Title: Seme Island Hanchul Ver.
Author: Bluedevil9293 a.k.a Dean Choi a.k.a Ayumu Sakurazawa.
Part: 6 / ?
Rated: M.
Cast:
Kim Heechul, 22 tahun.
Tan Hageng, 23 tahun.
Other Cast:
Seme….
Jung Yunho, 24 tahun.
Zhoumi, 21 tahun.
Choi Siwon, 22 tahun.
Lee Jinki, 20 tahun.
Uke…..
Kim Jaejoong, 23 tahun.
Kim Kibum, 21 tahun.
Kim Key Bum, 20 tahun.
Henry Lau, 19 tahun.
Genre: Romance, Drama, Nc17-Nc21, Lemon, Lime, Rape.
Warning: Yaoi, Shonen-ai, Boys Love, BoyXBoy, Typo, Gaje, M-preg Don't Like Don't Read.
Summary: Seme Island, pulau yang berisi namja-namja tampan itu akan musnah bila ke lima namja penguasanya tak secepatnya memiliki keturunan. Dan yang akan melahirkan keturunan mereka pun sudah di tentukan. Bisakah mereka mendapatkan keturunan tepat waktu?
Kibum? Milik Siwon. Henry? Milik Zhoumi. Key? Milik Onew. Terus Heechul itu milik Hageng. Tapi gimana cara Han buat jadiin Chullie istri n umma dri anak.a ya?
Hageng Pov…
Kim Heechul putra kedua dari saudagar kaya raya Kim Jongwoon dan istri tercintanya Park Jungsu. Heechul atau yang lebih sering dipanggil Chullie, dialah namja yang ku pilih. Bukankah ia sangat cantik walau pun aslinya seorang namja. Kecantikannya itu bahkan bisa mengalahkan yeoja mana pun dihatiku. Dia sangat cerewet tapi itu malah membuat aku semakin menyukainya. Aku kurang menyukai calon istri yang pendiam Karena tak akan asik bila bersamannya. Bisa-bisa keadaan yang ada akan sama seperti dikutub selatan sana.
Kalian pasti berpikir bagaimana caraku nanti menakhlukan Chullie yang terkenal sangat cerewet dan garang itu. Apa aku akan mengunakan cara Siwon yang meniduri Kibum saat ia tak sadarkan diri? Tentu saja tidak, apa enaknya melakukan hubungan suami istri dengan pasangan yang tak bisa membalas perlakuan kita. Atau dengan cara Zhoumi yang mengancan Henry agar mau malkukan 'itu' dengannya? Tidak pula, aku bukan tipe namja yang suka mengancam seperti itu. Tak akan seru bila aku mengikuti cara Zhoumi. Atau malah mengikuti cara Onew yang menghipnotis Key? Apa lagi itu, aku mau melihat Chullie berteriak-teriak saat aku menidurinya.
Pasti akan sangat menyenangkan melakukan hal 'itu' saat Chullie sadar. Aku jadi tak sabar ingin merasakan tubuh sexynya itu dan mendengar teriakan kesakitan saat tubuh kami menyatu sempurna. Keji memang keinginanku ini, tapi tak ada salahnya buka. Chullie itu tipe namja yang sedikit liar jadi tak ada salahnya bila aku juga memperlkukan ia dengan liar pula.
Lihatlah wajah kebingungan Chullie itu, sangat lucu. Dari atas sini aku bisa melihat Chullie yang sedang berjalan tanpa arah dengan leluasa. Sejak tadi aku terus mengikuti kemanapun Chullie pergi dan melangkahkan kakinya tanpa arah. Yah, karena ulahku dan Yunho hyung serta ketiga dongsaengkulah yang menyebabkan kini Chullie berpisah dengan keempat saudaranya. Ia tampak kebingungan karena terkali yang ia ingat ia tengah berada ditepi sungai bersama keempat saudaranya yang sangat cantik itu.
Aku harus sedikit menahan diri dahulu. Karena aku masih ingin melihat raut wajah kesal bercampur binggung yang terpasang diwajah cantik Chullie sejak tadi. Tak ada salahnya bukan kalau aku menunggu moment yang tepat baru lah aku melakukan apa yang seharusnya sejak tadiku lakukan pada Chullie. Chullie, nikmatilah ke virginanmu itu yang tak akan lama lagi.
Heechul Pov..
Oke, ini benar-benar mengesalkan. Sejak tadi aku terus berjalan tanpa arah yang tentu. Woy, siapa saja adakah diantara kalian yang bisa memberitahu saat ini aku sedang berada dimana. Dan kemana pula perginya keempat saudaraku. Tega-teganya mereka berempat meninggalkan aku sendiri didalam hutan yang tak ku kenal sama sekali ini. Bisa saja nanti tiba-tiba ada binatang buas yang menerjangku. Mana saat ini aku tak membawa alat pertahanan apa pun lagi.
