Chapter 2

Kediaman Keluarga Kido

Shinji terbelalak membuka matanya dan terdiam sambil melihat sekelilingnya, otaknya mulai memproses kalau dia sekarang sedang berada didalam kamar tidurnya sendiri.

ia memakai T-Shirt putih yang biasa ia gunakan untuk tidur dan celana pendek merah.

dan pakaian yang ia gunakan tadi malah terlipat rapi diatas meja belajarnya.

Shinji memegang bagian dadanya yang tadi malah ditusuk oleh tombak cahaya,namun ia tidak menemukan bekas luka disana.

'apa aku mimpi?' pikir Shinji.

Ia berdiri dan menghampiri meja belajarnya, ia melihat jaket birunya dalam keadaan terlipat rapi,ia lantas mengambil handphonenya dari dalam saku jaket.

Shinji memeriksa pesan dalam kotak masuk Handphone itu ,mencari pesan dari Yuuma .

Tapi anehnya tidak ada satu pun pesan dari gadis berambut hitam itu disana,bahkan nomor Handphonenya pun tidak ada.

foto yang mereka ambil bersama di taman bermain juga menghilang.

'aku yakin yang tadi malam terjadi itu bukan mimpi' kata Shinji memegang dahinya sambil berusaha mengingat ingat apa yang terjadi.

ia juga merasa aneh,tubuhnya berasa lebih kuat dan sehat daripada sebelumnya,seakan akan ia bangun di tubuh orang yang terbiasa melakukan fitness tiap hari.

tok tok

"Shinji?,Kau sudah bangun?,cepatlah nanti kau terlambat ke Sekolah!" kata ibunya sembari mengetuk pintu.

"Iya Bu!,aku sudah bangun" jawab Shinji,ia lalu bergegas mandi dan mengganti baju,saat ini sudah pukul setengah tujuh pagi,ia harus segera siap siap sebelum terlambat ke kelas.

Akademi Kuoh,jam istirahat

"Eeeh?,kalian nggak kenal sama gadis bernama Yuuma?,dia kan bertemu dengan kalian kemarin sore!" kata Shinji

"Aku nggak ingat ada gadis cantik berambut hitam yang kau kenalkan pada kami,kau ingat nggak Motohama?" kata Matsuda

"Nggak,kemarin kan kau pergi duluan,mau pergi ke toko buku katanya kan?" lanjut Motohama

'Aneh!,masa sih orang yang jelas jelas bertemu dengannya dan Yuuma saat mereka berjalan berdua juga tidak tahu apa apa?' pikir Shinji

"jangan jangan kau berhalusinasi lagi!,okelah kami ada penawarnya nih!" kata Motohama menyodorkan DVD porno tepat kedepan mukanya.

"Ini adalah benda yang paling manjur untuk mengatasi Halusinasi karena nggak dapat dapat pacar!" lanjut Matsuda sambil mengacungkan jempol

"Edisi terbaru!,baru ada di toko kemaren sore!" tambah temannya yang sama sama mesum

"Oii...,aku serius tahu..." kata Shinji,sweatdrop

apa cuma hal mesum yang ada di kepala mereka?

lalu tiba tiba ada tangan yang mengambil DVD dari tangan Matsuda,mereka menoleh dan melihat Ren memegang DVD mereka.

"Hoo?,seputus asa itukah kalian sampai bawa bawa benda begini ke sekolah?" kata Ren,cuek melihat sampul DVD itu.

"Oi! Akiyama kembalikan DVD itu!,kalau kau mau beli sendiri sana ditoko!" kata Motohama protes

"Iya ,kau juga nggak ada hak mengejek kami!,cowok ganteng kayak kamu mana mengerti penderitaan kami?!" lanjut Matsuda

"Membawa barang selain keperluan sekolah itu dilarang tahu,hmm tapi baiklah kali ini saja akan kubiarkan" kata si rider hitam.

Ren menurunkan DVD itu dan seperti hendak mengembalikannya pada Matsuda...

sebelum melemparkannya keluar jendela dan mendarat tepat dilintasan lari,tempat dimana sekelompok siswi sedang latihan lari.

