CHAPTER 6

.

Zelo telah kembali pulang ke tempat asalnya bersama Jongup sehingga kini hanya ada Daehyun dan Youngjae di rumah mereka, atau rumah Daehyun tepatnya.

"Dae, jadi mau ke supermarket?" tanya Youngjae yang bingung mau melakukan apa.

Daehyun menghentikan kegiatannya mengunyah cheesecake. "Heum…"

"Ayolah, Dae… Aku bosan disini terus…"

"Araseo. Kajja kita berangkat sekarang."

.

Skip time, at the supermarket…

.

"Jae, chakkaman." Daehyun menahan pergelangan tangan kanan Youngjae agar namja itu berhenti.

"Wae?" Youngjae mengikuti arah pandang Daehyun. "Mwo? Baekhyun hyung?"

"Ne, Baekhyun hyung," Daehyun mengulanginya.

Tanpa berpikir panjang keduanya segera berlari menembus keramaian menuju ke tempat Baekhyun berdiri, di depan stan bubble tea.

"Baekhyun hyung," panggil Daehyun saat namja yang dikejarnya justru berjalan menjauh. Dilihat dari kecepatannya berjalan bisa disimpulkan ia sengaja menghindar.

Youngjae ikut berlari di belakang Daehyun tanpa mempedulikan orang-orang di sekitar yang kini memperhatikan mereka. Mungkin orang-orang mengira DaeJae sedang mengejar copet. Tapi keduanya tidak peduli.

Grep!

Akhirnya Daehyun berhasil mendapatkan istirnya yang sudah cukup lama menghilang dan memeluknya erat.

"Baekhyun hyung… Yeobo… Kamu kemana aja selama ini eoh?"

"Daehyun-ah, mianhae…" Baekhyun melepaskan pelukan namja yang masih berstatus sebagai nampyeonnya.

"Baek, pulanglah…"

"Aku akan pulang jika sudah waktunya. Suatu saat nanti aku pasti akan pulang, walaupun hanya sebentar."

.

.

.

Daehyun kembali berpisah dengan namja yang masih berstatus sebagai istrinya itu setelah Baekhyun berjanji akan kembali suatu saat nanti, entah kapan. Tapi Daehyun yakin jika waktunya telah tiba Baekhyun akan menepati janjinya. Hal itu tentu saja menyakiti Youngjae yang beberapa bulan belakangan ini telah setia menemani Daehyun dari mulai namja itu membuka mata di pagi hari hingga menutup mata di malam hari, bahkan tidurpun keduanya berdampingan.

Youngjae sudah tidak tahan lagi melihat Daehyun yang belakangan ini menghabiskan hari-harinya hanya untuk duduk terdiam, menunggu kepulangan istrinya yang tidak pasti kapan.

"Dae," panggil Youngjae sembari meletakkan pantatnya di sofa yang berhadapan dengan sofa yang didudukki Daehyun.

Daehyun hanya memberi kode pada Youngjae untuk kembali berbicara, memberi tahu bahwa ia mendengarkan walaupun tidak menjawab.

"Kamu masih mencintai Baekhyun hyung?" tanya Youngjae hati-hati, ia telah menyiapkan kata-kata sebelum beranjak kesini.

Cukup lama Daehyun hanya terdiam di tempat duduknya, Youngjae tahu Daehyun sedang berpikir, maka dari itu ia menunggu dalam diam.

"Aku tidak yakin akan perasaanku sendiri. Setahuku aku mencintaimu, Jae. Tapi ada sesuatu, sesuatu yang membuat aku menginginkan Baekhyun hyung kembali. Tapi aku tidak tahu apa itu. Bisakah kau mengerti, Jae? Tetaplah disini, temani aku…"

Dengan berat hati Youngjae mengangguk. Di satu sisi ia ingin tetap terus bersama dengan Daehyun seperti yang namja itu minta, di sisi lain ia ingin pergi karena takut tersakiti.

.

.

.

Sebelas tahun kemudian…

Bertahun-tahun Daehyun terus menunggu kepulangan Baekhyunnya, namun namja yang ditunggu tidak pernah sekalipun menampakkan batang hidungnya. Hingga pada tahun yang kedelapan Daehyun berhenti menunggunya, ia beranggapan bahwa Baekhyun telah melupakan dirinya dan juga janjinya.

Dan hari ini Daehyun telah memutuskan untuk juga menghapuskan Baekhyun dari kehidupannya. Ia rasa waktu yang ia beri telah habis. Kesabarannya sudah ada pada batas akhir. Daehyun tidak bisa membuat Youngjae menderita dengan hubungan tanpa status mereka lebih lama lagi, maka dari itu sebulan yang lalu ia melamar Youngjae saat keduanya berlibur ke Busan. Setelahnya Daehyun segera menemui kedua orang tua Youngjae dengan membawa orang tuanya sendiri, melamar namja yang telah setia menemaninya sebelas tahun belakangan ini secara resmi. Hingga hari ini tiba, hari dimana Daehyun dan Youngjae akan resmi menikah walaupun status Daehyun belum resmi bercerai dari Baekhyun, sebenarnya.

"Mempelai pria silahkan mencium mempelai perempuan…"

Daehyun mendekatkan wajahnya ke wajah Youngjae yang kini berdiri berhadapan dengannya. Para haridrin di samping mereka memperhatikan dengan seksama, bersiap untuk bertepuk tangan saat bibir keduanya bertemu.

CUP!

Sebuah kecupan singkat Daehyun daratkan di bibir kissable Youngjae diiringi tepuk tangan meriah yang menggema di dalam ruangan gereja.

.

.

.

