.
"jangan, dia seorang Jinchuuriki. Tapi kau boleh membuatnya sekarat asal masih bisa di kenali karena sesudah penyegelan aku akan menukarkan tubuhnya." Jawab Kakuzu.
"tsk, hanya ada uang saja di pikiranmu itu brengsek." Ucap Hidan lalu berlari kearah Naruto yang masih Stay cool.
TRANK TRANK TRANK
Hidan menyerang Naruto secara membabi buta dengan sabit yang sudah melekat pada kabel logam panjang, tetapi Naruto dapat menahannya dengan pedang kusanagi miliknya. Perlahan mata sharingan Naruto aktif. Hidan lalu melompat kebelakang, Naruto yang melihat itu langsung membuat handseal.
"Crystal Release: Growing Crystal Thorns"
Lalu muncul duri-duri panjang dari dalam tanah kearah Hidan. Guren yang melihat Naruto menggunakan jutsunya membelalakan matanya.
'd-dia bisa menggunakan jutsuku?' batin Guren.
TRANKK TRANKK JRASHH
Hidan menebas duri-duri Kristal tersebut dengan sabitnya, tetapi beberapa duri Kristal melukai tubuh Hidan. Kakuzu yang sedari tadi diam langsung berlari kearah anggota tim Naruto dan tangan kanannya sudah berwarna Hitam.
"jutsu controlling flower: flower wall hard."
BLARRR
Pukulan Kakuzupun dapat di tahan oleh dinding buatan Hinata. Kimimaro lalu berlari kearah Kakuzu dengan pedang yang terbuat dari tulang di tangan kanannya.
TRANK TRANKK
Serangan Kimimaro dapat di tahan dengan mudah oleh Kakuzu dengan tangannya.
"Saikō Zettai Kōgeki: Shukaku no Hoko." Gaara lalu melemparkan tombak dari pasir kearah Kakuzu.
JRASHHH
Tombak Gaara dengan mudahnya di tahan oleh Kakuzu.
"terlalu mudah." Ucap Kakuzu.
"benarkah?"
"element ice: ice sword."
"Shōton: Suishō Tō."
JRASHH JRASHH
"arghhhh."
Kedua pedang tersebut menusuk tubuh Kakuzu dari depan, darah segar perlahan keluar dari tubuh Kakuzu. Ia langsung melompat ke belakang.
TRANKK TRANK TRANKK
Naruto menahan serangan-demi serangan yang di lancarkan Hidan menggunakan sabut besarnya.
"membosankan." Ucap Naruto datar.
"tutup mulutmu,brengsek." Ucap Hidan sedikit berteriak. Naruto dengan cepat membuat handseal.
"Chidori Nagashi."
"arghhhhhhhhh."
Hidan langsung jatuh tersungkur kebelakang saat terkena jutsu Naruto.
"ugh..sialan kau brengsek. Aku akan membunuhmu." Gumam Hidan. Naruto kembali membuat Handseal.
"ice elements: a thousand spears of ice."
Setelah itu di atas Naruto muncul tombak-tombak yang terbuat dari es dan tombak-tombak es tersebut langsung melesat kearah Hidan.
TRANKK TRANKK JRASHH JRASHH
Tubuh Hidan terkena tombak-tombak es Naruto, tubuhnya compang camping akibat jutsu Naruto.
"ugh..rasa sakit ini memuakan. Arghh." Ucap Hidan sambil mencabut tombak-tombak es dari badannya. Hidan lalu berdiri kembali seperti biasa walaupun darah di sekujur tubuhnya mengalir.
"akan ku jadikan kau ritual untuk dewa Jashin, brengsek." Ucap Hidan sambil berlari kearah Naruto dan mencoba menyerang Naruto dengan sabitnya.
TRANKKK
Serangan Hidan dengan mudahnya di tahan oleh tangan besar berwarna Hitam yang muncul tiba-tiba dari tubuh Naruto. Hidan langsung melompat kebelakang saat melihat tangan besar tersebut.
Perlahan chakra hitam keluar dari tubuh Naruto dan membentuk seorang prajurit yang membawa katana besar dan cermin Yata di tangannya.
"susano'o" Setelah itu Susano'o Naruto mengayunkan katana besarnya kearah Hidan.
SYUTT JRASH JRASH
"arghhhh." Tangan kiri Hidan langsung terputus akibat terkena serangan Naruto.
"ugh..rasa sakit ini menyakitkan sekali." Rintih Hidan. Setelah itu Naruto berlari kearah Hidan.
JRASHHHH
"ARGHHHHHH"
Teriak Hidan saat katana Susano menusuk perutnya. Darah segar mengalir dari perut Hidan. Naruto berjalan mendekati Hidan. Ia langsung mengambil pedang Kusanagi yang berada di pinggannya.
JRASHHH JRASHHH
"ARGHHHHHH."
Kepala Hidan langsung terputus saat Naruto menebaskan pedangnya keaah Hidan, sedangkan tubuh Hidan terbelah dua oleh Katana Susano'o Naruto. Naruto lalu menduduki tubuh Hidan yang tergeletak di tanah sambil melihat pertarungan anggota tim Naruto melawan Kakuzu.
"hey sialan, jangan duduki tubuhku itu." Ucap Hidan sambil melirik tubuhnya yang sudah terpisah.
