Deegggg

Cetaaaarrrr

Seperti ada halilintar yang mengelegar di dalam pikiran dan hatiku, apa katanya tadi mengakhiri hubunganku dengan Hermione, seolah dirinya adalah dewa, aku tidak akan mau dengan cara apapun aku akan tetap mempertahankanya.

"Maaf Professor saya tidak bisa, saya akan tetap mempertahankan Hermione agar tetap disisi saya." Kataku tegas.

"Jika begitu kau hanya akan memicu perang antar Serikat nak," kata Professor Dumbledor masih dengan sikap tenangnya.

"Dengan cara apapun Profesor," kataku kemuadian keluar dari ruangan Kepala Academy yang sangat tersohor itu.

CURSE

Disclaimer | J.K.R

©HarryPotter

Warning : Occ, alur cepat, dan banyak hal yang aneh di dalamnya

Happy Reading

Hermione Pov

Aku melihat Cedric keluar dengan wajah marah dari ruangan Kepala Academy. Ada apa denganya? Apa hal yang membuatnya sangat marah seperti itu, aku bergegas mengejarnya untuk menanyakan apa yang terjadi.

"Ced," aku memanggil Cedric.

"Tidak sekarang Mione," katanya kemudian pergi meninggalkanku.

Setelah hari itu aku jarang sekali bertemu dengan Cedric, di academy ataupun di luar, itu membuatku sangat kesepian karenanya.

"Lagi-lagi melamun Mione?" sapa Harry.

"Ah hai Harry,aku hanya heran mengapa aku sangat sulit menemui Cedric akhir-akhir ini" kataku Sedih.

"Tenanglah Mione, aku, Daphne dan Tori pasti akan membantumu" kata Harry menenangkan.

"Kau benar Harry mengapa tak terpikir olehku sebelumnya," kataku terlonjak dan segera menarik Harry untuk mencari Daphne dan Tori.

Cukup sulit menemukan dua kakak beradik itu, tapi setelah berkeliling academy,dan bertanya pada murid-murid lain, akhirnya kami mememukan mereka sedang berada di ruang pelatihan, entah apa yang mereka latih saat ini.

"Tori, Deph, sulit sekali mencari kalian?" kataku kesal.

"Ada apa Mione, dan kenapa kau menarik-narik kekasihku seperti itu?" kata Tori cemberut karena kekasihnya aku tarik-tarik sejak tadi.

"Oke maaf Tori akau hanya ingin dia menemaniku mencari kalian" kataku menyesal.

"Sudahlah, ada apa Mione?" tanya Daphne.

"Ini tentang Cedric, dia sangat sulit di temui beberapa minggu ini, apa kalian tahu apa penyebabnya?" tanyaku cemas. Daphne dan Astoria hanya saling memandang dengan tatapan simpati.

"Hei hentikan itu dan jelaskan padaku" kataku mulai kesal dengan kelakuan dua bersaudari ini.

"Kami masih belum tahu pasti Mione, tapi beberapa hari lalu Tori mendapatkan penglihatan yang buruk tentang ini…" Daphne tidak meneruskan kata-katanya kerena ragu.

"Lanjutkan Daph" kataku.

"Kau dan Cedric ada dalam masalah besar bila kalian tidak berpisah." Kata Daphne lagi.

"Bagaimana mungkin? Masalah apa?" tanyaku , mulai panik.

"Dengar Mione, kau tahu dalam waktu dekat akan ada utusan dari serikat Alice?" tanya Astoria. Aku hanya menggeleng.

"Dari penglihatanku mereka kesini untuk menjemput seseorang yang lama telah mereka cari keberadaannya." Kata Astoria

"Lalu?" tanyaku masih belum paham.

"Mereka akan menjemputmu Hermione, kau adalah salah satu dari serikat mereka yang lama hilang, dalam ramalan mereka kau lah yang akan menjadi pemimpin serikat mereka berikutnya, maka dari itu mereka berusaha mencarimu, dan kau tahu Mione, serikat Hogwarts dan Alice tak pernah rukun?" kata Daphne panjang lebar

Seolah ada batu besar yang menerjang kepalaku dengan semua kata-kata Daphne tadi, aku terhuyung mengetahui kenyataan yang sangat pahit ini, aku memang yatim piatu sejak lahir keluarga Ced lah yang merawat dan membesarkanku sampai mereka tewas dalam peperangan beberpa tahun yang lalu, aku sendrir tidak dapat mengingat masalaluku, tapi kini aku adalah seseorang dari serikat yang selama ini di jauhi oleh serikat tempat aku tinggal karena terkenal dengan kekutan gelap yang mereka miliki, aku tak sanggup untuk berpikir lagi, kepalaku berat dan tiba-tiba kegelapan menguasaiku, yah aku tidak sadarkan diri.

