Semua menatap heran kearahku, semua memandang takut kepadaku, dan semua menyingkir seolah aku adalah sesuatu yang sangat mengerikan dan aku sadar akan sesuatu, aura ini?

"Hei Krum…" kata-kataku terputus.

"Victor saja young Lady" katanya

"Oke, Victor bisakah kau menghentikan aura gelap yang kau sebarkan?" kataku.

"Apapun yang kau minta Young Lady" katanya sambil memberi hormat padaku

"Dan berhenti bersikap formal seperti itu," kataku ketus.

"Baiklah Young Lady" katanya lagi.

CURSE

Disclaimer | J.K.R

©HarryPotter

Warning : Occ, alur cepat, dan banyak hal yang aneh di dalamnya

Happy Reading

Cedric Pov

"hei Ced aku lihat kekasihmu bersama seorang pria dari Alice heh?" kata Nott memulai aksi memuakannya, aku heran bagaimana Daphne Greengrass teman dekat Hermione bisa tertarik dengannya. Mulutnya sangat menyebalkan setiapkali ia mengeluarkan kata-kata.

"Shut up Nott, dan itu bukan urusanmu" kataku kesal, aku bergegas menghampiri Hermione.

"Mione siapa dia?" tanyaku

"ah Ced, ini Victor Krum, dan Victor ini Cedric Driggory" katanya memperkenalkan seseorang yang bersamanya. Seseorang bernama Victor itu hanya menganggukan kepalanya ramah dan patuh pada Hermione, aku semakin penasaran dengan orang ini.

"Oke Hermione bisa kita bicara?" tanyaku.

"Silahkan Ced, katanya angkuh, entah apa yang membuatnya bersikap seperti ini.

"Tidak dengan dia ada di sini." Kataku. Dia memberi isyarat pada seseorang bernama Krum itu dan ia menyingkir agak jauh tapi tetap dapat memantahu kami.

"Dia adalah utusan yang akan menjemputku" kata Hermione murung.

"Apa? Aku tidak akan membiarkan kau pergi Mione" kataku hampir berteriak.

"Jangan berteriak Ced,dan aku rasa ini yang terbaik untuk kita" katanya sedih.

"Tidak Mione aku akan menghentikan mu apapun yang terjadi" kataku

"Ced, tak tahukah kau tentang kutukan serikatmu dan serikatku?" tanya Hermione

"Ah legenda itu, aku akan tetap mempertahankanmu dengan cara apapun" kataku bersikeras.

"Tidak Ced itu bukan legenda, itu kutukan, aku membacanya di buku dan itu nyata adanya, tidak pernah ada yang berhasil lari dari kutukan gadis Alice itu, dan aku tak mau terjadi sesuatu padamu." Katanya dan berlalu pergi dengan di ikuti oleh Krum.

Aku berjalan menuju asrama dengan perasaan gusar, aku mulai melempar semua benda yang ada di kamarku, aku benar-benar kesal dengan ini, persetan dengan kutukan itu, aku tak perduli, yang aku inginkan hanya Hermione dan aku akan mendapatnya dengan cara apapun mungkin tidak sekarang tapi nanti aku pasti akan tetap memilikinya, karena tidak ada yang berhak memilikinya.

Normal Pov.

Keesokan harinya Hermione pergi bersama Victor untuk kembali keserikatnya, perjalanan yang panjang untuk mencapai desa Darkheart tempat serikat Alice tinggal, memakan satuhari perjalanan dengan kereta kuda, sepanjang jalan Hermione hanya terdiam dia sangat sedih karena Cedric tidak datang untuk mengantarnya tadi walau ia telah diyakinkan akan lebih berat jika Cedric datang tapi dia tetap saja merasa sedih dengan ini semua.

"Kau terlihat murung Young Lady" Viktor memecah keheningan.

"Aku hanya merasa takut Victor, sudah sangat lama bahkan aku lupa seperti apa desa Darkheart" kata Hermione berbohong.

"Tenanglah Young Lady, semua rakyatmu telah menunggumu sejak lama" kata Victor. Hermione hanya mengaguk dengan kata-kata Victor. Setelah perjalanan yang panjang akhirnya mereka sampai di gerbang desa, dan benar saja semua penduduk telah menunggu mereka, semua menyambut Hermione dangan suka cita, karena mereka mendapatkan penerus kekuasaan.

