Chanbaek Fanfiction

.

GS for Baekhyun

.

"Kau hangat dan baik, jauh dari kesan pertamaku saat itu"

.

This storyline is MINE. Do not copy without permission okay :^)

.

Previous Chap :

Seorang namja memasuki rumahnya dan kaget melihat sebuah sepeda persis seperti yang ia gandeng saat ini

"K-kenapa bisa sama?" ucap namja itu

Bebarengan dengan itu, Baekhyun yang baru keluar dari kediaman Mrs. Park juga kaget dan berteriak

"Yakk! Itu kan sepedaku" teriak Baekhyun

.

3rd Chapter

.

Namja itu kaget saat ada yang berteriak dari dalam rumahnya, ia terlalu asik memandangin sepeda itu. Lalu, Namja itu menoleh ke asal suara tersebut dan melihat seorang yeoja berseragam sama dengannya tengah memerah menahan amarah.

"Yak kau, namja tiang!" teriak Baekhyun lagi karena teriakan pertamanya merasa diacuhkan oleh namja tersebut.

"Kau memanggilku?" Tanya namja itu polos

"ne, siapa lagi yang ada disitu selain kau" balas Baekhyun lalu mendekat ke tempat Namja itu

"Kau.. sepertinya sepeda ini tak asing denganku.." ucap Baekhyun sambil menyelidiki sepeda biru yang digandeng Namja itu.

"Yak! Ini kan sepeda ku" teriak Baekhyun sambil menunjuk jok sepedanya setelah melihat sebuah stiker smurf di bagian jok bawah sepeda itu

"Tidak! Ini sepedaku" elak Namja itu

Tiba-tiba, dari dalam mrs. Park keluar karena mendengar sedikit keributan di rumahnya.

"Chanyeol, kau sudah pulang nak?" ucap pada anaknya dan disambut oleh muka terkejut Baekhyun

"Ne eomma. Siapa yeoja galak ini eomma?" tanya Chanyeol sambil menunjuk Baekhyun

"oh, dia anak teman SMA eomma" jelas eommanya

"Ohh begitu" balas Chanyeol

"Kalian kenapa ribut-ribut eoh? Eomma sampai mendengarnya dari dapur" tanya mrs. Park lembut

"Eum.. begini ahjumma, sepeda yang digandeng anak ahjumma, itu adalah sepedaku" jelas Baekhyun

"Itu tidak benar eomma, ini sepedaku" elak Chanyeol

"Kalau kau tak percaya, lihat saja dibawah jok sepeda itu, disana ada stiker smurf" balas Baekhyun, lalu Chanyeol memerhatikan sepeda itu dan benar disana tertempel stiker smurf

"Lalu, kalau begitu yang itu sepedaku dong?" tanya Chanyeol sambil menunjuk sepeda yang ada dipojokan garasi.

"Mana kutahu" ucap Baekhyun acuh

"Kalau begitu.. siapa yang telah membawa sepeda ini kalau bukan kau hah? Dasar kau pencuri" balas Chanyeol kesal

"Chanyeol! Jangan menuduh orang sembarangan, apakah eomma pernah mengajarkanmu seperti itu? Dengarkan dulu alasan Baekhyun kenapa bisa membawa sepedamu" jelas dengan nada meninggi

"Baiklah eomma. Sekarang, jelaskan padaku alasan kau membawa sepeda itu" ucap Chanyeol pasrah

"Jadi, tadi siang sepulang sekolah eomma meneleponku karena panik aku lalu mengambil sepedaku.. aku tak menyadari bahwa disana ada 2 sepeda yang sama, biasanya hanya ada satu sepeda gunung warna biru di sekolah" jelas Baekhyun

"Oh.. pantas saja.. Chanyeol ini anak baru disana jadi mungkin sepedanya tak sengaja sama denganmu.. kalau begitu, Chan kau kembalikan sepeda Baekhyun ya" pinta pada Chanyeol

"Tapi, rantainya putus dijalan tadi eomma" lirih Chanyeol

"Yak! Kalau begitu, aku pulang naik apa aish" ucap Baekhyun

"Kalau begitu, Chan kau antarkan Baekhyun sampai rumahnya dengan sepedamu ya" pinta mrs. Park dan disambut anggukan pasrah Chanyeol

Diperjalanan, mereka berdua nampak canggung, tidak ada yang memulai duluan. Baekhyun duduk di depan, sedangkan Chanyeol duduk di jok sepedanya. Mungkin posisi mereka juga yang membuat mereka dalam suasana canggung. Saat ingin berbelok, tiba- tiba seekor kucing muncul dari sisi kanan jalan dan membuat Chanyeol banting stir ke kiri, mereka tidak terjatuh namun posisi tangan Baekhyun yang satu tengah memegang tangan kiri Chanyeol, dan satunya lagi sedang berpegangan pada handlebar (stang) sepeda Chanyeol.