Huft.. aku lelah berjalan tanpa aras sejak tadi. Oh ayolah, Jae hyung dan yang lainnya dimana? Apa mereka sedang bermain petak umpet denganku. Tapi kan nggak lucu kalau mainnya ditengah hutan belantara seperti ini. Mana hari sudah sore lagi. Matahari saja sudah mulai terbenam dan bulan serta bintang sudah mulai bermunculan. Bahkan suara-suara hewan malam hari juga sudah mulai terdengar, membuat aku merinding saja.
"Oh… Jae hyung kamu dimana?" teriakku. Dia itu hyungku yang paling cantik. Aku aja naksir sama dia, tapi kalau dia canttik aku juga tak kalah cantik. Kan aku ini adik yang beda setahun dari dia.
"Kibum…." Aku yang sejak tadi kelelahan dan memutuskan beristirahat sambil menyandari disebuah batang pohon besar mulai beranjak pergi lagi. Setidaknya sekarang aku harus mencari tempat yang bagus dahulu. Karena hari sudah malam bisa saja para binatang liar pada keluar semua dari persembunyiannya dan memergokiku yang tengah kebingungan ini ditengah hutan seorang diri. Pasti nanti mereka berpikir kalau aku mangsa tengah malam yang nikmat. Oh tidak, aku nggak mau mati dicabik-cabik sama hewan-hewan malam.
"Key…" ah, aku mulai merindukan si berisik Key itu. rasanya kalau nggak adu mulut dengannya seperti ini sepi sekali. Seharusnya itu sekarang aku dan Key sedang adu mulut didepan meja makan kami di pinggir laut sana. Ngomong-ngomong soal makan, aku lapar sekali. Apa nggak ada makanan yang bisa aku makan yah disini. Lapar… -_-
"Henry…" Hey, si kecil nan imut itu lagi apa ya sekarang. Apa dia mengikuti kemana pun Kibum pergi seperti biasa ya. Bisa jadi, dia kan brother complex banget dengan Kibum.
"Oh ayolah, kalian tega meninggalkan aku sendiri di tempat semengerikan ini" kataku sambil terus melangkahkan kakiku tanpa arah yang jelas. Sebenarnya aku mau kemana sih, aku pun tak tahu. Yang penting sekarang aku terus berjalan siapa tahu nanti aku akan menemukan titik cerah dari acara nyasarku ini. Huft… Mana hari sudah semakin gelap lagi. Oh… Aku nggak mau tidur ditengah hutan seperti ini.
Aku terus berjalan selama beberapa lama dan hari sudah gelap sekarang. Aku terus menelusuri hutan ini hingga saat aku terdiam ditempat. Hey, aku nggak sedang mimpikan. Kenapa ditengah hutan seperti ini ada sebuah rumah? Halah…. Nggak usah dipikirkan, lebih baik aku kesana siapa tahu penghuninya baik hingga mau memberiku sedikit makanannya dan membiarkan aku tinggal semalam disana. Tapi kalau penghuninya jahat dan menyeramkan bagaimana? Kan aku jadi merinding sendiri, tapi nggak ada salahnya bukan kalau aku mencoba pergi kesana. Kalau penghuninya jahat aku tinggal kabur aja.
Setelah bergelut dengan pikiranku sendiri selama beberapa menit, akhirnya sekarang aku sadah berdiri didepan pintu rumah misterius tadi. Ku ketuk sekali pintuya, tapi tak ada jawaban. Ku ketuk dua kali, sama saja masih tak ada jawaban. Ku ketuk tiga kali sambil berteriak kecil memanggil sang penghuni rumah, tapi masih saja tak ada yang keluar dari dalam sana. Bahkan tampaknya rumah itu sepi tanpa penghuni seorang pun yang terdengar hanya sayup-sayup suara hewan malam yang sudah keluar dari sarang persembunyiannya untuk mencari mangsa dan itu semakin membuat aku merinding ngeri.
Aku pun menyentuh knop pintu rumah ini. Ku putar pelan knop pintu itu. And well, terbuka. Hey, manusia atau makhluk mana sih yang pergi meninggalkan rumahnya dalam keadaan tak terkunci seperti ini. Nggak takut bakal ada barang-barang yang hilang apa. Yah, walau pun rumah ini letaknya ditengah hutan dan sangat mencurigakan tapi tetap saja yang punya ini rumah sangat ceroboh. Sudah lah jangan pikirkan apa-apa lagi yang penting sekarangkan aku bisa masuk dengan mudah dan tak perlu menunggu lama diluar sini bersama para makhluk-makhluk mengerikan yang mungkin saja sejak tadi menatapku dari tempat yang tak aku tahu. #Dean: wah Chulliepa nyindir Hanpa nih. Kan Hanpa lag ngintipin dy sejak tadi dri atas pohon sana#
Ku langkahkan kakiku pelan memaksuki rumah misterius ini dengan hati-hati dan jantung yang berdebar-debar takut. Semoga saja penghuni rumahnya nggak ningalin hewan peliharaan yang suka makan daging dan sangat liar serta garang. Kalau itu terjadi, tamat riwayatku.