"Aaaah!,hartaku! harta berhargaku!" jerit Motohama histeris

"Cepat ambil sebelum dihancurkan oleh cewek cewek itu!" lanjut Motohama berlari ke arah tangga turun.

di lintasan lari,tepat sebelum duo mesum itu sampai,terdengar diskusi dan jeritan dari siswi siswi anggota klub lari.

"Idiiih!,kenapa ada DVD mesum disini?!" kata seorang anggota klub lari

"Paling punya Siswa yang mesum,ayo taruhan paling itu punya Motohama atau Matsuda!" lanjut anggota lain

"Eh iya benar,ada namanya!,ditulis 'Harga berharga Motohama,kalau ketemu tolong sms nomor ini!'

"Tuh mereka datang!,oii kalian berdua!,beraninya lempar barang begini kemari!"

"Kejar mereka!,jangan beri ampuuun!"

"AAAAH!,lagi lagi,terkutuk kau Akiyama!,terkutuk kalian cowok cowok ganteng dan playbooy!" kerit Matsuda dan Motohama dikejar kejar oleh selusin atau lebih Siswi marah.

"..." Shinji cuma bisa diam

"...,satu masalah beres" kata Ren ,ia berbalik meninggalkan Shinji

Shinji masih melihat keluar jendela,kearah Matsuda dan Motohama yang sedang lari terbirit birit,sebelum ingat kalau kemarin dia minta nasihat ke Ren.

"Ren!,tunggu,apa kau ingat tentang gadis bernama Yuuma Amno?!" kata Shinji

Ren berhenti melangkah,tentu saja dia tahu tentang gadis itu,gadis yang mengajak Shinji pergi kencan setelah mengutarakan isi hatinya padanya.

Juga gadis yang ternyata seorang malaikat jatuh.

Rias sudah meminta Sona untuk menyuruhnya tidak memberitahu Shinji tentang dunia mereka setidaknya sampai Rias memberitahunya sendiri.

Gadis berambut merah itu ingin Shinji menikmati hidupnya sebagai manusia sebelum terjun ke kehidupan para Iblis...

dan Sona sebagai teman dekatnya sejak kecil tentu saja setuju,dan jika Sona setuju Ren tidak punya banyak pilihan.

"Aku tidak pernah dengar nama itu,siapa dia?" tanya Ren.

"Masa kau lupa?,dia itu gadis yang mengajakku kencan 2 hari lalu!,aku kan waktu itu minta nasihat padamu!" protes Shinji

"Aku punya banyak urusan yang lebih penting daripada urusan asmara orang lain,wajar kalau aku tidak ingat!" kata Ren berbalik pergi.

"...kau menyembunyikan sesuatu lagi?" kata Shinji,dia sudah kenal Ren bertahun-tahun,dia cukup pintar untuk mengetahui kalau temannya itu berbohong atau tidak.

"ngapain aku menyembunyikan sesuatu?,sebaiknya kau kembali ke kelasmu sebelum kau terlambat" kata Ren berjalan meninggalkan Shinji.

"Oi Ren kalau kau ingat sesuatu beritahu aku !" teriak Shinji,tapi Ren bahkan tidak berbalik.

tipikal Ren.

'Baiklah kalau nggak ada yang tahu apa yang terjadi tadi malam atau siapa Yuuma-chan,lebih baik aku selidiki tempat kami bertemu tadi malam' pikir Shinji.

instingnya sebagai mantan jurnalis kembali muncul,walaupun jika dibanding dengan Reiko-san dia tidak ada apa-apanya.

Sepulang Sekolah,Ruang OSIS

Ren sedang menikmati teh hitam yang ia buat sendiri sambil membaca sebuah buku tentang sihir angin yang ia pinjam dari Sona.

walaupun Ren adalah seorang "Knight", bukan berarti dia hanya fokus dalam pertarungan jarak dekat, elemen angin juga bisa ia gunakan untuk mempertajam pedangnya dan mempercepat gerakannya, melebihi tambahan kecepatan ekstra yang didapat oleh seorang "Knight".

sedikit flexibilitas dalam bertarung akan sangat membantu.

pada saat ia hendak membalik halaman,Sona dan Tsubaki,si wakil ketua OSIS, juga "Queen" dari kelompok Sona datang.