"Sudah puas noona Byun?" tanya Chanyeol lembut

"eh, mian.." sesal Baekhyun

"Gwaenchana.. soal yang tadi dirumahku.. aku minta maaf" ucap Chanyeol tulus

"eh, seharusnya aku yang minta maaf. Maaf karena membentak mu dan maaf karena menuduhmu mengambil sepedaku, padahal aku duluan yang mengambil sepedamu" balas Baekhyun dengan sedikit candaan lalu mem pout kan bibirnya

"Hei, aku melihatnya.. jangan bertingkah imut didepanku.. atau jika tidak pipiku bisa merah karena kucubit" balas Chanyeol

"Adwae.. aku tak mau" balas Baekhyun dibuat histeris

"Kalau begitu.. kita teman sekarang?" ucap Chanyeol

"Ne kita teman.. atau jika mungkin.. kita sahabat" balas Baekhyun

"atau mungkin lebih?" canda Chanyeol

"Haha.. tak akan kubiarkan terjadi. Ternyata, kau tak seseram yang kubayang" ucap Baekhyun dan mereka berdua pun tertawa.

Flashback Off

Baekhyun tersadar dari lamunannya karena sebuah lemparan bola yang tak sengaja mengenai kepalanya, dan tiba-tiba ada anak yang setengah berlari ke arahnya

"Anyeonghaseyo nunna, aku ingin mengambi bola ku" ucap anak itu sopan

Baekhyun terdiam sesaat, sosok wajah itu sangat mirip dengan Chanyeol, perlahan butiran kristal dari mata Baekhyun keluar, sontak anak itu kaget

"Eh? Nunna~ uljima~ Mianhae kalau tadi bola ku tak sengaja mengenai kepala nunna~ jeongmal jeongmal mianhae" sesal anak itu sambil membungkuk berkali-kali.

"Eh? Gwaenchana, nunna menangis bukan karena itu kok~" Balas Baekhyun sambil mengelus rambut anak itu

"Ohh~ Baiklah kalau begitu.. Nunna tak boleh menangis lagi, karena jika menangis nunna akan terlihat seperti nenek sihir.. Daejun pergi dulu nunna~ Anyeong" canda anak lalu pamit pergi

"Kata-kata itu mengapa sama seperti yang kau ucapkan dulu boy.." lirih Baekhyun lalu mengambil sepedanya yang disenderkan olehnya di bangku samping ia duduk.

– Because of Bicycle –

Baekhyun sudah sampai rumah setengah jam lalu, tepatnya sekitar pukul 7 malam. Saat ini, Baekhyun hanya tediam di kamarnya hingga akhirnya terdengar bunyi ketukan pintu, menanndakan seseorang sedang mencarinya.

"Baekhyun.. makan dulu nak" ucap dari luar kamar

"Ne, baiklah eomma~ sebentar lagi aku turun" balas Baekhyun

Tak lama kemudian, Baekhyun bersiap untuk turun namun saat pertengahan menuruni tangga, Baekhyun bingung ada seorang Namja selain appanya yang ikut pada makan malam ini. Ia lalu mempercepat langkahnya dan berdiri dibelakang Namja itu, dan bertanya pada eommanya

"Eomma, nugu?" tanya Baekhyun sambil menunjuk-nunjuk namja itu

"Tanyakan saja sendiri" balas eommanya

"Hey kau, kau siapa?" tanya Baekhyun sambil menepuk pundak namja itu, kemudian Namja yang merasa tertepuk akhirnya menoleh.

"Hai~" sapa Namja itu lalu tersenyum

"k-kau?" kata Baekhyun dengan nada Shock

.

.

.

TBC

Gimana chapter 3 nya? Pas-pas an kah? Atau nambah gaje? Oh iya, disini adiknya Baekhyun, si Byun Baekjin selisih umur nya dengan kakaknya itu 2 tahun. Saya harap kalian menilai ff saya ini, biar saya tau dimana kelebihan dan kekurangan FF ini. Dan semakin banyak review dari kalian semakin cepat saya mempost chapter berikutnya