Warning: OOC!Eve, pedo!chung, garing, de el el uwu #jduk

disclaimer: check chapter 1 c:


S – Sister
Summary: "Kalau sudah besar nanti, Eve ingin menjadi secantik kak Chung!" "Walaupun kakakmu ini laki-laki?"
World: AU
Genre: Humor/Family (Romance?)
Words: 468

Chung: Fury Guardian
Eve: Base

.

.

.

Hal yang paling di sukai Chung Seiker adalah anak kecil.

Dia suka melihat anak-anak berlari bahagia. Dia suka melihat senyum anak kecil. Dia suka bermain dengan anak kecil. Sampai-sampai di kertas cita-cita yang di serahkan guru BK untuk memutuskan minat, Chung menuliskan dia ingin menjadi guru TK.

"Dasar pedofil." Teman baiknya, Elsword Sieghart, menyeletuk begitu melihat Chung menyerahkan kertas itu pada gurunya. Bahkan gurunya juga memberi tatapan menuduh yang sama.

Hei, menyukai anak kecil dan mencintai anak-anak alias pedofil itu ada bedanya. Tipis.

Kembali ke topik, walaupun Chung menyukai anak-anak, dia paling tidak suka kalau ada anak kecil yang menangis. Demi apapun, tangisan anak kecil itu berisik sekali hingga dia merasa gendang telinganya bisa pecah kapan pun dia mendengarnya. Apalagi kalau anak kecil memainkan rambutnya yang panjang dan mengatainya perempuan. Demi tuhan dia bisa saja mencekik anak itu hingga mati dan membuang mayatnya supaya tidak di temukan oleh orang tuanya.

Itulah sebabnya dia paling menyukai adik sepupunya; anak kecil penurut dan pendiam dan manis dan banyak kata-kata lain yang cocok mendeskripsikan anak itu. Pokoknya; dia sempurna.

"Kak Chung, Eve membuat kalung bunga ini!" Adik sepupunya—Eve namanya—berjalan ke arahnya sambil mengacungkan sebuah kalung yang terbuat dari bunga warna-warni. Hati Chung merasa tertancap oleh panah cupid begitu melihat sikap adik sepupunya yang manisnya sudah overload.

"Waah, Eve hebat ya!" Chung tertawa sambil menunduk sementara Eve mengalungkan benda itu di lehernya.

Eve tersenyum kecil, kemudian duduk di hadapan Chung sambil memetik bunga di taman bunga keluarga Seiker dan menyematkannya di telinganya dan telinga Chung. "Nah, sekarang Eve jadi tuan putri!"

"Yup, Eve memang putri yang manis!" Chung mengiyakan sambil tersenyum lebar, berusaha untuk menahan mimisan yang sejak tadi hendak keluar.

"Dan kak Chung yang jadi ratunya!"

GREK.

Chung mematahkan batang bunga yang sejak tadi ia genggam dengan erat. Oh sial. Sekarang perasaannya konflik gara-gara Eve yang manis menyebutnya dengan sebutan yang ia anggap tabu.

Tanpa perasaan berdosa, Eve duduk di pangkuan Chung. Dan sekali lagi, menjatuhkan bom, "Kalau sudah besar nanti, Eve ingin menjadi secantik kak Chung!"

DOR.

Berusaha sekuat tenaga untuk menahan senyum (dan tangannya yang hendak mengacak-acak rambut Eve tanpa ampun), Chung bertanya, "Walaupun kakakmu ini laki-laki?"

Eve mendongak, dia terlihat bingung. Chung sudah menduga kalau Eve akan menanyakan pertanyaan yang kurang ajar lagi—dia sudah siap memberi hukuman, loh—dan tidak menduga kalau Eve malah mengatakan hal yang tidak ia duga—

"Kalau begitu, Eve mau menikah saja dengan kak Chung!"

DUAGH.

Hati Chung sudah disundul oleh kepala Cupid.

"Un! Nanti kak Chung akan menikahi Eve!" Chung menutup hidungnya yang sudah mimisan, kemudian memberikan jari kelingkingnya. Eve dengan bahagia melingkarkan jari kelingkingnya dengan jari Chung yang lebih besar darinya.

Itulah kisah cinta pertama seorang Chung Seiker.