Di Darkheart Hermione tinggal di sebuah kastil bernuasan suram seperti kastil sang pangeran penghisap darah, hari-harinya hanya di isi dengan membaca buku semua tentang serikat Alice dan cara memimpin serikat, terkadang dia juga berkirim surat dengan Daphne dan AsToria, dan sesekali menanyakan keadaan Cedric dalam suratnya hingga suatu hari Hermione mendapatkan sebuah surat dari Daphne yang mengatakan Cedric menghilang dari akademi.

Dear Hermione,

Aku menulis surat ini sesaat setelah aku mendapatkan kabar bahwa Cedric pergi meninggalkan desa,sudah tiga hari ini dia tidak terlihat dan saat kami kerumahnya rumahnyapun kosong tidak ada yang tahu kemana dia perhi, tapi aku sangat yakin dia menyusulmu Mione,dan benar saja, dari penglihatan Tori dia sedang berada di suatu tempat yang asing dalam penglihatan Tori dia sedang melalukan sesuatu yang berbahaya, mione aku harap tidak akan terjadi hal buruk yang melibatkan serikat kita, dan aku harap kau cepat sangat takut mione, kini semua warga desa sedang mencari kemana Cedric pergi termasuk kepala Serikat Dumbledore, mereka sudah mengutus beberapa orang untuk melakukan pencarian, Dumbledore sempat memangilku dan Tori untuk membaca kemana Cedric pergi, tapi kami berbohong dan Tori mengatakan ia tidak melihat apapun, jaga dirimu untuk kemungkinan terburuk Mione, kami sayang kamu.

Love from your friends

Daphne dan Astoria.

Hermione sangat terkejut setelah membawa surat itu, kemudian dia memangil Victor, memang hanya Victor yang ia percaya di Alice, dan hanya dia yang bisa Hermione andalkan saat ini.

"Victor, kau bisa membantuku?" tanya Hermione.

"Apapun yang anda minta Young Lady" kata Victor menjawab

"aku ingin kau mencari Mr. Driggory dari Lovehard, dan bawa dia kehadapanku, tapi lakukan secara tersembunyi." Kata Hermione memerintah, dia mulai terbiasa untuk merintah semua bahawahannya.

"Baik Young Lady" kata Victor undur diri.

Victor memang tampak angkuh, picik dan sombong dari luar, tapi dia sangat setia pada pemimpinnya, dan loyalitasnya yang tinggi membuat hermione benar-benar menjadikannya tangan kanan dalam waktu beberapa bulan ini dia tinggal di Darkheart. Victor mulai melakuakan pencarian, diamulai mencari dari desa ke desa di kawasan Alice dan dari hutan kehutan tapi hasilnya nihil sudah seminggu victor melakukan pencarian tapi tetap nihil.

"Maaf Young Lady, saya rasa Mr. Driggory tidak berada di Alice, karena saya telah mencari setiap tempat sudut dan bagian-bagian tergelap di kawasan Alice tapi masih belum menemukannya." Kata Victor.

"Terimakasih atas laporanmu hari ini Victor" kata Hermione.

"Dan Young Lady, besok Mr. Malfoy dari Drumstrang akan datang untuk melakukan pertunangan." Kata Victor mengingatkan.

"Yah aku tahu." Kata hermione sedih.

"Saya permisi Young Lady" kata Victor undur diri.

Hermione sedang berpikir dikamarnya, dia mulai berpikir dimana Cedric berada, dan tentang pertunangan besok dengan anak tunggal ketua Drumstrang. Dia sudah sangat pasrah akan takdir yang ada padanya, dia berpikir memang sudah tidak ada pilihan lain selain melakukannya, dia duduk di depan lukisan ayah-ibunya dari keluarga Cottrel.

Hermione Pov.

"Mom, apa ini yang terjadi padamu?" atau kutukan ini hanya terjadi padaku? Banyak buku yang ku baca di perpustakaan, dan memang kutukan ini terus berlanjut, apa aku akan memiliki nasib sama seperti leluhurku? Menyerah terhadap takdir yang tiada henti mempermainkan kita selama berartus-ratus tahun?" aku mulai berbicara pada lukisan yang aku tahu sebagai orangtuaku.

Baru beberapa bulan ini aku mengetahui bahwa kutukan itu terjadi pada semua penerus pemimpin di Alice, memang ada beberapa dari mereka yang tidak tersandung dengan kutukan ini, tapi tak sedikit pula dari para leluhur ku yang tersandung dan hanya bisa pasrah karena tak mempunyai daya untuk menentang.