"ah kau masih ada disini Akiyama, kau sudah menyelesaikan kertas kerjamu?" kata Tsubaki

Ren hanya menunjuk ketumpukan kertas diatas meja untuk menjawabnya.

Tsubaki menghela napas, Ren memang seperti itu, kadang tidak peduli jawabannya itu sopan atau tidak.

Sikapnya yang seenaknya sendiri membuatnya tidak terlalu dekat dengan anggota kelompok Sona yang lain kecuali Sona,itu juga mungkin karena hutang budi.

"Ren, kau masih mencemaskan Kido?" tanya Sona pada ksatrianya itu.

"Nggak, dia memang bodoh tapi cukup kuat untuk menjaga dirinya sendiri" jawab Ren kembali meminum teh hitam dari cangkirnya.

"Hmm, memang benar dari yang kita lihat tadi malam, ia cukup kuat untuk mengalahkan malaikat jatuh itu,seandainya ia tidak ragu untuk menyelesaikan pertarungan ia pasti menang" kata Sona

"dan juga ia memiliki Deck kartu yang sama denganmu,darimana ia mendapatkan benda seperti itu?" lanjut gadis berambut pendek itu.

Ren berhenti menyeruput tehnya,ini adalah topik yang ingin ia hindari.

walaupun sudah 2 tahun menjadi anggota kelompok Sona,ia masih belum menceritakan tentang dirinya dan Shinji yang sebenarnya berasal dari dimensi yang berbeda dengan Sona dan teman-temannya,dan ia merasa tidak perlu menceritakan tragedi pertarungan rider pada mereka.

"tentu saja,kami memperoleh deck kami dari orang yang sama" jawab Ren

'juga orang yang sama dengan yang mengirimkan kami ke dimensi ini' lanjut Ren dalam hatinya

"Jika kuingat kau belum pernah menceritakan padaku dengan jelas bagaimana kau bisa mendapatkan benda berbahaya seperti itu" kata Sona,ia masih ingat dengan jelas kejadian 2 tahun lalu yang nyaris membuat seisi kota porak poranda,untung saja para Maou memiliki cara untuk menutup kejadian itu.

"sudah kubilang kan itu tidak penting, lagipula aku sendiri sudah melupakan detilnya, kejadiannya sudah lama sekali terjadi" kata Ren, ia tidak sepenuhnya bohong, jika dihitung dari hari mereka lahir didunia ini maka ia sudah mendapatkan deck miliknya sejak 17 tahun lalu.

"Apa Kido memiliki makhluk seperti yang kau miliki sebagai monster kontrak?" tanya Sona

Monster kontrak, pada dasarnya sama dengan familiar kecuali pengontrak bisa menggunakan kekuatan dari monster itu sebagai senjata dan juga monster kontrak harus diberi makan dalam waktu berkala.

Terlambat memberikan makan maka si pengontraklah yang akan dimangsa, beruntung Ren sudah menjadi iblis hingga ia bisa memberikan energi kehidupannya sebagai sumber energi si monster.

"Tidak, decknya masih kosong sama seperti aku dulu,aku jamin itu" kata Ren,mengingat wujud yang digunakan oleh Shinji adalah wujud yang sama dengan wujud yang ia gunakan saat pertama kali masuk ke dunia cermin,untungnya dengan senjata yang lebih kuat.

dan fakta kalau Shinji belum mengontrak monster juga sebenarnya kabar baik,Darkwing yang ada di dunia ini jauh lebih kuat daripada Darkwing didunia mereka.

Seandainya Dragredder versi dunia ini menyerang, maka hal buruk akan terjadi mengingat naga merah itu lebih kuat daripada Darkwing.

Tsubaki merinding mendengar kata monster kontrak,Darkwing benar benar "monster",bahkan serangan dari Sona tidak bisa menggores kulit makhluk itu.

2 tahun lalu jelas bukan tahun yang ingin diingat oleh sang ratu...