"Wah… Rumahnya lumayan besar, rapih, serta sangat nyaman untuk ditempati. Yah, walau pun dari luar sana rumah ini sangat mencurigakan" Aku melangkahkan kakiku untuk melihat-lihat rumah ini. tak sopan memang, tapi aku kan penasaran jadi tak ada salahnya kalau aku menelusuri rumah ini sebentar. Aku memasuki ruangan demi ruangan sambil memandang takjub pada pemandangan didepanku yang terpampang jelas disetiap ruangan.
"Wah, ada makanan. Kebetulan sekali perutku sudah meronta-ronta ingin diisi" kataku saat sadar kalau aku sekarang ada diruang makan. Tapi tunggu, makanan ini ditata rapi diatas meja makan dengan tujuh bangku mengelilingi meja tadi. Kalau dipikir-pikir aku jadi seperti putrid salju yah. Hey, aku ini Cinderella bukan putrid salju. Yang putrid salju itu kan Kibum. Ah, aku jadi ingat saudara-saudaraku. Kalian dimana sih, kok aku ditinggal sendirian didalam hutan tadi dengan perut kosong lagi.
Huft…. Besok lagi saja deh mencari mereka berempat. Sekarang isi perut dulu. Hey, penghuni rumah yang baik. Aku minta makanannya ya. Aku pun langsung menyambar sebuah roti yang ada diatas meja tadi dan mulai memakannya dengan sangat lahap. Entah sudah berapa poong makanan yang kumakan dan kini perutku terasa sudah sangat penuh. Kalau ketemu dengan penghuni rumah ini, aku harus segera berterima kasih nih.
Setelah selesai makan aku kembali mengelilingi rumah ini sambil membawa sebuah apple sebagai makanan penutupku. Karena seluruh ruangan dilantai bawah sudah ku masuki dan ku lihat-lihat, aku pun memutuskan untuk melihat-lihat lantai atas. Ternyata lantai atas itu kamar tidur. Diatas sini ada tujuh kamar tidur namun cuman satu saja yang bisa ku buka. Mungkin penghuni kamar ini lupa mengunci kamarnya saat ia pergi tadi.
Kalau dipikir-pikir, ada tujuh bangku di meja makan dan tujuh kamar tidur berarti ada tujuh penghuni dong dirumah ini. Tapi mereka dimana ya, kenapa berpergian disaat malam hari seperti ini mencurigakan sekali. Jangan bilang mereka itu vampire yang sedang mencari mangsa makanya keluar disaat malam hari. Ah, tapi nggak mungkin. Kalau vampire kenapa dimeja makan mereka ada makanan yang biasa manusia makan ya.
Aku terus berpikir kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi sambil memasuki sebuah rangan yang ku ketahui itu kamar tidur. Dan aku jadi diam tercengang saat melihat kemegahan kamar ini. Ranjang super besar dan berbagai pernak-pernik pengisi lainnya yang sepertinya itu sangat mahal. Bahkan kemegahan kamar ini masih mengalahkan kamarku dirumah atau pun dikapal kami.
Buukkkk….
"Aw.." ringisku saat merasakan ada yang mendorongku dengan kuat hingga membuatku jatuh diatas tempat tidur king size ini. "Yack.! Kenapa main do… Hey, nggak ada orang disini. Terus tadi siapa yang dorong aku dong?" pikirku sambil memperhatikan sekeliling. Hanya ada aku seorang didalam sini tak ada orang lain. Lalu tadi siapa yang mendorongku. Aku sangat yakin tadi aku didorong hingga jatuh keatas tempat tidur bukan karena tersandung saat berjalan. Tadi kan aku sedang diam tapi tiba-tiba aku terjatuh.
"Hey.! Yack.! Yack.!" Teriakku panik saat merasakan ada yang menindih tubuhku yang tadi sedang setengah terlentang diatas tempat tidur. "Yack.! Lepaskan, kamu siapa dan kamu itu apa" kataku semakin panik saat merasakan kedua tanganku berada disamping wajahku dan tak bisa digerakan. Aku juga mulai merasakan ada yang membelai tubuhku namun aku tak melihat seorang pun diatas tubuhku yang rasanya sedang ditindih ini. Masak aku lagi ditindih hantu sih, nggak masuk akal.