Cedric Pov.

Aku memang menghindari Hermione beberpa waktu ini, aku butuh menenangkan pikiranku dari semua ini, perang beberapa tahun yang lalu kembali teringat dalam benak ku perang melawan serikat Alice beberpa tahun lalu yang menewaskan kedua orang tuaku, dan sekarang aku menerima kenyataan bahwa Hermione adalah salah satu dari mereka, Hermione yang ku cinta, Hermione yang sangat berarti bagiku, tapi aku tidak merasakan aura gelap dari tubuhnya selama aku bersamanya tidak seperti anggota serikat Alice yang lain aura gelap mereka selalu mendominasi suatu tempat dimana mereka berada. Dan tak ku sangka sudah sebulan ini aku tidak melihat dan mendengar kabar darinya hingga saat ini aku dengar dia pingsan, aku segera bergegas ke Hospital Wings untuk melihat keadaannya.

Di Hospital Wings

Aku menatap Hermione yang sedang tidak sadarkan diri, dia hanya syok dan banyak pikiran itu yang di katakana Madam Pomfrey satu-satunya Healter di rumah sakit academy ini. Aku menatapnya, wajahnya pucat, tubuhnya lemah, apa yang membuat dia seperti ini, saat aku menatapnya Daphne dan Astoria datang menjenguknya.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Daphne terlihat cemas.

"Masih belum sadarkan diri." Kataku.

"Maaf, harusnya kami tidak memberitahuakan jika dia adalah salah satu anggota Serikat Alice yang lama hilang" kata Asoria mulai terisak.

Sejenak aku berpikir apa yang Tori maksud, dan akhirnya aku paham apa yang ia sampaikan pada Hermione.

"Tak apa Tori, cepat atau lambat dia akan mengetahuinya." Kataku mencoba menengkannya.

"Hermione kau akhirnya sadar" Daphne membuatku mengalihkan pandanganku pada Hermione yang telah sadakan diri.

"Hermione…" aku memnghampirinya.

"Ced, sebaiknya kau pergi." Kata Hermione mengagetkanku dengan perkataannya.

"Mengapa? Apa kau tidak menginginnkan aku menemanimu?" tanyaKu bingung.

"Pergilah Ced, aku sedang tidak ingin melihatmu" kata Hermione membuang pandangannya.

"Baiklah.." akhirnya aku menyerah dan meninggalkan Hospital Wings dan Hermione.

Hermione Pov.

'Maafkan aku Ced, aku harus melakukannya, aku tak ingin kau semakin terluka bila kita harus berpisah nanti dan mungkin ini yang terbaik, bagaimanapun aku tidak akan membiarkan terjadi peperangan lagi antara serikat." Aku membatin setelah kepergian Ced dari Hospital Wings.

"Mione mengapa kau lakukan itu?" tanya Astoria yang masih merasa bersalah atas apa yang dia lakukan.

"Ini yang terbaik untuk kami Tori, dan tak lama lagipun aku akan pergi bukan?" kataku miris.

"Maafkan aku Hermione," Tori mulai terisak lagi.

"Tak apa Tori, ini bukan salahmu, salahkan takdir yang membuat ini semua terjadi" kataku sarkatis.

"Hei Mione, sejak kapan kau jadi sarkatis seperti itu?" kata Daphne mulai mencairkan suasana yang memang sudah tak nyaman ini.

"Oh.. Stop it Daph," kata ku tersenyum padanya.

"Itu baru Hermione, dengan senyumnya yang menawan heh?" kata Harry yang tiba-tiba sudah ada di belakang Tori

"Hai Harry," sapaku. Dia hanya melambaikan tangannya tanda membalas sapaanku dan memeluk Astoria yang sedang terisak.

"Hei ayolah Tori, hentikan itu" kata Daphne mulai jengkel dengan isakan Tori yang semakin keras setelah kedatangan Harry.