"Ren...,aku tahu kau pasti akan protes,tapi apa tidak sebaiknya kau lebih menggunakan Sacred Gearmu daripada kekuatan monster itu?" tanya Sona,ia tidak suka Ren terlalu bergantung pada Darkwing,apalagi Sacred Gear yang dimiliki oleh Ren adalah sebuah subspecies dari Sacred gear yang cukup kuat.

Absorb-Wing Sword ,pedang yang mampu menyedot kekuatan lawan dan menambahkannya pada orang lain atau diri sendiri.

juga bisa digunakan untuk menebas lawan karena matanya yang sangat tajam.

tapi ia tahu Ren pasti menolak usulannya itu.

"Darkwing bisa dibilang adalah partnerku,aku nggak akan menggantinya dengan apapun" jawab Ren sambil menutup buku sihir yang ia baca.

memang benar Darkwing adalah monster yang mengerikan,juga benar ia sempat membenci monster itu karena apa yang dilakukan olehnya (atau Darkwing di dimensi lain) pada Eri.

tapi Darkwing setia menemaninya bahkan dalam pertarungan melawan Odin yang jauh lebih kuat darinya.

memang benar ini Darkwing yang berbeda tapi ia sudah menganggapnya sebagai partner yang berharga.

"tapi Akiyama,monster itu akan terus menerus menyedot manamu,kau bisa tewas jika terlalu sering menggunakannya!" kata Tsubaki cemas,monster itu telah merenggut nyawa dari Ksatria Sona sebelumnya,ide menggunakan monster yang sepantasnya dikurung atau dimusnahkan itu sebagai senjata sama sekali tidak ia sukai.

tapi Ren terus menerus menggunakannya tanpa beban.

"Itu sudah menjadi keputusanku,aku nggak akan mengubahnya,sekarang aku permisi dulu,sampai jumpa besok Sona,Tsubaki" kata Ren pergi keluar ruangan dan menutup pintunya.

Sona cuma menatap kearah ksatrianya itu pergi,Ren selalu menghindar jika ditanya tentang deck kartu miliknya itu.

Ren dan Shinji Kido memiliki deck kartu yang sama dan dapat mengenakan baju zirah dari deck itu,deck yang sepertinya memang dirancang untuk mengikat kontrak dengan monster tertentu dan membuat monster tersebut menjadi semacam familiar yang dapat dipanggil untuk membantu bertarung.

misteri dari deck ini semakin membuatnya penasaran terhadap masa lalu Ren dan Shinji,dari interaksi mereka ,mereka seperti sudah saling kenal bertahun tahun lamanya,ditambah kemampuan bertarung mereka berdua yang menakjubkan.

siapa mereka berdua sebelum menjadi Iblis?.

Taman Kota,malam hari

Shinji mengenakan kaos merah dan jaket biru yang ia kenakan pada malam saat ia kencan dengan Yuuma-chan kemarin malam,ia mencari-cari kesegala sisi taman, mencari sisa-sisa pertarungannya yang seharusnya membuat beberapa pohon dan tanah ditaman itu rusak.

Tapi yang ia temukan disini malah taman yang sangat bersih, jangankan pohon rusak, daun kering jatuh pun sedikit sekali yang terlihat.

taman ini juga terlihat sangat sepi, seperti tidak ada orang yang mau kemari malam ini.

Shinji menghela napasnya,dia mulai berpikir kalau yang diucapkan Motohama benar (tapi ia menolak mempercayai kalau itu karena frustasi belum punya pacar!).

"Mencari sesuatu Iblis kecil?" kata sebuah suara yang muncul dibelakangnya.

"!" Shinji dengan reflek meloncat menghindari sebuah tombak cahaya berwarna ungu.

'Tombak itu!,sama dengan yang digunakan Yuuma-chan tadi malam!' pikir Shinji terkejut,berarti pertarungannya tadi malam itu nyata!

"Aku nggak menyangka bisa bertemu dengan seekor Iblis ditempat yang sama dengan Raynare tadi malam,dan kau tidak didampingi oleh tuanmu!, berarti kau seekor iblis liar!" kata orang ini.

orang ini memakai topi fedora dan setelan jas berwarna ungu,dan dari wajahnya ia seperti seorang laki-laki paruh baya.