"hn, walaupun sudah ku potong kepalamu tapi kau masih berisik. Crystal Release: Crystal Imprisonment Wave." Ucap Naruto. Dan seketika kepala Hidan sudah terkurung menggunakan Kristal. Naruto kembali menoleh kearah anggota timnya yang sedang bertarung.
kedua tangan Kakuzu langsung memanjang kearah Utakata dan Yang lainnya.
"element ice: ice sword."
"Tsubaki no Mai."
JRASH JRASH
Kedua tangan Kakuzupun terpotong oleh pedang Haku dan Kimimaro. Gaara langsung mengarahkan pasirnya kearah Kakuzu.
"Suna Shigure."
Gaara langsung membuat hujan pasir di sekitar Kakuzu.
"tidak ada gunanya." Gumam Kakuzu. Tetapi saat akan menggunakan tubuhnya, tubuhnya tidak bisa di gerakan karena pergerakannya sudah di tahan oleh pasir Gaara. Hinata lalu membuat handseal.
"jutsu controlling interest: flowers rain explosives."
Lalu di sekitar Kakuzu terjadi hujan bunga, tiba-tiba bunga tersebut seketika berubah menjadi ratusan kertas peledak.
"die"
DHUARRRRRRRRR
Ledakan besar langsung terjadi yang menciptakan kepulan asap tebal.
"Hinata bagaimana? Apa berhasil?" Tanya Utakata sambil melirik kearah Hinata yang berada di pinggirnya.
"sepertinya tidak." Jawab Hinata dengan Byakugan yang sudah aktif. Perlahan kepulan asap tersebut menghilang dan munculah Kakuzu dengan warna kulit yang sudah menghitam tanpa luka sedikitpun di tubuhnya.
"sial, dia memakai jutsu pengeras itu." Gumam Kimimaro sambil melihat kearah Kakuzu. Perlahan kedua tangan Kakuzu mengeluarkan benang-benang hitam dan kedua tangan tersebut menyatu kembali pada Kakuzu. Sedangkan Naruto yang melihat itu sambil duduk di potongan tubuh Hidan, tersenyum tipis ralat sangat tipis.
"pertarungan ini semakin menarik." Gumam Naruto.
SYUTTT JRASHH JRASHHH
"Arghhhhhhhh"
Rintih Kakuzu saat tiba-tiba dari belakang Guren dan Haku sudah menusukan pedangnya di jantung Kakuzu. Kakuzu tidak sempat menyadari ada musuh di belakangnya dan tidak sempat menahannya.
"bagaimana bisa? Aku sama sekali tidak merasakan kehadiranmu lalu kau menyerangku dari belakang? Arghhhh." Ucap Kakuzu sambil merintih kesakitan.
BRUKK
Tubuh Kakuzu ambruk seketika dengan darah mengalir dari dadanya. Haku dan Guren lalu mencabut pedangnya masing-masing yang sudah bercampur darah.
DHUAGHHHH BRAKKK
"arghhhh."
"arghhhhh."
Guren dan Haku di kagetkan saat tiba-tiba Kakuzu bangun dan langsung menghantamkan pukulannya ke mereka berdua hingga terpental kebelakang.
"HAKU, GUREN." Teriak Utakata saat Guren dan Haku terpental kebelakang. Sedangkan Gaara, Kimimaro, Hinata dan Karin menatap tak percaya.
'apa maksudnya ini? Tidak mungkin Haku dan Guren tidak mengenai jantungnya.' Batin Gaara.
Kakuzu lalu membuka jubbah Akatsukinya, semuanya menatap tak percaya pada Kakuzu, di punggungnya terdapat 4 buah topeng yang menyatu dengn punggungnya kecuali 1 topeng yang sudah rusak akibat serangan Haku dan Guren.
Tiba-tiba keempat topeng tersebut keluar dari punggung Kakuzu. Dan munculah 4 mahluk yang terbuat dari benang-benang Kakuzu yang sangat banyak.
'mahluk apa itu?' batin Utakata dan Kimimaro.
'jumlah chakranya sangat luar biasa.' Batin Karin.
ZWUSHH TAP
Haku dan Guren melompat ke arah Utakata dan yang lainnya.
"kalian berdua tidak apa-apa?" Tanya Utakata kepada Haku dan Guren yang baru saja datang.
"kami baik-baik saja." Jawab mereka berdua. Dan tiba-tiba mahluk yang memakai topeng rusak menjadi hancur.
'jika salah satu topeng itu rusak maka mahluk itu akan hancur.' Batin Hinata.
Kakuzu lalu membuat handseal.
"Fūton: Atsugai."
Salah satu dari ke tiga mahluk tersebut menyemburkan angin dengan tekanan tinggi menghasilkan tornado raksasa. Haku dan Hinata lalu membuat Handseal dengan cepat.
"jutsu controlling flower: flower wall hard."
"Ice element: a wall of ice."
DHUARRRRRR
Jutsu angin itu lalu menghantam kedua dinding tersebut. Kakuzu lalu membuat handseal kembali.
"Raiton: Gian."
Salah satu mahluk buatan Kakuzu lalu menyerang Utakata dan yang lainnya dengan serangan petir berbentuk tombak. Gaara lalu mengarahkan pasirnya.
"Suna no Tate."
BLARRR
Tombak petir itupun dapat di tahan dengan dinding pasir buatan Gaara. Kakuzu kembali membuat Handseal.
"Katon: Zukokku." Salah satu mahluk bertopeng Kakuzu menembakan bola api yang sangat besar. Haku lalu membuat handseal dengan cepat.