"Mom, seandainya kau ada disini…" aku mulai berbicara pada lukisan mendiang ibuku lagi.

Pagi hari para pelayan kastil dan para warga tengah sibuk untuk membat acara penyambutan Drumstrang yang akan datang untuk melaksanakan pertunangan yang sempat terhenti karena hilangnya aku. Aku duduk di depan cermin riasku, dan mulai menatapa pantulan wajahku yang sedang di rias oleh para pelayanku di Alice. Aku memang punya kekuasaan disini, tapi aku sangat kesepian, tidak satupun dari rakyat Alice merasa pantas untuk menjadi temanku.

"Kau tampak sangat cantik Young Lady" suara Viktor membuyarkan semua lamunanku.

"Hai Viktor, ada yang perlu kau sampaikan?" tanya ku masih menadang pantulan diriku. Aku mulai menyuru para pelayan keluar kerna aku sudah selesai di rias.

"Mr. Malfoy sebentar lagi tiba Young Lady, dan kau harus sudah berada di ruang pertemuan." Kata Viktor menerangkan. Aku menghela nafas dan mulai mengatur emosiku agar tidak bergejolak.

"hhhhmmm, Baiklah aku siap." Kataku, Viktor memberikan tangannya untuk menuntunku menuju ruang pertemuan, dia memang selalu berlaku seperti itu di setiap kesempatan.

Dan benar saja, tak lama aku menunggu orang-orang dari Drumstrang telah tiba, aku bisa melihat senyuman puas dari sang Malfoy muda atas kemenangannya agar dapat memilikiku.

"Selamat Datang di Alice tuan-tuan, silahkan duduk dan semoga kalian nyaman berada di Alice" sambutan yang sudah aku latih akhirnya membuahkan hasil yang lumayan untuk pemula sepertiku. Sang Malfoy muda menghampiriku dan mengecup singkat punggung tanganku tanda memberi perhormatan padaku.

"Kita memang berjodoh Young Lady" katanya Puas. Aku hanya tersenyum kecut mendengar perkataannya. Pertemuan berjalan lancar dan berakhir dengan penyematan cincin di jari manisku dan di jari manis sang Malfoy muda. Dan kini aku resmi menjadi tunangan sang Malfoy muda, dari yang aku dengar dia adalah orang yang sangat tertutup pada orang lain, sikap Cooling Downnya selalu membuat semua rekan sejawat atahu bahkan saingannya menjadi tidak berdaya dalam menghadapinya. Sehebat itukah dia?

"Sedang memikirkan sesuatu Young Lady," sapa seseorang menyadarkanku.

"Ah, Mr. Malfoy," aku bergegas berdiri untuk sopan satunku.

"Tak usah seformal itu, lagipula kita telah resmi bertuangan, dan cepat atau lambat kita akan menjadi suami istri." Katanya

"Baiklah," kataku kembali duduk. Aku sebenarnya tidak terlalu perduli dengan tradisi ini dan itu yang telah lama terjalin antara Alice dan Drumstrang tapi yah mau tidak mau aku akan melakukannya.

"Apa yang kau pikirkan Young Lady" tanyanya dengan wajah masih sama angkuhnya seperti dulu.

"Oh hentikan memanggilku seperti itu, cukup Krum saja yang berprilaku aneh seperti itu" kataku kesal dengan pangilan yang selalu Krum berikan padaku.

"Well, Hermione jika boleh" katanya menyeringai.

"Silahkan saja Mr. Malfoy" kataku

"Draco, biasakan memangilku dengan itu," katanya lagi.

"Terserah apa katamu Mr.. errr maksudku Draco" kataku tak terlalu perduli.

"Mengapa kau menyendiri disini di saat orang lain sedang berpesta didalam?" tanyanya

"Aku tidak suka pesta" kataku asal.

"Oh baiklah, mungkin kau memang belum terbiasa, aku suka aura yang kau pancarkan hermione" katanya lagi.

"Terimakasih" kataku singkat.

"Oh come on Hermione jangan dingin seperti itu dengan tunanganmu ini," katanya mulai gusar.

"Bukan kah sudah menjadi sifat dasar dari Malfoy untuk bersikap dingin? Dan aku rasa cepat atau lambat aku akan menjadi Lady Malfoy" kataku sarkatis.