"Nah Iblis kecil, sekarang diamlah disana dan biarkan aku melakukan tugasku!" kata pria itu sambil melempar kembali sebuah tombak cahaya kearah Shinji dan menimbulkan ledakan yang cukup besar.

"Ups,sepertinya aku kelepasan,baiklah nak paling tidak aku akan ucapkan namaku,namaku adalah Dohnaseek!,seorang malaikat jatuh,semoga kau tenang di Alam sana!" kata Dohnaseek,namun saat ia hendak melangkah pergi wajahnya dihantam oleh tinju yang cukup keras,membuatnya terjatuh ke tanah.

Dohnaseek melihat siapa yang meninjunya:

seseorang dengan zirah berwarna perak dan hitam, dibalik zirah itu ia memakai pakaian spandex berwarna abu-abu dan kepalanya ditutup helm berwarna hitam dengan mata merah yang menyerupai mata belalang.

Dohnaseek melihat kearah ia melempar tombak tadi dan disana tidak ada mayat Iblis tadi.

"Ooh, jadi begitu!, ternyata kau Iblis yang kemarin !" kata si malaikat jatuh , ia berdiri sambil menyeka darah yang keluar dari bibirnya.

"Oi kau!,apa-apaan datang datang melempar benda berbahaya begitu!,kalau ada orang yang mati bagaimana?!" kata Shinji sambil menunjuk kearah si malaikat jatuh.

Dohnaseek mengedip, apa Iblis ini sedemikian bodohnya sampai tidak tahu konflik antara malaikat jatuh dan iblis?

"Heh, justru itu tujuannya tahu!" kata Dohnaseek memanggil kembali satu tombak cahaya dan melesat kearah Shinji sebelum menebasnya,untungnya Shinji cukup lincah untuk menghidar.

"Kalian bangsa iblis adalah musuh dari kami malaikat jatuh!, apalagi iblis liar sepertimu!,sudah tugasku membinasakan kalian!" kata Dohnaseek mencoba menusuk Shinji dengan tombaknya namun lagi lagi berhasil ia hindari.

"Iblis apaan?!, aku ini manusia tahu!" kata Shinji meloncat jauh sekali kebelakang

"Kau kira kau bisa menipuku!, mana mungkin manusia bisa bergerak sepertimu!" protes Dohnaseek,bersiap menyerang Shinji kembali dengan tombak cahayanya.

"Aaaah! ,terserahlah!" kata Shinji sambil mengambik kartu dari decknya dan diletakkan ke blank visor ditangan kirinya.

SWORD VENT

Dan seketika sebuah pedang katana jatuh dari langit dengan berputar lalu mendarat tepat didepan Shinji.

'Tapi aneh juga, aku merasa lebih cepat dan lebih kuat dari biasanya sejak matahari terbenam tadi...' pikir Shinji sambil mengambil pedangnya dan melaju kearah Dohnaseek.

Traaang!

Pedang katana Shinji dan tombak cahaya dohnaseek saling beradu,namun Dohnaseek terlihat terseret oleh tenaga Shinji dan terpental saat Shinji menendangnya dibagian perut.

"Dengan tenaga seperti itu kau masih mengaku sebagai manusia,fufufu aku tahu kalau Iblis itu pembohong,tapi kau benar-benar pembohong yang payah" kata Dohnaseek mengelap darah yang mengalir dari bibirnya.

"Baiklah, apa kau bisa menghidari yang seperti ini?" kata Dohnaseek sambil memanggil satu tombak cahaya yang lalu ia lempar ke arah Shinji berdiri.

"eh?" kata Shinji segera meloncat ke kanan,ia berhasil menghindar lagi tapi tempat ia berdiri tadi meledak dan melemparnya menabrak pohon

"Aduuuh!" kata Shinji memegang kepalanya yang tetap sakit walau memakai helm.

lalu saat ia mendengar suara mendesir dan melihat sebuah tombak lain sudah berada didepan kepalanya.

DUAAAR

Tombak itu meledak,membuat Shinji merasakan sakit yang luar biasa disekujur tubuhnya!