"Ice element: a wall of ice."
DHUARRRR
Justu api tersebut menghantam dinding es Haku dan menyebabkan lubang yang Cukup dalam. Kakuzu dan ketiga mahluk itu langsung berlari kearah Utakata, Haku, Hinata dan Karin.
Utakata menghidari pukulan-pukulan Kakuzu, ketiga mahluk bertopeng tersebut lalu menembakan bola api yang lumayan besar, tombak listrik dan badai angin. Haku dan Hinata lalu membuat handseal saat jutsu-jutsu tersebut mengarah kearahnya. Sedangkan Karin yang melihat itu syok dan berusaha menghindar.
"jutsu controlling flower: flower wall hard."
"Ice element: a wall of ice."
"KARIN." Teriak Gaara saat melihat Karin yang kelihatan syok. Ia lalu berlari kearah Karin sambil mengarahkan pasirnya.
"Suna no Tate."
DHUARRR DHUARRR DHUARRRR
Ketiga jutsu itupun dapat di tahan oleh ketiga dinding tersebut, Gaara langsung memeluk Karin yang tubuhnya bergetar akibat syok.
"kau tidak apa-apa?" Tanya Gaara sambil memeluk Karin dan mencoba menenangkannya. Naruto yang melihat itu langsung berdiri dengan mata Rinnegan yang telah aktif. Ia tidak suka saat ada yang berani mencoba melukai anggota timnya.
"sudah cukup, akan ku bereskan." Gumam Naruto datar.
"Bansho ten'in." tiba-tiba salah satu mahluk bertopeng tersebut seperti di tarik oleh Naruto.
KREKK
Naruto mencekik mahluk bertopeng yang mempunyai elemen angin tersebut.
"chidori nagashi."
Naruto mengalirkan chidori ke tubuhnya, mahluk bertopeng itupun seperti menahan kesakitan saat Naruto menggunakan jutsunya.
TRAKKKK
Topeng mahluk tersebut seketika hancur dan mahluk tersebut langsung mati. Sedangkan anggota Naruto menyunggingkan senyumnya saat melihat Naruto dengan mudah mengalahkan mahluk tersebut. Utakata yang melihat Kakuzu lengah segera menendang tubuh Kakuzu.
DHUAGHHHH
Kakuzu langsung terpental kebelakang, dua mahluk bertopeng tersebut melompat kearah Naruto sambil menembakan bola api dan tombak listrik. Mata Naruto langsung berubah menjadi eternal mangekyou sharingan.
"susano'o."
BLARRR
Kedua jutsu yang mengarah kearah Naruto dapat di tahan oleh Susano'o Naruto. Naruto menutup matanya sebelah dan perlahan mata Naruto mengeluarkan darah segar.
"amaterasu."
Salah satu mahluk bertopeng tersebut terkena jutsu Naruto dan topengnyapun hancur seketika dengan tubuh yang terbakar api hitam. Naruto mengalihkan pandangannya ke satu mahluk bertopeng yang tersisa. Susano'o Naruto langsung mengayunkan katana besarnya kearah mahluk topeng tersebut.
JRASHHHH
Topeng mahluk tersebut hancur dan seketika mahluk tersebut mencair. Naruto lalu berjalan kearah anggota timnya.
"kalian semua baik-baik saja?" Tanya Naruto kepada seluruh anggota timnya.
"kami baik-baik saja." Jawab mereka semua kecuali Karin. Naruto lalu melihat kearah Karin.
"Gaara bawa Karin kebelakan, aku akan urus Kakuzu. Dan maaf aku baru membantu kalian." Ucap Naruto. Gaara mengangguk dan langsung membawa Karin.
Kakuzu yang melihat ketiga mahluk bertopeng buatannya hancur menggeram kesal. Ia langsung berlari kearah Naruto dan mencoba menghantamkan pukulannya kearah Naruto.
BRAKKK
Pukulan Kakuzu dapat di tahan dengan mudah oleh Susano'o Naruto, Susano'o Naruto langsung menusuk perut Kakuzu dengan katana besarnya.
JRASHHH
"ARGHHHHHH." Teriak Kakuzu saat katana Susano'o Naruto menusuk perutnya. Naruto yangmelihat itu memfokuskan chakranya pada tangan kananya. Perlahan muncul sebuah rasengan yang lama kelamaan rasengan itu seperti sebuah shuriken.
"Fuuton RashenShuriken."
Naruto melemparkan rasengan yang berbentuk shuriken tersebut kearah Kakuzu.
DHUARRRRRRR
"ARGHHHHHHHHH."
Rasengan Naruto meledak saat terkena Kakuzu, dan terbentuk jarum-jarum yang menusuk tubuh Kakuzu hingga ke selnya. Perlahan terlihatlah tubuh Kakuzu yang tergeletak di tanah dengan tubuh yang sudah tidak dapat di kenali. Semua anggota Naruto memandang takjub kearah Naruto. Perlahan Susano'o Naruto menghilang bersama matanya yang kembali normal.
"arghh." Rintih Naruto sambil memegang tangan Kanannya.
"Naruto-kun."
"Naruto." Ucap semua anggota Naruto sambil menghampiri Naruto yang sedang memegang tangan kanannya.
"Naruto-kun baik-baik saja?" Tanya Haku.
"aku baik-baik saja Haku-chan, tanganku hanya terkilir. Karin-chan tolong obati. Dan Utakata, Gaara bersihkan mereka berdua." Ucap Naruto sambil melirik kearah tubuh Kakuzu dan Hidan.