Upacara pernikahan telah selesai, begitupun dengan jamuan makannya. Kedua mempelai yang berbahagia telah kembali ke rumah mereka. Sebenarnya Daehyun telah menyiapkan sebuah apartemen baru untuk mereka tinggali setelah menikah, namun karena kesibukan keduanya menjelang pernikahan, apartemen baru mereka belum sepenuhnya terisi dan belum siap untuk digunakan. Jadilah Daehyun dan Youngjae akan menghabiskan malam pertama mereka di rumah yang telah menjadi saksi bisu hubungan keduanya selama sebelas tahun belakangan ini.

Ting Tong….

Ting Tong….

Ting Tong…

Bel rumah berbunyi tiga kali, memaksa Daehyun yang sedang bermalas-malasan di atas sofa setelah lelah beraktivitas seharian bangkit untuk membukakan pintu.

Ceklek!

Pintu terbuka, menampilkan sosok yang sama sekali tidak Daehyun duga di depan pintu. Baekhyun.

Dalam hati Daehyun sedikit menyesal, kenapa Baekhyun kembali justru disaat ia telah menikah dengan Youngjae.

Namja itu – Baekhyun – telah berubah sepenuhnya. Waktu sebelas tahun sudah membuatnya berubah sangat drastis, untunglah Daehyun masih mengenali 'istri'nya itu.

Pandangan mereka bertemu, namun Daehyun segera mengalihkan pandangannya ke seorang namja kecil yang berdiri di samping Baekhyun. Wajahnya sangat mirip dengan Baekhyun, hanya saja matanya sedikit berbeda. Daehyun merasa ia mengenal mata itu.

Tunggu, namja kecil itu anak Baekhyun… dengan dirinya? Tapi Daehyun tidak pernah tahu Baekhyun mengandung… Atau Baekhyun telah menikah dan memiliki anak dengan orang lain setelah mereka berpisah karena kepergian Baekhyun?

"Boleh aku masuk?" suara Baekhyun memecah keheningan yang meliputi mereka selama beberapa saat.

"Nde… Silahkan masuk, ini kan rumahmu juga."

Daehyun dan Baekhyun duduk berhadapan di sofa ruang tengah dengan canggung, sedangkan namja kecil yang dibawa Baekhyun justru kini tidur bersandar pada sofa dengan sangat nyaman. Cepat sekali ia tertidur.

Tidak ada yang berniat untuk memulai pembicaraan hingga Youngjae datang, hanya dengan mengenakan bathrobe karena ia baru saja selesai mandi dan tidak tahu jika ada Baekhyun disana.

"Dae, aku… Oh, Baekhyun hyung? Sebentar aku buatkan minuman." Youngjae lansung berbalik arah menuju ke dapur untuk membuatkan 'tamu' mereka minuman. Sebenarnya minuman hanyalah sebuah alasan belaka, ia tidak tahu harus berbuat apa di hadapan Baekhyun yang sudah bisa dipastikan mencapnya sebagai "perebut suami orang".

.

.

.

Hampir satu jam lamanya Daehyun dan Baekhyun duduk berhadapan dalam keadaan saling terdiam. Youngjaepun setelah menyuguhkan minuman langsung kembali bersembunyi di dalam kamarnya, sesekali ia mengintip melalui celah pintu, melihat apakah Baekhyun sudah pulang atau belum.

Malam pertama DaeJae yang seharusnya mereka lewatkan dengan penuh kehangatan kini justru penuh kecanggungan dan kebingungan seperti ini.

"Hoaamm… Appa… Lapar! Taehyungie mau makan!" seru namja kecil yang menyebut dirinya sendiri Taehyungie itu sesaat setelah ia terjaga dari tidurnya.

"Appa? Jadi Baekhyun adalah appa namja kecil ini? Lalu, siapa eommanya?" tanya Daehyun dalam hati.

"Taehyungie lapar eoh? Ayo ikut, ahjussi punya banyak makanan di dapur," Daehyun berusaha memecah kecanggungan diantara mereka dengan mengajak Taehyung makan.

Namja kecil itu makan dengan sangat lahap, sepertinya ia benar-benar kelaparan.

"Anakmu, Baek?" akhirnya Daehyun memberanikan diri untuk bertanya guna mengobati rasa penasarannya.

"Anakmu," jawab Baekhyun.

"Anakmu?"

"Anakmu!"

"Anakku?" Daehyun menunjuk hidungnya dan dijawab dengan sebuah anggukan oleh Baekhyun. "Jinjja?"

Baekhyun kembali mengangguk.

"Kenapa dia memanggilmu dengan sebutan 'appa'?"

"Karena dia sudah memiliki eomma yang lain."

"Eomma yang lain?"

"Aku memang mengandung dan melahirkannya, tapi akan sulit untuk Taehyung menerima kenyataan bahwa eommanya adalah seorang namja, jadi aku memberinya seorang eomma yang adalah seorang yeoja. Itulah mengapa aku tidak pernah kembali kesini, dan sekarang aku pikir sudah saatnya Taehyung mengetahui semuanya."

.

END

.

.

Semoga tidak mengecewakan walaupun aku yakin bakal banyak yang kecewa, tapi nggak tahu harus gimana lagi...

Nggak nyangka juga sih ff yang di post karena sebenernya aku juga udah males lanjutin bisa selesai 6chap -_-

Gomawo buat yang udah follow, add to favorite, review - aku selalu baca semua review kalian walaupun nggak selalu bisa menerima usulan yang ada T.T

Juga terima kasih buat yang ngebash, udah ngeramein daftar review ff ini. Aku salut sama kamu, nggak suka tapi kok bisa baca sampai akhir -_- biasanya aku kalau udah nggak suka ya udah tinggalin, nggak sanggup baca sampai akhir apalagi kasih review berbaris-baris

.

.

.

Hanbeon deo, gomawo...