gomen telat banget ;A; inet saya berulah lagi, makanya saya juga nggak main elsword akhir-akhir ini *seiza

disclaimer: check chapter 1 ;w;


R – Reincarnation
Summary: Dia terus berharap untuk bisa bertemu dengannya sekali lagi. Dia ingin bertemu dengan wanita yang tidak ia ketahui namanya dan terus selalu bertemu dengannya.
World: AU
Genre: Romance
Words: 390

Eve: Various/Code Nemesis
Chung: Various/Deadly Chaser

.

.

.

Dia pernah bermimpi kalau dia adalah seorang tentara, dan gadis itu adalah seorang bangsawan. Dua insan yang seharusnya tidak pernah bertemu, namun disatukan oleh takdir hanya untuk terpisah dengan kejam.

Pernah juga dia bertemu dengannya sebagai seorang pangeran dan gadis itu sebagai seorang ratu. Mereka menjadi seorang sepasang kekasih, namun berakhir dengan dia membunuh gadis itu dengan tangannya sendiri.

Banyak sekali mimpi yang menceritakan tentang dirinya dengan seorang gadis yang tidak dia ingat, yang, sama seperti mimpi lain, akan terlupakan seketika dia terbangun dari tidurnya layaknya penghias tidur lainnya. Yang dia ingat hanyalah perasaan rindu dan keinginan untuk bertemu dengan wanita yang selalu ia temui dalam mimpinya.

Dia bahkan tidak mengetahui apapun tentang wanita itu; yang ia ingat hanyalah rambut peraknya yang tergerai lembut dan mata emasnya yang terlihat dingin, namun menyimpan banyak sekali emosi yang tidak pernah ia tunjukkan pada dunia.

Dia tahu hanya dia yang mengetahui tentang perasaan wanita itu—entah bagaimana, dia sendiri tidak tahu. Yang penting, dia merasa dia seharusnya berada di sisi wanita itu sebagai satu-satunya orang yang mengerti tentangnya.

Oleh karena itu dia terus berharap untuk bisa bertemu dengannya sekali lagi. Dia ingin bertemu dengan wanita yang tidak ia ketahui namanya—nama juga tidak penting, karena dia akan langsung tahu jika sekali melihatnya—dan terus selalu bertemu dengannya.

.

.

.

Entah hanyalah sebuah kebetulan atau takdir, dia melihat wanita itu.

Wanita itu hanya berjalan melewatinya, rambut peraknya tergerai tertiup angin bersamaan dengan setiap langkahnya, membuatnya terlihat lebih mengagumkan daripada semua yang telah ia lihat di mimpinya.

Dia tahu; dari semua yang telah ia lihat dalam mimpinya, mereka akan bertemu dan akan terpisah dengan tragis. Jika dia bertemu dengannya sekarang, mungkinkah mereka hanya akan bertemu dengan akhir yang tidak indah? Akankah dia hanya akan membuat wanita itu sengsara hingga menyesal bertemu dengannya?

Dia merasa telah menanyakan pertanyaan itu pada dirinya sendiri. Bahkan jauh sebelum dia terlahir, ketika dia adalah salah satu dari dirinya dalam mimpinya.

Dia tahu itu, namun dia tidak bisa menghentikan perasaan rindu yang membuatnya ingin menyentuh gadis itu dan menariknya dalam pelukannya, kemudian tidak akan pernah melepaskannya lagi.

Dan dia benar-benar melakukannya.

.

.

.

"Namaku Chung Seiker."

Akhirnya kau menemukanku juga.

"Namaku Eve."

Kau membuatku menunggu, dasar bodoh.

"Senang bertemu denganmu."

Aku menjabat tanganmu yang lebih besar dari milikku.

Aku tidak akan melepaskanmu lagi.