"baik." Jawab Gaara dan Utakata. Mereka berdua lalu berjalan kearah tubuh Hidan dan Kakuzu.
"Sabaku Taisō." Gaara lalu mengubur Hidan di dalam pasir, Gaara menyentuh permukaan pasir dengan telapak tangannya dan menekan Hidan yang terkubur di dalam pasir dengan kuat sehingga hancur berkeping-keping. Utakata lalu membuat handseal dengan cepat.
"Ink Bubble Explosion."
Utakata membuat gelembung besar kearah Kakuzu, setelah itu tubuh Kakuzu masuk ke dalam gelembung besar buatan Utakata. Perlahan muncul cairan hitam di dalam gelembungnya.
CTRASHH
Gelembung tersebut hancur dan tubuh Kakuzupun hilang.
"sebaiknya, kita pergi ke markas." Ucap Kimimaro. Naruto dan anggota timnya langsung menghilang dengan shunsinnya. Tak jauh dari sana ada beberapa anbu yang tengah melihat pertarungan Naruto.
.
.
.
.
Di desa Konoha.
Pemakaman Asuma di mulai, beberapa ninja desa Konoha masih tidak percaya atas kematian Asuma Sarutobi seperti Kurenai dan Konohamaru.
"hiks..paman Asuma..hiks..hiks." ucap Konohamaru di sela tangisnya.
"dimana Shikamaru?" Tanya Chouji kepada Ino.
"ibunya bilang dia sudah pergi." Jawab Ino.
Perlahan orang-orang meninggalkan pemakaman Asuma, walau berat hati Kurenai meninggalkan pemakaman tersebut karena hari mulai menjelang malam.
Di gedung Hokage.
Tsunade sedang beristirahat setelah barusan pulang dari pemakan.
ZWUSHHH TAP
"Hokage-sama." Ucap beberapa orang anbu yang baru saja datang.
"ada berita penting apa?" Tanya Tsunade dengan wajah serius.
"dua anggota Akatsuki yang membunuh Asuma Sarutobi telah di bunuh." Ucap salah satu anbu tersebut.
"APA?! siapa yang telah membunuhnya?" Tanya Tsunade.
"oleh beberapa orang Hokage-sama, salah satunya berambut kuning panjang yang mirip seperti Yondaime-hokage." Jawab anbu tersebut.
'apa Naruto yang telah membunuhnya?' batin Tsunade.
"coba jelaskan apa yang telah kalian lihat!" perintah Tsunade. Anbu tersebut lalu menceritakannya.
"baik, kalian boleh pergi tetapi kalian panggil Shikamaru, Ino dan chouji besok pagi." Ucap Tsunade. Anbu tersebut mengangguk dan langsung menghilang.
'aku masih tidak mengerti apa tujuan Naruto, sebenarnya apa yang dia rencanakan?' batin Tsunade.
"Jiraiya, kapan kau akan kembali." Gumam Tsunade.
Esok paginya.
Tok Tok Tok
"masuk!" ucap Tsunade. Lalu orang yang mengetuk pintu tersebut masuk dan munculah Shikamaru, Ino dan Chouji.
"ada apa Hokage-sama memanggil kami pagi-pagi begini?" Tanya Shikamaru sambil menguap.
"aku tahu yang kalian rencanakan saat ini, kalian akan balas dendam pada kedua anggota Akatsuki yang membunuh Asuma,benarkan?" Tanya Tsunade. Shikamaru yang barusan menguappun berubah menjadi serius.
"ya, kami bertiga akan membalaskan dendam. Kami sudah merencanakan strateginya." Ucap Shikamaru.
"lebih baik kalian batalkan." Ucap Tsunade.
"apa? kenapa harus di batalkan Hokage-sama?" Tanya Shikamaru geram.
"percuma, karena kedua anggota akatsuki tersebut sudah di bunuh." Jawab Tsunade.
"APA? tapi siapa yang telah membunuhnya? Mereka berdua sangat kuat." Tanya Shikamaru tidak percaya.
"dari laporan anbu semalam, kemungkinan Naruto dan kelompoknya yang telah membunuhnya." Jawab Tsunade. Keadaan di ruangan tersebut menjadi hening setelah Tsunade menjawab pertanyaan Shikamaru.
"N-Naruto."
"Naruto-kun."
'kenapa Naruto membunuh Hidan dan Kakuzu? Apa maksudnya ini?' batin Shikamaru.
"aku juga tidak tahu apa maksud Naruto membunuh anggota Akatsuki." Ucap Tsunade seakan bisa membaca pikiran Shikamaru.
"kalian bertiga silahkan keluar." Ucap Tsunade. Shikamaru, Ino, dan Chouji lalu pergi keluar gedung Hokage.
.
.
.
.
Di sebuah desa yang bangunan-bangunannya menjulang kelangit.
tampak seorang yang memakai jubbah akatsuki, sedang duduk di suatu patung tertinggi di desanya tersebut.
"Hidan dan Kakuzu tak ku sangka kalian dengan mudahnya mati." Ucap orang tersebut dengan nada datar dan Wajahnya pun datar .
"tsk, Uzumaki Naruto kau benar-benar menguji kesabaranku." Lanjut orang tersebut sambil tersenyum sangat tipis.
.
.
.
.
.
Di markas Naruto.
"Naruto-kun, apa masih sakit?" Tanya Hinata.