"Kau masih hidup?,Armor yang kau gunakan itu ternyata lebih menyusahkan dari yang kukira" kata Dohnaseek memanggil satu Tombak cahaya lagi

Aku nggak akan mati lagi... pikir Shinji

dalam pikirannya ia melihat orang orang yang diserang oleh para monster cermin,anak kecil yang diserang oleh seekor Gigazelle ,dan juga Tezuka yang tewas karena melindunginya

"Tapi kali ini tamat riwayatmu Iblis kecil!"

Shinji lalu melihat saat Yui menghilang,dan saat ia melihat Miho terbaring tidak bernyawa dipelukannya.

rasa tidak berdaya itu nggak mau dia rasakan lagi!

"Aku nggak akan mati !,aku harus tetap hidup agar bisa melindungi orang yang penting bagiku!" kata Shinji berdiri,mata dari helmnya bersinar merah dan mendadak Blank Visor di tangan kirinya berubah bentuk menjadi sarung tangan baja berwarna merah,dengan kristal hijau menghiasi Scanner kartunya.

"AAAARG!" Shinji berteriak dan tubuhnya memancarkan aura merah yang menyala-nyala bagai api,warna zirah blank form miliknya berubah mejadi warna merah,persis seperti saat ia masih mengontrak Dragredder!

"A-apa?" kata Dohnaseek menurunkan tombak cahayanya karena merasa bingung,ia lalu melihat sarung tangan merah yang ada di tangan kiri Shinji.

"Begitu!,dia sudah berhasil mengaktifkan Sacred Gearnya!,cih aku melakukan kesalahan!" kata Dohnaseek.

Shinji,dalam keadaan begitu mengambil satu kartu dari Decknya,ia melihat satu kartu yang familiar baginya tapi juga sedikit berbeda.

Kartu Final Vent tanpa gambar apapun.

"Yooosh!" kata Shinji sambil memasukan kartu itu ke Blank Visor miliknya.

FINAL VENT!

Shinji lalu meloncat,sepasang sayang iblis muncul dipunggungnya,membuatnya bisa mengendalikan ketinggian dengan benar,kaki kanannya bersinar merah terang sebelum ia menukik dengan kecepatan sangat tinggi kearah Dohnaseek

Dohnaseek menahannya dengan satu tombak cahaya,namun tombak itu sedikit demi sedikit retak!

"GGGEHH?!" Dohnaseek telihat panik melihat dirinya tidak mampu menahan tendangan itu.

"HYAAAAAAA!"jerit Shinji menambah kekuatan yang terkumpul di kaki kanannya dan berhasil mematahkan tombak Dohnaseek dan mengenai tubuhnya dengan telak,Dohnaseek terlihat terlempar kearah tiang telepon dan meledak.

BLAAAAAR!

ledakan bagai bola api berukuran besar sukses menghancurkan sebagian taman, si malaikat jatuh bernama Dohnaseek tenggelam didalam lautan api dan tidak terdengar lagi suaranya selain jeritan singkat pada awal ledakan.

"Haah, haa, haaa"

Shinji mendarat sambil terengah-engah, staminanya bagaikan habis karena satu serangan tadi, hal ini aneh karena Final Vent seharusnya tidak mengambil stamina si pemakai sebagai sumber tenaga.

Ia melihat ke arah ledakan hasil karyanya, api sudah menyebar ke pepohonan yang ada ditaman ini, dalam waktu singkat pasti polisi dan pemadam kebakaran akan tiba disini, ia harus segera pergi sebelum ia direpotkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit ia jawab tanpa memberikan bukti.

"Sial..., tenagaku habis..." kata Shinji, tatapannya sudah kabur saat ia melihatnya.

dari dalam kobaran api, Dohnaseek yang penuh luka bakar berjalah terhuyung kearahnya dengan tombak cahaya digenggamannya.

"...heh, aku benar-benar sudah tidak bisa melawan, mungkin aneh tapi ini kedua kalinya aku melihat pemandangan nyaris mati seperti ini" kata Shinji sedikit tersenyum tidak berdaya.

namun ada dua hal yang terlihat olehnya sebelum benar-benar kehilangan kesadaran :

Dohnaseek yang tiba-tiba dilahap oleh makhluk berwarna hitam.

Seseorang berambut merah panjang yang wajahnya terlihat samar-samar

to be continued...