"Pembelaan yang cerdas hermione, tapi kau tidak boleh bersikap dingin jika kita sedang berdua" katanya angkuh. Aku menaikan sebelah alisku seolah bertanya "Oh Ya?", dan hal itu sukses mengusir sang Malfoy muda itu pergi dari hadapanku.

Aku benar-benar tidak suka dengannya, dan mengapa aku harus rela bertunangan dengannya? Aku rasa aku sudah gila karena mengiyakan permintaan para tetua untuk melakukan pertunangan dengannya saat ini. Aku juga tidak bisa berhenti memikirkan keadaan Cedric yang masih belum diketahui keberadaannya. "oh Ced dimanakah kau?" kataku berguman.

"Masih menghawatirkan Mr. Diggory Young Lady?" Viktor selalu membuyarkan lamunanku. Aku hanya menganguk.

"Aku akan berusaha mencarinya sebelum ada kekacauan nantinya." Katanya lagi

"Terimakasih, aku ingin kembali kekamar, aku merasa sangat lelah Victor" kataku. Victorpun mengantarku kekamar setelah memberitahukan pada para tetua bahwa aku butuh istirahat karena kelelahan dengan pertemuan hari ini. Sesampainya di kamar aku mulai mengambil secarik perkamen dan pena untuk menulis surat kepada dua sahabatku.

Dear Daphne dan Tori

Sudah seminggu orang kepercayaanku melakukan pencarian tapi tak ada tanda-tanda keberadaan Cedric di Alice, maaf Tori sepertinya kau salah kali ini, aku benar-benar hawatir dengan keadannya saat ini. Aku harap dia segera kembali ke serikat .

Love

Hermione.

Aku melipatnya dan memberikan pada burung hantu pengantar surat pribadiku, sampai saat ini aku belum memberikannya nama, tidak ada alas an khusus mengapa aku tidak memberinya nama. Aku masih terus teringat akan kutukan yang ada pada serikat kami, kutukan yang memang selalu berjalan dengan ampuhnya, aku merasa takut kalau kalau kutukan itu akan terjadi padaku dan Cedric nantinya. Aku tak mau hal buruk terjadi padanya. apa lagi kematian yang tergambar pada kutukan tersebut, memikirkannya sudah membuatku sangat takut dan khawatir apa yang akan terjadi nantinya dengan kami, dan apakah takdir lagi-lagi akan mempermainkanku? Semuanya membuatku pening dan selalu insomnia setiap malam kalau saya tidak ada sihir maka aku tak tahu apa yang terjadi pada wajahku nantinya pasti sangat menegrikan seperti monster.

Normal Pov.

Di ruang pertemuan Draco sedang berdiskusi dengan para tetua untuk membicarakan dirinya yang akan membawa hermione ke Drumstrang beberapa hari untuk memperkenalkan Drumstrang dan saling mengenal lebih dalam.

"Jadi bagaimana menurut kalian?" tanya Draco.

"Kami rasa cukup masuk akal, mengingat kecanggungan yang terjadi di antara kalian tadi" kata seorang tetua akhirnya angkat bicara.

"Baiklah aku akan segera menyiapkan segala sesuatunya" kata Draco dengan senyum penuh kemenangan.

"Tunggulah Mione aku akan segera memiliki hatimu dan menghapus orang itu dari memorimu." Draco bergumam.

Di tempat tergelap di tengah hutan terkutuk yang terletak tak jauh dari desa Darkheart, seorang pemuda sedang berbaring di temani para bintang di langit sambil memikirkan rencana yang aka dia lakukan beberapa hari lagi dari sekarang, recana awal telah ia lakukan, sekrang tinggal rencana puncak yang akan dia lakukan beberapa hari lagi dari sekarang.

"Tunggulah Mione aku akan menjemputmu dari tempat terkutuk ini" katanya membatin sambil menatap langit malam yang dihiasi banyak bintang saat ini.

Pojok Author….

Wahhhh akhirnya bisa update ni…

Makasih buat Mrs. Y Malfoy yang udah ngasih kritik dan sarannya di fic multichip lyra yang pertama, juga makasih buat seseorang di luarsana yang udah dukung lyra…

Well udah kaya menang award aja ni kebanyakan makasih…

Ok terakhir lyra ngarep banget buat review kalian di chap ini…

Ayo ayo ripiu ripiunya

Ripiu ya… ya…ya….