"hn,aku hanya terkilir Hinata-chan. Benarkan Karin-chan?" Tanya Naruto sambil melirik kearah Karin yang duduk di sebelahnya sambil mengobati lukanya.
"ya, Naruto-kun." Jawab Karin sambil tersenyum. Lalu datang Haku sambil membawa sesuatu.
"apa itu Haku-chan?" Tanya Naruto.
"aku membuatkan bubur untukmu, Naruto-kun. Buka mulutmu Naruto-kun." Ucap Haku sambil menyendok bubur itu, dan menyodorkannya kearah mulut Naruto.
"tsk, aku hanya terkilir tapi kalian merawatku seperti yang sedang sakit parah." Ucap Naruto, tetapi ia langsung membuka mulutnya. Suapan demi suapan dan akhirnya bubur tersebut itu habis.
"hn, bubur itu enak." Puji Naruto sambil tersenyum sangat tipis. Wajah Haku langsung memerah saat Naruto memuji masakannya.
"Haku, Hinata dan Karin. Terima kasih kalian telah merawatku walaupun kalian berlebihan karena aku hanya terkilir. Sedari dulu aku tidak pernah di khawatirkan sampai seperti ini…" Naruto lalu menundukan kepalanya.
"Naruto-kun." Ucap mereka bertiga yang melihat Naruto menundukan kepalanya.
"…Saat masih kecil, mungkin ketika aku umur 6-7 tahun, aku pernah sakit parah lebih dari ini... Dan tentu saja, seperti semua orang normal lainnya, jika sakit maka aku akan pergi ke rumah sakit. Tapi sayangnya aku berbeda.."
FLASHBACK ON
Di luar sedang hujan lebat dan Naruto kecil yang basah kuyup dan demam, kini menggigil di depan sebuah konter. Tangannya yang masih mungil saling genggam, berusaha mencari sebuah kehangatan. Di depannya, seorang wanita dengan baju serba putih memberi Naruto sebuah tatapan dingin yang menusuk, sangat berbeda dengan apa yang dia bayangkan sebagai perlakuan seorang suster.
"Manusia iblis macam kau bisa demam juga? Tak mungkin..." Hati Naruto terasa seperti ditusuk ketika mendengar itu, sebenarnya dia sudah ingin lari dari sana, andai saja dia tidak sedang sakit dan butuh obat. Matanya meneteskan air mata, mengapa semua orang begitu kejam padanya? Apakah kesalahan yang dia perbuat, sampai ketika dia sakit pun tak ada yang mau peduli padanya?
"Ahh! Si anak setan itu!" sebuah teriakan membuat Naruto mendongak, dan dia melihat seorang ibu-ibu yang membawa anak, kini sedang menunjuk padanya.
"Kenapa dia ada di sini!? Usir dia, aku tak mau anakku dirawat di rumah sakit yang sama dengannya!"
"Ya, iblis sepertinya tidak pantas mendapat perawatan! Biarkan saja dia mati!"
"Keluarkan dia dari sini! USIR DIA!" Ketika hampir semua orang dalam bangunan itu mulai berdiri dan mengacungkan tinju mereka sambil berteriak mencacinya, Naruto tak tahan untuk tidak menangis dan dia segera lari keluar dari tempat yang dengan kekejaman itu, menuju jalanan malam dimana hujan lebat dan guntur serta kilat menantinya. Sepanjang jalan pulang, bocah berumur 6 tahun itu terus terisak, meraung dalam tangisan yang menyayat.
FLASHBACK OFF
Naruto yang masih menunduk menitikan air matanya saat mengingat perlakuan penduduk desa Konoha padanya saat masih di desa.
"…aku tidak akan pernah lupa, Konoha. Aku akan membalaskan semua perlakuanmu padaku." Ucap Naruto dengan suara yang penuh amarah dan matanyapun sudah berubah menjadi merah dengan iris vertical, seperti mata Kyuubi.
GREBB
Haku, Hinata dan Karin memeluk Naruto dengan erat. Mata mereka bertiga sudah sembab akibat menangis mendengar cerita masa lalu Naruto.
"hiks..hiks..hikss..aku tidak pernah tahu..hiks.."
"hiks…mereka semua memang tidak punya Hati..hiks."
"aku tidak..hiks..pernah menduga..hiks..masa kecil..hiks..Naruto-kun..sebegitu..hiks..menyakitkan."
Tubuh Narutopun basah dengan air mata ketiga orang yang tengah memeluknya erat sambil menangis, ia membalas memeluk ketiga perempuan tersebut. Mata Naruto dengan cepat berganti sehingga telah menjadi eternal mangekyou sharingan.
'tunggu saja Konoha, kalian semua akan merasakan apa itu rasa sakit. Semua dunia harus merasakan apa itu rasa sakit.' Batin Naruto.
Tekanan chakra Naruto meningkat, hawa membunuh keluar dengan sangat pekat. Karin langsung berkeringat saat merasakan chakra Naruto jauh lebih dingin. Utakata, Gaara, Kimimaro dan Guren yang sedang mengobrol di ruang bawah, tiba-tiba merasakan tekanan chakra yang sangat besar dan hawa membunuh yang sangat pekat.
"Naruto." Ucap Utakata sambil berlari kea rah kamar Naruto.
Tetapi saat Utakata, Guren, Kimimaro dan Gaara berada di kamar Naruto, hawa membunuh tersebut hilang dalam sekejap. Tekanan chakra Naruto kembali seperti semula.