"Dan kau Harry, kau membuatnya semakin cenggeng" kata Daphne sewot.

"Why Me heh?" kata Harry dengan cengiran Khasnya. Dan kami semua tertawa termasuk Astoria yang kini telah tenang.

"Well, besok akhir pekan, kemana rencana kalian?" tanya Daphne mengalihkan pembahasan.

"Errr,, maaf Daph, aku rasa kau tidak bisa menghabiskan pekan ini dengan adikmu tercinta karena aku akan membawanya bertemu dengan orangtuaku," kata Harry nyengir

"What?" Daphne menjerit karena terkejut.

"Oh Daph, hentikan jeritan itu" kataku menutup telingaku.

"Maaf Mione, kau akan membawanya besok dank au baru memberitahukan aku sekarang heh?" kata Daphne.

"Maaf," kali ini Astoria yang mngeluarkan suaranya.

"Well, no problem sis, dan aku akan berbicara juga dengan Nott bodoh itu karena sampai sekarang ia masih belum mengenalkan aku pada keluarganya." Kata Daphne mendengus. Kami tertawa lagi.

Sejak aku mengusir Cedric dari Hospital Wings waktu itu aku selalu menghindarinya dimanapun aku berada, dia memang selalu berusaha untuk menemuiku tapi berkat bantuan dari kedua sahabatku aku selalu berhasil lolos dari kejaran Ced di academy maupun di desa, dan saat liburan pun aku tidak pulang ke kediaman keluarga Diggory aku lebih memilih menginap di kediaman keluarga Greengrass yaitu rumah kedua sahabatku, ini memang terdengar egois dan putus asa dengan menerima kenyataan ini begitu saja, hanya saja ada sesuatu yang membautku merasa sangat bersalah jika aku berada di dekatnya, yah mungkin karena aku salah satu dari Alice maka kau merasa aku adalah salah satu dari mereka yang menyebabkan orangtua Ced meninggal. Musim demi musim kini telah berganti, dan saat ini adalah musim dingin, aku sealu suka musim dingin dimana salju turun, karena hal ini selalu mengingatkanku pada pertemuan pertamaku dengannya, hari yang beku saat itu…

Flashback On…

Aku terduduk karena lemas di pinggir toko yang ramai dengan hiruk pikuk kesibukan warga desa saat ini, dan dia datang menghampiriku.

"Hei, kau kenapa?" tanyanya. Dia masih sangat polos saat itu senyumnya yang tiba-tiba menghangatkan hatiku.

"Aku lapar," kataku polos.

"Dimana keluargamu?" dia bertanya lagi , dan aku hanya menggeleng.

"Apa kau tersesat?" tanyanya lagi. Aku menganguk.

"Darimana kau berasal?" tanyanya, aku hanya diam dan lagi-lagi mengelengkan kepalaku.

"Ayo ikut aku!" dia menarik tanganku dan membawaku kesebuah rumah yang ia bilang itu adalah rumahnya.

"Rumah yang indah," kataku tersenyum, dan entah hanya halusinasiku atau karena cuaca yang memang sangat dingin, aku melihat wajahnya memerah sepintantas tadi.

"Ayo masuk" katanya.

Dia membawaku masuk dan menjelaskan bahwa aku tersesat dan aku tidak dapat mengingat apapun, dan dia meminta kepada orang tuanya untuk mengijinkanku untuk tinggal di rumah ini bersama mereka. Setelah orang tuanya menanyakan beberapa pertanyaan umum seperti yang ditanyakan dia tadi akhirnya aku di ijinkan tinggal di kediaman keluarga Diggory.

Flashback off

"Melamunkan dirinya Hermione?" suara Daphne membuyarkan semua lamunan ku, dan aku hanya mengagguk pelan.

"Mione kau di cari oleh kepala academy" katanya lagi.

"Baik," kataku, aku tak terkejut dengan berita dari Daphne tadi karena aku tahu cepat atau lambat dia akan memanggilku.

Di ruang Kepala academy.

Setelah mengetuk pintu, aku melangkah masuk keruang kepala academy, di dalam sana sudah ada seseorang yang aku tahu itu adalah lambang seriikat Alice, yang itu berarti mereka datang untuk menjemputku.

