CHAPTER 3

Tidak seperti biasanya, saat Daehyun membuka mata sisi tempat tidur di sampingnya masih kosong.

Baekhyun belum kembali.

Daehyun bangkit dari tempat tidurnya, namja bersurai madu tersebut kemudian berjalan menuju ke kamar mandi yang berada di dalam kamar.

Kering.

Permukaan bathtub dan wastafel semuanya masih kering, tanda belum ada yang menggunakannya pagi ini.

Daehyun tidak menghiraukan hal itu.

Setelah mandi, hanya dengan selembar handuk yang melingkar di pinggangnya Daehyun membuka lemari, mencari pakaian yang akan ia kenakan.

Hari ini hari Sabtu, ia libur dan berencana akan menghampiri Youngjae. Jadi Daehyun akan mengenakan pakaian yang nyaman serta membuatnya terlihat sangat tampan hari ini, untuk membuat Youngjae terpesona tentu saja. Pilihan Daehyun jatuh pada celana jins biru dan kaos berwarna putih dengan gambar monyet di bagian depannya.

.

.

.

"Youngaje… Youngjae…," Daehyun bersenandung memanggil-manggil pujaan hatinya.

Dari balik gorden jendela Youngjae mendengus sebal. Rencananya untuk bersantai seharian ini musnah sudah, bahkan di akhir pekanpun ia harus bertemu dengan atasannya yang menyebalkan itu.

"Youngjae… Youngjae… Ayo buka pintunya, aku tahu kamu ada di dalam!"

Youngja tahu, Daehyun tidak akan menyerah. Yang ada justru dirinya yang kelaparan seharian di dalam rumah kalau tidak mau membukakan pintu.

.

.

.

Jarum jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam tapi Daehyun belum berniat untuk melangkahkan kaki pergi dari rumah Youngjae, padahal sang tuan rumah sudah beberapa kali menguap dengan lebarnya.

"Kalau ngantuk tidur aja, Jae. Atau mau aku nyanyiin lullaby?" komentar Daehyun ketika untuk kesekian kalinya Youngjae menguap.

"Iya, aku mau tidur. Kamu pulang ya, kamu kan juga butuh istirahat," Youngjae mengusir dengan halus.

"Tapi aku mau nemenin kamu sampai kamu tidur. Aku juga mau nyanyiin lullaby buat kamu."

"Nyanyi aja buat Baekhyun hyung, aku nggak perlu."

Daehyun keukeuh tidak mau beranjak dari tempatnya. "Baekhyun palingan juga belum pulang."

Youngjae mengalah. Ia masuk ke dalam kamarnya tanpa mengunggu Daehyun pulang terlebih dahulu. Namja berkulit tan tersebut terlalu keras kepala, dengan cara apapun Youngjae mengusirnya kalau ia belum ingin pulang maka ia tidak akan pulang.

Sebelum Youngjae sempat menutup dan mengunci pintu Daehyun menahannya. Walaupun tubuh Daehyun lebih kecil tapi tidak dengan tenaganya, ia berhasil menahan Youngjae untuk tidak menutup pintu terlebih dahulu dan ikut masuk ke dalam kamar.

"Aku mau tidur disini malam ini," ucap Daehyun. Ini adalah sebuah keputusan yang harus diterima Youngjae, bukan permintaan izin untuk menginap.

.

.

.

Saat Daehyun pulang suasana rumahnya masih sama persis seperti saat ia pergi kemarin. Tidak ada satupun lampu yang menyala, juga tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali di dalamnya. Penasaran, Daehyun berbelok ke dapur terlebih dahulu untuk memeriksa meja makan. Kalau Baekhyun sudah pulang di atas meja makan pasti terdapat berbagai macam makanan hasil 'buruan' Baekhyun, tapi kali ini meja makan mereka yang terbuat dari marmer kosong.

"Baekhyun hyung tidak pulang semalam?" gumam Daehyun. "Ah, palingan dia pergi keluar negeri buat shopping disana."

Awalnya Daehyun menikmati ketiadaan Baekhyun di rumah mereka, tapi setelah seminggu istrinya itu tidak pulang dan mendapati barang-barang Baekhyun sudah tidak ada lagi di tempatnya semula Daehyun mulai mencarinya.

Daehyun mencari Baekhyun di kantornya, tapi atasan Baekhyun mengatakan namja yang berstatus sebagai 'istri'nya itu sudah mengundurkan diri lebih dari seminggu yang lalu. Kemudian Daehyun berusaha menanyakannya pada Chanyeol namun namja tiang listrik itu juga tidak tahu menahu perihal kepergian Baekhyun, hanya saja mereka memang sudah cukup lama tidak bertemu.

"Kenapa nggak coba cari di rumah orang tuanya?" usul Youngjae yang mengetahui masalah Daehyun.

"Ah iya, kenapa aku nggak cari kesana ya? Kamu mau nemenin aku?" Daehyun memandang Youngjae penuh harap.

TBC

Biar sedikit yang penting update kan? Hehehe...