Haku, Hinata, dan Karin melepaskan pelukannya saat tekanan chakra Naruto kembali seperti semula. Di lihatnya Naruto yang sudah tertidur di pelukan mereka bertiga. Mereka lalu membaringkan Naruto di kasurnya.
"sebaiknya jangan ganggu Naruto-sama, dia tampak kelelahan." Ucap anggota Naruto mengangguk dan langsung keluar dari kamar Naruto.
.
.
.
.
.
Tim Kakashi, Shikamaru,Ino,Chouji dan Shizune sedang menuju danau di depannya karena mereka di perintahkan untuk menyegel Sanbi sebelum akatsuki datang. Merekapun berlari ke tengah danau untuk mencari dimana letak sanbi berada. Tak jauh dari sana dua orang anggota akatsuki hanya memandang datar kearah ninja konoha.
"senpai, nampaknya kita kurang cepat." Ucap seorang anggota Akatasuki yang memakai topeng,Tobi.
"hn." Ucap Itachi.
"gimana dong Itachi-senpai? Ketua akan marah kalau gagal." Ucap Tobi.
"hn,kita akan melawan mereka." Jawab Itachi dengan wajah datarnya. Pandangannya tertuju pada seorang berambut raven, Uchiha Sasuke.
"baik, Itachi-senpai." Jawab Tobi. Itachi dan Tobipun turun dari tebing tersebut dan berlari kearah tengah Danau.
DHUARRRR
"GOARRRRRRR"
Sanbi tersebut mengamuk saat Shizune, Ino dan Sakura mencoba menyegelnya. Kakashi lalu merasakan chakra Shinobi yang bergerak kearahnya.
"Sasuke, Shikamaru, Chouji cepat jaga tim penyegel Sanbi. Ada musuh yang datang mendekat!" perintah Kakashi.
"baik." Jawab mereka bertiga.
"Katon Gokakyou no jutsu."
Kakashi membelalakan matanya saat bola api besar menuju kearahnya. Ia lalu membuat Handseal dengan cepat.
"Suiton: Suijinheki." Lalu muncul dinding air di depan Kakashi.
DHUARRRRRR
Kedua jutsu tersebut saling bertubrukan dan menciptakan uap yang cukup tebal. Kakashi lalu membuka Hitai ate yang menutup mata kirinya.
SYUTT TRANKK
Kakashi dapat dengan mudah menangkis kunai yang di lemparkan kearahnya.
"siapa kalian?" Tanya Kakashi. Lalu perlahan asap tersebut menghilang dan muncul dua anggota Akatsuki. Ninja Konoha membelalakan matanya saat melihat orang di depannya.
"Itachi Uchiha." Ucap Kakashi sambil memegang kunai di tangan kanannya.
"Itachi." Gumam Sasuke saat melihat Itachi di depannya. Mata Sasuke perlahan berubah menjadi mata sharingan dengan tiga tomoe. Shikamaru yang masih dendam dengan akatsuki memandang tajam kedua anggota Akatsuki di depannya.
"Itachi-senpai, kenapa mereka semua menatap kita menyeramkan seperti itu?" Tanya Tobi saat ninja Konoha menatap tajam kearahnya.
"hn." Jawab Itachi.
Sasuke lalu berlari kearah Itachi sambil memegang pedang (bukan pedang kusanagi yang seperti di canon, ini mah pedang biasa) di tangan kanannya.
ZWUSHH TRANK TRANK
Itachi dengan mudahnya menahan serangan Sasuke yang mudah di baca dengan mata sharingannya.
"kau masih terlalu lemah untuk membunuhku, Sasuke." Ucap Itachi dengan nada datarnya.
"DIAM KAU." Teriak Sasuke. Sasuke lalu menusuk perut Itachi dengan pedangnya, tetapi setelah itu tubuh Itachi sudah berubah menjadi gagak-gagak. Itachi lalu berada di belakang Sasuke.
TRANKKK DHUAGGHHH
Sasuke terhempas ke belakang saat terkena tendangan Itachi, ia lalu membuat handseal.
"chidori." Sasuke lalu berlari kearah Itachi dengan sangat cepat. Itachi hanya memandang datar kearah Sasuke.
JRASHHHH
Sasuke berhasil menusuk badan Itachi dengan chidorinya.
"Itachi..aku ingin menanyakan satu pertanyaan terakhir kepadamu." Ucap Sasuke sambil memandang tajam kearah Itachi. Tubuh Itachi lalu berubah menjadi puluhan gagak. Sasuke hanya mendecih kesal.
"nikudan sensha."
Chouji lalu berusaha menyerang salah satu anggota Akatsuki yang menggunakan topeng tersebut. Tobi yang melihat itu langsung berlari.
"tolong, Itachi-senpai tolong Tobi." Ucap Tobi sambil berusaha lari dari jutsu Chouji.
BLARR
Jutsu Chouji berhasil mengenai tubuh Tobi, Shikamaru yang melihat itu tersenyum. Tetapi senyuman Shikamaru langsung hilang saat Tobi berdiri kembali seperti semula tanpa ada luka sedikitpun.
'kekuatan mereka memang mengagumkan.' Batin Shikamaru.
"kagemane no jutsu." Bayangan Shikamaru langsung memanjang kearah Tobi. Dengan mudahnya Tobi terkena serangan Shikamaru. Kakashi lalu berlari dengan raikiri di tangannya.