"Miss Granger, apa kau tahu apa yang membuatku memanggilmu kesini?" tanya Dumbledore memulai percakapan. Aku hanya mengagguk pelan.

"Bagus, ini adalah Victor Krum, wakil dari serikat Alice yang akan membawamu pulang" kata Dumbledore. Aku menoleh kepada seseorang di disebut Viktor Krum itu dan dia tersenyum padaku.

"aku ingin bertanya Professor, tepatnya kepada Mr. Krum" kataku.

"Silahkan Miss" kata Dumbledore mempersilahkan.

"Bagaimana aku bisa mengilang dari serikat saat itu, bagaimana aku bisa sama sekali tidak ingat bahwa aku berasal dari serikat Alice, dan… dan bagaimana sekarang kau bisa begitu yakin aku berasal dari serikat kalian." Kataku memborong semua pertanyaan yang selalu membayangiku berminggu-minggu ini.

"Wow… tenang Miss." Kata Orang bernama Krum itu.

"Heem" dia berdeham sejenak kemudian terdiam terhilat sedang berfikir akan memulai darimana

"Baik, aku mendapatkan cerita ini dari pada tetua di serikat mereka sangat paham bahwa kau akan menanyakan ini semua dan tidak akan mempercayai apa yang tak kau percaya." Katanya

"Ini berawal saat serikat kita mengadakan kunjungan ke Drumstrang untuk membahas perjodohan antara anak dari ketua serikat Alice dan Drumstrang, malam itu berkabut, dan sangat mendung, tanda badai akan datang, tapi mereka tidak bisa menunda lagi keberangkatan karena tidak mau mengecewakan pihak Drumstrang, dan memang benar badai saat itu datang, saat badai hebat kereta kuda yang mereka tumpangi hilang kendali karena sambaran petir kuda-kuda mereka mulai hilang kembali dan di tengah kekacauan itu kereta yang di tumpangi kau dan ibumu masuk jurang, entah apa yang membuatmu bisa salemat saat itu, hanya itu yang aku tahu dan kami yakin karena kami marasakan aura serikat kami dari dalam dirimu, memang sangat keil tapi tetap terasa." katanya menyelesaikan ceritanya.

Tiba-tiba kepalaku sakit, dan aku mulai mengingat kejadian itu, yah dia benar aku tiba-tiba ingat aku berada dalam sebuah kereta kuda bersama seseorang yang ku sebut ibu, dan saat kereta mulai terjun bebas, ibuku menteleportku tanpa tujuan karena yang terpikir olehnya hanya keselamatanku dan aku berakhir di pinggiran desa lovehard dekat hutan. Saat aku memngetahui dia memang jujur aku hanya menganguk enggan memberitahukannya mengapa aku bisa selamat.

"Jadi Miss Granger," suara Dumbledore menyadarkanku dari lamuanku.

"Apa kau sudah paham dan percaya bahwa kau adalah salah satu dari Alice?" tanya Dumbledore.

"Ya professor, tapi satu hal" kataku "Perjodohan apa yang kalian maksud dan untuk apa?" tanyakulagi

"Perjodohan anak dari ketua Alice yaitu Kau Miss Granger atau bisa aku sebut dengan Miss Cottrel dengan putra dari ketua Drumstrang yaitu Mr Malfoy, atau bisa kita sebut Draco Malfoy untuk memperkuat ikatan antara serikat tentu saja." kata Krum menjelaskan.

"Aku mulai lelah dengan semua kejutan-kejutan ini, Draco Malfoy, seseorang yang pernah aku tolak kini menjadi tuanganku? Ini gila" kataku lelah.

"Tapi inilah kenyataan Miss, aku adalah Victor Krum, aku adalah seseorang yang akan menjadi pengawal Pribadimu mulai saat ini" kata Krum.

"Terserah apa katamu Mr. Krum," kataku lemas.

"Jadi kapan kau siap kembali Miss Cottrel?" tanya Krum.

"terserah kau saja, Profesor aku ijin undur diri" kataku mulai meninggalkan ruangan Kepala Academy di ikuti oleh Krum yang berjalan di belakangku.

Pojok Author

akhirnya bisa Update juga buat Curse...

Thanks buat reviewnya ya...

Cewepenggosip... iya aku juga suka Dramione tunggu aja akan publis koq pairing Dramionenya...

sekali lagi makasih

silahkan tingallkan jejak kalian