"Heemmmmmpppp…." Oke, sekarang aku merasa sedang beriuman panas dengan sesuatu yang bahkan aku tak tahu apa itu. Entah makhluk apa yang saat ini tengah mengerjaiku. Saat ku rasakan ada yang melumat bibirku, aku pun mulai merasakan ada sesuatu yang mulai masuk kedalam bajuku dan mulai membelai-belai dan memainkan kedua nippleku. Oh Tuhan, apa ini dan apa yang ia lakukan padaku.
"Hhahhh… hahhh…. Yack.! Kamu siapa. Hey.! Hey.! Jangan lakukan itu. Akkhhh…. Tolong…." Aku berteiak panik saat melihat kancing-kancing bajuku mulai terbuka satu demi satu. "Jangan.! Ah, Lepaskan.!" Aku meronta-ronta dengan semakin menjadi-jadi saat merasakan ada tangan yang meraba-raba paha bagian dalam ku. Tangan-tangan tadi pun dengan perlahan mulai membuka celanaku.
"Yack.! Jangan. Ku mohon jangan.! Tolong.! Tolong.!" Terikku histeris saat dengan perlahan celanaku pergi terlepas dari tubuhku dan kini aku pun polos tanpa sehelai benang pun lagi yang bisa menutupi tubuhku. Setelah itu aku mulai merasakan ada tangan-tangan nakal yang mengelus-elus daerah selangkanganku.
"Ahhhh…. Jangan… uuuhhh… sebenarnya…ahhh.. ahhh… ka-kamu… itu apa…. Uhhh…. Heemmm.. dan… siapa… ahhhh…" kalimat yang keluar dari dalam mulutku mulai terdengar sedikit susah. Saat tangan-tangan nakal tadi mulai mengurut-urut pelan kejantananku yang tanpa sadar sudah menengang itu. Aku terus bertanya namun tak ada yang menjawab. Yang terdengar hanya erangan kenikmatan dari bibirku saja yang dengan susah payah ingin aku redam.
"Yack.! Hentikan… aahhhh…. Uuuhhhh…. Ahhhh…" kini aku mulai merasakan sensai yang lebih. Sepertinya kejantananku saat ini sedang berada didalam mulut seseorang dan sedang manjakannya. Aku tak tahan bila tak mengerang namun kalau aku lakukan semua itu, bisa-bisa ia orang yang tak kuketahui bentuknya tambah bernafsu saja.
"HENTIKAN…. Ahhh…. Ahhh…." Aku tak kuasa menahan semua gejolak yang kurasakan akibat rangsangan-rangsangan disetiap titik sensitive tubuhku. "Hentikan… Aku nggak tahan… AHhhh…. AKKKKHHHHH" aku pun mengerang keras saat mencapai klimak. Namun aku tak melihat sedikit pun cairanku yang menetes keluar. Ku tebak pasti makhluk itu menelan semua cairanku tadi.
"Hhhaaahhhh… Hhhhaaahhhh… SEBENARNYA KAMU APA DAN SIAPA?" teriakku disela-sela deru nafasku yang tak berturan. Namun lagi-lagi aku tak mendengar jawaban sama sekali hanya terdengar suara nafasku yang sesak saja. "Apa yang kamu lakukan Arrrgggghhhh…" erangku kesakitan saat merasakan ada benda panjang dan keras yang menerobos masuk kedalam holeku yang sempit. Aku tak melihat benda itu, namun aku bisa merasakan keberadaanya didalam holeku. Dan aku pun bisa melihat holeku terbuka cukup lebar seperti ada yang memasukinya namun tak bisa ku liat apa itu karena tak tampak sama sekali. Aku melihat kondisi mengenaskan tubuhku yang sedang dirasuki oleh makhluk yang tak ku ketahui itu dari kaca yang ada didalam ruangan ini.
"Ah… sakit…. Hentikan…. Sakit…" aku terus berteriak kesakitan saat dengan sedikit brutal makhluk yang tak tampak itu mengerakkan tubunya merasukiku dengan penuh nafsu. Sakit… Sakit sekali, aku tak pernah merasakan rasa sakit yang seperti ini sebelumya. Mungkin karena ini pertama bagiku.
"Sakkkkiitttt… aaahhhh… tolong hentikan…. aaahh…. Uuuhhhh…. Hiks… hiks… sakit…" aku pun mulai meneteskan air mata karena tak sangup menahan rasa perih dan sakit diholeku. Sebenarnya makhluk apa yang sudah merengut kesucianku ini. aku tak tahan hingga aku pun mulai merasakan pandangan mataku mulai mengebur hingga aku tak sadarkan diri.
^_^ TBC Dulu ya… ^_^
Hahahha…. NC.a d sambung next part. Sepertinya diatas itu NC17 yah. NC21.a next part aja deh. Yang baca harap tinggalkan comment kalian karena aku sangat senang membaca comment-comment kalian itu yang bisa membuat aku tertawa gaje sdri pdhl ga ad yg lucu -_-' aneh….