"raikiri."
BRUKK
Tubuh Tobi ambruk saat terkena jutsu Kakashi barusan.
DHUARRRRR
"GOAAAARRRRRRRR."
Sanbi kembali mengamuk, dan menciptakan ombak yang cukup besar. Itachi lalu muncul cukup jauh dibelakang Sasuke.
"katon Gokakyou No jutsu." Itachi langsung menembakan bola api besar kearah Sasuke. Sasuke langsung membalikan badannya sambil membuat handseal.
"katon Gokakyou no jutsu."
BLARRRR
Sasuke kembali membuat Handseal dengan cepat.
"Chidori nagashi." Sasuke langsung mengalirkan chidori air danau tersebut, chidori tersebut merambat dengan cepat kearah Itachi. Itachi langsung melompat keatas. Ia sedikit kaget saat melihat Sasuke sudah berada di atas.
JLEBBB
Sasuke langsung menusuk perut Itachi menggunakan pedangnya. Darah segar langsung keluar dari mulut Itachi.
"ternyata kau telah menjadi…lebih kuat." Ucap Itachi. Tubuh Itachi kembali menjadi puluhan Gagak.
JRASHHH
Itachi yang muncul di belakang Sasuke, langsung menusukan kunainya ke punggung Sasuke. Setelah itu Itachi langsung menendang tubuh Sasuke.
JRASHH DHUAGHHHH
"arghhhhh."
"SASUKE-KUN." Teriak Sakura.
"Tobi, bangunlah bantu aku membereskan ninja konoha itu." Ucap Itachi. Tobi yang tadi tengah mengapung di atas permukaan air, langsung berdiri. Kakashi, Shikamaru dan Chouji membelalakan matanya saat Tobi berdiri kembali seperti semula.
"baik Itachi-senpai." Jawab Tobi.
"ada apa sebenarnya? Apa yang terjadi?" Tanya Shikamaru bingung karena anggota akatsuki yang tadi terkena raikiri Kakashi tidak mengalami luka sedikitpun.
"kenapa raikiri ku tidak melukainya?" Tanya Kakashi entah pada siapa.
"Katon: Gōkakyū no Jutsu."
Itachi sedikit terkejut saat Sasuke menembakan bola api kearah Itachi. Itachi lalu membuat handseal dengan cepat.
"Katon: Gōkakyū no Jutsu."
BLARRR
Kedua jutsu tersebut saling bertabrakan, Sasuke lalu berlari kearah Itachi dengan cepat. Tanpa Sasuke sadari segel kutukannya memenuhi tubuhnya.
TRANK TRANK TRANK JRASH
Itachi berhasil melukai lengan kanan Sasuke dengan kunainya. Perlahan mata Itachi berubah menjadi mangekyou sharingan.
"Itachi, kenapa kau membantai clan Uchiha? Kenapa kau tega membunuh IBU DAN AYAH,HAH?" Tanya Sasuke dengan nada tinggi, ia menatap Itachi tajam. Tiba-tiba tubuh Itachi tidak bisa di gerakan.
"kagemane no jutsu berhasil." Ucap Shikamaru. Itachi hanya memandang datar kearah Shikamaru.
"Demonic Illusion: Burning Paper Body."
BYURRR
Tubuh Shikamaru lalu tercebur ke danau, Kakashi lalu membawa Shikamaru kembali ke permukaan danau.
"ARGHHHHHH." Shikamaru berteriak seperti orang kesakitan.
"kai." Ucap Kakashi. Shikamaru lalu membuka matanya, mencoba mengingat kejadian barusan.
"terima kasih Kakashi-sensei." Ucap Shikamaru dan Kakashi hanya menganggukan kepalanya.
Itachi melirik kearah Sasuke yang berada di belakangnya. Semua ninja konoha kaget karena melihat tubuh Sasuke di penuhi segel kutukan.
"akan ku bunuh kau Itachi. Chidori." Lalu di tangan Sasuke sudah ada chidori. Sasuke lalu berlari kearah Itachi.
BLARRR JRASHH
Serangan Sasuke dapat di tahan oleh suatu tangan besar yang tiba-tiba keluar dari tubuh Itachi. Itachi lalu menusuk perut Sasuke dengan kunai di tangannya.
"arghhhh."
"GOARRRRRRRRR"
DHUARR DHUARR DHUARRR DHUARR
Sanbi menembakan peluru air besar kearah ninja-ninja yang berusa menyegelnya. Shizune, Ino dan Sakura lalu terpental terkena serangan sanbi. Sasuke lalu melompat kearah Kakashi dan yang lainnya.
"kalian baik-baik saja?" Tanya Kakashi kepada Shizune, Ino dan Sakura.
"kami baik-baik saja." Ucap mereka bertiga. Kakashi, Shizune dan Sasuke lalu menatap tajam kearah dua anggota Akatsuki di depannya.
"Tsukoyomi."
BYURR
"KAKASHI-SENSEI, SHIZUNE-SENSEI,SASUKE-KUN." Teriak Ino dan Sakura saat Kakashi, Shizune dan Sasuke langsung tercebur ke danau. Shikamaru, Chouji dan Sakura lalu membawa Kakashi, Shizune, dan Sasuke ke pinggir danau.
"GOARRRRRR."
SYUTTT DHUARRR DHUARR DHUARRR
Itachi dan Tobi dengan mudahnya menghindari peluru air sanbi tersebut. Itachi lalu menutup matanya satu, perlahan darah segar keluar dari mata Itachi.
"Amaterasu."
"GOAAARRRRRRRRRR."
Tubuh Sanbi terbakar api hitam, tak berapa lama Sanbipun sudah mengambang di danau. Shikamaru yang melihat itu menatap tak percaya karena Sanbi dengan mudah di kalahkan.
"sebaiknya kita pergi dari sini. Mereka terlalu kuat." Ucap Shikamaru dan di jawab anggukan kepala oleh Sakura, Ino dan Chouji. Mereka langsung pergi dari danau tersebut sambil membawa Kakashi, Shizune dan Sasuke. Perlahan api hitam di tubuh Sanbi menghilang.
Di desa yang Nampak sedang hujan.
Terdapat dua orang yang memakai jubbah Akatsuki.
"nampaknya Itachi dan Tobi tidak bisa membawa Sanbi. Konan pergilah ke tempat Itachi dan Tobi, gunakan jutsumu untuk membawa Sanbi! Kita harus segera menyegelnya, ini prioritas utama!" ucap sang ketua Akatsuki tersebut kepada perempuan di sambingnya.
"baik." Perempuan berjubah akatsuki tersebut menghilang dalam bentuk-bentuk kertas yang berterbangan.
.
.
.
.
.
Esok Harinya.
Naruto membuka matanya saat sinar matahari menerpa wajahnya. Ia lalu bangkit dan berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan badannya. Beberapa menit kemudian Naruto keluar dengan handuk melilit di pinggangnya, dari ujung rambutnya masih terdapat butiran-butiran air. Ia lalu memakai baju yang seperti biasanya, rambut pirangnya yang sedikit berantakan sama seperti rambut Yondaime Hokage. Naruto lalu berjalan ke ruang bawah di mana semua anggotanya berkumpul.
"pagi Naruto-kun." Sapa Haku, Hinata dan Karin sambil tersenyum kearah Naruto.
"hn, pagi Haku-chan, Hinata-chan, Karin-chan." Balas Naruto sambil duduk.
Tiba-tiba Karin merasakan chakra Shinobi yang menuju desa kecil ini.
"Naruto-kun ada musuh yang bergerak kesini. Dan sepertinya mereka bukan orang biasa Naruto-kun." Ucap Karin. Naruto dan seluruh anggotanya keluar dari rumah, mereka semua memperhatikan segala penjuru desa kecil.
"Kuchiyose no Jutsu."
DHUARRRRRR DHUARRRRR
Tiba-tiba Munculah anjing berkepala dua dan badak besar yang menghancurkan rumah-rumah di desa kecil tersebut. Naruto dan seluruh anggotnya langsung melompat keatap rumah salah satu penduduk di desa tersebut.
"TOLONGGGGG."
"TOLONG KAMIIIII"
"dimana Uzumaki Naruto berada?"
"kami tidak tahu."
JRASHHH
"ARGHHHHHHHHH." Kepala orang tersebut terlepas dari tubuhnya oleh orang di depannya.
"siapa mereka?" Tanya Kimimaro entah pada siapa. Haku langsung membuat handseal.
"ice elements: a thousand spears of ice."
Di atas Haku sudah muncul ratusan tombak es, ia langsung mengarahkan kearah anjing dan badak besar yang sedang menghancurkan rumah-rumah di desa kecil ini.
SYUTTTT JRASHH JRASHH
Haku hanya mendecih tidak suka saat anjing tersebut makin banyak. Mata Naruto dengan cepat berputar dan akhirnya menjadi rinnegan.
"Chikushōdō: Kuchiyose no Jutsu."
POFFF
Di depan Naruto muncul anjing berkepala dua, badak dan burung besar.
GHOARRRRRR DHUARRR DHUARRR
Pertarungan sengit antara kuchiyose Naruto melawan hewan Kuchiyose lawannya.
"mereka datang Naruto-kun." Ucap Hinata dengan byakugan yang sudah aktif.
ZWUSHHH TAP
Muncul ke enam orang yang memakai jubbah Akatsuki di atas salah satu rumah penduduk di desa tersebut.
'mereka semua..bukannya yang berada di mimpiku dulu?' batin Naruto.
"Uzumaki Naruto, akhirnya aku menemukanmu. Dan ternyata dalam kelompokmu ada Jinchuuriki Ichibi dan Rokubi." Ucap orang yang memilik rambut blonde orange dengan nada dinginnya sambil melirik kearah Gaara dan Utakata.
'mereka juga mempunyai mata rinnegan.' Batin Gaara.
"siapa kau sebenarnya? Dan apa mau kalian?" Tanya Utakata dingin.
"aku adalah pemimpin Akatsuki, namaku Pain. Serahkan bijuu kalian semua." Ucap orang tersebut dengan nada dingin dan wajah datarnya.
"tsk, sialan kau." Geram Utakata.
"hn, kau terlalu percaya diri." Ucap Gaara dengan nada datarnya. Keenam orang berjubah akatsuki tersebut diam tidak menjawab.
"mari kita mulai….Pain." ucap Naruto dengan wajah datarnya dan mata rinnegannya.
.
.
.
.
.
.
TBC
HY MINNA BAGAIMANA DENGAN CHAPTER INI? MEMBOSANKAN GK?
KALAU ADA YANG MAU NANNYA REVIEWS.
RNR YAH MINNA PLEASE.
TUNGGU CHAPTER 19NYA MINNA.
